Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

KOMPREHENSIF KOMUNIKASI KEPERAWATAN II


Untuk memenuhi tugas akhir semester 5
Dosen Pengampu : Sutrisno, S.Kep.,NS.,MAN

Disusun oleh :
Nama : Satriya Ginta Irawan
NPM : 1801076
Semester : 5B

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU
LAMPUNG
2020-2021

PRE PLANING
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Kondisi pasien : Anak mengalami peningkatan suhu tubuh

Pengkajian : Kekurangan Cairan


Tujuan khusus : Untuk mendapatkan data pada klien

Strategi pelaksanaan :

1. Fase Orientasi:
a. Salam terapeutik :
Perawat : “Assalamuallaikum bapak, adik. Selamat pagi, kalau boleh tau nama
bapak siapa ya ? (sambil mengarahkan tangannya) dan kalau adiknya siapa ya kalau
boleh tau namanya ? (sambil melihat ke arah klien). Perkenalkan Saya Perawat Satriya
Ginta Irawan dari Universitas Aisyah Pringsewu”
Bapak A : “Waalaikumsallam pak, nama saya Ahmad, dan ini anak saya desi
(sambil berjabat tangan)”
Anak Desi : “Halo pak. (sambil tersenyum dan menjabat tangan perawat)

b. Evaluasi/ validasi:
Perawat : “Bagaimana kabar bapak dan adik, sepertinya terlihat baik-baik saja
(sambil melihat bapak dan klien)”
Bapak A : “Untuk saya sendiri baik pak, tetapi untuk anak saya ini suhu badannya
naik karena jarang sekali minum pak.” (sambil memasang wajah mengeluh)
Perawat : “Baiklah kalau begitu pak, nanti saya akan periksa anak bapak”
c. Kontrak (TWT) :
Perawat : “Oh iya pak, disini saya akan melakukan pengkajian kepada anak bapak,
yang bertujuan untuk mendapatkan data anak bapak waktunya sekitar 10-15 tempatnya
disini saja ya bapak, apakah bapak bersedia ?”
Bapak A : “Saya bersedia pak”
2. Fase kerja :
Perawat : “Pak, ini anaknya bagaimana tentang pemenuhan air sehari-seharinya ?”
Bapak A : “Menurut saya cukup pak, tetapi anak saya selalu suhu tubuhnya naik
pak, padahal saya sudah menyuruh anak saya minum pak”
Perawat : “Begitu, jadi adik ini jika telat minum air putih suhu tubuhnya akan naik
ya pak.” (sambil melihat orangtua dan klien)
Bapak A : “Sepertinya begitu pak.”
Perawat : “Baik kalau begitu pak, saya akan bertanya sedikit dengan anaknya ya
pak.” (Menatap klien)
Bapak A : “Iya pak”
Perawat : “Adik seringnya minum air putih atau susu?”
Anak Desi : “Susu pak” (sambil tersenyum)
Perawat : “Adik biasanya kalo sehari minum air berapa kali ?”
Anak Desi : “Se ingat adik Cuma pas abis makan aja pak perawat” (sambil
mengingat-ingat)
Perawat : “Adik kalau siang hari kan bermain, biasanya setelah main minum air
putih tidak?”
Anak Desi : “Gak pernah pak, saya kalo abis main langsung nonton tv” (Sambil
menunduk)
Perawat : “Adik selain minum air putih dan susu biasanya adik minum air es
tidak ?”
Anak Desi : “Minum es kadang pas lagi sekolah pak” (sambil tertawa sedikit)
Perawat : “Ayo dik sini, kita timbang dulu berat badan adik ya” (sambil
mengarahkan klien ke alat timbang berat badan).
Perawat : “Oh beratnya 30kg. Oke Selanjutnya sebentar ya dik, kakak mau cek
suhu tubuh adik, tidak usah takut ya dik (sambil menaruh thermometer di ketiak klien), ini
termometernya di jepit di ketiak adik dulu ya sampai bunyi, kalau sudah bunyi nanti kakak
ambil, tidak lama kok.”
Perawat : “Nah itu sudah bunyi, kakak ambil dulu (mengambil thermometer pada
ketiak klien)
Perawat : “Baiklah ini Suhu si Adik 37,3’ derajat, sebaiknya adik hari ini istirahat
dulu ya (sambil mengelus-elus kepala klien).

