Anda di halaman 1dari 7

Pembangkit Geothermal Energy

Nama : Lisan Shidqi Hady


NIM : 195060300111060
Mata Kuliah : KEE Kelas H

I. Pendahuluan
Panas bumi adalah anugerah alam yang merupakan sisa-sisa panas dari hasilreaksi nuklir
yang pernah terjadi pada awal mula terbentuknya bumi dan alam semesta ini. Permukaan bumi
pada mulanya juga memiliki panas yang sangat dahsyat, namun dengan berjalannya waktu (dalam
orde milyard tahun) suhu permukaan bumi mulai menurun dan akhirnya tinggal perut bumi saja
yang masih panas berupa magma dan inilah yang menjadi sumber energi panas bumi. Semua
energi panas bumi sering tampak dipermukaan bumi dalam bentuk semburan air panas, uap panas
dan sumber air belerang.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi merupakan Pembangkit Listrik (Power generator)
yang menggunakan panas bumi (Geothermal) sebagai energi penggeraknya. Indonesia dikaruniai
sumber panas bumi yang berlimpah karena banyaknya gunung berapi di indonesia, dari pulau-
pulau besar yang ada, hanya pulau Kalimantan saja yang tidak mempunyai potensi panas bumi.
Panas bumi merupakan sumber tenaga listrik untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi
(PLTP). Sesungguhnya prinsip kerja PLTP sama saja dengan PLTU. Hanya saja yang digunakan
pada PLTP adalah uap panas bumi yang telah dipisahkan dari air, yang berasal langsung dari perut
bumi. Karena itu PLTP biasanya dibangun di daerah pegunungan dekatgunung berapi. Biaya
operasional PLTP juga lebih murah dibandingkan dengan PLTU,karena tidak perlu membeli bahan
bakar, namun membutuhkan biaya investasi yang cukup besar untuk biaya eksplorasi dan
pengeboran perut bumi.
Energi panas bumi yang ada di Indonesia pada saat ini dapat dikelompokkan menjadi :
a. Energi Panas Bumi “Uap Basah”
Uap basah yang keluar dari perut bumi pada mulanya berupa air panas bertekanan
tinggi yang pada saat menjelang permukaan bumi terpisah menjadi kira-kira 20 % uap dan
80 % air. Atas dasar ini maka untuk dapat memanfaatkan jenis uap basah ini diperlukan
separator untuk memisahkan antara uap dan air. Uap yang telah dipisahkan dari air
diteruskan ke turbinuntuk menggerakkan generator listrik, sedangkan airnya disuntikkan
Kembali ke dalam bumi untuk menjaga keseimbangan air dalam tanah.
b. Energi Panas Bumi “Air Panas”
Air panas yang keluar dari perut bumi pada umumnya berupa air asin panas yang
disebut "brine" dan mengandung banyak mineral. Karena banyaknya kandungan mineral
ini, maka air panas tidak dapat digunakan langsung sebab dapat menimbulkan
penyumbatan pada pipa-pipa sistem pembangkit tenaga listrik. Untuk dapat memanfaatkan
energi panas bumi jenis ini, digunakan sistem biner (dua buah system utama) yaitu wadah
air panas sebagai sistem primerya dan sistem sekundernya berupa alat penukar panas (heat
exchanger) yang akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin. Energi panas bumi
"air panas" bersifat korosif, sehingga biaya awal pemanfaatannya lebih besar dibandingkan
dengan energi panas bumi jenis lainnya.
c. Energi Panas Bumi “Batuan Panas”
Energi panas bumi jenis ini berupa batuan panas yang ada dalam perut bumi akibat
berkontak dengan sumber panas bumi (magma). Energi panas bumi ini harus
diambilsendiri dengan cara menyuntikkan air ke dalam batuan panas dan dibiarkan
menjadiuap panas, kemudian diusahakan untuk dapat diambil kembali sebagai uap
panasuntuk menggerakkan turbin. Sumber batuan panas pada umumnya terletak jauh
didalam perut bumi, sehingga untuk memanfaatkannya perlu teknik pengeboran
khususyang memerlukan biaya cukup tinggi.

