Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PRINSIP ETIK KEPERAWATAN

Disusun Oleh:

Maria Philomena. Kolatlena A1C219119

Rita Amelia A1C219143

Husnul Hafifa A1C219131

Farida. Takaba A1C219129

Nadia Gardilah A1C219123

Dosen MK

Syamsuryana Sabar S.Kep.,Ns.,M.Kep

PROGRAM STUDY S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

UNIVERSITAS MEGAREZKY

TAHUN AJARAN 2020/2021


KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan berkat-Nya, penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Prinsip Etik Keperawatan" dengan tepat
waktu.

Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Medikal Bedah II. Selain
itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang etika keperawatan dan prinsip etik
keperawatan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
diselesaikannya makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik
yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar, 16 Agustus 2021

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………..

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………….


1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………..
1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………..

2.1 Pengertian Etika…………………………………………………………………………


2.2 Pengertian Etika Keperawatan………………………………………………………..
2.3 Prinsip Etik Keperawatan…………………………………………………………………..
2.4 Penerapan Prinsip Etik Keperawatan……………………………………………………….

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………….
3.2 Saran……………………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Etika merupakan perilaku seseorang yang berhubungan dalam pengambilan keputusan
yang baik maupun buruk. Kelompok maupun individu pasti memiliki nilai-nilai etika
didalam bermasyarakat. Dengan adanya nilai etika pada diri setiap individu dapat
mengurangi terjadinya tindakan yang tidak diinginkan atau merugikan orang lain.
Etika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam suatu organisasi
salah satunya yaitu organisasi profesi keperawatan.
Etika keperawatan adalah pedoman bagi perawat didalam memberikan asuhan
keperawatan kepada pasiennya agar segala tindakan yang diambilnya tetap
memperhatikan kebaikan pasien. Aspek etika keperawatan merupakan hal yang
penting bagi perawat dipelayanan. Banyaknya kasus pelanggaran etik di Indonesia
seperti bayi melepuh karena ditinggal perawat, salah suntik, pasien jatuh, pembiaran
pasien sehingga terlambat mendapatkan penanganan merupakan hal-hal yang masih
saja terjadi dalam perawatan pasien. Hal tersebut bisa saja terjadi karena perawat
kurang memperhatikan prinsip etika dalam asuhan keperawatan.
Penerapan prinsip etik penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian
bagi  pasien. Kerugian tersebut dapat menyebabkan injury atau bahaya fisik, bahaya
emosional seperti  perasaan ketidakpuasan, kecacatan bahkan kematian dan akhirnya
tujuan pelayanan yang berupa  patient safety tidak akan pernah terwujud. Selain itu,
akan menyebabkan ketidakpuasan pasien  yang akhirnya berdampak buruk pada citra
perawat dan pendapatan rumah sakit, pasien merasa  tidak puas dengan pelayanan
yang diberikan maka tidak akan berobat kembali ke tempat tersebut  karena merasa
sudah tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. 

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan etika?
2. Apa yang dimaksud dengan etika keperawatan?
3. Apa saja prinsip etik keperawatan?
4. Bagaimana contoh penerapan prinsip etik keperawatan?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui tentang pengertian etika
2. Mengetahui tentang pengertian etika keperawatan
3. Mengetahui prinsip-prinsip etik keperawatan
4. Mengetahui penerapan prinsip etik keparawatan
BAB II

