Anda di halaman 1dari 7

p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG HAIs DENGAN


KEPATUHAN MENCUCI TANGAN BERDASARKAN FIVE MOMENT DI IGD
RSUD KOTAMOBAGU

Fitry Mongilong
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Graha Medika Kotamobagu

ABSTRAK
Latar Belakang: Healthcare-Associated Infections (HAIs) adalah infeksi yang terjadi di
rumah sakit dan menyerang pasien yang sedang dalam proses perawatan, yang tidak
ditemukan dan tidak dalam masa inkubasi saat pasien masuk rumah sakit. Jika pengetahuan
baik maka perawat akan semakin patuh dalam mencuci tangan sebagai respon akan
pencegahan HAIs.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang HAIs dengan
kepatuhan mencuci tangan berdasarkan five moment di IGD RSUD Kotamobagu
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cros-sectional,
yaitu peneliti melakukan penelitian dalam satu waktu. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh perawat yang sedang dinas di ruangan. Tekhnik sampling yang di gunakan dalam
penelitian ini adalah sampel jenuh, artinya teknik penentuan sampel bila semua anggota
populasi digunakan sebagai sampel. Data dianalisa dengan menggunakan analisis univariat
dan bivariat dengan uji chi-square
Hasil: berdasarkan uji chi-squere menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel
dengan nilai ρ value 0,000<0,05
Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan perawat tentang
HAIs dengan kepatuhan mencuci tangan berdasarkan five moment di IGD RSUD
Kotamobagu
Saran: untuk tempat penelitian agar dapat memberikan referensi pengetahuan perawat
tentang HAIs dengan kepatuhan mencuci tangan berdasarkan five moment

Kata kunci: Tingkat pengetahuan perawat, Kepatuhan mencuci tangan, IGD, HAIs

ABSTRACT
Background: Healthcare-Associated Infections (HAIs) are infections that occur in
hospitals and attack patients who are in the treatment process, which are not found and not
in the incubation period when patients are hospitalized. If knowledge is good, nurses will
be more obedient in hand washing in response to prevention of HAIs.
Purpose: To determine the relationship between the level of knowledge of nurses about
HAIs and compliance with handwashing based on five moments at the IGD RSUD
Kotamobagu
Method: This study uses analytical design with a cross-sectional approach, ie
researchers conduct research at one time. The population in this study were all nurses who
were serving in the emergency room. The sampling technique used in this study is saturated
samples, meaning the sampling technique if all members of the population are used as
samples. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with chi-square test
Results: based on the chi-square test shows the relationship between the two variables
with a value of ρ value 0,000
Conclusion: There is a significant relationship between the level of knowledge of
nurses about HAIs and compliance with hand washing based on five moments in the IGD
RSUD Kotamobagu

27
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

Suggestion: for research sites to provide a reference for nurses' knowledge about HAIs
with hand washing compliance based on five moments.
Keywords: Level of knowledge of nurses, Compliance with handwashing, ED,
HAIs

