Anda di halaman 1dari 17

BUKU KONSEP

RE-DESAIN DINAS KEARSIPAN DAN


PERPUSTAKAAN KABUPATEN TRENGGALEK
DENGAN LANGGAM MINIMALIS DENGAN
NUANSA CAFÉ BIOPHILIC DENGAN SENTUHAN
BUDAYA TRENGGALEK TURONGGO YAKSO

NABILA ZAHIDAH
08411840000040
LATAR BELAKANG
RUMUSAN MASALAH Perpustakaan umum merupakan tempat sarana
edukasi dan kreativitas bagi masyarakat guna
1. Bagaimana merancang sebuah interior meningkatkan budaya literasi dengan harapan dapat
perpustakaan yang dapat membuat pengunjung mencerdaskan masyarakat agar memiliki SDM yang
terdorong dan tertarik untuk mengunjungi unggul dan berkualitas. Perpustakaan selalu buka
perpustakaan umum dan dapat menumbuhkan kapan pun baik pada hari kerja maupun hari libur.
minat baca? Akan tetapi, dewasa ini minat masyarakat akan
2. Bagaimana merancang sebuah interior berkunjung ke perpustakaan mulai menurun. Seiring
perpustakaan umum dengan menciptakan suasana dengan perkembangan teknologi yang semakin
yang nyaman, tenang dan lapang? canggih, membuat masyarakat khususnya pemuda
3. Bagaimana menerapkan desain interior mulai perlahan meninggalkan budaya literasi, dan
perpustakaan dengan menggunakan sentuhan lebih beralih untuk focus ke gadget masing-masing.
budaya daerah yang ada? Kini mayoritas pemuda lebih mengutamakan
berkumpul di tempat umum yang lebih menarik
TUJUAN seperti di restoran, mall, atau café.
1. Menciptakan desain interior perpustakaan dengan
Maka bermula dari munculnya permasalahan
menerapkan langgam minimalis modern dengan
tersebut, dibutuhkan suatu inovasi terbaru dalam
nuansa café guna memaksimalkan daya tarik serta
merancang desain perpustakaan guna menarik
dapat meningkatkan produktivitas bagi pengunjung.
Kembali para pengunjung khususnya pemuda untuk
2. Dengan menciptakan desain interior perpustakaan
Kembali menghidupkan budaya literasi ini.
dengan nuansa vibe tropical yang menyesuaikan
dengan iklim yang ada serta menggunakan furniture
multifungsi guna meningkatkan fleksibilitas pada
ruang.
3. Menciptakan desain interior dengan menerapkan
budaya daerah trenggalek yaitu
STUDI PUSTAKA

PERPUSTAKAAN
Definisi Perpustakaan
Perpustakaan merupakan unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu
yang mengelola bahan-bahan pustaka. Baik berupa buku maupun non buku
yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat
digunakan sebagai sumber informasi (Suhendar, 2005:3).
“Perpustakaan sekolah adalah sarana penunjang pendidikan di satu pihak
sebagai pelestari ilmu pengetahuan, dan di lain pihak sebagai sumber bahan
pendidikan yang akan diwariskan kepada generasi yang lebih muda. Secara
nyata perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk proses belajar dan
mengajar bagi guru maupun bagi murid”.(Mudyana dan Rohandi, 2005:16)

“Perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang tercetak maupun


rekaman yang lainnya, pada suatu tempat tertentu yang telah diatur sedemikian
rupa untuk mempermudah pemustaka mencari informasi yang diperlukannya
dan yang tujuannya utamanya adalah untuk melayani kebutuhan informasi
masyarakat yang dilayaninnya dan bukan untuk diperdagangkan”.(Trimo,
2005:220)

Fungsi Perpustakaan Tujuan Perpustakaan


a. Fungsi Informasi a. Tujuan umum: membina dan
b. Fungsi Pendidikan mengembangkan kebiasaan membaca
c. Fungsi Kebudayaan dan belajar sebagai suatu proses
d. Fungsi rekreasi yang berkesinambungan seumur
e. Fungsi Penelitian hidup serta kesegaran jasmani dan
rohani masyarakat berada dalam
jangkauan layanan
b. Tujuan fungsional
c. Tujuan Operasional

https://duniaperpustakaan.com/2016/08/pengertian-dan-fungsi-perpustakaan-menurut-ahli.html
STUDI TATA RUANG PERPUSTAKAAN STUDI PUSTAKA

