Anda di halaman 1dari 6

SAKINAH

A 251 20 021

KELAS B

Alat dan Bahan Laboratorium Kimia

A. Alat

NO NAMA ALAT PENJELASAN GAMBAR


.
Mikroskop adalah alat yang paling
khas dalam laboratorium yang
memberikan perbesaran yang
membuat kita dapat melihat struktur
organisme yang tidak dapat dilihat
oleh mata telanjang. Mikroskop
yang tersedia memungkinkan
jangkauan perbesaran yang luas
dari beberapa kali hingga ribuan
kali. Mikroskop memiliki prinsip
1. Mikroskop
kerja yakni dengan memantulkan
cahaya melalui cermin, lalu
diteruskan hingga lensa objektif. Di
lensa objektif bayangan yang
dihasilkan adalah maya, terbalik,
dan diperbesar. Kemudian
bayangan akan diteruskan dan
menghasilkan bayangan yang tegak,
nyata dan di perbesar oleh mata
pengamat.
2. Oven Oven berfungsi untuk mensterilkan
alat-alat gelas yang tahan terhadap
panas. Digunakan pada sterilisasi
udara kering dengan membebaskan
alat-alat dari segala macam
kehidupan (mikroba) tanpa
kelembaban. Cara menggunakannya
yaitu dengan memasukkan alat-alat
yang telah dibungkus dengan kertas
yang akan disterilkan ke dalam
oven dan menyusunnya pada rak,
kemudian memanaskannya diatas
api.
Hot plate berfungsi untuk
memanaskan larutan dan
mencairkan media yang padat. pH
indikator universal prinsip kerjanya
yaitu dengan menempelkan kertas
3. Hot plate
pH indikator ini kebenda yang akan
di uji pH-nya, ada tingkatan warna
tertentu yang menyatakan nilai atau
tingkatan pH-nya.

Tabung reaksi yang berfungsi


sebagai media pertumbuhan dan
penampungan cairan lainnya seperti
pelarut selain itu juga dapat dapat
diisi dengan media padat, prinsip
kerjanya yaitu pada waktu
memanaskan media yang ada
didalam tabung reaksi, tabung
reaksi harus berada dalam keadaan
miring diatas nyala api dan mulut
tabung jangan sekali-kali
menghadap pada diri kita atau
4. Tabung reaksi orang lain. Tabung reaksi
membutuhkan rak tabung reaksi
yang pada umumnya terbuat dari
kayu yang berfungsi sebagai tempat
menyimpan tabung reaksi. Selain
itu, dibutuhkan alat penjepit yaitu
gegep, prinsip kerjanya yaitu
menjepit tabung reaksi ketika di
panaskan dan cara
menggunakannya adalah dengan
menekan pemegang penjepit
kemudian menjepit tabung dengan
lubang yang ada dtengah penjepit.
5. Cawan petri Cawan petri yaitu wadah yang
menyerupai mangkuk dengan dasar
rata. Cawan ini digunakan sebagai
wadah penyimpanan dan
pembuatan kultur media. Prinsip
kerjanya yaitu medium dapat
dituangkan ke cawan bagian bawah
dan cawan bagian atas sebagai
penutup.
Pembakar bunsen / pembakar
Spirtus, prinsip kerjanya yaitu
dengan menyalakannya dengan
membakar bagian sumbu (pada
pembakar spirtus) dengan korek api
atau dengan memberiapi pada
bagian atas (dari pembakar bunsen
yang berbahan bakar gas). Bunsen
Pembakar bunsen / ini ada yang berbahan bakar gas
6. atau methanol. Fungsi untuk
pembakar Spirtus menciptakan kondisi yang steril.
Api yang menyala dapat membuat
aliran udara karena oksigen
dikonsumsi dari bawah dan
diharapkan kontaminan ikut
terbakar dalam pola aliran udara
tersebut. Juga alat ini dapat
digunakan untuk mensterilkan
jarum ose atau yang lainnya.
Jarum Ose adalah batang kaca yang
ujungnya terdapat kawat panjang,
ada yang berbentuk lurus dan ada
pula yang bulat. Berfungsi untuk
memindahkan atau mengambil
7. Jarum ose suatu objek ke media yang akan
digunakan kembali. Prinsip
kerjanya yaitu ose disentuhkan pada
bagian objek kemudian
menggosokkan pada kaca preparat
untuk diamati.
Spatula berupa sendok panjang
dengan ujung atasnya datar, terbuat
dari stainless steel atau alumunium.
alat untuk mengambil obyek.
Spatula yang sering digunakan di
8. Spatula laboratorium biologi atau kimia
berbentuk sendok kecil, pipih dan
bertangkai. Fungsi spatula yaitu
Untuk mengambil bahan kimia
yang berbentuk padatan dan dipakai
untuk mengaduk larutan.
Andriani, R. (2016). Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi Untuk Mengatasi Keselamatan Kerja dan
Keberhasilan Praktikum. Jurnal Mikrobiologi Vol, 1(1).