PE MBAHASAN

2.1 Pengertian Etika


Etika adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian
moral. Definisi etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar dan salah,
baik dan buruk, tanggung jawab, dan lain sebagainya.
Kata etika berasal dalam bahasa Yunani Kuno yakni ethikos, yang berarti timbul dari
kebiasaan. Sedangkan pengertian etika menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia) adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak). Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis
dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan,
antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.
Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya
dilakukan oleh manusia. Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat
dikatakan sebagai etika.[ Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam
melakukan refleksi.[ Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu,
objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu
lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif.
Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Sebagai cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku manusia, etika memberikan
standar atau penilaian terhadap perilaku tersebut.
Oleh karena itu, etika terbagi menjadi empat klasifikasi yaitu:
 Etika Deskriptif: Etika yang hanya menerangkan apa adanya tanpa memberikan
penilaian terhadap objek yang diamati.
 Etika Normatif: Etika yang mengemukakan suatu penilaian mana yang baik dan
buruk, dan apa yang sebaiknya dilakukan oleh manusia.
 Etika Individual: Etika yang objeknya manusia sebagai individualis. Berkaitan
dengan makna dan tujuan hidp manusia
 Etika Sosial: Etika yang membicarakan tingkah laku manusia sebagai makhluk
sosial dan hubungan interaksinya dengan manusia lain. Baik dalam lingkup
terkecil, keluarga, hingga yang terbesar bernegara.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli:

 Soergarda Poerbakawatja
Menurut Soergarda Poerbakawatja, pengertian etika adalah suatu ilmu yang
memberikan arahan, acuan, serta pijakan kepada suatu tindakan manusia.
 H. A. Mustafa
Menurut H. A. Mustafa, pengertian etika adalah ilmu yang menyelidiki terhadap
suatu perilaku yang baik dan yang buruk dengan memerhatikan perbuatan
manusia sejauh apa yang diketahui oleh akan serta pikiran manusia.
 K. Bertens
Menurut K. Bertens, definisi etika adalah nilai dan norma moral yang menjadi
suatu acuan bagi umat manusia secara baik secara individual atau kelompok
dalam mengatur semua tingkah lakunya.
 DR. James J. Spillane SJ
Menurut DR. James, etika adalah memperhatikan suatu tingkah laku manusia di
dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan moral. Etika lebih
mengarah ke penggunaan akal budi dengan objektivitas guna menentukan benar
atau salahnya serta tingkah laku seseorang terhadap lainnya.
 Drs. H. Burhanudin Salam
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah sebuah cabang ilmu filsafat yang
membicarakan perihal suatu nilai-nilai serta norma yang dapat menentukan suatu
perilaku manusia ke dalam kehidupannya.
 W. J. S. Poerwadarminto
Menurut Poerwadarminto, arti etika adalah ilmu pengetahuan tentang suatu
perilaku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruknya yang
sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

2.2 Pengertian Etika Keperawatan


Salah satu aturan yang mengatur hubungan antara perawat-pasien adalah etika. Etika
berasal dari kata yunani, yaitu ethosyang berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Etika profesi keperawatan adalah filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral
yang mendasari pelaksanaan praktik keperawatan. Etika profesi keperawatan adalah
milik dan dilaksanakan oleh semua perawat. Semua perawat harus untuk menaati kode
etik yang telah disepakati. Dalam melaksanakan praktik keperawatan, seorang
perawat harus mengambil suatu keputusan dalam upaya pelayanan keperawatan klien.
Keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan dan kemampuan penalaran ilmiah
dan penalaran etika, hal yang baik bagi pelayanan keperawatan klien diukur dari sudut
keyakinannya sendiri,norma masyarakat, dan standar professional.
Etika  keperawatan mengandung unsur-unsur pengorbanan, dedikasi, pengabdian, dan
hubungan antara  perawat dengan klien, dokter, sejawat perawat, diri sendiri, keluarga
klien, dan pengunjung.  Terdapat 7 prinsip etik keperawatan yaitu; otonomi,
non malficience,beneficience, justice,veracity, fidelity, confidentiality dan
accountability.
Etika profesi keperawatan merupakan alat untuk mengukur perilaku moral dalam
keperawatan. Dalam penyusunannya didasarkan pada kode etik sebagai standar yang
mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat.
Menurut American Comission Bureau on Teaching, tujuan dari etika keperawatan
adalah:
 Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktik keperawatan.
 Membentuk strategi/ cara dan menganalisis masalah moral yang terjadi dalam
praktik keperawatan.
 Menghubungkan prinsip moral yang baik yang dapat dipertanggungjawabkan
pada diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Tuhan