Ruang perpustakaan merupakan sarana yang penting dalam


penyelenggaraan perpustakaan karena dalam ruang ini segala aktivitas Untuk memperlancar kegiatan pelayanan dan penyelesaian
dan program perpustakaan dirancang dan diselenggarakan. Suatu pekerjaan, dalam penataan ruangan perlu diperhatikan
perpustakaan bukan hanya menyediakan ruang kemudian mengisi dengan prinsip-prinsip tata ruang sebagai berikut:
koleksi tetapi juga harus memperhatikan lokasi perpustakaan, aspek 1. Pelaksanaan tugas yang memerlukan konsentrasi
penataan ruang, penataan perabot dan perlengkapan, alur petugas dan hendaknya ditempatkan di ruang terpisah atau di
penerangan. Bafadal (2004:47) mengemukakan penataan perpustakaan tempat yang aman dari gangguan.
sekolah mempunyai manfaat yaitu 2. Bagian yang bersifat pelayanan umum hendaknya
1. Dapat menciptakan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan ditempatkan di lokasi yang strategis agar mudah
untuk belajar, baik bagi murid, guru dan pengunjung lainnya. dicapai.
2. Mempermudah murid, guru dan pengunjung lainnya dalam mencari 3. Jarak satu meubelair dengan lainnya dibuat agak lebar
bahan-bahan pustaka yang diinginkan. agar orang yang lewat lebih leluasa.
3. Petugas perpustakaan sekolah mudah memproses bahan-bahan 4. Bagian-bagian yang mempunyai tugas sama, hampir
pustaka, memberikan pelayanan, dan melakukan pengawasan. sama, atau merupakan kelanjutan, hendaknya
4. Bahan-bahan pustaka aman dari segala sesuatu yang dapat ditempatkan di lokasi yang berdekatan.
merusaknya. 5. Bagian yang menangani pekerjaan yang bersifat
5. Memudahkan petugas perpustakaan sekolah dalam melakukan berantakan seperti pengolahan, penjilidan dan
perawatan terhadap semua perlengkapan perpustakaan sekolah. pengetikan, hendaknya ditempatkan yang tidak tampak
oleh khalayak umum (pengguna perpustakaan).
Kosasih (2009:6) mengemukakan bahwa perpustakaan pada umumnya memiliki 6. Apabila memungkinkan, semua petugas dalam satu
empat macam ruangan diantaranya unit/ ruangan duduk menghadap ke arah yang sama dan
1.Ruang koleksi buku (rak-rak buku) pimpinan duduk di belakang.
2.Ruang baca 7. Alur pekerjaan hendaknya bergerak maju dari satu meja
3.Ruang pengolahan bahan pustaka dan ruang staf ke meja lain dalam satu garis lurus.
4.Ruang sirkulasi 8. Ukuran tinggi, rendah, panjang, lebar, luas, dan bentuk
Menurut Brown (1991), terdapat 10 dasar perencanan dan desain perpustakaan perabot hendaknya dapat diatur lebih leluasa.
yang perlu diperhatikan, yaitu: 9. Perlu ada lorong yang cukup lebar untuk jalan apabila
1. Fleksibel, sewaktu-waktu terjadi musibah/ kebakaran.
2. Lapang,
3. Akses mudah,
4. Dapat diperluas,
5. Bervariasi,
6. Terorganisir
7. Nyaman,
8. Lingkungan,
9. Aman,
10.Ekonom

https://ernisusiyawati.wordpress.com/2013/06/01/penataan-ruang-perpustakaan/
STUDI PUSTAKA

MINIMALIS MODERN
Gaya modern minimalis identik dengan segala sesuatu yang simpel,
fungsional, dan tertata rapi, serta pastinya berhubungan dengan
kemajuan teknologi., gaya interior minimalis adalah pendekatan desain
yang ditandai dengan penghematan dalam dekorasi. Konsep desain ini bisa
dicapai melalui penggunaan furnitur fungsional dan benda-benda interior,
bentuk geometris dan kombinasi yang biasanya tidak lebih dari dua warna
dasar.
Desain minimalis adalah desain yang dipreteli, menghapus bagian-
bagian yang tidak perlu, hingga hanya meninggalkan elemen-elemen
pentingnya saja.

