Anda di halaman 1dari 54

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG VI GOLONGAN III


PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2021

PERAN FARMASI KLINIS DALAM MENUNJANG KESELAMATAN


PASIEN DENGAN PENENTUAN BEYOND USE DATE SEDIAAN
FARMASI DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Disusun oleh :

NAMA : Apt. WIBISANA BIWIGITA SAUMANJAYA, S.Farm.


NIP : 199303152020121011
ANGKATAN : XXIV
KELOMPOK : II

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG VI GOLONGAN III
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2021

PERAN FARMASI KLINIS DALAM MENUNJANG KESELAMATAN


PASIEN DENGAN PENENTUAN BEYOND USE DATE SEDIAAN
FARMASI DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Disusun oleh :

NAMA : Apt. WIBISANA BIWIGITA SAUMANJAYA, S.Farm.


NIP : 199303152020121011
ANGKATAN : XXIV
KELOMPOK : II

SETUJU UNTUK DISEMINARKAN TANGGAL 6 OKTOBER 2021

Menyetujui,
MENTOR, COACH,

MIA ANDRIYANI, S.Far.Apt., M.P.H Dr. KONDRAD SAWANG, M.Pd


NIP. 198203272008032001 NIP. 196510221990031010

ii
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG VI GOLONGAN III
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2021

PERAN FARMASI KLINIS DALAM MENUNJANG KESELAMATAN


PASIEN DENGAN PENENTUAN BEYOND USE DATE SEDIAAN
FARMASI DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

Disusun oleh :

NAMA : Apt. WIBISANA BIWIGITA SAUMANJAYA, S.Farm.


NIP : 199303152020121011
ANGKATAN : XXIV
KELOMPOK : II

TELAH DISEMINARKAN TANGGAL 6 OKTOBER 2021

Menyetujui,
MENTOR, PENGUJI, COACH,

MIA ANDRIYANI, S.Far.Apt., M.P.H Dr. DIPLAN, S.Pd.,M.Pd Dr. KONDRAD SAWANG, M.Pd
NIP. 198203272008032001 NIP. 198111162010011004 NIP. 196510221990031010

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas

segala petunjuk dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan Rancangan Aktualisasi yang berjudul “Peran Farmasi Klinis

dalam Menunjang Keselamatan Pasien dengan penentuan Beyond Use

Date Sediaan Farmasi di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun”.

Penyusunan Rancangan Aktualisasi ini diajukan untuk memenuhi

tugas implementasi nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,

komitmen mutu dan anti korupsi sebagai Apoteker di RSUD Sultan

Imanuddin Pangkalan Bun dan wajib diselesaikan sebagai syarat untuk

kelulusan dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Gelombang VI Golongan III Angkatan XXIV Kelompok II Provinsi

Kalimantan Tengah Tahun 2021.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)

Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penyelenggara, kepada

Widyaiswara yang telah memberikan bimbingan dan memberikan ilmu

yang sangat bermanfaat terkait tentang nilai-nilai dasar ASN dan

khususnya kepada :

1. Bapak Dr. Kondrad Sawang, M.Pd selaku coach yang telah

memberikan bimbingan, kritik, dan saran dalam penyusunan laporan

aktualiasi ini

iv
2. Ibu Mia Andriyani, S.Far.,Apt., M.P.H selaku Mentor yang telah

bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk menjadi

mentor dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini

3. Rekan-rekan kerja di RSUD Sultan Imanuddin yang memberikan

dukungan, motivasi, serta masukan kepada penulis

4. Semua pihak yang berkontribusi baik secara langsung maupun tidak

langsung dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin penulis berikan terkait

kefarmasian di Instansi, oleh karena itu diharapkan semoga Rancangan

Aktualisasi ini menjadi salah satu instrumen yang dapat mengatasi

permasalahan di instansi sehingga menjadi semakin baik ke depannya.

Penulis menyadari bahwa Rancangan Aktualisasi ini masih jauh

dari sempurna, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun.

Pangkalan Bun, 6 Oktober 2021

Penulis

Apt. Wibisana Biwigita Saumanjaya, S.Farm.


NIP. 199303152020121011

v
DAFTAR ISI

RANCANGAN AKTUALISASI ............................................................................... i


LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL .................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ viii
BAB I ................................................................................................................... 9
1.1 Latar Belakang.............................................................................. 9
1.2 Identifikasi Isu ............................................................................. 12
1.2.1 Isu Instansi ......................................................................... 12
1.2.2 Teknik Analisis Isu ............................................................. 13
1.2.3 Gagasan Pemecahan Isu .................................................. 15
1.3 Maksud dan Tujuan .................................................................... 17
1.4 Manfaat ....................................................................................... 17
BAB II ................................................................................................................ 19
2.1 Identitas RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun ..................... 19
2.2 Visi dan Misi................................................................................ 25
2.3 Struktur Organisasi .................................................................... 26
2.4 Nilai Organisasi........................................................................... 26
BAB III ............................................................................................................... 27
3.1 Nilai-Nilai Dasar ANEKA ............................................................. 27
3.1.1 Akuntabilitas ...................................................................... 27
3.1.2 Nasionalisme ..................................................................... 30
3.1.3 Etika Publik ........................................................................ 32
3.1.4 Komitmen Mutu .................................................................. 34
3.1.5 Anti Korupsi........................................................................ 35
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI.................................... 41
3.3 Rancangan Aktualisasi ............................................................... 45
3.4 Jadwal Rencana Kegiatan .......................................................... 53
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 54

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Matriks Tapisan Isu Menggunakan Metode USG....................... 14

Tabel 2. Gagasan Pemecahan Isu Menggunakan SWOT…………………15

Tabel 3. Profil Organisasi……………………………………………………...20

Tabel 4. Tenaga Kesehatan Medis…………………………………….……..23

Tabel 5. Tenaga Kesehatan non Medis………………………………………24

Tabel 6. Kegiatan Aktualisasi…………………………………………………45

Tabel 7. Jadwal Rencana Kegiatan…………………………………………..53

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kriteria Sediaan Farmasi........................................................ 16

Gambar 2. Desain Label Beyond Use Date…………………………………16

Gambar 3. Foto RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun…………………19

Gambar 4. Bagan Struktur Organisasi RSUD Sultan Imanuddin………….26

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan profesi bagi pegawai

negeri sipil dan pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada

instansi pemerintah. Sedangkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah

warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat

sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian

untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sebelum diangkat menjadi

PNS, maka calon PNS (CPNS) wajib menjalani masa percobaan yang

dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi

untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi

nasional dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan

bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta

kompetensi bidang.

