Anda di halaman 1dari 229

Paket Intensif

UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik

Pernyataan Benar atau Salah


Berdasarkan Paragraf

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pernyataan Benar atau


Salah Berdasarkan Paragraf, ada baiknya kamu memantapkan diri dengan
menonton video berikut:

1. Materi TPS UTBK – Bahasa Indonesia – Ide Pokok

2. Paragraf 1 – Paragraf 1 – Bagian 1

3. Paragraf 2 – Paragraf 2 – Bagian 1

A. Penjelasan Umum
Salah satu jenis soal pada UTBK SBMPTN terkait paragraf adalah jenis soal yang menanyakan

pernyataan benar atau salah berdasarkan paragraf. Dalam soal jenis ini, diperlukan

pemahaman mendalam mengenai informasi di dalam paragraf. Adapun, paragraf adalah

bagian dari suatu karangan yang biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya

dimulai dengan garis baru atau alenia baru.

B. Pernyataan Benar atau Salah Berdasarkan Paragraf


Pada soal jenis ini, pernyataan yang dimaksud adalah pernyataan pada pilihan jawaban. Peserta

tes diminta untuk menemukan pernyataan yang benar atau salah sesuai dengan informasi yang

ada pada paragraf teks. Pernyataan dikatakan benar jika informasi yang disampaikan sesuai

atau sama dengan informasi pada paragraf teks. Pernyataan tersebut akan tetap dikatakan
1
Penyataan Benar atau Salah Berdasarkan Paragraf
benar meskipun pernyataan pada pilihan jawaban mengungkapkan informasi menggunakan

kata-kata berbeda tetapi memiliki makna yang sama dengan yang ada pada teks, misalnya

menggunakan sinonim, perumpamaan, dan lain sebagainya. Sementara itu, pernyataan

dikatakan salah apabila informasi pada pilihan jawaban tidak sesuai atau berbeda dengan

informasi pada teks. Beberapa kata berikut dapat menjadi pengecoh dalam menentukan

pernyataan yang benar atau salah berdasarkan paragraf.

- Kata atau frasa yang menunjukkan bagian, seperti ‘sebagian’, ‘sedikit’, ‘mayoritas’, ‘minoritas’,

‘beberapa di antaranya’, dan lain sebagainya akan memiliki makna berbeda dengan makna

kata atau frasa seperti ‘semua’, ‘seluruh’, ‘tidak terkecuali’, dan lain sebagainya.

- Kata atau frasa yang menyebutkan suatu angka atau jumlah harus dipastikan angka pada

pilihan jawaban dan teks sama agar dapat dikatakan sebagai pernyataan yang benar.

C. Langkah Penyelesaian Soal


Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menemukan jawaban mengenai

pernyataan benar atau salah berdasarkan paragraf.

1. Tentukan kata/frasa kunci dari pilihan jawaban

Dalam mencari informasi apakah pernyataan pada masing-masing pilihan jawaban

merupakan pernyataan benar atau salah, langkah pertama dapat dimulai dari menentukan

kata atau frasa kunci dari masing-masing pilihan jawaban. Perlu diperhatikan bahwa

kata/frasa kunci yang dipilih sebaiknya bukan kata kerja bantu seperti ‘adalah’, ‘yaitu’,

‘merupakan’; kata kerja tunjuk seperti ‘ini’, ‘itu’, ‘tersebut’; kata depan seperti ‘di’, ‘ke’, ‘dari’;

dan kata-kata yang bukan merupakan kata kerja utama lainnya.

2. Lakukan scanning lalu pahami informasi terkait kata/frasa kunci di dalam teks

Scanning atau memindai merupakan teknik membaca cepat untuk menemukan kata-kata

tertentu di dalam teks, dalam hal ini untuk menemukan kata/frasa kunci yang sudah dipilih.

Saat melakukan scanning, tidak perlu membaca keseluruhan teks, namun fokuskan saja

dalam mencari kata atau frasa kunci yang dicari. Setelah menemukan letak informasi yang

dicari, cobalah untuk membaca keseluruhan kalimat dan pahami arti atau maksud dari

kalimat tersebut. Pada suatu waktu, membaca kalimat sebelum atau setelah kalimat yang

mengandung kata kunci mungkin juga diperlukan.

3. Bandingkan dengan pilihan jawaban

2
Penyataan Benar atau Salah Berdasarkan Paragraf
Dari informasi yang sudah didapatkan dan dipahami, langkah terakhir adalah

membandingkan dengan pernyataan atau informasi pada pilihan jawaban tersebut. Jika

pernyataan pada pilihan jawaban sesuai dengan informasi yang ada pada teks, artinya

pernyataan itu benar. Sementara itu, jika pernyataan pada pilihan jawaban tidak sesuai maka

pernyataan tersebut salah.

Aplikasikan langkah SUPER berikut untuk menemukan jawaban dalam kategori soal pernyataan

benar atau salah berdasarkan paragraf.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Tentukan kata/frasa kunci dari pilihan jawaban.

2. Lakukan scanning lalu pahami informasi terkait kata/frasa kunci di

dalam teks.

3. Bandingkan dengan pilihan jawaban.

3
Penyataan Benar atau Salah Berdasarkan Paragraf
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik

Simpulan Paragraf

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Simpulan Paragraf, ada


baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Jenis Paragraf, Simpulan, dan Saran - Jenis Paragraf, Simpulan, dan Saran – Bagian 1

2. Bahasa Indonesia – Gagasan Utama dan Simpulan

3. Paragraf, Rangkuman, dan Biografi – Paragraf, Rangkuman, dan Biografi – Bagian 1

A. Paragraf
1. Definisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) paragraf adalah bagian bab dalam suatu

karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis

baru); alinea. Berdasarkan definisi tersebut, paragraf merupakan sebuah kumpulan kalimat

berdasarkan satu ide pokok atau gagasan utama.

2. Unsur Pembangun Paragraf


Paragraf merupakan suatu kesatuan yang dibangun setidaknya dari dua unsur, yaitu gagasan

utama dan gagasan penjelas. Berikut ini adalah penjelasannya.

a. Gagasan utama

Gagasan utama atau ide pokok adalah ide yang disampaikan oleh penulis yang menjadi

pokok dalam sebuah paragraf. Gagasan ini menjadi hal utama yang dibahas dan akan

didukung oleh gagasan-gagasan penjelas. Gagasan utama juga bisa disebut ide pokok,
1
Simpulan Paragraf
pikiran utama, atau pokok pikiran. Sebuah paragraf hanya diperbolehkan memiliki satu

gagasan utama saja.

Gagasan utama pada sebuah paragraf ditentukan oleh kalimat utama. Kalimat utama

merupakan kalimat yang didukung oleh kalimat-kalimat lainnya dan letaknya dapat berada

di awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf.

b. Gagasan penjelas

Gagasan penjelas umumnya dinyatakan oleh lebih dari satu kalimat. Kalimat yang

mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas. Gagasan penjelas mendukung

gagasan utama. Ketidakefektifan sebuah teks bisa disebabkan oleh gagasan penjelas yang

tidak mendukung atau tidak koheren dengan gagasan utama. Gagasan penjelas dicirikan

dengan penggunaan kata rujukan seperti ‘ini’, ‘itu’, ‘tersebut’; memuat suatu rincian,

contoh, atau ilustrasi; memberikan detail mengenai gagasan utama; dan mendukung

gagasan utama.

3. Jenis-jenis Paragraf
Terdapat berbagai macam jenis paragraf. Pada pembahasan topik ini, jenis paragraf yang

akan dibahas adalah jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya.

a. Paragraf deduktif

Paragraf deduktif merupakan paragraf yang letak kalimat utamanya berada di awal

kalimat. Biasanya, di awal paragraf terdapat informasi yang umum kemudian di kalimat-

kalimat selanjutnya akan terdapat kalimat dengan informasi yang lebih detail atau khusus.

Hal ini karena kalimat berikutnya adalah gagasan penjelas yang mendukung kalimat di

awal tersebut. Kalimat deduktif juga bisa dikatakan sebagai paragraf umum-khusus.

b. Paragraf induktif

Paragraf induktif merupakan paragraf yang letak kalimat utamanya berada di akhir

paragraf. Jenis paragraf ini dicirikan dengan adanya gagasan penjelas yang dapat berupa

contoh, ilustrasi, atau perincian di awal paragrafnya. Selain itu, paragraf induktif terkadang

diakhiri konjungsi yang menandakan kesimpulan, seperti ‘jadi’, ‘dengan demikian’, ‘oleh

karena itu’, dan lain sebagainya. Berdasarkan cara pengembangan idenya, paragraf

induktif disebut juga dengan paragraf khusus-umum.

c. Paragraf campuran (variatif)

2
Simpulan Paragraf
Paragraf campuran merupakan jenis paragraf yang letak kalimat utamanya berada di awal

dan akhir paragraf. Jika diperhatikan lebih detail, sering kali gagasan yang sama dinyatakan

pada kalimat awal dan akhir paragraf meskipun redaksinya berbeda.

B. Simpulan
1. Definisi
Simpulan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sesuatu yang disimpulkan

atau diikatkan; hasil menyimpulkan; kesimpulan. Simpulan juga bisa dikatakan sebagai

pendapat akhir dari sebuah uraian atau sebuah gagasan yang tercapai pada akhir

pembicaraan baik secara lisan maupun tulisan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil

dari suatu pembahasan.

Jika yang dibicarakan adalah mengenai simpulan paragraf maka simpulan haruslah

mencerminkan seluruh isi paragraf. Dalam membuat simpulan, gagasan pokok paragraf

harus termuat di dalamnya. Menyimpulkan paragraf berarti membuat keputusan akhir

berupa kalimat singkat yang diambil secara umum dari pernyataan-pernyataan yang bersifat

khusus di dalam paragraf. Ingat bahwa pernyataan umum merupakan gagasan utama yang

terdapat di dalam kalimat utama dan merupakan simpulan. Dengan demikian, mencari

simpulan salah satu caranya adalah dengan memahami kalimat utama yang ada di awal,

akhir, atau di keduanya (campuran).

2. Cara Menarik Simpulan Paragraf


Pahami bahwa simpulan merupakan pernyataan akhir berdasarkan seluruh uraian yang

dipaparkan pada sebuah teks atau paragraf. Berdasarkan hal tersebut, simpulan dapat

tersurat maupun tersirat. Tersurat, jika sebuah paragraf diakhiri oleh kalimat yang memuat

konjungsi penanda simpulan, misalnya ‘jadi’, ‘oleh karena itu’, ‘dengan demikian’, dan lain

sebagainya.

Sementara itu, simpulan yang tersirat dapat diketahui dari kalimat utama sebuah paragraf.

Jika simpulan yang dicari adalah simpulan dari sebuah teks yang terdiri atas beberapa

paragraf maka tentukanlah ikhtisar setiap paragraf terlebih dulu. Adapun, dalam kategori

3
Simpulan Paragraf
soal yang menanyakan simpulan paragraf, cara menentukan simpulan juga dapat dilakukan

dengan penalaran induksi. Penalaran induksi adalah menarik simpulan dengan terlebih

dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus yang ada pada paragraf. Terdapat tiga

macam cara menarik simpulan dengan penalaran induksi. Penjelasan masing-masing

caranya adalah sebagai berikut.

a. Generalisasi

Generalisasi adalah cara menarik simpulan secara umum berdasarkan informasi khusus

yang dapat mewakili seluruh informasi untuk ditarik simpulannya. Cara ini ditandai

dengan memberikan pernyataan yang bersifat khusus untuk mendapatkan simpulan yang

bersifat umum.

b. Analogi

Analogi adalah cara menarik simpulan yang didasarkan pada membandingkan sejumlah

informasi khusus yang memiliki banyak persamaan. Meskipun informasi yang termuat

memiliki banyak perbedaan, cara menarik simpulan analogi hanya berfokus pada

kesamaan informasi saja.

c. Kausal

Cara penarikan simpulan ini juga disebut dengan sebab-akibat atau akibat-sebab. Hal ini

karena proses penalaran simpulannya menggunakan fakta yang berupa sebab hingga

sampai pada simpulan yang berupa akibat atau sebaliknya.

4
Simpulan Paragraf
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik

Pernyataan Benar atau Salah


Mengenai Informasi Detail

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pernyataan Benar atau


Salah Mengenai Informasi Detail, ada baiknya kamu memantapkan diri dengan
menonton video berikut:

1. Materi TPS UTBK – Bahasa Indonesia – Makna Kata Dalam Kalimat


2. Materi TPS UTBK – Bahasa Indonesia – Inti Kalimat dan Fungsi Kalimat

3. Tata Kata – Tata Kata – Bagian 1

A. Informasi dalam Paragraf


Paragraf bahkan pada teks memuat berbagai informasi. Berdasarkan cakupan informasinya,

informasi dapat dibedakan menjadi dua: informasi umum dan informasi spesifik.

1. Informasi Umum
Informasi umum pada teks merupakan informasi yang disampaikan secara luas, baik dalam

definisi, cakupan keterangan, dan lain sebagainya. Salah satu contoh informasi umum pada

suatu teks adalah ide pokok sebuah paragraf. Ingat bahwa ide pokok merupakan hal pokok

yang diungkapkan dalam paragraf dan menjadi inti keseluruhan isi paragraf. Keberadaan ide

pokok dalam suatu paragraf berfungsi untuk memfokuskan pembahasan pada satu hal.

2. Informasi Spesifik
Informasi spesifik dapat juga dimaknai dengan informasi detail. Dalam kategori soal topik ini,

informasi yang disampaikan merujuk pada satu hal spesifik saja dalam suatu paragraf atau
1
Pernyataan Benar atau Salah Mengenai Informasi Detail
teks. Sebagai contoh adalah kalimat penjelas dalam paragraf. Kalimat penjelas berfungsi

untuk memberikan detail bagi kalimat utama atau ide pokok paragraf.

B. Pernyataan Benar atau Salah Mengenai Informasi Detail


Sebagaimana telah dijelaskan di bagian sebelumnya, informasi detail dalam kategori soal ini

merujuk pada satu pokok bahasan. Informasi detail dikatakan benar jika informasi yang

disampaikan pada pilihan jawaban sesuai dengan informasi yang disampaikan pada teks.

Sementara itu, informasi detail dikatakan salah jika informasi pada pilihan jawaban tidak sama

dengan informasi pada teks.

Perhatikan pada soal, informasi apa yang ditanyakan, apakah informasi benar atau salah. Jika

yang ditanyakan adalah pernyataan yang benar maka temukan pernyataan yang sesuai dengan

informasi yang ada di dalam teks. Sebaliknya, jika yang ditanyakan adalah pernyataan yang

salah maka temukan jawaban yang tidak sesuai dengan informasi di dalam teks.

C. Langkah Penyelesaian Soal


Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menemukan jawaban mengenai

pernyataan benar atau salah mengenai informasi detail.

1. Pahami informasi detail yang ditanyakan soal

Soal biasanya akan menyatakan informasi detail apa yang harus dicari di dalam teks.

Informasi detail yang ditanyakan soal juga dapat digunakan sebagai kata/frasa kunci. Namun

demikian, kata/frasa kunci juga dapat dipilih dari pilihan jawaban yang tersedia.

Hal lain yang harus diperhatikan dalam soal adalah memahami apakah soal menanyakan

informasi benar atau salah mengenai informasi detail tersebut. Jangan sampai memilih

pilihan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan soal.

2. Lakukan scanning untuk menemukan informasi detail di dalam teks lalu pahami informasinya

Scanning atau memindai merupakan teknik membaca cepat untuk menemukan kata-kata

tertentu di dalam teks, dalam hal ini untuk menemukan informasi detail maupun kata/frasa

kunci. Saat melakukan scanning, mata hanya terfokus untuk menemukan kata/frasa yang

dicari dan tidak perlu memahami keseluruhan isi teks. Jika pada soal ditanyakan informasi

detail yang benar atau salah berdasarkan paragraf tertentu maka bagian teks yang perlu di-

scanning adalah paragraf yang ditanyakan soal saja.


2
Pernyataan Benar atau Salah Mengenai Informasi Detail
Setelah menemukan letak informasi detail yang dicari, baca kalimat yang mengandung

informasi detail yang ditanyakan maupun kata/frasa kunci yang sudah dipilih. Pahami

informasi yang disampaikan oleh teks mengenai informasi detail maupun kata/frasa kunci

tersebut.

3. Bandingkan dengan pilihan jawaban

Jika sudah mendapatkan informasi yang berkaitan dengan informasi detail maka langkah

terakhir adalah membandingkan dengan pilihan jawaban. Pastikan bahwa pernyataan pada

teks dan pilihan jawaban sesuai atau tidak sesuai. Kemudian, temukan mana pernyataan

yang benar atau salah terkait pertanyaan.

Pahami SUPER berikut untuk menemukan jawaban pernyataan benar atau salah mengenai

informasi detail.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Pahami informasi detail yang ditanyakan soal → kata/frasa kunci

2. Lakukan scanning untuk menemukan informasi detail di dalam teks

lalu pahami informasinya

3. Bandingkan informasi pada teks dengan informasi pada soal

3
Pernyataan Benar atau Salah Mengenai Informasi Detail
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Simpulan dari Pernyataan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Simpulan dari Pernyataan,


ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia - Gagasan Utama dan Simpulan

2. Komprehensi Teks dan Ejaan – Komprehensi Teks dan Ejaan – Bagian 1


3. Jenis Kalimat dan Penulisan Kata – Jenis Kalimat dan Penulisan Kata – Bagian 1

A. Penjelasan Umum dan Tipe Soal


Soal pada topik ini menanyakan simpulan dari suatu pernyataan. Adapun, pernyataan yang

disebutkan pada soal mengandung kata hubung: jika. Berdasarkan hal tersebut, pada subbab

ini akan dijelaskan beberapa hal yang terkait dengan kategori soal, seperti pernyataan,

konjungsi: jika, dan simpulan.

1. Pernyataan
Pernyataan dapat didefinisikan sebagai pemberitahuan. Pernyataan yang disampaikan

dalam soal dapat dinyatakan dalam berbagai macam kalimat. Oleh karena itu, pahami

berbagai jenis kalimat berdasarkan isi dan pelakunya sebagai berikut.

a. Berdasarkan isinya

- Kalimat deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi informasi untuk disampaikan kepada

orang lain. Pada akhir kalimat jenis ini, terdapat tanda baca titik (.).

Simpulan dari Pernyataan 2


Contoh:

Pemerintah menyatakan akan membangun jalan tol sepanjang 57 kilometer (KM) di ibu

kota baru.

- Kalimat interogatif

Kalimat interogatif atau kalimat tanya adalah kalimat yang berisi permintaan agar orang

lain memberikan suatu informasi. Kalimat jenis ini ditandai dengan tanda baca tanya (?)

pada akhir kalimatnya.

Contoh:

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan ibu kota baru?

- Kalimat imperatif

Kalimat imperatif atau kalimat perintah adalah kalimat yang berisi permintaan agar

orang lain melakukan tindakan atau mengambil sikap tertentu sesuai dengan kata kerja

yang disampaikan. Tanda baca seru (!) di akhir kalimat merupakan salah satu penanda

jenis kalimat ini.

Contoh:

Temukan informasi akurat mengenai persiapan ibu kota baru!

b. Berdasarkan pelakunya

- Kalimat aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang menunjukkan bahwa subjek kalimat melakukan

tindakan atau perbuatan seperti yang dimaksud oleh kata kerja. Secara umum, kalimat

aktif ditandai dengan penggunaan imbuhan me[N]-, me[N]- kan, me[N]-i, memper-i, dan

memper-kan.

Contoh:

Beberapa investor menanamkan dananya di sektor Sumber Daya Alam.

- Kalimat pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang menunjukkan bahwa subjek kalimat dikenai suatu

perbuatan. Pada jenis kalimat ini, predikat verba menunjukkan bahwa subjek menjadi

tujuan dan sasaran suatu perbuatan yang dimaksud oleh verba tersebut. Biasanya,

predikat yang digunakan pada kalimat jenis ini berimbuhan di-, di-kan, di-i, ter-, ke-an.

Contoh:

Jalan tol itu dibangun di atas lahan seluas 4000 hetare (Ha).

Simpulan dari Pernyataan 3


2. Konjungsi: jika
Setelah memahami kemungkinan jenis pernyataan yang disampaikan pada soal, perlu

dipahami juga bahwa biasanya, soal kategori simpulan dari pernyataan menggunakan kata

penghubung atau konjungsi: jika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘jika’

merupakan kata penghubung untuk menandai syarat (janji); kalau. Konjungsi syarat atau

kondisional menerangkan bahwa suatu kejadian dapat terjadi apabila syarat-syaratnya

terpenuhi.

Contoh soal:

Berdasarkan paragraf 1, jika perusahaan tidak mendengarkan tuntutan karyawan, manakah

di bawah ini simpulan yang BENAR?

Soal di atas menanyakan apa simpulan yang terjadi ketika syarat (perusahaan tidak

mendengarkan tuntutan karyawan) pada soal terpenuhi. Pahami kemungkinan jawabannya

dari teks yang dinyatakan pada soal. Pilihan jawaban yang tepat adalah pilihan jawaban yang

memuat informasi yang sesuai dengan teks.

3. Simpulan
Simpulan secara umum adalah pernyataan atau pendapat akhir berdasarkan seluruh uraian

yang dipaparkan pada sebuah teks. Pada konteks jenis soal di topik ini, simpulan berarti

sesuatu yang terjadi ketika syarat pada pernyataan (jika …) terpenuhi.

B. Langkah Penyelesaian Soal


Berikut adalah langkah penyelesaian soal untuk mengetahui simpulan dari suatu pernyataan.

1. Tentukan kata kunci dari soal

Kata kunci yang dapat dipilih dari soal merupakan informasi utama yang ditanyakan. Hindari

memilih kata kunci seperti adalah, yaitu, merupakan, atau, dan, maupun kata-kata lain yang

bukan merupakan informasi utama yang ditanyakan.

2. Lakukan scanning lalu pahami informasi mengenai kata kunci di dalam teks

Teknik membaca cepat scanning atau memindai merupakan teknik membaca untuk

menemukan kata-kata tertentu di dalam teks. Dalam teknik ini, pembaca hanya fokus

terhadap keberadaan kata-kata yang dicari lalu dipahami informasinya. Sering kali, pada soal

ditanyakan di paragraf mana pernyataan itu berada. Hal ini berarti bahwa perlu melakukan

scanning hanya pada paragraf tertentu saja, tidak pada keseluruhan teks.

Simpulan dari Pernyataan 4


3. Bandingkan informasi pada teks dengan informasi pada soal

Pahami apakah pernyataan pada teks sesuai dengan informasi pada pilihan jawaban.

Perhatikan apakah pada soal terdapat kata ‘tidak’. Hal tersebut akan mempengaruhi apakah

informasi yang dicari berkebalikan atau selaras dengan informasi pada teks.

Pahami SUPER berikut untuk menemukan jawaban mengenai simpulan dari pernyataan.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Tentukan kata kunci dari soal


2. Lakukan scanning lalu pahami informasi mengenai kata kunci di
dalam teks
3. Bandingkan informasi pada teks dengan informasi pada soal

Simpulan dari Pernyataan 5


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Pemahaman Visual

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Visual, ada


baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Tabel pada Teks dan Kerangka Karya Ilmiah


2. Bahasa Indonesia – Tabel pada Teks dan Kerangka Karya Ilmiah

3. Penyajian Data – Data dan Statistika

A. Penjelasan Umum
Visual menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dapat dilihat dengan indra

penglihat (mata); berdasarkan penglihatan. Dalam tipe soal UTBK SBMPTN, visual merujuk pada

menjadikan data dapat dilihat dalam bentuk lain selain teks. Beberapa unsur yang harus

dipahami dan dibahas pada topik ini adalah data dan macam-macam penyajian visual.

1. Data
Data dapat diartikan sebagai sekumpulan keterangan atau fakta berupa simbol, angka, kata-

kata, atau citra, yang didapatkan melalui proses pengamatan atau pencarian ke sumber-

sumber tertentu. Adapun, data dapat dibedakan berdasarkan cara memperolehnya,

sumbernya, sifatnya, dan waktu pengumpulannya.

a. Berdasarkan cara memperolehnya

• Data primer, yaitu data asli atau data baru yang dikumpulkan langsung oleh peneliti.

• Data sekunder, yaitu data tersedia yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang sudah

ada sebelumnya, misalnya dari perpustakaan, dokumen penelitian terdahulu, dan lain-
Pemahaman Visual 1
lain.

b. Berdasarkan sumbernya

• Data internal, yaitu data yang didapatkan dari internal suatu organisasi yang

menggambarkan keadaan organisasi tersebut, misalnya informasi jumlah pegawai,

jumlah modal, jumlah produksi, dan sebagainya.

• Data eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar organisasi yang menggambarkan

berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi tersebut, misalnya

informasi tentang daya beli masyarakat, perubahan kebiasaan masyarakat, dan lain

sebagainya.

c. Berdasarkan sifatnya

• Data kualitatif, yaitu suatu data yang dinyatakan dalam bentuk verbal, simbol, atau

gambar, misalnya kuesioner mengenai tingkat kepuasan konsumen, pendapat

karyawan mengenai kinerja suatu program di perusahaan, dan lain sebagainya.

• Data kuantitatif, yaitu suatu data yang dinyatakan dalam bentuk angka atau bilangan,

misalnya harga saham, nilai pendapatan, dan lain-lain.

d. Berdasarkan waktu pengumpulannya

• Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada waktu-waktu tertentu saja

untuk mengetahui keadaan pada waktu tersebut, misalnya data penelitian dengan

kuesioner, dan lain sebagainya.

• Data berkala, yaitu data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu ke waktu untuk

mengetahui perkembangan suatu kejadian pada periode tertentu, misalnya data harga

sembako, data harga bahan bakar minyak, dan lain sebagainya.

2. Macam-macam Penyajian Visual


a. Tabel

Tabel merupakan daftar yang berisikan ikhtisar dari sejumlah data informasi yang

umumnya berupa bilangan atau kata-kata yang tersusun dengan aturan tertentu. Data

tersebut diurutkan ke arah bawah dalam deret dan lajur tertentu dan terdapat garis

pembatas sehingga bisa disimak dengan lebih mudah. Tabel terdiri dari kolom yang

memanjang ke arah bawah dan juga baris yang memanjang ke arah samping.

Contoh:

Pemahaman Visual 2
Tabel Perbandingan Jumlah Siswa SMA Budi Pekerti 2018 - 2019

No Materi 2018 2019

1 Kelas 10 390 402

2 Kelas 11 410 410

3 Kelas 12 398 403

4 Kelas Akselerasi 139 153

Total 1337 1368

b. Grafik

Grafik adalah suatu rangka untuk membentuk objek visual berupa suatu kombinasi angka,

huruf, simbol, gambar, atau lambang yang disajikan dalam suatu media yang memberikan

konsep ataupun ide. Grafik dapat dikatakan juga sebuah bentuk penyajian visual yang

dipakai untuk membandingkan jumlah data pada saat-saat yang berbeda. Grafik dapat

berbentuk diagram lingkaran, garis, maupun batang.

Contoh 1 (diagram lingkaran):

DATA ASAL MAHASISWA DI UNIVERSITAS ABC

Pulau Sumatera Pulau Jawa Pulau Kalimantan

Pulau Sulawesi Papua Pulau Lainnya

2%1%
7%
20%
10%

60%

Pemahaman Visual 3
Contoh 2 (diagram garis):

Data Jumlah Mahasiswa Asal Pulau Jawa di Universitas ABC


800

700

600

500

400

300

200

100

0
2016 2017 2018 2019

Contoh 3 (diagram batang):

DATA ASAL MAHASISWA DI UNIVERSITAS ABC

Data Asal Mahasiswa di Universitas ABC

70%

60%
60%
50%

40%

30%

20%
20%
10%
10% 7% 2%
0%
Pulau Sumatera Pulau Jawa Pulau Kalimantan Pulau Sulawesi Papua 1%
Pulau Lainnya

B. Tipe Soal
Pemahaman visual merupakan salah satu jenis soal yang mungkin muncul pada UTBK SBMPTN.

Pada jenis soal ini, peserta ujian diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan data yang

disajikan dari tabel maupun grafik. Penyajian visual tersebut menyertai suatu teks.

Pemahaman Visual 4
C. Langkah Penyelesaian Soal
Dalam menyelesaikan soal mengenai pemahaman visual, beberapa teknik dalam membaca

grafik dan tabel berikut dapat dilakukan.

• Baca terlebih dahulu judulnya dengan cermat karena judul memberikan informasi atau

gambaran secara umum tentang keseluruhan hal yang disampaikan.

• Baca keterangan yang terdapat di bagian atas, bagian sisi, atau bagian bawah grafik atau

tabel. Keterangan merupakan penjelasan penting tentang data yang disampaikan.

• Jika ada simbol atau lambang di dalam grafik atau tabel, pahami simbol tersebut dengan baik

agar dapat memahami informasi secara utuh.

• Perhatikan isi pada tabel, seperti data terendah, tertinggi, maupun ranking dari data yang ada.

• Jika data berupa grafik berbentuk garis yang menyajikan perubahan data misalnya dari tahun

ke tahun, perhatikan perubahan yang terjadi seperti penurunan atau kenaikan dari

keterangan satu ke keterangan lainnya.

Pemahaman Visual 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik

Penalaran Logis

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Penalaran Logis, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Materi TPS UTBK – TPA – Penalaran Logis

2. TPA – Penalaran Logis

3. TPA – Penalaran Silogisme

A. Pernyataan
Pernyataan atau kalimat deklaratif adalah kalimat yang mempunyai nilai benar saja atau

salah saja tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Nilai benar dan salah tersebut disesuaikan

dengan keadaan yang sesungguhnya.

Contoh:

Telepon genggam adalah salah satu alat komunikasi. (Benar)

Ikan bernapas menggunakan paru-paru. (Salah)

B. Ingkaran atau Negasi


Pernyataan baru yang dibentuk oleh pernyataan semula sehingga menjadi bernilai salah apabila

pernyataan semula bernilai benar dan bernilai benar apabila pernyataan semula bernilai salah

disebut ingkaran atau negasi. Jika pernyataan (p) bernilai benar (B) maka ingkarannya (~p)

bernilai salah (S). Sebaliknya, jika pernyataan (p) bernilai salah (S) maka ingkarannya (~p) bernilai

Penalaran Logis 1
benar (B).