2.3 Prinsip Etik Keperawatan


Adapun prinsip prinsip eika yang harus dipahami oleh seorang perawat dalam
memberikan asuhan kperawatan sebagai berikut :
1. Otonomi (Autonomi)
Prinsip utama oleh seorang perawat dalam memberikan asuhan dan tindakan
keperawatan  haruslah   didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu
berpikir logis dan mampu mengambil  keputusan sendiri yang terbaik untuk
kepentingan dirinya sendiri, dalam hal ini perawat tidak boleh memaksakan suatu
tindakan keperawatan tanpa persetujuan pasien. Misalnya  pasien dalam
melakukan pemasangan infus meskipun telah ada intruksi dari dokter secara
tertulis untuk melakukan pemasagnan infus seorang perawat yang akan
melakukan wajib terlebih dahulu untuk meminta persetujuan pada pasien, setelah
pasien setuju maka perawat baru boleh melakukan pemasangan infus, itu yang
dimaksud dengan autonomi pasien. Begutu juga pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi oleh dokter pasien wajib diberikan informed consent oleh dokter
sehingga pasien paham tujuan dan tindakan dan resiko yang akibat operasi
tersebut.

2. Beneficence (Berbuat Baik)


Prinsip ini menuntut perawat untuk melakukan hal yang baik dengan begitu dapat
mencegah kesalahan atau kejahatan. Setiap langkah perbuatan dan tindakan yang
dilakukan oleh perawat pada pasien harus untuk kepentingan terbaik pada pasien.
Semata mata mata hanya untuk kebaikan pasien.   

3. Justice (Keadilan) \
Nilai ini direfleksikan dalam praktek professional ketika perawat bekerja untuk
asuhan keperawatan dan tindakan keperawatan  yang benar, sesuai  standar
keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. Perawat
tidak boleh membedakan bedakan pasien berdasarkan statussosial, pangkat,
jabatan, atau tidak boleh SARA  

4. Non-maleficence (Tidak Merugikan)


Asuhan  keperawatan yang diberikan oleh perawat tidak membahayakan
keselamatan pasien dan tidak menimbulkan cedera pada pasien   (tidak merugikan
pasien ) prinsipnya pelayanan tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan
psikologis pada klien. Bahkan perawat wajib mencegah timbulnya cedera pada
pasien, misalnya pasie yang gelisah diberi tempat tidurnya pengaman agar pasien
tidak terjatuh. Agar tidak salah obat pada pasien, setiap pemberian obat wajib
dilakukan identufikasi pasien   

 
5. Veracity (Kejujuran)
Nilai nilai kejujuran  ini bukan tidak saja   dimiliki oleh perawat namun harus
dimiliki oleh seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
kesehatan, perawat yang memberikan informasi kepada pasien sesuai dengan
ketentuan yang berlaku harus memberikan informasi yang lengkap, akurat  dan
objektif pada pasien dan keluarga. Untuk meningkatkan saling percaya antara
perawat dan pasien maka sikap jujur perawat dapat mempermudah pelayanan
asuhan keperawat oleh perawat kepada pasien.

6. Fidelity (Menepati janji)


Tanggung jawab besar seorang perawat adalah meningkatkan kesehatan,
mencegah penyakit, memulihkan kesehatan, dan meminimalkan penderitaan.
Untuk mencapai itu perawat harus memiliki komitmen menepati janji dan
menghargai komitmennya kepada orang lain.
Apabila  perawat telah membuat kesepakatan terkait hubungan pelayanan
keperawatan dengan pasien maka perawat wajib menepati janjinya, misalnya
perawat akan melakukan edukasi pada pasien tentang cara mengambil nafas dalam
yang benar Jam.10,00 Wib, maka perawat wajib menepatinya agar pasien 
menghargai perawat.