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor

12 tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,

CPNS wajib menjalani masa prajabatan yang dilaksanakan selama 1

tahun terhitung sejak tanggal pengangkatan CPNS. Kompetensi yang

harus dicapai oleh CPNS selama masa pendidikan terdiri dari sikap

perilaku bela negara, penerapan nilai-nilai dasar PNS, penerapan

kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI), serta kompetensi teknis terkait bidang.

9
Melalui proses pendidikan dan pelatihan dasar ini diharapkan

CPNS dapat memahami pentingnya bela negara serta dapat

menanamkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yaitu

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti

Korupsi. Selain itu CPNS juga perlu memahami terkait dengan fungsi

ASN yaitu sebagai :

a. Pelaksana kebijakan publik

b. Pelayan publik

c. Perekat dan pemersatu bangsa.

Berdasarkan 3 fungsi ASN tersebut. Setiap ASN wajib dalam

menjalankan ketiga fungsinya dengan baik. Apoteker yang berstatus

sebagai ASN berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional

pekerjaan kefarmasian. Dalam hal ini sebagai ASN, Apoteker wajib

menerapkan perilaku bela negara dan menerapkan nilai-nilai dasar

PNS dalam menjalankan fungsinya dalam pekerjaan kefarmasian di

Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun

2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit

disebutkan bahwa terdapat 2 ruang lingkup pelayanan kefarmasian di

rumah sakit yang terdiri dari Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat

Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai serta Pelayanan Farmasi

Klinik. Kegiatan pertama merupakan kegiatan yang bersifat manajerial

yang berfungsi dalam penyediaan dan pengelolaan logistik farmasi di

10
rumah sakit. Sedangkan pelayanan farmasi klinis merupakan

pelayanan asuhan kefarmasian berfokus pasien terkait sediaan farmasi

yang bertujuan untuk memastikan efektivitas dan keamanan

pengobatan.

Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit

bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian serta

melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak

rasional dalam rangka keselamatan pasien. Berdasarkan tujuan ini,

penulis ingin memberikan kontribusi terkait dengan keamanan

penggunaan obat khususnya terkait dengan batas waktu penggunaan

obat-obat tertentu yang membutuhkan penetapan batas waktu

penggunaan obat. Berdasarkan pengamatan penulis, penyimpanan

obat di RSUD Sultan Imanuddin sudah cukup baik dan sesuai dengan

standar, namun terkait dengan batas waktu penggunaan obat masih

belum dilaksanakan. Berdasarkan United States Pharmacopeia (USP)

penentuan batas waktu penggunaan obat atau yang disebut dengan

Beyond Use Date (BUD) sebaiknya ditetapkan pada etiket obat untuk

memberikan batas waktu kapan obat tersebut masih layak untuk

digunakan. Informasi BUD ini dapat ditentukan berdasarkan informasi

dari pabrik obat maupun dari pedoman umum dalam USP.

Hal tersebut yang kemudian mendorong penulis untuk

memberikan kontribusi dalam peningkatan efektifitas maupun

keamanan obat kepada pasien. Konsep tersebut selanjutnya penulis

11
tuangkan dalam rancangan aktualisasi yang berjudul “Peran Farmasi

Klinis dalam Menunjang Keselamatan Pasien dengan Penentuan

Beyond Use Date Sediaan Farmasi di RSUD Sultan Imanuddin

Pangkalan Bun”.

Pelaksanaan Aktualisasi ini juga berfungsi untuk

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang

disingkat dengan ANEKA. Melalui proses pembelajaran ini, peserta

harus dapat menerapkan nilai-nilai dasar tersebut di dalam setiap

kegiatan yang telah dirancang oleh peserta. Kegiatan ini diharapkan

dapat meningkatkan dan menguatkan pemahaman peserta terkait

dengan pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap

kegiatan yang berdasarkan fungsi ASN.

1.2 Identifikasi Isu

1.2.1 Isu Instansi

Isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun

di luar organisasi yang apabila tidak ditangani dengan baik akan

memberikan efek negatif terhadap organisasi bahkan dapat

berlanjut pada tahap kritis.

Berdasarkan pengalaman penulis melaksanakan tugas

sebagai Apoteker di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

selama kurang lebih 8 bulan, terdapat beberapa hal yang perlu

menjadi perhatian terkait dengan pelayanan kefarmasian untuk

12
meningkatkan pelayanan kefarmasian dan keselamatan pasien.

Permasalahan yang perlu dioptimalkan diantaranya :

a. Belum adanya penentuan Beyond Use Date pada sediaan

farmasi

b. Pelayanan Rekonsiliasi Obat belum optimal

c. Manajemen penggunaan Troli Emergensi yang belum optimal

1.2.2 Teknik Analisis Isu

Untuk mendapatkan isu utama untuk diangkat menjadi fokus

penulisan, penulis menggunakan metode USG (Urgency,

Seriousness, Growth). USG adalah salah satu metode untuk

menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan.

Berikut penjelasan mengenai USG :

a. Urgency atau urgensi yaitu Seberapa mendesak isu tersebut

harus dibahas, dianalisis, maupun ditindaklanjuti.

b. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah, yaitu

Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas yang dikaitkan

dengan dampak yang timbul akibat adanya penundaan

pemecahan masalah yang tidak dilaksanakan segera.

c. Growth atau tingkat perkembangan masalah yaitu dengan

melihat apakah malasah tersebut berkembang sedemikian rupa

sehingga sulit untuk dicegah.

Berikut kriteria penilaian dalam metode USG :

Urgency :

13
1 : Tidak penting

2 : Kurang penting

3 : Cukup penting

4. : Penting

5. : Sangat penting

Seriousness :

1 : Akibat yang ditimbulkan tidak serius

2 : Akibat yang ditimbulkan kurang serius

3 : Akibat yang ditimbulkan cukup serius

4. : Akibat yang ditimbulkan serius

5. : Akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth :

1 : Tidak berkembang

2 : Kurang berkembang

3 : Cukup berkembang

4. : Berkembang

5. : Sangat berkembang

Tabel 1. Matriks Tapisan Isu Menggunakan Metode USG

No. Skor Total


Isu
U S G Skor
Belum adanya penentuan
1
Beyond Use Date pada sediaan 4 4 3 11
farmasi

2 Pelayanan Rekonsiliasi Obat


3 2 2 7
belum optimal

14
3 Manajemen penggunaan Troli
3 3 2 8
Emergensi yang belum optimal

Berdasarkan skala Linkert 1-5 seperti pada tabel diatas,

maka yang menjadi prioritas untuk ditangani adalah terkait “belum

adanya penentuan Beyond Use Date pada sediaan farmasi”.