Contoh 1:

p = Hari ini turun hujan

~p = Hari ini tidak turun hujan

Contoh 2:

p = Ibu pergi menggunakan mobil

~p = Ibu pergi tidak menggunakan mobil

C. Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk adalah kalimat yang terbentuk dari dua pernyataan atau lebih.

Pernyataan majemuk ini ditandai dengan penggunaan kata hubung seperti ‘dan’, ‘atau’, ‘jika ...

maka …’, ‘… jika dan hanya jika ...’, ‘meskipun’, dan ‘tetapi’.

1. Disjungsi
Dua pernyataan p dan q dapat digabung dengan menggunakan kata hubung ‘atau’ untuk

membentuk suatu pernyataan majemuk yang disebut disjungsi. Disjungsi dari suatu

pernyataan p dan q dituliskan dengan p v q yang dibaca “p atau q”.

Contoh 1:

p = Sekolah libur pada hari Sabtu

q = Sekolah libur pada hari Minggu

Disjungsi: Sekolah libur pada hari Sabtu atau Minggu (p v q).

Nilai kebenaran disjungsi adalah ketika salah satu pernyataan p atau q bernilai benar atau p

dan q keduanya bernilai benar. Sementara itu, ingkaran dari disjungsi adalah ~(p v q) yang

ekuivalen dengan ~p ˄ ~q.

Contoh 2:

Negasi dari contoh 1 di atas adalah sebagai berikut.

pvq = Sekolah libur pada hari Sabtu atau Minggu

~p ˄ ~q = Sekolah tidak libur pada hari Sabtu dan Minggu

Penalaran Logis 2
Tabel kebenaran:

p q pvq

B B B

S S S

B S B

S B B

2. Konjungsi
Jika dua pernyataan p dan q digabungkan untuk membentuk kalimat majemuk dengan kata

hubung ‘dan’ maka pernyataan tersebut dinamakan konjungsi. Konjungsi dari pernyataan p

dan q dituliskan “p ˄ q”.

Contoh 1:

p = Novi memiliki hewan peliharaan kucing

q = Novi memiliki hewan peliharaan kelinci

Konjungsi: Novi memiliki hewan peliharaan kucing dan kelinci (p ˄ q).

Nilai kebenaran konjungsi adalah ketika kedua pernyataan p dan q bernilai benar. Jika salah

satu pernyataan p atau q bernilai salah maka konjungsi p ˄ q bernilai salah. Sementara itu,

ingkaran dari konjungsi adalah ~(p ˄ q) yang ekuivalen dengan ~p v ~q.

Contoh 2:

Negasi dari contoh 1 di atas adalah sebagai berikut.

p˄q = Novi memiliki hewan peliharaan kucing dan kelinci

~p v ~q = Novi tidak memiliki hewan peliharaan kucing atau kelinci

Tabel kebenaran:

p q p˄q

B B B

S S S

B S S

S B S

Penalaran Logis 3
3. Implikasi
Implikasi adalah suatu pernyataan majemuk yang dibentuk oleh pernyataan p dan q yang

dihubungkan dengan ‘jika… maka…’. Implikasi “jika p maka q” dituliskan “p => q” (p disebut

anteseden atau penyebab sedangkan q disebut konsekuen atau akibat).

Nilai kebenaran implikasi jika:

• p bernilai benar dan q bernilai benar maka implikasinya bernilai benar

• p bernilai salah dan q bernilai benar maka implikasinya bernilai benar

• p bernilai salah dan q bernilai salah maka implikasinya bernilai benar

• p bernilai benar dan q bernilai salah maka implikasinya bernilai salah

Terdapat 3 jenis implikasi sebagai berikut.

• Konvers dari implikasi p => q adalah q => p.

• Invers dari implikasi p => q adalah ~ p => ~ q.

• Kontraposisi dari implikasi p => q adalah ~ q => ~p.

Sementara itu, negasi dari implikasi adalah ~ (p => q) yang ekuivalen dengan p ˄ ~q.

Contoh:

p = Betty mendapatkan uang di hari Jumat

q = Betty pergi ke Yogyakarta

p => q = Jika Betty mendapatkan uang di hari Jumat maka Betty pergi ke Yogyakarta

p ˄ ~q = Betty mendapatkan uang di hari Jumat dan Betty tidak pergi ke Yogyakarta

Tabel kebenaran:

p q p => q

B B B

S S B

B S S

S B B

4. Biimplikasi
Biimplikasi merupakan dua pernyataan atau kalimat terbuka yang dihubungkan dengan

kata hubung ‘… jika dan hanya jika …’ serta dilambangkan dengan simbol “⇔”.

Penalaran Logis 4
Contoh:

p = Lisa memberikan uang kepada adiknya

q = Lisa lulus ujian

Kalimat biimplikasi dari dua pernyataan tersebut adalah sebagai berikut.

p ⇔ q = Lisa akan memberikan uang kepada adiknya jika dan hanya jika ia lulus ujian

Tabel kebenaran:

p q p⇔q

B B B

S S B

B S S

S B S

D. Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial


1. Kuantor Universal
Kuantor universal atau kuantor umum adalah pengungkapan yang menyatakan

keseluruhan dan biasanya dinyatakan dengan kata ‘semua’ atau ‘setiap’. Kedua kata itu

disebut sebagai kuantor universal yang menunjukkan bahwa semua anggota memiliki kondisi

atau karakter yang sama. Simbol matematis untuk kedua kata tersebut adalah "∀".

Contoh:

Perhatikan kalimat berikut.

“Semua gajah mempunyai belalai.”

Jika predikat “mempunyai belalai” diganti dengan simbol B maka dapat ditulis: G(x) ⇒ B(x),

dibaca: “Jika x adalah gajah maka x mempunyai belalai”. Namun demikian, kalimat tersebut

bukan berupa kalimat berkuantor karena belum memuat kata “semua”. Oleh karena itu, perlu

ditambahkan simbol kuantor universal sehingga menjadi: (∀x)(G(x) ⇒ B(x)). Jadi, dapat dibaca

”Untuk semua x, jika x adalah gajah maka x mempunyai belalai”.

2. Kuantor Eksistensial
Kuantor eksistensial adalah pengungkapan yang menunjukkan keberadaan khusus dan

biasanya dinyatakan dengan kata ‘beberapa’ atau ‘ada’. Kedua kata itu disebut sebagai

kuantor eksistensial yang menunjukkan beberapa atau ada anggota yang memiliki kondisi

atau karakter tertentu yang berbeda dari umumnya. Simbol matematis untuk kata ‘beberapa’
Penalaran Logis 5
atau ‘ada’ tersebut adalah "∃".

Contoh:

Perhatikan kalimat berikut.

“Beberapa orang rajin beribadah”.

Jika ditulis dengan menggunakan logika predikat: ”Ada x yang adalah orang dan x rajin

beribadah” → (∃x)(Orang(x) ∧ rajin beribadah(x)) atau menjadi (∃x)(O(x) ∧ I(x)).

E. Penarikan Kesimpulan
1. Silogisme
Silogisme adalah penarikan kesimpulan atas dua pernyataan implikasi. Aturannya adalah

sebagai berikut.

Jika p → q benar dan q → r benar maka p → r benar, bisa ditulis:

Premis 1: p → q

Premis 2: q → r

Kesimpulan: p → r

Contoh:

Premis 1: Jika rumah tidak dikunci maka Ibu pulang (p → q).

Premis 2: Jika Ibu pulang maka Ayah pulang (q → r).

Kesimpulan: Jika rumah tidak dikunci maka Ayah pulang (p → r).

2. Modus Ponens
Aturan dasar penarikan kesimpulan modus ponens adalah sebagai berikut.

Jika p → q benar dan p benar maka q benar, bisa ditulis:

Premis 1: p → q

Premis 2: p

Kesimpulan: q

Contoh:

Premis 1: Jika Reni mengikuti lomba tari maka Reni rajin berlatih (p → q).

Premis 2: Reni mengikuti lomba tari (p).

Kesimpulan: Reni rajin berlatih (q).

Penalaran Logis 6
3. Modus Tolens

Aturan dasar penarikan kesimpulan modus tolens adalah sebagai berikut.

Jika p → q benar dan ~q benar maka ~p benar, bisa ditulis:

Premis 1: p → q

Premis 2: ~q

Kesimpulan: ~p

Contoh:

Premis 1: Jika Reni mengikuti lomba tari maka Reni rajin berlatih (p → q).

Premis 2: Reni tidak rajin berlatih (~q).

Kesimpulan: Reni tidak mengikuti lomba tari (~p).

Penalaran Logis 7
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Hubungan Sebab-Akibat

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Hubungan Sebab-Akibat, ada


baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.
1. Materi TPS UTBK – TPA – Hubungan Sebab-Akibat

2. TPA – Hubungan Sebab Akibat

3. Hubungan Sebab-Akibat – Pernyataan (1) adalah penyebab dan Pernyataan (2) adalah
akibat

A. Penjelasan Umum
Salah satu jenis soal yang mungkin muncul dalam ujian saringan masuk perguruan tinggi adalah

soal yang menanyakan hubungan sebab-akibat. Salah satu cara untuk dapat lebih memahami

kedua pernyataan tersebut, yaitu dengan memahami materi terkait konjungsi, terutama

konjungsi kausal. Konjungsi kausal adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa,

klausa, atau kalimat yang memiliki hubungan sebab-akibat. Adapun, jenis-jenis dari konjungsi

kausal adalah sebagai berikut.

• Konjungsi kausal syarat merupakan konjungsi kausal yang menghubungkan suatu akibat

di dalam suatu penyebab dengan menggunakan syarat terjadinya akibat tersebut. Beberapa

contoh kata yang termasuk konjungsi ini adalah jika, bila, dan kalau.

• Konjungsi kausal alasan adalah konjungsi kausal yang menyebutkan suatu alasan atau

penyebab dari terjadinya suatu akibat. Contoh kata yang termasuk ke dalam jenis konjungsi

kausal ini misalnya karena.


Sebab- Akibat 1
• Konjungsi kausal simpulan merupakan konjungsi kausal yang berisi kesimpulan dari

sebuah sebab yang berbentuk akibat. Adapun, kata dan frasa yang termasuk konjungsi ini

adalah jadi dan dengan demikian.

• Konjungsi kausal akibat adalah konjungsi kausal yang berisi hubungan akibat di dalam

sebuah sebab. Beberapa kata dan frasa yang termasuk konjungsi ini yaitu sehingga, maka,

oleh sebab itu, dan oleh karena itu.

• Konjungsi kausal untuk adalah konjungsi kausal yang menyatakan bahwa suatu sebab

harus membentuk suatu akibat yang direncanakan atau yang diharapkan. Beberapa frasa

dan kata yang termasuk konjungsi ini misalnya untuk itu dan agar.

B. Tipe Soal
Dalam soal sebab-akibat, peserta akan diberikan dua pernyataan: pernyataan (1) dan

pernyataan (2). Masing-masing pernyataan harus diidentifikasi apakah salah satunnya sebab

atau akibat, apakah keduanya penyebab tetapi tidak saling berhubungan, apakah keduanya

akibat dari penyebab yang sama, atau keduanya akibat dari penyebab yang berbeda. Hal ini

berdasarkan dari lima pilihan jawaban yang tersedia pada soal jenis ini.

A. Pernyataan 1 adalah penyebab dan pernyataan 2 adalah akibat.

B. Pernyataan 2 adalah penyebab dan pernyataan 1 adalah akibat.

C. Pernyataan 1 dan 2 adalah penyebab, namun tidak saling berhubungan.

D. Pernyataan 1 dan 2 adalah akibat dari dua penyebab yang tidak saling berhubungan.

E. Pernyataan 1 dan 2 adalah akibat dari suatu penyebab yang sama.

C. Langkah Penyelesaian Soal


Beberapa jenis konjungsi yang dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk mengidentifikasi

apakah pernyataan pada soal memiliki hubungan sebab-akibat atau tidak. Pada pembahasan di

modul ini, akan digunakan salah satu konjungsi kausal akibat: sehingga. Berikut adalah

penjelasan mengenai langkah-langkah dalam menyelesaikan soal sebab-akibat.

1. Identifikasi apakah kedua pernyataan memiliki hubungan sebab-akibat

Untuk melakukan langkah pertama ini, lakukan prediksi awal dengan membubuhkan kata

sehingga di antara pernyataan (1) dan (2). Kemudian, baca keseluruhan pernyataan (1) dan

(2) dengan kata sehingga yang menggabungkan keduanya. Pernyataan yang cocok berada

Sebab- Akibat 2
sebelum kata sehingga merupakan penyebab sementara pernyataan yang cocok berada

setelah kata sehingga merupakan akibat.

Ingat!

Penyebab + sehingga + Akibat

Ingat!

Kamu dapat mengubah posisi apakah kata sehingga ditempatkan sebelum pernyataan (1)

atau pernyataan (2). Berikut adalah konstruksinya.

Pernyataan (1) + sehingga + pernyataan (2) → sesuai/tidak sesuai.

atau

Pernyataan (2) + sehingga + pernyataan (1) → sesuai/tidak sesuai.

Di soal ujian nanti, pernyataan yang terdiri dari sebab dan akibat ada pada pilihan jawaban

A dan B, sebagai berikut.

A. Pernyataan 1 adalah penyebab dan pernyataan 2 adalah akibat.

B. Pernyataan 2 adalah penyebab dan pernyataan 1 adalah akibat.

2. Jika kedua pernyataan tidak memiliki hubungan sebab-akibat, identifikasi apakah kedua

pernyataan menyatakan perubahan atau tidak

Langkah kedua ini harus dilakukan jika kedua pernyataan teridentifikasi tidak memiliki

hubungan sebab-akibat. Adapun, pernyataan yang menyatakan perubahan biasanya ditandai

dengan adanya penggunaan kata-kata seperti lebih, semakin, menjadi, dan lain sebagainya.

Ingat bahwa adanya perubahan merupakan salah satu ciri dari pernyataan akibat sementara

tidak adanya perubahan merupakan salah satu ciri penyebab.

Ingat!

Akibat = ada perubahan


Penyebab = tidak ada perubahan

Dengan demikian, langkah kedua ini akan memunculkan dua kemungkinan, yaitu kedua

pernyataan menunjukkan perubahan dan kedua pernyataan tidak menunjukkan perubahan.

a. Kedua pernyataan menunjukkan perubahan

Setelah teridentifikasi bahwa kedua pernyataan menunjukkan adanya perubahan, dapat


Sebab- Akibat 3
dipastikan bahwa kedua pernyataan adalah akibat. Ingat bahwa jika kedua pernyataan

merupakan akibat, masih ada dua kemungkinan jawaban, yaitu penyebab yang sama dan

penyebab yang berbeda. Hal ini karena pada terdapat dua pilihan jawaban berikut.

D. Pernyataan 1 dan 2 adalah akibat dari dua penyebab yang tidak saling berhubungan.

E. Pernyataan 1 dan 2 adalah akibat dari suatu penyebab yang sama.

Untuk menentukan jawaban benar di antara kedua jawaban, cek terlebih dahulu pilihan

jawaban E, yaitu akibat dari penyebab yang sama. Gunakan kata sehingga dan tempatkan

kata ini sebelum pernyataan (1) dan (2). Buat kalimat penyebab yang sama untuk

pernyataan (1) dan (2) lalu baca kembali secara utuh dan tentukan apakah sesuai atau

tidak sesuai. Berikut ini adalah konstruksinya.

Penyebab + sehingga + pernyataan (1) → sesuai/tidak sesuai.

Penyebab + sehingga + pernyataan (2) → sesuai/tidak sesuai.

Jika pernyataan (1) dan (2) sesuai dipasangkan dengan penyebab yang sama maka pilihan

jawaban yang benar adalah E.

Sementara itu, jika kedua pernyataan merupakan akibat yang tidak cocok jika disebabkan

oleh penyebab yang sama, dapat dipastikan bahwa kedua pernyataan merupakan akibat

dari penyebab yang berbeda. Dengan kata lain, pilihan jawaban yang tepat untuk

pernyataan seperti ini adalah D, yaitu pernyataan (1) dan (2) adalah akibat dari dua

penyebab yang tidak saling berhubungan. Adapun, konstruksi yang dapat kamu gunakan

untuk mengidentifikasinya adalah sebagai berikut.

Penyebab 1 + sehingga + pernyataan (1) → sesuai/tidak sesuai.

Penyebab 2 + sehingga + pernyataan (2) → sesuai/tidak sesuai.

b. Kedua pernyataan tidak menunjukkan perubahan

Jika sudah dipastikan tidak ada kata yang menunjukkan perubahan pada dua pernyataan

soal, lakukan identifikasi bahwa kedua pernyataan adalah penyebab. Ingat bahwa jika

kedua pernyataan adalah penyebab maka keduanya harus dapat memberikan akibat yang

berbeda. Hal ini karena dalam pilihan jawaban soal sebab-akibat, kalimat yang

menyatakan bahwa kedua pernyataan adalah penyebab berbunyi: C. Pernyataan 1 dan 2

adalah penyebab, namun tidak saling berhubungan.

Adapun, cara yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab masih sama seperti

cara mengidentifikasi sebab-akibat: simpan kata sehingga setelah pernyataan (1) dan (2).

Baca kembali pernyataan secara utuh lalu cek apakah pernyataan yang dibaca cocok atau
Sebab- Akibat 4
tidak. Akibat yang ditimbulkan bisa disesuaikan berdasarkan pernyataan soal. Berikut

adalah konstruksinya.

Pernyataan (1) + sehingga + akibat 1 → sesuai/tidak sesuai.

Pernyataan (2) + sehingga + akibat 2 → sesuai/tidak sesuai.

Berikut adalah SUPER (Solusi Quipper) gambaran alur langkah-langkah untuk

mengidentifikasi pernyataan sebab-akibat. Ingat, jika pada langkah pertama sudah

teridentifikasi bahwa pernyataan soal memiliki hubungan sebab-akibat maka tidak perlu

melanjutkan ke langkah setelahnya.

SUPER "Solusi Quipper"

Langkah mengidentifikasi hubungan dua pernyataan

Identifikasi sebab dan akibat

Ada perubahan Tidak ada perubahan

Keduanya Akibat Keduanya Penyebab

Keduanya akibat dengan penyebab yang sama

Keduanya akibat dengan penyebab yang berbeda

Sebab- Akibat 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Penalaran Irisan Himpunan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Penalaran Irisan Himpunan,


ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.
1. Himpunan – Diagram Venn

2. TPA - Himpunan

3. TPA - Himpunan

A. Penjelasan Umum
1. Pengertian Himpunan
Himpunan adalah kumpulan dari objek-objek tertentu yang tercakup dalam satu kesatuan dan

dapat didefinisikan dengan jelas. Untuk menamakan suatu himpunan, digunakan huruf kapital

A, B, C, dan seterusnya. Sementara itu, menyatakan anggotanya, dapat digunakan huruf kecil a,

b, c, dan seterusnya.

2. Cara Menyatakan Himpunan

Terdapat setidaknya tiga cara menyatakan himpunan. Masing-masing penjelasan dan

contohnya adalah sebagai berikut.

a. Menggunakan enumerasi

Penalaran Irisan Himpunan 1


Enumerasi merupakan cara menyatakan himpunan dengan mendaftarkan semua anggota

himpunan yang diletakkan di dalam sepasang tanda kurung kurawal dan setiap anggotanya

dipisahkan dengan tanda koma.

Contoh:

A adalah himpunan nama-nama hari, dapat ditulis sebagai A = {Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat,

Sabtu, Minggu}

b. Menggunakan kata-kata

Cara menyatakan himpunan dengan menggunakan kata-kata maksudnya adalah dengan

menyebutkan syarat atau sifat-sifat anggota himpunan.

Contoh:

i. A adalah himpunan organ tubuh manusia.

ii. B adalah himpunan bangun datar.

c. Menggunakan notasi pembentuk himpunan

Maksud dari cara ini adalah menyatakan anggota himpunan dalam sebuah variabel (peubah)

misalnya x dan y.

Contoh:

A = {x| x < 10, x ∈ bilangan bulat positif}.

Sementara itu, untuk menyatakan bahwa sebuah unsur/objek merupakan anggota atau bukan

anggota dari sebuah himpunan, berturut-turut digunakan lambang ∈ atau ∉.

Contoh:

Diketahui: A = {1,2,3,4,5}.

Ini berarti, 1∈A, 2∈A, ..., 5∈A (1, 2, ..., 5 adalah anggota himpunan A) dan 6∉A (6 bukan anggota

himpunan A).

d. Menggunakan diagram venn

Diagram venn merupakan salah satu cara untuk menyatakan suatu himpunan dengan gambar

atau diagram. Beberapa ketentuannya dijelaskan sebagai berikut.

• Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua

anggota atau objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya dilambangkan

dengan S. Himpunan semesta digambarkan dengan sebuah persegipanjang dan di pojok kiri

diberi simbol S.

Penalaran Irisan Himpunan 2


• Himpunan lain yang sedang dibicarakan dan termuat di dalam himpunan semesta

digambarkan dengan lingkaran atau kurva tertutup sederhana.

• Setiap anggota himpunan digambarkan dengan noktah atau titik.

• Jika banyak anggota himpunannya tak berhingga, maka masing-masing anggota himpunan

tidak perlu digambarkan.

Contoh:

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 14, 16, 18, 20}

A = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9}

B = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20}

Oleh karena semua anggota himpunan A dan B termuat di dalam himpunan S, himpunan A dan

B berada di dalam himpunan S. Anggota persekutuan antara himpunan A dan B adalah 2, 4, 6, 8.

Jadi, diagram Venn dari himpunan A, B, dan S adalah sebagai berikut.

B. Irisan Himpunan
Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota

persekutuan dari kedua himpunan tersebut. Irisan himpunan A dan B dapat dilambangkan sebagai

A∩B = {x|x∈Adanx∈B}. Secara umum, diagram venn dari irisan dua himpunan dapat digambarkan

sebagai berikut.

Penalaran Irisan Himpunan 3


C. Contoh dan Langkah Penyelesaian Soal Irisan Himpunan
Di suatu kelas, terdapat 15 siswa lulus ujian Matematika dan 12 siswa lulus ujian Fisika. Terdapat pula

10 siswa lulus ujian Matematika dan Fisika sekaligus. Namun demikian, ternyata terdapat 5 siswa yang

tidak lulus ujian Matematika maupun Fisika. Berapakah jumlah siswa di kelas tersebut?

Pembahasan:

Pertama-tama, gambarkan informasi dari soal pada diagram venn.

- Oleh karena pada soal terdapat keterangan bahwa 10 orang siswa lulus ujian Matematika dan Fisika

sekaligus, berarti terdapat operasi irisan himpunan dan dapat digambarkan sebagai berikut.

- Informasi mengenai 15 siswa lulus ujian Matematika dan 12 siswa lulus ujian Fisika belum

menunjukkan jumlah siswa yang lulus ujian Matematika saja dan jumlah siswa yang lulus ujian Fisika

saja. Oleh karena itu, jumlah tersebut harus dikurangi dengan jumlah siswa yang lulus ujian

Matematika dan Fisika sekaligus.

Jumlah siswa yang lulus ujian Matematika saja: 15 – 10 = 5.

Jumlah siswa yang lulus ujian Fisika saja: 12 – 10 = 2.

Hal tersebut dapat digambarkan dalam diagram venn sebagai berikut.

Penalaran Irisan Himpunan 4


- Informasi terakhir, terdapat 5 siswa yang tidak lolos kedua ujian. Hal ini berarti ada 5 siswa yang

berada di luar diagram venn.

Jumlah seluruh siswa dalam kelas tersebut dapat dihitung dengan menjumlahkan jumlah siswa yang

lulus ujian Matematika saja, lulus ujian Matematika dan Fisika, lulus ujian Fisika, dan tidak lulus ujian

Matematika maupun Fisika. Dengan demikian diperoleh: 5 + 10 + 2 + 5 = 22.

Jadi, jumlah siswa dalam kelas tersebut adalah 22 siswa.

Penalaran Irisan Himpunan 5


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Penalaran Analitik (Posisi)

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Penalaran Analitik (Posisi),


ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Penalaran Analitik – Penalaran Analitik Kombinatorik – Probabilitas dan Susunan Jadwal


2. TPA – Penalaran Analitik

3. Materi TPS UTBK – TPA – Penalaran Analitik: Penentuan Posisi

A. Penjelasan Umum
Tes penalaran analitik merupakan tes penalaran yang menguji kemampuan dalam menganalisis

suatu informasi berbentuk teks paragraf serta memanipulasi informasi atau data tersebut untuk

mengambil suatu kesimpulan. Salah satu jenis tes penalaran analitik adalah penalaran analitik

yang menanyakan posisi suatu objek. Pada soal jenis tes ini, informasi-informasi yang didapat

dari soal dapat diterjemahkan menggunakan gambar denah, kemudian dari gambar itu dapat

diambil beberapa kesimpulan, di antaranya adalah posisi objek.

B. Langkah Penyelesaian Soal


Pada tes penalaran analitik posisi, biasanya peserta diminta untuk menentukan posisi-posisi

tertentu berdasarkan suatu informasi, misalnya saja posisi tempat duduk, posisi meletakkan

buku di rak, dan lain-lain. Cara mengerjakan soal dengan jenis ini adalah dengan membuat

urutan informasi yang sudah pasti dan bisa dikerjakan terlebih dahulu.

Penalaran Analitik (Posisi) 1


Biasanya, jenis soal ini dapat dikerjakan dengan menggambar ilustrasi penentuan posisi.

C. Contoh Soal
Enam buah buku akan disusun berurutan secara horizontal dari kiri ke kanan pada sebuah rak.

Buku Geografi tidak bersebelahan dengan buku Sejarah maupun Biologi. Buku Sejarah disusun

pada urutan kedua dari kiri, tepat di samping kiri buku Kimia. Buku Fisika, diletakkan setelah

buku Biologi. Buku Matematika diletakkan sebelum buku Sejarah dan tidak ada buku yang

diletakkan di samping kiri buku Matematika. Berdasarkan keterangan tersebut, buku apakah

yang disusun di samping kanan buku fisika?

Pembahasan:

Rak yang dinyatakan pada soal dapat digambarkan sebagai berikut.

1 2 3 4 5 6

Dari petunjuk yang ada, analisis mulai dari petunjuk yang paling jelas dan dapat dikerjakan

terlebih dahulu.

1. Buku Matematika diletakkan sebelum buku Sejarah dan tidak ada buku yang diletakkan di

samping kiri buku Matematika → hal ini berarti buku Matematika berada paling kiri pada rak

buku.

1 2 3 4 5 6

Matematika Sejarah

2. Buku Sejarah disusun pada urutan kedua dari kiri, tepat di samping kiri buku Kimia.

1 2 3 4 5 6

Matematika Sejarah Kimia

3. Buku Fisika, diletakkan setelah buku Biologi (dapat digambarkan nanti).

4. Buku Geografi tidak bersebelahan dengan buku Sejarah maupun Biologi.

1 2 3 4 5 6

Matematika Sejarah Kimia Biologi Fisika Geografi

Dari denah di atas, dapat disimpulkan bahwa buku yang disusun di samping kanan buku Fisika

adalah buku Geografi.

Penalaran Analitik (Posisi) 2


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik

Penalaran Analitik
(Urutan)

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Penalaran Analitik (Urutan),


ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Materi TPS UTBK – TPA – Penalaran Analitik: Penentuan Kualitas atau Kuantitas

2. TPA – Penalaran Analitik

3. TPA – Penalaran Analitik

A. Penjelasan Umum
Tes penalaran analitik merupakan tes yang menguji kemampuan dalam menganalisis suatu

informasi berbentuk teks paragraf dan memanipulasi informasi atau data untuk dijadikan suatu

kesimpulan. Penalaran analitik menekankan pada pengambilan kesimpulan dengan

menggunakan penalaran yang bersifat analisis. Salah satu jenis tes penalaran analitik yang

sering muncul pada soal ujian masuk perguruan tinggi adalah jenis penalaran analitik urutan.

Penalaran analitik urutan merupakan tes penalaran analitik yang bertujuan untuk mengurutkan

suatu objek yang ada pada soal didasarkan pada kualitas atau kuantitasnya. Berikut adalah

penjelasan dari kedua jenis penalaran analitik tersebut.

B. Penalaran Analitik Urutan Kualitas


Jenis soal penalaran analitik ini disebut sebagai urutan kualitas karena biasanya dalam soal

peserta ujian diminta untuk menentukan urutan ranking atau peringkat dari suatu informasi

Penalaran Analitik (Urutan) 1


yang diberikan berdasarkan kualitas tertentu.

1. Langkah Penyelesaian Soal


Secara umum, menyelesaikan jenis soal urutan kualitas dapat dilakukan dengan menentukan

kemungkinan dari soal dengan memberikan tanda > (lebih dari), < (kurang dari), atau = (sama

dengan).

2. Contoh Soal
Ayana tinggal di rumah yang lebih besar daripada rumah yang ditinggali Barry. Sementara

itu, rumah Doni tidak lebih besar dari rumah Camila dan rumah Camila lebih kecil dari rumah

Barry. Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut, rumah yang paling besar kedua

ditinggali oleh ....

Pembahasan:

• Rumah Ayana lebih besar dari rumah Barry → Ayana > Barry.

• Rumah Doni lebih kecil dari rumah Camila → Camila > Doni.

• Rumah Camila lebih kecil dari rumah Barry → Barry > Camila.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa rumah Ayana > Barry > Camila > Doni.

Jadi, rumah yang paling besar kedua ditinggali oleh Barry.

C. Penalaran Analitik Urutan Kuantitas


Pada jenis urutan kuantitas, soal biasanya menanyakan urutan dari jumlah yang terbesar hingga

terkecil atau sebaliknya berdasarkan syarat dan informasi yang diberikan pada teks paragraf.

1. Langkah Penyelesaian Soal


Dalam soal jenis ini, peserta ujian harus teliti dalam membaca angka yang dinyatakan pada

soal. Pastikan bahwa nilai angka atau jumlah yang dinyatakan pada soal dapat diketahui

mana nilai terbesar dan mana nilai terkecil.

2. Contoh Soal
Deva memiliki kelereng sebanyak ¼ jumlah kelereng Arino yang berjumlah 240 butir.

Sementara itu, Mikael memiliki jumlah kelereng 1/5 dari jumlah kelereng Deva dan dua kali

dari jumlah kelereng yang dimiliki Faris. Anak yang memiliki jumlah kelereng paling sedikit

adalah ….

Pembahasan:

Berikut adalah perhitungan jumlah kelereng masing-masing anak (dalam butir).