3. Fase terminasi:
a. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan:
1) Evaluasi subjektif
- Klien mengatakan jika tidak di ingatkan orangtuanya selalu lupa untuk minum
misalnya pada setelah bermain
- Orangtua klien mengatakan jika anaknya telat minum air putih, suhu badannya
meningkat
2) Evaluasi objektif
- Klien teraba panas
- Suhu : 37,3’
- Berat Badan : 30kg
b. Rencana tindak
Perawat : “Baik pak hari ini saya cukup bertanya itu saja besok saya akan kesini
kembali untuk menentukan diagnosa pada anak bapak.”
Bapak A : “Baik pak”
Perawat : “Oh iya dik, besok kakak kesini lagi ya, besok kakak mau ngobrol
ngobrol sama adik, boleh tidak ?”
Anak Doni : “Iya pak” (sambil mengangguk-anggukan kepala)
c. Kontrak yang akan datang (TWT):
Perawat : “Besok saya akan menjelaskan diagnosa terhadap anak bapak, waktunya
sekitar 10-15 menit dan tempatnya disini.” (sambil mencatat dibuku)
Bapak A : “Baik pak”
Perawat : “Sekian dulu pak hari ini, wassalamuallaikum”
Bapak A : “Waalaikumsallam”
PRE PLANING II
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Kondisi pasien : Anak mengalami peningkatan suhu tubuh karena kekurangan cairan.
DS : Orangtua klien berkata bahwa jika anaknya terlambat minum air,
suhu tubuhnya akan meningkat.

DO : Klien teraba panas


TTV : S : 37’
BB : 30kg

Diagnosa : Kekurangan Cairan dari Kebutuhan Tubuh

Tujuan khusus : Untuk menganalisa dan memecahkan masalah pasien terkait data yang
sudah diberikan

Strategi pelaksanaan :

1. Fase Orientasi:
a. Salam terapeutik :
Perawat : “Assalamuallaikum selamat sore, bapak adik (Sambil berjabat tangan dan
tersenyum)”
Bapak dan Anak : “Baik pak” (Sambil membalas jabatan tangan”
b. Evaluasi/ validasi:
Perawat : “Bagaimana kabar bapak dan adik hari ini?” (sambil melihat bapak dan
klien)
Bapak A : “Baik pak, tetapi suhu tubuh anak saya meningkat lagi.” (sambil
memasang wajah sedih)
Perawat : “Baiklah kalau begitu, saya akan memeriksanya nanti ya.”
c. Kontrak (TWT) :
Perawat : “Hari ini saya akan menjelaskan diagnose yang di alami oleh anak bapak,
tempatnya disini saya ya bapak waktunya sekitar 10-15 menit ?”