1.2.3 Gagasan Pemecahan Isu

Berdasaran prioritas isu yang telah ditetapkan, maka perlu

dilakukan suatu upaya untuk menanggulangi potensi terjadinya

dampak yang ditimbulkan. Caranya dengan menentukan kekuatan,

kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) gagasan pemecahan

isu menggunakan skala nilai. Gagasan pemecahan isu yang

memiliki skor tertinggi merupakan gagasan prioritas.

Tabel 2. Gagasan Pemecahan Isu Menggunakan SWOT

Skor Total
No. Gagasan Pemecahan Isu
S W O T Skor
Membuat label BUD/ masa akhir
1 4 4 3 4 15
penggunaan sediaan farmasi

Menginformasikan secara lisan BUD


2 3 2 2 3 10
tiap sediaan farmasi
Memasang poster mengenai BUD
3 berbagai macam sediaan farmasi di 3 3 2 3 11
tiap ruang perawatan

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa

gagasan pemecahan isu yang menjadi prioritas adalah membuat

label BUD / masa akhir penggunaan sediaan farmasi yang dapat

15
mengalami perubahan secara fisika, kimia, maupun mikrobiologi

sesuai dengan standar yang berlaku.

Gagasan utama tersebut selanjutnya dapat dijabarkan

menjadi 2 kegiatan sebagai berikut :

a. Membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) penetapan

Beyond Use Date terkait stabilitas obat racikan maupun non-

racikan yang dibedakan atas kriteria berikut :


Sediaan Farmasi

Non-Steril Steril

Sediaan Padat

Sediaan Semi Padat

Sediaan Cair
Gambar 1. Kriteria Sediaan Farmasi

b. Membuat label BUD/ masa akhir penggunaan terhadap sediaan

farmasi yang berpotensi mengalami perubahan secara fisika,

kimia, maupun mikrobiologi. Berikut merupakan desain label

yang dapat digunakan untuk penanda batas waktu

penggunaan.

Tgl. Buka / : .............................


Preparasi
Tgl. Expired : .............................

Gambar 2. Desain Label Beyond Use Date

16
1.3 Maksud dan Tujuan

a. Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi yang

mencakup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

Mutu dan Anti Korupsi.

b. Penerapan nilai-nilai dasar ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika

Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) ke dalam setiap kegiatan

dalam pemecahan isu yang dipilih

c. Pelaksanaan kontrol stabilitas obat dengan penetapan dan label

beyond use date pada sediaan farmasi yang telah mengalami

perlakuan.

d. Sebagai syarat kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri

Sipil (CPNS) Gelombang VI Golongan III Angkatan XXIV Kelompok

II Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021.

1.4 Manfaat

Adapun manfaat yang akan diperoleh dari aktualisasi dan

habituasi adalah sebagai berikut :

a. Manfaat bagi penulis

 Sebagai syarat untuk melaksanakan aktualisasi dan habituasi

di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

 Sebagai Apoteker yang dapat melaksanakan tugas dan

kewajiban sebagai ASN yang profesional dengan menerapkan

nilai-nilai dasar ASN.

b. Manfaat bagi organisasi

17
 Meningkatkan peran farmasi klinis dalam pelayanan

kefarmasian rumah sakit.

 Mendukung program keselamatan pasien rumah sakit.

c. Manfaat bagi masyarakat

 Adanya rasa aman dan nyaman pada pasien rumah sakit.

18
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

2.1 Identitas RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Gambar 3. Foto RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah merupakan

rumah sakit yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang

sebelumnya disebut RSU Pangkalan Bun dan berlokasi di kelurahan

Raja yang sekarang dikenal sebagai Puskesmas Arut Selatan Jalan

Pangeran Antasari No. 176. Pada tahun 1979, rumah sakit ini diperluas

dan dipindahkan ke lokasi yang sekarang yakni di jalan Sutan Syahrir

No.17. Pada tanggal 18 Maret 1992 Rumah Sakit diresmikan dengan

nama RSUD Sultan Imanuddin oleh pejabat Menteri Kesehatan

Republik Indonesia saat itu, Bapak dr. Adyatma, MPH. Sementara

nama Sultan Imanuddin diambil dari nama salah seorang Sultan yang

memerintah di Kesultanan Kutaringin Kabupaten Kotawaringin Barat

19
yang telah berperan dalam memindahkan pusat kerajaan dari

Kotawaringin Lama ke Pangkalan Bun.

Tabel 3. Profil Organisasi

1. Nama Rumah Sakit : RSUD Sultan Imanuddin


Pangkalan Bun
2. Jenis Rumah Sakit : Umum
3. Kelas Rumah Sakit : B
4. Alamat : Jalan Sutan Syahrir No.
17 Pangkalan Bun
5. Telepon : 0532-21404
6. Faks. : 0532-23581
7. E-mail : rsudpbun@gmail.com
8. Website : https://rssi.kotawaringinb
aratkab.go.id/
9. Status Kepemilikan : Pemerintah Kabupaten
Kotawaringin Barat
10. Nama Direktur : dr. FACHRUDDIN
11. SK Badan Penanaman Modal : 570/01/PK/XII/BPMDP/20
Daerahdan Perizinan Provinsi Kal- 15
Teng
12. Nomor Registrasi RS (Kode RS) : 6201012
13. No. & tanggal izin operasional RS : 570/I/10-Kes/DPMPTSP-
2017
14. Surat izin dikeluarkan oleh : Kepala Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu
Provinsi Kalteng
15. Luas Lahan : 53.426,87m2
16. Luas Bangunan : 13.333,70m2
17. Status Akreditasi : Akreditasi Paripurna

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun merupakan RSUD

Kelas B milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi

Kalimantan Tengah dengan jumlah Tempat Tidur sebanyak 233 buah.

RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun merupakan rumah sakit

rujukan regional yang mengampu wilayah Kabupaten Lamandau,

Sukamara, Seruyan dan Bagian Barat Kalbar.