Penalaran Analitik (Urutan) 2


Arino : 240

Devi : ¼ x 240 = 60

Mikael : 1/5 x 60 = 12

Faris : 12 x 2 = 24

Dari penyelesaian di atas, dapat disimpulkan bahwa anak yang memiliki jumlah kelereng

paling sedikit adalah Mikael.

Penalaran Analitik (Urutan) 3


Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Judul Karangan

A. Judul Karangan
Judul menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kepala karangan (cerita, drama, dan
sebagainya) atau tajuk. Masih menurut KBBI, judul adalah nama yang dipakai untuk buku atau
bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu.

Karangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hasil mengarang, cerita, atau
buah pena.

Nah, dari pengertian-pengertian tersebut, tentu kamu telah mengetahui apa yang akan
dipelajari, kan? Ya, kali ini kamu akan mempelajari judul karangan. Berdasarkan kedua
pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa judul karangan adalah nama atau kepala
karangan yang harus menyiratkan atau menggambarkan isi karangan tersebut.

1. Fungsi Judul Karangan

Dari pengertian tersebut kamu dapat mengetahui fungsi atau pentingnya sebuah judul
karangan. Berikut ini adalah fungsinya.

a) Nama atau identitas sebuah karangan

b) Memberi gambaran secara umum kepada calon pembaca mengenai bahasan, tujuan,
dan ruang lingkup

c) Mengundang orang untuk membaca karangan atau hasil tulisan

d) Implementasi kreativitas seorang pengarang atau penulis

Judul Karangan 1
2. Syarat Judul Karangan

Dalam menentukan dan menulis judul karangan nonfiksi atau ilmiah, ada beberapa hal yang
harus kamu perhatikan. Pertama, kamu harus memperhatikan syarat-syarat judul karangan
yang baik. Kedua, kamu juga harus memperhatikan penulisan judul karangan yang sesuai
kaidah. Apa saja syaratnya dan bagaimana kaidahnya? Berikuti ini adalah syarat-syarat yang
harus diperhatikan saat membuat atau menentukan judul karangan.

1) Asli

Judul karangan yang kamu buat harus merupakan judul yang tidak pernah digunakan
oleh orang lain. Kalaupun memang judul tersebut kamu buat sendiri dan ternyata sama
dengan judul karangan lain yang lebih dulu digunakan orang lain, hendaknya kamu
mencari dan menggunakan sinonim atau padanan katanya.

2) Logis

Judul karangan yang kamu buat pun harus logis. Artinya, judul tersebut masuk akal dan
dapat diterima dengan logika (penalaran). Syarat inilah yang membedakan penentuan
judul nonfiksi dan fiksi. Pada karangan fiksi, kamu boleh membuat judul yang tidak logis.

3) Provokatif

Selain memperhatikan keaslian dan kelogisan, judul karangan yang kamu buat harus
provokatif, yaitu bersifat provokasi atau pancingan. Artinya, judul karangan yang dibuat
harus bisa memancing atau merangsang orang lain untuk membaca karangan tersebut.
Agar bisa memancing seperti itu, tentulah judul karangan yang kamu buat harus
menarik.

4) Singkat

Suatu judul karangan harus dibuat dengan singkat dan padat. Meskipun singkat, judul
tersebut harus penuh dengan makna. Jadi, judul karangan tidak boleh bertele-tele, tetapi
langsung pada intinya. Singkat dalam pembuatan judul sering diartikan sebagai
pemilihan atau penentuan judul yang berbentuk frasa, bukan kalimat. Artinya, judul yang
dibuat bukanlah merupakan suatu kalimat yang memiliki subjek dan predikat.

5) Relevan

Relevan artinya sesuai atau berkaitan. Artinya, judul yang dibuat atau dintentukan harus
sesuai dan mencerminkan isi karangan. Oleh karena itu, pada umumnya judul karangan
dibuat atau ditentukan setelah karangan tersebut selesai ditulis. Hal ini dilakukan agar
judul yang dibuat benar-benar relevan dengan isi karangan.

Judul Karangan 2
6) Spesifik

Spesifik artinya khusus. Artinya, suatu judul karangan yang dibuat harus dibuat spesifik
berdasarkan permasalahan atau hal yang dibahasa dalam karangan tersebut. Ini yang
membedakan antara judul dan tema atau topik. Jika tema atau topik cakupannya lebih
luas, judul cakupannya lebih sempit.

3. Kaidah Penulisan Judul Karangan

Dalam menentukan dan menulis judul karangan nonfiksi atau ilmiah, ada beberapa hal yang
harus kamu perhatikan. Pertama, kamu harus memperhatikan syarat-syarat judul karangan
yang baik. Kedua, kamu juga harus memperhatikan penulisan judul karangan yang sesuai
kaidah. Apa saja syaratnya dan bagaimana kaidahnya? Berikuti ini adalah syarat-syarat yang
harus diperhatikan saat membuat atau menentukan judul karangan.

Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan atau pembuatan suatu judul
karangan. Nah, selain itu, dalam penulisannya pun, judul harus memperhatikan kaidah EBI.
Berikut ini adalah kaidahnya.

1) Judul ditulis tanpa tanda baca akhir berupa titik (bukan kalimat berita)

Contoh:

Kemerosotan Adat Ketimuran

2) Setiap unsur kata dalam judul harus ditulis dengan huruf awal kapital, kecuali preposisi
dan konjungsi

Tentu kamu sudah tahu, kan, apa itu preposisi dan konjungsi? Ya, preposisi adalah istilah
lain dari kata depan, sedangkan konjungsi adalah istilah lain dari kata hubung. Kata
depan ini menjadi penanda suatu keterangan yang dapat menunjukkan tempat, waktu,
orang, cara, atau lainnya. Ada banyak preposisi, contohnya di, ke, dari, terhadap,
kepada, daripada, sebagai, dan lain-lain. Berbeda dengan preposisi, konjungsi ini
biasanya menghubungkan klausa satu dengan klausa lainnya atau kalimat satu dengan
kalimat lainnya. Beberapa contoh konjungsi antara lain dan, yang, seperti, serta, atau,
sedangkan, karena, dan saat.

Contoh:

Upaya Damai di Tanah Papua

Pemerataan Pendidikan yang Belum Terwujud

3) Preposisi atau konjungsi yang menjadi kata awal pada judul ditulis dengan huruf awal
kapital
Judul Karangan 3
Penggunaan preposisi atau konjungsi pada awal judul biasanya kita temukan pada
karangan-karangan fiksi, seperti puisi, cerpen, novel, atau drama. Adapun dalam judul
karangan ilmiah atau nonfiksi, penggunaan tersebut sangatlah jarang.

Contoh:

Kepada Negeriku

Seperti Sedia Kala

4) Judul yang memuat kata ulang utuh (kata pertama dan kata kedua sama bentuk) ditulis
dengan huruf awal kapital pada kedua katanya

Contoh:

Monopoli Kaum-Kaum Kapitalis

5) Judul yang memuat kata ulang berimbuhan atau berubah bunyi (berbeda bentuk) ditulis
dengan huruf awal kapital pada awal katanya saja

Contoh:

Warna-warni Pakaian Adat dalam Upacara HUT RI

Judul Karangan 4
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Konjungsi

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Konjungsi – Soal Nomor 65


2. Konjungsi – Soal Nomor 68
3. Materi TPS UTBK – Konjungsi

Konjungsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kata atau ungkapan penghubung
antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Dalam penggunaan konjungsi kita harus
memperhatikan jenis serta fungsi atau maknanya karena klausa-klausa atau kalimat-kalimat yang diberi
konjungsi berbeda bisa memiliki makna berbeda. Penggunaan konjungsi tersebut tentu harus
disesuaikan dengan maksud dari suatu kalimat atau ujaran.

Contoh:

1) Setelah sakit, ia tidak pernah pergi dari rumah.

2) Sebelum sakit, ia tidak pernah pergi dari rumah.

Kalimat 1) dan 2) menggunakan konjungsi yang memiliki jenis dan fungsi sama. Keduanya merupakan
konjungsi yang berjenis intrakalimat, yaitu menghubungkan antarfrasa. Fungsi kedua konjungsi tersebut
juga sama, yaitu menyatakan waktu. Namun, jika dilihat dari segi makna secara spesifik, makna masing-
masing kalimat tersebut tentu berbeda. Kalimat 1) bermakna seseorang yang tidak pernah pergi dari
rumah sesudah mengalami sakit, sedangkan kalimat 2) bermakna seseorang yang tidak pernah pergi
Konjungsi 1
dari rumah ketika belum mengalami sakit.

Agar kamu lebih memahami mengenai jenis, fungsi, dan makna spesifik konjungsi, berikut ini adalah
penjelasannya. Secara jenis, konjungsi dikelompokkan menjadi konjungsi intrakalimat, konjungsi
antarkalimat, dan konjungsi korelatif.

1. Konjungsi Intrakalimat

Intrakakalimat bermakna di dalam kalimat. Dari pengertian tersebut, tentu kamu sudah mengetahui
bahwa konjungsi intrakalimat adalah jenis kata hubung yang diletakkan di dalam suatu kalimat untuk
menghubungkan kata, frasa, atau klausa yang berada dalam kalimat yang sama. Jenis ini memiliki
bentuk konjungsi yang paling banyak di antara jenis konjungsi lainnya. Konjungsi intrakalimat dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu konjungsi intrakalimat setara atau koordinatif dan konjungsi
intrakalimat bertingkat atau subordinatif. Berikut ini adalah pembagian atau pengelompokannya.

a) Konjungsi Intrakalimat Koordinatif (Setara)

Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan klausa-klausa dalam satu kalimat yang memiliki
hubungan setara, yaitu kedua klausa tersebut dapat berdiri sendiri dan tidak ada yang berfungsi
menerangkan. Untuk mengidentifikasi jenis konjungsi ini dalam suatu kalimat, tentu kamu harus
mengetahui bentuk-bentuk konjungsi ini. Berikut adalah konjungsi-konjungsi yang termasuk
dalam konjungsi intrakalimat koordinatif.

Contoh
Fungsi
Konjungsi Kalimat

dan Rendi mencuci dan menyetrika baju sendiri dari kecil.

Menyatakan serta Mereka menyambut kedatangan rombongan atlet serta para


penambahan pelatihnya di bandara.

lagi Tuhan Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.

kemudian Pemerintah melakukan koordinasi kemudian mengambil

Menyatakan keputusan.

pelanjutan lalu Imigran-imigran ilegal tersebut didata lalu dideportasi ke negara


asalnya.

Menyatakan sedangkan Negara lain telah mampu mengurangi sampah plastik, sedangkan
pertentangan sampah plastik di negara kita terus bertambah.

Konjungsi 2
tetapi Pasta tersebut dibuat dalam bentuk sama, tetapi rasanya
disesuaikan.

melainkan Bantal tersebut bukan berbahan dakron, melainkan bulu angsa.

Menyatakan Kamu bisa membawa kendaraan pribadi atau menggunakan


atau
pemilihan transportasi umum saja.

b) Konjungsi Intrakalimat Subordinatif (Bertingkat)

Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan klausa-klausa dalam satu kalimat yang memiliki
hubungan berbeda, yaitu adanya klausa berupa inti atau induk yang dapat berdiri sendiri dan
klausa lainnya yang berfungsi menerangkan sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Untuk
mengidentifikasi jenis konjungsi ini dalam suatu kalimat, tentu kamu harus mengetahui bentuk-
bentuk konjungsi ini. Berikut adalah konjungsi-konjungsi yang termasuk dalam konjungsi
intrakalimat subordinatif.

Contoh
Fungsi
Konjungsi Kalimat

ibarat Mereka selalu bersama-sama ibarat sepasang sepatu.

bak Rambutnya halus bak kain sutra.

Menyatakan laksana Kecilnya manusia di hadapan Tuhan laksana sebutir debu di


perbandingan angkasa.

seperti Ia membuat adonannya pipih seperti cakram.

umpama Ia merasa tidak bebas umpama burung dalam sangkar.

walaupun Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan perekonomian

Menyatakan walaupun banyak kesulitan dihadapi.

perlawanan meskipun Meskipun motornya hancur, ia berhasil selamat dalam


kecelakaan itu.

jika Laut Indonesia tidak akan dipenuhi sampah jika kesadaran


Menyatakan masyarakat tinggi.
syarat/kondisi
bila Kedamaian akan tercipta bila semua pihak menahan diri.
Konjungsi 3
kalau Tumpahan minyak mengancam ekosistem laut kalau tidak
segera ditangani.

apabila Apabila telah berjamur, roti tersebut sudah tidak layak


dikonsumsi.

Pemerintah harus segera turun tangan agar masalah tersebut


agar
Menyatakan cepat teratasi.

tujuan Sistem zonasi tersebut diterapkan supaya terjadi pemerataan


supaya
pendidikan.

Menyatakan yang Kantor yang hampir roboh itu akan segera direnovasi.

uraian atau Banyak pengamat menyatakan bahwa hal tersebut tidak perlu
penjelasan bahwa
dilakukan.

Andai ia tidak memacu kendaraanya dalam kecepatan tinggi,


andai
Menyatakan kecelakaan itu mungkin tidak terjadi.

pengandaian Aku akan sering mengunjungi kampung halaman seandainya


seandainya
jaraknya dekat.

Banyak warga negara asing yang mengagumi batik karena


karena
keindahannya.

Para pengunjung tidak sempat meyelamatkan diri sebab


Menyatakan sebab
kejadiannya begitu singkat.
kausalitas
(sebab-akibat) Film horor itu sangat menakutkan baginya sehingga terbawa
sehingga
mimpi.

Syaratnya adalah pelamar memiliki tinggi minimal 170 cm maka


maka
ia tidak bisa mengajukan lamaran.

Pembangunan tersebut dipaksakan ketika negara mengalami


saat, ketika
defisit.

UUD telah mengalami amandemen beberapa kali sejak


Menyatakan sejak
reformasi terjadi.
waktu
setelah, Setelah terpilih menjadi kepala daerah, ia tidak
sesudah merealisasikan janji-janjinya.

sebelum Jalan tersebut lebih baik dilalui sebelum matahari tenggelam.


Konjungsi 4
2. Konjungsi Antarkalimat

Nah, bila konjungsi intrakalimat digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur yang berada pada
kalimat yang sama, konjungsi antarkalimat digunakan untuk menghubungkan kalimat satu dengan
kalimat lainnya. Jadi, makna yang dihubungkan oleh konjungsi tersebut berasal dari dua kalimat.
Konjungsi antarkalimat ini memiliki ciri khas yang membuat kita mudah untuk mengidentifikasinya.
Ciri tersebut adalah selalu berada di awal kalimat dan selalu diikuti tanda koma secara langsung.

Makna/fungsi Contoh Konjungsi


menyatakan kelanjutan dari suatu setelah itu, setelahnya, selanjutnya
peristiwa
Contoh kalimat:
Mereka harus menunggu hingga nilai UTBK muncul. Setelah itu, barulah mereka dapat mendaftar
SBMPTN.
menyatakan konsekuensi (akibat) oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi, dengan demikian
Contoh kalimat:
Persaingan bisnis kuliner semakin ketat. Oleh karena itu, para penjual harus kreatif dan inovatif agar
mampu bertahan dalam bisnis tersebut.
menyatakan kondisi/hal lain yang sementara itu
terjadi dalam waktu bersamaan
Contoh kalimat:
Masih banyak masyarakat yang mendapatkan upah di bawah ketentuan UMR. Sementara itu,
kebutuhan hidup layak sudah cukup tinggi.
menyatakan keadaan yang sebenarnya, sesungguhnya
sebenarnya
Contoh kalimat:
Terdapat tulisan Made in Swiss pada setiap baju bermerek Hiai. Sebenarnya, baju-baju tersebut
diproduksi di Indonesia, tetapi dengan lisensi dari Swiss.
menyatakan penguatan bahkan
Contoh kalimat:
Petani Indonesia mampu menghasilkan biji kopi yang berkualitas. Bahkan, kopi tersebut diakui oleh
dunia sebagai salah satu kopi terbaik.
menyatakan hal lain (penambahan) selain itu
Contoh kalimat:
Indonesia banyak mengekspor hasil pertanian. Selain itu, tidak sedikit pula hasil pertambangan yang
diekspor.

Konjungsi 5
menyatakan kesanggupan melakukan walaupun demikian, meskipun demikian, meskipun begitu,
sesuatu yang dipertentangkan walaupun begitu
dengan pernyataan sebelumnya
Contoh kalimat:
Topik yang dipilih dalam seminar tersebut dianggap kurang menarik oleh para peserta. Meskipun
begitu, mereka tetap datang dan mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.
menyatakan pertentangan akan tetapi, namun
Contoh kalimat:
Banyak kepala daerah yang mengklaim bahwa merekalah yang paling berperan dalam pembangunan
di daerah yang dipimpinnya. Akan tetapi, mereka lupa bahwa banyak pihak lain yang juga tidak kalah
perannya.
menyatakan kebalikan sebaliknya
Contoh kalimat:
Islandia merupakan salah satu negara yang aman dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Sebaliknya, Kenya termasuk salah satu negara yang berbahaya untuk dikunjungi.

3. Konjungsi Korelatif

Korelatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat mempunyai hubungan
timbal balik. Dari arti tersebut, kita dapat mengetahui maksud dari konjungsi korelatif, yaitu kata
penghubung yang mempunyai hubungan timbal balik. Sesuatu yang memiliki hubungan timbal balik
pasti memiliki pasangan. Dengan demikian, dalam konjungsi korelatif setidaknya kita dapat
menemukan dua kata yang berpasangan dan menjalin hubungan timbal balik. Pasangan kata
tersebut tidak dapat digunakan atau diacak secara sembarangan. Setiap konjungsi korelatif telah
memiliki pasangan yang telah ditentukan. Berikut adalah beberapa contoh konjungsi korelatif.

⚫ baik … maupun …

Contoh:

Baik persiapan maupun pelaksanaan, semuanya berjalan lancar.

⚫ entah … entah …

Contoh:

Entah besok entah lusa, pemerintah setempat akan memulai program tersebut.

⚫ sedemikian rupa … sehingga …

Contoh:
Konjungsi 6
Semua telah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga acara berlangsung tanpa kendala.

⚫ bukan … melainkan …

Contoh:

Bukan ibunya yang mengajarkan, melainkan ayahnya.

⚫ jangankan … pun …

Contoh:

Jangankan menciptakan suatu produk yang baru, membuat produk tiruan pun tidak
kunjung dikerjakan.

⚫ tidak … tetapi …

Contoh:

Kasus artis yang terjerat narkoba tidak berkurang tiap tahunnya, tetapi malah bertambah.

Dari sekian banyak konjungsi korelatif, pasangan yang biasanya paling banyak digunakan adalah
bukan-melainkan, tidak-tetapi, dan baik-maupun.

Untuk mengingat pasangan konjungsi korelatif yang sering muncul, kamu dapat menggunakan SUPER
berikut!

SUPER "Solusi Quipper"

BaM BuM Tit

BAik-Maupun

BUkan-Melainkan

TIdak-Tetapi

Konjungsi 7
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Gagasan Pokok

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Gagasan Utama dan Simpulan


2. Bahasa Indonesia – Ide Pokok dan Teknik Membaca
3. Gagasan Pokok – Soal Nomor 74

Saat memahami isi bacaan, kita dapat memahami intinya melalui gagasan pokok. Mengapa kita dapat
mendapatkan intinya dari gagasan pokok? Karena gagasan pokok adalah gagasan yang menjadi dasar
atau tumpuan yang dikembangkan untuk pemikiran selanjutnya. Selain istilah gagasan pokok, mungkin
kamu juga pernah mendengar istilah gagasan utama, pikiran utama, pokok, pikiran, atau ide pokok. Nah,
istilah-istilah tersebut sebenarnya sama saja dengan gagasan pokok.

Gagasan pokok = Gagasan utama = Pikiran utama = Pokok pikiran = Ide pokok

Suatu paragraf yang baik hanya memiliki satu gagasan pokok. Gagasan pokok ini dapat kamu temukan
dalam kalimat utama. Dengan kata lain, kalimat utama suatu paragraf memuat gagasan pokok paragraf
tersebut.

Dalam suatu paragraf, kamu juga dapat menemukan gagasan-gagasan penjelas. Gagasan tersebut
termuat dalam kalimat-kalimat penjelas. Keberadaan kalimat penjelas umumnya lebih dari satu kalimat.
Jadi, gagasan penjelas yang termuat dalam kalimat penjelas boleh lebih dari satu. Justru, lebih banyak
gagasan penjelas yang disampaikan, lebih kuat dan jelas pula gagasan dasar yang disampaikan.

Gagasan Pokok 1
Kalimat utama dan kalimat penjelas tentu memiliki karakteristik berbeda. Karena sifatnya yang
mengembangkan atau menjelaskan gagasan dasar, kalimat penjelas biasanya berupa uraian, contoh,
ilustrasi, gagasan yang mendukung gagasan pokok, atau memuat kata rujukan (yang merujuk pada
kalimat utama).

Agar lebih mudah menemukan atau mengidentifikasi gagasan pokok yang termuat dalam kalimat
utama, kamu harus memahami jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama terlebih dulu.
Dengan begitu, kamu bisa berfokus pada kalimat-kalimat tertentu untuk mengetahui gagasan pokok
paragraf tersebut. Berikut ini merupakan jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama.

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang diawali oleh hal atau keadaan umum lalu diikuti hal-hal
atau keadaan-keadaan khusus. Singkatnya, paragraf deduktif memiliki kalimat utama di awal
paragraf yang diikuti gagasan-gagasan penjelas pada kalimat-kalimat berikutnya.

Contoh:

(1) Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan. (2)
Salah satu kelompok masyarakat yang berupaya untuk terus mengembangkannya adalah ibu-ibu
nelayan di Balikpapan. (3) Meskipun tidak langsung berhasil, akhirnya mereka berhasil
memanfaatkan beberapa jenis mangrove menjadi aneka makanan, seperti kolak, sayur, dan
permen. (4) Hal tersebut dilakukan dalam upaya memanfaatkan buah mangrove menjadi makanan
yang lebih berguna dan bernilai ekonomi tinggi.

Diadaptasi dari kompasiana.com

Dari paragraf tersebut, kamu dapat mengetahui bahwa kalimat utama berada di awal paragraf. Hal
tersebut terbukti dari kalimat (2) yang mengutarakan contoh dari apa yang diutarakan pada kalimat
pertama, yaitu kelompok yang mengembangkan makanan berbahan dasar mangrove. Selain itu,
pada kalimat (3) kamu pun dapat melihat contoh-contoh makanan berbahan dasar buah mangrove,
antara lain kolak, permen, dan sayur. Pada kalimat (4), disampaikan gagasan yang mendukung
kalimat utama, yaitu tujuan dari apa yang diutarakan pada kalimat (1). Pada kalimat (4) pun kita
bisa menemukan adanya kata rujukan tersebut yang merujuk pada kalimat (1), yaitu pembuatan
makanan berbahan dasar buah mangrove.

Kalimat utama:

Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan.

Gagasan utama termuat dalam kalimat utama. Untuk menentukannya, kamu dapat mengambil inti
yang terdapat dalam kalimat tersebut. Dari kalimat tersebut, gagasan pokoknya adalah
pengembangan makanan berbahan dasar buah mangrove.

Gagasan Pokok 2
Nah, untuk mengidentifikasi paragraf deduktif, kamu bisa menggunakan Tips SUPER. Ingat, ya!

SUPER "Solusi Quipper"

⚫ Perhatikan kalimat pertama, kedua, dan terakhir!

⚫ Jika kalimat kedua mendukung kalimat pertama dan kalimat terakhir


tidak memuat hal yang sama dengan kalimat pertama, kalimat utama
berada di awal paragraf.

2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang diawali oleh hal-hal atau keadaan-keadaan khusus lalu
diakhiri pernyataan berupa hal atau keadaan umum. Singkatnya, paragraf induktif memiliki kalimat
utama di akhir paragraf yang diawali gagasan-gagasan penjelas pada kalimat-kalimat sebelumnya.

Contoh:

(1) Diketahui bahwa lebih dari dua ratus rumah dan bangunan mengalami kerusakan, baik
sedang maupun berat. (2) Jumlah korban jiwa yang melayang mencapai lima puluh orang. (3)
Belum lagi korban yang mengalami luka-luka, jumlahnya lebih dari tiga ratus orang. (4) Orang-
orang yang kini selamat dari gempa tersebut kini berusaha untuk bertahan hidup dengan
kondisi kekurangan air, pakaian layak, dan makanan. (5) Mereka pun terserang berbagai
penyakit kulit kerena harus tinggal di pengungsian yang memiliki tingkat sanitasi kurang baik.
(6) Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi
masyarakat yang terkena dampaknya.

Jika mengamati paragraf tersebut dengan cermat, tentu kamu dapat dengan mudah mengetahui
bahwa kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Hal itu terlihat dari kalimat (1) sampai (5) yang
memaparkan keadaan-keadaan khusus yang menjelaskan kalimat (6). Rumah dan bangunan yang
rusak, korban meninggal dan luka, serta warga yang mengalami kondisi sulit merupakan kerugian-
kerugian yang ditimbulkan gempa. Pada kalimat (6) pun kita bisa menemukan kata yang biasanya
dapat menandakan bahwa kalimat tersebut berupa simpulan, yaitu kata memang.

Kalimat utama:

Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat yang
terkena dampaknya.

Gagasan Pokok 3
Gagasan pokok:

Banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh gempa yang berpusat di Banten atau gempa yang
berpusat di banten menimbulkan banyak kerugian.

Nah, untuk mengidentifikasi paragraf induktif, kamu bisa menggunakan Tips SUPER. Ingat, ya!

SUPER "Solusi Quipper"

• Perhatikan kalimat terakhir!

• Jika berupa simpulan dan kalimat pertama tidak menyiratkan hal yang sama,
kalimat terakhir itulah kalimat utamanya.

Beberapa paragraf induktif biasanya ditandai oleh keberadaan konjungsi yang menyatakan
simpulan, antara lain jadi, oleh karena itu, oleh sebab itu, dan dengan demikian.

3. Paragraf Variatif

Paragraf variatif merupakan gabungan dari paragraf deduktif dan induktif. Kalimat utama pada jenis
paragraf ini terletak di awal dan di akhir paragraf. Jadi, biasanya kalimat awal dan akhir menyiratkan
hal yang sama meskipun menggunakan redaksi yang berbeda.

Contoh:

(1) Meskipun tinggal di desa, banyak orang tua yang kini sudah menyadari pentingnya
pendidikan bagi anak-anaknya. (2) Mereka mendorong anak-anaknya untuk melanjutkan
pendidikan sampai tingkat tinggi. (3) Bahkan, tak jarang mereka menjual berbagai harta yang
mereka miliki, seperti hewan ternak, sawah, kebun, tanah, dan rumah demi bisa menyekolahkan
anaknya. (4) Mereka pun rela terpisah untuk beberapa waktu dengan anak-anaknya selama
menempuh pendidikan karena sang anak harus menetap di kota yang jaraknya jauh dari desa.
(5) Orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya, tidak seperti
dahulu.

Jika mengamati paragraf tersebut dengan cermat, tentu kamu dapat dengan mudah mengetahui
bahwa kalimat utamanya berada di awal dan akhir paragraf. Meskipun berbeda redaksi, klausa
orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya pada kalimat (5)
bermakna bahwa mereka telah mementingkan pendidikan seperti yang diutarakan pada kalimat
(1).
Gagasan Pokok 4
Kalimat utama:

⚫ Meskipun tinggal di desa, banyak orang tua yang kini sudah menyadari pentingnya
pendidikan bagi anak-anaknya.

⚫ Orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya, tidak seperti
dahulu.

Gagasan pokok:

Banyak orang tua yang tinggal di pedesaan telah menyadari pentingnya pendidikan.

Nah, untuk mengidentifikasi paragraf variatif, kamu bisa menggunakan Tips SUPER. Ingat, ya!

SUPER "Solusi Quipper"

• Perhatikan kalimat pertama dan terakhir!

• Jika menyiratkan hal yang sama, kalimat utama termuat dalam kedua
kalimat itu.

Gagasan Pokok 5
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Kalimat Inti

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia - Kalimat Inti dan Kalimat Dasar


2. Materi TPS UTBK - Inti Kalimat dan Fungsi Kalimat

Kalimat inti dapat diartikan sebagai inti-inti yang menyusun suatu kalimat. Kalimat inti suatu kalimat
terdiri atas dua unsur, yaitu inti subjek dan inti predikat. Jadi, jika suatu kalimat memiliki subjek atau
predikat berbentuk frasa, unsur yang kita ambil adalah inti subjek dan inti predikatnya. Namun, jika
predikat termasuk kata kerja transitif, unsur objek perlu disertakan. Secara lebih spesifik, berikut ini
adalah ciri-ciri kalimat inti.

⚫ Terdiri atas dua kata, yakni inti subjek dan inti predikat

⚫ Berupa kalimat positif, tidak memuat ingkaran tidak atau bukan

⚫ Berupa kaimat berita yang harus diakhiri tanda titik, tidak boleh tanda tanya atau tanda seru

⚫ Bersusunan normal subjek-predikat, tidak boleh berupa kalimat inversi predikat-subjek

Untuk menemukan kalimat inti dalam sebuah kalimat, ada hal-hal yang harus kamu perhatikan agar lebih
mudah dalam mengidentifikasinya. Kamu bisa menggunakan bisa langkah-langkah berikut ini.

Kalimat Inti 1
a) Menghilangkan unsur-unsur lain, seperti keterangan (jika ada)
Unsur objek bisa terdapat pada kalimat aktif transitif, sedangkan pelengkap bisa terdapat pada kalimat
aktif intransitif dan kalimat pasif. Adapun keterangan, unsur ini bisa terdapat pada jenis kalimat apa pun.
b) Menghilangkan perluasan yang terdapat pada salah satu fungsi kalimat
Suatu fungsi kalimat dapat mengalami perluasan. Ada dua konjungsi yang menyebabkan perluasan
tersebut, yaitu yang dan bahwa.
c) Menghilangkan adverbia (jika ada) yang mengawali atau mengakhiri subjek dan predikat
Adverbia adalah kata bantu yang memberikan keterangan pada salah satu fungsi kalimat. Adverbia ini
bisa menerangkan verba, adjektiva, atau nomina. Contoh kata yang termasuk adverbia adalah sangat,
tidak, lebih, sekali, sedang, dan akan.

