Anda di halaman 1dari 117

PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR

BAHASA INDONESIA PADA MATERI MENULIS PUISI


SISWA KELAS V MI AL-MUAWANATUL KHAERIYAH
JAKARTA BARAT

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat
Mencapai Gelai Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh
Dian Utami Ningsih
109018300008

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014
ABSTRAK

Dian Utami Ningsih (109018300008). Judul Skripsi “ Pengaruh


Pemberian Reward Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Materi
Menulis Puisi Siswa Kelas V MI Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward


terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di MI Muawanatul
Khaeriyah Jakarta Barat Tahun Ajaran 2013/2014. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian
Non-Randomize Control Group Posttest Design. Sampel penelitian yang pertama
berjumlah 30 siswa untuk kelas eksperimen dan 30 siswa untuk kelas kontrol.
Instrumen penelitian yang digunakan tes yang berbentuk soal uraian. Analisis
data proses kedua kelompok menggunakan uji-t diperoleh hasil t-hitung 33,165
dan t-tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,000, maka t-hitung > t-tabel. Hal ini
menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian reward pada kelas eksperimen
terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.

Kata kunci : Reward, Hasil Belajar, Menulis Puisi.

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil a’lamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis diberi
kesempatan dan kemudahan untuk menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada junjungan kita
Nabi besar kita Muhammad SAW, beserta keluarga, dan sahabatnya.
Skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh
gelar kesarjanaan Strata Satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah. Penulis banyak mendapatkan bantuan, arahan dan bimbingan dari
berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dra. Nurlena Rifai’I, M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Dr. Fauzan, MA., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
3. Bapak Rusydy Zakaria, M.Ed., M.Phil., dosen pembimbing yang telah
memberikan masukan, ilmu, semangat, dan arahan yang amat bermanfaat
kepada penulis selama penyusunan skripsi
4. Ibu Nafia Wafiqni, M.Pd., dosen pembimbing yang telah memberi masukan,
ilmu, semangat, dan arahan yang amat bermanfaat kepada penulis selama
penyusunan skripsi.
5. Seluruh staf dan dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang telah
mengajarkan dan memberikan ilmunya kepada penulis selama kuliah.
6. Bapak Subandi S.Pd.I., selaku kepala MI Al- Muawanatul Khaeriyah, Jakarta
Barat yang telah memberikan izin serta bimbingan, dan masukan selama
penelitian.
7. Para siswa dan siswi MI Al- Muawanatul Khaeriyah khususnya VA dan VB
yang selama ini telah banyak membantu selama proses penelitian berlangsung.
8. Teristimewa kepada Ayahandaku tercinta H. Atma Wijaya dan Ibundaku
tercinta Hj. Sunengsih yang tidak henti-hentinya memberikan do’a,

ii
melimpahkan kasih sayang, dan memberikan dukungannya baik moril maupun
materil kepada penulis sampai terselesaikannya skripsi ini.
9. Adik-adikku tersayang Muhammad Arya Gumilang, Muhammad Arya
Kamandanu, dan Putri Larasati yang selalu memberi semangat dan
mendoakan selama penulisan skripsi ini.
10. Sahabat-sahabat tersayang Faizah dan Euis Siti Aisyah yang selalu
memberikan semangat serta tempat berkeluh kesah.
11. Teman-teman PGMI Angkatan 2009 yang telah memberikan semangat dan
pengaruh positif dalam menyusun skripsi ini.
12. Adik-adik kelas PGMI yang telah membantu, memberi semangat dan
mendoakan selama penulisan skripsi ini.
13. Teman-teman, kakak-kakak dan adik-adik alumni Daar el- Qolam angkatan 34
yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah mengajarkan dan
memberikan semangat penulis dalam menyusun skripsi
14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini, yang tidak
dapat disebutkan satu persatu.
Tidak ada gading yang tak retak, oleh karena itu penulis mengharapkan
saran dan kritik dari semua pihak. Akhir kata, harapan penulis semoga skripsi ini
memberikan manfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Jakarta, April 2014

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

ABSTRAK ..................................................................................................... i
ABSTRACT ................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B. Identifikasi Masalah .................................................................... 3
C. Pembatasan Masalah ................................................................... 3
D. Perumusan Masalah .................................................................... 3
E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 4
F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 4

BAB II LANDASAN TEORETIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS


A. Kajian Teori ................................................................................ 5
1. Hakekat Reward dalam Pendidikan ....................................... 5
a. Pengertian Reward ............................................................ 5
b. Prinsip-prinsip Reward ...................................................... 6
c. Tujuan Reward .................................................................. 7
d. Bentuk-bentuk Reward ...................................................... 8
e. Syarat-syarat Reward ........................................................ 9
iv
2. Hakekat Hasil Belajar ........................................................... 10
a. Pengertian Belajar ............................................................ 10
b. Pengertian Hasil Belajar .................................................... 11
c. Teori-teori Belajar ............................................................. 11
d. Macam-macam Belajar...................................................... 13
e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar ....................... 13
3. Pengertian Menulis .............................................................. 18
a. Pengertian Puisi............................................................... 19
b. Pengertian Bahasa ........................................................... 21
c. Fungsi Bahasa Indonesia ................................................. 22
d. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD............................ 22
B. Penelitian Yang Relevan ............................................................... 23
C. Kerangka Berpikir ......................................................................... 25
D. Hipotesis Penelitian ....................................................................... 26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 27
B. Metode dan Desain Penelitian .................................................... 27
C. Populasi dan Sampel ................................................................... 28
D. Variabel Penelitian ...................................................................... 28
E. Teknik Pengumpulan Data.......................................................... 29
F. Validitas ...................................................................................... 31
G. Teknik Analisis Data .................................................................. 31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Gambaran Umum MI Al-Muawanatul Khaeriyah ........................ 34
1. Sejarah Singkat Berdirinya MI Al-Muawanatul Khaeriyah ..... 34
2. Visi dan Misi MI Al-Muawanatul Khaeriyah .......................... 34
3. Profil Guru MI Al-Muawanatul Khaeriyah .............................. 35
v
4. Sarana dan Prasarana MI Al-Muawanatul Khaeriyah .............. 36
B. Hasil Penelitian ............................................................................. 37
C. Deskripsi Data............................................................................. 51
D. Analisis Data ............................................................................... 56
1. Uji Prasyarat Analisis Data .................................................... 56
a. Uji Normalitas Posttest ...................................................... 56
b. Uji Homogenitas Posttest .................................................. 57
E. Pengajuan Hipotesis .................................................................... 57
F. Pembahasan ................................................................................ 59

BAB V PENUTUP
A. Simpulan........................................................................................ 61
B. Saran ............................................................................................ 61
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 63
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Desain Penelitian .................................................................... 28


Tabel 3.2 Rubrik Kemampuan Menulis Puisi ........................................ 29
Tabel 4.1 Profil Guru MI Al-Muawanatul Khaeriyah............................ 35
Tabel 4.2 Data Siswa MI Al-Muawanatul Khaeriyah ............................ 36
Tabel 4.3 Sarana dan Prasarana MI Al-Muawanatul Khaeriyah ............ 37
Tabel 4.8 Daftar Nilai Posttest Kelompok Eksperimen ......................... 38
Tabel 4.9 Daftar Nilai Posttest Kelompok Kontrol ................................ 39
Tabel 4.10. Deskripsi Data Statistik Nilai Posttest Kelas Eksperimen ..... 51
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Eksperimen..................... 52
Tabel 4.12 Dekripsi Data Statistik Nilai Posttest Kelas Control.............. 53
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kontrol ........................... 54
Tabel 4.16 Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol ................................................................................... 56
Tabel 4.17 Hasil Uji Homogenitas Posttest Eksperimen dan Kontrol ..... 57
Tabel 4.18 Hasil Uji T-Test...................................................................... 58

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok


Eksperimen ............................................................................. 52
Gambar 4.2 Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok
Kontrol ................................................................................... 55

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Belajar merupakan salah satu kebutuhan umat manusia, terutama
sekali peserta didik. Dengan belajar anak akan memiliki ilmu pengetahuan
dan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupannya. Belajar
akan berjalan dengan baik, apabila semua orang yang terlibat di dalamnya
dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama sekali peserta didik.
Karena disamping obyek, peserta didik juga berperan sebagai subyek dalam
belajar. Maka dari itu dalam hal belajar dibutuhkan sikap timbal balik antara
guru dan peserta didik.

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah kegiatan belajar


merupakan kegiatan paling pokok, ini berarti berhasil tidaknya pencapaian
tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses belajar yang
dialami oleh murid sebagai anak didik. Adapun pembelajaran merupakan
suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu/kelompok
untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu sepanjang hidupnya.
Dalam pendidikan saat ini, guru seringkali mendapatkan kesulitan dalam
pembelajaran berlangsung karena tidak ada yang membuat semangat dalam
pembelajaran tersebut. hal ini menyebabkan kurang aktifnya siswa dalam
kegiatan pembelajaran, apalagi pada pelajaran yang dianggapnya sulit. Oleh
karena itu, seorang pendidik harus bisa membuat siswa lebih aktif dalam
kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar dalam diri siswa.

Berdasarkan observasi terdahulu yang dilakukan peneliti di MI Al-


Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat terekam bahwa dalam pembelajaran
bahasa Indonesia siswa merasa bosan dan jenuh pada pelajaran tersebut.
Sehingga hasil dari pembelajaran guru kepada siswa mata pelajaran bahasa
Indonesia belum maksimal. Adapun masalah yang ada pada diri siswa serta
motivasi yang rendah pun suatu hal yang mengakibatkan mereka merasa

1
2

sulit belajar sehingga tingkat penguasaan hasil belajar pun berbeda-beda


antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Terlalu banyak materi
maupun jam pelajaran yang diberikan juga dapat menyebabkan kejenuhan
pada siswa.
Untuk meningkatkan motivasi belajar pada pelajaran bahasa
Indonesia pada siswa perlu dicarikan solusi untuk mengatasi berbagai
kesulitan siswa seperti kejenuhan pada saat belajar bahasa Indonesia. Guru
harus mencari strategi atau inisiatif agar siswa dapat tertarik atau lebih
bersemangat untuk mempelajari bahasa Indonesia. Salah satu cara yang
dapat mendorong dan merangsang anak untuk lebih semangat dan
bersungguh-sungguh dalam belajar yaitu dengan memberikan reward pada
saat proses belajar mengajar berlangsung agar terwujud apa yang kita
harapkan yakni dengan pelajaran bahasa indonesia.
Tidak semua reward yang diberikan harus berupa hadiah berupa
barang ataupun uang, adapun reward bisa berupa pujian guru kepada
muridnya akan memberikan semangat untuk belajar. Reward merupakan
sesuatu yang menyenangkan dan digemari oleh anak-anak. Reward
diberikan kepada siapa saja yang memenuhi harapan yakni memperoleh
keberhasilan atau prestasi yang baik.
Siswa yang memiliki semangat dalam belajar kemungkinkan akan
memperoleh hasil belajar yang lebih baik pula artinya semakin tinggi
semangatnya, semakin tinggi intensitas usaha dan upaya yang dilakukan,
maka semakin tinggi hasil belajar yang diperolehnya.
Pemberian reward guru kepada siswa dalam proses pembelajaran
sebagai salah satu syarat pencapaian hasil belajar siswa. hal tersebut
merupakan prakondisi yang harus ada pada diri sendiri dalam usaha untuk
memotivasi siswa dalam belajar. Adanya pemberian reward dapat
mendorong siswa untuk belajar, yang selanjutnya berimplikasi pada hasil
belajar. Hal ini berarti bahwa adanya pengaruh penerapan reward terhadap
peningkatan hasil belajar siswa.
3

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dalam penelitian


ini menetapkan judul penelitian “Pengaruh Pemberian Reward Terhadap
Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Materi Menulis Puisi Siswa Kelas
V MI Al-Muawanatul Khairiyah Jakarta Barat”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas,
maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut;
1. Pemberian reward oleh guru dalam KBM masih kurang.
2. Reward belum menjadi strategi pembelajaran.
3. Sarana dan prasana yang kurang memadai.
4. Dukungan belajar yang kurang dari orang tua.
5. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yang rendah.

C. Pembatasan Masalah
Masalah penelitian skripsi ini dibatasi pada reward yang belum
menjadi strategi pembelajaran dan hasil belajar siswa dalam mata
pelajaran bahasa Indonesia yang rendah. Hasil belajar Bahasa Indonesia
yang dimaksud dalam penelitian ini ialah pemberian reward pada materi
menulis puisi siswa kelas V MI Al-Muawanatul Khaeriyah semester II
tahun pelajaran 2013/2014.

D. Perumusan Masalah
“Apakah ada pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar
bahasa Indonesia pada materi menulis puisi siswa kelas V MI Al-
Muawanatul Khairiyah Jakarta Barat?”
4

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian
reward terhadap hasil belajar bahasa Indonesia pada materi menulis puisi
siswa kelas V MI Al-Muawanatul Khairiyah Jakarta Barat.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut;
1. Manfaat bagi guru adalah agar guru dapat menggunakan metode
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, serta dapat
meningkatkan kekurangan guru dalam proses pembelajaran.
2. Manfaat bagi siswa adalah agar siswa dapat belajar dengan
menyenangkan dan mendapat pengalaman baru. Siswa akan lebih aktif
dan termotivasi untuk belajar.
3. Manfaat bagi sekolah, diharapkan sekolah dapat menjadi lebih maju
karena siswa dan guru sama-sama mempunyai kompetensi yang tinggi
dalam pembelajaran.
4. Manfaat bagi peneliti, penerapan reward ini, akan mempermudah
peneliti dalam mengajarkan pelajaran bahasa Indonesia pada saat
kegiatan pembelajaran berlangsung.
BAB II
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN KONSEP INTERPENSI TINDAKAN

A. Kajian Teori
1. Hakekat Reward dalam Pendidikan
a. Pengertian Reward
Reward (ganjaran) merupakan suatu bentuk teori penguatan positif
yang bersumber dari teori behavioristik. Menurut teori behavioristik
belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi
antara stimulus dan respon. Dengan kata lain belajar adalah merupakan
bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk
bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil dari interaksi antara
stimulus dan respon.
Ganjaran menurut bahasa, berasal dari bahasa inggris reward yang
berarti penghargaan atau hadiah.1 Sedangkan reward menurut istilah ada
beberapa hal, diantaranya : Menurut Ngalim Purwanto reward adalah alat
untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat merasa senang karena
perbuatan atau pekerjaannya pekerjaannya mendapat penghargaan.2
Menurut Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa reward adalah salah
satu alat pendidikan. Sebagai alat yang mempunyai arti penting dalam
pembinaan watak anak didik.3
Dari beberapa pendapat diatas, dapat dikatakan bahwa reward adalah
suatu segala sesuatu yang berupa penghargaan yang menyenangkan
perasaan yang diberikan kepada siswa karena hasil baik dalam proses
pendidikannya dengan tujuan agar senantiasa melakukan pekerjaan yang
baik dan terpuji.