20
Jenis Pelayanan yang terdapat di RSUD Sultan Imanuddin

terdiri dari:

a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat

b. Pelayanan Rawat Jalan

- Klinik Kebidanan dan Kandungan;

- Klinik Kesehatan Anak;

- Klinik Penyakit Dalam;

- Klinik Bedah;

- Klinik Mata;

- Klinik Saraf;

- Klinik Paru

- Klinik Gigi dan Mulut;

- Klinik THT;

- Klinik Umum;

- Klinik Psikologi;

- Klinik Gizi;

- Klinik Rehabilitasi Medik

- Klinik VCT;

- Klinik KIA-KB;

- Klinik Imunisasi;

- Klinik Kulit dan Kelamin;

- Klinik Tumbuh Kembang Balita

c. Pelayanan Rawat Inap

21
- Ruang Perawatan Kebidanan dan Kandungan;

- Ruang Perawatan Anak;

- Ruang Perawatan VIP;

- Ruang Perawatan Bedah;

- Ruang Perawatan Perinatologi;

- Ruang Perawatan Penyakit Dalam (Penyakit dalam Pria dan

Penyakit dalam Wanita);

- Ruang Perawatan ICU/ICCU;

- Ruang Perawatan Keluarga Miskin /Kelas III

d. Pelayanan Penunjang Medis

- Bedah sentral : 24 jam;

- Anestesi dan Reanimasi : 24 jam;

- Laboratorium Patologi Klinik : 24 jam;

- Radiodiagnostik;

- Rehabilitasi Medik;

- Rekam Medis : pelayanan dokumen rekam medis, resume

medis, visum et repertum;

- Farmasi : 24 jam dengan pelayanan obat generik sesuai

formularium;

- Gizi : 24 jam, pelayanan makan pasien dan konsultasi gizi;

- Gas Medis : 24 jam.

- Bank Darah 24 Jam

e. Pelayanan Penunjang Non Medis

22
- Laundri;

- Pemulasaran Jenazah : 24 jam;

- Ambulans : 24 jam, dengan pelayanan mobil jenazah dan

ambulans 118;

- Perpustakaan konvensional;

- Elektromedik;

- Sentra Administrasi dan

- Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) : 24 jam.

f. Pelayanan Sarana Prasarana

- Gedung Rawat Inap

- Gedung Rawat Jalan

- Gedung Laboratorium Patologi Klinik

- Gedung Radiologi

- Gedung IGD Baru

- Gedung Farmasi

Sumber daya kesehatan yang terdapat di RSUD Sultan

Imanuddin terdiri dari sumber daya tenaga kesehatan medis dan

sumber daya tenaga kesehatan non medis.

Tabel 3. Tenaga Kesehatan Medis

Jenis Tenaga Jumlah


Spesialis Penyakit Dalam 3
Spesialis Kesehatan Anak 3
Spesialis Bedah 2
Spesialis Obsgyn 4

23
Spesialis Anestesiologi 2
Spesialis Radiologi 1
Spesialis Patologi Klinik 3
Sepesialis Rehabilitasi Medik 1
Spesialis Mata 1
Spesialis THT 2
Spesialis Saraf 2
Spesialis Kulit dan Kelamin 2
Spesialis Kedokteran Jiwa 1
Spesialis Paru 2
Spesialis Kedokteran Forensik 1
Sub Spesialis Bedah 1
Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut 1
Dokter Gigi Spesialis
1
Konservasi/Endodonsi
Dokter Gigi Spesialis Orthodonsi 1

Tabel 4. Tenaga Kesehatan non Medis

Jenis Tenaga Jumlah


Psikologi Klinis 1
Apoteker 9
Tenaga Teknis Kefarmasian 17
Perawat 175
Bidan 42
Tenaga Gizi 25
Keterapian Fisik 7
Keteknisian Medis 21
Teknik Biomedika 35
Tenaga Kesehatan Lingkungan 1
Tenaga Kesehatan Masyarakat 5

24
2.2 Visi dan Misi

Visi RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yaitu “Rumah

Sakit Mandiri dengan Pelayanan Prima“.

Misi RSUD Sultan Imanuddin Yaitu:

a. Mewujudkan pengelolaan rumah sakit yang profesional

dengan prinsip sosial ekonomi secara efektif dan efisien serta

mampu berdaya saing;

b. Meningkatkan kualitas sumberdaya rumah sakit yang

profesional, produktif dan berkomitmen sesuai dengan

perkembangan ilmu kedokteran/kesehatan;

c. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada semua

lapisan masyarakat secara cepat, tepat, nyaman dan

terjangkau dengan dilandasi etika profesi;

25
2.3 Struktur Organisasi

Gambar 4. Bagan Struktur Organisasi RSUD Sultan Imanuddin

2.4 Nilai Organisasi

Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit,

menyatakan bahwa Rumah Sakit diselenggarakan berasaskan

Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan, etika dan

profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti

diskriminasi, pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta

mempunyai fungsi sosial.

26
BAB III

RENCANA AKTUALISASI

3.1 Nilai-Nilai Dasar ANEKA

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN,

bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu

mengaktualisasikan lima nilai dasar ASN yang terdiri dari Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi. Lima nilai

dasar yang biasa disingkat ANEKA ini merupakan modal awal ASN

dalam menjalankan tugasnya.

3.1.1 Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang

harus dicapai. Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap

individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggungjawab

yang menjadi amanahnya. Ada beberapa aspek atau indikator yang

harus diperhatikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang

akuntabel, antara lain:

a. Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana

pimpinan memainkan peranan yang penting dalam

menciptakan lingkungannya.

b. Transparansi

Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan dari setiap

tindakan, kebijakan atau hasil pencapaian dari suatu instansi.