Contoh kalimat:

Setelah api yang membakar hutan di Kalimantan dapat dipadamkan, beredar foto yang menampakkan
seekor ular piton raksasa yang hangus dan telah mati karena ikut terbakar

Kalimat inti: Foto beredar.

Untuk memperluas wawasan dan memudahkanmu dalam mengidentifikasi suatu fungsi dalam kalimat,
berikut ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai fungsi subjek, predikat, objek, pelengkap, dan
keterangan.

a) Subjek dan Predikat

Selama ini masih terdapat anggapan yang keliru mengenai subjek. Anggapan keliru tersebut adalah
menyatakan bahwa subjek pasti pelaku. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Subjek dalam
suatu kalimat dapat berupa benda hidup, benda mati, ataupun suatu perbuatan. Untuk
menentukan subjek dan predikat dalam kalimat dengan mudah, kamu dapat menggunakan suatu
pertanyaan.

SUPER "Solusi Quipper"

Apa/siapa yang predikat? Subjek.

Contoh:
Merokok dapat membahayakan organ pernapasan.

Sekarang kita gunakan pertanyaan tersebut dan memasukan kata atau kelompok kata yang sesuai
dengan pertanyaan dan jawaban tersebut.
Kalimat Inti 2
Apa yang dapat membahayakan? Merokok.

Dengan demikian, dalam kalimat tersebut kata merokok menduduki fungsi subjek dan frasa dapat
membahayakan menduduki fungsi predikat.

b) Objek dan Pelengkap

Objek dan pelengkap memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut sebagai berikut.

Objek Pelengkap

Terletak setelah predikat Bisa terletak setelah predikat atau objek

Setelah predikat berimbuhan me- Setelah predikat berimbuhan me-, ber-, di-,
atau tidak berimbuhan

Kalimat berobjek dapat dipasifkan dan kata atau Kalimat berpelengkap (tanpa objek
kelompok kata yang menduduki fungsi objek sebelumnya) tidak dapat dipasifkan
akan menduduki fungsi subjek setelah kalimat
tersebut dipasifkan

Contoh:

Hukuman tersebut tidak membuat jera. (S-P-Pel)

(Jera tidak dibuat hukuman tersebut. (?))

Pemerintah mencabut subsidi listrik. (S-P-O)

(Subsidi listrik dicabut pemerintah.)

c) Keterangan

Keterangan dalam suatu kalimat dapat menyatakan keterangan tempat, waktu, sebab, atau
keterangan lainnya. Kata yang menduduki keterangan dalam suatu kalimat dapat ditandai oleh
keberadaan preposisi, konjungsi subordinatif, atau kata-kata tertentu seperti kemarin, besok, atau
lusa.

Konjungsi subordinatif terdapat pada kalimat majemuk bertingkat. Klausa yang memuat konjungsi
tersebut secara otomatis akan menduduki fungsi keterangan atau anak kalimat.

Beberapa contoh kata yang termasuk preposisi adalah kepada, di, ke, dari, terhadap, dan dalam.
Beberapa contoh kata yang termasuk konjungsi subordinatif adalah sebab, karena, maka,
sehingga, ketika, saat, walaupun, jika, bila, apabila, dan lain-lain.

Sekarang perhatikan contoh-contoh kalimat berikut yang memuat fungsi keterangan. Bagian yang
dicetak miring merupakan fungsi keterangannya.
Kalimat Inti 3
Contoh:

Oleh karena itu, kita harus mendukung kebijakan pemerintah Indonesia agar semuanya dapat
berjalan seperti seharusnya.

Dalam menghadapi perdagangan bebas, para produsen harus lebih kreatif dan mampu bersaing
dari segi kualitas dan harga.

Pada tahun 2019 terjadi gempa di berbagai wilayah Indonesia.

Kalimat Inti 4
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Ejaan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. (SBMPTN) Bahasa Indonesia – Ejaan 1 (Teori Dasar)


2. (SBMPTN) Bahasa Indonesia – Ejaan 2 (Teori Dasar)
3. Bahasa Indonesia – Tanda Koma dan Huruf Kapital

Ejaan meliputi banyak hal. Beberapa di antaranya adalah penulisan huruf kapital, huruf miring, dan
tanda baca. Nah, kali ini kamu akan mempelajari kaidah-kaidah dalam penulisan huruf dan
penggunaan tanda baca.

1. Huruf Miring

a) Menulis bagian yang ditegaskan atau dikhususkan dalam kalimat

Contoh:

Padanan kata tersebut dalam bahasa Indonesia adalah tetikus.

b) Menulis kata atau istilah asing dalam kalimat

Contoh:

Tentu kita sering mendengar semboyan tut wuri handayani dalam dunia pendidikan.

c) Menulis nama majalah, surat kabar, dan judul buku dalam kalimat

Contoh:

Novel Bumi Manusia adalah bacaan terfavoritku.


Ejaan 2
*Penulisan judul karangan yang tidak berbentuk buku, seperti syair, cerpen, artikel, dan lainnya
diapit dengan tanda petik bila ditulis dalam kalimat. Contoh: “Hujan Bulan Juni” adalah puisi
favoritku.

2. Huruf Kapital

Berikut ini adalah beberapa penggunaan huruf kapital yang sering muncul dalam kalimat. Huruf kapital
ini dituliskan pada huruf awalnya saja.

a) Setiap unsur nama orang

Contoh:

Sera Nadia

b) Awal kalimat

Contoh:

Kemerdekaan bangsa Indonesia diperjuangkan oleh para pahlawan.

c) Awal petikan langsung

Contoh:

Hakim berkata, “Hadirin mohon tertib!”

d) Nama suku, ras, bahasa, dan bangsa

Contoh:

⚫ Ada banyak suku di Indonesia, salah satunya adalah suku Sunda.

⚫ Setelah mengikuti pembelajaran kali ini, saya jadi mengetahui bahwa saya termasuk ras
Mongoloid.

⚫ Kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

⚫ Dunia mengenal keramahan bangsa Indonesia.

e) Nama agama dan kitab suci

Contoh:

⚫ Tidak ada agama yang mengajarjan keburukan, baik Islam, Kristen, Hindu, maupun agama
lainnya.

⚫ Dia menguasai seluruh isi kitab Injil.

f) Nama Tuhan dan kata ganti untuk Tuhan

Contoh:

⚫ Saya percaya Tuhan akan menolong keluarga kami.


Ejaan 3
⚫ Berilah hamba petunjuk-Mu.

g) Nama hari, hari raya, bulan, dan tahun

Contoh:

⚫ Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sanggar seni selalu berkumpul pada hari Rabu.

⚫ Dua hari sebelum Lebaran, saya akan pulang ke kampung halaman.

⚫ Peristiwa itu terjadi berabad-abad sebelum Masehi.

⚫ Pentas seni akan diadakan pada bulan Oktober.

h) Nama peristiwa sejarah

Contoh:

⚫ Den Haag dipilih menjadi tempat pertemuan Konferensi Meja Bundar.

i) Nama diri geografi

Contoh:

Papua, Vietnam, Malang, Eropa

j) Nama geografi

k) Gelar

l) Jabatan

m) Pangkat

Untuk poin j), k), l), dan m), keempat hal tersebut ditulis kapital jika diikuti penjelas atau keterangan
secara langsung. Penjelas atau keterangan tersebut dapat berupa nama orang, nama daerah, atau
nama instansi/perusahaan/lembaga.

Contoh:

⚫ Kapal itu tenggelam di Selat Sunda.

⚫ Menurut cerita, Sultan Aziz dilahirkan di daerah ini.

⚫ Baru sebulan ia menjabat sebagai Kepala SMA Nuansa.

⚫ Tidak ada yang menyangka bila ia anak dari Letnan Ari.

3. Tanda Koma
Tanda koma digunakan atau diletakkan pada kondisi-kondisi di bawah ini.
a) Di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan
Contoh:
Kini warga sudah dapat meniru, membuat, dan menciptakan suatu produk.

Ejaan 4
b) Di akhir anak kalimat yang mendahului induk kalimat
Contoh:
Sejak peringkatnya menurun, ia jarang sekali bermain.
c) Setelah konjungsi antarkalimat
Contoh:
Namun, keadaan itu tidak membuatnya putus asa.
d) Mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi
Contoh:
Erdogan, Presiden Turki, dicintai oleh warganya.
e) Setelah keterangan yang terletak di awal kalimat yang dapat menimbulkan salah arti
Contoh:
Seperti kijang, lincah sekali ia berlari.
f) Setelah konjungsi intrakalimat tertentu
Konjungsi-konjungsi tersebut terdiri atas sedangkan, tetapi, melainkan, yakni, yaitu, dan seperti
yang digunakan untuk uraian atau contoh.
Contoh:
Masyarakat telah tertib dalam memperlakukan sampah, seperti memilah sampah organik dan
anorganik serta mendaur ulang sampah yang bisa digunakan kembali.
Untuk mengingat konjungsi-konjungsi tersebut dengan mudah, kamu dapat menggunakan SUPER
berikut ini.

SUPER "Solusi Quipper"

Sedangkan Mela Tetap Seperti YaNi

Sedangkan, melainkan, tetapi seperti, yaitu, yakni

4. Tanda Hubung (-)

Berikut ini adalah beberapa penggunaan tanda hubung.

a) Merangkai unsur-unsur kata ulang

Contoh: membuang-buang

b) Merangkai imbuhan dan kata yang diawali huruf kapital

Contoh: se-Jawa

Ejaan 5
c) Merangkai imbuhan dan angka

Contoh: ke-20, 1925-an

d) Merangkai imbuhan dan singkatan berhuruf kapital semua

Contoh: di-PHK, KTP-nya,

e) Merangkai imbuhan dan kata asing

Contoh: men-treatment, tackle-an

5. Tanda Pisah (-)

Sekilas mungkin kamu akan melihat tanda hubung dan tanda pisah sebagai tanda baca
berbentuk setrip yang sama bila tidak cermat. Namun, bila dicermati lebih saksama, kedua
tanda baca tersebut memiliki perbedaan dalam ukurannya. Tanda pisah ditulis lebih panjang
daripada tanda hubung. Penggunaannya pun tentu berbeda dengan tanda hubung. Berikut
ini adalah penggunaan tanda pisah.

a) Menyatakan ke atau sampai ke

Contoh:

Kini ada jalur baru dari PT KAI yang melayani rute Bandung-Pangandaran.

b) Menyatakan sampai dengan

Perjalanan mereka dimulai pukul 08.00-09.50.

c) Mengapit keterangan apositif

Contoh:

Teori paling tua tentang atom - teori atom Dalton - menegaskan bahwa atom
merupakan suatu zat yang tidak bisa dibagi-bagi lagi.

Ejaan 6
Ejaan 7
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Simpulan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Simpulan dan Rangkuman


2. Bahasa Indonesia – Gagasan Utama dan Simpulan
3. Simpulan – Soal Nomor 73

Simpulan adalah pernyataan akhir yang disampaikan berdasarkan uraian atau paparan yang telah
disampaikan. Dalam menentukan simpulan suatu teks atau paragraf, hal yang harus kamu perhatikan
adalah menyeluruh. Artinya, simpulan tersebut harus mewakili seluruh isi teks atau paragraf. Selain itu,
kamu juga harus memperhatikan relevansi dan kelogisan dalam menentukan simpulan suatu teks atau
paragraf.Simpulan sering diperlukan atau digunakan untuk mengakhiri suatu paragraf.

Tentu kamu sudah tahu bahwa dalam membuat ringkasan kamu pun harus memperhatikan keseluruhan
isi teks atau paragraf. Nah, loh, kalau begitu, apa perbedaan simpulan dan ringkasan? Mungkin kamu
masih kebingungan membedakannya. Tenang saja, ada perbedaan dasar yang dapat membedakan
simpulan dan ringkasan. Perbedaannya adalah keberadaan opini atau pendapat dalam simpulan. Jadi,
simpulan memuat pendapat, sedangkan ringkasan tidak memuat pendapat karena hanya
menyampaikan kembali isi teks atau paragraf dalam bentuk lebih ringkas (singkat).

Sehubungan dengan relevansi dan kelogisan, simpulan tidak bisa ditarik tanpa dasar yang kuat.
Simpulan harus dibuat dengan memperhatikan hal-hal yang diutarakan pada teks atau paragraf. Dalam
penarikan simpulan, kamu dapat menggunakan beberapa pola penalaran. Nah, pola penalaran mana

Simpulan 1
yang kamu pilih untuk menentukan simpulan suatu teks atau paragraf bergantung pada hal-hal yang
dipaparkan dalam teks atau paragraf tersebut. Apa saja pola penalaran yang dapat kamu gunakan dalam
menarik simpulan? Berikut ini akan dipaparkan jenis-jenisnya.

1. Penalaran Generalisasi

Cara berpikir ini digunakan untuk menarik simpulan dari suatu paragraf atau teks yang memaparkan
hal-hal, keadaan-keadaan, atau kejadian-kejadian khusus. Simpulan yang ditarik tentu berupa
pernyataan yang bersifat umum yang mencakup kejadian-kejadian, hal-hal, atau keadaan-keadaan
yang telah dipaparkan.

Contoh paragraf:

Masyarakat menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif dasar listrik. Para petani
menentang keputusan yang diambil pemerintah untuk mengimpor hasil pertanian kala petani d i
Indonesia sedang panen. Pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang transportasi umum
memandang bahwa pemerintah tidak berpihak kepada rakyat karena menaikkan BBM.

Simpulan:

Kebijakan-kebijakan atau keputusan-keputusan yang diambil pemerintah mendapat penolakan dari


masyarakat.

2. Penalaran Analogi

Cara berpikir ini digunakan untuk menarik simpulan dari suatu paragraf atau teks yang memaparkan
dua hal yang memiliki persamaan sifat. Jadi, dalam teks tersebut terdapat dua hal yang dibandingkan.
Simpulan yang ditarik tentu berupa pernyataan yang memuat perbandingan kedua hal tersebut.

Contoh paragraf:

Untuk membuat nasi goreng yang dapat dinikmati dengan baik, diperlukan kemampuan dalam
meraciknya. Nasi goreng harus diberi bumbu dan pelengkap. Bumbu dan pelengkapnya pun harus
diberikan sesuai takaran agar memiliki rasa yang pas di lidah. Bila nasi goreng tidak dibumbui dengan
bawang, rasanya tidak akan enak. Begitu pun bila nasi goreng tersebut terlalu banyak diberi garam,
rasanya tidak akan enak pula. Untuk membuat puisi yang indah pun diperlukan kemampuan dalam
membuatnya. Diperlukan “bumbu” yang pas berupa diksi, majas, dan rima. Bila tidak diberi rima,
misalnya, keindahan puisi akan berkurang. Namun, bila majas dan kata kias yang diberikan terlalu
berlebihan, hal tersebut dapat menyebabkan puisi kurang dapat dinikmati dan ditafsirkan pembaca.

Simpulan:

Untuk membuat puisi yang indah sama halnya dengan membuat nasi goreng yang lezat karena
memerlukan keterampilan dalam pembuatannya.
Simpulan 2
3. Penalaran Sebab-Akibat

Cara berpikir ini digunakan untuk menarik simpulan dari suatu paragraf atau teks yang memaparkan
peristiwa-peristiwa yang dapat mengakibatkan suatu peristiwa yang sama. Simpulan yang ditarik
tentu berupa akibat dari peristiwa-peristiwa yang telah dipaparkan.

Contoh paragraf:

Mobil-mobil yang melaju di Jalan Tol Cipularang KM 90-an sering terkena embusan angin yang cukup
kencang karena memang jalan tersebut cukup tinggi dan terletak di antara gunung. Kontur jalan di
sana pun menurun cukup tajam sehingga banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa
kendaraannya melaju dengan kecepatan tinggi. Kondisi jalan yang memiliki tikungan membuat
pengemudi tidak dapat melihat keadaan jalan setelah tikungan tersebut.

Simpulan:

Oleh karena itu, sering terjadi kecelakaan di tempat tersebut.

Nah, setelah melihat contoh-contoh paragraf dan simpulan di atas, tentu sekarang kamu sudah
mengetahui jenis atau tipe paragraf yang dapat ditarik simpulannya dengan penalaran generalisasi,
analogi, atau sebab-akibat. Selain itu, kamu harus mengetahui hal-hal berikut yang berkaitan dengan
simpulan.

⚫ Suatu paragraf bisa saja telah memiliki simpulan di akhir paragraf. Paragraf yang disertai
simpulan ditandai oleh keberadaan konjungsi penanda simpulan pada kalimat terakhirnya.
Konjungsi penanda simpulan antara lain oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi, dan dengan
demikian.

⚫ Simpulan suatu paragraf berkaitan dengan gagasan utama. Namun, perlu diingat bahwa
dalam menentukan simpulan harus memperhatikan uraian-uraian yang dipaparkan.

⚫ Untuk menyimpulkan sebuah teks yang terdiri atas beberapa paragraf, sebaiknya kamu
membuat simpulan tiap paragraf terlebih dulu. Setelah itu, barulah kamu buat simpulan teks
tersebut.

Simpulan 3
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Menyunting Teks

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Materi TPS UTBK – Penulisan Kata


2. Menyunting Teks – Soal Nomor 62
3. Bahasa Indonesia – Penulisan Kata dan Kata Baku

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyunting adalah menyiapkan naskah siap cetak atau
siap terbit dengan memerhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi,
dan struktur kalimat). Masih dalam KBBI, menyunting juga bermakna mengedit.

Nah, berdasarkan pengertian tersebut, kamu dapat menyimpulkan bahwa menyunting teks adalah
memperbaiki kualitas tulisan dari suatu teks dari berbagai sisi. Kegiatan menyunting biasanya selalu ada
dalam tahapan atau langkah-langkah menulis suatu teks. Tahapan ini dilakukan pada langkah terakhir
setelah teks terbentuk lalu dilakukan peninjauan kembali. Keputusan diperlukan atau tidaknya suatu
teks untuk disunting bergantung pada hasil peninjauan kembali. Jika teks yang ditulis ternyata sudah
baik secara bentuk atau strukur, makna, dan ejaannya, teks tersebut tidak perlu disunting. Namun, jika
ternyata masih banyak kesalahan atau kekurangan, teks tersebut harus diperbaiki atau disunting.

Untuk memperbaiki atau menyunting suatu teks, kamu memerlukan pengetahuan yang mumpuni atau
memadai. Menyunting teks melibatkan banyak teori yang harus kamu kuasai, di antaranya kalimat
efektif, syarat paragraf yang baik, kalimat baku.

Menyunting Teks 1
1. Kalimat Efektif

Saat menulis suatu teks, kamu atau seorang penulis bisa saja menulis suatu kalimat yang tidak
efektif. Ketidakefektifan suatu kalimat ditandai oleh ketiadaan subjek atau predikat dalam kalimat;
ketidaksesajajaran dalam penggunaan kata atau imbuhan; ketidaklogisan makna berdasarkan kata-
kata yang menyusun kalimat; ketidakhematan dalam penggunaan kata (pengulangan atau
penggunaan kata yang tidak diperlukan); serta keambiguan atau ketidakjelasan makna karena diksi
yang dipilih untuk menyusun suatu kalimat memiliki makna lebih dari satu. Hal-hal semacam itulah
yang harus kamu perbaiki atau sunting. Berikut ini merupakan contoh-contoh kalimat yang harus
disunting karena ketidakefektifan beserta hasil suntingannya.

Contoh kalimat:

a) Wanita yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa itu terlihat jalan-jalan di kompleks
kemarin.

(tidak logis karena orang yang meninggal tidak mungkin berjalan-jalan)

b) Bu Neni mengajar materi Sejarah.

(tidak logis karena yang diajar oleh Bu Neni adalah benda mati)

c) Mereka mengadakan lomba untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74.

(tidak logis karena Republik Indonesia hanya satu, tidak ada urutan ke-74)

Contoh suntingan:

a) Hari ini wanita itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Padahal, kemarin ia masih terlihat
jalan-jalan di kompleks.

b) Materi Sejarah diajarkan oleh Bu Neni.

c) Mereka mengadakan lomba untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.

2. Kalimat Baku

Saat menulis suatu teks, kamu atau seorang penulis bisa saja menulis suatu kalimat yang tidak
baku. Ketidakbakuan suatu kalimat ditandai oleh penulisan kata tidak baku (tidak sesuai kamus);
penggunaan tanda baca yang tidak sesuai kaidah; penulisan huruf yang tidak sesuai aturan; serta
penggunaan struktur kalimat yang tidak baku atau ketumpangtindihan suatu fungsi (subjek,
predikat, objek, dan lain-lain). Hal-hal semacam itulah yang harus kamu perbaiki atau sunting
berkaitan dengan kata baku. Berikut ini merupakan contoh-contoh kalimat yang harus disunting
karena ketidakbakuan beserta hasil suntingannya.

Menyunting Teks 2
Contoh kalimat:

a) Pada ujungnya, mahasiswa sebagai penerus bangsa harus mampu merubah pembangunan,
perekonomian dan pendidikan ke arah yang lebih baik.

b) Kampus ini dari tahun 2011 lulusannya selalu berkualitas.

Contoh suntingan:

a) Pada ujungnya, mahasiswa sebagai penerus bangsa harus mampu mengubah pembangunan,
perekonomian, dan pendidikan ke arah yang lebih baik.

b) Dari tahun 2011, lulusan kampus ini selalu berkualitas.

3. Syarat Paragraf

Untuk dapat termasuk dalam kategori paragraf yang baik, suatu paragraf harus memenuhi syarat-
syarat. Satu di antara sekian banyak syarat tersebut adalah paragraf tersebut hanya memiliki satu
gagasan pokok atau gagasan utama. Kamu telah memperajari materi tentang gagasan pokok ini
pada topik sebelumnya. Jadi, tentu kamu sudah menguasai dan memahaminya, kan? Gagasan
pokok dalam paragraf adalah ide yang menjadi dasar pengembangan pikiran-pikiran lainnya yang
diwujudkan dalam kalimat-kalimat penjelas. Jika suatu paragraf terdiri atas dua gagasan pokok,
tentu paragraf tersebut tidak dapat dikategorikan baik karena mengembangkan hal-hal yang
berdasar pada dua hal. Hal itu akan mengaburkan bahasan dalam paragraf tersebut. Bila terdapat
satu paragraf yang terdiri atas dua bahasan atau gagasan pokok, paragraf tersebut seharusnya
dipecah menjadi dua paragraf. Dengan demikian, pembahasannya akan lebih jelas dan terarah.
Berikut adalah contoh paragraf yang memiliki dua gagasan utama beserta hasil suntingannya.

Contoh paragraf:

Karakter masyarakat kita sangat antipati jika diminta untuk menjadi seorang pemimpin.
Buktinya, kita bisa melihat terbatasnya jumlah pemimpin yang sukses bila dibandingkan dengan
orang-orang yang hanya mau dipimpin. Karakter tersebut mereka tanamkan dalam dirinya
dengan berbagai alasan, di antaranya ada yang merasa tidak sanggup, belum berpengalaman,
tidak mampu, bahkan tidak mau. Sesungguhnya, manusia punya jiwa pemimpin, tetapi hanya
sedikit yang mau mengembangkannya. Setiap orang tentu memiliki visi. Itu pula yang diperlukan
oleh seorang pemimpin. Visi tersebutlah yang harus dikembangkan agar mampu memberikan
dampak yang positif bagi semua orang, bukan hanya dirinya, melainkan juga orang-orang yang
dipimpinnya.

Diadaptasi dari berbagai sumber

Menyunting Teks 3
Contoh suntingan:

Karakter masyarakat kita sangat antipati jika diminta untuk menjadi seorang pemimpin.
Buktinya, kita bisa melihat terbatasnya jumlah pemimpin yang sukses bila dibandingkan dengan
orang-orang yang hanya mau dipimpin. Karakter tersebut mereka tanamkan dalam dirinya
dengan berbagai alasan, di antaranya ada yang merasa tidak sanggup, belum berpengalaman,
tidak mampu, bahkan tidak mau.

Sesungguhnya, manusia punya jiwa pemimpin, tetapi hanya sedikit yang mau
mengembangkannya. Setiap orang tentu memiliki visi. Itu pula yang diperlukan oleh seorang
pemimpin. Visi tersebutlah yang harus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang
positif bagi semua orang, bukan hanya dirinya, melainkan juga orang-orang yang dipimpinnya.

Diadaptasi dari berbagai sumber

Menyunting Teks 4
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Menyusun Wacana

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Menyusun Wacana – Soal Nomor 66


2. Materi TPS UTBK – Simpulan dan Perbandingan Dua Teks

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wacana dapat diartikan sebagai satuan bahasa
terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel,
pidato, atau khotbah. Masih menurut KBBI, menyusun dapat diartikan menempatkan secara beraturan
atau mengarang buku, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya. Dari kedua pengertian tersebut, dapat
ditarik kesimpulan bahwa menyusun wacana adalah mengarang suatu laporan atau buku secara utuh
dengan menempatkan bagian-bagiannya secara berurutan.

Bagian-bagian yang dimaksud dalam pengertian tersebut mencakup hal yang begitu luas. Bagian
tersebut meliputi urutan dalam struktur dan ide. Kamu tentu telah mengetahui bahwa setiap jenis teks
atau wacana memiliki struktur yang berbeda. Struktur itu menjadi salah satu ciri khas dari wacana
tersebut. Setiap bagian struktur wacana tersebut harus memuat ide-ide yang berkesinambungan dan
relevan. Nah, maka dari itu, dalam penyusunanan wacana, kamu harus memperhatikan hal-hal tersebut.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang diutarakan oleh para ahli. Menurut Beaugrande dan Dressler
(dalam Zaimar dan Harahap: 2009), suatu wacana harus memiliki tujuh ciri. Berikut ini adakah ketujuh
ciri tersebut.
Menyusun Wacana 1
1. Keutuhan Wacana

Keutuhan wacana yang dimaksud adalah hubungan antarunsur dalam teks, seperti hubungan
antara konsep dan susunan gagasan. Konsep utama dalam suatu wacana akan dijabarkan melalui
susunan gagasan tersebut. Konsep dan gagasan tersebut harus memiliki kesatuan pikiran yang
konsisten, yaitu tetap, selaras, dan sesuai.

Contoh:

a) Di berbagai daerah, mahasiswa melakukan demo untuk menentang RUU KPK yang dianggap
akan melemahkan lembaga antirasuah tersebut. Mereka ingin RUU itu dibatalkan.

b) Seorang selebgram yang akrab disapa Karin ikut terlibat dalam demo mahasiswa. Sebagian
mahasiswa Unpad akan menjalani wisuda besok.

Teks atau wacana pada contoh a) memiliki keutuhan karena adanya kekonsistenan hubungan
antara konsep dan gagasan sehingga dapat dipahami dengan mudah. Sebaliknya, teks atau
wacana pada contoh b) tidak memenuhi keutuhan karena tidak ada konsitensi pikiran yang
terlihat dari hubungan yang tidak berkaitan antara gagasan satu dengan gagasan lainnya.

2. Kepaduan Wacana

Kepaduan wacana yang dimaksud adalah hubungan antarunsur fisik dalam wacana atau teks.
Unsur fisik yang dapat terlihat atau terdengar secara fisik dalam ujaran atau tulisan dapat dilihat
dari beberapa penggunaan kata, seperti kata ganti dan kata rujukan.

Contoh:

a) Pemerintah setempat memberikan bantuan air bersih bagi warga di Kabupaten Bandung.
Mereka merasa sangat terbantu dengan bantuan itu.

b) Massa telah berkumpul di depan Gedung DPR. Ia akan bergerak menuju Istana Presiden.

Teks atau wacana pada contoh a) memiliki kepaduan karena menggunakan kata ganti mereka
yang merujuk pada warga (jamak). Namun, teks atau wacana pada contoh b) justru tidak memiliki
kepaduan karena menggunakan kata ganti ia untuk merujuk atau menggantikan massa.
Padahal, massa adalah sekumpulan orang (jamak) yang tidak dapat diganti dengan kata ia.

3. Maksud Pengirim

Suatu ujaran atau tulisan disampaikan untuk mencapai suatu tujuan atau maksud, seperti
memengaruhi, mengajak, menyampaikan informasi, atau lainnya. Maksud dalam teks atau
wacana tentu harus disampaikan dengan konsisten dan jelas.

Menyusun Wacana 2
4. Keberterimaan

Setiap wacana yang diujarkan atau dituliskan pasti memiliki penerima. Penerimalah yang
memutuskan keberterimaan wacana tersebut dengan memerhatikan kegunaan serta
kerelevanan hal yang disampaikan.

5. Memberikan Informasi

Suatu wacana harus memiliki informasi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa informasi tersebut
memang bisa sesuai dengan harapan penerima atau bisa juga tidak sesuai. Selain itu, informasi
yang disampaikan dalam wacana bisa saja telah diketahui oleh penerima. Hal itu akan
mengganggu jalannya komunikasi. Begitu pun jika informasi yang disampaikan terlalu sedikit.
Padahal, wacana yang diujarkan berlangsung lama atau wacana yang dituliskan sangat panjang.

6. Situasi

Dalam penyampaian suatu wacana yang diujarkan atau dituliskan, tentu kamu harus
memperhatikan situasi. Situasi tersebut meliputi waktu, tempat, dan kondisi.

7. Intertekstualitas

Intertekstualitas adalah hubungan yang muncul antara teks-teks berbeda atau pengacuan dalam
satu teks dengan teks yang lain. Jadi, informasi yang terdapat dalam suatu wacana dapat memiliki
hubungan dengan teks lainnya. Oleh karena itu, dalam penyampaian wacana, kamu harus
memperhatikan hal tersebut.

Menyusun Wacana 3
Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Pemahaman Isi Teks

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Pemahaman Isi Teks


2. Materi TPS UTBK – Pemahaman dan Analisis Teks
3. Pemahaman Isi Teks – Soal Nomor 62

Pada topik kali ini kamu akan mempelajari pemahaman isi teks. Kegiatan ini dapat diartikan sebagai
memahami, mengerti, atau mengetahui dengan benar dan jelas tentang apa yang terdapat dalam teks.
Cakupan materi dalam memahami isi teks sangatlah luas. Untuk itu, banyak materi yang harus kalian
kuasai agar mampu memahami isi teks dengan baik.

Dalam suatu teks tentu kamu bisa menemukan suatu ilustrasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI), ilustrasi adalah penjelasan tambahan berupa contoh, bandingan, dan sebagainya untuk lebih
memperjelas paparan (tulisan dan sebagainya). Ilustrasi dalam suatu teks dapat diwujudkan dalam
bentuk gambar, foto, tabel, bagan, atau diagram. Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk ilustrasi
tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan atau hal-hal yang dipaparkan dalam teks. Berikut ini
merupakan penjelasan lebih jelas atau detail mengenai bentuk-bentuk ilustrasi tersebut.

