Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

ACARA 2.1.2
(MENGAMATI SIMPANAN AMILUM DALAM DAUN)

Disusun oleh
Nama : Muhammad Zayyan Muafi

NIM : 20/456625/PT/08474
Gologan/Lab : Senin Genap 06/BBB
Asisten : Unggul Fajar Hidayat

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses keberlangsungan kehidupan tumbuhan untuk memenuhi
kebutuhannya, dia akan melakukan yang namanya fotosintesis. Proses fotosintesis inilah
yang dapat menghasilkan zat gula atau amilum. Sebagian zat gula akan dirombak untuk
menghasilkan energi yang digunakan dalam beraktivitas dan sebagian lagi akan dijadikan
bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain. Misalnya protein, lemak, dan vitamin.
Salah satu faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah cahaya. Jika mendiskusikan
efek cahaya terhadap laju fotosintesis, ada tiga elemen yang harus diketahui. Pertama
intensitas cahaya, kualitas cahaya (panjang gelombangnya), dan durasi penyinaran
(Robbins, 1964).
Karbohidrat yaitu senyawa karbon yang terdapat dialam sebagai molekul yang
kompleks, memiliki banyak ragam seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida.
Monosakarida merupakan karbohidrat sederhana yang dapat diikat bersama-sama untuk
membentuk dimer, timer, dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua
monosakarida san timer terdiri atas tiga monosakarida (Kimbal, 2010). Stomata pada daun
menutup atau membuka terjadi sebagai akibat dari perubahan tekanan turgor dalam sel jaga.
Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan turgor yaitu pH. Pada malam hari, CO2
dalam daun meningkat sebagai akibat berhentiya proses fotosintesis. Peningkatan CO2 ini
menurunkan pH sehingga terjadi perubahan gula menjadi pati. Dalam hal ini turgor turun
dan stomata menutup (Darmawan, 2010).

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
1. Mengetahui hasil fotosintesis dengan mengamati amilum yang tersimpan pada daun.
2. Mengetahui cahaya matahari dapat mempengaruhi hasil fotosintesis.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses pada tumbuhan hijau untuk menyusun senyawa
organik dari karbondioksida dan air. Proses fotosintesis hanya akan terjadi jika ada cahaya
dan melalui perantara pigmen hijau klorofil yang terletak pada organel sitoplasma tertentu
yang disebut kloroplas. Reaksi keseluruhan dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut:
CO2 + H2O + Energi Cahaya = (CH2O) + O2
(A.R.Loveless,1991:281)
Menurut Dwidjoseputro, fotosintesis merupakan suatu sifat fisiologi yang hanya
dimiliki khusus oleh tumbuhan yaitu suatu kemampuan menggunakan zat karbon dari udara
uantuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman dimana
peristiwa ini hanya berlangsung jika ada cukup cahaya. (D.Dwidjoseputro,1989:6) sehingga
dapat dikatakan bahwa fotosintesis atau asimilasi zat karbon merupakan proses dimana zat-
zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dirubah menjadi zat organik karbohidrat dengan
pertolongan cahaya atau sinar. Fotosintesis merupakan suatu proses biokimia yang
dilakukan tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai
(nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya matahari. Fotosintesis berjasa menghasilkan
sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan
energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis
adalah salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari ACO2
diikat menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.
B. Amilum
Berdasarkan Heny Herawati 2011 dalam jurnalnya berjudul potensi pengembangan
produk pati tahan cerna sebagai pangan fungsional bahwa amilum atau yang sebut dengan
pati adalah karbohidrat yang terdiri atas amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan
bagian polimer linier dengan ikatan α-(1−> 4) unit glukosa. Derajat polimerisasi amilosa
berkisar antara 500−6.000 unit glukosa, bergantung pada sumbernya. Amilopektin
merupakan polimer α-(1−> 4) unit glukosa dengan rantai samping α-(1−> 6) unit glukosa.
Dalam suatu molekul pati, ikatan α-(1−> 6) unit glukosa ini jumlahnya sangat sedikit,
berkisar antara 4−5%. Namun, jumlah molekul dengan rantai yang bercabang, yaitu
amilopektin, sangat banyak dengan derajat polimerisasi 105 − 3x106 unit glukosa (Heny
Herawati, 2011).
Fiksasi karbon tidak membutuhkan cahaya, oleh karena itu biasa disebut sebagai reaksi
gelap. Namun, Fiksasi karbon tidak pula terjadi saat gelap, nyatanya banyak enzim yang
terlibat di reaksi fiksasi karbon lebih aktif ketika ada cahaya dari pada ketika gelap.
Kemudian, reaksi fiksasi karbon ini juga bergantung pada produk dari reaksi
terang (Solomon et al, 2011).
Siklus Calvin merupakan jalur metabolisme yang serupa dengan siklus Krebs
dalam arti bahwa materi awal diregenerasi setelah molekul memasuki dan meninggalkan
siklus ini. Karbon memasuki siklus Calvin dalam bentuk CO2 dan keluar dalam bentuk
gula. Siklus ini menggunakan ATP sebagai sumber energi dan mengkonsumsi NADPH
sebagai tenaga produksi untuk penambahan electron berenergi-tinggi untuk membuat gula
(Reeceet al, 2014).
BAB III METODE