PENDAHULUAN Menurut Depkes RI, 2015 Rata - rata


Infeksi terkait perawatan kepatuhan petugas untuk mencuci tangan
kesehatan atau Healthcare Associated di Indonesia hanya 20% - 40%" (dalam
Infections (HAIs), yang juga disebut Sari , 2017).
sebagai infeksi "Nosokomial" atau Berdasarkan hasil penelitian dari
"Rumah Sakit", adalah infeksi yang (Langingi, 2016) di RSUP
terjadi pada pasien selama perawatan di PROF.DR.R.D KANDOU MANADO
rumah sakit atau fasilitas perawatan dari 45 responden dengan kategori
kesehatan lainnya setelah pasien masuk pengetahuan baik terlihat bahwa 7
rumah sakit dalam kurun waktu 48 – 72 responden (9%) perawat kurang patuh
jam. Hasil survey yang dilakukan World dalam mencuci tangan dan 38 responden
Health Organozations (WHO) pada (48,7%) perawat patuh dalam mencuci
tahun 2016, menyatakan bahwa tangan. Hal ini berarti bahwa jika
prevalensi kejadian Infeksi nosokomial pengetahuan baik maka perawat akan
di Eropa lebih dari 4 juta- 4,5 juta pasien semakin patuh dalam mencuci tangan
terkena setiap tahun. Diperkirakan sebagai respon akan pencegahan infeksi
sekitar 1,7 juta pasien yang terkena nosokomial.
infeksi nosokomial setiap tahun di Menurut penelitian dari (Putri.S.F
Amerika Serikat dan ini mewakili dan, 2018) Didapat hasil bahwa tingkat
prevalensi 4,5% untuk 99.000 kematian kepatuhan tenaga kesehatan dalam
(Syamsulastri, 2017). melakukan five moments forhand
Infeksi nosokomial atau hygiene diruangan ICU Barat RSUP
Healthcare-Associated Infections (HAIs) Sanglah Denpasar Tahun 2018 yaitu dari
adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit 40 orang sebagian besar tenaga kesehatan
dan menyerang pasien yang sedang yang memiliki tingkat kepatuhan dalam
dalam proses perawatan, yang tidak kategori patuh sebanyak 36 orang
ditemukan dan tidak dalam masa (90,0%), yang memiliki tingkat
inkubasi saat pasien masuk rumah sakit. kepatuhan dalam kategori cukup patuh
Rumah sakit merupakan tempat untuk yaitu berjumlah 4 orang (10,0%) dan
mencari kesembuhan namun juga tidak ada yang memiliki tingkat
merupakan sumber infeksi. Rumah sakit kepatuhan dalam kategori kurang patuh.
memiliki risiko tinggi menjadi tempat Hasil survey data awal yang
penyebaran infeksi karena populasi dilakukan di Bagian Diklat PPI RSUD
mikroorganisme yang tinggi. Kotamobagu terdapat jumlah perawat
Mikroorganisme ini dapat hidup dan sebanyak 31 perawat, sementara dari
berkembang di lingkungan rumah sakit komite PPI di RSUD Kotamobagu
seperti lantai, air, udara, perabotan rumah didapatkan angka kepatuhan hand hygine
sakit, peralatan non medis bahkan pada perawat dari bulan Oktober-Desember
makanan dan peralatan medis 2018 menunjukkan presentasi kepatuhan
(Hapsari.P.A,2018). minimal yaitu 71% sedangkan angka
Profil di Indonesia rata-rata kepatuhan standar menurut WHO adalah
prevalensi infeksi adalah sekitar 9,1% >85%.
dengan variasi kejadian infeksi sebesar Berdasarkan latar belakang
6,1 % - 16,0 %. Infeksi nosokomial di RS masalah yang dikemukakan di atas, maka
terjadi akibat kurangnya kepatuhan peneliti tertarik untuk meneliti tentang
petugas untuk melakukan cuci tangan. “Hubungan Tingkat Pengetahuan

28
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

Perawat Tentang HAIs Dengan terdaftar semenjak 24/11/2010 dengan


Kepatuhan Mencuci Tangan Berdasarkan Nomor Surat Izin NO.52 Tahun 2014
Five Moment Di IGD RSUD dan Tanggal Surat Izin 16/06/2015 dari
Kotamobagu” Walikota dengan Sifat Perpanjang, dan
berlaku sampai 2015 s/d 2020. Setelah
METODE menjalani Proses AKREDITASI RS
Penelitian ini merupakan jenis
Seluruh Indonesia dengan proses
penelitian kuantitatif yang menggunakan
akhirnya ditetapkan status Akreditasi
metode deskriptif analitik dengan
pendekatan cross sectional study, dimana Rumah Sakit. RSU ini bertempat di
peneliti akan memfokuskan penelitian Kelurahan Pobundayan Kecamatan
pada hubungan variabel independen Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu,
yaitu pengetahuan perawat tentang HAI’s Indonesia. RSUD Kota Kotamobagu
dan variabel dependen yaitu kepatuhan Memiliki Layanan Unggulan di Bidang
mencuci tangan berdasarkan five IGD. RSU Milik PEMKOT Kota
moments, Penelitian ini telah Kotamobagu ini Memiliki Luas Tanah
dilaksanakan pada bulan Juli 2019, di 61.584 dengan Luas Bangunan 1.173.
IGD RSUD Kotamobagu.
Teknik pengambilan sampel pada Tabel 1. Distribusi Frekuensi
penelitian ini adalah total sampling atau Berdasarkan Umur Responden di IGD
sampel jenuh, jumlah sampel dalam RSUD Kotamobagu.
penelitian ini sebanyak 30 perawat.
Instrumen dalam penelitian ini Umur Perawat n %
menggunakan kuesioner dan observasi. 17-25 Thn 2 6,7
26-35 Thn 19 63,3
Statistik uji yang digunakan adalah
36-45 Thn 9 30
Chi-Square. Proses pengujian Chi-
Total 30 100
Square adalah membandingkan frekuensi
Dari tabel 1 diatas menunjukkan bahwa
yang terjadi (observasi) dengan nilai
dari 30 responden, yang berusia 17
frekuensi harapan (expectancy). Uji
sampai 25 tahun berjumlah 2 responden
signifikan antara data yang diobservasi
(6,7%). Kelompok berusia diatas 26
dengan data yang diharapkan dilakukan
sampai 35 tahun sebanyak 19 responden
dengan batas kemaknaan yang ditetapkan
(63,3%) sementara umur 36-45 tahun
sebesar (α=0,05). Apabila hasil
sebanyak 9 orang (30%) dri total
penelitian statistik menunjukkan P value
responden.
< α (0,05) maka dikatakan (Ho) ditolak,
artinya kedua variabel secara statistik
Tabel 2. Distribusi Frekuensi
terdapat hubungan yang bermakna.
Berdasarkan Pendidikan Responden di
Sedangkan apabila P value > α (0,05)
maka dikatakan (Ho) gagal ditolak, IGD RSUD Kotamobagu.
artinya kedua variabel secara statistik Pendidikan Perawat n %
tidak terdapat hubungan yang bermakna. DIII Kep 8 26,7
Untuk mengetahui tingkat kemaknaan S1 Kep 8 26,7
dilakukan perhitungan dengan derajat Profesi Ners 14 46,7
kepercayaan (Confidence Interval) pada Total 30 100
batas kemaknaan 95%. Berdasarkan data dari tabel 2 di atas,
dapat diketahui bahwa dari 30 responden
HASIL DAN PEMBAHASAN yang berpendidkan DIII Keperawatan
RSUD Kota Kotamobagu adalah sebanyak 8 responden (26,7%), S1
satu dari sekian RS milik PEMKOT Kota Keperawatan sebanyak 8 responden
Kotamobagu yang berwujud RSU, (26,7%) dan berpendidikan Profesi Ners
dinaungi oleh Pemda Kota dan tergolong sebanyak 14 responden (46,7%) dari total
kedalam RS Kelas D. RS ini telah responden.