2. Fase kerja :
Perawat : “Pak, hari ini anaknya sudah minum air putih belum?” (Sambil menatap
bapak klien)
Perawat : “Kira-kira sudah berapa gelas ya, pak?”
Bapak A : “Untuk hari ini saya pagi hari sekitar 2 gelas, siang hari 1 gelas pak.”
(sambil mengingat-ingat)
Perawat : “Baik pak, saya catat dulu ya.” (Sambil mencatat)
Perawat : “Baik pak, disini saya akan menjelaskan tentang diagnosa yang dialami
oleh anak bapak.”
Perawat : “Jadi setelah saya simpulkan dari pertemuan sebelumnya, diagnosa yang
dialami anak bapak mengarah pada kekurangan cairan pada tubuh pak, anak bapak
mengalami dehidrasi, jadi efeknya jika telat minum air, suhu tubuhnya akan meningkat”
Bapak A : “Seperti itu ya pak.” (Sambil memasang ekspresi gelisah)
Perawat : “Oh iya dik ini adik kakak cek suhu dulu ya, lakukan yang seperti
kemarin, adik masih ingat kan ?, ini kakak taruh termometernya ya”
Anak : “Iya pak” (sambil menjepit thermometer diketiaknya)
Perawat : “Nah itu sudah bunyi, coba kakak liat dulu hasilnya.” (melihat hasil ttv)
Perawat : “Nah suhunya naik nih, 37,8”
Bapak : “Sebaiknya apa yang harus saya lakukan ya pak ?”
Perawat : “Jadi besok saya akan memberi metodenya ya pak, dan adik hari ini
istirahat dulu jangan main-main dulu ya dik.”
Anak : “Iya pak perawat.” (sambil mengangguk)

3. Fase terminasi:
a. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan:
1) Evaluasi subjektif
- Orangtua klien mengatakan bagaimana apa yang harus dilakukan kepada anak
2) Evaluasi objektif
- Orangtua klien terlihat cemas
- TTV : Suhu 37,8’
- BB : 30kg

b. Rencana tindak
Perawat : “Baik pak hari ini saya cukupkan untuk menjelaskan diagnosanya saja,
besok saya akan kesini kembali ya pak.”
Bapak : “Iya pak.”
c. Kontrak yang akan datang (TWT):
Perawat : “Besok saya akan menjelaskan Intervensi terhadap si adik ini, waktunya
sekitar 10-15 menit dan tempatnya disini.”
Bapak : “Baik pak, saya bisa”
Perawat : “Sekian Pak, wassalamuallaikum”
Bapak : “Waalaikumsallam”
PRE PLANING III
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Kondisi pasien : Sehat dengan masalah kekurangan cairan


DS : Orangtua klien berkata bahwa jika anaknya terlambat minum air,
suhu tubuhnya akan meningkat.
Orangtua klien mengatakan bahwa tindakan apa yang harus dilakukan
kepada anak
DO : Klien teraba panas
TTV : 37,8’
BB : 30kg
Intervensi : Menjelaskan apa itu kebutuhan cairan pada anak-anak dan
pemenuhannya
Tujuan khusus : Untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan

Strategi pelaksanaan :

a. Salam terapeutik :
Perawat : “Assalamuallaikum selamat sore, bapak adik (Sambil berjabat tangan dan
tersenyum)”
Bapak dan Anak : “Baik pak” (Sambil membalas jabatan tangan”
b. Evaluasi/ validasi:
Perawat : “Bagaimana kabar bapak dan adik hari ini?” (sambil melihat bapak dan
klien)
Bapak A : “Baik pak,”
c. Kontrak (TWT) :
Perawat : “Hari ini saya akan menjelaskan intervensi yang di alami oleh anak
bapak, tempatnya disini saya ya bapak waktunya sekitar 10-15 menit ?”
1. Fase kerja :
Perawat : “Pak, anak Bapak kan mengalami diagnose kekurangan cairan dari
kebutuhan tubuh”
Bapak : “Iya pak”
Perawat : “Saya akan menjelaskan bagaimana kebutuhan cairan untuk anak-anak
ya pak.”
Bapak : “Iya pak.”
Perawat : “Jadi kebutuhan cairan untuk anak-anak itu di tentukan dari berat badan
pak, dari hasil pengkajian kemarin, anak bapak memiliki berat 30kg dan saya hitung
kasarnya itu sebanyak 1500cc per24 jam atau setara 6 gelas perhari, tidak boleh kurang ya
pak, jika kurang akan mengalami dehidrasi.”
Bapak : “Baik, pak, jadi selanjutnya bagaimana pak ?”
Perawat : “Besok saya akan menjelaskan tindakan apa yang harus dilakukan agar
pemenuhan cairan anak bapak terpenuhi.”
Bapak : “Baik pak.”
2. Fase terminasi:
a. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan:
1) Evaluasi subjektif
- Orangtua klien mengatakan sudah mengetahui apa itu kebutuhan cairan kepada
anaknya
2) Evaluasi objektif
- Ibu klien terlihat tenang.
b. Rencana tindak
Perawat : “Baik pak hari ini saya cukupkan untuk menjelaskan intervensi saja,
besok saya akan kesini kembali ya pak.”
Bapak : “Iya pak.”
c. Kontrak yang akan datang (TWT):
Perawat : “Besok saya akan menjelaskan Implementasi terhadap si adik ini,
waktunya sekitar 10-15 menit dan tempatnya disini.”
Bapak : “Baik pak, saya bisa”
Perawat : “Sekian Pak, wassalamuallaikum”
Bapak : “Waalaikumsallam”
PRE PLANING IV
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Kondisi pasien : Anaknya kekurangan minum air dan mengalami peningkatan


