Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN SESI SEMINAR ONLINE

PROGRAM PENDAMPINGAN GURU & KAJIAN STUDI ONLINE BAGI 20 SEKOLAH


DAMPINGAN DI KABUPATEN BINTUNI & FAKFAK
TAHUN 2020

KERJASAMA UNIVERSITAS PAPUA


DENGAN BP TANGGUH LNG

Pengantar
Menghadapi era industri 4.0, kemampuan guru harus terus ditingkatkan. Selain seorang guru
diharapkan dapat mendorong kemampuan berpikir anak menjadi lebih kritis, kreatif dan inovatif melalui
kegiatan pembelajaran di sekolah. Kemampuan para guru untuk dapat memanfaatkan media digital dalam
memfasilitasi kegiatan pembelajaran menjadi hal yang utama saat ini. Ditambah dengan kondisi
mewabahnya virus COVID-19 yang terjadi secara global pada tahun ini, membuat perubahan yang
signifikan dalam beberapa kebijakan pendidikan yang diambil oleh Kementrian Pendidikan RI. Pada 17
Maret 2020, Menteri Pendidikan menerbitkan surat edaran bernomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang
Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19
ditujukan kepada semua kepala dinas pendidikan dasar, menengah, hingga tinggi. Disusul dengan surat
edaran yang diterbitkan pada 24 maret 2020 nomor SE Mendikbud 4/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan
Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Di dalamnya, salah satunya, diatur proses belajar
dari rumah. Beberapa ketentuan yang diatur, antara lain semangat dasar pembelajaran daring, fokus belajar
dari rumah, aktivitas dan tugas pembelajaran selama belajar dari rumah, serta peran guru dalam
memberikan umpan balik. SE Mendikbud 4/2020 tersebut diikuti dengan terbitnya SE Sekjen
Kemendikbud 15/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR) dalam Masa
Darurat Penyebaran Covid-19 pada 18 Mei 2020. Pedoman tersebut ditujukan kepada dinas pendidikan,
kepala satuan pendidikan, pendidik, peserta didik, hingga orangtua/wali. Pedoman ini dibuat untuk
memastikan pemenuhan hak anak dalam mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19,
melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan
Covid-19, serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan
orangtua/wali.
Dengan perkembangan pola pembelajaran daring dari rumah dan juga pendekatan pengembangan
proyek pembelajaran mandiri bagi siswa. Guru akan lebih banyak berperan sebagai fasilitator serta mampu
untuk memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk mendesain pembelajaran kreatif yang dilakukan
dengan cara-cara-cara inovatif seperti pemutaran video sesuai tema pembelajaran dilanjutkan dengan
metode diskusi subtansi dari video yang sudah ditonton, pengembangan proyek-proyek ilmiah mandiri
sebagai media pembelajaran. Guru pada situasi saat ini ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap
perkembangan informasi dan komunikasi. Kemajuan teknologi informasi telah meningkatkan fleksibilitas
dalam perolehan ilmu pengetahuan bagi setiap individu baik guru maupun siswa. Konsekuensinya guru
dituntut kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
Pendidikan sebagai gerbang menuju proses adaptasi yang dapat diandalkan, dengan mengedepankan
pola pikir dan pola tindakan yang menggambarkan kualitas diri yang memiliki kemampuan untuk dapat
berpikir kritis, mampu menganalisa dan beradaptasi dengan segala keadaan, dengan demikian bagian di
bidang Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi, diharapkan mampu menyesuaikan kurikulum
Pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan ilmu pengetahuan saat ini. Kurikulum yang sesuai dengan
konteks perkembangan jaman, diharapkan mampu membuka akses bagi generasi milenial untuk menjadi
pekerja yang kompetitif dan produktif di masa depan.
Berangkat dari kondisi yang berubah dan kebutuhan untuk bisa tetap menyelenggarakan pendidikan
dengan strategi pembelajaran melalui sistem daring dan proyek ilmiah mandiri bagi siswa. Guru perlu
dibekali dengan amunisi dan teknis memfasilitasi pembelajaran yang praktis dan dapat diaplikasikan
khususnya pada sekolah yang beroperasi di daerah-daerah terpencil dan memiliki keterbatasan dalam
mengakses informasi dan sumber-sumber yang dapat dijadikan sebagai bagian rancangan kurikulum
pembelajaran di masa pandemi.
Sebagai bagian dari komitmen Tangguh untuk berkontribusi dalam bidang Pendidikan, salah satu
kegiatan yang akan dilakukan adalah melalui Program Pendampingan Guru dan Kajian Studi Online bagi
20 Sekolah Dampingan di Kabupaten Bintuni & Fakfak. Kegiatan ini akan dikembangkan dan difasilitasi
melalui kerjasama dan sinergi FKIP UNIPA dengan Tangguh. Capaian akhir yang diharapkan melalui
kegiatan Pendampingan Guru dan Kajian Studi untuk melihat perkembangan 20 sekolah dampingan di
wilayah kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak yang akan dilakukan melalui sesi daring, dapat membantu
para guru di daerah untuk berperan secara aktif dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif dan
memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Tujuan Pelaksanaan
1. Menambah wawasan para guru terkait kebijakan pendidikan di masa pandemi, praktek-praktek
pembelajaran inovatif yang sudah dikembangkan dan dipraktekan di daerah tertentu melalui
pendekatan belajar dari rumah.
2. Meningkatkan kompetensi guru dalam mempersiapkan rancangan kurikulum dan materi pembelajaran
yang disesuaikan dengan strategi pendekatan melalui sistem daring dan proyek pembelajaran mandiri.
3. Mengembangkan panduan tentang praktek-praktek kegiatan pembelajaran yang aplikatif dan inovatif
bersama dengan para guru di sekolah dampingan
4. Mendapatkan informasi lengkap tentang gambaran dan kegiatan sekolah dampingan yang
komprehensif, yang tidak terbatas pada dapodik sekolah, profil para guru, strategi sekolah dalam
pelaksanan KBM di masa pandemic, pengelolaan manajemen sekolah.