29
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tabel 6. Distribusi Frekuensi


Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Berdasarkan Variabel Kepatuhan
di IGD RSUD Kotamobagu. Mencuci Tangan di IGD RSUD
Kotamobagu.
Jenis Kelamin n %
Laki-Laki 10 33,3 Kepatuhan Mencuci n %
Perempuan 20 66,7 Tangan
Total 30 100 Patuh 17 39
Berdasarkan data pada tabel 3 di atas Kurang Patuh 13 61
menunjukkan distribusi responden jenis Total 30 100
kelamin laki-laki sebanyak 10 responden Dari tabel 6 diatas menunjukkan bahwa
(33,3%) sedangkan responden yang sebagian besar perkembangan personal
berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 sosial anak yang baik paling dominan
responden (66,7%) dan merupakan berjumlah 25 responden (61%)
responden terbanyak dari total sedangkan yang tidak baik berjumlah 16
responden. responden (39%) dari total 41 responden.

Tabel 7. Hubungan antara Pengetahuan


Tabel 4. Distribusi Frekuensi
dengan Kepatuhan mencuci Tangan di
Berdasarkan Masa Kerja Perawat di IGD
IGD RSUD Kotamobagu.
RSUD Kotamobagu.
Kepatuhan Mencuci Tangan
Masa Kerja Perawat n % Pengetahuan Patuh Kurang Jlh p
< 3 Tahun 13 43,3 n % n % n %
> 3 Tahun 17 56,7 Baik 17 56,7 0 0 17 56,7 .000
Total 30 100 Kurang 0 0 13 43,3 16 43,3
Jumlah 17 56,7 13 43,3 30 100
Berdasarkan data pada tabel 4 di atas
menunjukkan distribusi masa kerja Berdasarkan tabel 7 diatas
perawat paling dominan di atas 3 tahun menunjukan bahwa dari 17 (56,7%)
sebanyak 17 responden (56,7%) dari total responden yang memiliki pengetahuan
responden. tentang HAIs dengan kategori baik
sebagian besar memiliki kepatuhan
Tabel 5. Distribusi Frekuensi mencuci tangan yang baik berjumlah 17
Berdasarkan Variabel Pengetahuan (56,7%) responden, sebagian kecil
Tentang HAI’s di IGD RSUD kepatuhan mencuci tangan yang kurang
Kotamobagu. berjumlah 0 (0%) responden. Sedangkan
dari 13 (43,3%) responden yang
Pengetahuan tentang n % berpengetahuan kategori kurang
HAI’s sebagian besar memiliki kepatuhan
Baik 17 56,7 mencuci tangan yang kurang berjumlah
Kurang Baik 13 43,3
13 (43,3%) responden, sebagian kecil
Total 30 100
memiliki kepatuhan mencuci tangan
Dari tabel 5 menunjukan bahwa
yang baik berjumlah 0 (0%) responden.
pengetahuan yang baik sebanyak 17
Hasil analisis hubungan tingkat
responden (56,7%) dan merupakan
pengetahuan perawat tentang HAIs
responden paling banyak, sementara
dengan kepatuhan mencuci tangan
responden yang memiliki pengetahuan
berdasarkan five moment di IGD RSUD
kurang baik sebanyak 13 responden
Kotamobagu menggunakan uji Chi-
(43,3%) dari total responden.
Square. Dari tabel diatas dapat diketahui
bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05. Hasil
menunjukan ada hubungan bermakna
antara tingkat pengetahuan perawat
tentang HAIs dengan kepatuhan mencuci