1
John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia (Jakarta: Gramedia,1996), h.
485
2
M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2009), h. 182
3
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif Suatu Pendekatan
Teoretis Psikologis (PT. Rineka Cipta , 2005), h. 193

5
6

Peranan reward dalam proses pengajaran cukup penting terutama


sebagai faktor aksternal dalam mempengaruhi dan mengarahkan perilaku
siswa. Hal ini berdasarkan atas berbagai pertimbangan logis,diantaranya
reward ini dapat menimbulkan motivasi belajar siswa dan dapat
mempengaruhi perilaku positif dalam kehidupan siswa. Manusia selalu
mempunyai cita-cita, harapan, dan keinginan.Inilah yang dimanfaatkan
oleh metode reward. Maka dengan metode ini seseorang mengerjakan
perbuatan baik atau mencapai suatu prestasi yang tertentu diberikan suatu
reward yang menarik sebagai imbalan.
Reward merupakan alat pendidikan yang mudah dilaksanakan dan
sangat menyenangkan bagi para siswa. Untuk itu, reward dalam suatu
proses pendidikan sangat dibutuhkan kebenarannya demi meningkatkan
motivasi belajar siswa. Maksud dari pendidik memberikan reward kepada
siswa adalah supaya siswa menjadi lebih giat lagi usahanya untuk
memperbaiki atau mempertinggi prestasi yang telah dicapainya, dengan
kata lain siswa menjadi lebih keras kemauannya untuk belajar lebih baik. 4
Jadi, siswa akan lebih giat belajar karena dengan adanya reward
tersebut siswa menjadi termotivasi untuk selalu berusaha untuk menjadi
yang terbaik. Oleh karena itulah penting kiranya metode reward ini
diterapkan di sekolah.
b. Prinsip-prinsip Reward
Dalam pemberian reward ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan
oleh orang tua maupun guru. Prinsip-prinsip itu menurut Lukman bin
Ma‟sa adalah sebagai berikut.
1) Penilaian didasarkanpada „perilaku‟ dan pelaku
2) Pemberian reward harus ada batasnya
3) Reward berupa perhatian
4) Dimusyawarahkan kesepakatannya
5) Distandarkan pada proses, bukan hasil

4
M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2009), h. 182
7

Berdasarkan prinsip-prinsip di atas, bahwasanya Pemberian reward


sudah pasti diberikan kepada peserta didik. hanya saja persoalannya, anak
didik yang bagaimana yang harus mendapatkan reward. Reward tidak
mesti diberikan kepada anak didik yang pandai dikelasnya, tetapi juga
diberikan anak didik yang kurang pandai jika ia telah menunjukan prestasi
belajar yang lebih baik dari sebelumnya (melihat perilakunya).
Guru harus memiliki tahapan dari yang sifatnya reward ringan
(pujian) sampai reward yang sifatnya materi, dan juga memiliki batasan
dalam pemberian reward agar siswanya tidak beranggapan bahwa reward
itu adalah upah bagi mereka yang telah berbuat baik atau berprestasi.
c. Tujuan Reward
Mengenai masalah reward, penulis membahas tentang tujuan yang
harus dicapai dalam pemberian reward. Hal ini dimaksudkan, agar dalam
berbuat sesuatu bukan karena perbuatan semata-mata, namun ada sesuatu
yang harus dicapai dengan perbuatannya, karena dengan adanya bertujuan
akan memberi arah dalam melangkah.
Tujuan yang harus dicapai dalam pemberian reward adalah untuk
lebih mengembangkan dan mengoptimalkan motivasi yang bersifat
intrinsik dan motivasi ektrinsik, dalam artian siswa melakukan suatu
perbuatan, maka perbuatan itu timbul dari kesadaran siswa itu sendiri. Dan
dengan reward itu, juga diharapkan dapat membangun suatu hubungan
yang positif antara guru dan siswa, karena reward itu adalah bagian
daripada penjelmaan dari rasa cinta kasih sayang seorang guru kepada
siswa.
Jadi, maksud dari reward itu yang terpenting bukanlah hasil yang
dicapai seorang siswa, tetapi dengan hasil yang dicapai siswa, guru
bertujuan membentuk kata hati dan kemauan yang lebih baik dan lebih
keras pada siswa.
Seperti halnya telah disinggung diatas, bahwa reward disamping
merupakan alat pendidikan represif yang menyenangkan, reward juga
dapat menjadi pendorong atau motivasi bagi siswa belajar lebih baik lagi.
8

d. Bentuk-bentuk Reward
Reward adalah metode yang bersifat positif terhadap proses
pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar. Reward yang
diberikan kepada siswa ada berbagai macam bentuk. Secar garis besar
Reward dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1) Pujian
Pujian adalah suatu bentuk reward yang paling mudah dilakukan.
Pujian dapat berupa kata-kata, seperti: baik,bagus, bagussekali dan
sebagainya.tetapi juga dapat berupa kata-kata yang berupa sugesti.
2) Penghormatan
Reward yang berupa penghormatan ini dapat berbentuk dua macam
pula. Pertama, berbentuk semacam penobatan, yaitu anak yang mendapat
penghormatan diumumkn dan ditampilkan dihadapan temantemannya.
Kedua, penghormatan yang berbentuk pemberian kekuasaan untuk
melakukan sesuatu.
Jadi, yang dimaksud dengan hadiah disini adalah reward yang
berbentuk pemberian berupa barang. reward yang berupa pemberian
barang ini disebut juga reward materiil. Yaitu hadiah yang berupa barang
ini dapat terdiri dari alat-alat keperluan sekolah,seperti pensil, penggaris,
buku dan lain sebagainya.
3) Tanda Penghargaan
Jika hadiah adalah reward yang berupa barang, maka tanda
penghargaan adalah kebalikannya. Tanda penghargaan tidak dinilai dari
segi harga dan kegunaan barang -barang tersebut, sepertihalnya pada
hadiah. Melainkan, tanda penghargaan dinilai dari segi “kesan” atau “nilai
kenang”nya. Oleh karena itu reward atau tanda penghargaan ini disebut
juga reward simbolis. Reward simbolis ini dapat berupa surat-surat tanda
jasa, sertifikat-sertifikat.
Dari keempat macam reward tersebut diatas dalam penerapannya
seorang guru dapat memilih bentuk macam-macam reward yang cocok
dewngan siswa dan disesuaikan denan situasi dan kondisi, baik situasi dan
9

kondisi siswa atau situasi dan kondisi keuangan, bila hal itu menyangkut
masalah keuangan.
Dalam memberikan reward seorang guru hendaknya dapat
mengetahui siapa yang berhak mendapatkan reward, seorang guru harus
selalu ingat akan maksud reward dari pemberian reward itu. Seorang
siswa yang pada suatu ketika menunjukkan hasil dari biasanya, mungkin
sangat baik diberi reward. Dalam hal ini seorang guru hendaklah bijaksana
jangan sampai reward menimbulkan iri hati pada siswa yang lain yang
merasa dirinya lebih pandai, tetapi tidak mendapatkan reward.
e. Syarat-syarat Reward
Jika diperhatikan, ternyata pemberian reward itu tidak mudah. Kapan
waktunya, kepada siapa, dan bagaimana bentuknya bukanlah soal yang
mudah. Tetapi sebagai pedoman dalam reward, ada beberapa syarat yang
perlu diperhatikan oleh pendidik :
1) Untuk memberi reward yang pedagogis perlu sekali guru mengenal
betul-betul muridnya dan tahu mengahargai dengan tepat.
2) Reward yang diberikan kepada anak janganlah hendaknya
menimbulkan rasa cemburu atau iri hati bagi anak lain yang merasa
pekerjaannya juga lebih baik, tetapi tidak mendapatkan reward.
3) Memberikan reward hendaknya hemat.
4) Janganlah memberikan reward menjanjikan lebih dahulu sebelum
anak-anak menunjukan prestasi kerjanya apalagi bagi reward yang
diberikan seluruh kelas.
5) pendidik harus hati-hati memberikan reward, jangan sampai reward
yang diberikan kepada anak-anak diterimanya sebagai upah dari jerih
payah yang telah dilakukan.5
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa dalam pemberian reward harus
bersifat mendidik dan harus disertai dengan pertimbangan-pertimbangan
apakah reward yang diberikan kepada anak didik sesuai dengan perbuatan
baik yang telah dilakukannya atau prestasi yag telah dicapainya, sehingga
tidak menimbulkan kecemburuan diantara anak didik yang lain.
Disamping itu, dalam memberikan reward, guru harus bijaksana.
jangan selalu diberitahukan dulu, sebab bila tidak, maka pemberian reward

5
Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis ( Bandung: Remaja Rosdakarya,
2009), h. 184
10

dengan tujuan untuk menggairahkan anak didik bisa dijadikan oleh anak
didik sebagai”upah” atas jerih payahnya dalambelajar. Hal inilah
seharusnya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Upah adalah sesuatu
yang mempunyai nilai sebagai “ganti rugi‟ dari suatu pekerjaan atau jasa.6
Jadi dengan kata lain bahwa upah itu merupakan imbalan atas suatu
pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atas pekerjaan orang lain yang
memerintahkannya.
Bila reward menjadi upah, maka peserta didik akan selalu tergantung
pada upah dalam menyelesaika pekerjaan. Boleh jadi, peserta didik mau
mengerjakan perintah guru bila itu mendapatkan upah dari guru. Apabila
syarat-syarat reward dalam pendidikan telah dilaksanakan sebaik-baiknya
maka tujuan dari pemberian reward akan mudah untuk dicapai.
2. Hakekat Hasil Belajar
a. Pengertian Belajar
Terdapat berbagai macam tafsiran tentang belajar, psikologi daya
berpendapat bahwa belajar adalah melatih daya-daya yang dimiliki oleh
manusia. Romine berpendapat bahwa “learning is defined as the
modification or strengthening of behavior through experiencing”.
Pandangan terakhir berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses,
dan bukan hasil yang hendak dicapai semata. Definisi-definisi lain
berpendapat bahwa :
1) Bahwa belajar itu membawa perubahan (dalam arti behavior
changes, actual maupun potensial).
2) Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya
kecakapan baru (dalam arti Kenntnis dan Fertingkeit).
3) Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan sengaja).
Belajar merupakan usaha sadar seseorng untuk mendapatkan suatu
hasil yang ingin dicapainya, dengan melakukan perubahan-perubahan yang
memerlukan suatu proses demi mencapai suatu tujuan.

6
Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis ( Bandung: Remaja Rosdakarya,
2009), h. 182
11

b. Pengertian Hasil Belajar


Kegiatan belajar sesungguhnya dilakukan oleh semua makhluk yang
hidup, mulai dari bentuk kehidupan yang sederhana sampai dengan yang
kompleks.
Prestasi adalah suatu hasil yang telah dicapai. Prestasi adalah daya
penggerak yang memotivasi semangat seseorang, karena kebutuhan
berprestasi mendorong seseorang mengembangkan kreatifitas dan
pengaktualan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi
mencapai hasil yang makasimal.
Dan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki
siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.7 Suatu hasil belajar
siswa yang diperoleh dengan usaha yang maksimal untuk mencapai suatu
hasil yang memuaskan. Sehingga suatu hasil yang diperoleh oleh
seseorang merupakan sebuah prestasi yang di capai.
c. Teori – Teori Belajar
Setiap teori belajar sangat banyak dan beraneka ragam, maka setiap
teori belajar di rumuskan berdasarkan kajian tetang perilaku individu
dalam proses belajar. Kajian itu pada intinya menyangkut dua hal, yaitu:
1) Konsep yang menggap bahwa otak manusia terdiri atas sejumlah
kemampuan potensial (daya-daya), seperti menalar, mengingat,
mengkhayal, yang dapat dikemabangkan dengan latihan.
2) Konsep yang menggap bahwa manusia merupakan suatu sistem
energy yakni suatu sistem tenaga yang dinamis yang berupaya
memelihara keseimbangan dalam merespon sistem energy lain
sehingga ia dapat berinteraksi melalui organ rasa.8

7
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2001) h. 22
8
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. (Jakarta : Gaung
Persada Press. 2012) h.21
12

Dalam psikologi belajar kita akan mengenal beberapa aliran yang


masing-masing mempunyai konsep tersendiri tentang belajar. Beberapa
teori tersebut, yaitu:
a) Teori Koneksionisme
Teori ini berdasarkan pandangan psikologi behaviorisme. Doktrin
pokok dari teori ini adalah hubungan antara stimulus dan respon. Pada
umunya teori koneksionisme berpandangan bahwa lingkungan
mempengaruhi kelakuan belajar individu, sedangkan kelakukan motivasi
bersifat mekanisme.
b) Pembiasaan klasik
Pembiasaan klasik berkembang berdasarkan hasil eksperimen yang
dilakukan oleh Ivan Pavlov (1984-1936), seorang ilmuan besar Rusia,
pada dasarnya classical conditioning adalah sebuah prosedur penciptaan
refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadi refleks
baru.
c) Pembiasaan perilaku respon
Jika timbulnya tingkah laku operant diiringi dengan stimulus penguat,
maka kekuatan tingkah laku tersebut meningkat. Atau sebaliknya jika
timbulnya tingkah laku operant yang telah diperkuat melalui proses
conditioning itu tidak diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan
tingkah laku tersebut akan menurun atau bahkan musnah.9
Jadi, dapat disimpulkan bahwa motivasi itu didasarkan oleh adanya
hubungan antara stimulus dan respon yang akan menghasilkan suatu
refleks baru.