A. Alat dan bahan


Untuk melakukan praktikum ini, bahan utama yang harus disiapkan adalah daun
dikotil dan monokotil yang telah dibungkus dengan kertas timah pada hari sebelumnya.
Kemudian alkohol 95% , larutan JKJ, cawan patri, kompor listrik, gelas piala dan penjepit.
Alkohol 95% berfungsi untuk melarutkan klorofil dari daun. Larutan J-KJ berfungsi untuk
mewarnai amilum dalam daun. Cawan patri, berfungsi sebagai tempat daun yang akan
ditetesi J-KJ gelas piala berfungsi sebagai tempat rebusan dan kompor listrik berfungsi
untuk memanaskan air dan alkohol yang digunakan untuk merebus daun. Sedangkan
penjepit digunakan untuk mengambil daun dalam rebusan air dan alkohol.

B. Cara kerja
Hal pertama yang harus disiapkan sebelum melakukan praktikum ini
adalah membungkus sebagian daun dengan kertas timah pada hari sebelumnya.
Pembungkusan dengan kertas timah ini bertujuan untuk menghalangi cahaya matahari agar
tidak diserap oleh daun, sehingga pada bagian daun yang ditutup tidak dapat melakukan
fotosintesis. Kemudian setelah daun yang telah ditutup terkena cahaya matahari selama
beberapa jam, daun dipotong dan balutan kertas timah dibuka. Setelah itu, daun
dimasukkan ke dalam air panas selama beberapa menit untuk memecah dinding sel.
Daun yang telah direbus di dalam air panas lalu diangkat dan dimasukkan kedalam
alkohol panas selama kurang lebih dua puluh menit. Namun, bila daun lebih tipis,
perebusan tidak boleh terlalu lama agar tidak merusak sel. Perebusan dengan alkohol ini
berfungsi untuk melarutkan klorofil dalam daun agar memudahkan pengamatan warna.
Setelah dirasa cukup, daun diangkat dan dimasukkan ke dalam air dingin. Proses ini
bertujuan untuk menghentikan pelarutan klorofil dalam daun. Kemudian, daun dimasukkan
ke dalam larutan J-KJ untuk mewarnai amilum dan ditiriskan. Setelah itu, daun dapat
diamati. Bercak biru tua pada daun yang tidak terbungkus kertas timah menandakan bahwa
daun tersebut mengandung amilum.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Tabel. 1 hasil pengamatan simpanan amilum pada berbagai daun
No Warna biru pada daun setelah tes JKJ
Nama Tumbuhan
Ditutup almunium foil Tanpa ditutup
A Monokotil
1. Alang-alang - +
2. Daun bunga iris - +
3. Pandan - +
B Dikotil
1. Daun Jambu air + +
2. Daun Belimbing - +
3. Daun Bayam - +

Keterangan: (+): ada warna biru


(-): tidak ada warna biru
B. Pembahasan
Hal yang diamati dalam praktikum ini adalah kandungan amilum di dalam daun.
Untuk dapat melakukan pengamatan, kita harus membungkus daun dengan kertas timah
pada saat daun belum terkena cahaya matahari selama 24 jam. Hal ini betujuan agar daun
belum sempat melakukan proses fotosintesis, sehingga saat ditutup dengan kertas timah
daun tidak melakukan fotosintesis. Jika daun tidak melakukan fotosintesis, maka daun tidak
menghasilkan amilum karena amilum merupakan glukosa hasil fotosintesis yang disimpan
sebagai cadangan energi. Dengan begitu, kita akan lebih mudah dalam melakukan
pengamatan dan membandingkan bagian daun yang mengandung amilum dengan yang
tidak terdapat amilum.