Karakteristik Minimalis:
1. Menggunakan gaya Geometris
2. Meminimalisir penggunaan perabotan
3. Menggunakan warna-warna monokrom
4. Mengutamakan fungsi
5. Minim Ornamen
6. Ruang dibuat lebih terbuka dan
7. meminimalisir sekat
8. Ruang dibuat lebih terbuka

NUANSA CAFE
Nuansa desain café merupakan desain dengan mengambil
unsur2 atau elemen yang biasa terdapat pada café. Desain
sentuhan café biasanya lebih mengutamakan kenyamanan
pada tempat duduk, serta ditambah dengan pencahayaan
berupa lampu gantung yang estetik serta desain mural pada
tembok sehingga lebih instagramable. Desain nuansa café ini
biasanya sangat disukai oleh user dengan segmentasi
pemuda atau milenial sehingga café yang memiliki desain
yang estetik memang memiliki daya Tarik yang tinggi.
STUDI PUSTAKA

BIOPHILIC DESIGN
PENERAPAN KONSEP BIOPHILIC
 Desain biophilic adalah konsep yang
digunakan dalam industri bangunan untuk Penerapan desain biophilic pada desain interior dapat
meningkatkan konektivitas penghuni ke ditunjukkan dengan membuat penerangan dan ventilasi
lingkungan alam melalui penggunaan sifat
udara alami dan adanya unsur air serta tumbuhan dalam
langsung, sifat tidak langsung, dan kondisi
ruang dan tempat. ruang. Penerapan unsur alam dapat diaplikasikan melalui
penggunaan material alam dan replika bentuk bentuk
 Desain biophilic menghadirkan ruang
alam melalui desain, pola ornamen maupun finishing
hijau untuk meningkatkan kualitas hidup
yang mempengaruhi kesehatan dan interior.
kesejahteraan fisiologis maupun psikologis Desain biophilic memperjelas keberadaan tempat
manusia. manusia dalam alam dan menggunakan lingkungan
buatan untuk memelihara, membangkitkan dan
meningkatkan interaksi fisiologis dan psikologis manusia
dengan alam. Esensi dari desain biophilic ini adalah
untuk menciptakan ruangan yang didalamnya terjalin
interaksi dengan alam yang merupakan kebutuhan dasar
manusia.

Desain biophilic biasanya menggunakan warna alami dan


netral seperti warna coklat kayu, putih, hitam, hijau.

https://www.casaindonesia.com/article/read/7/2019/1124/Apa-itu-Desain-Biophilic-dan-Bagaimana-Penerapannya
TARI TURONGGO YAKSO

Tari TuronggoYakso merupakan kesenian asli kabupaten


Trenggalek dan menjadi salah satu budaya kesenian yang
iconic di Kabupaten Trenggalek. Awalnya kesenian ini berasal
dari pelaksanaan upacara adat “baritan” yaitu sebuah ritual
yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah kecamatan
Dongko yang terletak diujung barat daya Kabupaten
Trenggalek. Kesenian TuronggoYakso mulai dikenal sebagai
kesenian asli Trenggalek pada tahun 80-an. Tari Jaranan
TuronggoYakso ini menceritakan tentang kemenangan
warga desa dalam mengusir marabahaya atau
keangkaramurkaan yang menyerang desanya.

Tari TuronggoYakso ini berbeda dengan Kesenian Jaranan


yang ada di luar Kabupaten Trenggalek. Perbedaan itu
terletak pada kuda-kudaan yang ditungganginya.Jika pada
Kesenian jaranan, kuda tersebut menggambarkan kuda yang
benar-benar berbentuk kuda. Sedangkan pada Tari Turonggo
Yakso, kuda yang dipakai untuk tampil adalah kuda yang
berkepala raksasa. Namun dalam gerakannya hampir sama,
hanya saja pada Tari TuronggoYakso masih belum
terbebaskan dari gerakan-gerakan yang menjadi tumpuan
utama pada awal Tari TuronggoYakso terlahir.
CORPORATE IDENTITY DINAS KEARSIPAN DAN
PERPUSTAKAAN KABUPATEN TRENGGALEK
VISI :
“TERWUJUDNYA KABUPATEN TRENGGALEK YANG MAJU, ADIL,
SEJAHTERA, BERKEPRIBADIAN, BERLANDASKAN IMAN DAN
TAKWA”