9
Oemar Hamalik. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. ( Bandung : PT Remaja
Rosdakarya. 2009) h. 106-108
13

d. Macam-macam Belajar
Baik tidaknya hasil belajar individu tergantung kepada bermacam-
macam faktor, antara lain :
1) Faktor yang ada pada diri sendiri yang disebut faktor individual,
seperti pertumbuhan dan kematangan, keserdasan, latihan, motivasi
dan faktor pribadi.
2) Faktor yang ada di luar individu yang disebut faktor sosial, seperti
keluarga, guru, alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar,
linkungan dan kesempatan yang tersedia dan motivasi sosial.
Menurut Alisuf belajar dapat disimpulkan ke dalam beberapa hal
penting yang berkaitan dengan pengertian belajar sebagai berikut:10
a) Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat
pengalaman atau latihan.
b) Perubahan tingkah laku akibat belajar itu dapat berupa memperolah
perilaku yang baru atau memperbaiki/meningkatkan perilaku yang
sudah ada.
c) Peilaku yang ditimbulkan oleh belajar dapat berupa perilaku yang
baik (positif) atau perilaku yang buruk (negatif).
d) Perubahan perilaku sebagai hasil belajar itu terjadi melalui usaha
dengan mendengar, membaca, mengikuti, mengamati, memikirkan,
menghayati, meniru, melatih dan mencoba sendiri.
Sehingga suatu hasil belajar sangat bergantung pada perubahan
tingkah laku seseorang dalam mencapai hasil yang diinginkan. Dengan
melakukan usaha demi usaha.
e. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1) Faktor Intern
a) Faktor Jasmaniah
 Faktor Kesehatan
10
Alisuf. Psikologi Pendidikan. (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya. 1995) h. 55
14

Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat. Kesehatan seseorang


berpengaruh terhadap belajarnya. Proses belajar seseorang akan
terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, ia akan cepat lelah,
kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah,
kurang dara ataupun ada gangguan-gangguan lainnya.
 Cacat Tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau
kurang sempurna mengenai tubuh atau badan. Cacat dapat berupa
buta, tuli, setengah tuli, patah kaki, dan patah tangan, lumpuh, dan
lai-lain. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa
yang cacat belajarnya juga tergangu. Jika ini terjadi hendaknya ia
belajar pada lembaga pendidikan khusus11.
b) Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi belajar, faktor-faktor itu
adalah :12
 Intelegensi
Intelegensi itu adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu
kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi
yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan
konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan
mempelajarinya dengan cepat.
 Perhatian
Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang
dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek
(benda atau hal) atau sekumpulan objek. Agar siswa dapat dengan
baik, usahakanlah bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan
cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya.
 Minat

11
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya ( Jakarta : PT Rineka
Cipta. 2010) h. 54
12
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya ( Jakarta : PT Rineka
Cipta. 2010) h. 55
15

Minat adalah kecenderungan yang tetap untu memperhatikan


dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati
seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa
senang.
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan
pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa
tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya
tarik baginya.
 Bakat
Bakat adalah kemampuan untk belajar. Kemampuan itu baru
akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar dan
berlatih. Bakat itu sangat mempengaruhi belajar. Jika bahan
pelajaran yang dipelajari siswa dengan bakatny, maka hasil
belajarnya lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah
selanjutnya ia lebih biat dalam belajarnya itu.
 Motif
Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai.
Untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi
penyebab berbuat adalah motif titu sendiri sebagai daya penggerak
atau pendorong .
 Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam perumbuhan
seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk
melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak
dapat melaksanakan kegiatan secara terus-menerus, untu itu
diperhatikan latihan-latihan dan pelajarannya.
 Kesiapan
Kesiapan adalah kesedian untuk memberi respon atau bereaksi.
Keaedian itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga
berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti
kesiapan untuk melaksanakan kecakapan.
16

c) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan
tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan
jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan baik secara jasmani dan
rohani dapat dihilangkan dengan cara-cara sebagi berikut :
 Tidur yang cukup.
 Istirahat yang cukup.
 Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam bekerja.
 Menggunakan obat-obatan yang bersifat melancarkan
peredaran dara.
 Rekreasi dan ibada yang teratur.
 Oleh raga secara teratur, dan mengimbangi dengan makanan
yang memnuhi syarat kesehatan.
2) Faktor-faktor Eksternal
Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap belajar, yaitu13 :
a) Faktor lingkungan
Kondisi lingkungan juga mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik atau alam dan dapat
pula berupa lingkungan sosial.
Lingkungan alam misalnya keadaan suhu, kelembaban,
kepengapan, udara, dan sebagainya. Belajar pada tengah hari di ruang
yang memiliki ventilasi udara kurang tentunya akan berbeda dengan
suasana belajar di pagi hari yang udaranya masih segar, apalagi di
dalam ruang cukup mendukung untuk bernafas lega.
Seringkali guru dan para siswa yang belajar di dalam kelas merasa
terganggu oleh obrolan orang-orang yang berada persis di depan kelas
tersbut, apalagi obrolan itu diiringi dengan gelak tawa yang keras dan
teriakan. Karena itu sekolah hendaknya didirikan dlam lingkungan
yang kondusif untuk belajar.

13
Yudhi Munadi. Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru ( Jakarta : Gauhng
Persada Press. 2012) h. 32
17

b) Faktor instrumental
Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaannya dan
penggunaanya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan.
Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk
tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah direncanakan.
Faktor-faktor instrumental ini dapat berupa kurikulum, sarana dan
fasilitas, dan guru. Faktor-faktor ini besar pengaruhnya pada proses
dan hasil belajar. Klasifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
belajar14, yaitu :
c) Faktor-faktor nonsosial dalam belajar
Kelompok faktor-faktor ini boleh diakatakan juga tak terbilang
jumlahnya, seperi misalnya : keadaan udara, suhu udara, cuaca,
waktu (pagi, siang, atau malam), tempat (letaknya, pergedungannya),
alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis-manulis, buku-
buku, alat-alat peraga, dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat
pelajaran).
d) Faktor-faktor sosial dalam belajar
Yang dimaksud dengan faktor-faktor sosial di sini adalah faktor
manusia (sesama manusia), baik manusia itu ada (hadir) maupun
kehadirannya itu dapat disimpulkan, jadi tidak langsung hadir.
Kehadiran orang atau orang-orang lain pada waktu seseorang sedang
belajar, banyak mengganggu belajar.
e) Faktor-faktor fisiologis dalam belajar
Faktor-faktor fisiologis dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu:
 Keadaan jasmani pada umunya
Keadaan jasmani pada umumnya dapat dikatakan melatar
belakangi aktivitas belajar, keadaan jasmani yang segar akan lain
pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar, keadaan
jasmani yang lelah lain pengaruhnya dari pada yang tidak lelah.
14
Sumadi Suryabrata. Psikologi Pendidikan (Jakarta : PT Raja Grafindo. 2010) h. 233
18

 Keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi-fungsi


pancaindera.
Berfungsinya panca indra merupakan syarat dapatnya belajar itu
berlangsung dengan baik. Dalam sistem persekolahan, pancaindera
itu memegang peranan penting dalam belajar, yang termasuk
pancanindera pinting itu adalah mata dan telinga.
 Faktor-faktor psikologi dalam belajar
` Menurut Arden N. Frandsen mengatakan bahwa hal yang
mendorong seseorang untu belajar itu adalah :
 Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih
luas.
 Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan
keinginan untuk selalu maju.
 Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua,
guru, dan teman-teman.
 Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu
dengan usaha yang baru, baik dengan koperasi maupun dengan
kompetisi.
 Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila
menguasai pelajaran.
 Adanya ganajaran atau hukuman sebagai akhir daripada
belajar.
3. Pengertian Menulis
Dalam menulis semua unsur keterampilan berbahasa harus
dikonsentrasikan secara penuh agar mendapat hasil yang benar-benar
baik. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan
dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan catatan atau
informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis
merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk
berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan
19

orang lain.15 Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan


alat-alat seperti pena atau pensil. Namun dengan semakin
berkembangnya teknologi seperti saat ini, menulis juga bisa dilakukan
dengan menggunakan komputer atau laptop. Menulis merupakan suatu
kegiatan yang produktif dan ekspresif.16

a. Pengertian Puisi

Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai


oleh siswa. Banyak orang menganggap bahwa menulis puisi merupakan
suatu bakat, sehingga orang yang tidak mempunyai bakat tidak akan bisa
menulis puisi. Anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar. Seseorang
bisa saja terampil menulis puisi karena giat belajar dan berlatih karena
sesungguhnya menulis puisi merupakan sebuah keterampilan. Puisi
adalah salah satu bentuk karya sastra yang diungkapkan dengan
menggunakan bahasa yang padat, dan bermakna kias. Puisi merupakan
hasil ungkapan perasaan penyair yang dituangkan melalui kata-
kata/bahasa yang sengaja dipilih penyair. Puisi adalah bentuk karangan
yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh
bahasa yang padat.
Shahnon Ahmad dalam Pradopo mengumpulkan definisi puisi yang
pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai
berikut:
1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata
yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata
yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya
seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat
erat berhubungan, dan sebagainya.
2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang
bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu dengan
memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam
puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol

15
Henry Guntur Tarigan, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa, (Bandung:
Angkasa Bandung, 2008), h. 4
16
Ibid h.4
20

adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu


dengan mempergunakan orkestra bunyi.
3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan
perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau
diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih
merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan
pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa
emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-
citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris,
pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya
penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi
kata-katanya berturu-turut secara teratur).
5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik
yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa
yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat
seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan,
bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai.
Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk
direkam.17
Dari definisi-definisi di atas terdapat perbedaan pemikiran, namun
tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad menyimpulkan bahwa
“Pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu
sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide,
nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan,
dan perasaan yang bercampur-baur”.18
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.19
Puisi secara umum terdiri dari 6 unsur, yaitu: tema, imajinasi, amanat,
nada, suasana, dan perasaan.
Salah satu jenis puisi baru yang yang masih bertahan hingga sekarang
adalah puisi bebas. Puisi bebas adalah puisi yang tidak terikat oleh bait,
jumlah suku kata, dalam setiap baris dan persajakan. Menurut Djago
Tarigan, ”Puisi bebas adalah bentuk puisi yang muncul pada zaman baru

17
Rachmat Djoko Pradopo, Pengkajian puisi : analisis strata norma dan analisis
struktural dan semiotik. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1993), h.6
18
Rachmat Djoko Pradopo, Pengkajian puisi : analisis strata norma dan analisis
struktural dan semiotik. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1993), h..7
19
Pengertian-macam-macam-dan-contoh-puisi-503626, 2013/10/23
(http://edukasi.kompasiana.com), diakses pada tanggal 21 November 2013
21

yaitu tahun 1945.”20 Oleh karena itu puisi bentuk ini sangat
mementingkan isi dan mempergunakan kata-kata yang singkat serta
menggambarkan hal-hal yang nyata atau realistis yang tidak mengikuti
pola-pola puisi lama. Struktur yang membangun puisi ada dua, yaitu:
struktur fisik dan struktur batin.21 Struktur fisik adalah baris-baris puisi
yang bersama-sama membangun bait-bait dalam puisi. Sedangkan
struktur batin struktur yang berada di dalam struktur fisik puisi. Adapun
struktur fisik puisi itu meliputi: diksi, pengimajian, majas, rima, dan
tipografi. Sedangkan struktur batin puisinya, meliputi: tema, perasaan,
dan amanat.
b. Pengertian Bahasa
Kridalaksana dan Kentjono dalam Ramlan A. Ghani dan Mahmudah
Fitriyah menyatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi yang
arbitrer yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerja
sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.22
Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan
pengertian “bahasa” ke dalam tiga batasan, yaitu: 1) sistem lambang
bunyi berartikulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat
sewenang-wenang (arbitrer, pen) dan konvensional yang dipakai sebagai
alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran; 2) perkataan-
perkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, daerah, negara,
dan sebagainya); 3) percakapan (perkataan) yang baik, sopan santun, dan
tingkah laku yang baik. Semua bahasa sama rumitnya. Hal ini merupakan
bagian dari kebudayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang
memakai bahasa tersebut.
Dari beberapa pengertian tentang bahasa, peneliti dapat mengambil
kesimpulan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang dapat

20
Djago Tarigan, dkk., Pendidikan Keterampilan Berbahasa, (Jakarta: Universitas
Terbuka, 2005), h. 11 .27.
21
Heru kurniawan, Sastra Anak, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), h. 93.
22
Ramlan A. Ghani dan Mahmudah Fitirah, Pembinaan Bahasa Indonesia, (Jakarta: UIN
Jakarta Press, 2007), h. 1
22

dipakai oleh sekelompok masyarakat untuk mendapatkan suatu


informasi.
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat.
Secara umum fungsi bahasa ada tiga yaitu alat komunikasi, alat ekspresi,
dan alat berpikir.Bahasa melambangkan pikiran, perasaan, bahkan
tingkah laku seseorang.23
c. Fungsi Bahasa Indonesia
Dalam kedudukan bahasa sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional atau lambang
kebangsaan. Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan
maupun tulis. Santoso, dkk. berpendapat bahwa bahasa sebagai alat
komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut: fungsi informasi, fungsi
ekspresi diri, fungsi adaptasi dan integrasi, fungsi kontrol social.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai fungsi khusus,
yaitu: (1) Bahasa resmi kenegaraan; (2) Bahasa pengantar dalam dunia
pendidikan; (3) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah; (4)
Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD
Secara khusus, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai
sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
berkomunikasi dengan bahasa, baik lisan maupun tulis. Kemampuan
berbahasa tersebut secara khusus merupakan kemahiran berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar. Pembelajaran bahasa Indonesia
memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik agar mampu
berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis sesuai dengan kaidah
ketatabahasaan Indonesia.24 Pembelajaran bahasa Indonesia di SD
memiliki fungsi yang cukup penting bagi siswa.

23
Ramlan A. Ghani dan Mahmudah Fitirah, Pembinaan Bahasa Indonesia, (Jakarta: UIN
Jakarta Press, 2007), h. 2-3
24
Nanang Heryanto, Model-Pembelajaran-Kooperatif-Tipe,
(http://nanangheryanto.blogspot.com), diakses pada tanggal 21 November 2013
23

“Adapun fungsi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD menurut Novi


Resmini, dkk yaitu: (1) Sarana pembinaan kesatuan dan persatuan
bangsa; (2) Sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa
Indonesia dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya; (3)
Sarana peningkatan pengetahuan dan pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi dan seni; (4) Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa
Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan konteks untuk berbagai
keperluan dan berbagai masalah; (5) Sarana pengembangan kemampuan
intelektual (penalaran).”25
Dari beberapa penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa
pembelajaran bahasa Inonesia merupakan sarana yang baik untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan orang
lain, baik dalam keadaan formal maupun informal.

B. Penelitian yang Relevan


Penerapan Metode Reward Dalam Meningkatan Motivasi
Belajar Matematika Siswa Kelas IV MI NU miftahul Huda Jabung
Malang, Muhammad Nurul Huda Fakultas Tarbiyah UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang. Pada penelitian ini dilaksanakan di MI NU
Miftahul Huda Di Jabung Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif deskriptif berbentuk PTK. Pada penelitian ini, akan
berpacu pada PTK. Pengolahan datanya menggunakan kuantitatif
deskriptif. Data yang di peroleh menggunakan kuantitatif dengan teknik
prosentase ( P = ) kemudian di deskripsikan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah terlaksana, metode reward


terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketika metode
reward di terapkan dalam belajar siswa terlihat sangat serius dan antusis
terhadap tugas yang diberikan. Siswa yang mulanya terlihat kurang serius
dalam belajar menjadi lebih semangat dalam belajar. Peneliti melihat

25
Nanang Heryanto, Model-Pembelajaran-Kooperatif-Tipe,
(http://nanangheryanto.blogspot.com), diakses pada tanggal 21 November 2013
24

banyak perubahan yang dialami oleh siswa ketika mereka belajar dengan
menggunakan metode reward dengan metode yang lainnya. Besarnya
tingkatnya motivasi yang dimiliki siswa menunjang keberhasilan dalam
pelajarannya, terutama pada nilai yang dicapai dalam pembelajaran
tersebut.
Pengaruh Penerapan Reward Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Kelas VII SMPN 1 Ciampea , Siti Nurjanah Program Studi
Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Karimiyah
Sawangan Depok.. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMPN 1
Ciampea diketahui bahwa terdapat pengaruh yang nyata antara penerapan
reward terhadap prestasi belajar siswa. Penerapan reward memberikan
sumbangan terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 76,5% dan
sisanya sebesar 23,5% prestasi belajar siswa ditentukan oleh faktor lain
yang tidak diteliti oleh penelitian ini. Dan dari hasil perhitungan, analisa
dan interprestasi data dapat diketahui adanya korelasi positif dan
signifikan antara penerapan reward dengan prestasi belajar siswa di SMPN
1 ciampea kecamatan ciampea kabupaten bogor. Hal ini pun dapat
diketahui melalui kesimpulan dari hipotesa di atas bahwa semakin tinggi
skor variabel penerapan reward akan diikuti pula dengan tingginya skor
prestasi belajar siwa.
25

C. Kerangka Berpikir
Berikut ini akan dikembangkan/dirumuskan kerangka berpikir
yang menjadi landasan pengembangan/ study penelitian.