Peserta Seminar Online


Peserta seminar online tidak terbatas pada 20 (dua puluh) sekolah dampingan, tetapi juga mengundang
secara khusus seluruh sekolah yang ada di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak,
serta terbuka untuk umum. Jumlah peserta seminar online yaitu 259 orang, dengan pembagian sebagai
berikut:

Jumlah Peserta: 259 orang

Jumlah
Nama Provinsi
Peserta
DKI Jakarta. 1
Jambi. 5
Jawa Barat. 14
Jawa Tengah. 7
Jawa Timur. 5
Kalimantan Selatan. 1
Kalimantan Tengah. 1
Kalimantan Utara. 1
Lampung. 2
Maluku Utara. 4
Maluku. 1
Nusa Tenggara Barat. 1
Nusa Tenggara Timur. 6
Papua Barat. 170
Papua. 7
Jumlah
Nama Provinsi
Peserta
Riau. 1
Sulawesi Selatan. 18
Sulawesi Tengah. 1
Sulawesi Tenggara. 2
Sumatera Barat. 1
Sumatera Utara. 4
Jumlah 259

Peserta Dari 20 Sekolah Dampingan:

Nama Sekola Jumlah


Dampingan Peserta
SMP 1 Aranday 5
SMP Satu Atap Weriagar 5
SMP Negeri Babo 6
SD Inpres Babo 1
SMP Taroi 4
SD Taroi 7
SD Negeri Arguni 4
SD Negeri Kalitami 1
SD YPPK Babo 5
SD Inpres Otoweri 1
Jumlah 39
Kondisi jaringan internet yang kurang memadai di lokasi sekolah dampingan menjadi kendala
sehingga jumlah pendaftar dari 20 sekolah dampingan kurang dari target yaitu 100 orang.
Narasumber
Dalam sesi Seminar Online, melibatkan narasumber dan moderator pendidikan yang berlatar belakang
sebagai berikut:
 Narasumber Pusat: Prof. Dr. Dinn Wahyudin, MA. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
 2 orang Praktisi Pendidikan skala provinsi dan nasional:
1. Drs. Jhon Rahail, M.Kes. (Penggagas Sekolah Kampung Papua)
2. Dr. Meky Sagrim, S.P.,M.Si. (Rektor Universitas Papua)
 Pemerhati Pendidikan di wilayah Papua dan Papua Barat sebagai moderator/pembahas:
Prof. Dr. Benidiktus Tanujaya, M.Si. (Dekan FKIP UNIPA)

Anda mungkin juga menyukai