B. Bahan

NO PENJELASAN GAMBAR
NAMA BAHAN
.
Bahan yang dapat menyebabkan
iritasi, gatal-gatal dan dapat
Natrium Hidroksida
1. menyebabkan luka bakar pada
(NaOH)
kulit. Hindari kontak langsung
dengan kulit.
Bahan yang dapat merusak
kesehatan tubuh bila kontak
langsung dengan tubuh atau
2. Metanol (CH3OH) melalui inhalasi.
Jangan dihirup, jangan ditelan
dan hindari kontak langsung
dengan kulit.
Bahan yang bersifat sangat
beracun dan lebih sangat
berbahaya bagi kesehatan yang
3. Hydrogen sulfida juga dapat menyebabkan sakit
kronis bahkan kematian.
Hindari kontak langsung dengan
tubuh dan sistem pernapasan.
Bahan yang bersifat korosif, dapat
merusak jaringan hidup, dapat
menyebabkan iritasi pada kulit,
Asam Klorida gatal-gatal dan dapat membuat
4.
(HCl) kulit mengelupas.
Hindari kontak langsung dengan
kulit dan hindari dari benda-benda
yang bersifat logam.
Bahan yang amat sangat mudah
terbakar. Berupa gas dan udara
yang membentuk suatu campuran
5. Dietil eter (cairan) yang bersifat mudah meledak di
bawah kondisi normal.
Jauhkan dari campuran udara dan
sumber api.
Bahan-bahan yang dapat merusak
Gas halogen (Br sistem inhalasi atau pernapasan
6. Br2, Cl2, uap eter, Jangan dihirup.
uap kloroform)

Padatan yang mudah terbakar


Hindari panas atau bahan mudah
terbakar dan reduktor, serta
hindari kontak dengan air apabila
Sulfur, Picric acid,
7. bereaksi dengan air dan
Magnesium.
menimbulkan panas serta api.

Subamia, I. D. P., Sriwahyuni, I. G. A. N., & Widiasih, N. N. (2019). Analisis Resiko Bahan Kimia Berbahaya di
Laboratorium Kimia Organik. Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan
Pembelajarannya, 13(1), 49-70.
NILAI TEMAN SEJAWAT

Anggota kelompok 3 :

1. Nurmasita G. Labolo A 251 20 001 (Nilai 4 dari saya, karena mampu menjelaskan materi
yang di dapatnya, selama diskusi sangat aktif saling memberikan masukan dan mampu
memberikan informasi baru terhadap teman-teman kelompok).
2. Nabila Rifka Aprilia A 251 20 019 (Nilai 4 dari saya, karena mampu menjelaskan materi
yang di dapatnya, selama diskusi sangat aktif saling memberikan masukan dan mampu
memberikan informasi baru terhadap teman-teman kelompok).
3. Nurhayati A 251 20 033 (Nilai 4 dari saya, karena mampu menjelaskan materi yang di
dapatnya, selama diskusi sangat aktif saling memberikan masukan dan mampu
memberikan informasi baru terhadap teman-teman kelompok).
4. Sakinah A 251 20 021

12
Nilai yang saya dapatkan dari teman kelompok yaitu : x 100 = 100. (Nurmasita, Nabila
12
dan Nurhayati memberikan nilai 4 kepada saya sehingga hasilnya mendapat nilai 100).