Input Proses Output


Kendala Peneliti : Masalah : Solusi : Harapan :

1. Pemberian reward oleh Diperlukan Dengan


Reward
guru dalam KBM masih penerapan
belum menjadi
kurang. 1. Pelatihan kreativitas reward yang
strategi
2. Reward belum menjadi guru untuk tepat dapat
pembelajaran
strategi pembelajaran. meningkatkan hasil meningkatnya
dalam
3. Sarana dan prasana belajar. motivasi
meningkatkan
yang kurang memadai. 2. Penggunaan metode sehingga
hasil belajar
4. Dukungan belajar dari pembelajaran yang tercapainya
siswa pada
orang tua yang kurang. variatif. hasil belajar
mata pelajaran
5. Hasil belajar siswa 3. Perlunya penerapan siswa yang
bahasa
dalam mata pelajaran metode reward diinginksn.
Indonesia
bahasa Indonesia yang untuk meningkatkan
rendah. hasil belajar siswa
4. Pelaksanaan evaluasi
penerapan reward
secara berkala.

Feedback

Dari hasil pengamatan terhadap kondisi nyata siswa dalam


pembelajaran Bahasa Indonesia maka diketahui beberapa masalah yaitu :
Kurangnya pemberian reward oleh guru dalam KBM, belum banyaknya
guru menerapkan reward, reward belum menjadi strategi pembelajaran,
reward belum menjadi kebijakan sekolah, terbatasnya sarana dan
prasarana, kurangnya dukungan belajar dari orang tua, rendahnya hasil
belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
26

Dari hasil penelitian ini diharapkan tercapainya peningkatan hasil


belajar siswa sesuai dengan penerapan reward dan punishment yang tepat.
Membandingkan keadaan nyata dengan hasil/harapan pembelajaran
Bahasa Indonesia maka diketahui adanya permasalahan yakni reward
belum menjadi strategi pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar .
Untuk menyelesaikan masalah diatas maka perlu dicarikan
solusinya yaitu dengan melakukan pelatihan kreativitas guru untuk
membangkitkan hasil belajar, penggunaan metode pembelajaran yang
variatif, perlunya penerapan reward dan punishment untuk meningkatkan
hasil belajar siswa, dan melakukan evaluasi penerapan reward dan
punishment secara berkala dan tetap.

D. Hipotesis Penelitian
Dari uraian kajian teori dan kerangka berpikir di atas dapat ditarik
hipotesis dalam penelitian sebagai berikut:
Pemberian reward diduga dapat berpengaruh terhadap hasil belajar
bahasa Indonesia pada materi menulis puisi siswa kelas V MI Al-
Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di MI Muawanatul Khaeriyah Kec.
Tambora Jakarta Barat, pada siswa kelas V Adapun waktu pelaksanaan
penelitian pada bulan Februari sampai Maret semester genap tahun
pelajaran 2013-2014.

B. Metode dan Desain Penelitian


1. Metode
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuasi-
eksperimen (quasi experiment), yaitu penelitian yang tidak dapat
memberikan kontrol penuh. Penelitian eksperimen ini dengan
membandingkan antara kelas eksperimen yaitu yang menggunakan
pemberian reward dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan
pemberian reward. Penggunaan metode quasi-eksperimen dalam
penelitian ini dievaluasi untuk melihat peningkatan hasil belajar setelah
diterapkan pemberian reward dengan yang tanpa diterapkan pemberian
reward.
2. Desain Penelitian
Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah Non-Randimize
Control Group Postest Design. Untuk pelaksanaan penelitian ini
diperlukan 2 kelompok kelas, yaitu:
1) Kelas eksperimen adalah kelompok siswa yang diajarkan dengan
pemberian reward.
2) Kelas kontrol adalah kelompok siswa yang diajar tanpa pemberian
reward.

27
28

Tabel 3.1
Desain Penelitian
Kelas Treatment Test
Eksperimen Pemberian Reward (XE) Hasil Belajar (Y)
Kontrol Tanpa Pemberian Reward (Xp) Hasil Belajar (Y)

Keterangan :
XE : Treatment yang dilakukan di kelas eksperimen, yaitu penerapan
pembelajaran dengan pemberian reward
Xp : Treatment yang dilakukan di kelas control, yaitu pembelajaran
tanpa pemberian reward
Y : Tes Akhir

C. Populasi dan Sampel


Populasi pada penelitian ini adalah MI Al- Muawanatul Khaeriyah
kelas V semester genap Tahun pelajaran 2013-2014. Sedangkan sampel
adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.1 Sampel ini
diambil dari populasi terjangkau dengan teknik Purposive Sampling,
yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari guru dan
kepala sekolah. Penentun sampel dilakukan dengan memilih dua kelas
yang memiliki kesamaan karakter, baik dari aspek kognitif, afektif, dan
psikomotoriknya

D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari
orang, obyek atau kegiatanyang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan.2 Dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu:

1
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka
Cipta, 2010), hal. 173.
2
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, ( Bandung : Alfabeta,
2009) h.38
29

1. Variabel Idependen (bebas)


Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen.3 Variabel independen
atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian reward.
2. Variabel Dependen (terikat)
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas.4 Variabel dependen atau variabel terikat
dalam penelitian ini adalah: hasil belajar Bahasa Indonesia siswa tentang
puisi. Hasil belajar Bahasa Indonesia tentang puisi yang dinyatakan
dengan skor hasil tes.

E. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini data yang diperoleh melalui teknik instrumen
tes. Instrumen berbentuk tes tertulis berupa soal uraian.
Instrumen tes adalah memberikan tes akhir (Posttest) setelah
selesai mengikuti program pembelajaran, dengan menggunakan tes soal
uraian. Di kedua kelas eksperimen dengan soal yang sama.

Tabel 3.2
Rubrik Kemampuan Menulis Puisi

Aspek
yang
dinilai Tingkatan Skor Skor
Skor 30
Jika di kembangkan secara orisinil (dengan menuangkan ide
sendiri) dan berbeda dari puisi yang dijadikan model.
Skor 20
Ide/ Jika kembangkan cukup orisinil (dengan menggunakan ide
Gagasan sendiri), Tetapi masih memiliki titik kesamaan dengan
puisi yang dijadikan model.
Skor 15
Di kembangkan kurang orisinil dan masih mirip dengan
puisi yang dijadikan model.

3
Ibid., hal. 39
4
Ibid., hal. 39
30

Skor 10
Tidak dapat dikembangkan dengan ide sendiri, sehingga
masih persis sama dengan puisi yang dijadikan model.
Skor 30
Mampu menghadirkan pilihan kata yang tepat dan relevan
dengan tema puisi yang dikembangkan.
Skor 20
Cukup mampu mengahdirkan pilihan kata yang tepat dan
Pilihan
relevan dengan tema puisi yang dikembangkan
Kata
Skor 15
(diksi)
Kurang mampu menghadirkan pilihan kata yang tepat dan
relevan dengan tema puisi yang dikembangkan.
Skor 10
Tidak mampu menghadirkan pilihan kata yang tepat dan
relevan dengan tema puisi yang dikembangkan
Skor 40
Mampu menciptakan rima yang menarik dengan bunyi
bahasa yang indah serta relevan dengan tema puisi yang
dikembangkan.
Skor 30
Cukup mampu menciptakan rima yang menarik dengan
bunyi bahasa yang indah, sehingga puisinya cukup menarik
didengar.
Rima
Skor 20
Kurang mampu menciptakan rima yang menarik dengan
bunyi bahasa yang indah, sehingga kurang sedap didengar
ketikadibacakan
Skor 10
Tidak mampu menciptakan rima yang menarik dengan
bunyi bahasa yang indah, sehingga tidak sedap didengar
ketika dibacakan.
Jumlah

Sumber : Hidayat, Model Rancangan Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis


Lingkungan (Pertanian) Dengan Teknik Pancingan Kata Kunci,
(http://dhayesamantha.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefault
vmlo.html), diakses tanggal 15 Oktober 2013.
31

F. Validitas

Arikunto dalam Ridwan mengatakan validitas adalah suatu ukuran


yang menunjukkan tingkat keandalan atau keshahihan suatu alat ukur.
Sementara Sugiyono mengatakan jika instrument dikatakan valid berarti
menunjukkan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid
sehingga instrument itu dapat digunakan untuk mengukur yang
seharusnya diukur.
Dalam penelitian ini instumen yang digunakan adalah tes menulis
puisi. Oleh karena itu, validitas yang digunakan adalah pengujian
validitas konstruksi. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi
apabila butir soal yang membangun tes tersebut mengukur setiap aspek
berpikir seperti yang disebutkan dalam Tujuan Instruksional Khusus.5
Untuk menguji validitas konstruksi, dapat digunakan pendapat dari
ahli (judgement experts). Setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-
aspek yang akan diukur dengan berdasarkan teori tertentu, maka
selanjutnya dikonstruksikan dengan para ahli dengan cara meminta
pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun itu. Dalam hal ini, ahli
yang diminta pendapatnya adalah Dindin Ridwanudin, M.Pd sebagai
dosen bidang pembelajaran Bahasa Indonesia dan Nafia Wafiqni, M.Pd
selaku dosen prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah sebagai
dosen pembimbing.

G. Teknik Analisis Data


Hasil data postes dianalisis melalui tiga tahap, yaitu tahap deskripsi
data, tahap uji normalitas, tahap uji homogenitas dan uji hipotesis:
a. Tahap Deskripsi Data
Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap deskripsi data ini
adalah membuat distribusi data postes dari hasil statistik deskriptif
mengunakan program SPSS 16,0 for windows.

5
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), (Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2009) cet. 9, h. 67
32

b. Uji Normalitas Data


Uji normalitas data ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel
yang diteliti berasal dari populasi yang berdistribusi norma atau tidak.
Jadi uji normalitas pada dasarnya melakukan perbandingan antara data
yang kita miliki dengan data yang berdistribusi normal yang memiliki
mean dan standar devisiasi yang sama dengan data kita. Uji normalitas
data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov kriterianya adalah signifikan
untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti
berdistribusi normal dengan menggunakan program SPSS 16,0 for
windows.
c. Uji Homogenitas Data
Uji homogenitas untuk memastikan kelompok data berasal dari
populasi yang homogen. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam
analisis One Way Anova. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian
(ANOVA) adalah bahwa varian dari populasi adalah sama. Uji
homogenitas menggunakan uji levenet. Kriterianya adalah signifikan
untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti
variansi pada tiap kelompok sama (homogen) dengan menggunakan
program SPSS 16,0 for windows.
d. Uji Hipotesis.
Setelah dilakukan pengujian populasi data dengan
menggunakan normalitas dan homogenitas, apabila data populasi
berdistribusi normal dan data populasi homogen maka dilakukan uji
hipotesis dengan uji t. Uji hipotesis ini digunakan untuk mengetahui
adanya pengaruh pemberian Reward terhadap hasil belajar siswa
dibandingkan dengan yang tidak diberikan reward. Pengujian yang
dilakukan sebelum analisis Paired-Samples T Test yaitu yaitu uji asumsi
varian (uji levene’s) yaitu untuk mengetahui apakah varian sama atau
berbeda. Setelah uji asumsi varian kemudian dilakukan uji Paired-
Samples T Test, untuk pengambilan keputusan dapat dilihat setelah
dilakukan analisa data yaitu:
33

Jika Signifikan > 0,05 maka Ho diterima


Jika Signifikan < 0,05 maka Ho ditolak
Taraf signifikan uji sampel bebas Paired-Samples T Test adalah 0,05
sedangkan convidence interval 95%.
Uji hipotesis dengan uji kesamaan dua rata-rata dilakukan untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan antara
dua populasi dengan melihat rata-rata dua sampelnya. Populasi yang diuji
adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol dari skor hasil postes. Adapun
hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut:
H1 : nilai rata-rata eksperimen < nilai rata-rata kontrol.
Artinya bahwa, terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap
rata-rata hasil belajar siswa pembelajarannya dengan memberikan reward.
Interpretasi hasil signifikannya
Probabilitas = di bawah 0,05 maka hasilnya signifikan
Probabilitas = di atas 0,05 maka hasilnya tidak signifikan
Nilai rata-rata kedua kelompok, mana signifikansi (2-tailed) di
bawah 0,05 maka hasilnya signifikan atau hipotesis diterima, sebaliknya
bila signifikansi (2-tailed) lebih tinggi dari probabilitas di atas 0,05 maka
hasilnya tidak signifikan hipotesis ditolak.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum MI Al-Muawanatul Khaeriyah


1. Sejarah Singkat Berdirinya MI Al-Muawanatul Khaeriyah
MI Al-Muawanatul Khaeriyah (AMK ) merupakan lembaga pendidikan
swasta yang bernaung di bawah pembinaan Kementrian Agama Republik
Indonesia ( Kemenag ). Madrasah ini berdiri pada tahun 1968 di bawah
Yayasan Jamiatul Islamiyah dengan Ketua Yayasan Bapak Ahmad
Damsyik.
MI Al-Muawanatul Khaeriyah (AMK) beberapa waktu lalu mengalami
pergantian Kepala Sekolah dan pada saat ini kepala sekolahnya adalah
Bapak D. Subandi, S.Pd.I. Tujuan pendirian MI Al-Muawanatul Khaeriyah
(AMK) yaitu untuk ikut serta membangun masyarakat dalam bidang
intelektual yang berciri khas Agama Islam.
MI Al-Muawanatul Khaeriyah (AMK) terletak dijalan Krendang Selatan
1 No. 1 RT.006 RW 06 Kelurahan Krendang Kecamatan Tambora,
Kotamadya Jakarta Barat. Madrasah ini berada ditempat yang strategis
berdekatan dengan kantor kelurahan Krendang dan perumahannya
berpenduduk cukup padat, sehingga aktivitas belajar siswa tidak terganggu
oleh bising kendaraan.
2. Visi dan Misi MI Al-Muawanatul Khaeriyah
Adapun Visi dan Misi MI Al-Muawanatul Khaeriyah (AMK) adalah :
a. Visi
“Unggul dalam kecerdasan berlandaskan iman, taqwa serta akhlak
mulia.”
b. Misi
1) Meningkatkan kecerdasan peserta didik sesuai dengan
kompetensi yang dimiliki.
2) Memiliki kecakapan, kepribadian, dan keterampilan sebagai
persiapan untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
34
35

3) Memahami, mengamalkan dan meneladani prinsip-prinsip


iman,taqwa dan akhlaktul karimah.
3. Profil Guru MI Al-Muawanatul Khaeriyah ( AMK )
MI Al-Muawanatul Khaeriyah memiliki tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan sebanyak 10 orang terdiri dari 3orang PNS dan 7 orang tenaga
honorer. Diliat dari latar belakang pendidikan 6 orang berpendidikan S1 dan
2 orang lulusan SLTA.
Tabel 4.1
Profil Guru MI Al-Muawanatul Khaeriyah
No Nama L/P Jabatan Latar Belakang
Pendidikan