MISI : Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten


•Meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih, kompeten dan Trenggalek berusaha mewujudkan Misi tersebut
profesional, dalam memberikan pelayanan prima kepada diatas terutama misi kesatu dengan mendukung
masyarakat Program SMART Regency dengan mengembangkan
•Meningkatkan pembangunan sektor pertanian serta memberikan implementasi e-office di bidang kearsipan melalui
perlindungan terhadap masyarakat untuk mewujudkan tata niaga aplikasi e-archive (arsip elektronik) didalam
yang adil dan menyejahterakan menyelenggarakan layanan jasa dan pembinaan
•Mewujudkan peningkatan perluasan layanan infrastruktur, kearsipan. Sedangkan untuk mewujudkan misi ke
utamanya yang menunjang pengembangan pariwisata dan kawasan enam dengan mendukung Program GENCAR
strategis (Generasi Gemar Baca dan Pintar) dengan
•Meningkatkan penciptaan lapangan kerja bagi SDM terdidik serta meningkatkan kualitas SDM, sarana dan prasarana
meningkatkan daya tarik investasi industri dengan memperhatikan perpustakaan untuk tersedianya perpustakaan
kelestarian alam, ekonomi kerakyatan dan tatanan sosial masyarakat sebagai sumber informasi yang berkualitas dan
•Meningkatkan sinergitas pembangunan dengan meningkatkan berdaya saing, meningkatkan pengembangan dan
peran serta berbagai pihak pembinaan perpustakaan desa dan perpustakaan
•Meningkatkan pengembangan karakter masyarakat yang sekolah, menyelenggarakan kerjasama bidang
berkepribadian sebagai pilar pembangunan dengan berlandaskan perpustakaan, dan melestarikan bahan-bahan
iman dan takwa pustaka.
•Meningkatkan keberpihakan pemerintah dalam mengentaskan
masalah kemiskinan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah
ALUR KERJA DAN STUDI AKTIVITAS