30
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

tangan berdasarkan five moment di IGD mempengaruhi kepatuhan diantaranya


RSUD Kotamobagu tingkat pendidikan dapat meningkatkan
kepatuhan, sepanjang bahwa pendidikan
PEMBAHASAN tersebut merupakan pendidikan yang
Berdasarkan hasil penelitian pada aktif yang diperoleh secara mandiri,
perawat yang berada di RSUD lewat tahapan-tahapan tertentu semakin
Kotamobagu yang di sajikan dalam tabel tua umur seseorang maka proses
5 diketahui bahwa sebagian besar perkembangan mental nya bertambah
(56,7%) responden memiliki baik, akan tetapi pada umur-umur
pengetahuan yang baik dikarenakan tertentu, bertambahnya proses
pengetahuan seseorang di pengaruhi oleh perkembangan mental ini tidak secepat
faktor pendidikan dan juga faktor ketika berusia belasan tahun, dengan
lingkungan sebagaimana yang di sajikan demikian dapat disimpulkan faktor umur
pada tabel 2 sebagian besar responden akan mempengaruhi tingkat pengetahuan
berpendidikan Profesi Ners sebesar seseorang yang akan mengalami
46,7% dan juga pada tabel 4 masa kerja puncaknya pada umur-umur tertentu dan
perawat di RSUD Kotamobagu sebagian akan menurun kemampuan penerimaan
besar sudah bekerja ≥ 3 tahun sebanyak atau mengingat sesuatu seiring dengan
56,7%. Faktor-faktor yang usia semakin lanjut. Hal ini menunjang
mempengaruhi pengetahuan diantaranya dengan adanya tingkat pendidikan yang
adalah pendidikan dan pengalaman, rendah.
pendidikan yang direncanakan diperoleh
KESIMPULAN
melalui pelatihan-pelatihan dan
Teridentifikasi tingkat pengetahuan
pendidikan formal, sedangkan informasi
perawat tentang HAIs di IGD RSUD
yang tidak tersusun secara baik melalui
Kotamobagu sebagian besar dengan
membaca surat kabar, membaca majalah,
kategori baik.
pembicaraan setiap hari dengan teman
Teridentifikasi kepatuhan mencuci
dan keluarga, mendengarkan radio,
tangan berdasarkan five moment di IGD
melihat televisi dan berdasarkan
RSUD Kotamobagu sebagian besar
pengalaman diri (Mantra, 2016).
dengan kategori baik.
Kepatuhan mencuci tangan
Teranalisis hubungan tingkat
berdasarkan five moment di IGD RSUD
pengetahuan perawat tentang HAIs
Kotamobagu, berdasarkan hasil
dengan kepatuhan mencuci tangan
penelitian pada perawat yang berada di
berdasarkan five moment di IGD RSUD
RSUD Kotamobagu yang di sajikan
Kotamobagu.
dalam tabel 5.6 diketahui bahwa sebagian
besar 56,7% responden dengan kategori
SARAN
kepatuhan baik di karenakan oleh faktor
1. Bagi tempat penelitian
pendidikan dan juga factor lingkungan
Dapat memberikan referensi
sebaimana yang di sajikan pada tabel
pengetahuan perawat tentang HAIs
2 sebagian besar responden
dengan kepatuhan mencuci tangan
berpendidikan Profesi Ners sebesar
berdasarkan five moment.
46,7% dan juga pada tabel 4 masa kerja
2. Bagi institusi pendidikan
perawat di RSUD Kotamobagu sebagian
Dapat memberikan kontribusi
besar sudah bekerja ≥ 3 tahun sebanyak
bagi perkembangan dalam bidang
56,7%. Sejalan dengan Carpenito (2014)
ilmu pengetahuan dan dalam dunia
berpendapat bahwa faktor-faktor yang
pendidikan.
mempengaruhi tingkat kepatuhan adalah
3. Bagi peneliti
segala sesuatu yang dapat berpengaruh
Diharapkan pada peneliti
positif sehingga penderita tidak mampu
selanjutnya untuk melakukan
lagi mempertahankan kepatuhannya,
perluasan populasi dan melakukan
sampai menjadi kurang patuh dan tidak
patuh. Adapun faktor-faktor yang