1. D. Subandi,S.Pd.I L Kepala S1 UNMA


Sekolah

2. Udju Sutisna L Guru PGA JAKARTA

3. Nurhidayati, S.Pd.I P Guru S1 UIN

4. Erma Shofariyanti, S.Pd.I P Guru S1

5. Atik Nurhayati, S.Pd.I P Guru S1 UIN

6. Mansyur. KS L Guru PGA FLORES

7. Nurlela,S.Pd.I P Guru S1 UMJ

8. Siti Badriyah P Guru Daar El- Qolam

9. Wahyu Sunarya, S.Pd L TU S1-MP UIN

10. Siti Hasanah P Penjaga SMP


Sekolah

Sumber : Profil MI Al-Muawanatul Khaeriyah Tahun 2013


36

4. Data Siswa MI A-Muawanatul Khaeriyah (AMK)


Dilihat dari latar belakang siswa MI Al- Muawanatul Khaeriyah tersebut
berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah dan sebagian besar
pekerjaan orang tua murid sebagai buruh dengan latar belakang orang tua
mereka lulusan SD berjumlah 10%, SMP berjumlah 30%, tetapi ada juga
yang berpendidikan SMA berjumlah 40% dan ada beberapa juga yang
berpendidikan Sarjana berjumlah 20%. Rombongan belajar MI-Al
Muawanatul Khaeriyah Tahun Pelajaran 2013/2014 berjumlah 203 orang
terdiri dari kelas I s.d VI. Adapun rinciannya sebagai berikut.
Tabel 4.2
Data Siswa MI Al- Muawanatul Khaeriyah
No. Kelas Jumlah

1. I/A 25

2. I/B 25

3. II 24

4. III 29

5. IV 23

6. VA 30

7. VB 30

8. VI 17

JUMLAH 203

Sumber : Profil Sekolah Tahun 2013


37

5. Sarana dan Prasarana MI Al-Muawanatul Khaeriyah (AMK)

Tabel 4.3
Sarana dan Prasarana MI Al-Muawanatul Khaeriyah
No. Sarana Jumlah Keterangan

1. Ruang Belajar 7 Cukup Baik

2. Perpustakaan 1 Kurang Baik

3. Ruang Guru ( Kantor ) 1 Baik

5. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik


merangkap Tata Usaha ( TU )

6. Kantin 1 Cukup Baik

7. WC. Guru 1 Cukup Baik

8. WC. Murid 1 Kurang Baik

9. Lapangan Olah Raga 1 Cukup Baik

Sumber : Profil MI Al-Muawanatul Khaeriyah Tahun 2013

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanatul


Khaeriyah Kec. Tambora, Jakarta Barat sebanyak 4 kali pertemuan
terhadap dua kelompok siswa di kelas V, yaitu kelas VA sebagai kelas
Eksperimen dan kelas VB sebagai kelas Kontrol. Sampel yang digunakan
sebanyak 60 siswa, 30 siswa di kelas kontrol dan 30 di kelas eksperimen.
Kelas VB sebagai kelas kontrol melakukan pembelajaran Bahasa
Indonesia tanpa diterapkan pemberian reward dan kelas VA sebagai kelas
eksperimen dengan diterapkan pemberian reward.
38

Materi yang diajarkan adalah pengertian rima, membuat puisi


dengan memanfaatkan benda-benda sekitar sekolah dan materi yang
diajarkan tersebut tergabung dalam materi pokok menulis puisi. Dan untuk
mengetahui kemampuan menulis puisi siswa pada pelajaran Bahasa
Indonesia, diberikan tes akhir dalam pembelajaran (posttest) kepada
kedua kelompok kelas.

Instrumen penelitian adalah tes berbentuk uraian yang telah


melalui proses validasi. Kedua kelas diteliti yaitu kelas VB sebagai kelas
kontrol yang tanpa diterapkan pemberian reward dan kelas VA sebagai
kelas eksperimen dengan diterapkan pemberian reward diberikan tes soal
tentang menulis puisi yang sama. Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui
perbedaan hasil belajar kemampuan menulis puisi Bahasa Indonesia dari
kedua kelas tersebut.

Berikut akan disajikan data hasil penelitian berupa hasil


perhitungan akhir. Data pada penelitian ini adalah data yang terkumpul
dari tes yang telah diberikan kepada siswa MI Al- Muawanatul
Khaeriyyah Kec. Tambora Jakarta Barat, berupa data hasil tes menulis
puisi yang dilaksanakan sesudah pembelajaran (posttest).

Tabel 4.8
Daftar Nilai Posttest Kelompok Eksperimen

No. Nama Ide Gagasan Diksi Rima Jumlah


1 AA 20 20 30 70
2 AB 20 30 40 90
3 AC 20 20 20 60
4 AD 20 30 30 80
5 AF 20 20 30 70
6 AE 15 15 20 50
7 AG 20 30 30 80
8 BB 20 30 30 80
9 BC 15 30 30 75
10 BE 15 30 30 75
11 BF 15 15 40 70
12 BT 20 30 40 90
39

13 BK 20 30 20 90
14 CC 15 15 20 50
15 CR 20 20 20 60
16 CT 20 30 40 90
17 CS 20 30 40 90
18 CL 15 10 20 45
19 TA 15 20 30 65
20 TR 15 20 20 55
21 TG 15 10 20 45
22 RK 20 20 30 70
23 MT 15 20 30 65
24 MD 15 30 30 75
25 MS 15 30 40 85
26 AR 20 30 30 80
27 EL 15 15 20 50
28 AL 20 20 30 70
29 GM 15 30 40 85
30 CQ 10 15 20 45

Berdasarkan tabel diatas yaitu dapat dilihat bahwa nilai posstest


pada kelas eksperimen nilai terrendah yaitu 50 dan nilai tertingginya yaitu
90 sedangkan rata-rata nilai dikelas tersebut yaitu 70. Dan dari data yang
di dapat perbedaaan nilai tersebut terjadi karena adanya perbedaan
kemampuan pada siswa dan peningkatan nilai juga karena adanya faktor
yang mempengaruhi motivasi mereka sehingga hasil belajar pun
meningkat adapun siswa yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata karena
kurangnya kemampuan berfikir sehingga pemberian reward yang
diberikan guru tidak berpengaruh

Tabel 4.9
Daftar Nilai Posttest Kelompok Kontrol

No. Nama Ide Gagasan Diksi Rima Jumlah


1 AA 15 20 30 65
2 AB 15 10 20 45
3 AC 15 15 20 50
4 AD 10 10 10 30
5 AF 15 30 30 75
6 AE 15 20 30 65
7 AG 20 20 20 60
40

8 BB 15 15 20 50
9 BC 15 20 30 65
10 BE 10 10 10 30
11 BF 15 15 20 50
12 BT 15 10 20 45
13 BK 15 30 40 85
14 CC 20 30 30 80
15 CR 20 20 20 60
16 CT 20 20 30 70
17 CS 15 20 30 65
18 CL 15 30 30 75
19 TA 15 30 30 75
20 TR 20 20 20 60
21 TG 15 30 40 85
22 RK 15 30 40 85
23 MT 15 20 30 65
24 MD 20 30 30 80
25 MS 20 30 40 90
26 AR 15 20 30 65
27 EL 15 20 30 65
28 AL 15 30 30 75
29 GM 15 30 30 75
30 RN 15 20 20 55

Berdasarkan tabel diatas yaitu dapat dilihat bahwa nilai posstest


pada kelas kontrol nilai terrendah yaitu 45 dan nilai tertingginya yaitu 90
sedangkan rata-rata nilai dikelas tersebut yaitu 65. Dan dari data yang di
dapat perbedaaan nilai tersebut terjadi karena adanya perbedaan
kemampuan pada siswa dan siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata
terjadi karena tidak adanya faktor yang mempengaruhi motivasi pada diri
siswa.
41

Hasil posttest kelas eksperimen.

Keterangan ;
Ide gagasan : 20
Diksi : 20
Rima : 30
42

Keterangan ;
Ide gagasan : 20
Diksi : 30
Rima : 40
43

Keterangan ;
Ide gagasan : 20
Diksi : 20
Rima : 20
44

Keterangan ;
Ide gagasan : 20
Diksi : 30
Rima : 30
45

Keterangan ;
Ide gagasan : 20
Diksi : 20
Rima : 30
46

Hasil posttest kelas kontrol.

Keterangan :
Ide gagasan : 15
Diksi : 20
Rima : 30
47

Keterangan ;
Ide gagasan : 15
Diksi : 10
Rima : 20
48

Keterngan ;
Ide gagasan : 15
Diksi : 15
Rima : 20
49

Keterangan ;
Ide gagasan : 10
Diksi : 10
Rima : 10
50

Keterangan ;
Ide gagasan ;15
Diksi : 30
Rima : 30
51

C. Deskripsi Data

Nilai yang diperoleh siswa dari posttest yang dilakukan terhadap


kelompok eksperimen dapat ditunjukan pada tabel berikut:

Tabel 4.10

Deskripsi Data Statistik Nilai Posttest Kelas Eksperimen

N Valid 30

Missing 0

Mean 70.0000

Median 70.0000

Mode 70.00

Std. Deviation 1.49135E1

Variance 222.414

Range 45.00

Minimum 45.00

Maximum 90.00

Sum 2100.00

Berdasarkana tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa hasil posttest


kelompok eksperimen diperoleh data sebanyak 30 dengan jumlah 2100.
Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 70,00 dengan varians
222,414 dan standar deviasi sebesar 1,49135E1. Nilai tertinggi dikelas
eksperimen adalah 90,00 dan nilai terendahnya yaitu 45,00. Nilai tengah
pada eksperimen adalah 70,00 dan modus pada data posttest kelompok
eksperimen yaitu 70,00.

Data statistik yang dihasilkan, dapat disajikan dalam bentuk


distribusi frekuensi sebagai berikut:
52

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Eksperimen

Nilai Frekuensi Frekuensi %


45 3 10.0
50 3 20.0
55 1 23.3
60 2 30.0
65 2 36.7
70 6 56.7
75 2 63.3
80 4 76.7
85 2 83.3
90 5 100.0
Total 30

Gambar 4.1

Histrogram Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Eksperimen

6
5
4
3

2
1
0
50 55 60 65 70 75 80 85 90

Berdasarkan Tabel 4.11 dan Histogram 4.1 diatas menunjukan


bahwa hasil posttest kelompok eksperimen yaitu siswa yang mendapat kan
nilai 50 berjumlah 3 orang, yang mendapatkan nilai 55 ada 1 orang , yang
53

mendapatkan nilai 60 berjumlah 2 orang , yang mendapatkan nilai 70


berjumlah 6 orang , yang mendapatkan nilai 75 berjumlah 2 orang , yang
mendapatkan nilai 80 berjumlah 4 orang , yang mendapatkan nilai 85
berjumlah 2 orang dan yang mendapatkan nilai 90 berjumlah 5 orang. Dan
dari gambar histogram diatas dapat disimpulkan bahwasanya perbedaan
tinggi rendahnya nilai terjadi karena adanya faktor perbedaan kemampuan
daya tangkap serta pemberian reward yang berpengaruh pada motivasi
siswa sehingga hasil belajar pun meningkat atau sebaliknya.

Tabel 4.12

Deskripsi Data Statistik Nilai Posttest Kelas Control

N Valid 30

Missing 0

Mean 64.6667

Median 65.0000

Mode 65.00

Std. Deviation 1.54213E1

Variance 237.816

Range 60.00

Minimum 30.00

Maximum 90.00

Sum 1940.00

Berdasarkana tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa hasil posttest


kelompok Control diperoleh data sebanyak 30 dengan jumlah 1940. Nilai
rata-rata posttest kelompok control adalah 64,6667 dengan varians
237,816 dan standar deviasi sebesar 1,54213E1. Nilai tertinggi dikelas
control adalah 90,00 dan nilai terendahnya yaitu 30,00. Nilai tengah pada
kelas control adalah 65,0000 dan modus pada data posttest kelompok
control yaitu 65,00
54

Data statistik yang dihasilkan, dapat disajikan dalam bentuk


distribusi frekuensi sebagai berikut :

Tabel 4. 13

Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kontrol

Nilai Frekuensi Frekuensi %

30 2 6.7

45 2 13.3

50 3 23.3

55 1 26.7

60 3 36.7

65 7 60.0

70 1 63.3

75 5 80.0

80 2 86.7

85 3 96.7

90 1 100.0

Total 30
55

Gambar 4.2
Histogram Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelompok Kontrol

7
6
5
4
3
2
1
0
45 50 55 60 65 70 75 80 85 90

Berdasarkan Tabel 4.13 dan Histogram 4.2 diatas menunjukan


bahwa hasil posttest kelompok eksperimen yaitu siswa yang mendapatkan
nilai 45 berjumlah 2 orang, yang mendapat kan nilai 50 berjumlah 3 orang,
yang mendapatkan nilai 55 ada 1 orang , yang mendapatkan nilai 60
berjumlah 3 orang , yang mendapatkan nilai 65 berjumlah 7 orang , yang
mendapatkan nilai 70 berjumlah 1 orang , yang mendapatkan nilai 75
berjumlah 5 orang , yang mendapatkan nilai 80 berjumlah 2 orang , yang
mendapatkan nilai 85 berjumlah 3 orang, dan yang mendapatkan nilai 90
berjumlah 1 orang. Dan dari data gambar histogram diatas dapat
disimpulkan bahwasanya perbedaan tinggi rendahnya nilai terjadi karena
adanya faktor perbedaan kemampuan daya tangkap serta tidak adanya
pemberian reward yang dapat mempengaruhi motivasi mereka dalam
meningkatkan hasil belajarnya.
56

D. Analisis Data
1. Uji Prasyarat Analisis Data
a. Uji Normalitas Posttest
Uji normalitas pada posttest juga dilakukan untuk mengetahui
apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini,
peneliti menggunakan SPSS 16.0 for Windows dalam menghitung uji
normalitas hasil Posstest yang berfungsi untuk mengetahui sebaran data
berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data menggunakan
Kolmogorov-Smirnov. Syarat suatu data dikatakan berdistribusi normal
jika signifikan atau nilai  > 0,05. Karena signifikasi dari data eksperimen
dan data posttest lebih besar dari 0,05. Maka, dapat dikatakan kedua data
tersebut berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas data posttest dari kedua sampel penelitian
dapat disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 4.16
Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
a
Kolmogorov-Smirnov

KELAS Statistic df Sig.

Posttes 1 EKSPERIMEN .133 30 .183


t
2 KONTROL .142 30 .126

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa data hasil posttest


kelompok eksperimen signifikansinya 0,183 . Hal itu menunjukan bahwa
data berdistribusi normal karena signifikansinya 0,183 > 0,05 , sedangkan
data hasil posttest kelompok kontrol signifikansinya 0,126. Hal itu juga
menunjukan bahwa berdistribusi normal karena signifikansinya 0,126 >
0,05. Sehingga dapat disimpulkan dari data hasil posttest bahwa baik
kelompok eksperimen maupun kontrol keduanya berdistribusi normal.
57

b. Uji Homogenitas Posttest


Uji homogenitas juga dilakukan pada data hasil posttest didapat
dari nilai tes yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol setelah diberi perlakuan yaitu pemberian reward untuk kelompok
eksperimen dan tanpa pemberian reward untuk kelompok kontrol. Kriteria
pengambilan keputusan adalah signifikasinya lebih dari 0,05. analisis ini
menggunakan program SPSS 16.0 for windows yaitu One Way Anova.