Dalam melakukan praktikum ini kita membutuhkan alkohol panas dan larutan J-KJ.
Fungsi dari alkohol panas adalah untuk melarutkan klorofil pada daun
sehinggamemudahkan kita untuk melakukan pengamatan warna. Kemudian, larutan
J-KJ berfungsi sebagai zat pewarna amilum yang jika terkena amilum akan bereaksi dengan
menampakkan warna biru gelap pada daun. Dengan begitu, kita dapat lebih mudah
mengamati bagian-bagian daun yang mengandung amilum. Jika diperhatikan pada data
hasil yang diperoleh telah membuktikan dan telah sesuai dengan teori bahwa fotosintesis
menghasilkan amilum. Hal tersebut dapat diperhatikan dalam tabel 1 hasil pengamatan
bahwa dari 6 sample daun yang diamati 100% mengandung amilum pada daun yang tidak
ditutupi dan terdapat 5 sample daun yang tidak mengandung amilum pada daun yang
ditutupi almunium foil. Pada sample daun jambu air pada bagian sample yang ditutupi
almunium foil mengandung amilum. Hal itu dapat terjadi karena pembungkusan yang
kurang rapat. Dapat dinyatakan pada percobaan ini berhasil.
KESIMPULAN
Dari hasil percobaan ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara daun
yang ditutup dengan kertas timah dengan daun yang tidak ditutup dengan kertas timah. Daun yang
tidak ditutup kertas timah menampakkan bercak warna biru gelap ketika diberi larutan J-KJ yang
menjadi penanda bahwa bagian tersebut mengandung amilum. Sedangkan daun yang ditutup
dengan kertas timah tidak terpengaruh dengan larutan J-KJ dan tetap terlihat pucat karena tidak
mengandung amilum. Dari situ dapat diketahui bahwa cahaya matahari mempengaruhi
eksistensi simpanan amilum dalam daun. Hal ini dikarenakan cahaya matahari merupakan
sumber energi utama untuk melakukan fotosintesis. Jika daun tidak terkena cahaya matahari,
maka daun tersebut tidak mampu berfotosintesis sehingga tidak dapat memproduksi glukosa.
DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, 1989, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, Gramedia, Jakarta.

Darmawan, J, 2010, Dasar-dasar Fisiologi Pohon, SITC, Jakarta

Handoko, Papib, 2007, Buku Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan, Universitas Nusantara
PGRI, Kediri.

Herawati, Heny, 2011, POTENSI PENGEMBANGAN PRODUK PATI TAHAN CERNA SEBAGAI
PANGAN FUNGSIONAL, Jurnal litbang pertanian, vol 30(1), hal 32-33

Kimball, 2010, Fisiologi Tumbuhan, Erlangga, Jakarta

Loveless, A.R, 1991, Principles of Plant Biology for the Tropics, Logman Group Limited, Chigago.

Robbins, W.W, 1964, Botany : An Introduction to Plants Science, Third Edition, John Wiley &
Sons, New York.

Reece, Jane B et al, 2014, Campbell Biology Tenth Edition, Pearson Education, Inc., United States
of America.

Solomon et al, 2011, Biology Ninth Edition, Cengage Learning, inc, Canada.
LAMPIRAN

PROPOSAL PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM


ACARA 2.1.2
(MENGAMATI SIMPANAN AMILUM DALAM DAUN)

Disusun oleh
Nama : Muhammad Zayyan Muafi
NIM : 20/456625/PT/08474
Gologan/Lab : Senin Genap 06/BBB
Asisten : Unggul Fajar Hidayat

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM


FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020
BAB I PENDAHULUAN
C. Latar Belakang
Dalam proses keberlangsungan kehidupan tumbuhan untuk memenuhi
kebutuhannya, dia akan melakukan yang namanya fotosintesis. Proses fotosintesis inilah
yang dapat menghasilkan zat gula atau amilum. Sebagian zat gula akan dirombak untuk
menghasilkan energi yang digunakan dalam beraktivitas dan sebagian lagi akan dijadikan
bahan baku untuk menyusun zat-zat penting lain. Misalnya protein, lemak, dan vitamin.
Salah satu faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah cahaya. Jika mendiskusikan
efek cahaya terhadap laju fotosintesis, ada tiga elemen yang harus diketahui. Pertama
intensitas cahaya, kualitas cahaya (panjang gelombangnya), dan durasi penyinaran
(Robbins, 1964).
Karbohidrat yaitu senyawa karbon yang terdapat dialam sebagai molekul yang
kompleks, memiliki banyak ragam seperti sukrosa, monosakarida, dan polisakarida.
Monosakarida merupakan karbohidrat sederhana yang dapat diikat bersama-sama untuk
membentuk dimer, timer, dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua
monosakarida san timer terdiri atas tiga monosakarida (Kimbal, 2010). Stomata pada daun
menutup atau membuka terjadi sebagai akibat dari perubahan tekanan turgor dalam sel jaga.
Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan turgor yaitu pH. Pada malam hari, CO2
dalam daun meningkat sebagai akibat berhentiya proses fotosintesis. Peningkatan CO2 ini
menurunkan pH sehingga terjadi perubahan gula menjadi pati. Dalam hal ini turgor turun
dan stomata menutup (Darmawan, 2010).

D. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
3. Mengetahui hasil fotosintesis dengan mengamati amilum yang tersimpan pada daun.
4. Mengetahui cahaya matahari dapat mempengaruhi hasil fotosintesis.
Tabel. 1 hasil pengamatan simpanan amilum pada berbagai daun
No Warna biru pada daun setelah tes JKJ
Nama Tumbuhan
Ditutup almunium foil Tanpa ditutup
A Monokotil
4. Alang-alang - +
5. Daun bunga iris - +
6. Pandan - +
B Dikotil
4. Daun Jambu air + +
5. Daun Belimbing - +
6. Daun Bayam - +

Keterangan: (+): ada warna biru


(-): tidak ada warna biru

Anda mungkin juga menyukai