1. Gambar

Gambar adalah bentuk ilustrasi berupa tiruan dari suatu benda atau objek (seperti orang, binatang,
tumbuhan, rumah, dan sebagainya) yang dibuat dengan coretan alat, baik pensil, kuas, pulpen,

Pemahaman Isi Teks 1


maupun alat penggambar lainnya. Keberadaan ilustrasi dalam bentuk gambar pada suatu teks dapat
memiliki manfaat beragam. Bebeberapa manfaat tersebut adalah memberikan gambaran mengenai
suatu langkah atau cara kerja, memberikan gambaran mengenai bentuk suatu alat, dan
menerangkan konsep yang disampaikan.

Contoh:

Sumber: karyapemuda.com

2. Foto

Foto adalah gambar diam, baik berwarna maupun hitam-putih, yang dihasilkan oleh kamera yang
merekam suatu objek atau keadaan pada waktu tertentu. Perbedaan foto dan gambar adalah
gambar merupakan tiruan dari suatu objek atau keadaan yang digambar ulang menggunakan alat
tulis/gambar, sedangkan foto merupakan gambar yang diambil dari suatu objek atau keadaan yang
sebenarnya dengan menggunakan kamera. Keberadaan foto dalam suatu teks dapat memiliki
manfaat atau fungsi yang sama dengan gambar, antara lain memberi gambaran.

Contoh:

Sumber: angklungudjo.com

Pemahaman Isi Teks 2


3. Tabel

Menurut KBBI, tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa
kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu
dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak. Fungsi keberadaan suatu tabel dalam
teks adalah menampilkan sejumlah informasi secara singkat dan terarah dalam bentuk lajur dan
deret.

Contoh:

Sumber: kppnmetro.org

4. Bagan

Bagan merupakan skema atau rancangan yang disusun secara struktural dan dihubungkan oleh suatu
garis yang memiliki makna atau hubungan tertentu antarbagian di dalamnya. Keberadaan bagan
dalam suatu teks biasanya berfungsi untuk menggambarkan hubungan antarunsur dalam suatu
keadaan atau organisasi.

Pemahaman Isi Teks 3


Contoh:

Sumber: lpjk.wordpress.com

5. Diagram

Diagram merupakan suatu ilustrasi yang berupa gambaran dalam bentuk geometri dua dimensi
sesuai teknik visualisasi yang menggambarkan atau mewakili suatu informasi. Pada umumnya,
diagram diwujudkan dalam bentuk lingkaran.

Contoh:

Sumber: slideplayer.info

Pemahaman Isi Teks 4


6. Grafik

Grafik merupakan lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang naiknya
hasil, statistik, dan sebagainya). Grafik biasanya berisi penyajian data yang bersumber dari tabel. Jadi,
angka-angka atau data-data yang tadinya disajikan dalam bentuk tabel disajikan dalam bentuk
gambar agar lebih terlihat jelas kondisi pasang surutnya suatu hal atau keadaan. Ada beberapa jenis
grafik, antara lain grafik batang dan grafik garis. Fungsi suati grafik dalam teks adalah memberi
gambaran data kuantitatif secara sederhana dan memberi gambaran perkembangan atau
perbandingan suatu hal dalam kondisi tertentu.

Contoh:

Sumber: validnews.com

Selain memahami ilustrasi yang terdapat pada teks, kamu juga harus memahami beragam jenis kalimat,
seperti kalimat aktif, kalimat pasif, kalimat deklaratif, kalimat interogatif, dan kalimat instruktif. Setiap
kalimat dan paragraf pada suatu teks pun pasti memuat informasi. Kamu harus mampu mengidentifikasi
jenis informasi tersebut, apakah informasi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi, waktu
suatu peristiwa, tempat suatu peristiwa, keadaan suatu peristiwa, dan sebagainya.

Saat membaca atau memahami suatu teks, kamu pun sebaiknya membaca secara kritis bacaan tersebut.
Banyak bentuk yang dapat kamu lakukan untuk mempraktikkan membaca kritis, yaitu mengenai
kekurangan dan kelebihan teks, antara lain menentukan ilustrasi yang seharusnya disajikan, informasi
pada suatu kalimat yang seharusnya tidak disajikan karena mengganggu gagasan dalam suatu paragraf,
serta menguji kelogisan informasi yang dipaparkan.

Pemahaman Isi Teks 5


Paket Intensif UTBK
SBMPTN 2020

TPS – Pemahaman
Bacaan dan Menulis
Kohesi dan Koherensi Teks

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Kata Rujukan dan Hubungan Antarparagraf


2. Kohesi dan Koherensi Teks – Soal Nomor 64
3. Bahasa Indonesia – Komprehensi Teks dan Ejaan

Kali ini kamu akan mempelajari kohesi dan koherensi teks. Kohesi dan koherensi merupakan syarat
utama suatu teks atau wacana.

A. Kohesi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kohesi adalah keterikatan antarunsur dalam
struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai antara lain dengan konjungsi, pengulangan,
penyulihan, dan pelesapan. Dari pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kohesi
merupakan kepaduan paragraf yang dapat terlihat dari fisik atau bentuknya, antara lain dalam
penggunaan konjungsi, pengulangan kata, pelesapan, dan penyulih (kata ganti).

1) Konjungsi

Penjelasan lebih jelas mengenai konjungsi, dapat kamu pelajari pada topik sebelumnya.
Konjungsi harus digunakan sesuai makna atau fungsi serta jenisnya. Klausa-klausa yang
dihubungkan menggunakan konjungsi yang tidak tepat akan memiliki hubungan yang tidak
padu.
Kohesi dan Koherensi Teks 1
Materi Teks
Perhatikan contoh berikut!

Klausa 1: mahasiswa menyatakan ketidaksetujuannya atas beberapa RUU

Klausa 2: DPR tetap akan mengesahkan RUU

Contoh penggabungan (1):

Mahasiswa menyatakan ketidaksetujuannya atas beberapa RUU sehingga DPR akan tetap
mengesahkan RUU.

Contoh penggabungan (2):

Meskipun mahasiswa menyatakan ketidaksetujuannya atas beberapa RUU, DPR tetap akan
mengesahkannya.

Penggabungan klausa pada contoh (1) menyebabkan tidak terpenuhinya kohesi. Penggunaan
bentuk konjungsi sehingga tidak sesuai dengan klausa-klausa yang dihubungkannya.
Penggabungan pada contoh (2) memenuhi syarat kohesi. Penggunaannya sudah sesuai dengan
klausa-klausa yang dihubungkannya.

2) Pengulangan Kata dan Kata Ganti

Pengulangan dan kata ganti memiliki keterkaitan erat. Pengulangan kata dalam suatu paragraf
atau teks mutlak diperlukan untuk menunjukkan kesatuan. Pengulangan dalam suatu teks
dapat diwujudkan dengan kata yang sama, kata ganti, sinonim, atau kelompok kata yang dapat
mewakili kata yang dimaksud.

Kata ganti harus digunakan sesuai fungsi dan maknanya. Kata ganti diklasifikasikan menjadi
beberapa jenis, di antaranya kata ganti orang dan kata ganti penunjuk. Kata ganti orang disebut
juga pronomina persona. Kata ganti ini dikelompokkan lagi sebagai berikut ini.

Contoh
Pronomina Persona
Tunggal Jamak

Orang kesatu aku, saya kami

Orang kedua kau, anda, kamu kalian

Orang ketiga ia, dia, beliau mereka

Kohesi dan Koherensi Teks 2


Materi Teks
Selain pengelompokkan kata ganti, kata penunjuk pun diklasifikasikan menjadi kata penunjuk
umum, kata penunjuk tempat, dan kata penunjuk hal. Berikut adalah contoh-contoh kata
penunjuk.

Jenis Contoh

Kata penunjuk umum ini, itu, tersebut

Kata penunjuk tempat sana, sini, situ

Kata penunjuk hal begitu, begini

Contoh:

⚫ Sistem pemerintahan yang dianut dan dilaksanakan di Indonesia adalah demokrasi. Sistem
itu dipilih karena dianggap efektif diterapkan di negara berkembang.

(Pada contoh tersebut terdapat pengulangan kata sistem dan pengulangan kata dalam
bentuk kata penunjuk itu yang menunjuk pada kata demokrasi dalam kalimat
sebelumnya.)

3) Pelesapan

Pelesapan adalah penghilangan suatu unsur dalam suatu kalimat karena dianggap telah
terwakili pada bagian lainnya.

Contoh:

Para aparat yang disiagakan untuk menjaga kegiatan demonstrasi tidak diperbolehkan
membawa senjata api, tetapi boleh membawa gas air mata.

(Pelesapan kata para aparat setelah kata tetapi.)

B. Koherensi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koherensi adalah hubungan logis antara bagian
karangan atau antara kalimat dalam satu paragraf. Masih dalam KBBI, koherensi juga dapat
diartikan tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu dengan
yang lain. Dari pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa koherensi merupakan
kepaduan paragraf yang terlihat dari hubungan makna yang saling berkaitan antara kalimat satu
dan kalimat lainnya. Jadi, kalimat-kalimat yang membangun suatu teks atau paragraf harus
memiliki keterkaitan makna dengan kalimat lainnya. Jika tidak, kalimat tersebut akan menjadi
kalimat yang tidak padu dan mengganggu keutuhan wacana.

Kohesi dan Koherensi Teks 3


Materi Teks
Contoh paragraf 1:

Selama ini masih banyak yang keliru dalam mengartikan online shop dan marketplace. Keduanya
sering dianggap sama. Padahal, marketplace dan online shop ini memilik konsep yang berbeda.
Jika diibaratkan, online shop itu adalah suatu toko dan marketplace adalah suatu pasar. Dalam
suatu pasar, disediakan kios-kios atau toko-toko untuk tempat berdagang penjual. Jadi, suatu
markerplace mencakup atau menaungi banyak online shop.

(Pada contoh tersebut, semua kalimat disusun secara padu dan berkaitan satu sama lain.)

Contoh paragraf 2:

Berbisnis atau berjualan melalui daring atau populer disebut online shop kini banyak dilirik dan
diminati. Berjualan dengan cara tersebut dianggap sangat efektif dan efisien. Penjual tidak perlu
lagi pergi ke luar rumah. Penjual dapat memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya. Mereka
cukup mengelolanya di rumah saja. Penjual pun tidak perlu mengeluarkan biaya berupa sewa
tempat. Dengan begitu, pengeluaran penjual pun semakin minimal.

(Pada paragraf tersebut kita dapat menemukan gagasan penjual yang mendapat keuntungan
pada pernyataan penjual dapat memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya. Meskipun
menggunakan pengulangan kata penjual yang memiliki hubungan dengan kalimat sebelum dan
sesudahnya, secara makna keseluruhan kalimat tersebut tidak berkaitan dengan kalimat sebelum
dan sesudahnya.)

Kohesi dan Koherensi Teks 4


Materi Teks
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Sinonim dan Antonim

Biasanya, sinonim diartikan sebagai persamaan kata, sedangkan antonim diartikan

sebagai lawan kata. Namun, untuk lebih memahami konsep dan makna sinonim dan

antonim, kamu akan mendapatkan penjelasannya berikut ini.

1. Sinonim

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sinonim adalah bentuk bahasa

yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain. Jadi, dua kata

yang memiliki makna mirip atau sama dapat dikatakan bahwa kedua kata

tersebut bersinonim. Dua kata yang bersinonim dapat saling menggantikan

(tidak mengubah makna) dalam berbagai konteks, tetapi bisa juga tidak. Hal itu

bergantung pada jenis sinonim kedua kata tersebut. Apa saja jenis-jenis

sinonim?

a) Sinonim Persis

Sinonim jenis ini sering pula disebut sinonim mutlak atau sinonim absolut.

Sinonim persis adalah kata-kata yang memiliki makna sama dan dapat saling

menggantikan dalam berbagai konteks kalimat.

Contoh:

bisa = dapat

ahli = pakar

Sinonim dan Antonim 1


Kata tersebut dapat kita gunakan untuk saling menggantikan dalam berbagai

konteks kalimat. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

 Semua orang bisa mengikuti lomba itu.

 Semua orang dapat mengikuti lomba itu.

 Kebakaran bisa terjadi akibat korsleting listrik.

 Kebakaran dapat terjadi akibat korsleting listrik.

 Tidak semua ahli memiliki pandangan yang sama.

 Tidak semua pakar memiliki pandangan yang sama.

 Penyampaian materi pada seminar kali ini akan disampaikan oleh tiga

orang ahli kesehatan.

 Penyampaian materi pada seminar kali ini akan disampaikan oleh tiga

orang pakar kesehatan.

b) Sinonim Mirip

Sinonim mirip adalah kata-kata yang memiliki makna mirip dan dapat saling

menggantikan dalam konteks kalimat tertentu. Jadi, tidak semua kalimat yang

memuat kata tersebut dapat digantikan oleh kata lainnya yang bermakna mirip

tersebut.

Contoh:

bagus = baik

 Cerpen yang inspiratif tersebut sangat bagus untuk dibaca oleh pelajar.

 Cerpen yang inspiratif tersebut sangat baik untuk dibaca oleh pelajar.

Pada kedua kalimat tersebut, kata bagus dan baik bisa saling menggantikan

tanpa mengubah makna.

 “Baik, Ayah, aku akan mengingat nasihatmu.”

 “Bagus, Ayah, aku akan mengingat nasihatmu.”

Pada kedua kalimat tersebut, kata bagus dan baik memiliki makna berbeda saat

digunakan dalam konteks kalimat yang sama. Itulah yang dimaksud dengan

sinonim mirip. Dua kata yang bersinonim tersebut (baik dan bagus) tidak selalu

bisa saling menggantikan. Kalaupun dipaksakan untuk saling menggantikan

dalam konteks tertentu, maknanya akan berbeda.

Sinonim dan Antonim 2


2. Antonim

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) antonim adalah kata yang

berlawanan makna dengan kata lain. Jadi, antonim merupakan kebalikan dari

sinonim. Bila ada dua kata berbeda yang memiliki makna berlawanan, kedua

kata tersebut dapat dikatakan berantonim.

Saat menentukan antonim, kamu harus berhati-hati. Masih banyak

penggunaan lawan kata atas suatu kata lainnya yang keliru di masyarakat.

Sebagai contoh, kamu mungkin masih menemukan atau mendengar orang

yang mengatakan bahwa kata pendek merupakan lawan kata dari tinggi.

Padahal, kedua kata tersebut tidak berantonim. Kamu pasti pernah

mendengar istilah dataran tinggi, tetapi pernahkah kamu mendengar istilah

dataran pendek? Tentu kamu tidak pernah mendengarnya dan istilah yang

kamu dengar adalah dataran rendah. Jadi, antonim dari kata tinggi adalah

rendah, sedangkan antonim dari kata pendek adalah panjang.

Contoh penggunaan antonim lainnya yang sering salah adalah kata acuh.

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa antonim dari kata acuh

adalah peduli. Padahal, antonim kata tersebut sudah pasti keliru. Menurut

KBBI, acuh memiliki makna peduli. Dengan demikian, kata peduli adalah

sinonim dari acuh, bukan antonimnya. Antonim yang benar dari kata acuh

adalah abai atau cuek.

Jadi, untuk menentukan antonim suatu kata, sebaiknya kamu

mengetahui makna kata yang dimaksud terlebih dulu. Setelah itu,

barulah kamu menentukan lawan katanya.

Contoh kata yang berantonim:

Rendah X Tinggi

Panjang X Pendek

Acuh X Abai

Sinonim dan Antonim 3


Berikut adalah sebagian daftar sinonim dan antonim.

Kata Sinonim Antonim


abadi kekal, langgeng, sementara, sesaat,
lestari, tetap fana
adat aturan, kebiasaan, -
tradisi
ahli pakar, mahir, ulung, awam
lihai
aktual hangat, terbaru basi, using, kuno
akurat teliti, saksama, gegabah,
cermat, tepat benar serampangan,
meleset, melenceng
benam, menenggelamkan, terbit, muncul, timbul,
membenamkan memasukkan keluar
cemas khawatir, gelisah, tenteram, damai
gundah, gulana, risau,
resah
domestik lokal, dalam negeri asing, mancanegara
elegan elok, rapi, anggun, kaku, kasar, keras
lemah gemulai, luwes
fantasi angan-angan, kenyataan, realitas
khayalan
guncang goyah tetap, tegar, kuat
gusar marah, berang, geram senang, suka
hemat irit, cermat boros
hening 1. jernih, bening, 1. keruh, kotor,
bersih, 2. ramai, rebut,
2. diam, sunyi, sepi, gaduh
lengang
implisit termasuk, tersirat, eksplisit, gambling,
terkandung tersurat
jelata biasa bangsawan, hartawan
nisbi relatif mutlak
publik khalayak pribadi
monolog ceramah, lektur, orasi, dialog
pidato
mumpuni ahli, cakap, lihai, bodoh
mahir
objektif adil, ilmiah, rasional subjektif
orisinal asli, otentik, tulen imitasi, tiruan

Sinonim dan Antonim 4


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Makna Kata dan Istilah
Berbagai Bidang

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Makna Kata dan Istilah
Berbagai Bidang, ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video
berikut:

1. Materi TPS UTBK - Bahasa Indonesia – Makna Kata dalam Kalimat


2. Bahasa Indonesia – Diksi, Makna Kata, dan Istilah
3. Bahasa Indonesia – Diksi dan Makna Kata
4.

Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari sinonim dan antonim. Sinonim dan
antonim berkaitan dengan makna. Nah, pada topik ini pun kamu masih mempelajari
materi yang berkaitan dengan makna.

1. Makna Kata

Kata-kata dalam bahasa Indonesia dapat berupa kata dasar ataupun kata
bentukan. Setiap kata tersebut, baik dasar maupun bentukan, pasti memiliki
makna, yakni arti yang terkandung dalam kata tersebut. Makna suatu kata
dapat ditentukan dengan memperhatikan beberapa aspek, antara lain proses
morfologi dan konteks kalimat. Untuk memahami jenis makna kata, kamu akan
mendapatkan penjelasan lebih detail di bawah ini.

Makna Kata dan Istilah Berbagai Bidang 1


a) Makna Leksikal

Makna leksikal adalah makna suatu kata berdasarkan kamus. Setiap kata
dalam bahasa Indonesia pasti memiliki makna berdasarkan kamus yang
umumnya merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Contoh:

Contoh Kata Makna Kata (Sesuai Kamus)


Petir kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena
bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan
negatif (-)
Listrik daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya
pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan
untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk
menjalankan mesin
Mesin perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu
yang dijalankan dengan roda, digerakkan oleh tenaga
manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan
bakar minyak atau tenaga alam

b) Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna suatu kata setelah mengalami proses


morfologi, antara lain melalui afiksasi (pengimbuhan) dan reduplikasi
(pengulangan).

Contoh:

Contoh Kata Makna


Warna-warni beragam/bermacam warna
Kekecilan terlalu kecil

c) Makna Denotasi

Makna denotasi adalah makna lugas atau makna sebenarnya. Makna suatu
kata atau kelompok kata dapat dipastikan denotasi atau tidaknya setelah
melihat konteks kalimatnya.

Contoh:

Meskipun sudah dilarang oleh ibu, adik tetap saja bermain api.

Makna Kata dan Istilah Berbagai Bidang 2


(frasa bermain api dalam kalimat tersebut bermakna sebenarnya, yaitu
melakukan permainan dengan api.)

d) Makna Konotasi

Makna konotasi adalah makna kias atau bukan makna sebenarnya. Makna
suatu kata atau kelompok kata dapat dipastikan konotasi atau tidaknya
setelah melihat konteks kalimatnya.

Contoh:

Ia sadar telah bermain api karena berani melakukan perlawanan terhadap


para penjajah.

(Frasa bermain api dalam kalimat tersebut bukan makna sebenarnya,


melainkan melakukan sesuatu yang berbahaya.)

2. Istilah dalam Berbagai Bidang

Istilah merupakan kata atau kelompok kata yang menyatakan suatu konsep
dan secara khusus digunakan dalam bidang tertentu. Seperti kamu ketahui,
ada banyak bidang di dunia, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi,
kedokteran, pertanian, biologi, arsitektur, hukum, linguistik, dan meteorologi.
Nah, setiap bidang tersebut memiliki banyak istilah yang memang khusus
digunakan dalam bidang itu.

Berikut merupakan contoh istilah-istilah dalam berbagai bidang.

a) Contoh Istilah Pendidikan

Contoh Istilah Makna


Modul kegiatan program belajar-mengajar yang dapat
dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal
dari guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan
yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi
pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk
penilai
Silabus kerangka unsur kursus pendidikan yang disajikan
dalam aturan yang logis atau dalam tingkat kesulitan
yang makin meningkat

Makna Kata dan Istilah Berbagai Bidang 3


b) Contoh Istilah Hukum

Contoh Istilah Makna


Arbitrase bentuk peradilan yang dilaksanakan atas dasar
kesepakatan antara pihak-pihak yang berselisih dan
dimediasi oleh hakim yang telah mereka pilih
Delik perbuatan yang dapat dikenakan hukum karena
merupakan pelanggaran terhadap undang-undang
tindak pidana

c) Contoh Istilah Linguistik

Contoh Istilah Makna


Aksen tekanan suara pada kata atau suku kata
Benefaktif bersangkutan dengan perbuatan (verba) yang
dilakukan untuk orang lain

d) Contoh Istilah Perfilman

Contoh Istilah Makna


Kameo peran kecil yang biasanya dimainkan oleh seorang
aktor atau aktris terkenal dalam sebuah adegan
pendek
Premier pertunjukan film perdana ke hadapan publik

e) Contoh Istilah Psikologi

Contoh Istilah Makna


Aviofobia fobia naik pesawat terbang
Cuci otak usaha secara paksa pengubahan keyakinan atau
perilaku seseorang dengan cara memanipulasi
psikologi

f) Contoh Istilah Tata Busana

Contoh Istilah Makna


Pareo sarung atau secarik kain bercorak bunga-bungaan
dengan warna-warni mencolok yang dililitkan di
bagian tubuh paling bawah, berasal dari Kepulauan
Polinesia yang sangat populer seabagai busana
pantai
Trim hiasan atau ornamen yang ditempelkan pada baju
atau aksesori, seperti bordiran, renda, tali, pita, dan

Makna Kata dan Istilah Berbagai Bidang 4


rumbai

g) Contoh Istilah Komputer

Contoh Istilah Makna


Antivirus program untuk melindungi komputer dari serangan
virus
Internet jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan
jaringan komputer yang terorganisasi di seluruh
dunia melalui telepon dan satelit

Makna Kata dan Istilah Berbagai Bidang 5


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Kata Bentukan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Kata Bentukan, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Soal Nomor 74


2. (SBMPTN) Bahasa Indonesia - Morfologi
3. (Kelas 11 - Kurikulum 2006) Bahasa Indonesia – Afiks dan Kompositum

Kata bentukan disebut atau dikenal juga dengan kata turunan. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata turunan adalah kata yang terbentuk sebagai hasil
proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan. Afiksasi merupakan pengimbuhan,
sedangkan reduplikasi merupakan pengulangan. Adapun penggabungan,
pembentukan tersebut sering diartikan sebagai kata majemuk, yaitu penggabungan
dua kata yang menghasilkan makna baru, tetapi biasanya maknanya masih
tergambar dari salah satu kata yang membentuknya.

Dalam pembentukannya, penulisan kata bentukan tentu harus mengikuti kaidah.


Selain itu, penggunaannya pun harus sesuai dengan makna atau konteks kalimat.
Penggunaan kata bentukan yang tidak sesuai konteks kalimat dapat mengacaukan
makna kalimat.

Kata Bentukan 1
1. Kata Berimbuhan (Afiksasi)

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mengalami proses pengimbuhan. Ada
banyak jenis imbuhan, di antaranya awalan, akhiran, sisipan, dan awalan
sekaligus akhiran. Imbuhan yang termasuk dalam awalan contohnya adalah me-
, pe-, per-, memper-, ber-, ter-, di-, dan ke-. Contoh imbuhan yang termasuk dalam
akhiran adalah -an, -i, dan -kan. Imbuhan yang termasuk dalam sisipan contohnya
adalah -er-, -el-, dan -em-. Contoh imbuhan yang terdiri atas awalan sekaligus
akhiran adalah memper-kan, keber-an, me-kan, di-kan, me-i, di-i, ber-kan, ke-an, dan
lain-lain.

Di antara imbuhan-imbuhan tersebut, terdapat beberapa imbuhan yang


memiliki keunikan. Keunikan tersebut adalah adanya perubahan bentuk atau
bunyi dalam kondisi tertentu. Berikut adalah imbuhan-imbuhan yang bisa
mengalami perubahan bentuk. Perubahan ini biasa juga disebut alomorf.

a) Me-

Alomorf pada imbuhan me- terjadi berdasarkan huruf awal pada kata dasar yang
diawalinya. Imbuhan me- memiliki enam alomorf. Berikut ini adalah alomorf
tersebut.

No. Alomorf Huruf Contoh Kata


1 Me- L melambat
M memasak
N menilai
R merawat
W mewarnai
Y meyakini
Ny menyanyi
Ng mengeong

2 Mem- B membayangkan

F memfoto
P memandang (pandang)
V memvonis

Kata Bentukan 2
3 Men- C mencangkul
D mendiami
J menjabat
T menuai (tuai)
Z menzalimi
4 Meny- S menyambung (sambung)
5 Meng- A mengaspal
I mengindahkan
U mengusap
E mengembun
O mengoceh
G menggosok
H menghantam
K mengumandang (kumandang)
6 Menge- Kata yang terdiri atas satu suku kata
mengecat, mengelas, mengetik

Dari sekian banyak huruf-huruf di atas, tentu kamu dapat melihat keanehan atau
keganjilan yang terjadi pada huruf k, t, s, dan p kan? Keempat huruf tersebut
ternyata lesap atau hilang jika diawali imbuhan me-. Jadi, ingat-ingat huruf yang
hilang atau lesap bila diawali imbuhan me-, ya! Untuk lebih mengingatnya, kamu
dapat menggunakan super berikut ini.

SUPER "Solusi Quipper"

Huruf yang lesap karena imbuhan me(N)-

KaTe SiaPe

K, T, S, dan P

Huruf-huruf tersebut tidak akan lesap bila huruf setelahnya konsonan lagi, bukan
vokal. Jadi, huruf k, t, s, dan p yang diikuti huruf vokal akan lesap bila diawali
imbuhan me-, sedangkan yang diikuti konsonan tidak akan lesap.

Kata Bentukan 3
Contoh:

K => Mengonsumsi => Mengkritik

T => Menambah => Mentradisi

S => Menyablon => Menstarter

P => Mematung => Memprovokasi

b) Ber-

Alomorf pada imbuhan ber- terjadi berdasarkan huruf awal pada kata dasar yang
diawalinya, huruf akhir pada suku kata pertama, dan pengkhususan. Imbuhan
ber- memiliki tiga alomorf. Berikut ini adalah alomorf tersebut.

 Pengkhususan imbuhan ber- menjadi bel- hanya terjadi pada kata belajar,
yang dibentuk dari imbuhan ber + ajar.

 Imbuhan ber- menjadi be- terjadi jika kata dasar yang diawalinya memiliki
huruf awal r.

Contoh: berenang, beracun, beruang

 Imbuhan ber- menjadi be- terjadi jika suku kata awal kata dasar yang
diawalinya diakhiri huruf er.

Contoh: bekerja (ker-ja), beternak (ter-nak), beserta (ser-ta)

 Selain ketiga kondisi di atas, imbuhan ber- tetap beralomorf ber-.

Contoh: bertamu, berhias, bergambar, berwarna, berkicau

c) Pe-

Imbuhan pe- memiliki alomorf yang sama dengan imbuhan me-. Alomorf pada
imbuhan ini pun terjadi berdasarkan hal yang sama dengan imbuhan me-.

Kata Bentukan 4
Contoh:

Menolong - penolong

Menggambar - penggambar

Membatas - pembatas

Namun, ada pengkhususan atau perbedaan pada kata dasar yang memiliki huruf
awal p yang diikuti huruf konsonan. Pada imbuhan pe-, huruf p tersebut lesap.

Contoh:

Memproses - pemroses

Memproduksi - pemroduksi

d) Ter-

Imbuhan ter- memiliki alomorf ter- dan te-. Perubahan imbuhan ter- menjadi te-
terjadi berdasarkan hal yang sama dengan imbuhan ber-, yaitu kata dasar yang
memiliki huruf awal r dan kata dasar yang memiliki suku kata awal dengan huruf
akhir er. Selain itu, imbuhan ter- tetap berbentuk ter-.

Contoh:

Terekam (rekam)

Terencana (rencana)

Tepercaya (per-ca-ya)

Tecerna (cer-na)

Terbuang

Terhantam

Tergores

2. Kata Ulang (Reduplikasi)

Kata ulang adalah kata yang terbentuk karena hasil atau proses pengulangan

Kata Bentukan 5
kata atau unsur kata. Kata ulang memiliki berbagai jenis dan makna. Berikut ini
adalah pengelompokan kata ulang berdasarkan jenis dan makna.

a) Jenis Kata Ulang

Berdasarkan jenisnya, kata ulang terdiri atas kata ulang semu, kata ulang
dwilingga, kata ulang dwilingga salin suara, kata ulang dwipurwa, dan kata
ulang berimbuhan.

 Kata ulang dwilingga adalah kata ulang yang bentuk pengulangan pada
unsur kedua sama dengan unsur pertama. Kata ulang dwilingga sering juga
disebut kata ulang utuh.

Contoh: hura-hura, lumba-lumba

 Kata ulang dwilingga salin suara adalah kata ulang yang bentuk
pengulangan pada unsur kedua mengalami perubahan bunyi. Perubahan
tersebut dapat berupa perubahan vokal atau konsonan. Kata ulang
dwilingga salin suara sering juga disebut kata ulang berubah bunyi.

Contoh: mondar-mandir, sayur-mayur

 Kata ulang dwipurwa adalah kata ulang yang mengalami pengulangan


pada suku kata awalnya saja. Pengulangan pada jenis kata ulang ini
biasanya akan mengubah bunyi vokal lain menjadi huruf e.

Contoh: lelaki (laki), tetamu (tamu)

 Kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang mengalami


pengimbuhan pada salah satu atau kedua unsurnya. Jika kedua unsur
tersebut mengalami pengimbuhan, imbuhan yang digunakan pada
masing-masing unsur tersebut berbeda.