Tabel 4.17
Hasil Uji Homogenitas Posttest Eksperimen dan Kontrol

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.011 1 58 .918

Berdasarkan hasil uji homogenitas data posttest diatas,


menunjukkan bahwa tingkat signifikasinya adalah 0,918. Maka dengan
hasil uji homogenitas diatas dapat disimpulkan bahwa varian yang dimiliki
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol jauh berbeda dan cukup
homogen karena 0,918 > 0.05.

E. Pengajuan Hipotesis
Pengujian hipotesis dengan menggunakan T-Test bertujuan untuk
mengetahui perbedaan nilai rata-rata tes pemahaman bacaan antara
kelompok eksperimen yang dilakukan dengan pemberian Reward dan
kelompok kontrol yang dilakukan tanpa pemberian Reward . Analisis data
dengan T-Test menggunakan program SPSS 16.0 for Windows yaitu
Paired Sample Test. Kriteria pengujian hipotesis adalah jika signifikansi t-
test > 0,05 maka terima H0 dan jika signifikansi t-test < 0,05 maka tolak
H0 atau terima H1.
58

Tabel di bawah ini merupakan hasil dari perbedaan rata-rata tes


keterampilan menulis puisi antara kelompok eksperimen yang
menggunakan pemberian Rewarddengan kelompok kontrol yang tanpa
pemberian Reward dalam pembelajaran.

Tabel 4.18
Hasil Uji T-Test

Paired Differences

95% Confidence
Interval of the
Difference
Std. Std. Error Sig. (2-
Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

Posttest Eksperimen
6.58333E1 15.37571 1.98500 61.86137 69.80530 33.165 59 .000
Control

Berdasarkan hipotesis penelitian yang telah dijelaskan di bab II, bahwa:

a. H0
Tidak terdapat pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar
Bahasa Indonesia pada materi menulis puisi siswa.
b. H1
Terdapat pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar Bahasa
Indonesia pada materi puisi siswa

Berdasarkan tabel 4.14 pada sig. (2-tailed) adalah 0,000. Hal


tersebut dapat terlihat dari perhitungan uji tes keterampilan menulis puisi
antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu jika > 0,05 maka

H0 diterima. Dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak karena 0,000 <


0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan nilai rata-rata tes keterampilan menulis pusisi kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol.
59

F. Pembahasan
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pada dua kelas
yang berhubungan yaitu kelas V A (sebagai kelas eksperimen) dan Kelas
V B (sebagai kelas kontrol). Penelitian ini dilakukan dengan cara
memberikan perlakuan/treatment dalam pembelajaran masing-masing
kelas. Masing-masing kelas tersebut diberi perlakuan yang berbeda, yaitu
kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan pemberian
Reward, sedangkan di kelas kontrol tanpa mengunakan pemberian reward
tetapi dengan materi pembelajaran yang sama yaitu “Menulis Puisi ”. Hal
demikian ini dilakukan supaya dapat mengetahui ada atau tidaknya
perbedaan rata-rata hasil pembelajaran Bahasa Indonesia antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol melalui hasil tes (posstest) yang diberikan
setelah pembelajaran, yang kemudian dianalisis menggunakan bantuan
SPSS 16,0 for windows.
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dibahas sebelumnya,
berikut ini diuraikan deskripsi dan interpretasi data hasil penelitian.
Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukan bahwa hasil belajar kelas
eksperimen yang menggunakan pemberian reward lebih baik dari pada
kelas kontrol yang tanpa menggunakan pemberian dalam pembelajaran.
Hasil uji tersebut menunjukan bahwa penerapan pemberian reward
mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar Bahasa
Indonesia siswa kelas V di MI Al-Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat
Tahun pelajaran 2013/2014 (kelas eksperimen).
Hal ini juga disebabkan oleh proses pembelajaran yang
menerapkan pemberian reward dapat lebih menarik perhatian siswa,
sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Pembelajaran
menjadi lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para
siswa, dan membuat siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik. Hal
ini juga dapat dilihat dari data observasi yang dilakukan pada kegiatan
siswa pun dalam pembelajaran berjalan dengan lancar sesuai dengan
skenario yang telah dibuat dan siswa pun lebih aktif dalam kegiatan
60

pembelajaran. Dan Metode mengajar juga menjadi lebih bervariasi, tidak


semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru,
sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Selain itu
siswa juga lebih berperan aktif karena telah termotivasi.
Hasil pengujian statistik pada nilai postest kelas eksperimen dan
kontrol yang sudah dianalisis menunjukan hasil yang sangat signifikan
dengan probabilitas di bawah 0,005 yaitu 0,000, yang artinya bahwa
perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen yaitu penerapan
pemberian reward berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini juga
ditunjukan dari rata-rata nilai siswa kelas eksperimen yang lebih tinggi
dari pada rata-rata nilai kelas kontrol, yaitu hasil data kelas eksperimen
memperoleh skor tertinggi sebesar 90, skor terendah sebesar 45, rata-rata
postes sebesar 70,00, median sebesar 70,00, modus sebesar 70, dan standar
deviasi sebesar 14,9135E1. Kelas kontrol memperoleh skor tertinggi
sebesar 90, skor terendah sebesar 30, rata-rata postes sebesar 64,6667,
median sebesar 65,00, modus sebesar 60, dan standar deviasi sebesar
15,54213.
Berdasarkan hasil perhitungan statistik di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian reward yang dilakukan
pada kelas eksperimen terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi
menulis puisi siswa kelas V MI Al-Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat.
61

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di MI Al-


Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat, pelajar Bahasa Indonesia pada
materi menulis puisi siswa kelas V. Maka dapat disimpulkan kelas
eksperimen dan kelas kontrol adanya perbedaan yang signifikan karena
setelah diuji dengan uji t. diketahui sig (2-tailed) atau probabilitas sebesar
0,000 sedangkan taraf signifikansinya sebesar 0,05 (5%). Hal ini
menunjukan nilai probabilitas lebih kecil dari nilai taraf signifikansi (0,000
> 0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan
hasil belajar siswa yang pembelajaran yang diterapkan pemberian reward
dengan yang tidak mengunakan pemberian reward. Hasil ini menunjukan
bahwa siswa yang pembelajarannya yang diterapkan pemberian reward
lebih baik hasil belajarnya dari siswa yang pembelajaranya tidak
menggunakan pemberian reward.

B. Saran

Berdasarkan temuan-temuan selama penelitian, penulis mengajukan


beberapa saran sebagai perbaikan dimasa mendatang:

1. Penerapan pemberian Reward dapat digunakan sebagai salah satu


alternatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Jika dalam
penelitian ini masih banyak kekurangan dan kelemahan karena
keterbatasan kemampuan penulis. Untuk penelitian selanjutnya,
disarankan untuk mencoba menerapkan pemberian Reward sebagai
motivasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lain.

2. Guru hendaknya lebih meningkatkan perhatian terhadap hasil belajar siswa


terutama di lingkungan sekolah, yaitu dengan memberikan perhatian dan
nasehat-nasehat serta motivasi berharga bagi kelangsungan belajar siswa.

61
62

3. Guru hendaknya memiliki kemampuan pengelolaan kelas pada saat


kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga setiap siswa dapat ikut
aktif dalam belajar.

4. Bagi siswa Reward dapat lebih menarik perhatian, sehingga dapat lebih
menumbuhkan motivasi belajar.

5. Adapun dampak yang terjadi bila reward dapat meningkatkan motivasi


belajarnya maka akan timbul keaktifan, kreativitas serta percaya diri
siswa dalam proses pembelajaran maka hasil belajarnya pun menjadi
meningkat

62
63

DAFTAR PUSTAKA

A. Ghani,Ramlan dan Fitriah,Muhmudah, Pembinaan Bahasa Indonesia .


(Jakarta: UIN Jakarta Press , 2010 )
Ahmadi , Abu dan Uhbiyati, Nur , Ilmu Pendidikan . ( Jakarta : PT Rineka Cipta
2003 )
Djamarah Syaiful Bahri , Guru & Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu
Pendekatan Teorikis Psikologi . ( Jakarta : Kineka Cipta , 2005 )
Djoko Pradopo, Rahmat , Pengkajian Puisi : analisi strata norma dan analisis
struktural dan semiotik. ( Yogyakarta : Gajah Mada University Press
, 1993 )
Hamalik, Oemar, Dasar – Dasar Pengembangan Kurikulum ( Bandung : PT.
Remaja Rosda Karya , 2009 )
Heryanto, Nanang, Model – Pembelajaran – Koperatif – Tipe
(http://nanangheryanto.blogspot.com)
Jonh M. dan Hasan Shadily , Kamus Inggris Indonesia . ( Jakarta : Gramedia,
1996 )
Kurniawan , Heru , Sastra Anak . ( Yogyakarta : Graha Ilmu , 2009 )

Munadi, Yudhi , Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru . ( Jakarta :


Gaung Persada press , 2012 )
Pengertian Macam – Macam dan ContohPuisi ( http://edukasi.Kompasiasa.com)

Purwanto, Ngalim , Ilmu Pendidikan Teoritik dan Praktis ( Bandung : PT. Remaja
Rosda Karya, 2007 )
Sabri, Alisuf Pengantar Ilmu Pendidikan . ( Jakarta : UIN Jakarta Press, 2005 )

Slameto , Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya . ( Jakarta : PT.


Rineka Cipta , 2010 )
Sudjana, Nana , Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar . ( Bandung : Remaja
Rosala Karya , 2001 )
Suryabrata, Sumadi , Psikologi Pendidikan . ( Jakarta : PT. Raja Grapindo , 2010)

Tarigan , Djagon dkk , Pendidikan Keterampilan Perbahasa . ( Jakarta : Rineka


Cipta , 2012 )
64

Tarigan, Henry Guntur , Menulis Sebagai Suatu Ketarampilan Berbahasa .


( Bandung : Angkasa Bandung , 2008 ).
Purwanto Sistem Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Sumber Daya
Manusia.http://IPDN–artikelgratis.blogspot.com
>#t

UJI REFBRENSI

Nama : Dian Utami Ningsih

NIM :109018300008

Judul Skripsi : Pengaruh Pemberian Rervard Terhadap Hasil Belajar


Bahasa Indonesia Pada Materi Menulis Puisi Siswa Kelas V
MI Al-Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat

Pembimbingl : Rusydy Zakaria,M.Ed.,M.Phil

Pembimbing II : Nafia Wafiqni, M.Pd

No No Halaman Judul Buku Pengarang (Penerbit,tahun,cet) Paraf


Footnote Skripsi Pembimbing

I II
1 I 5 Kamus Inggris M. Echols, John dan Shadily Hasan

2. 2 5
Indonesia

Ilmu Pendidikan
(Jakarta : Gramedia 1976)

Purwanto, Ngalim @andung : PT.


V
J. J 5
Teoretis dan Prahis

Guru & Anak Didik


Remaja Rosda Karya, 2009)

Djamarah. Syaiful Bahri (Jakarta:


*t a
r
dalam Interaksi PT. Rineka Cipta,2005)
Edukntif Suatu
Pendekatan
TeorikisPsikolosi / a
t/ +
4. 4 6 Ilmu Pendidikon Purwanto, Ngalim (Bandung: PT.
Teoretis dan Praktis Remaja Rosda Karya, 2009)

5.

6.
5

6
9

10
Ilmu Pendidikan
Teoretis dan Praktis

Ilmu Pendidikan
Purwanto, Ngalim (Bandung: PT.
Remaja Rosda Karya, 2009)

Purwanto, Ngalim (Bandung: PT. ,r/


'l
//

7. 7 1I
Teoretis dan Praktis

Pengantar llmu
Remaja Rosda Karya, 2009)

Sabri, Alisuf ( Jakarta : UIN Jakarta


+
Pendidikan Press,2005 ) cet.5
h +
8. B ll Ilmu Pendidikan Purwanto, Ngalim (Bandung : PT.

9. 9 ll
Teoretis dan Praktis

Ilmu Pendidikan
Remaja Rosda Karya, 2009)

Ahmadi, Abu dan Uhbiyati,Nur (


[, +
/
10. 10 12 Pengantar llmu
Jakarta : PT. Rineka Cipta2003 )

Sabri, Alisuf (Jakarta: UIN Jakarta


+
II 1I 13
Pendidikan

Ilmu Pendidiknn
Press, 2005 )

Purwanto, Ngalim (Bandung : PT.


+
12. t2 13
Teoretis dan Praktis

Ilmu Pendidikan
Remaja Rosda Karya, 2009)

Purwanto, Ngalim @andung : PT.


+
13. 13 13
Teoretis dan Praktis

Ilmu Pendidikan
Remaja Rosda Karya, 2009)

Purwanto, Ngalim (Bandung : PT.


+
14. t4 t5
Teoretis dan Prahis

Pengantar llmu
Remaja Rosda Kuryq 2009)

Sabri,Alisuf ( Jakarta: UIN Jakarta


+
15. t5 t5
Pendidikon

Guru & Anak Didik


Press,2005)

Djamarah, Syaiful Bahri (Jakarta


+
dalam Interal<si PT. Rineka Cipta,2005)
Edukatif Suatu

16. 16 l6
Pendekatan
TeorikisPsikalosi
Ilmu Pendidikan Purwanto, Ngalim (Bandung: PT
+
17. l7 t7
Teoretis dan Praktis

Ilmu Pendidikan
Remaj a Rosda Karya, 2009\

Purwanto, Ngalim (Bandung : PT.


+
18. l8 t7
Teoretis dan Praktis

Pengantar llmu
Remaja Rosda Karya, 2009)

Sabri,Alisuf ( Jakarta: UIN Jakarta


+
19. l9 l8
Pendidikan

Ilmu Pendidikan
Press,2005)

Ahmadi, Abu dan Uhbiyati,Nur (


+
20. 20 20 Ilmu Pendidikan
Jakarta : PT. Rineka Cipta,2003 )

Purwanto, Ngalim (Bandung : PT.


a
Teoretis dan Praktis Remaja Rosda Karya, 2009)
*
2t. 2t 22 Sistem Reward dan
Punishment Untuk
http://ipdn-
artikel gratis.blo gspot.com
a
Meningkatkrrn
Sumber Doya
Monusia
lt 1

,
22. 22 24 Penilaian Hasil Sudjana,Nana (Bandung: Remaj a
Proses Belajar
Mensaiar
Rosdakarya,200l)
u+
I
23. 23 24 Media Munadi,Yudhi ( Jakarta: Gaung
Pembelajaran Persada Press,2012)
Sebuah Pendekntan
Baru
2{. 2-t 25 Dasar-dasar Hamalik,Oemar ( Bandung: PT
Pengembangan
Kurikulum
Remaj a Rosdakarya,2009)
q,
25. Psikologi Alisuf (Jakarta,Pedoman Ilmu

+
25 25
Pendidiknn Jaya,I995)

26. 26 26 Belajar dan Faktor- Slameto (Jakarta: PT Rineka

27. 27 27
foktor yang
Mempensaruhinva
Belajar dan Faktor-
Cipta,20l0)

Slameto (Jakarta: PT Rineka


+
28. 28 28
faktor yang
Mempensaruhinva
Media
Cipta,2010)

Munadi,Yudhi ( Jakarta: Gaung


+
Pembelajaran Persada Press,2012)

29. 29 29
Sebuah Pendekatan
Baru
Psil<ologi Suryabrata,Sumadi (Jakarta: PT
+
30. 30 31
Pendidikan

Menulis Sebagai
Raja Grapindo,2010)

Guntur Tarigan,Henry ( Bandung:


+
31. 3r 31
Keterampilan
Berbahasa
Menulis Sebagai
Angkasa Bandung,2008)

Guntur Tarigan,Henry ( Bandung:


+
Keterampilan Angkasa Bandung,2008)
Berbahasa *
32. 32 32 Pengkajian Puisi : Pradopo,Rachmat Djoko
andlisi strata'normd (Yogyakarta : Gajah Mada
dan onalisis
struWural dan
semiotik
University Press , 1993)
1
JJ. 33 JJ Pengkajian Puisi : Pradopo,Rachmat Djoko
analisi strata norma (Yogyakarta : Gajah Mada
dan analisis
strudural dan
semiotik
University Press , 1993)
+
34. 34 33 Pengertian-Macam- htto ://edukasi.kompasiana com
ntacam-dari contoh-
ouisi {1, ky
//
35. 35 _rJ Pendidikan Tarigan,Djagon (

36. 36 JJ
Keterampilan
Berbahasa
Sastra Anak
Jakarta: Universitas Terbuka, 2005 )

K urniawan,Heru(Yogy akarta:
h
/,
+
37. 37 33 Pembinaan Bahasa
Graha llmu,2009)

A. ghani,Ramlan dan Fitriah,


+
38
Indonesia

Pentbinaan Baltasct
N'lahmudah ( Jakarta : UIN Jakarta
Press,2007)
A.ghani,Ramlan dan Fitriah,
+
+
38. 34
Indonesia Mahmudah ( Jakarta : UIN Jakarta
Press.2007)
39. 39 35 Model-
Pembelajaran-
Kooperatif-Tipe, 4
40.