27
c. Integritas

Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk

menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku,

undang-undang, kontrak, kebijakan dan peraturan yang

berlaku.

d. Tanggung jawab

Tanggung jawab atau responsinbiliti adalah suatu kesadaran

setiap individu akan tingkah laku atau perbuatannya. Bahwa

ada konsekuensi dari setiap tindakan yang telah dilakukan,

karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab atas

keputusan yang telah dibuat.

e. Keadilan

Keadilan merupakan suatu kondisi kebenaran ideal secara

moral mengenai suatu hal, baik menyangkut benda maupun

orang. Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas,

selain itu keadilan akan mempengaruhi kredibilitas suatu

instansi.

f. Kepercayaan

Kepercayaan adalah suatu keyakinan bahwa sesuatu yang

dipercaya itu benar atau nyata. Rasa keadilan akan membawa

pada sebuah kepercayaan.

g. Keseimbangan

28
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka

diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan

kewenangan, serta harapan dan kapasitas.

h. Kejelasan

Kejelasan juga merupakan salah satu elemen untuk

menciptakan dan mempertahankan akuntabilitas. Fokus utama

untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan

tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan

organisasi dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun

organisasi.

i. Konsistensi

Konsistensi adalah suatu penerapan yang tidak berubah-ubah

yang menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten dari

sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki

konsekuensi terhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak

akuntabel, akibat melemahnya komitmen dan kredibilitas

anggota organisasi.

Adapun langkah – langkah yang harus dilakukan dalam

membuat framework akuntabilitas di lingkungan kerja PNS adalah

menentukan tujuan yang ingin dicapai dan tanggung jawab yang

harus dilakukan, melakukan perencanaan atas apa yang perlu

dilakukan untuk mencapai tujuan, melakukan implementasi dan

memantau kemajuan yang sudah dicapai, memberikan laporan

29
hasil secara lengkap, mudah dipahami dan tepat waktu, melakukan

evaluasi hasil dan menyediakan masukan untuk memperbaiki

kinerja yang telah dilakukan.

3.1.2 Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat

suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan

wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian

masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan

yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Rasa nasionalisme

tidak hanya sekedar wawasan saja, namun bagaimana

kemampuan untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan

sehari-hari. Setiap pegawai ASN wajib memiliki jiwa nasionalisme

Pancasila yang tinggi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

Dengan begitu diharapkan setiap pegawai ASN mempunyai

orientasi berpikir untuk mementingkan kepentingan publik, bangsa,

dan negara. Jiwa nasionalisme yang tinggi dari pegawai ASN

tentunya harus berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila

sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Nilai dasar Nasionalisme Pancasila yang menjadi pedoman

bagi pegawai ASN dalan menjalankan tugasnya dibagi menjadi lima

sesuai dengan sila yang terkandung dari Pancasila, yaitu :

a. Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila bermaksud menjadikan

nilai-nilai moral ketuhanan sebagai landasan pengelolaan

30
kehidupan dalam konteks masyarakat yang majemuk, tanpa

menjadikan salah satu agama tertentu mendikte negara. Nilai-

nilai ketuhanan diimplementasikan dengan cara

mengembangkan etika sosial dimasyarakat. Dengan

berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan diharapkan bisa

memperkuat pembentukan karakter dan kepribadian,

melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan

diri untuk mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam

yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memiliki nilai humanis,

tenggang rasa, persamaan derajat, saling tolong menolong,

saling menghormati dan tidak diskriminatif.

c. Persatuan Indonesia, memiliki nilai cinta tanah air, rela

berkorban, menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan

publik dan gotong royong.

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan perwakilan, memiliki nilai musyawarah

mufakat yang dilandasi semangat kekeluargaan, menghargai

pendapat dan bijaksana.

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, memiliki nilai

bersikap adil, tolong menolong, kerja keras, tidak serakah dan

sederhana.

31
3.1.3 Etika Publik

Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang

menentukan baik atau buruk, benar atau salah suatu perilaku,

tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik

dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

Sedangkan kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah

laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya hanya

ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan

tertulis. Adapun kode etik profesi dimaksudkan untuk mengatur

tingkah laku atau etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat

melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat

dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

Nilai dasar dari etika publik adalah jujur, bertanggung jawab,

integritas tinggi, cermat, disiplin, hormat, sopan, taat pada

perundang-undangan, taat perintah dan menjaga rahasia (Modul

Etika Publik, LAN RI Tahun 2017)

Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode

perilaku ASN yakni sebagai berikut :

a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab dan

berintegritas tinggi.

b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.

c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.

32
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan

perundangan yang berlaku.

e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau

pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika

pemerintahan.

f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.

g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara

bertanggung jawab, efektif, dan efisien.

h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam

melaksanakan tugasnya.

i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan

kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait

kepentingan kedinasan.

j. Tidak menyalah gunakan informasi intern negara, tugas, status,

kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari

keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.

k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi

dan integritas ASN.

l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan

mengenai disiplin pegawai ASN.

Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yaitu :

a. Pelayanan Publik yang berkualitas dan relevan.

33
b. Sisi dimensi reflektif, etika publik berfungsi sebagai bantuan

dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat

evaluasi.

c. Modalitas Etika, menjembatani antara norma moral dan

tindakan faktual.

3.1.4 Komitmen Mutu

Komitmen mutu memiliki keterkaitan yang mendalam

dengan kinerja pegawai negeri sipil (PNS). Bidang apapun yang

menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil, semua harus

dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan

kepada stakeholders. Aspek utama yang menjadi target

stakeholders adalah layanan yang komitmen pada mutu, melalui

penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien dan inovatif.

a. Efektifitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah

direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil

kerja, sehingga dapat memberi kepuasan. Efektifitas

organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai

tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang

coba dikerjakan. Efektivitas organisasi berarti memberikan

barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan. (Ricard L.

Daft).

b. Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan

sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan,

34
sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,

penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur dan

mekanisme yang keluar alur. Tingkat efisiensi diukur dari

penghematan biaya, waktu, tenaga, dan pikiran dalam

menyelesaikan kegiatan.

c. Inovasi muncul disebabkan oleh adanya dorongan kebutuhan

stakeholders untuk beradaptasi dengan tuntutan perubahan

yang terjadi di sekitarnya. Perubahan bisa dipicu antara lain

oleh pergeseran selera pasar, peningkatan harapan dan daya

beli masyarakat, peningkatan kesejahteraan, perkembangan

ekonomi seta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. ASN

dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitasnya

untuk melahirkan terobosan-terobosan baru dalam

meningkatkan efektifitas dan efisiensi layanan, sepanjang

tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

3.1.5 Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang

artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering

dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah satu alasannya

adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan

kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat

dan kehidupan yang lebih luas.