suhu
Implementasi : Memberikan anak minum air sebanyak 1700cc/24 jam atau 6-7
gelas perhari untuk gelas ukuran standar
Tujuan khusus : Untuk melakukan tindakan apa yang telah direncanakan

Strategi pelaksanaan :

a. Salam terapeutik :
Perawat : “Assalamuallaikum selamat sore, bapak adik (Sambil berjabat tangan dan
tersenyum)”
Bapak dan Anak : “Baik pak” (Sambil membalas jabatan tangan”
b. Evaluasi/ validasi:
Perawat : “Bagaimana kabar bapak dan adik hari ini?” (sambil melihat bapak dan
klien)
Bapak A : “Baik pak,”
c. Kontrak (TWT) :
Perawat : “Hari ini saya akan menjelaskan implementasi yang akan dilakukan oleh
anak bapak, tempatnya disini saya ya bapak waktunya sekitar 10-15 menit ?”

1. Fase kerja :
Perawat : “Saya sudah berjanji untuk melakukan tindakan yang sesuai untuk anak
Bapak.”
Bapak : “Terus bagaimana ya pak ?” (Sambil memasang Wajah penasaran)
Perawat : “Jadi anak Bapak mulai hari ini harus minum air putih sebanyak
1700cc/24 jam atau setara 6-7 gelas ukuran standar setiap satu hari sekali agar tidak
mengalami peningkatan suhu tubuh. Kalau bisa gelasnya bermotif karakter pak” (sambil
menunjukan contoh gelasnya)
Bapak : “Baik, saya akan lakukan itu”
Perawat : “Oh iya pak setiap anak Bapak pergi main, bapak harus membawakan
botol yang berisi air minum kepada anak bapak, usahakan jangan air dingin ya pak.”
Bapak : “Baik pak.”
Perawat : “Oh iya adik, adik mulai hari ini tidak boleh minum air dingin ya,
dirumah sama disekolah pun ga boleh ya dik, kalau adik minum air dingin nanti adik bisa
sakit.”
Anak : “Iya pak, nanti aku ga minum air dingin lagi.” (sambil menganggukkan
kepala)

2. Fase terminasi:
a. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan:
1) Evaluasi subjektif
- Orangtua klien mengatakan sudah mengetahui apa yang harus dilakukan kepada
anaknya
- Klien mengatakan akan rajin minum air putih
- Klien mengatakan tidak akan minum air dingin kembali
2) Evaluasi objektif
- Orangtua klien terlihat mengerti
- Klien terlihat mengerti dan menuruti perkataan perawat

b. Rencana tindak
Perawat : “Baik pak hari ini saya cukupkan untuk menjelaskan implenetasi saja,
besok saya akan kesini kembali ya pak.”
Bapak : “Iya pak.”
c. Kontrak yang akan datang (TWT):
Perawat : “Besok saya akan mengevaluasi perkembangan terhadap si adik ini,
waktunya sekitar 10-15 menit dan tempatnya disini.”
Bapak : “Baik pak, saya bisa”
Perawat : “Sekian Pak, wassalamuallaikum”
Bapak : “Waalaikumsallam”
PRE PLANING V
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Kondisi pasien : Anak sudah mengalami perubahan dan tidak mengalami peningkatan
suhu tubuh
DS : Orangtua klien mengatakan anaknya sudah tidak mengalami
peningkatan suhu tubuh kembali
- Klien mengatakan bahwa tidak merasa panas pada tubuhnya kembali
DO :
- Klien Nampak segar
- TTV : S 36,3’
- BB : 30kg