Contoh: selebar-lebarnya, kebarat-baratan, tolong-menolong

 Kata ulang semu adalah kata ulang yang sebenarnya tidak memiliki
bentuk dasar seperti yang terdapat pada kata tersebut. Jadi, kata ulang
semu dapat ditandai dengan tidak dapatnya salah satu unsur berdiri
sendiri. Kalaupun bisa, maknanya pasti berbeda.
Kata Bentukan 6
Contoh: alun-alun, hura-hura

b) Makna Kata Ulang

Pengelompokkan kata ulang berdasarkan maknanya:

No. Makna Kata Ulang Contoh


1 banyak buku-buku
2 agak kekuning-kuningan
3 menyerupai kebarat-baratan
4 bermacam-macam sayur-mayur
5 saling tolong-menolong
6 terus-menerus/berulang mengingat-ingat
7 paling/kualitas sebaik-baiknya
8 serba biru-biru
9 dalam keadaan terkotak-kotak

3. Kata Majemuk

Kata majemuk adalah kata yang bergabung atau berkelompok yang membentuk
makna baru. Makna baru dari kata majemuk biasanya masih tergambar dari
salah satu kata yang membentuknya. Hal yang membedakan kata majemuk dan
ungkapan adalah kata majemuk tidak bermakna konotasi, sedangkan ungkapan
bermakna konotasi.

Contoh:

Buku tulis (buku yang digunakan untuk menulis)

Rumah sakit (rumah atau bangunan yang dijadikan sebagai tempat orang sakit)

Kata Bentukan 7
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Ejaan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Ejaan, ada baiknya kamu
memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. (SBMPTN) Bahasa Indonesia – Ejaan 1 (Teori Dasar)

2. (SBMPTN) Bahasa Indonesia – Ejaan 2 (Teori Dasar)

3. Bahasa Indonesia – Soal Nomor 67


4.

Selain kaidah penggunaan tanda baca, masih banyak hal lainnya yang termasuk

dalam ejaan. Nah, pada topik ini kamu akan mempelajari ejaan lainnya tersebut.

1. Gabungan Kata

Unsur yang menduduki suatu fungsi dalam kalimat dapat berupa kata ataupun

gabungan kata. Untuk menulis suatu kata, baik itu kata dasar, kata berimbuhan,

kata depan, maupun kata hubung, tentu kamu sudah mengetahui bahwa

penulisannya serangkai. Hal ini berbeda dengan penulisan gabungan kata.

Beberapa gabungan kata ditulis serangkai dan sebagiannya lagi ditulis tidak

serangkai atau terpisah (menggunakan spasi). Serangkai atau tidaknya penulisan

suatu gabungan kata sudah ditentukan sesuai Panduan Umum Ejaan Bahasa

Indonesia (PUEBI). Apa saja kaidahnya? Penjelasannya dapat kamu pelajari di

bawah ini.

Ejaan 1
a) Gabungan dua kata dasar tanpa imbuhan ditulis terpisah

Contoh: sama rata, beri tahu

b) Gabungan dua kata dasar yang mendapatkan awalan saja atau

akhiran saja ditulis terpisah

Contoh: sama ratakan, memberi tahu

c) Gabungan dua kata dasar yang mendapatkan awalan sekaligus

akhiran ditulis serangkai

Contoh: menyamaratakan, pemberitahuan

2. Kata Depan di dan ke serta Imbuhan di- dan ke-

Masih banyak yang tertukar dalam penulisan imbuhan di- dan kata depan di.

Begitu pun dengan imbuhan ke- dan kata depan ke-. Penulisan kedua bentuk

tersebut tentu berbeda. Imbuhan merupakan bentuk terikat yang penulisannya

harus dirangkai dengan kata dasar, sedangkan kata depan merupakan unsur

bebas yang penulisannya tidak perlu dirangkai dengan kata lainnya.

Jadi, untuk mengidentifikasi kata ke dan di yang merupakan kata depan, kamu

dapat memperhatikan hal-hal berikut ini.

 Penulisannya tidak serangkai dengan kata lain.

 Digunakan untuk menandai keterangan tempat atau waktu.

Terkadang, sebagian orang masih bingung menuliskan unsur di atau di-, apakah

yang akan ditulisnya itu berupa imbuhan atau kata depan untuk menentukan

penulisannya yang dirangkai atau tidak. Untuk menentukannya, kita dapat juga

menguji dengan bentuk aktif. Seperti diketahui, kata dasar yang mendapatkan

imbuhan di- akan membentuk kata kerja pasif. Nah, kata kerja pasif memiliki

pasangannya, yaitu kata kerja aktif. Sebagai contoh, kita bisa menemukan kata

dijual dan menjual, didapatkan dan mendapatkan, serta dibenahi dan membenahi.

Dengan demikian, di- pada kata dijual, didapatkan, dan dibenahi merupakan

imbuhan, bukan kata depan karena memiliki pasangan bentuk aktif. Oleh karena

itu, penulisannya harus serangkai. Berikut adalah contoh penulisan kata depan

di dan imbuhan di- yang benar.

Ejaan 2
 Contoh penulisan kata depan di: di depan, di sana, di rumah, di suatu hari

 Contoh penulisan imbuhan di-: dijual, didapatkan, dibenahi

3. Bentuk Singkat

Bentuk singkat dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

singkatan dan akronim. Kedua jenis tersebut dapat dibedakan berdasarkan

pelafalan atau pembacaannya. Singkatan umumnya dilafalkan per huruf,

sedangkan akronim dibaca sebagai suatu kata. Contoh singkatan adalah KPK dan

contoh akronim adalah Polri.

Dalam penulisan singkatan dan akronim, ada kaidah yang harus diikuti. Apa saja

kaidahnya? Berikut adalah kaidah penulisan singkatan dan akronim yang tentu

saja berbeda.

a) Singkatan

 Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti tanda titik di

setiap akhir singkatan.

Contoh:

Maulidani A.

S.Pd.

Bpk.

 Singkatan nama resmi lembaga pemerintah atau ketatanegaraan, badan atau

organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf setiap awal

kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik.

Contoh:

ITB (Institut Teknologi Bandung)

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)

 Singkatan kata yang sudah lazim digunakan berupa gabungan huruf diikuti dengan

tanda titik.

Contoh:

adm. (administrasi)

Ejaan 3
tlp. (telepon)

 Singkatan umum gabungan dua kata yang terdiri atas huruf awal setiap kata, masing-

masing diikuti tanda titik.

Contoh:

a.n. (atas nama)

u.b. (untuk beliau)

 Singkatan umum gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diikuti satu tanda titik.

Contoh:

ybs. (yang bersangkutan)

dll. (dan lain-lain)

b) Akronim

 Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsurnya ditulis kapital

pada semua hurufnya.

Contoh:

IDI (Ikatan Dokter Indonesia)

KUR (Kredit Usaha Rakyat)

 Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf dan suku kata atau suku kata dan suku

kata ditulis kapital huruf awalnya saja.

Contoh:

Depkeu (Departemen Keuangan)

Bawasda (Badan Pengawas Daerah)

 Akronim yang bukan nama diri ditulis dengan huruf kecil.

Contoh:

rubanah (ruang bawah tanah)

ultah (ulang tahun)

4. Bilangan

Penulisan bilangan dalam suatu kalimat dapat dinyatakan dengan huruf atau

angka.

Ejaan 4
a) Penulisan bilangan untuk menyatakan tingkat

Untuk menyatakan tingkat, bilangan dapat dinyatakan dengan huruf, angka

Arab, dan angka Romawi. Berikut adalah penulisan yang benar.

Contoh:

 Dea berhasil menjadi juara kesatu di kelasnya.

 Dea berhasil menjadi juara ke-1 di kelasnya.

 Dea berhasil menjadi juara I di kelasnya.

b) Penulisan bilangan untuk menyatakan nomor

Untuk menyatakan nomor, seperti nomor induk siswa, ponsel, dan halaman,

bilangan dinyatakan dengan angka tanpa spasi dan tanpa tanda titik.

Contoh:

 Penjelasan mengenai konsep atom terdapat pada buku tersebut halaman

1452.

 Apa kamu tahu nomor ponsel 08987654321 milik siapa?

 Saya tercatat sebagai siswa SMAN 1 Makmur dengan nomor induk

0809725426.

c) Penulisan bilangan untuk menyatakan jumlah

Untuk menyatakan jumlah, bilangan dapat ditulis dengan angka atau huruf.

Bilangan yang tidak lebih dari dua kata dinyatakan dengan huruf, sedangkan

bilangan yang lebih dari dua kata dinyatakan dengan angka. Ketentuan

tambahan, angka tidak boleh berada di awal kalimat.

Contoh:

 Saya membeli tujuh belas buah apel.

 Saya membeli 21 buah apel.

 Kemarin seratus siswa dari sekolahku meraih beasiswa dari PT Untung

Terus.

 Kemarin 35 siswa dari sekolahku mendapat beasiswa dari PT Untung

Terus.

d) Penulisan bilangan untuk menyatakan perincian

Untuk menyatakan perincian, bilangan ditulis dengan angka.

Ejaan 5
Contoh:

 Dalam lomba itu, sekolah kami diwakili oleh 2 orang siswa kelas X dan 3

orang kelas XI.

Ejaan 6
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Kata Baku

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Kata Baku, ada baiknya kamu
memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia - Penulisan Kata dan Kata Baku

Kata baku adalah kata yang penulisannya sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kata baku

mencakup kata dasar yang penulisannya sesuai kamus serta kata bentukan yang

pembentukannya sesuai kaidah yang ditentukan. Selain itu, penulisan kata-kata

tersebut pun harus sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia.

Berikut ini adalah daftar kata baku yang dilengkapi dengan kata tidak bakunya yang

masih sering digunakan oleh masyarakat.

Kata Baku Kata Tidak Baku


November november, Nopember
zaman jaman
komplet komplit
hektare hektar
mengubah merubah
Kata Baku 1
teoretis teoritis
standar standard
standardisasi standarisasi
kualitas kwalitas
komoditas komoditi
ekstrem ekstrim
frustrasi frustasi
napas nafas
hafal hapal
pikir fikir
embus hembus

Dalam penulisan kata baku yang berkaitan dengan unsur terikat, masih banyak

kesalahan yang dapat ditemukan. Selain imbuhan, masih ada unsur terikat lainnya

yang juga harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Perhatikan table berikut ini.

No. Unsur Terikat Contoh Penulisan yang Benar


1. a- amoral, asusila, abiotik
2. ab- abnormal
3. adi- adisiswa, adipura
4. aero- aerofisika, aerodinamika
5. antar- antarnegara, antarkelas, antardesa
6. anti- antibiotik, antivirus, antialergi
7. dasa- dasasila, dasawarsa, dasawindu
8. dwi- dwiwarna, dwiarti, dwibahasa
9. eka- ekabahasa, ekasuku
10. hiper- hiperaktif, hiperinflasi
11. intra- intrakalimat, intramolekul, intraindividu
12. kontra- kontradiksi, kontraterorisme
13. maha- mahaguru, mahabintang, mahadewa
14. manca- mancanegara, mancawarna
15. makro- makrofauna, makrobiotik, makronutrien
16. mikro- mikroampere, mikrobiologi, mikrofilm

Kata Baku 2
17. mini- minibus, minikomputer
18. multi- multitalenta, multibahasa, multifungsi
19. non- nonfiksi, nonformal, nonekonomi
20. panca- pancasila, pancawarna, pancaindra
21. pasca- pascabayar, pascasarjana, pascacedera
22. poli- polialkohol, poliklinik, polisemi
23. pra- prasejarah, praduga, prajabatan
24. pro- proaktif, probiotik
25. serba- serbaada, serbabaru, serbaguna

Namun, bila unsur-unsur terikat tersebut diikuti kata atau singkatan yang berawalan

huruf kapital, penulisannya tidak sama dengan contoh di atas. Antara unsur terikat

dan kata tersebut harus diberi tanda hubung (-).

Contoh:

non-Amerika, anti-ISIS

Ada kaidah yang berbeda untuk salah satu bentuk terikat, yaitu maha-. Untuk

penulisan unsur tersebut yang biasanya digunakan untuk menerangkan sifat Tuhan,

berikut ini adalah kaidah penulisannya.

1) Penulisan unsur maha- yang diikuti kata dasar harus digabung, kecuali Maha Esa

Contoh: Mahakuasa, Mahamulia, Mahabesar

2) Penulisan unsur maha- yang diikuti kata berimbuhan harus dipisah

Contoh: Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemberi

Kata Baku 3
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Rujukan dalam Teks

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Rujukan dalam Teks, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Hubungan Antarparagraf dan Kata Rujukan


2. Bahasa Indonesia – Soal Nomor 64

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rujukan memiliki dua makna. Pertama,
rujukan adalah keterangan lanjutan mengenai suatu hal. Kedua, rujukan adalah
bahan sumber yang dipakai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut; acuan;
referensi. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah rujukan dapat
disamakan dengan acuan atau referensi. Berdasarkan kedua pengertian tersebut
pula, dapat disimpulkan bahwa rujukan dalam teks merupakan kata yang digunakan
untuk mengacu pada suatu keterangan lanjutan mengenai suatu hal. Agar lebih
mudah memahaminya, secara sederhana rujukan dapat dimaknai sebagai kata yang
mengacu atau menunjuk pada kata, frasa, atau klausa lain yang telah disampaikan
sebelumnya.

Kata rujukan dalam teks dapat digunakan untuk menunjuk berbagai hal, seperti
benda, orang, dan tempat. Berdasarkan hal yang dirujuknya, kata rujukan dapat
dikelompokkan menjadi tiga.

Rujukan dalam Teks 2


1) Kata Rujukan Benda

Kata rujukan benda diartikan sebagai kata ganti yang digunakan untuk menunjuk
suatu benda atau suatu hal yang dibendakan yang telah disampaikan
sebelumnya. Benda yang dimaksud dapat berupa benda konkret atau abstrak.
Kata rujukan yang dapat digunakan untuk merujuk benda terdiri atas tiga, yaitu
ini, itu, dan tersebut.

Contoh:

a) Hani memiliki lukisan yang dikagumi banyak orang. Minggu depan,


lukisannya ini akan diikutsertakan dalam pameran.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan ini yang merujuk
pada frasa dalam kalimat sebelumnya, yaitu yang dikagumi banyak orang.)

b) Kini PT KAI telah melakukan pembenahan dari berbagai aspek. Hal itu
dilakukan agar para penumpang merasa nyaman.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan itu yang merujuk
pada kata sebelumnya, yaitu pembenahan.)

c) Agar memiliki tubuh yang sehat dan kuat, manusia harus menerapkan pola
hidup yang benar, di antaranya istirahat atau tidur yang cukup. Akan tetapi,
banyak orang yang menyepelekan hal tersebut dengan pola tidur yang tidak
teratur.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan tersebut yang


merujuk pada frasa sebelumnya, yaitu istirahat atau tidur yang cukup.)

2) Kata Rujukan Tempat

Kata rujukan tempat diartikan sebagai kata ganti yang digunakan untuk
menunjuk suatu tempat yang telah dinyatakan sebelumnya. Ada berbagai kata
rujukan yang dapat digunakan untuk menyatakan tempat, antara lain di sini, di
sana, dan di situ.

Contoh:

a) Saat ini aula sekolah telah dipenuhi oleh para peserta lomba baca puisi.
Lomba tersebut memang akan dilangsungkan di sini.

Rujukan dalam Teks 3


(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan di sini yang
merujuk pada tempat yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu aula
sekolah.)

b) Sudah sepuluh tahun yang lalu ia pindah ke Jakarta bersama seluruh


keluarganya. Ia mencoba mengadu nasib di sana dan sekarang sudah
menjadi pengusaha sukses.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan di sana yang


merujuk pada tempat yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu Jakarta.)

3) Kata Rujukan Orang

Kata rujukan orang dapat diartikan sebagai kata ganti yang digunakan untuk
menunjuk pada seseorang atau banyak orang. Tentu kamu telah mempelajari
kata ganti orang atau pronomina, kan? Dalam pronomina kamu dapat
menemukan kata ganti orang ketiga. Nah, kata ganti itulah yang biasanya
digunakan dalam teks untuk menunjuk orang, yaitu mereka, beliau, ia, dan dia.

Contoh:

a) Kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sulitnya mendapatkan air bagi


warga Desa Kaniki. Semua sumber air di desa itu telah kering. Kini mereka
hanya bisa mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan mereka yang


merujuk pada orang yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu warga Desa
Kaniki.)

b) Profesor Baharudin Jusuf Habibie tidak hanya dikenal sebagai Presiden


Indonesia yang ketiga, tetapi juga sebagai Bapak Teknologi Indonesia.
Wafatnya beliau merupakan suatu kehilangan yang sangat besar bagi bangsa
ini.

(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan beliau yang


merujuk pada orang yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu Profesor
Baharudin Jusuf Habibie.)

c) Sejak duduk di bangku SMP, Kara telah berambisi untuk dapat berkuliah di
ITB. Dengan keinginan dan usahanya yang sungguh-sungguh, kini ia telah
menjadi mahasiswa ITB.

Rujukan dalam Teks 4


(Dalam contoh di atas, terdapat penggunaan kata rujukan dia yang merujuk
pada orang yang telah disampaikan sebelumnya, yaitu Kara.)

Rujukan dalam Teks 5


Rujukan dalam Teks 6
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Kalimat Efektif

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Kalimat Efektif, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Kelogisan, Kepaduan, dan Kehematan dalam Kalimat Efektif


2. Bahasa Indonesia – Kesatuan dan Keparalelan dalam Kalimat Efektif

Kalimat efektif dapat diartikan sebagai kalimat yang menyampaikan gagasan


seorang penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengarnya secara tepat.
Pengertian tersebut bisa disimpulkan berdasarkan pengertian kata efektif dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu ada efeknya, dapat membawa hasil, atau
berhasil guna. Jadi, suatu kalimat efektif yang disampaikan dapat memberikan efek,
hasil, atau kegunaan. Efek, hasil, atau kegunaan ini berkaitan dengan komunikasi
yang terjalin antara penulis dan pembaca atau pembicara dan pendengar. Dengan
kalimat efektif, pendengar atau pembaca dapat dengan mudah menangkap dan
mengartikan maksud gagasan yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.

Tentu kamu perlu menguasai materi ini. Dengan menguasainya, kamu dapat
menyampaikan gagasan yang ada dipikiranmu kepada orang lain secara efektif, baik
melalui lisan maupun tulisan. Untuk itu, kamu harus mengetahui syarat-syarat atau
ciri-ciri kalimat efektif. Dengan begitu, kamu akan mempertimbangkan syarat atau
ciri tersebut saat hendak menyusun suatu kalimat.

Kalimat Efektif 2
Berikut ini adalah ciri-ciri dari kalimat efektif.

1) Hemat

Hemat yang dimaksud dalam kalimat efektif adalah penggunaan kata dalam
kalimat yang hemat, tidak berlebihan atau mubazir. Penggunaan kata berlebihan
terkadang dapat mengaburkan makna yang disampaikan sehingga pesan atau
gagasan yang disampaikan oleh pembicara atau penulis terganggu. Hal tersebut
terjadi karena pembaca harus mencerna juga makna kata mubazir yang
sebenarnya tidak diperlukan. Dengan begitu, agar gagasan atau pesan dalam
suatu kalimat dapat tersampaikan dengan baik (efektif), pembicara atau penulis
harus memenuhi syarat hemat.

Contoh:

a) Saat masuk ke dalam rumah, ia merasa kaget. (tidak efektif)

b) Saat masuk ke rumah, ia merasa kaget. (efektif)

2) Jelas

Jelas yang dimaksud dalam kalimat efektif adalah pesan atau gagasan yang
disampaikan dalam suatu kalimat harus jelas. Ada beberapa hal yang harus
diperhatikan agar kalimat yang disampaikan memiliki gagasan yang jelas, yaitu
minimal berunsur subjek dan predikat, tidak memuat ketumpangtindihan
gagasan yang umumnya ditandai oleh tumpang-tindihnya unsur subjek atau
predikat, menyampaikan gagasan yang tidak ambigu, serta menempatkan setiap
unsur atau fungsi dengan tepat.

Mungkin sebagian orang masih merasa kesulitan untuk menentukan subjek dan
predikat dalam suatu kalimat, khususnya kalimat yang panjang atau memiliki
struktur unik. Nah, jika kamu termasuk salah satu orang tersebut, kini kamu tidak
perlu khawatir karena ada cara mudah yang dapat digunakan untuk menentukan
subjek dan predikat dalam suatu kalimat.

Pertanyaan spa/siapa yang predikat menghasilkan jawaban subjek.

Contoh:

a) Dalam penyusunan KTI harus dilakukan dengan serius. (tidak efektif)

b) Penyusunan KTI harus dilakukan dengan serius. (efektif)

Kalimat Efektif 3
c) Penulis cerpen remaja harus selalu memiliki ide kreatif. (tidak efektif)

d) Penulis yang berfokus pada cerpen remaja harus selalu memiliki ide kreatif.
(efektif)

Dalam contoh a) kita tidak menemukan adanya subjek. Untuk membuktikannya,


kita bisa menggunakan cara di atas.

Apa yang harus dilakukan? Penyusunan.

Dari pertanyaan tersebut, kita bisa mengetahui bahwa frasa harus dilakukan
berfungsi sebagai predikat dan frasa penyusunan KTI berfungsi sebagai subjek.
Bila jawabannya dalam penyusunan KTI, tentu antara pertanyaan dan jawaban
kurang relevan

3) Padu

Padu yang dimaksud dalam kalimat efektif adalah hubungan yang terjalin
antarkata atau antarunsur dalam suatu kalimat harus padu. Padu atau tidaknya
hubungan antarunsur yang terjalin dapat dilihat dari beberapa hal, antara lain
kata ganti orang (pronomina), kata rujukan, kata depan (preposisi), dan kata
hubung (konjungsi). Kata-kata tersebut harus digunakan sesuai fungsi dan
maknanya.

Contoh:

a) Saat ini, usaha yang dibangunnya daripada nol telah membuahkan hasil.
(tidak efektif)
b) Saat ini, usaha yang dibangunnya dari nol telah membuahkan hasil. (efektif)

4) Paralel

Paralel yang dimaksud dalam kalimat efektif adalah kesejajaran bentuk.


Kesejajaran ini biasanya ditandai oleh kesamaan pengimbuhan pada kata-kata
yang memiliki fungsi yang sama. Selain itu, kesejajaran tersebut dapat pula
diwujudkan oleh penggunaan jenis kata yang sama pada unsur-unsur dalam
suatu uraian.

Contoh:

a) Saya memiliki hobi berenang, berkuda, dan panah. (tidak efektif)

Kalimat Efektif 4
b) Saya memiliki hobi berenang, berkuda, dan memanah. (efektif)

c) Mereka membeli baju grosiran lalu dijualnya kembali secara eceran. (tidak
efektif)

d) Mereka membeli baju grosiran dan menjualnya kembali secara eceran. (efektif)

5) Logis

Logis artinya masuk akal atau dapat diterima dengan nalar. Jadi, logis yang
dimaksud dalam kalimat efektif adalah kemasukakalan makna dalam konteks
kalimat yang disampaikan. Suatu gagasan yang tidak dapat diterima akal sehat
yang disampaikan oleh seorang penulis atau pembicara tentu akan sulit diterima
oleh pembaca atau pendengar. Jika hal demikian terjadi, tentu proses komunikasi
tidak akan berjalan sukses karena ketidakefektifan gagsan yang disampaikan.
Oleh karena itu, memperhatikan kelogisan makna dari suatu kalimat yang akan
kamu sampaikan sangat penting.

Contoh:

a) Nenek dibaca koran. (tidak efektif)


b) Nenek membaca koran. (efektif)

SUPER "Solusi Quipper"

Menentukan subjek dalam sebuah kalimat:

Apa/siapa yang predikat? Subjek

Kalimat Efektif 5
Kalimat Efektif 6
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Topik Bacaan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Topik Bacaan, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Pemahaman dan Analisis Teks

Pembahasan mengenai suatu bacaan biasanya tidak terlepas dari judul, tema, dan
topik bacaan tersebut. Sekilas, ketiga istilah itu terlihat sama saja dan memang
banyak orang menyamakan ketiga istilah tersebut. Hal itu tidak terlepas dari
kesamaan yang dimiliki ketiga istilah tersebut. Akan tetapi, selain persamaan,
ketiganya juga memiliki perbedaan.

Nah, materi yang akan kamu pelajari kali ini adalah topik bacaan. Namun, sebaiknya
terlebih dulu kamu harus memahami perbedaan dan persamaan topik, tema, dan
judul agar mampu membedakan ketiganya.

 Topik bacaan adalah subjek yang dibicarakan dalam suatu teks; bahan
pembicaraan dalam suatu teks; atau pokok pembicaraan dalam suatu teks.
 Tema bacaan adalah pokok pikiran yang menjadi dasar pengembangan suatu
bacaan.
 Judul bacaan adalah nama dari suatu bacaan.

Topik Bacaan 2
Dari ketiga pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiganya sama-sama
berkaitan dengan gambaran isi teks. Topik merupakan hal pokok yang dibicarakan,
tema merupakan dasar pengembangan hal pokok yang dibicarakan tersebut, dan
judul merupakan nama bacaan yang disesuaikan dengan isi pokok bacaan tersebut.
Jadi, ketiganya memiliki keterkaitan.

Perbedaan antara ketiganya adalah berdasarkan sifat. Tema bersifat lebih umum
karena merupakan dasar, topik lebih spesifik karena sudah berupa hal khusus yang
menjadi bahan pembicaraan, sedangkan judul dapat mewakili tema dan topik
tersebut. Melalui judul, kamu dapat mengetahui hal pokok apa yang menjadi
pembicaraan dan apa dasar pembicaraan tersebut. Lihatlah contoh berikut!

Judul: Kali Pertama Pemasangan Tangga Berjalan di Dunia

Topik: Penemuan tangga berjalan dan pemasangan untuk pertama kalinya

Tema: Teknologi

Nah, kamu sudah paham mengenai ketiga istilah tersebut, bukan? Selain dapat
membedakan ketiga istilah tersebut, kamu harus bisa mengidentifikasi topik dari
suatu bacaan. Untuk menentukan topik dari suatu bacaan, kamu bisa menggunakan
langkah atau cara berikut ini.

1. Membaca bacaan dari awal sampai akhir


2. Menemukan kata kunci yang terdapat dalam bacaan
3. Menentukan kata kunci yang paling sering muncul

Karena topik merupakan bahan pembicaraan, topik tersebut akan tergambar dari
kata-kata kunci yang sering muncul dalam bacaan. Bahan pembicaraan tentu akan
menjadi fokus perhatian. Oleh karena itu, kata kunci yang memuat topik tentu akan
lebih banyak muncul dibanding kata kunci lainnya.

Nah, berkaitan dengan kata kunci ini, kamu harus menguasai materi sinonim. Kamu
pasti masih ingat sinonim, kan? Ya, sinonim adalah persamaan kata. Apa kaitan
antara sinonim dan topik? Begini, topik termuat dalam kata kunci pada bacaan yang
disebutkan berulang-ulang. Pengulangan kata kunci tersebut dapat berupa kata yang
sama atau menggunakan kata lainnya yang memiliki makna yang sama. Jadi, sangat
penting bagimu menguasai materi sinonim untuk menentukan topik suatu bacaan.

Topik Bacaan 3
Selain sinonim, kata rujukan juga bisa merupakan penunjuk kata kunci dari suatu
topik bacaan. Maka dari itu, kamu pun harus cermat dalam menafsirkan atau
memahami hal yang ditunjuk oleh kata rujukan. Sekarang, perhatikan teks berikut ini
untuk menentukan topiknya.

Bacalah teks berikut!

Secara tidak langsung, semakin banyaknya tokoh nasional, baik di kalangan


militer, birokrat, maupun teknokrat, yang berasal dari tanah Papua menjadi
indikator semakin meningkatnya kualitas pendidikan di sana. Seperti kita ketahui,
ada Annike Nelce Bowaire (juara lomba fisika dunia), Enos Rumansara
(Antropolog), Hans Wospakrik (Ahli Fisika ITB), Balthasar Kambuaya (Menteri
Lingkungan Hidup), Paulus Waterpauw (Wakapolda Papua), Fredy Numberi
(mantan Menteri Perhubungan), dan masih banyak lagi. Perkembangan
pendidikan di Papua tidak terlepas dari usaha keras pemerintah, baik pusat
maupun daerah beserta komponen bangsa yang lain, seperti TNI/Polri dan tentu
saja peran aktif dari seluruh masyarakat.

Peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan di Papua dapat kita
lihat dari adanya program Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies
Baswedan. Program ini turut membantu mengatasi masalah keterbatasan
pengajar di daerah terpencil Papua dengan menyebarkan tenaga pengajar. Hal
yang sama juga dilakukan oleh pihak TNI. Melalui operasi Pembinaan Teritorial,
banyak prajurit TNI yang menjadi tenaga pengajar di wilayah-wilayah terpencil di
seluruh wilayah Papua.

Tidak hanya masalah pendidik, pemerintah juga menggenjot pembangunan


fasilitas-fasilitas pendidikan. Secara fisik kita dapat melihat pertumbuhan jumlah
bangunan sekolah yang ada di Papua, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga
sekolah menengah atas. Infrastruktur pendukung berupa jalan dan jembatan
juga semakin tumbuh berkembang sehingga memudahkan akses bagi mayarakat
Papua untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Secara umum, kondisi peningkatan mutu pendidikan di Papua berjalan dinamis


ke arah yang lebih baik. Seluruh pihak memberikan dukungan nyata untuk terus
meningkatan kualitas pendidikan di sana. Dengan semangat dan optimisme yang
tinggi dari semua pihak, pendidikan di Papua akan berkembang dengan lebih
pesat lagi.

Topik Bacaan 4
Bagaimana, kamu sudah membaca teks tersebut secara keseluruhan? Tentu kamu
telah menemukan kata-kata yang sering muncul kan?