41.
40 35

40
Model-
Pembelajaron-
Kooperatif-Tipe,
Prosedur Penelitian
http ://nanan gheryanto. blo gspot. com

Arikunto,Suharsimi ( Jakarta:
t
42. 2 41
Suatu Praktik

Metode Penelitian
Rineka Cipta,2010)

Sugiyono(Bandung: Alfabeta,2009)
+
43. J 41
Ku ant i t a t if, Ku al i t at
dan R&D
Metode Penelitian
if
Sugiyono(Bandung: Alfabeta,2009)
+
44. 4 4t
Ku an t i t at if, Ku al i t at
dan R&D
Metode Penelitian
if
Sugiyono(Bandung: Alfabeta,2009)
+
45. ) 42
Ku an t i t at

dan R&D
Dasar-dasar
if, Ku al i t at if
Arikunto,Suharsimi( Jakarta: PT
d +
Evaluasi Pendidikan
(edisi revisi)
Bumi Aksara2009) (,,
+
Jakarta April2014

Pembimbing I Pembimbing II

^5
AWt,.
vll'' r
tr
/
(Rusydy ZakarianM.Ed., M. Phi l) (Nafia Wafiqni, M.Pd)
NrP. 19560530 198503 I 002 NrP. 198r 1003 2009122004
rrJ,

74

Lamniran 1

RENCANA PELAKSANAAN P EMBELAJARAN


( RPP Kelas Eksperimen )

Sekolah MI Al- Muawanatul Khaeriyah


Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester V/II
MateriPokok Menulis Puisi
Alokasi Waktu 2x35 menit
Pertemuan Ke- I

A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan fakta secara terhrlis dalam
bentuk ringkasan, laporan dan puisi bebas.
B. Kompetensi Dasar
Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
t
'^lj,lfill[*,*r** pengertian puisi.

Menyebutkan unsur-unsur puisi.


Menyebutkan jenis-jeriis'puisi.

D. Tujuan Pembelajaran
Siswadapat menjelaskan pengertian puisi.

Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur puisi.

Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis puisi.

E. MateriPembelajamn
Menulis Puisi
?.J

75

F. Teknik dan Media Pembelajaran


Telorik/ pendekatan kontekstual
G. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter

Mengucapkan salam Menjawab salam dan Religius


dan doa doa
Guru melakukan Siswa menjawab Perhatian
aoerseosi pertanyaan guru
Guru menyampaikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
mensenai menulis puisi

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru menjelaskan Memperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
tentang pengertian puisi, mencatat tulisan tatru
menyebutkan unsur- ada dipapan rulis
unsr.r puisi dan
manyebutkan jenis-jenis
puisi dan mencatatnya
dipapan tulis.
>:$

76

Elaborasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru memberikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
satu contoh puisi

Guru memberikan soal Mengerjakan perintah Tanggung Jawab, Tekun


terkait tentang guru
pengertian puisi, unsur-
unsur puisi dan jenis-
jenis puisi.

Guru mengamati proses Melaksanakan perintah Tanggungjau'ab, tekun


siswa mengerjakan soa[. guru

Konlirmasi

Guru meminta siswa Mengumpulkanhasil tes Percaya$iri


mengumpulkan hasil
kerjaaannya.
Guru memberikan Menjawab pertanyaan
pertanyaan secara lisan
kepada siswa terkait
tentang pengertian puisi,
unsur-unsur puisi dan
jenis-jegiQpuisi.
'ma rq,vard Motivasi, kompetisi
Iat tulis berup4 alat
'!r}
\

77

dan tepat

KegiatanPenutup
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Mengulang kembali Memperhatikan Rasa ingin tahu
pelajaran yang telah
diberikan dan
memberikan kesimpllan
Membaca doa dan Religius
Berdoa danmengucapkan memberi salam kepada
salam guru.

H. SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar

I. Penilaian
No Indikator Teknik Bentuk Intrumen
1. Menjelaskan pengertian l. Jelaskan
puisi. pengertian
puisi ?

) Menyebutkan unsur-unsur 2. Sebutkan


. puisi. Tes/ Non Tulisan/ unsur-
Tes Lisan unsur
puisi !

3. Menyebutkan jenis-jenis 3. Sebutkan


puisi jenis-jenis
puisi !
ry

v8

I
Mengetahui Jakarta,...... ...2014
Gur,u Mata Pelajaran Peneliti

DI,AN UTAMI NINGSIH

Mong€ts&ui,

{;
>")

89

RENCANA PELAKSANAAN PEMB ELAJARAN


( RPP Kelas Kontrol )

Sekolah MI Al-Muawanarul Khaeriyah


Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester v/u
MateriPokok Menulis Puisi
Alokasi Waktu 2x35 menit
Fertemuan Ke- 2

A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan fakta secara tertulis dalam
bentuk ringkasan, laporan dan puisi bebas.

B. Kompetensi Dasar
Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
C. Indikator
Menjelaskan tentang rima dalam puisi.

Menulis puisi dengan pemilihan kata yang tepat.


Membuat puisi bebas dengan memenfaatkan benda-benda disekitar sekolah
sebagai media.

D Tujuan Pembelajaran
Siswadapat menjelaskan tentang rima dalam puisi.

Siswa dapat menulis puisi dengan pemilihan kata yang tepat.


Siswa dapat membuat puisi dengan tema yang telah ditenrukan dengan
pemanfaatan benda-benda sekitar sekolah sebagai media

E. MateriPembelajaran
Menulis Puisi
F. Teknik dan Media P_embelajaran
Teknilil pendekatan liontekstual
13,

90

G. Langkah-Langkah Pembelajaran

l. Pendahuluan

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter

Mengucapkan salam Menjawab salam dan Religius


dan doa doa
Guru melakukan Siswa menjawab Motivasi
apersepsi mengenai pertanyaan guru
pelajaran dipertemuan
sebelumnya terkait
materi puisi
Guru menyampaikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
mensenai menulis ouisi

2. Kegiatan Inti

Eksplorasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru menjelaskan Memperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
tentang rima dalam tahu
menulis puisi
Guru memberikan Me-mperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
gambaran tentang puisi tahu.
dengan benda-benda
yang ada disekitar
sekolah dengan
pemilihan kata yang tepat
dan memperhatikan rima
dalam puisi.
e1
/

d
Elaborasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru memerintahkan Membuat kalimat yang Tekun dan kreativitas
siswa untuk membuat tepat berdasarkan
puisi bebas dengan imajinasi dan pemilihan
pemilihan kata yang kata yang tepat.
tepat dan memperhatikan
rima
Guru mengamati proses Melaksanakan perintah Tanggungiawab, tekun
siswa menulis puisi dan guru
memberikan bantuan
atau bimbingan
seperlunya.

Konfirmasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru meminta slswa Maju kedepan kelas Percayadiri
maju tJ!.p* kelas membacakan kalimat
membacakhn hasil puisi yang telah dipilih siswa
yung t"tu{ dibuat oleh
siswa.
Guru memberikan Siswa menanggapi dan Motivasi
kesempatan kepada memberi tanggapan
siswa untuk memberikan terhadap hasil temannya
tanggapan/pendapat lain menulis puisi
terhadap hasil temannya
menulis puisi

3. KegiatanPenutup
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Mengulang kembali pelajaran Menjawab Kompetisi
yang telah diberikan dengan pertanyaan
membenkan pertanyaan secara
lisan
Memberikan kesimpulan dan Memperhatikan Rasa ingin tahu
w

92

penguatan terhadap hasil


pembelajaran menulis puisi.
Membaca doa dan Religius
Berdoa dan mengucapkan salam rnemberi salam
kepada guru.

H. ST'MBER BELAJAR
Buku Bahasa lndonesia Kelas V Sekolah Dasar

I. Penilaian
No Indikator Teknik Bentuk Intrumen
1. Menjelaskan tentang rima
dalam puisi.

2. Menulis puisi dengan


pemilihan kata yang tepat.
Tes Tulisan Terlampir

3. Membuat puisi bebas


dengan memanfaatkan
benda-benda disekitar
sekolah sebaeai media.
w

93

Mengetahui

W
Guru Mata Pelajaran Peneliti

ATIK NURHAYATI, S.Pd.I DIAN UTAMI NINGSIH

Mengetahui,
Ke,pala MI Al-Muawanatul Khaeri
tl

79

RENCANA PELAKSANAAN PEMB ELAJARAN


( RPP Kelas Kontrol )

Sekolah MI Al- Muawanatul Khaeriyah


Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester V/II
MateriPokok Menulis Puisi
Alokasi Waktu 2x35 menit
Pertemuan Ke- I

A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan falda secara tertulis dalam
bentuk ringkasan, laporan dan puisi bebas.

B. Kompetensi Dasar
Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
C. Indikator
Menjelaskan tentang pengertian puisi.

Menyebutkan unsur-unsur puisi.


Menyebutkan j enis-jenis puisi.

D. Tujuan Pembelajaran
Siswadapat merf elaskan pengertian puisi.
Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur puisi.

Siswa dapat menyebutkan j enis-j enis puisi.


E. MateriPembelajaran
Menulis Puisi
F. Teknik dan Media Pembelajaran
Teknik/ pendekatan kontekstual
:a3

80

G. Langkah-Langkah Pembelajaran

3. Pendahuluan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter

Mengucapkan salam Menjawab salam dan Religius


dan doa doa
Guru melakukan Siswa meqiawab Perhatian
aoerseosi oertanvaan suru
Guru menyampaikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
tujuan pembelajaran
,vang akan dicapai
mensenai menulis puisi

4. Kegiatan Inti

Eksplorasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru menjelaskan Memperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
tentang pengertian puisi, mencatat fulisan tatru
menyebutkan unsur- ada dipapan tulis
unsur puisi dan
menyebutkan jenis-jenis
puisi dan mencatatrya
dipapan tulis.

Elaborasi
Kegiatan Guru I Kegiatan Siswa I Nilai Karakter
>.3

81

Guru memberikan salah Memperhatikan Rasa ingin tahu


satu contoh puisi

Guru memberikan soal Mengerjakan perintah Tanggung Jawab, Tekun


terkait tentang guru
pengertian puisi, unsur-
lrnsur puisi dan jenis-
jenis puisi.

Guru mengamati proses Melaksanakan perintah Tanggungjawab, tekun


siswa mengerjakan soal. guru

Konfirmasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru meminta siswa Mengumpulkan hasil tes Percayadiri
mengumpulkan hasil
kerjaaannya.
Guru memberikan Menjawab pertanyaan
pertanyaan secara lisan
kepada siswa terkait
'tentturg pengertian puiSi,
unsur-unsur puisi dan
jenis-jenis puisi.

KegiatanPenutup
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Mengulang kembali Memperhatikan Rasa ingin tahu
pelajaran yang telah
diberikan dan
memberikan kesimpulan
82

Membaca doa dan I Religius


Berdoa danmengucapkan memberi salarn kepada
salam guru.

STJMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar

L Penilaian
No Indikrtor Teknik Bentuk Intrumen
l. Menjelaskan pengertian 4. Jelaskan
puisi. pengertian
puisi ?

'l Menyebutkan unsur-unsur 5. Sebutkan


puisi. Tes/ Non Tulisan/ tmsur-
Tes Lisan unsur
puisi !

3. Me'nyetutkan jenis-jenis 6. Sebu&an


puisi jenis-jenis
puisi !
83

w
Mengetahui Jakarta,.......i.......,........ . -.20L4

Gtrnr Mata Felajaran Peneliti

I,'Dru SUTRISNA DI,AN UTAMI NINGSIH


-v4t

84

Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP Kelas Eksperimen )

Sekolah MI Al- Muawanatul Khaeriyah


Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester V/II
MateriPokok Menulis Puisi
Alokasi Waktu 2x35 menit
Pertemuan Ke- 2

A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan fakta secara tertulis dalam
bentuk ringkasan, laporan dan puisi bebas.
B. Kompetensi Dasar
Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat.
C. Indikator
Menjelaskan telrtang rima dalam puisi.
Menulis puisi dengan pemilihan kata yang tepat.
Membuat puisi bebas dengan memanfaatkan benda-benda disekitar sekolah
sebagai media.

D. Tujuan Pembelajaran
Siswadapat meqielaskan tentang rima dalam puisi.

Siswa dapat menulis puisi dengan pemilihan kata yang tepat.

Siswa dapat membuat puisi dengan tema yang telah ditentukan dengan
pemanfaatan benda-benda sekitar sekolah sebagai media.

E. MateriPembelajaran
Menulis Puisi
F. Teknik dan Media Pembelajaran
Teknik/ pendekatan kontekstual
85

G. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan

KegiatanGuru Kegiatan Siswa Nilai Karakter

Mengucapkan salam Menjawab salam dan Religius


dan doa doa
Guru melakukan Siswa menjawab Motivasi
apersepsi mengenai pertanyaan guru
pelajaran dipertemuan
sebelumnya terkait
materi puisi dan siswa
yang bisa menjawab
akan diberikan reward
berupa alat tulis.
Guru menyampaikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
mengenai menulis puisi

2. Kegiatan Inti

Elisplorasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru menjelaskan Memperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
te,lrtang rima dalam puisi tahu
Guru memberikan contoh Memperhatikan Perhatian dan Rasa ingin
puisi dengan benda- tahu.
beirda yang ada disekitar
sekolah dengan
pemilihan kata yang tepat
din memp'erhdtikan rima
dalam puisi.
a:$

86

Elaborasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru memotivasi siswa Mengerjakan tes Kereatif dan Percaya diri
dengan membeikan
reward berupa alat tulis
b"gr siswa yang dapat
menulis puisi sesuai
dengan kriteria

Guru memerintahkan Menulis puisi


siswa untuk membuat berdasarkan tema yang
puisi bebas dengan ditentukan "sekolah"
pemilihan kata yang
tepat dan memperhatikan
rima.