KEPALA DINAS
Kepala Dinas mempunyai tugas:
a. menyusun rencana program kerja tahunan dan lima tahunan Dinas;
b. merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan teknis Sub Bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas:
dibidang perpustakaan dan kearsipan; a. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan Sub Bagian umum dan
c. mengoordinasikan pelaksanaan program dibidang perpustakaan dan kepegawaian sebagai acuan kerja;
kearsipan; b. b. menyediakan bahan koordinasi teknis dengan unit kerja lain terkait
d. menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dengan kegiatan Sub Bagian umum dan kepegawaian;
dibidang perpustakaan dan kearsipan; c. c. menyediakan bahan perumusan kebijakan teknis tentang kegiatan Sub
e. melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang Bagian umum dan kepegawaian untuk menunjang kelancaran pelaksanaan
perpustakaan dan kearsipan; tugas;
f. mengelola pendapatan asli Daerah sesuai fungsi Dinas; d. d. mengelola dan mendistribusikan kebutuhan perlengkapan dan peralatan
g. mengelola kawasan tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan kantor;
Bupati; e. e. menyiapkan bahan pemberitaan yang berkaitan dengan kebijakan Kepala
h. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan Dinas dan kegiatan Dinas serta mendokumentasikan berita;
pelaksanaan tugas Dinas; f. f. melaksanakan pelayanan administrasi umum, urusan rumah tangga,
urusan surat menyurat dan ketatalaksanaan serta kepegawaian Dinas;
g. g. menyiapkan bahan pembinaan di bidang umum dan kepegawaian Dinas;
Sekretariat mempunyai tugas: h. h. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan
a. merencanakan kebijakan operasional pada Sekretariat berdasarkan tugas Sub Bagian umum dan kepegawaian; dan
kebijakan umum Kepala Dinas dan rencana strategis Dinas sebagai i. i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai
pedoman kerja; dengan tugas dan fungsinya.
b. b. mengoordinasikan program pelayanan administrasi perkantoran,
peningkatan sarana dan prasarana aparatur serta pengembangan Bagian keuangan, perencanaan dan pelaporan mempunyai tugas:
sistem perencanaan, pelaporan kinerja dan keuangan antar Bidang; a. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan Sub Bagian keuangan,
c. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan tentang program perencanaan dan pelaporan sebagai acuan kerja;
pelayanan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan b. menyiapkan bahan koordinasi teknis dengan unit kerja lain terkait dengan
prasarana aparatur serta pengembangan sistem perencanaan, kegiatan Sub Bagian keuangan, perencanaan dan pelaporan;
pelaporan kinerja dan keuangan untuk menunjang kelancaran c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis tentang kegiatan Sub
pelaksanaan tugas; Bagian keuangan, perencanaan dan pelaporan untuk menunjang kelancaran
d. d. mengoordinasikan penyusunan bahan pemberitaan yang berkaitan pelaksanaan tugas;
dengan kebijakan Kepala Dinas dan kegiatan Dinas, d. menyiapkan bahan pembinaan di bidang pengelolaan keuangan Dinas;
mendokumentasikan berita dan penyelenggaraan hubungan e. menyusun bahan perencanaan dan pelaporan Dinas;
masyarakat; f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan
e. e. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan tugas Sub Bagian keuangan, perencanaan dan pelaporan; dan
pelaksanaan tugas Sekretariat; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai
f. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
dengan tugas dan fungsinya.
Bidang perpustakaan mempunyai tugas: Seksi deposit, pengembangan Teknologi Informasi dan pengolahan bahan pustaka
a. menyusun program kerja Bidang perpustakaan sebagai mempunyai tugas:
penjabaran rencana strategis Dinas; a. a. menyusun rencana kegiatan seksi deposit, pengembangan teknologi
b. b. merumuskan kebijakan Pemerintah Daerah dibidang informasi dan pengolahan bahan pustaka;
perpustakaan; b. b. menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi
c. c. merumuskan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan deposit, pengembangan teknologi informasi dan pengolahan bahan pustaka;
dibidang perpustakaan; c. c. menyiapkan bahan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan
d. d. melaksanakan program kerja dan kegiatan Bidang dan kegiatan Seksi deposit, pengembangan teknologi informasi dan
perpustakaan; pengolahan bahan pustaka;
e. e. melaksanakan layanan dan pelestarian bahan pustaka, deposit, d. d. melaksanakan kegiatan penyimpanan, pengolahan, pengembangan bahan
pengembangan teknologi informasi dan pengolahan bahan pustaka serta pengembangan koleksi budaya etnis nusantara yang ditemukan
pustaka serta pembinaan kelembagaan dan sumber daya oleh Pemerintah Daerah;
manusia perpustakaan; e. e. melaksanakan kegiatan penelusuran dan pelacakan naskah kuno untuk
f. f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan dilestarikan serta majalah atau surat kabar terbitan Daerah untuk dijilid secara
pelaksanaan tugas Bidang perpustakaan; dan berkala;
g. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung f. f. melaksanakan kegiatan pengelolaan sistem jaringan dokumentasi dan
sesuai dengan tugas dan fungsinya. Teknologi Informasi perpustakaan;
g. g. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan
Seksi layanan dan pelestarian bahan pustaka mempunyai tugas: tugas Seksi deposit, pengembangan teknologi informasi dan pengolahan
a. a. menyusun rencana kegiatan seksi layanan dan pelestarian bahan pustaka;
bahan pustaka; h. h. mengoordinasikan penyusunan katalog induk Daerah (KID), bibliografi
b. b. menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan daerah dan indeks artikel serta berita surat kabar; dan i. melaksanakan tugas
Seksi layanan dan pelestarian bahan pustaka; lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
c. c. menyiapkan bahan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis
pembinaan dan kegiatan Seksi layanan dan pelestarian bahan Seksi pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia perpustakaan
pustaka; mempunyai tugas:
d. d. melaksanakan kegiatan pengelolaan perpustakaan, a. a. menyusun rencana kegiatan seksi pembinaan kelembagaan dan sumber
pembudayaan gemar membaca dan pelestarian bahan pustaka; daya manusia perpustakaan;
e. e. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan b. b. menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi
pelaksanaan tugas Seksi layanan dan pelestarian bahan pustaka; pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia perpustakaan;
dan c. c. menyiapkan bahan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan
f. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung dan kegiatan Seksi pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia
sesuai dengan tugas dan fungsinya. perpustakaan;
d. d. melaksanakan kegiatan latihan kerja pengembangan pengolahan bahan
pustaka;
e. e. melaksanakan kegiatan pembinaan perpustakaan dan pengembangan minat
baca masyarakat;
f. f. melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan
tugas Seksi pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia perpustakaan;
dan
g. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
STRUKTUR ORGANISASI
LAYOUT EKSISTING