31
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

penelitian tentang kepatuhan mencuci Firsia Sastra Putri dan Puspa


tangan dengan faktor lain. Lestari, 2018. Tingkat Kepauhan
Tenanga Kesehatan Dalam
DAFTAR PUSTAKA Melakukan Five Moments For
Hygiene Di Ruangan ICU Barat
Ake Royke Calvin Langingi,2016.
RSUP Sanglah Denpasar
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap
Perawat Tentang Pencegahan Hidayat, dkk, (2016). Hubungan
Infeksi Nosokomial Dengan Penerapan Standar Dengan
Perawat Dalam Mencuci Tanggan Kejadian Infeksi Karen Jarum
Di Instalasi Rawat Inap C RSUP. Infus (Phlebitis) di IRNA Non
DR. R.D. Kondou Manado. Bedah RSUP DR. M. Djamil
Padang. Jurnal, Marwoto, Agus.
Anindya Putri Hapsari, Chatarina umbol
(2007) Analisis Kinerja Perawat
Wahyuni dan Dwiono
dalam Pengendalian Infeksi
Mudjianto,2018. Pengetahuan
Nosokomial di ruang IRNA 1
Petugassurveilans Tentang
RSUP dr. Sadjito, Yogyakarta. Irc-
Identifikasi Healthcare-associated
kmpk.ugm.ac.id.
Infection Di Surabaya. [diakses
pada 31 januari 2019]. Jurnal. Indonesia, Republik. (2009).
Undang – Undang Nomor 44
Anwar. (2014). Manajemen
Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.
Keperawatan dan Prosfektifnya.
Jakarta.
FKUI:
Irawati, Nurma, (2014), Gambaran
Darmadi, S, (2018). Infeksi Nosokomial
Pelaksanaan Pemasangan Infus
Problematika & Pengendaliannya.
Yang Tidak Sesuai SOP Terhadap
Jakarta: Salemba Medika
Kejadian Plebitis di RSUD dr.
Della Rindayantika Sari,2017. Hubungan Soediran Mangun Sumarso
Pengetahuan Petugas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. STIKES
Dengan Perilaku Five Moment For Kusuma Husada. Skripsi.
Hand Hygine Di Rumah Sakit
Kozier, Barbara, dkk. (2017). Buku
PKU Muhammadiyah Gamping.
ajar fundamental keperawatan :
[diakses pada 29 januari 2019].
konsep, Pelajar. proses, dan
Departemen Kesehatan RI. (2017). praktik, edisi. Volume 1. Jakarta:
Pedoman Pencegahan Dan EGC
Pengendalian Infeksi Di Fasilitas
Kozier. (2017). Metode Penelitian
Pelayanan Kesehatan. Jakarta
Keperawatan Dan Teknik Analisa
Ernawati, E, dkk, (2014). Penerapan Data. Jakarta: Salemba Medika
Hand Hygiene Perawat di Ruang
Nurcahyanti I. (2014). Hubungan
Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal
Tingkat Pengetahuan Perawat
Kedokteran Brawijaya, Vol. 28,
Dengan Kepatuhan Mencuci
Suplemen No. 1, 2014: Elies
Tangan di RS Sidomukti
Ernawati. Rumah Sakit Islam
Semarang. e-Jurnal Kesehatan
Hasanah Muhammadiyah
Ngudi Waluyo Ungaran, Vol 2, No
Mojokerto, Jl. HOS Cokroaminoto
1 Juni 2014: 71-84: Semarang
26-28 Jagalan Magersari
Potter, S, (2015). Sikap Manusia, Teori
Fauzia, N. (2014). Kepatuhan Standar
dan Pengukurannya, Jakarta :
Prosedur Operasional Hand
Pustaka
Hygiene pada Perawat di Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal

32
p-ISSN 2655-0288, VOLUME 2, NOMOR 2, SEPTEMBER 2019

Syamsulastri,2017. Faktor Yang


Berhubungan Dengan Kepatuhan
Perawat Dalam Melakukan Hand
Hygiene. Skripsi Universitas
Muhammadiyah Pontianak.

33