Guru mengamati proses Melaksanakan perintah Tanggungjawab, tekun


siswa menulis puisi dan guru
memberikan bantuan
atau bimbingan
seperlunya.

Konfirmasi
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Guru meminta siswa Maju kedepan kelas Percayadiri
maju kedepan kelas membacakan kalimat
membacakan hasil puisi yang telah dipilih siswa
yang telah dibuat oleh
siswa.
Guru memberikan Sisr*'a menanggapi dan Motivasi
kesempatan kepada memberi tanggapan
siswa untuk memberikan terhadap hasil temannya
?#'

87

tanggapar/pendapat lain menulis puisi


terhadap hasil temannya
menulis puisi
Guru memberikan Menerima reward dari Motivasi, kompetisi
reward berupa tepuk guru berupa tepuk
tangan kepada siswa tangan yang telah
yang telah berani maju berhasil
kedepan membacakan mempresentasikan hasil
hasil tesnya. tesnya

KegiatanPenutup
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Nilai Karakter
Mengulang kembali Menjawab pertanyaan Kompetisi
pelajaran yang telah
diberikan dengan
memberikan pertanyaan
secara lisan
Memberikan Memperhatikan Rasa ingin tahu
kssimFulan dan
penguatan terhadap hasil
pembelajaran menulis
puisi
Membaca doa dan Religius
Berdoa danmengucapkan memberi salam kepada
salam guru.

SUMBER BELAJAR
Buku Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar
v*

88

I. Penilaian
No Indikator Teknik Bentuk Intrumen
1. Menjelaskan tentang rima
dalam puisi.

2. Menulis puisi dengan


pemilihan kata yang tepat.
Tes Tulisan Terlampir

3. Membuat puisi bebas


dengan memanfaatkan
benda-benda disekitar
sekolah sebaeai media.

Me,ngetahui Jakarta,...... ...2014


Guru Mata Pelajaran Peneliti

?ri'wd,lL

ATIKNURHAYATI, S.Pd.I DI,AN UTAMI NINGSIH

Mengetahui,
Kepala MI Al-Muawanatul Khaeriyah

T, S.Pd.I
w*

Lampiran 3

KISI.KISI INSTRUMEN

Nama Sekolah MI Al-Muawanatul KhaeriYah


Mata Pelajaran Bahasa lndonesia

Kelas/Semester v/II
Jumlah 1 Butir Soal

Standar KomPetensi Menulis


8. Mengungkapkan pikiran, pelasaan, informasi, dan
fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan
puisi bebas.

1. Siswa dapat Uraian


8.3. Menulis Puisi
bebas dengan menulis puisi
dengan
pilihan kata Yang
memanfaatkan
tepat benda-benda di
lingkungan sekitar
sekolah sebagai
media.

2. Siswa daPat
menulis Puisi
dengan
menggunakan
pilihan kata Yang
tepat.

3. Siswa daPat
menulis Puisi
dengan
mempelhatikan
rima
ed

_e INSTRUMEN PENELITIAN POSTTESTKELOMPOK


EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL

Nanra

Kelas
Hari/Tanggal

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:


l. Tema puisi bebas
2. Berilah judul yang sesuai dengan tema !

3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

;
I

Ciputat, 28 Februari 2014


Judgement Ahli Terhadap Validitas Instrumen

- - _:--:
i-.
ql

INSTRUMEN PENELITIAN POSTTEST KE,LOMPOK


EKSPERIMEN DAi'i KELOMPOK KONTROL
a

Narna

Kelas

Hari/Tanggal

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:


l. Tema puisi bebas.
2. Berilah judul yang sesuai dengan tema!
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

Ciputat. Februari 2014


Judgement Ahli Terhadap Validitas Instrumen

Nafia Wafiqni, M.Pd.


K

INSTRTIMEN PE}TELITIAN POSTTE STKELOMPOK


EIGPERIMEN DAIY KELOMPOK EKSPERIMEN

Nama (ia fuYlqnaV


'
Kelas
Hari/Tanggal
\,\b
Buatlah sebuahpuisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:

L Tema puisi bebas.


2- Berilah judul yangsesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata 5rang tepatl

P..*arr,

=,-=::====_-:=9::=_-_-:=:=_-====:::=:r:::::=:=::=__!=::::::==:::==:::::i:::::::::::::___-__:t====:=====:

t-

I
K

INSTRUMEN PEIIELITIAN POSTTESTKELOMPOK


EKSPERNUEN DAIY KELOMPOK ET$PERIMEN

,M. lqbt
,o
Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai
berikut:
I. Tema puisi bebas.
2- Berilahjudul yangsesuai dengantema I
3. Gunakantah kata-kata jang tepatl

f qs{h-nru{--ff-y*Lusehnt/-___lgJMN__U,
n{a(\ff }enltr}u____se.-bla.$__J*JerBt_V-
S-ulrxi_he.-s,rhah__Ir*E___---
lchh --srsnlddi ss&m_:
K

INSTRUMEN PEI\TELITIAN POS TTEST KELOMPOK


EKSPERIMEN DAIY Kf,LOMPOK EIGPERIMEN

Nama : lnba,f)
Kelas :5
HarilTanggal :

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:

t Tema puisi beb!,!-.


2- Berilah judul yangsesuai dengan tema I
3" Gtmakanlalr kata-kata Srang tepatl

l:lv r !#l*rute

, i
ffiF', .=1".,,'#lm-, 35r'
E

INSTRUMEN PENELITIAN POSIITEST KELOMPOK


EKSPERIMEN DAN KELOMPOK I(ONTROL

Nama jn' In dccl"


Keias v
Hari/Tanggal

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketenhran sebagai berikut:

1. Team puisi bebas.


2. Berilah judul yang sesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

.lt{c"ti.[cr,- - - Jsi*q- --- }jI s cr- S.cd i.n ---- HgJF-czlCcI r:{,- --

-- -h.^ryrrart -----
Flcl.r--- - S ectil+
----Yie.=i-Kc*----ks,rria.tr----t-i-crar*.-Jagi----/-i-gc^mp-ing tsua
P--ef Ei- -- ---[S.ening ot Lk a-u,- -Kt r -
$ - --

-d*^------Xd-o-rtt--b:-r,i*s.tk,*-----n1--e,_&Ja-.di____S--€.nd;ri
-----EArr-pe ---*-em -Yr*rrg- IIC -e -n€ /vJ,cr n i- - ---- - ---
- -
E

INSTRT'}TEN PENELTTIAN POSTTEST KELOilIPOK


EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL

Narna
Kelas
Hari/Tanggal :
:

:-y
&Itf

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai


I
berikut:
1" Term ptrisi b,ebas.

Z. Berilah judul'yang sesuai dengan tema I


3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

- - *-:rso*----im-eh&[----eh--r*w-*&----- bet*-rlg&* ild ;,


L
L

INSTRUhIEN PENELMIAN POSTTEST Kf,LOilIPOK


EKSPERIMEN DAIT KELOMPOK KONTROL

Nama
?s L*."^(sa ?i
Kelas
Flarifianggal
bo
Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketenhran
sebagai berikut:
' 1. TanapuisiM.
Z. Berilah judul yang sesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

----orr.---B-unrr-
-- --k u^ro- -- --E,oo-r"n_ __ _q{"So-r sla,._

-(o -Pt crr-. r


--ku----Sq,ptra---fZ[sr^,, -
"* ^,
]
fu'
E

INSTRTIME N PENELMIAN POS?]TE, T KELOilIBOK


EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL

Na*na
Kefas
g0
Hari/Tanggal

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:


1" Tenm pusi beh.
2. Berilahjudul yang sesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

6 ul'u Ku

------fefUleq---l!4iih----9rlo{Es--
-------Ecrrt--tBlah----(\g$hg frKrt____gLodirJifq0________

-------Xsgttr{kr - - -qdcd};L---..pshl'argea-___tenpg_-__taruler__$sgl--_
------ -sE$- _ _Ioqr n _ - _leprtt $u
E

INSTRTftIEN PENELMIAN PO,S?]TEST KELO}TPOK


EKSPERIMEN DAII KELOMPOK KONTROL

Napra : $cle frinr*


Kelas :t
Hari/Tanggal :

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketenhran sebagai


berikut:
L Tenmpursiffi.
2. Berilah judut yang sesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

Si Badut

Oh -" BadurL
INSTRUMEN PENELTTIAN POSI:TESTKELOMPOK
EI(SPERIMEN DAN KELOMPOK EI(SPERIMEN

Nama :rrfi . zidan


Kelas
HarilTanggal

Buatlah sebuah puisi bebas dengan ketentuan sebagai berikut:


l. Tema puisi bebas.
2- Berilah judul yangsesuai dengan terna I
3. Gmakanlah kata-kata yang tepatl

D e.g a-K w

q\q
INSTRUMEN PENMLTTTAN PO,TTTEST KELOMPOK
EKSPERIMEN I}AN KELOMPOK EI$PERIMEN

Narna
Kelas
FlariiTanggal
vhaAteroh

bs
Buatlall sebuahpuisi behs dengan ketenhran sebagai berikut:
t. Terna puisi ffi.
2. Berilah judul yang sesuai dengan tema I
3. Gunakanlah kata-kata yang tepat!

*wan

--__-___--AB^rt
73'

KEMENTERIAN AGAMA No. Dokumen FITK.FR.AKD-067


UIN JAKARTA Tgl. Terbit 'l Maret 2010
FORM (FR)
FITK No. Revisi 01
Jl. k. H. Juanda No 95 Ciputat 15412 lndonesia
1t1
SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAT.I
Nomor: Un.01lF1lTl.022l 12014 Jakarta,'1 0 Februari 2014
Lamp. : Outline/Propcsal
Hal : Permohonan lzin Penelitian

Kepada Yth.
Kepala Sekolah
.Ml Al-Muawanatul Khaeriyah
di
Tempat

Assalamu'alaikum wr.wb
Dengan hormat kami sampaikan bahwa,

Nama : Dian Utami Ningsih


Nim : 109018300008
Jurusan : Pendidikan Madrasah lbtidaiyah
Semester :X (sepuluh )
Judul Skripsi : Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Hasil Belajar
Bahasa lndonesia Pada Materi Puisi Siswa Kelas V Ml Al-
Muawanatul Khaeriyah

adalah benar mahasiswa Fakultas llmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta
yang sedang menyusun skripsi, dan akan mengadaka penelitian ( riset ) di
instasi/sekolah? madrasah yang Saudara pimpin.

Untuk itu kami mohon Sudara dapat mengizinkan mahasiswa tersebut ,


melaksanakan penelitian yang dimaksud.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'ataikum wr.wb.
a.n. Dekan
Kajur PGMI

oQp\,
Dr. Fauzan, MA
N lP. 1 9761 1 07 2007 01 1013
Tembusan:
1. Dekan FITK
2. Pembantu Dekan Bidang Akademik
3. Mahasiswa yang bersangkutan
KEMENTERIAN AGAMA
UIN JAKARTA Tgl. Terbit : 1 Maret 2010
,*avwl FITK FORM (FR)
twEA*, J!. t.. H. Juanda No 95 Cipulal 15412 lndonesia

EERMOHONAN SURAT BIMBINGAN SKRIPSI


Nomor : Istirnewa Jakart4 5 Februari 2013
I-arnpiran : Satu berkas Proposal
Perihal : Bimbingan Skripsi

Kepada Yth.
Ka. Subbag Akadernik & Kernahasiswaan
Fakultas Ihnu Tarbiyah dan Keguruan
di
Tempat

A s s al amu' alai kum wr. w b.

Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama Dian Utami Ningsih


NIM r 0901 8300008
.lurusan/Prodi KI/PGMI
Sentester VIII (Delapan)

Dengan ini mengajukan permohonan srirat bimbingan skripsi. sebagai salah


satu syarat rnenyelesaikan program s-1 (strata 1) urN Sy,arif Hidayatullah
Jakarta. Adapun judul skripsi yang diajukan adalah:
PENERAPAN METODE REWARD DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS III MI
RA I'DHATUL MUTA'ALLIMIN JAKARTA SELATA}{
Dosen Pembimbing Skripqi yang diusulkan:
Pembimbing I
Pembirnbing II

Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan proposal.


Dernikian permohonan ini saya sampaikan, atas perhatiannya diucapkan
terima kasih.

Wassalamu' alaihim u,i. wb.

urusan Kependidil%n Isl Pemohon,

,t*l.i
il:<ls
i* \i
r.\4-\q
Zakaria,M. ft{.Pf,f* Dian Utami Ningsih
30 198503 1 002 NIM.109018300008
'Iembusan:
l. Dosen Penasehat Akademik
MADRASAH IBTIDAIYAH
AL-MUAIIIANATUL KHAERIYATI (AII{K)
Jalan Krendang Selatan l/1, Kecamatan Tambora
JAKARTA BARAT 11260
NSM . 112317440121 - Tetp. (02i) 6329286, 68824895
Terdaftar Pada :
DinasP&PDKI JakartaNo 6/MD/PP ll/69, Kanwil Depag DKt Jakarta No. 23lD 3tlll 3t314l74,lzin Pend. p & p DKI No.06S/SD/JB/il1/75

SURAT KETERANGAN
Nomor : MI.09.04. 15 lPP.07 1395 12014

Yang beilanda tangan dibawah ini , Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al-Muawanatul Khaeriyah
lakarta Barat menerangkan bahwa :
Nama : Dian Utami Ningsih
Nim : 109018300008
Program Studi : Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah ( PGMI )
Semester :X(sepuluh)

Adalah benar telah melaksanakan penelitian di MI Al-Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat dari
tanggal..... Februari 2014 s.d tanggal ..... Februari 2014 dalam rargka Penulisan Skripsi yang
berjudul:

" Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Materi
Menulis Puisi Siswa Kelas V MI Al-Muawanatul Khaeriyah Jakarta Barat$ ,

Demikian surat keterangan ini diberikan, untuk dat diketahui da dipergunaka sebpgaimana
mestinya.

Jakarta, Februari 2014

I
RIWAYAT PENULIS

Penulis bemama lengkap Dian utami Ningsih adalah Mahasiswa UIN


syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Pendidikan Guru Madrasah lbtidaiyah.
Tempat dan tanggal lahir di Jakarta 13 Maret 1991. Penulis bertempat tinggal di
jalan lrrendang selatan 2 rfi5/07 no 16 kel. krendang kec. tambora Jakarta Barat.

Penulis menempuh pendidikan di rK Sa'adatuddarain (1996-1997).


Mela4jutkan pendidikan sekolah Dasar di sDI
sa'adatuddaratn {1997-zoo3).
Melanjutkan pendidikannya menengah pertamanya di MTs Daar el- eolam
Tangerang, Banten (2003-2006), dan melanjutkan pendidikan menengah atas di
MA Daar el- Qolam Tangerang, Banten (2006-2009).

Penulis aktif berkecimpung dalam organisasi kampus baik internal


maupun eksternal. Pada tahun 2010-2A12 penulis tercatat sebagai pergurus Badan
Eksekutif Mahasiswa Jurusan PGMI. 2013 sampe saat ini mengajar disalah satu
Madrasah Ibtidaiyah dan tercatat sebagai wali kelas 2.