SUPER "Solusi Quipper"

Tips SUPER menentukan Topik Bacaan:


1. Membaca bacaan dari awal sampai akhir
2. Menemukan kata kunci yang terdapat dalam bacaan
3. Menentukan kata kunci yang paling sering muncul

Kata-kata kunci yang sering muncul dan memiliki makna yang sama atau hampir
sama adalah meningkatnya kualitas pendidikan di sana (Papua), perkembangan
pendidikan di Papua, peningkatan mutu pendidikan di Papua, pendidikan yang lebih baik
(di Papua), meningkatkan kualitas pendidikan di sana (Papua), serta pendidikan di Papua
akan berkembang lebih pesat lagi. Dari kata-kata tersebut kita dapat menentukan kata
kuncinya, yaitu pendidikan, kualitas, meningkat, dan di Papua. Dengan demikian, topik
bacaan tersebut adalah meningkatnya kualitas pendidikan di Papua.

Topik Bacaan 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Hubungan Antarparagraf

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Hubungan Antarparagraf,


ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Hubungan Antarparagraf dan Kata Rujukan


2. Bahasa Indonesia – Soal Nomor 64

Biasanya, suatu teks atau wacana tersusun atas beberapa paragraf. Dalam teks atau
wacana yang baik, paragraf-paragraf tersebut harus memiliki hubungan yang jelas.
Dengan kejelasan tersebut, topik yang diangkat dalam teks atau wacana pun menjadi
jelas.

Hubungan-hubungan yang dapat terjalin antarparagraf dalam suatu teks dapat


beragam, di antaranya:

 penguatan,
 perincian,
 pemaparan contoh,
 perbandingan,
 sebab,
 akibat.

Hubungan Antarparagraf 1
Cara yang mudah bagimu untuk mengidentifikasi hubungan antarparagraf tersebut
adalah dengan mengidentifikasi gagasan utama atau ide pokok tiap paragraf terlebih
dulu. Setelah itu, barulah kamu dapat menganalisis hubungan antargagasan
tersebut. Salah satunya adalah dengan menggabungkan kedua gagasan pokok
dengan kata hubung atau konjungsi. Selain menggabungkan dengan konjungsi,
kamu juga bisa mengalisis hubungan antarkedua gagasan tersebut secara langsung.

Agar kamu lebih memahaminya, perhatikan beberapa contoh teks beserta


penjelasan hubungan antarparagraf berikut!

Contoh 1:

Para peneliti mengidentifikasi sebanyak 2.149 pulau akibat endapan di seluruh


dunia dengan menggunakan citra satelit, peta topografi, dan tabel navigasi.
Jumlah pulau endapat itu jauh lebih banyak daripada 1.492 pulau yang
diidentifikasi dalam survei 2001 yang dilakukan tanpa bantuan citra satelit yang
tersedia. Pulau akibat endapan tersebut seringkali terbentuk sebagai rantai
endapan pasir dan sedimen sempit, rendah dan panjang di lepas pantai, yang
sejajar dengan satu pantai, tetapi terpisah dari pantai dengan teluk, muara, dan
laguna. Tidak seperti lahan tetap, pulau akibat endapan itu muncul, hilang,
berpindah, dan terbuat lagi pada waktu lain sebagai akibat dari gelombang,
ombak dan arus, serta proses fisik lain di samudera bebas. Secara keseluruhan,
pulau akibat endapan di dunia memiliki panjang sekitar 21.000 kilometer.

Bumi belahan utara adalah tempat bagi 74 persen pulau akibat endapan
tersebut. Pulau akibat endapan melindungi pantai daratan utama yang rentan
terhadap erosi, kerusakan akibat badai, dan habitat penting margasatwa. Negara
yang memiliki lebih banyak pulau akibat endapan adalah Amerika Serikat (AS). AS
memiliki 405 pulau endapan di sepanjang garis pantai Kutub Utara Alaska. Hal
itu memberi bukti bahwa pulau akibat endapan memang ada di setiap iklim dan
di setiap gabungan ombak arus.

Sumber Teks: SNMPTN 2012

Untuk mengetahui hubungan antarparagraf pada teks tersebut, kamu harus


mengidentifikasi gagasan utama kedua paragraf tersebut. Kamu tentu masih ingat
cara menentukan gagasan utama pada materi sebelumnya, kan?

Hubungan Antarparagraf 2
 Gagasan utama paragraf ke-1: para peneliti mengidentifikasi sebanyak 2.149
pulau akibat endapan di seluruh dunia.
 Gagasan utama paragraf ke-2: sebanyak 74 persen pulau endapan tersebut
berada di bumi belahan utara.

Jika kamu menggabungkan kedua gagasan tersebut dengan konjungsi dan tetap
memperhatikan makna dan kelogisan, gabungannya adalah para peneliti
mengidentifikasi sebanyak 2.149 pulau akibat endapan yang 74 persennya berada di
bumi belahan utara.

Dari gabungan tersebut, kamu dapat menyimpulkan hubungan antarparagraf


tersebut, yaitu penjelasan atau perincian. Gagasan pada paragraf ke-2 merupakan
penjelasan atau perincian atas paragraf ke-1. Hal tersebut dapat kamu simpulkan
karena kedua gagasan tersebut dapat dihubungkan oleh konjungsi yang. Konjungsi
tersebut bermakna penjelasan.

Contoh 2:

Jumlah penindakan kasus korupsi yang dicatatkan Komisi Pemberantasan


Korupsi (KPK) pada tahun 2018 mengalami penurunan. Penurunan tersebut
terjadi mulai dari jumlah penyelidikan, penyidikan, penuntutan, inkrah
(berkekuatan hukum tetap), dan eksekusi. Jumlah penyelidikan mengalami
penurunan sebanyak 38,2 persen, dari 123 kasus di 2017 menjadi 76 kasus di
2018. Angka penyidikan turun 29,8 persen, 121 kasus menjadi 85 kasus. Jumlah
penuntutan mengalami penurunan hingga 51,5 persen. Di tahap inkrah juga
turun 44,1 persen, dari jumlah 84 kasus menjadi 47 kasus. Angka di tahap
eksekusi juga turun sebesar 42,2 persen, dari 83 kasus menjadi 48 kasus.

Tindakan tegas yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum membuat tren
korupsi menurun. KPK tidak pandang bulu dalam menindak para pejabat yang
terindikasi korupsi. Siapa pun pejabat tersebut akan diciduk bila memang
terbukti melakukan korupsi. Selain itu, para koruptor dikenakan pasal pidana
pencucian uang pada setiap kasus korupsi yang terjadi. Ketagasan itu membuat
para pejabat berpikir ulang sebelum melakukan korupsi.

Dikutip dari berbagai sumber

Hubungan Antarparagraf 3
 Gagasan utama paragraf ke-1: jumlah penindakan kasus korupsi pada tahun
2018 mengalami penurunan.
 Gagasan utama paragraf ke-2: tindakan tegas membuat tren korupsi
menurun.

Hubungan antarparagraf:

Paragraf ke-2 merupakan sebab dari paragraf ke-1 atau paragraf ke-1 merupakan
akibat dari paragraf ke-2. Hubungan tersebut dapat kita simpulkan dari makna kedua
gagasan. Gagasan yang ada pada paragraf ke-2 (adanya tindakan tegas)
menyebabkan jumlah penindakan kasus korupsi menurun pada tahun 2018.

(Jumlah penindakan kasus korupsi menurun karena adanya tindakan tegas.)

SUPER "Solusi Quipper"

TIPS SUPER Menentukan Hubungan Antarparagraf:

 Tentukan gagasan utama kedua paragraf!


 Analisis hubungannya dengan memperhatikan makna setiap
gagasan!

Hubungan Antarparagraf 4
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Teks Rumpang

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Teks Rumpang, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Indonesia – Soal Nomor 66

Rumpang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna bersela-sela

karena tanggal giginya; rongak atau bersela-sela; sela; atau cuil sedikit pada

pinggirnya. Bila dihubungkan berdasarkan makna rumpang tersebut, teks rumpang

dapat dimaknai sebagai teks yang tidak sempurna atau tidak lengkap karena ada sela

(bagian kosong) di dalamnya. Kerumpangan yang terdapat dalam teks biasanya

dilakukan secara sengaja dengan tujuan melatih kepahaman dan kekritisan

pembacanya. Tentu saja, biasanya tujuan ini diberikan kepada para pelajar melalui

soal-soal.

Pada suatu teks dalam suatu soal, ada banyak bagian yang dapat dirumpangkan, di

antaranya kata, frasa, klausa, kalimat, atau beberapa bagian sekaligus. Nah, tugas

kamu adalah melengkapi atau menyempurnakan bagian yang kosong tersebut.

Namun, kamu harus ingat bahwa dalam melengkapinya harus memperhatikan teori-

Teks Rumpang 1
teori lain yang telah kamu pelajari sebelumya, seperti makna kata atau istilah; kata

bentukan yang meliputi makna imbuhan dan kata ulang; makna konjungsi; serta

koherensi dan kohesi teks.

Teori yang kamu perhatikan dan gunakan tentunya disesuaikan dengan bagian yang

dirumpangkan dalam teks tersebut. Jika satu kalimat yang sengaja dihilangkan, untuk

melengkapinya kamu harus mempertimbangkan kesatuan makna dan bentuk

sebelum menentukan kalimat yang tepat dituliskan dalam bagian yang kosong

tersebut.

Bila dijabarkan, bentuk soal teks rumpang dapat berbentuk seperti contoh di bawah

ini.

1. Melengkapi kalimat dalam suatu teks dengan kata dasar atau kata bentukan

2. Melengkapi kalimat dalam suatu teks dengan kata hubung

3. Melengkapi kalimat dalam suatu teks dengan kata depan

4. Melengkapi kalimat dalam suatu teks dengan frasa

5. Melengkapi teks dengan simpulan

6. Melengkapi teks dengan kalimat utama

7. Melengkapi teks dengan kalimat penjelas

Agar lebih mahir, yuk berlatih soal, lalu perhatikan penjelasannya!

Sudah menjadi … bahwa perayaan hari ulang tahun Republik Indonesia

diperingati dengan berbagai lomba yang tentunya harus diperjuangkan oleh

setiap peserta untuk memenangkan lomba tersebut. Hal itu menggambarkan

bahwa kemerdekaan Republik Indonesia yang dimenangkan atau direbut dari

para penjajah melalui perjuangan yang tidak mudah. Semangat itulah yang terus

ditularkan dan ditanamkan melalui lomba-lomba yang selalu diselenggrakan

untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ….

A. tradisionalis

Teks Rumpang 2
B. mentradisi

C. tradisi

D. tradisional

E. tradisionalisme

Pembahasan:

Untuk menjawab teks tersebut, kamu dapat menemukan terlebih dahulu kata atau

makna yang diperlukan berdasarkan konteksnya. Berdasarkan konteks tersebut,

kamu dapat mengetahui bahwa kata yang bisa digunakan untuk melengkapinya

adalah kebiasaan. Kelima kata pada opsi memiliki kata dasar yang sama, yaitu tradisi.

Namun, kelima makna kata tersebut tentu berbeda karena ada yang telah

mendapatkan unsur lain, yaitu imbuhan.

 Tradisionalis bermakna orang yang menganut paham yang berdasar

tradisi/adat/kebiasaan.

 Mentradisi bermakna menjadi tradisi/adat/kebiasaan.

 Tradisi bermakna adat/kebiasaan.

 Tradisional bermakna secara tradisi/adat/kebiasaan.

 Tradisionalisme bermakna paham kebiasaan/adat/tradisi.

Dengan demikian, sesuai makna kata tersebut, kata yang tepat untuk melengkapi

teks rumpang pada soal adalah tradisi (opsi C) karena memperingati HUT RI dengan

lomba adalah suatu kebiasaan, bukan paham, cara, menjadi (sudah ada kata menjadi

sebelumnya), atau orangnya.

Ikan paus merupakan salah satu ikan terbesar yang ada di dunia. Paus termasuk

jenis ikan yang kuat dalam menahan napas di dalam air. Ikan ini mampu

bertahan di dalam air tanpa bernapas selama lima sampai lima belas menit. Jika

waktu itu telah habis, paus akan muncul ke permukaan untuk mengambil napas.

Teks Rumpang 3
Selain kehebatannya itu, ikan paus pun mempunyai suara lantang dan keras.

Suaranya dapat terdengar hingga radius ratusan kilometer di bawah air. […]

Diadaptasi dari medium.com

Kalimat yang paling tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ….

A. Ikan paus memang ikan yang paling mudah dikenali dari suaranya.

B. Paus biru adalah jenis yang memiliki ukuran paling panjang dan bobot paling

berat.

C. Ikan-ikan kecil di laut keberadaannya semakin berkurang karena dijadikan

santapan oleh paus.

D. Beberapa jenis ikan paus pun merupakan perenang yang hebat dan cepat.

E. Oleh karena itu, paus menjadi makhluk laut yang paling indah.

Pembahasan:

Teks tersebut dirumpangkan pada bagian akhir. Berdasarkan opsi, kalimat yang

dapat melengkapinya bisa berupa gagasan penjelas ataupun simpulan. Keduanya

(gagasan penjelas dan simpulan) bisa saja mengakhiri teks tersebut, bergantung

makna kalimat pada opsi dan keseuaiannya dengan teks.

Berdasarkan isinya, teks tersebut mendeskripsikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki

oleh paus secara umum (tidak merujuk pada salah satu spesies), yaitu terbesar,

mampu lama menahan napas, serta suaranya yang lantang dan keras. Dari hal itu

kamu dapat menganalisis kalimat yang tepat untuk melengkapi.

A. Ikan paus memang ikan yang paling mudah dikenali dari suaranya.

Adanya kata memang mengindikasikan bahwa kalimat tersebut berupa simpulan.

Namun, bila kamu melihat pada semua hal yang dideskripsikan dalam teks, simpulan

tersebut kurang tepat karena pembahasan tidak hanya berfokus pada suara paus.

(Bukan jawaban yang tepat)

B. Paus biru adalah jenis yang memiliki ukuran paling panjang dan bobot paling

berat.

Teks Rumpang 4
Pembahasan atau pendeskripsian tidak berfokus pada salah satu jenis paus (paus

biru). Dengan demikian, kalimat tersebut kurang tepat untuk melengkapi teks

tersebut. (Bukan jawaban yang tepat)

C. Ikan-ikan kecil di laut keberadaannya semakin berkurang karena dijadikan

santapan oleh paus.

Kalimat ini kurang relevan karena konteks kalimat tersebut lebih berfokus pada ikan

kecil, bukan ikan paus seperti yang terdapat dalam teks dalam soal. (Bukan jawaban

yang tepat)

D. Beberapa jenis ikan paus pun merupakan perenang yang hebat dan cepat.

Kalimat ini memuat salah satu kelebihan yang dimiliki oleh paus, yaitu kecepatan dan

kehebatan ikan paus dalam berenang. Gagasan ini sesuai dan sejalan dengan

deskripsi pada teks tersebut. (Jawaban yang tepat)

E. Oleh karena itu, paus menjadi makhluk laut yang paling indah.

Adanya konjungsi oleh karena itu mengindikasikan bahwa kalimat tersebut berupa

simpulan. Namun, bila kamu melihat pada semua hal yang dideskripsikan dalam teks,

simpulan tersebut kurang tepat karena pembahasan memfokuskan pada keindahan-

keindahan yang dimiliki ikan paus, tetapi kelebihannya. (Bukan jawaban yang tepat)

Teks Rumpang 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Vocabularies

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Vocabularies, ada baiknya


kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:
1. Bahasa Inggris - Synonym of a Word
2. Bahasa Inggris – Vocabularies
3. Materi TPS UTBK - Bahasa Inggris - Vocabularies

Vocabulary menurut Oxford Learner’s Dictionaries, adalah all the words in a particular language atau

all the words that a person knows or uses. Dengan kata lain, vocabulary berarti kumpulan kata dalam

sebuah bahasa atau perbendaharaan kata seseorang.

Memiliki perbendaharaan kata yang cukup merupakan hal yang sangat penting dalam membantu

kamu memahami sebuah teks. Selain itu, kamu akan lancar berkomunikasi dalam suatu bahasa

dengan memiliki perbendaharaan kata yang baik.

Penguasaan kosakata mencakup pengetahuan akan sinonim, antonim, homonim, polisemi, dan

makna kata kias. Dalam soal ujian masuk perguruan tinggi, pertanyaan tentang vocabulary sering

muncul. Jenis soal ini kemungkinan menanyakan makna kata/frasa, sinonim kata/frasa, hubungan

kata dalam teks, atau penggunaan kata pada teks dalam konteks lain. Keempat jenis pertanyaan

tentang vocabularies tersebut akan dibahas pada subbab berikut.

Vocabularies 1
A. Asking for Meaning and Synonym

1. Penjelasan Umum

Soal dalam ujian masuk perguruan tinggi yang berhubungan dengan vocabularies tidak jarang

menanyakan makna dan sinonim dari suatu kata atau frasa. Selama ujian, peserta dilarang

membawa dan melihat kamus sehingga makna dan sinonim suatu kata atau frasa harus

dapat diketahui dari teks yang disediakan di soal.

Perlu diingat juga bahwa beberapa kata atau frasa memiliki makna dan persamaan kata lebih

dari satu. Dengan memiliki perbendaharaan kata yang banyak, akan sangat membantu dalam

mengerjakan soal jenis ini. Selain itu, sering kali makna atau sinonim dapat diketahui dari

petunjuk-petunjuk yang ada di dalam teks yang disediakan. Petunjuk-petunjuk tersebut

setidaknya dapat diketahui dari dua hal berikut.

a. Memahami konteks

Konteks dapat diartikan sebagai situasi yang membentuk atau mempengaruhi makna

suatu kata. Untuk memahami konteks, perhatikan kata atau frasa di sekeliling kata yang

ditanyakan.

b. Memahami petunjuk struktural

Petunjuk struktural pada sebuah teks merupakan kata, frasa, atau tanda baca yang dipakai
untuk menunjukkan makna kata tertentu. Adapun, jenis-jenis petunjuk struktural yang
dapat kamu gunakan untuk mengetahui arti atau sinonim kata adalah sebagai berikut.

- Tanda baca: koma (,), tanda kurung (), tanda sambung (-);

- Pernyataan kembali (restatement): kata or, frasa that is, in other words, i.e.; dan

- Pemberian contoh (example): such as, for example, for instance, e.g., include.

Pada umumnya, informasi mengenai makna atau sinonim dari kata yang ditanyakan akan

muncul setelah petunjuk-petunjuk struktural ini.

2. Tipe Soal

a. Makna kata

Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang menanyakan makna kata. Dijadikan sebagai

contoh adalah pertanyaan mengenai arti kata malware.

Vocabularies 2
 Malware in line 2 is probably ....

 Malware in line 2 can be described as ....

 Based on the text, the word ‘malware’ in line 2 means ....

 What is the meaning of malware?

b. Sinonim kata

Di bawah ini merupakan beberapa contoh soal untuk sinonim kata. Kata strange dijadikan

sebagai contoh soal yang ditanyakan sinonim katanya.

 The synonym of the word “strange” in line 7 is ....

 The word “strange” in line 7 is closest in meaning to ....

 The word “strange” in line 7 could best be replaced by which of the following?

 Which of the following is closest in meaning to the word “strange” (line 7)?

3. Langkah Penyelesaian Soal

Ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengetahui makna dan sinonim suatu
kata atau frasa.

1. Temukan lokasi kata atau frasa yang ditanyakan dalam teks


Tahap awal dalam menentukan makna atau sinonim kata tentu saja adalah kamu harus
mengetahui di mana kata atau frasa yang ditanyakan itu berada di dalam teks. Dalam soal
ujian masuk perguruan tinggi, biasanya dalam soal sudah dijelaskan di line atau baris
keberapa kata/frasa yang ditanyakan berada. Hal ini dapat membantu kamu menemukan
kata atau frasa yang ditanyakan dengan cepat, tanpa menghabiskan banyak waktu.
2. Pahami kalimat yang berisi kata atau frasa yang ditanyakan
Setelah menemukan di mana kata atau frasa yang ditanyakan berada, kamu harus
memahami arti dari kalimat yang memuat kata atau frasa yang ditanyakan. Hal ini berguna
agar kamu bisa memahami konteks penggunaan kata atau frasa tersebut.
3. Pahami konteks atau petunjuk struktural
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, suatu kata kemungkinan memiliki arti atau
sinonim lebih dari satu. Dengan memahami konteks bacaan, kamu dapat menentukan arti
dan sinonim mana yang sesuai. Selain itu, petunjuk struktural juga dapat kamu gunakan
untuk menentukan arti atau sinonim yang tepat. Namun demikian, tidak semua teks
menyediakan petunjuk struktural.
4. Pilih pilihan jawaban yang sesuai
Langkah terakhir adalah memilih pilihan jawaban yang sesuai dengan dengan konteks
atau petunjuk struktural yang telah kamu pahami sebelumnya.
Vocabularies 3
Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan makna dan sinonim kata/frasa.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Temukan lokasi kata atau frasa yang ditanyakan dalam teks

2. Pahami kalimat yang berisi kata atau frasa yang ditanyakan

3. Pahami konteks atau petunjuk struktural

4. Pilih pilihan jawaban yang sesuai

Selain SUPER di atas, kamu juga perlu melakukan 2 hal berikut ini agar mengerjakan ujian jadi
lebih efisien.

a. Gunakan pengalaman dan pengetahuanmu untuk memaknai konteks kalimat dengan lebih

baik.

b. Eliminasi pilihan-pilihan jawaban yang memiliki kemiripan makna satu dengan lainnya.

Ingat!

 Pada umumnya, pada soal yang menanyakan makna atau sinonim


sudah tertulis di baris berapa letak kata yang ditanyakan. Jadi, kamu
bisa langsung coba menerapkan SUPER.

 Kadang kala, kamu tidak bisa hanya mengandalkan petunjuk


struktural dan malah harus bergantung pada perbendaharaan kata.
Jadi, rajin membaca dan mendengar teks bahasa Inggris untuk
menambah kosakata baru.

B. Asking about Word Relations

1. Penjelasan Umum
Untuk mengetahui hubungan kata dalam sebuah teks, perhatikan petunjuk yang ada dalam

teks itu. Petunjuk mengenai hubungan antarkata atau antarfrasa ini bisa berupa kata hubung

atau kata kerja. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Vocabularies 4
- Hubungan sebab – akibat: so, because, due to, that’s why, therefore, dan lain sebagainya.

- Hubungan pertentangan: but, although, not, but not, dan lain sebagainya.

- Bagian dari .../contoh: include, cover, comprise, consist of, such as, for example, for instance,

dan lain sebagainya

- Hubungan umum – khusus: which dan penggunaan kata lain untuk merujuk hal yang

serupa.

- Menunjukkan lokasi: in, on, at, inside, within, dan lain sebagainya.

- Hubungan antarkata yang sesuai dengan konteks pada teks yang disediakan.

2. Tipe Soal
Soal tentang hubungan kata bisa menanyakan tentang kemiripan hubungan pasangan kata

dalam teks dengan pasangan kata pada pilihan jawaban. Berikut ini adalah beberapa

contohnya.

 The words ‘mouth’ and ‘tongue’ in the text have comparable relations to ....

 The author’s description on the replacement of side mirror by a camera is relevant with which

of the following?

3. Langkah Penyelesaian Soal

Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengerjakan tipe soal ini adalah sebagai

berikut.

1. Pahami makna

Makna dalam hal ini adalah makna kedua kata, frasa, atau hal yang dihubungkan. Pastikan

bahwa kedua hal tersebut memiliki makna yang sama dalam konteks yang sama pula.

2. Gunakan kedua kata dalam satu kalimat

Hal ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kedua kata. Kamu dapat membuat satu

kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Gunakan kalimat

sederhana itu untuk soal dan semua pilihan jawaban.

3. Pahami hubungan kedua kata dari kalimat yang dibuat

Jika kedua kata dapat digunakan pada kalimat yang sama dan memberikan makna yang

logis, dapat dipastikan bahwa kedua kata memiliki hubungan tertentu. Gunakan

hubungan tersebut sebagai acuan memilih pilihan jawaban.

Vocabularies 5
4. Pilih pilihan jawaban dengan hubungan kata yang sama dengan soal

Pilihan jawaban yang benar adalah pilihan jawaban yang memiliki hubungan yang sama

dengan hubungan kata atau frasa pada soal.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan hubungan kata/frasa.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Pahami makna kedua kata

2. Gunakan kedua kata dalam satu kalimat sederhana

3. Pahami hubungan kedua kata dari kalimat sederhana yang dibuat

4. Pilih pilihan jawaban dengan hubungan kata yang sama dengan soal

5.

C. Devising Words in Another Sentence

1. Penjelasan Umum
Soal yang memerlukan tingkat berpikir yang lebih tinggi bisa meminta kamu untuk

menentukan ketepatan penggunaan kata dalam suatu kalimat. Sebagai contoh, pada pilihan

jawaban terdapat kalimat-kalimat yang memiliki bagian rumpang. Kemudian, soal

menanyakan apakah sebuah kata dalam teks cocok disisipkan ke dalam kalimat pada pilihan

jawaban tersebut. Soal seperti ini menuntut kamu mengetahui makna kata terlebih dahulu

lalu kamu dituntut untuk mampu mengetahui bagaimana kata tersebut digunakan dalam

suatu kalimat yang telah disediakan.

2. Tipe Soal

Beberapa contoh pertanyaan terkait dengan penggunaan kata dalam kalimat lain adalah

sebagai berikut.

 The word ‘ubiquitous’ can be inserted in the following sentences, except ....

 In which of the following sentence can the word ‘ubiquitous’ be inserted?

 The word ‘ubiquitous’ in the passage can be inserted in which of the following?

Vocabularies 6
3. Langkah Penyelesaian Soal
Untuk mengerjakan soal jenis ini, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu lakukan.

1. Memahami makna kata yang ditanyakan

Apabila kata yang dimaksud adalah kata yang sulit, temukan makna kata berdasarkan

konteks dan petunjuk struktural. Pahami kata-kata sebelum dan sesudahnya. Apabila

masih belum paham, baca dan pahami kalimat sebelum dan sesudahnya. Cara ini bisa

membantu kamu menebak makna kata yang ditanyakan.

2. Pahami makna kalimat pada pilihan jawaban

Oleh karena ada bagian rumpang pada pilihan jawaban, perhatikan kata yang muncul

sebelum dan sesudah bagian rumpang. Lalu, pahami juga kata-kata pada kalimat

tersebut agar kamu bisa menebak maksud kalimat itu dan pahami apakah cocok disisipi

kata pada soal.

3. Pilih kalimat pada pilihan jawaban yang memberikan makna logis

Baca kembali kalimat yang telah disisipkan kata yang ditanyakan pada soal. Jawaban

yang benar adalah kalimat yang memberikan makna logis setelah dilengkapi dengan kata

yang ditanyakan pada soal.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan ketepatan penggunaan kata dalam suatu

kalimat.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Pahami makna kata yang ditanyakan

2. Pahami kalimat pada pilihan jawaban

3. Pilih kalimat pada pilihan jawaban yang memberikan makna logis

Vocabularies 7
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Specific Information

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Specific Information, ada


baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - Specific Information

2. Bahasa Inggris - Specific Information

3. Materi TPS UTBK - Bahasa Inggris - Specific Information

A. Penjelasan Umum
Teks dapat memberimu banyak sekali informasi. Sebagai contoh sebuah teks tentang

penemuan fosil, sejumlah informasi mengenai fosil dapat diberikan melalui teks tersebut.

Informasinya dapat berupa kapan, di mana atau oleh siapa fosil tersebut ditemukan, fosil

makhluk hidup apa, fosil dari tahun berapa, dan masih banyak lainnya. Informasi tersebut

merupakan salah satu contoh informasi spesifik dalam teks.

Dalam ujian saringan masuk perguruan tinggi, tidak jarang muncul soal yang menguji

kemampuanmu mencari informasi spesifik (specific information) dalam teks. Pertanyaan tentang

specific information akan menanyakan hal yang tersirat atau tersurat mengenai informasi pada

teks. Soal mungkin menggunakan kata yang sama dengan kata yang ada pada teks atau

terkadang menggunakan sinonim atau restatement (pengungkapan makna dengan kata-kata

Specific Information 1
lain). Hal ini juga berlaku untuk kata-kata pada pilihan jawaban.

B. Tipe Soal
Pertanyaan pada soal tentang specific information biasanya menggunakan salah satu kata tanya

terkait 5W+H. Sebagai contoh adalah teks tentang artificial intelligence in medical fields.

Pertanyaan tentang specific information mengenai teks tersebut bisa mencakup hal-hal berikut.

 What are the benefits of artificial intelligence?

 Where is the latest artificial intelligence used?

 When did the project to develop artificial intelligence start?

 Who initiated the idea of devising artificial intelligence in a hospital?

 Why does artificial intelligence need a lot of improvement?

Namun demikian, soal tentang specific information tidak selalu dalam bentuk pertanyaan. Soal-

soalnya bisa dalam bentuk melengkapi kalimat. Berikut adalah contohnya.

 According to the passage, artificial intelligence may substitute doctors’ duties such as ....

 It is stated in the passage that artificial intelligence ....

 It is reasonable to use artificial intelligence instead of manual medical record because ....

C. Langkah Penyelesaian Soal


Perlu dipahami bahwa soal ini biasanya membutuhkan ketelitianmu dalam membaca. Pada

umumnya, semua pilihan jawaban akan sesuai dengan kata tanya pada soal. Sebagai contoh,

soal “Where was Thomas Alfa Edison born?” maka semua pilihan jawaban biasanya akan

menunjukkan nama lokasi. Kamu harus bisa langsung berfokus pada informasi lain yang

diperlukan untuk mencari jawabannya, yaitu tempat kelahiran Thomas Alfa Edison. Berikut ini

adalah cara mencari jawaban mengenai soal yang menanyakan specific information.

1. Menentukan kata/frasa kunci

Kata/frasa kunci yang dimaksud dalam hal ini adalah informasi utama yang ditanyakan soal.

Kamu harus terampil memilih frasa atau kata kunci yang sesuai dari kalimat soal lalu mencari

informasi tentang kata atau frasa kunci tersebut di dalam teks. Bagaimana cara menentukan

kata atau frasa kunci yang efektif? Berikut penjelasannya.

Specific Information 2
a. Pilih kata atau frasa yang menjadi informasi utama pada pertanyaan soal

Kata atau frasa kunci dari pertanyaan sebaiknya bukanlah kata tanya, auxiliary, article, dan

preposition. Perhatikan contoh kalimat soal berikut.

When does the spectacular art performance start?