35
Secara umum akibat korupsi adalah merugikan negara dan

merusak sendi-sendi kebersamaan serta memperlambat

tercapainya tujuan nasional, diantaranya:

a. Tata ekonomi, seperti: pemborosan sumber-sumber, larinya

modal ke luar negeri, gangguan terhadap perusahaan,

gangguan penanaman modal

b. Tata sosial budaya, seperti: revolusi sosial dan ketimpangan

sosial.

c. Tata politik, seperti: ketidakstabilan politik, pengambil alihan

kekuasaan, hilangnya bantuan luar negeri, hilangnya

kewibawaan pemerintah.

d. Tata administrasi, seperti: tidak efisien, kurangnya kemampuan

administrasi, hilangnya keahlian, hilangnya sumber-sumber

negara, keterbatasan kebijaksanaan pemerintah, dan

pengambilan tindakan-tindakan represif.

Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi

yang harus diperhatikan yaitu:

a. Jujur

Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan

utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya

kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang

berintegritas. Seseorang dituntut untu bisa berkata jujur dan

transpraran serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri

36
maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap

godaan untuk berbuat curang.

b. Peduli

Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan

seseorang memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki

jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya

di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu,

menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan

jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri

dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk

meyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu

sesama.

c. Mandiri

Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri

seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang

lain mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang

memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna

bekerja secara effektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin

hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab

demi mencapai keuntungan sesaat.

d. Disiplin

Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang.

Ketekunan dan konsistensi untuk terus menerus

37
mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu

mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.

Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi

pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai

pegangan kuat terhadap nilai kedisplinan tidak akan terjerumus

dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara

yang mudah.

e. Tanggung Jawab

Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan

menyadari bahw keberadaan dirinya di muka bumi adalah

melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama

manuisa. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang

dilakukannya akan dipertanggung jawabkan sepenuhnya

kepada Tuhan yang Maha Esa, masyarakaat, negara dan

bangsanya.

f. Kerja Keras

Individu beretos kerja akan selalu berupaya

meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya

kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia mencurahkan

daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan

berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau

memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.

g. Sederhana

38
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang

menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi

kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia

tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.

kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah

ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan

pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan

selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.

h. Berani

Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki

keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak

kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan

berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani

berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan

teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan yang

menyimpang dari hal yang semestinya.ia tidak takut dimusuhi

dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak

kepada hal-hal yang menyimpang.

i. Adil

Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari

bahwa apa yang ia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia

tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia

sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan

39
memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai

dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan

kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

Korupsi dapat dilakukan karena ada niat dan kesempatan

seseorang dalam melakukannya. Selain itu, faktor-faktor yang

dapat menyebabkan korupsi adalah:

 Penegakan hukum tidak konsisten.

 Penyalahgunaan kekuasaa/ kewenangan.

 Langkanya lingkungan yang anti korupsi.

 Rendahnya pendapatan penyelenggaraan negara.

 Kemiskinan/ keserakahan.

 Keuntungan korupsi lebih besar dari kerugian ditangkap.

 Pemberian imbalan jasa.

 Gagalnya pendidikan agama dan etika.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah korupsi

antara lain dengan perbaikan sistem (peraturan perundangan,

reformasi birokrasi, menegakkan etika profesi dan tata tertib

lembaga, penerapan prinsip Good Governance, dll) dan perbaikan

manusia (memperbaiki moral, meningkatkan kesdaran hukum,

mengentaskan kemiskinan, memilih pimpinan yang bersih, jujur

dan anti korupsi).

40
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Kedudukan

ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri, namun demikian

merupakan satu kesatuan. Karena PNS memegang peranan yang

sangat besar dalam kelancaran pemerintahan serta pembangunan

maka dalam hal ini kedudukan pegawai negeri menjadi sangat penting,

sebab lancar atau tidak lancarnya pemerintah dan pembangunan

negara tidak terlepas dari peranan dan keikutsertaan pegawai negeri.

Peranan Pegawai Negeri Sipil yang penting dan strategis tersebut

menjadikan sebuah tanggung jawab besar bagi setiap pribadi

pengembannya. Setiap orang tidak bisa menduduki posisi sebagai

Pegawai Negeri Sipil apabila tidak memenuhi persyaratan yang telah

ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Pegawai ASN

berperan sebagai perencana, pelaksana dan pengawas penyelenggara

tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui

pelaksaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari

intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

a. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk

menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar,

etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,

kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan

penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan,

41
pengembangan karir, pola karir, promosi, mutase, penilaian kinerja,

penggajian dan tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhentian,

jaminan pension dan hari tua, dan perlindungan. Adapun asas-asas

manajemen ASN, antara lain: kepastian hukum, profesionalitas,

proporsionalitas, keterpaduan delegasi, netralitas, akuntabilitas,

efektif dan efisien, keterbukaan, non diskriminatif, persatuan,

kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan.

b. Pelayanan Publik

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan

Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau

rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan

sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan

administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Sebagai seorang ASN perlu mengetahui bahwa pelayanan

publik yang baik juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang

digunakan untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada

tubuh birokrasi. Prinsip pelayanan publik yang menjadi nilai dasar

untuk mewujudkan pelayanan yang prima yaitu partisipatif,

transparan, responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif

dan efisien, aksesibel, akuntabel dan berkeadilan.

Terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu

organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan

42
(pelanggan) yaitu masyarakat dan atau organisasi yang

berkepentingan, dan kepuasan yang diberikan dan atau diterima

oleh penerima layanan.

c. Whole of Government (WoG)

Whole of Government (WoG) adalah sebuah pendekatan

yang mengintegrasikan upaya kolaboratif dari instansi pemerintah

untuk menjadi kesatuan menuju tujuan bersama, juga dikenal

sebagai kolaborasi, kerjasama antar instansi, aktor pelayanan dalam

menyelesaikan suatu masalah pelayanan. Oleh karena itu WoG juga

dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang

melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-

urusan yang relevan.

Pendekatan WoG dapat beroperasi dalam tatanan

kelembagaan nasional maupun daerah. Penataan kelembagaan

menjadi sebuah kegarusan ketika pendengatan ini diperkenalkan.

Namun penataan ini tidak serta merta merubah kelembagaan atau

sebaliknya. Adapun nilai-nilai dasar dalam Whole of Government

antara lain kebersamaan lintas sektoral, efektifitas, tujuan bersama,

terpadu, efisiensi dan daya saing.