7. Confidentiality
Kerahasiaan, hak privacy pasien  merupakan hak yang tidak boleh dilanggar oleh
perawat, maka segala informasi tentang pasien harus dijaga kerahasiaannya oleh
perawat, perawat tidak boleh  menginformasikan penyakit pasien pada siapun
kecuali atas izin keluarga. Pembahasan tentang terkait pasien hanya boleh
dialakukan dalam  pelayanan, itupun  harus untuk kepentingan pasien. Rekam
medik pasien tidak boleh dibaca oleh orang lain, kecuali tenaga kesehatan terkait
dalam memberikan asuhan pelayanan kesehatana pasien.  Diskusi tentang klien
diluar area pelayanan harus dihindari.

8. Accountability (Akuntabilitasi)
Nilai nilai akuntabilitas adalah standar  asuhan keperawatan dan tindakan
keperawatan yang yang dilakukan oleh perawat dijamin kepastiannya, atau sudah
ada SOP, suadah ada Standarnya.   Tindakan seorang professional dapat dinilai
dalam situasi yang tidak jelas atau tanda terkecuali. “Perawat bertanggung jawab
pada diri sendiri, profesi, klien, sesama teman sejawat, , dan masyarakat. Jika
perawat salah dalam melakukan tindakan keperawatan pada pasien  perawat dapat
saja dituntut oleh pasien atau keluarga pasien”.  
2.4 Penerapan Prinsip Etik Keperawatan
Berikut ini adalah contoh penerapan prinsip etik keperaatan dalam pelayanan
pemberian asuhan keperawatan kepada klien:
1. Automomi ( ptomomi)
Aplikasi prinsip moral otonomi dalam asuhan keperawatan ini contohnya adalah
seorang perawat apabila akan menyuntik harus memberitahu untuk apa obat
tersebut, prinsip otonomi ini dilanggar ketika seorang perawat tidak menjelaskan
suatu tindakan keperawatan yang akan dilakukannya, tidak menawarkan pilihan
misalnya memungkinkan suntikan atau injeksi bisa dilakukan di pantat kanan
atau kiri dan sebagainya. Perawat dalam hal ini telah bertindak sewenang-wenang
pada orang yang lemah

2. Benefisience (Berbuat Baik)


Beberapa contoh prinsip tersebut dalam aplikasi praktik keperawatan adalah,
seorang pasien mengalami perdarahan setelah melahirkan, menurut program
terapi pasien tersebut harus diberikan tranfusi darah, tetapi pasien mempunyai
kepercayaan bahwa pemberian tranfusi bertentangan dengan keyakinanya,
dengan demikian perawat mengambil tindakan yang terbaik dalam rangka
penerapan prinsip moral ini yaitu tidak memberikan tranfusi setelah pasien
memberikan pernyataan tertulis tentang penolakanya. Perawat tidak memberikan
tranfusi, padahal hal tersebut membahayakan pasien, dalam hal ini perawat
berusaha berbuat yang terbaik dan menghargai pasien.

3. Justice (Keadilan)
Sebagai contoh dari penerapan tindakan justice ini adalah dalam keperawatan di
ruang penyakit bedah, sebelum operasi pasien harus mendapatkan penjelasan
tentang persiapan pembedahan baik pasien di ruang VIP maupun kelas III,
apabila perawat hanya memberikan kesempatan salah satunya maka melanggar
prinsip  justice ini.

4. Non Maleficience (Tidak merugikan)


Ketika menghadapi pasien dengan kondisi gawat maka seorang perawat harus
mempertahankan kehidupan pasien dengan berbagai cara. Tetapi menurut Chiun
dan Jacobs (1997 : 40) perawat harus menerapkan etika atau prinsip moral
terhadap pasien pada kondisi tertentu misalnya pada pasien koma yang lama yaitu
prinsip avoiding killing, Pasien dan keluarga mempunyai hak-hak menentukan
hidup atau mati. Sehingga perawat dalam mengambil keputusan masalah etik ini
harus melihat prinsip moral yang lain yaitu beneficience, nonmaleficience dan
otonomy yaitu melakukan yang terbaik, tidak membahayakan dan menghargai
pilihan pasien serta keluarga untuk hidup atau mati. Mati disini bukan berarti
membunuh pasien tetapi menghentikan perawatan dan pengobatan dengan
melihat kondisi pasien dengan pertimbangan beberapa prinsip moral diatas.
5. Kejujuran / veracity
Prinsip ini dilanggar ketika kondisi pasien memungkinkan untuk menerima
jawaban yang sebenarnya tetapi perawat menjawab tidak benar misalnya dengan
jawaban ; hasil ukur tekanan darahnya baik, laboratoriumnya baik, kondisi bapak
atau ibu baik-baik saja, padahal nilai hasil ukur tersebut baik buruknya relatif
bagi pasien

