Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN

PERENCANAAN

SATUAN KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PIDIE

Kementerian Negara/ : Kementerian Kesehatan RI


Lembaga
Unit Eselon I : Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Program : Program Bina Gizi dan KIA
Hasil : Diimplementasikannya Program Bina Gizi dan
KIA
Unit Eselon II/Satker : Direktorat Bina Kesehatan Anak
Kegiatan : Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas
Indikator Kinerja Kegiatan : Peningkatan Cakupan Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Wilayah Kerja Dinas
Kesehatan KABUPATEN PIDIE
Satuan Ukur/ Jenis Keluaran : Peningkatan Capaian (Jumlah) dan Cakupan (%)
Perencanaan BOK.
Volume : 26 Puskesmas dan Satker

A. Latar Belakang
BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) adalah bantuan dana dari pemerintah
melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu Pemerintah Daerah
Kabupaten melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standart Pelayanan
Minimal (SPM) menuju Millenium Development Goals (MDGs) Bidang
Kesehatan tahun 2015, melalui peningkatan Kinerja Puskesmas dan jaringannya
serta poskesdesdan posyandu dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan
yang bersifat Promotif dan Preventif

BOK secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja Puskesmas dan


jejaringnya, serta Poskesdes dan Posyandu. BOK mendorong agar Puskesmas
mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah kerjanya melalui
lokakarya mini, selanjutnya disusun rencana kegiatan untuk mengatasi masalah
tersebut. Peningkatan kinerja Puskesmas, Poskesdes dan Posyandu tentu akan
berdampak positif bagi masyarakat yang dilayani.
Dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan ini adalah :
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5254);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4737);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
6. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan,
7. Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2012 atau untuk
Tahun 2013.
B. Gambaran Umum
Direktorat Bina Kesehatan Anak melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
berdasarkan ketentuan yang berlaku atas kebijakan yang telah ditetapkan
pimpinan dalam mengemban amanah untuk mencapai target pembangunan
kesehatan yang tertuang dalam Renstra Kementerian Kesehatan dan SPM bidang
kesehatan. Kebijakan operasional meliputi upaya kelangsungan hidup anak,
upaya peningkatan kualitas hidup dan upaya perlindungan kesehatan anak.
Keberhasilan implementasi program ditentukan oleh kapasitas sumber daya
manusia yaitu pengelola program, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Pemberian Dana BOK di Puskesmas bertujuan untuk :
a. Menyediakan dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang
bersifat promotif dan preventif bagi masyarakat;
b. Meningkatkan kualitas manajemen Puskesmas, terutama dalam perencanaan
tingkat Puskesmas dan lokakarya mini Puskesmas;
c. Meningkatkan upaya untuk menggerakkan potensi masyarakat dalam
meningkatkan derajat kesehatannya;
d. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan
preventif yang dilakukan oleh Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes
dan Posyandu.

C. Penerima Manfaat
1. Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas Pembantu dan Puskesmas
Keliling);
2. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes);
3. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

D. Strategi Pencapaian Keluaran


Perencanaan dana BOK diilaksanakan untuk memperoleh pemahaman yang
sama tentang mekanisme pemanfaatan Dana BOK di Satuan Kerja Dinas
Kesehatan yang meliputi koordinasi dan bimbingan dengan penerima dana BOK
di satker yakni, Puskesmas dan jaringannya yang diselenggarakan pada awal
tahun anggaran atau setelah keluarnya petunjuk teknis pemanfaatan dana BOK
dari Kementerian Kesehatan RI. Kemudian kegaiatan perencanaan lainnya
yanga akan dilaksanakan adalah koordinasi/konsultasi dengan Dinas Kesehatan
Provinsi yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang penyerapan dana
BOK dan mekanisme pencairan dana

E. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran


Dilaksanakan setiap bulan atau menurut kondisi dan akan diakumulasikan dalam
setahun sesuai tahun anggaran.

F. Biaya Yang Dibutuhkan


Penyelenggaraan kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk
kegiatan perencanaan sejumlah 36.860.000- ( Tiga puluh enam juta delapan
ratus enam ribu rupiah), sebagaimana RAB terlampir.