Evaluasi : Mengevaluasi hasil dari pertemua 1-4 apakah ada peningkatan atau tidak
Tujuan khusus : Untuk melihat kemampuan klien dalam mencapai tujuan

Strategi pelaksanaan : Komunikasi Ibu dan Anak


1. Fase Orientasi:
a. Salam terapeutik :
Perawat : “Assalamuallaikum selamat sore, bapak adik (Sambil berjabat tangan dan
tersenyum)”
Bapak dan Anak : “Baik pak” (Sambil membalas jabatan tangan”
b. Evaluasi/ validasi:
Perawat : “Bagaimana kabar bapak dan adik hari ini?” (sambil melihat bapak dan
klien)
Bapak A : “Baik pak,”
c. Kontrak (TWT) :
Perawat : “Hari ini saya akan mengevalusi apa saya sudah lakukan sesuai dengan
tindakan kepada anak bapak, tempatnya disini saya ya bapak waktunya sekitar 10-15
menit, apakah bapak bersedia?”
Bapak : “Baik pak, saya bersedia”

2. Fase kerja :
Perawat : “Bagaimana pak, apakah adik mengalami peningkatan suhu kembali
setelah saya beri tindakan yang berupa minum air 6 gelas perhari?”
Bapak : “Sudah pak, sudah saya lakukan sesuai dengan yang bapak beritahu.”
(Sambil tersenyum)
Perawat : “Bagus lah kalau begitu pak, kalau bisa setelah ini harus tetap di berikan
sesuai jadwal ya pak.”
Bapak : “Baik pak.”
Perawat : “Halo adik, gimana dik udah tidak merasa panas lagi kan badannya ?”
(sambil menatap anak).
Anak : “Sudah pak perawat, adik sudah rajin minum air sekarang, kata ayah
minumnya harus 6 gelas sehari”
Perawat : “Nah begitu dong, jadi adik harus mematuhi jika adik disuruh minum
oleh bapak adik ya, dan adik juga harus tetap bawa botol air minum setiap main, tidak Cuma
setiap main dik tetapi setiap berpergian ya.”
Anak : “Baik pak, akan adik lakukan terus.
Perawat : “Baik pak dari semua tindakan yang sudah saya dan pak lakukan, adik
sudah tidak mengalami peningkatan suhu ya pak, jadi ibu tetap harus melaksanakan tindakan
yang sudah dilakukan sebelumnya pak.”
Bapak : “Baik pak.”

3. Fase terminasi:
a. Evaluasi respon pasien terhadap tindakan keperawatan:
1) Evaluasi subjektif
- Orangtua klien mengatakan tindakan yang dilakukannya sudah benar
- Klien mengatakan tidak mengalami peningkatan suhu tubuh kembali
2) Evaluasi objektif
- Orangtua klien terlihat tenang dan senang
- Klien tampak tidak mengalami peningkatan suhu tubuh kembali
b. Rencana tindak lanjut
Perawat : “Baik pak saya rasa sudah cukup ya pak , anak bapak sudah tidak
mengalami peningkatan suhu tubuh” (sambil tersenyum), jadi semoga adik tidak panas
lagi ya.”
Anak : “Iya pak perawat.” (sambil tersenyum dan mengangguk.”
Perawat : “Baik pak, wassalamuallaikum wr.wb”
Bapak dan Anak : “Waalaikumsallam.”