DENAH LANTAI 1 DENAH LANTAI 2


SITE PLAN DINAS PERPUSTAKAAN TRENGGALEK

1. Gedung dinas kearsipan dan perpustakaan Trenggalek


berlokasi di Jl. Yos Sudarso No.14, Sosutan, Ngantru, Kec.
Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
2. Orientasi bangunan mengahadap ke selatan dan berada
persis di pinggir jalan. Lokasinya bisa dibilang cukup
strategis karena dekat dengan pertokoan dan pusat
perbelanjaan.
3. Bangunan ini memiliki lantai dua dengan luas lahan 1500
m2 dibangun dengan konsep minimalis dengan sentuhan
budaya khas trenggalek yang bisa dilihat dari bentuk
atapnya yang menyerupai atap pendopo.
4. Sesuai dengan title nya yaitu kantor dinas kearsipan yang
ada di lantai dua, dan perpustakaan umum yang terletak di
lantai satu.
5. Perpustakaan ini buka dari hari senin-minggu, sedang
untuk kantor arsipnya buka hanya pada jam kerja.
Area untuk anak-anak di desain dengan pewarnaan yang colorfull serta
menggunakan alas karpet puzzle, dilengkapi juga dengan mainan agar anak-anak
semakin betah di perpustakaan

Area rak buku yang ditata berbaris dan berhadap-hadapan

KELEBIHAN EKSISTING KEKURANGAN EKSISTING

• dari segi sirkulasi serta alur • kurangnya fasilitas berupa tempat duduk.
masuknya sudah bagus dan Tempat duduk yang disediakan masih
sesuai dengan kebutuhan terbilang minim, dan dibatasi dengan
• Memiliki banyak jendela tanda silang untuk social distancing
serta bukaan untuk sehingga pergerakan dan keleluasaan
penghawaan serta dalam duduk dirasa kurang.
pencahayaan • Desain serta layout perpustakaan yang
• Penataan area yang open terlalu monoton sehingga pengunjung
Area masuk yang langsung mengarah ke tengah yaitu area meja computer yang dapat
digunakan dengan bebas space sehingga ruang terasa kadang bosan dan kurang memberi vibes
lapang dan luas nyaman.
• Memiliki area khusus anak • Kurangnya display buku. dan rak buku
yang di desain unik dengan jenis tertentu tidak di label dengan
menyesuaikan kebutuhan baik.
anak • Ruangan yang sering terasa panas
walaupun sudah banyak jendela.
• Penataan area pada perpustakaan masih
belum memenuhi standar nasional dalam
tata ruang perpustakaan
STUDI AKTIVITAS PERPUSTAKAAN TRENGGALEK
DAFTAR AKTIVITAS

1. BERDIRI 2. DUDUK
a. Memilih buku a. Menjaga resepsionis
b. Mengisi absensi kunjungan b. Membaca buku
c. Menaruh barang di loker c. Mengerjakan tugas
d. Mobilitas d. Bermain (anak-anak)
e. Mencuci tangan di wastafel e. Berdiskusi
f. Meminjam buku f. Bertamu
g. Mengerjakan pekerjaan ke arsipan

ANALISA DATA PERPUSTAKAAN PERMASALAHAN YANG ADA DARI SEGI AKTIVITAS


PENGGUNA:
Analisa yang digunakan adalah Analisa -kurangnya space untuk membaca, diskusi, dan bersantai
Kondisi di lapangan: tempat duduk untuk membaca sangat terbatas
Analisa data ditinjau dari aktivitas fisik serta perilaku penggunanya dan letaknya berjauhan dari rak buku, tempat duduk berupa meja
Panjang lesehan dengan diberi tanda X untuk social distancing
Aktivitas yang biasa dilakukan di perpustakaan: sehingga tempat untuk duduk terasa semakin minim.
Membaca, mengoperasikan laptop/computer, memilih buku,
mengisi absensi kunjungan, mencuci tangan di wastafel, check in di -jenis buku yang kurang tertata rapi dan tidak ada tanda pada rak
resepsionis, mobilitas, menaruh barang di loker. untuk pengelompokan jenis buku yang ada sehingga pengunjung
sedikit kebingungan Ketika mencari buku