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang

Aparatur Sipil Negara, sesuai dengan butir-butir dalam Pancasila yaitu

ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta sebagai

perekat dan pemersatu bangsa.

43
a. ASN sebagai Pelaksana Kebijakan Publik

Setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan yang

berorientasi pada kepentingan publik, bangsa dan negara dan

mengedepankan kepentingan nasional diatas kepentingan lainnya

seperti halnya kepentingan sektoral maupun golongan.

b. ASN sebagai Pelayan Publik

ASN sebagai pelayan publik didefinisikan sebagai cara ASN untuk

melayani, membantu, menyiapkan, dan mengurus, serta

menyelesaikan keperluan kebutuhan seseorang atau sekelompok

orang.

c. ASN sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa

Dalam UU No. 5 Tahun 2014 pasal 66 ayat 1-2 dinyatakan bahwa

ASN ketika diangkat menjadi PNS akan bersumpah dan berjanji

untuk senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,

UUD 1945, negara dan pemerintah. PNS juga senantiasa

menjunjung tinggi martabat PNS serta mengutamakan kepentingan

Negara di atas kepentingan lainnya.

44
3.3 Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Identifikasi Isu : 1. Belum adanya penentuan Beyond Use Date pada sediaan farmasi

2. Pelayanan Rekonsiliasi Obat belum optimal

3. Manajemen penggunaan Troli Emergensi yang belum optimal

Isu yang Diangkat : Belum adanya penentuan Beyond Use Date pada sediaan farmasi

Gagasan Pemecahan Isu : Membuat label BUD / masa akhir penggunaan terhadap sediaan farmasi

Tabel 5. Kegiatan Aktualisasi

Proses Kegiatan Penguatan


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan 1. Menghadap dengan Paparan hasil AKUNTABILITAS: Sesuai dengan visi Nilai Etika dan
Konsultasi rapi, sopan, dan diskusi/ notulensi Tanggung Jawab, organisasi yaitu profesionalitas
dengan santun Transparan, Jujur “Rumah Sakit Mandiri
Mentor terkait Foto Kegiatan dengan Pelayanan
pelaksanaan 2. Menghubungi mentor NASIONALISME : Prima” serta misi
kegiatan dan kepala instalasi Menghargai pendapat dan organisasi yaitu
farmasi untuk sikap tenggang rasa “Meningkatkan mutu
menentukan waktu pelayanan kesehatan

45
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
dan tempat ETIKA PUBLIK : kepada semua lapisan
konsultasi Sopan Santun, Tanggung masyarakat”
Jawab, Hormat
3. Memaparkan
Rancangan Aktualisasi
rancangan
ini mengutamakan
aktualisasi KOMITMEN MUTU :
dalam hal peningkatan
Orientasi mutu dan inovasi
mutu pelayanan dan
4. Meminta saran dari
keselamatan pasien
mentor maupun ANTI KORUPSI:
kepala instalasi Jujur dan Transparan
farmasi terkait
konsep aktualisasi

2 Melakukan 1. Membuat daftar 1. Dokumen AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai


Studi informasi yang informasi Tanggung Jawab sesuai organisasi yaitu Profesionalitas
Literatur dibutuhkan terkait terkait BUD Evidence Based, Kejelasan “Rumah Sakit Mandiri
BUD setiap bentuk Target, Konsisten dengan Pelayanan Nilai Manfaat
sediaan Prima” serta misi
2. Penelusuran literatur farmasi NASIONALISME : organisasi yaitu
dan dokumentasi Komitmen pelayanan untuk “Meningkatkan mutu
kepentingan publik pelayanan kesehatan
kepada semua lapisan
ETIKA PUBLIK : masyarakat”

46
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Jujur, akurat, berdaya guna,
dan berhasil guna
Rancangan Aktualisasi
ini mengutamakan
KOMITMEN MUTU:
dalam hal peningkatan
Efektivitas dan berorientasi
mutu pelayanan dan
mutu pelayanan
keselamatan pasien
ANTI KORUPSI :
Mandiri, Disiplin, Tanggung
Jawab

3 Pembuatan 1. Mengumpulkan 1. SPO AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai Manfaat


SPO dan informasi BUD setiap penetapan Tanggung Jawab, Kejelasan organisasi yaitu
Label BUD bentuk sediaan BUD Target “Rumah Sakit Mandiri
farmasi dengan Pelayanan Nilai
2. Stiker Label NASIONALISME : Prima” serta misi Perlindungan
2. Membuat SPO BUD BUD Etos Kerja, Mengutamakan organisasi yaitu dan
pelayanan publik, kerja keras “Meningkatkan mutu Keselamatan
3. Membuat dan pelayanan kesehatan
mencetak label BUD ETIKA PUBLIK : kepada semua lapisan
sebagai stiker Profesional berdasarkan masyarakat”
prinsip keahlian

47
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
KOMITMEN MUTU :
Inovasi pelayanan,
berorientasi mutu, efektivitas

ANTI KORUPSI :
Kerja keras, jujur, ikhlas,
tanpa pamrih

4 Pembuatan 1. Mengumpulkan Media Sosialisasi AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai Etika dan
Materi informasi terkait Tanggung jawab, kejelasan organisasi yaitu Profesionalitas
Sosialisasi materi sosialisasi target, konsisten “Rumah Sakit Mandiri
dengan Pelayanan
2. Membuat media NASIONALISME : Prima” serta misi Nilai Fungsi
sosialisasi Kerja keras, mengutamakan organisasi yaitu Sosial
kepentingan publik “Meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan
ETIKA PUBLIK : kepada semua lapisan
Profesional, informatif dan masyarakat”
tanggung jawab

KOMITMEN MUTU : Materi sosialisasi


dibuat secara
informatif dan

48
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
Fokus inovasi dan mutu maksimal sehingga
pelayanan publik dapat dipahami oleh
profesi lain untuk
ANTI KORUPSI : meningkatkan
Tanggung jawab, jujur, ikhlas pemahaman. Output
kegiatan ini yaitu untuk
meningkatkan
komitmen pelayanan
bermutu dan optimal.
5 Melakukan 1. Berpakaian sopan 1. Daftar AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai Etika dan
Sosialisasi di dan bersikap yang Presensi Tanggung jawab berdasarkan organisasi yaitu Profesionalitas
Ruang Rawat baik. keahlian, kejelasan target “Rumah Sakit Mandiri
(Akasia, 2. Foto Kegiatan dengan Pelayanan
Nilai Fungsi
Sindur, 2. Memaparkan materi Prima” serta misi
NASIONALISME : Sosial
Lanan) BUD dan rencana 3. Notulensi organisasi yaitu
implementasi Saling menghormati, “Meningkatkan mutu
mengutamakan kepentingan pelayanan kesehatan
3. Mengevaluasi hasil publik, menghargai pendapat kepada semua lapisan
kegiatan masyarakat”
ETIKA PUBLIK :
Sopan, santun, profesional
komunikatif, tanggung jawab. Sosialisasi dilakukan
untuk memberikan