6. Menepati janji / fidelity


Bila perawat sudah berjanji untuk memberikan suatu tindakan, maka tidak boleh
mengingkari janji tersebut.

7. Kerahasian confidentialy
Contoh : Perawat tidak boleh menceritakan rahasia klien pada orang lain, kecuali
seijin klien atau seijin keluarga demi kepentingan hukum.

8. Akuntabilitas
Standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi
yang tidak jelas atau tanda tekecuali. Contoh perawat bertanggung jawab pada
diri sendiri, profesi, klien, sesame teman sejawat, karyawan, dan masyarakat. Jika
perawat salah memberi dosis obat kepada klien perawat dapat digugat oleh klien
yang menerima obat, dokter yang memberi tugas delegatif, dan masyarakat yang
menuntut kemampuan professional.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kata etika berasal dalam bahasa Yunani Kuno yakni ethikos, yang berarti timbul dari
kebiasaan. Sedangkan pengertian etika menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia) adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak). Etika sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
maupun organisasi salah satunya organisasi profesi keparawatan. Didalam pelayanan
keparawatan sangat dibutuhkan etika. Etika profesi keperawatan adalah filsafat yang
mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan praktik
keperawatan. Etika profesi keperawatan adalah milik dan dilaksanakan oleh semua
perawat. Semua perawat harus untuk menaati kode etik yang telah disepakati.
Terdapat 7 prinsip etik keperawatan yaitu; otonomi (otonomi), non malficience (tidak
merugikan), beneficience (berbuat baik), justice (keadilan), veracity (kejujuran),
fidelity (menepati janji), confidentiality (kerahasiaan) dan accountability
(akuntabilitas). Delapan Prinsip etik keperawatan ini merupakan pedoman bagi
perawat dalam melakukan asuhan dan tindakan keperawatan.  Moralitas dan sikap
serta tindakan seorang perawat dalam pelayanan kesehatan dan pelayanan
keperawatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profei perawat,
darimanapun kita memandang bahwa pelayanan keperawatan merupakan pelayanan
yang bersifat humanis dan berdimensi kemanusiaa. Profesionalisme dan keterampilan
yang dimiliki oleh  perawat harus dilandasi oleh nilai nilai etik dan kemanusiaan.

3.2 Saran
Perlu kita pahami bahwa etika sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat
maupun dalam suatu organisasi. Didalam organisasi profesi keperawatan juga
memiliki etika keperawatan dimana setiap perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan harus berdasarkan prinsip dari etik keperawatan yang merupakan
pedoman untuk melakukan asuhan keperawatan.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk kita semua yang membacanya dan kami yakin
makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga saya mohon saran untuk
perbaikan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.zonareferensi.com/pengertian-etika/
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-etika.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Etika
https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/676/1/MODUL%20AJAR%20ETIKA
%20KEPERAWATAN.pdf
http://news.unair.ac.id/2021/05/20/pentingnya-menerapkan-prinsip-etik-pada-
tindakan-keperawatan/
https://www.adzanri.com/2020/10/kode-etik-dan-prinsip-dalam-etika.html
https://gustinerz.com/8-prinsip-etika-dalam-keperawatan/
https://www.scribd.com/document/374592215/Contoh-contoh-Kasus-Dalam-Prinsip-
Etika-Keperawatan

Anda mungkin juga menyukai