II. Prinsip Kerja PLTP


Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP adalah pembangkit listrik
yangmenggunakan panas bumi (geothermal) sebagai sumber energinya. Karena
menggunakangeothermal atau panas bumi, pembangkit ini termasuk salah satu sumber energi
terbarukan.
Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti
PembangkitListrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan
menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Apabila fluida
dikepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin,
dankemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akanmemutar
generator sehingga dihasilkan energi listrik.

III. Jenis – Jenis Teknologi PLTP


a) Dry Steam Power Plants
PLTP sistem dry steam mengambil sumber uap panas dari bawah permukaan. Sistem ini
dipakai jika fluida yang dikeluarkan melalui sumur produksi berupa fasa uap. Uaptersebut yang
langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin dan kemudianturbin akan mengubah energi panas
bumi menjadi energi gerak yang akanmemutar generator untuk menghasilkan energi listrik.

b) Flash Steam Power Plants


Pembangkit jenis ini memanfaatkan reservoir panas bumi yangberisi air dengan
temperatur lebih besar dari 82°C. Air yang sangat panasini dialirkan ke atas melalui pipa sumur
produksi dengan tekanannyasendiri. Karena mengalir keatas, tekanannya menurun dan
beberapabagian dari air menjadi uap. Uap ini kemudian dipisahkan dari air dandialirkan untuk
memutar turbin. Sisa air dan uap yang terkondensasikemudian disuntikkan kembali melalui
sumur injeksi kedalam reservoir,yang memungkinkan sumber energi ini berkesinambungan
dan terbarui.
c) Binary Cycle Power Plants (BCPP)
PLTP sistem Binary Cycle dioperasikan dengan air pada temperatur lebih rendah
yaitu antara 107°-182°C. Pada BCPP air panas atau uap panas yang berasal dari sumur
produksi (production well) tidak pernah menyentuh turbin. Air panas bumi digunakan
untuk memanaskan apa yang disebut dengan working fluid (biasanya senyawa organik
seperti isobutana, yang mempunyai titik didih rendah) pada heat exchanger. Working fluid
kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat
exchanger tadi lalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan
generator untuk menghasilkan sumber daya listrik. Uap panas yang dihasilkan heat
exchanger inilah yang disebut sebagai secondary(binary) fluid. Binary Cycle Power Plants
ini sebetulnya merupakan sistemtertutup. Jadi tidak ada yang dilepas ke atmosfer.
Keunggulan dari BCPPialah dapat dioperasikan pada suhu rendah yaitu 90-1750C. Contoh
pene-rapan teknologi tipe BCPP ini ada di Mammoth Pacific Binary Geo-thermalPower
Plants di Casa Diablo geothermal field, USA. Diper-kirakanpembangkit listrik panas bumi
BCPP akan semakin banyak digunakandimasa yang akan datang.
IV. Komponen – Komponen Penyusun PLTP
Secara umum suatu PLTP tersusun dari komponen – komponen berikut ini,
a. Sumur Produksi
Sumur produksi (production well) merupakan sumur yang berfungsi untuk menghasilkanuap.
b. Separator
Separator, yang digunakan pada flash steam power plant, berfungsi sebagai pemisahantara
fase uap dan fase cair pada dari fluida yang masuk sehingga bisa dihasilkan uapyang bebas
dari air. Fasa uap hasil keluaran separator dialirkan menuju power plant untukmemutar turbin.
Sedangkan fasa cair akan dipompa dan diinjeksikan kembali ke dalam perut bumi.
c. Silencer
Silencer merupakan suatu konstruksi yang berbentuk silinder yang pada bagian