49
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
KOMITMEN MUTU: informasi terkait
Fokus inovasi dan mutu rancangan kepada
pelayanan publik profesi lain sehingga
dapat timbul koordinasi
ANTI KORUPSI untuk komitmen mutu
Tanggung jawab, jujur, ikhlas, dan keselamatan
integritas pasien
6 Melakukan 1. Identifikasi sediaan 1. Sediaan AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai
Implementasi farmasi pasien yang farmasi Tanggung jawab, kejelasan organisasi yaitu Kemanusiaan
memerlukan tertentu target, konsisten “Rumah Sakit Mandiri
penetapan BUD pasien dengan Pelayanan
dilengkapi NASIONALISME : Prima” serta misi Nilai Manfaat
2. Penetapan masa informasi BUD Amanah, mengutamakan organisasi yaitu
BUD dalam label dan kepentingan publik, kerja “Meningkatkan mutu
ditempel pada keras pelayanan kesehatan Nilai
sediaan farmasi kepada semua lapisan Perlindungan
ETIKA PUBLIK : masyarakat” dan
3. Mengevaluasi hasil Jujur, Tanggung jawab, keselamatan
kegiatan integritas
Implementasi
dilakukan secara
KOMITME MUTU :
tanggung jawab dan
Efektivitas, Inovasi, Orientasi
integritas yang
Mutu Pelayanan

50
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
berorientasi mutu dan
ANTI KORUPSI : keselamatan pasien
Jujur, Ikhlas, Disiplin, Kerja
Keras, Mandiri

7 Melakukan 1. Monitoring dan 1. Sediaan AKUNTABILITAS : Sesuai dengan visi Nilai Etika dan
evaluasi dan evaluasi ke ruang farmasi pasien Tanggung jawab, Jujur, organisasi yaitu Profesionalitas
konsultasi penyimpanan obat terkendali Transparansi “Rumah Sakit Mandiri
akhir pasien terkait masa dengan Pelayanan
BUD NASIONALISME : Prima” serta misi Nilai Manfaat
2. Menghadap mentor Saling menghormati, organisasi yaitu
dengan rapi, sopan, 2. Paparan hasil Menghargai pendapat “Meningkatkan mutu
dan santun diskusi/ pelayanan kesehatan
Notulensi ETIKA PUBLIK : kepada semua lapisan
3. Melakukan Jujur, Sopan, Santun, Hormat masyarakat”
konsultasi dengan
mentor KOMITMEN MUTU :
Efektivitas Rancangan aktualisasi
ini diharapkan dapat
ANTI KORUPSI : berkontribusi dalam
Jujur, Transparan meningkatkan mutu
pelayanan dan

51
Proses Kegiatan Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kontribusi terhadap
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Nilai
Kegiatan Visi Misi Organisasi
ANEKA Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
mendukung
keselamatan pasien
8 Penyusunan 1. Mengumpulkan data 1. Data dan bukti AKUNTABILITAS: Sesuai dengan visi Nilai Manfaat
laporan dan bukti pendukung pendukung Tanggung Jawab, Jujur, organisasi yaitu “Rumah
laporan laporan Transparan, Kejelasan target Sakit Mandiri dengan
Pelayanan Prima”
NASIONALISME: serta misi organisasi
2. Penyusunan laporan 2. Laporan Kerja keras yaitu “Meningkatkan
aktualisasi mutu pelayanan
ETIKA PUBLIK : kesehatan kepada
Jujur, Tanggung Jawab, semua lapisan
Integritas masyarakat”

KOMITMEN MUTU : Rancangan aktualisasi


Efektivitas, Orientasi Mutu ini diharapkan dapat
berkontribusi dalam
ANTI KORUPSI : meningkatkan mutu
Jujur, Mandiri pelayanan dan
mendukung
keselamatan pasien

52
3.4 Jadwal Rencana Kegiatan

Jadwal kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dari tanggal 7 Oktober – 18 November 2021. Berikut akan

diuraikan pada tabel dibawah ini :

Tabel 6. Jadwal Rencana Kegiatan


Minggu V
Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu VI Minggu VII
No. Kegiatan 7 – 9 Oktober 10 – 16 Oktober 17 – 23 Oktober 24 – 30 Oktober
31 Oktober –
7 – 13 November 14 – 18 November
6 November
Melakukan Konsultasi dengan
1
Mentor terkait pelaksanaan kegiatan
2 Melakukan Studi Literatur
3 Pembuatan SPO dan Label BUD
4 Pembuatan Materi Sosialisasi
Melakukan Sosialisasi di Ruang
5
Rawat (Akasia, Sindur, Lanan)
6 Melakukan Implementasi
Melakukan Evaluasi dan Konsultasi
7
Akhir
8 Penyusunan Laporan

53
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara


Nomor : PER/07/M.PAN/4/2008 tentang Jabatan Fungsional
Apoteker dan Angka Kreditnya. Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara. Jakarta

Anonim. 2014. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014


tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta

Anonim. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72


Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah
Sakit. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Anonim. 2017. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun


2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Jakarta

Anonim. 2019. Profil RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun 2019. RSUD
Sultan Imanuddin

Anonim. 2018. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik


Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta

Anonim. 2019. The Labeling <Chapter 7> Revision Bulletin. The United
Sates Pharmacopeial Convention

Anonim. 2014. Pharmaceutical Compounding – Nonsteril Preparation


<Chapter 795> Revision Bulletin. The United Sates Pharmacopeial
Convention

Anonim. 2014. Pharmaceutical Compounding – Steril Preparation <Chapter


797> Revision Bulletin. The United Sates Pharmacopeial Convention

Joffe, Dave. 2011. Stability of Common Insulin in Pens and Vials.


www.diabetesincontrol.com

54

Anda mungkin juga menyukai