Sarana prasarana yang ada: -pengunjung perpustakaan yang sedikit. Dan mayoritas datang bukan
Loker tempat penyimpanan tas, rak buku, computer, meja lesehan, untuk membaca buku, tetapi melakukan aktivitas lainnya seperti
meja belajar, kursi, meja computer, meja kerja, meja resepsionis, mengerjakan tugas melalui computer/laptop, bermain game,
coffee table, kursi tamu, wi-fi, mainan anak-anak, dll numpang wifi, dll.
MIND MAPPING IDE2 KONSEP PERANCANGAN

Asal mula ide didapat Style minimalis:


Menyesuaikan dengan langgam eksisting
bangunan serta fasad yang minimalis
“perpustakaan” dapat disimpulkan karakteristiknya LANGGAM MINIMALIS
Modern: karena perpustakaan milik daerah dan
yaitu bersih, terang, dingin, tenang, dan nyaman MODERN
menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
modern
Menurut Brown (1991), terdapat 10 dasar
perencanan dan desain perpustakaan yang perlu
diperhatikan, yaitu:
1. Fleksibel,
2. Lapang,
3. Akses mudah, KONSEP BIOPHILIC:
4. Dapat diperluas, Karena menyesuaikan dengan
5. Bervariasi, letak geografis kota trenggalek
6. Terorganisir PENDEKATAN yang memang identic dengan
7. Nyaman, CONCEPT DESIGN KONSEP BIOPHILIC pegunungan dan suasana yang
8. Lingkungan, IDEAS
sejuk.
9. Aman,
10. Ekonom

Beberapa unsur yang membentuk desain interior


diantaranya yaitu: ruang, variasi, hirarki, area personal,
pencahayaan, tata suara, suhu udara, perawatan,
kualitas udara, gaya dan fashion.
Desain interior perpustakaan juga harus Nuansa café:
mempertimbangkan prinsip accessibility, flexibility, Menyesuaikan segmentasi pengunjung yang
compactness, serviceability, environment, health and NUANSA CAFÉ mayoritas adalah milenial yang memang
safety, use of natural light, confort, maintainability, menyukai tempat yang nyaman, asri, dan
dan security. instagramable

http://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/pustakaloka/article/viewFile/1424/1026
PERHITUNGAN ANALISA INDIKATOR PERFORMANCE
BAHASAN 2

PRESENTASE DAN ARAH PILIH

IDE KONSEP MINIMALIS MODERN IDE NUANSA CAFÉ IDE PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN
Dari pengelola objek desain interior: Dari pengelola objek desain interior: Dari pengelola objek desain interior:
Sangat Setuju Sangat Setuju Sangat Setuju

IDE KONSEP MINIMALIS MODERN IDE SENTUHAN NUANSA CAFÉ IDE PENDEKATAN BIOPHILIC
Dari 22 responden: DARI 22 RESPONDEN DARI 22 RESPONDEN
Sangat setuju 9 orang: 9% Sangat setuju 10 orang: 10% Sangat setuju 8 orang: 8%
Setuju 6 orang: 6% Setuju 2 orang: 2% Setuju 10 orang: 10%
Tidak setuju 6 orang: 6% Tidak setuju 8 orang: 8% Tidak setuju 2 orang: 3%
Sangat tidak setuju 1 orang: 1% Sangat tidak setuju 2 orang: 2 % Sangat tidak setuju 1 orang: 1%

RATA-RATA DARI SKOR GRADASI PENGELOLA INTERIOR RESPONDEN


1. Ide/indicator minimalis modern: 1. Ide/indicator minimalis modern:
IDATION GRADATION sangat setuju: 4 sangat setuju: 4
Sangat setuju: 4 2. ide/indicator café: 2. ide/indicator café:
Setuju: 3 Sangat setuju: 4 sangat setuju: 4
Tidak setuju: 2 3. ide/indicator biophilic: 3. ide/indicator biophilic:
Sangat tidak setuju: 1 sangat setuju: 4 setuju: 3

RATA-RATA
PENGELOLA: (4+4+4)/3=4
RESPONDEN: (4+4+3)/3=3.6

Anda mungkin juga menyukai