dalamnyadilapisi dengan suatu bahan yang dapat mengendapkan suara dan terbuka pada
bagianatasnya. Apabila fluida dari sumur berupa uap kering, silencer yang digunakan
biasanyadiisi dengan batuan yang mempunyai ukuran dan bentuk yang beragam.
d. Pipa aliran
Pipa ini berfungsi untuk mengalirkan fluida yang berasal dari sumur menuju ke
separator(pada sistem flash steam) atau menuju heat exchanger (pada sistem BCPP).
e. Injection Pump
Injecion pump adalah pompa yang digunakan untuk mempompakan brine ke sumur injeksi.
f. Pipa Transmisi
Uap disalurkan dari sumur produksi menuju power plant melalui pipa transmisi
yangdilapisi dengan suatu lapisan tertentu untuk menjaga agar tidak terjadi kehilangan
panassehingga dapat meminimalisir terbentuknya kondensat.
g. Turbin Uap
Turbin uap merupakan suatu mesin penggerak yang menggunakan energi dari uap
untukmemutar sudu-sudunya dan terkopel dengan generator pada poros yang sama.
h. Generator
Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik yang diberikan oleh prime
mover,yaitu turbin uap, menjadi energi listrik.
i. Transformator
Transformator adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan.
j. Condenser
Condenser berfungsi untuk mengkondensasikan uap dengan cara menyemprotkan air
pendingin melalui nozzle pada uap yang telah digunakan untuk memutar turbin.
k. Steam Ejector
Steam ejector berfungsi untuk menjaga agar kondisi di kondensor tetap vakum
danmenghisap Non Condensable Gas (NCG) yang pada akhirnya akan dilepaskan ke udara
l. Cooling Tower
Cooling tower berfungsi untuk membuang panas dari air melalui proses evaporasi.Cooling
tower beberapa cooling fan, cooling fill dan basin (kolam penampungan). Air panas yang
berasal dari condenser akan disemprotkan pada struktur kayu berlapis-lapisyang disebut
dengan cooling fill, dan dengan bantuan fan,akan terjadi perpindahan panasdari air ke udara,
sehingga air menjadi dingin. Air yang telah dingin tersebut, kemudiandikumpulkan pada
basin.
m. Sumur Injeksi
Sumur yang dibuat untuk menginjeksikan brine kembali ke dalam perut bumi
n. Rupture Disc
Rupture disc berfungsi sebagai pengaman apabila terjadi kelebihan tekanan dalam pipaalir
yang terletak sebelum separator dan setelah separator
o. Rock Muffler
Rock muffler berfungsi untuk memastikan bahwa uap yang masuk ke power
plantmempunyai tekanan yang tidak melebihi batas yang ditentukan
p. Scrubber
Scrubber adalah peralatan yang memiliki fungsi seperti separator yaitu sebagai
pemisahakhir sebelum uap masuk ke turbin, sehingga uap hasil keluaran scrubber ini akan
benar- benar kering.
q. Heat Exchanger
Heat exchanger berfungsi untuk memindahkan panas dari fluida panas ke working fluid
pada BCPP.
V. Kekurangan Dan Kelebihan PLTP
Kelebihan :
 Area yang diperlukan lebih kecil sehingga hemat tuang dan pengaruh dampak visual yang
minimal
 Sumber daya bersifat terbarukan dan berkelanjutan (mampu beroperasi secara terus
menerusselama 24 jam)
 Energi yang dihasilkan stabil dan kontinyu, dapat digunakan sebagai base load power
 Tingkat ketersediaan (availability) yang sangat tinggi • Penghematan bahan bakar fosil

Kekurangan :

 Karena lokasinya yang tedapat di kawasan pegunungan, dapat mengganggu daerah


konservasi

Referensi :
https://www.academia.edu/7018027/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Panas_Bumi
https://www.academia.edu/41125542/Proses_Produksi_Energi_Baru_Terbarukan_Pembangkit_L
istrik_Panas_Bumi_PLTP
Sistem Pembangkit Tenaga Listrik.pdf

https://youtu.be/N83PbwXM90o

Anda mungkin juga menyukai