Pada pertanyaan itu, jangan jadikan kata tanya: when, auxiliary: does, dan article: the

sebagai kata kunci. Kata atau frasa yang bisa dijadikan kata atau frasa kunci dari soal

tersebut adalah spectacular art performance dan start. Kedua frasa dan kata kunci tersebut

merupakan inti pertanyaan yang ditanyakan soal. Kamu dapat mencari informasi

mengenai frasa dan kata kunci tersebut di dalam teks.

b. Perhatikan kata atau frasa benda (noun) dan kata kerja (verb)

Biasanya yang bisa dijadikan kata atau frasa kunci adalah kata/frasa benda atau kata/frasa

kerja.

c. Perhatikan angka

Dalam beberapa soal, kamu perlu memperhatikan angka yang ada pada kalimatnya. Kamu

harus pastikan apakah angka yang ditanyakan pada soal sesuai dengan angka pada teks.

Variasi pertanyaan yang terkait angka bisa dalam bentuk jangkauan atau menggunakan

penjelas ‘kurang dari (less than)’ atau ‘lebih dari (more than)’.

2. Lakukan Scanning

Setelah menentukan kata atau frasa kunci yang sesuai, kamu harus menemukan informasi

mengenai kata/frasa kunci tersebut di dalam teks. Untuk menghemat waktu pengerjaan soal,

kamu tidak perlu membaca keseluruhan teks dengan detail untuk mendapatkan informasi

mengenai kata atau frasa kunci. Kamu cukup melakukan scanning. Scanning artinya

membaca teks secara cepat untuk mencari kata atau frasa tertentu di dalamnya. Tujuan

scanning hanyalah mencari informasi yang diperlukan saja, yaitu informasi mengenai kata

kunci.

3. Pahami sinonim kata atau frasa kunci

Jika ketika scanning kamu tidak menemukan kata atau frasa kunci di dalam teks, kamu juga

perlu paham bahwa kata atau frasa kunci yang sudah ditentukan tidak selalu dinyatakan

dengan kata atau frasa yang sama persis pada teks. Ingat bahwa kebanyakan kata atau frasa

memiliki sinonim. Oleh karena itu, kamu juga perlu tahu sinonim dari kata/frasa kunci

tersebut. Kamu tentu bisa mengetahui sinonim sebuah kata dengan banyak membaca. Jika

terkadang masih saja ada kata-kata yang belum pernah kamu dengar, yang perlu kamu

Specific Information 3
lakukan adalah memperhatikan kata-kata lain pada kalimat yang sama. Cara ini bisa

membantumu menebak makna kalimat secara keseluruhan. Jadi, kamu bisa menemukan

kata atau frasa kunci yang dimaksud.

4. Bandingkan informasi pada teks dan pilihan jawaban

Setelah kamu menemukan informasi yang kamu cari di dalam teks, kamu harus

membandingkan apakah informasi yang kamu dapatkan dengan pernyataan pada pilihan

jawaban. Pilih pilihan jawaban yang mengandung informasi yang sama dengan informasi

pada teks.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menemukan informasi spesifik pada teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Tentukan kata atau frasa kunci dari soal

2. Lakukan scanning pada teks

3. Pahami sinonim dari kata atau frasa kunci

4. Bandingkan informasi dari teks dan pilihan jawaban

Ingat!

Jenis kata yang tidak perlu dijadikan kata/frasa kunci:

 Kata tanya: what, when, why, which, who, dan lain sebagainya

 Auxiliary verb atau kata kerja bantu: is, am, are, was, were, did, does,
modal verbs, dan lain sebagainya

 Articles: a, an, the, dan lain sebagainya

 Preposition: in, or, at, of, by, dan lain sebagainya

Specific Information 4
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Sentence Restatement

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Sentence Restatement, ada


baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - Sentence Restatement

2. Bahasa Inggris - Sentence Restatement

3. Materi TPS UTBK - Bahasa Inggris – Sentence or Idea Restatement

A. Penjelasan Umum
Berdasarkan temuan pada soal ujian masuk perguruan tinggi di tahun-tahun sebelumnya,

pertanyaan tentang sentence restatement (kalimat pernyataan kembali) sering sekali muncul

dalam soal bidang bahasa Inggris. Jenis soal ini menguji pemahaman kamu tentang makna

kalimat dan sinonim kata atau frasa. Kamu harus mampu menemukan pilihan jawaban yang

memiliki informasi yang sama dengan kalimat yang dinyatakan pada soal meskipun ditulis

dalam struktur dan susunan kata yang berbeda.

Ada beberapa pertanyaan yang biasanya digunakan untuk menguji kemampuanmu memahami

teks dan mengungkapkan kembali pernyataan pada teks. Pertanyaan terkait dengan sentence

atau restatement bisa meminta kamu untuk:

Sentence Restatement 1
 mencari informasi spesifik pada teks namun dengan struktur kalimat atau kata-kata yang

berbeda;

 memilih kalimat pada pilihan jawaban yang memiliki makna yang sama dengan kalimat teks

namun dengan kata-kata atau struktur yang berbeda;

 memilih kalimat pada pilihan jawaban yang memiliki makna yang berbeda dengan kalimat

teks; atau

 memilih kalimat teks yang memiliki makna yang sama dengan kalimat yang ada pada soal.

B. Tipe Soal
Beberapa contoh pertanyaan dalam ujian masuk perguruan tinggi terkait dengan sentence

restatement adalah sebagai berikut.

 The sentence ‘...’ can best be restated as ....

 The above sentence can be replaced by ....

 The best restatement for the above sentence is ....

 The following statements can substitute the above sentence, except ....

 Which of the following statements best restates the sentence ‘...’ ?

 Which of the following statements from the text can be replaced by the above sentence?

C. Langkah Penyelesaian Soal


Untuk menjawab soal tentang sentence restatement, kamu bisa melakukan beberapa langkah

penyelesaian berikut ini.

1. Pahami makna keseluruhan kalimat soal

Kamu perlu memahami terlebih dulu makna keseluruhan pada kalimat yang akan dinyatakan

kembali. Pahami informasi utama dan maksud dari kalimat tersebut.

2. Perhatikan detail pada kalimat soal

Perhatikan informasi spesifik pada kalimat. Gunakan analisis 5W+H untuk mengidentifikasi

informasi-informasi ini. Ada beberapa informasi yang perlu kamu ketahui dari sebuah

kalimat: apa yang terjadi, siapa pelakunya, siapa objeknya, kapan terjadinya, di mana

terjadinya, dan lain sebagainya. Selain itu, dalam langkah ini kamu harus mampu

memprediksi beberapa padanan kata atau frasa dari kalimat soal yang bisa digunakan untuk

menyatakan kembali ide di pilihan jawaban. Ingat bahwa dalam menentukan padanan kata,

kamu harus mempertimbangkan konteks bacaan dan terkadang harus memperhatikan


Sentence Restatement 2
rujukan kata dari kalimat-kalimat yang berada sebelum kalimat soal.

3. Identifikasi tiap pilihan jawaban dan pastikan makna pada kalimat soal masih sama pada

kalimat jawaban. Pada umumnya, sentence restatement menggunakan sinonim atau padanan

kata dari kata yang digunakan dalam soal. Kata yang berbeda bisa mengungkapkan makna

yang sepadan atau bahkan sama. Selain itu, struktur kalimat yang berbeda bisa jadi masih

memberikan makna yang sama. Penjelasan lebih rinci ada pada sub-bab berikutnya.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan pernyataan kembali kalimat yang sesuai.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Pahami makna keseluruhan kalimat soal

2. Perhatikan detail pada kalimat soal

3. Identifikasi tiap pilihan jawaban dan pastikan maknanya sesuai

dengan makna keseluruhan di kalimat soal

D. Penjelasan Tambahan
Agar kamu bisa menjawab soal tentang sentence restatement dengan tepat, kamu perlu juga

mengetahui apa saja perubahan atau perbedaan antara kalimat soal dan kalimat restatement

yang harus kamu pilih dari pilihan jawaban.

1. Penggunaan sinonim

Sebuah kalimat restatement pada umumnya berisi kata-kata yang berbeda dengan kata-kata

pada kalimat asalnya. Oleh karena itu, kamu juga perlu tahu sinonim atau kata lain yang

memiliki kedekatan makna dengan kata pada kalimat asal. Perhatikan contoh berikut ini.

- Kalimat soal : Most the students pass the test.

- Kalimat restatement : Most pupils pass the exam.

Pada contoh di atas, kamu bisa perhatikan bahwa kata students dan test masing-masing

bersinonim dengan kata pupils dan exam.

2. Struktur kalimat aktif dan pasif

Biasanya, struktur antara kalimat pada soal dengan jawaban yang benar akan berbeda.

Terkadang, apabila kalimat pada soal dalam bentuk aktif, jawaban yang benar ada dalam

bentuk pasif, begitupun sebaliknya. Perhatikan contoh berikut ini.

Sentence Restatement 3
- Kalimat soal : The government decides to increase the passing grades this year.

- Kalimat restatement: The passing grades have been increased this year.

Dalam bentuk kalimat aktif, subjek pelaku boleh tidak dituliskan tapi makna kedua kalimat

masih sama.

3. Kalimat positif dan negatif.

Ada kemungkinan bahwa kalimat positif pada soal dinyatakan kembali dalam bentuk kalimat

negatif pada pilihan jawaban, begitupun sebaliknya. Perhatikan contoh berikut.

- Kalimat soal : Mercury is not safe for skin if it is used in a long term.

- Kalimat restatement : Mercury is potentially harmful for skin in long-term use.

Pada contoh di atas, bisa dipahami bahwa kalimat soal adalah kalimat negatif dan kalimat

restatement-nya merupakan kalimat positif. Frasa not safe atau tidak aman memiliki arti

yang sepadan dengan frasa potentially harmful atau berpotensi membahayakan.

4. Ungkapan jumlah/kuantitas

Ungkapan jumlah pada kalimat restatement bisa saja berbeda dengan kalimat asalnya. Ada

yang bersifat sinonim, ada juga yang bersifat tafsiran. Contoh kata yang bersifat sinonim ada

pada tabel berikut ini.

Meaning Expressions of Quantity


Big quantity many, much, lots of, a large number of, a huge amount of, etc.

Small quantity few, less, a few, a small amount of, a little, small number of, etc.

Tabel 1. Ungkapan kuantitas

Kata-kata pada tiap baris di tabel di atas saling bersinonim satu sama lain, tergantung pada

jenis noun yang dipakai apakah countable atau uncountable. Sebagai contoh, bagi countable

noun maka dalam mengungkapkan big quantity dapat menggunakan many sementara untuk

uncountable noun dapat menggunakan much.

Sementara itu, untuk ungkapan jumlah yang bersifat tafsiran, kamu perlu menginterpretasi

dari angka yang ada pada kalimat asal. Perhatikan contoh berikut ini.

- Kalimat soal : More than 80% of the people in Japan use smartphones.

- Kalimat restatement : Most people in Japan use smartphones.

Oleh karena frasa more than 80% mendekati 100%, frasa tersebut bisa diartikan kebanyakan

(most). Jadi, ungkapan jumlahnya bisa ditafsirkan menjadi most people in Japan.

Sentence Restatement 4
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
True or False Statements

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi True or False Statements, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - True or False Statements

2. Bahasa Inggris - Nomor 78

A. Penjelasan Umum
Soal jenis true or false statement pada ujian saringan masuk perguruan tinggi merupakan salah

satu jenis soal yang menguji pemahaman bacaan peserta. Pada jenis soal ini, peserta harus

mampu menganalisis pernyataan yang sesuai (true statement) dan pernyataan yang tidak sesuai

(false statement) berdasarkan bacaan yang disediakan. Peserta harus teliti dalam menganalisis

setiap pernyataan pada pilihan jawaban apakah sesuai atau tidak sesuai dengan informasi dari

teks.

Perlu diketahui bahwa jenis pertanyaan yang menanyakan apakah sebuah pernyataan benar

atau salah sudah sering muncul dalam ujian masuk perguruan tinggi dalam beberapa tahun

belakangan ini. Ada kemungkinan soal semacam ini akan muncul lagi di ujian masuk perguruan

tinggi tahun ini.

True or False Statements 1


B. Tipe Soal
Terdapat beberapa bentuk pertanyaan yang biasanya digunakan terkait topik ini. Berikut adalah

contohnya.

 The following statements are correct, except ....

 The correct statement about ... is ....

 Which of the following statements is correct about ... ?

 Which of the following statements is incorrect?

 The false idea the author may have about ... is ....

C. Langkah Penyelesaian Soal


Pada umumnya, soal yang menanyakan pernyataan benar atau salah memerlukan ketelitian

tinggi dan waktu yang tidak singkat untuk mengerjakannya. Namun, karena durasi dari ujian

masuk perguruan tinggi yang terbatas, kamu perlu bekerja lebih cepat. Berikut ini adalah

beberapa langkah penyelesaian soal agar kamu dapat menyelesaikan soal jenis ini dengan lebih

efektif dan efisien.

1. Pilih kata/frasa kunci pada setiap pilihan jawaban

Pemilihan frasa/kata kunci di sini bertujuan agar kamu tidak menghabiskan waktu banyak

untuk membaca teks berulang kali di setiap pilihan jawaban. Kamu hanya perlu mencari

informasi inti pada masing-masing pilihan jawaban. Informasi inti ini pada umumnya

berupa kata/frasa noun, verb, adjective, atau adverb phrase.

2. Temukan informasi mengenai kata/frasa kunci pada teks

Lakukan scanning pada teks soal untuk mencari kata/frasa kunci yang telah dipilih. Scanning

adalah cara membaca cepat untuk mencari informasi spesifik. Kamu perlu juga ingat bahwa

ada kemungkinan, kata pada teks berupa padanan kata atau sinonim dari frasa kunci pada

pilihan jawaban.

3. Pahami informasi mengenai kata kunci

Setelah menemukan kata/frasa kunci dalam teks soal, pahami informasi yang disampaikan.

Caranya adalah dengan memahami kalimat di mana kata/frasa kunci itu berada. Pahami

juga kalimat sebelum atau sesudah kalimat tersebut jika diperlukan.

4. Bandingkan informasi dan eliminasi

Setelah memahami informasi mengenai kata/frasa kunci, bandingkan apakah informasi

yang disampaikan pada pilihan jawaban sudah sesuai dengan informasi pada teks. Namun
True or False Statements 2
demikian, hal ini tergantung pada bagaimana perintah pada soal, apakah menanyakan

pernyataan yang benar atau salah. Apabila soal meminta kamu mencari pernyataan benar

pada pilihan jawaban, lakukan eliminasi pada pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai

dengan informasi dalam teks. Sebaliknya, apabila soal meminta kamu mencari pernyataan

yang salah, lakukan eliminasi pada pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan informasi

dalam teks. Teknik eliminasi akan mempermudah kamu mengerjakan jenis soal ini.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menemukan pernyataan benar dan salah pada teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Pilih kata/frasa kunci pada setiap pilihan jawaban

2. Scanning kata/frasa kunci tersebut pada teks soal

3. Pahami informasi mengenai kata kunci

4. Bandingkan informasi dan eliminasi

C. Identifikasi Pernyataan
Sebagaimana dijelaskan dalam langkah penyelesaian soal, kamu akan melewati tahap di mana

kamu perlu mencocokkan apakah pernyataan pada teks sesuai dengan pernyataan pada pilihan

jawaban atau tidak. Pernyataan pada pilihan jawaban kadang tidak sama dengan yang ada pada

teks, baik kosakata maupun struktur bahasanya dibuat berbeda. Pernyataan pada pilihan

jawaban dibuat dalam bentuk restatement dari pernyataan pada teks. Perhatikan beberapa hal

berikut ini.

1. Semua bagian pada pernyataan harus benar

Sebuah pernyataan dianggap benar apabila semua informasi dari pernyataan itu sesuai

dengan teks. Apabila ada satu saja bagian informasi yang tidak sesuai maka pernyataan itu

sudah pasti salah.

2. Perhatikan kata keterangan/jumlah absolut

Kata keterangan yang menunjukkan frekuensi atau jumlah absolut (contoh: all, always, never,

entirely, completely, best, worst, none) tidak membolehkan adanya pengecualian. Biasanya,

kalimat dengan keterangan ini jarang menjadi pilihan jawaban yang tepat. Beberapa kata

keterangan frekuensi/jumlah yang membolehkan pengecualian adalah kata yang tidak

True or False Statements 3


menunjukkan hal absolut, misalnya some, many, few, sometimes, rarely, hardly, often,

frequently, dan lain sebagainya.

Ingat!

Kata keterangan yang bersifat absolut atau tidak membolehkan adanya


pengecualian:

- all - none

- always - never

- best - worst

- entire - entirely

- completely

3. Jangan bingung dengan kalimat negatif

Kalimat negatif sering muncul baik dalam teks maupun pilihan jawaban. Terkadang,

kalimat dengan no atau not bisa membuat bingung untuk menentukan pernyataan yang

benar atau salah. Agar lebih mudah memahami pernyataan dengan kata negatif,

abaikan kata negatifnya terlebih dulu. Lalu, cocokkan antara pernyataan pada teks

dengan pernyataan pada pilihan jawaban. Apabila keduanya cocok, maka pernyataan

pada pilihan jawaban tersebut salah. Apabila tidak cocok, maka pernyataan tersebut

benar. Ingat bahwa tadi kata negatif diabaikan.

4. Jangan ragu membaca pernyataan yang panjang

Kalimat pada teks di mana frasa/kata kunci berada terkadang cukup panjang. Namun

demikian, terkadang ada tanda baca pemisah seperti tanda koma (,), tanda hubung (-),

tanda petik (“), dan sebagainya yang dapat memberi petunjuk. Pahami informasi pada

tiap bagian sebelum tanda tersebut. Apabila ada bagian informasi yang tidak sesuai

dengan pilihan jawaban, bisa dipastikan pernyataan pada pilihan jawaban salah. Jadi,

kamu bisa langsung eliminasi pilihan jawabannya.

True or False Statements 4


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Topic and Main Idea

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Topic and Main Idea, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - Topic and Main Idea of a Pasage

2. Materi TPS UTBK - Bahasa Inggris - Topic and Main Idea of a Paragraph

3. Bahasa Inggris - Nomor 79

Kamu pasti sudah familiar dengan soal yang menanyakan tentang topik (topic) atau ide pokok (main

idea) dalam sebuah teks. Soal semacam ini cukup efektif untuk menguji kemampuanmu dalam

memahami teks secara keseluruhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa jenis soal ini sudah pasti ada

dalam ujian masuk perguruan tinggi. Namun, tidak jarang peserta ujian kesulitan dalam

menentukan topik atau ide pokok dalam sebuah teks. Sebelum tahu bagaimana cara menjawab

jenis soal ini, kamu perlu tahu apa itu topik dan ide pokok.

A. Penjelasan Umum
Topik merupakan “hal yang dibahas oleh penulis” atau sesuatu yang ingin disampaikan oleh

penulis. Topik harus bersifat umum secara makna agar dapat mencakup semua ide pokok yang

disampaikan dalam sebuah teks. Dengan kata lain, sebuah topik tidak boleh spesifik.

True or False Statements 1


Sering kali, sebuah topik hanya terdiri dari satu kata atau frasa saja. Dalam menyampaikan

sebuah topik, seorang penulis akan menggunakan pernyataan tesis (thesis statement) dan ide

pokok (main idea) dalam teksnya.

Pernyataan tesis (thesis statement) berfungsi untuk menginformasikan kepada pembaca tentang

hal-hal yang akan disampaikan dalam sebuah tulisan. Pada umumnya, sebuah pernyataan tesis

berupa kalimat dan terletak di akhir paragraf pertama. Kalimat ini hanya ada satu saja dalam

teks. Pernyataan tesis membuat sebuah tulisan lebih terstruktur dan mudah dibaca. Soal

tentang pernyataan tesis jarang muncul dalam ujian masuk perguruan tinggi. Hal ini

dikarenakan pernyataan tesis tidak sering ditemukan dalam sebuah teks. Namun demikian,

kemampuan mengidentifikasi pernyataan tesis dalam teks, apabila ada, sangat membantu

dalam mengerjakan soal tentang topik dan ide pokok.

Berbeda dengan topik, ide pokok (main idea) adalah pengembangan dari sebuah topik dan

muncul dalam bentuk kalimat. Ide pokok dalam sebuah paragraf pada umumnya terletak di

kalimat awal, tengah, atau akhir dalam suatu paragraf. Ide pokok berisi informasi inti namun

bersifat umum pada suatu paragraf. Dalam sebuah paragraf, ide pokok akan dijabarkan secara

lebih rinci oleh beberapa kalimat pendukung (supporting details).

B. Tipe Soal
Dalam soal ujian masuk perguruan tinggi, soal dapat menanyakan topik dari keseluruhan teks

maupun topik dari suatu paragraf. Perhatikan, jika pada pilihan jawaban tertera adalah suatu

kata atau frasa dapat dipastikan bahwa soal tersebut menanyakan topik. Ingat kembali bahwa

frasa hanya sekumpulan kata, bukan kalimat lengkap yang setidaknya terdiri dari subjek dan

verb atau tanda baca.

Sementara itu, jika kamu membaca pilihan jawaban dalam bentuk kalimat, dapat dipastikan

bahwa soal menanyakan main idea, bukan topic. Soal tentang main idea biasanya menanyakan

main idea dari suatu paragraf. Jarang sekali menanyakan main idea dari keseluruhan teks. Pada

soal semacam ini, kamu akan membaca kalimat-kalimat yang berisi pilihan main idea pada

pilihan jawaban. Selain jenis soal yang menanyakan main idea yang tepat, soal dalam ujian

saringan masuk perguruan tinggi sering juga menanyakan paragraf mana yang memiliki main

True or False Statements 2


idea yang disebutkan pada soal. Di jenis soal ini, kamu akan melihat nomor-nomor paragraf

pada pilihan jawaban.

Berikut adalah beberapa contoh soal yang menanyakan topic atau main idea.

 The passage is mainly concerned with ....

 The topic of the passage is ....

 The passage discusses ….

 The second paragraph mainly talks about ....

 Which paragraph mentions about .... ?

 The author describes ... most effectively in paragraph ....

 The main idea of the second paragraph is ….

C. Langkah Penyelesaian Soal


Cara menjawab soal yang menanyakan topik atau ide pokok kurang lebih sama. Ingat bahwa

keduanya hanya berbeda pada bentuk penulisan saja. Topik biasanya ditulis dalam bentuk kata

atau frasa sedangkan ide pokok ditulis dalam bentuk kalimat. Berikut adalah cara

menyelesaikan soal yang menanyakan topic atau main idea.

1. Skimming

Skimming merupakan teknik membaca cepat dengan tujuan untuk mengetahui informasi

umum dalam teks. Untuk melakukan skimming, kamu perlu membaca cepat tiap paragraf

dan perhatikan kata-kata yang sering muncul. Hal ini dilakukan agar kamu bisa dapat kesan

tentang teks secara umum. Lalu, pahami beberapa kalimat awal dan akhir pada tiap paragraf

untuk memahami informasi secara umum pada teks.

2. Perhatikan kata/frasa yang sering muncul

Kata atau frasa yang sering muncul bisa menjadi salah satu petunjuk topik.

3. Pahami semua informasi utama

Informasi utama pada teks dapat dilihat dari setiap paragraf. Temukan informasi penting

apa yang disampaikan di setiap paragraf atau bisa juga diperhatikan dari ide pokok

paragrafnya. Sementara itu, informasi utama dalam satu paragraf dapat diketahui dari

seluruh kalimat. Temukan informasi penting apa yang coba disampaikan melalui setiap

kalimat. Ingat bahwa dalam satu paragraf, informasi utama didukung oleh supporting ideas.

True or False Statements 3


4. Pilih pilihan jawaban yang merangkum Informasi utama

Pilihan jawaban yang tepat merupakan pilihan jawaban yang merangkum informasi utama

dari teks atau paragraf. Jika yang ditanyakan adalah topik teks maka pilihan jawaban yang

tepat adalah kata atau frasa yang mewakili informasi umum dari seluruh paragraf teks bukan

hanya dari paragraf tertentu saja. Sementara itu, jika yang ditayakan adalah topik atau main

idea dari satu paragraf maka fokuslah pada informasi di paragraf yang ditanyakan. Abaikan

informasi dari paragraf lain yang tidak ditanyakan.

Untuk lebih memudahkan kamu menemukan topik teks maupun paragraf, pahami langkah

SUPER berikut ini.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Skimming

2. Temukan kata/frasa yang sering muncul

3. Pahami informasi utama di setiap paragraf/kalimat

4. Pilih pilihan jawaban yang merangkum semua informasi utama

Selain langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, terdapat SUPER lain untuk menemukan

topik teks.

SUPER "Solusi Quipper"

AAW

(Awal – Akhir – Word)

Awal: Pahami kalimat awal di tiap paragraf.

Akhir: Pahami kalimat terakhir di tiap paragraf.

Word: Perhatikan kata-kata yang sering muncul.

True or False Statements 4


D. Soal Tipe Lain Mengenai Topik dan Ide Pokok
Selain soal yang langsung menanyakan topik atau ide pokok teks atau paragraf, dalam ujian

saringan masuk perguruan tinggi, ada pula jenis soal lain yang masih berhubungan dengan

pertanyaan tentang topik atau ide pokok. Dua diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Paragraf yang Berisi Topik atau Ide Pokok Tertentu


Soal jenis ini sebenarnya sudah dibahas di sub-bab sebelumnya. Pada jenis ini soal

menyatakan topik atau ide pokok tertentu lalu menanyakan paragraf mana yang menyatakan

topik atau ide pokok tersebut. Berikut adalah contoh pertanyaan soal jenis ini.

The author describes the economic efficiency of the mirrorless system most effectively

in paragraph ....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

E. 5

(Sumber: Tes Kemampuan dan Potensi Akademik SBMPTN 2018 (Kode Soal: 522))

Berikut adalah langkah penyelesaian soal jenis ini.

1. Tentukan kata kunci dari topik atau ide pokok yang dinyatakan soal.

2. Lakukan scanning untuk mencari kata kunci yang telah ditentukan.

3. Pahami informasi mengenai kata kunci tersebut. Lalu, perhatikan informasi tersebut ada

di paragraf berapa.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menemukan paragraf mana yang berisi topik atau ide

pokok tertentu di dalam teks.

True or False Statements 5


SUPER "Solusi Quipper"

1. Tentukan kata kunci

2. Scanning

3. Pahami informasi dan pilih pilihan jawaban yang tepat

2. Memprediksi Paragraf Sebelum atau Setelah Teks


Pertanyaan tentang memprediksi topik dalam sebuah paragraf pernah muncul dalam ujian

masuk perguruan tinggi. Soal jenis ini meminta kamu menebak isi paragraf yang muncul

sebelum atau sesudah teks bacaan yang telah tersedia. Beberapa contoh pertanyaannya

adalah sebagai berikut.

 What topic would the preceding/following paragraph most likely deal with?

 What did the paragraph preceding this passage most likely discuss?

 The paragraph before/after the passage most probably discusses ....

 It can be inferred from the passage that the previous/next paragraph concerns ....

 What most likely precedes/follows the passage?

Untuk mengetahui topik paragraf yang tepat untuk ditempatkan sebelum atau setelah teks

yang sudah ada, kamu perlu memahami topik atau ide pokok dari paragraf pertama unutk

memprediksi paragraf sebelum teks dan memahami topik atau ide pokok dari paragraf

terakhir untuk memprediksi paragraf setelah teks. Satu hal yang perlu dipahami adalah

paragraf yang ditanyakan masih berhubungan dengan paragraf yang ada dalam naskah soal.

Strategi menjawab soal jenis ini bisa dibedakan berdasarkan letak paragraf yang ditanyakan.

a. Memprediksi topik paragraf yang muncul sebelum teks

1) Lakukan skimming pada paragraf pertama.

2) Pahami dua kalimat pertama di paragraf pertama dan cari kata petunjuk.

3) Pilih jawaban yang tepat dengan memperhatikan hubungan paragraf atau kata

kuncinya.

b. Memprediksi topik paragraf yang muncul setelah teks

1) Lakukan skimming pada paragraf terakhir.

True or False Statements 6


2) Pahami beberapa kalimat terakhir di paragraf terakhir dan cari kata petunjuk.

3) Pilih jawaban yang tepat dengan memerhatikan hubungan paragraf atau kata kuncinya.

4) Apabila pada paragraf pertama ada pernyataan tesis, gunakan itu sebagai petunjuk

untuk memprediksi topik yang muncul pada paragraf setelah teks.

Topik paragraf yang muncul sebelum atau sesudah teks, juga dapat diprediksi dengan

memperhatikan conjunction atau verb pada paragraf awal atau akhir. Beberapa kata/frasa

menunjukkan hubungan-hubungan sebagai berikut.

 Sebab – akibat: therefore, so, hence, as a result, as a consequence, consequently, due to,

because, dan lain sebagainya.

 Pertentangan: however, on the other hand, unlike, yet, although, despite, in spite of, dan lain

sebagainya.

 Perbandingan (persamaan): likewise, just like, dan lain sebagainya.

 Urutan kejadian: before, after, following, then, dan lain sebagainya.

 Umum-khusus: consist of, comprise, cover, include, dan lain sebagainya.

Ingat langkah SUPER berikut untuk mengerjakan soal yang menanyakan prediksi topik paragraf
sebelum atau setelah teks yang tersedia.

SUPER "Solusi Quipper"

SEBELUM yang PERTAMA dan SETELAH yang TERAKHIR

Untuk memprediksi topik paragraf sebelum teks, pahami kalimat-kalimat

pertama di paragraf pertama.

Untuk memprediksi topik paragraf setelah teks, pahami kalimat-kalimat

terakhir di paragraf terakhir.

True or False Statements 7


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Author’s Attitude and Opinion

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Author’s Attitude and Opinion,
ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - Autor's Assumption, Attitude, or Opinion

2. Bahasa Inggris - Nomor 81

3. Bahasa Inggris - Nomor 88

A. Penjelasan Umum
Dalam sebuah teks, tidak jarang seorang penulis menunjukkan sikap atau menyertakan

pendapat pribadinya terhadap topik yang dijelaskan. Dalam bahasa Inggris, hal ini juga biasa

disebut sebagai author’s attitude and opinion. Sikap seorang penulis terhadap sebuah topik,

pendapat, atau masalah bisa bermacam-macam: positif, negatif, atau netral. Tiga jenis sikap ini

bisa diungkapkan dalam berbagai bentuk kata sifat yang lebih spesifik, misalnya concerned,

considerate, cautious, critical, neutral, realistic, dan lain sebagainya. Sementara itu, soal yang

menanyakan pendapat penulis cenderung lebih beragam. Soal dapat menanyakan tanggapan

penulis terhadap suatu hal, alasan penulis menuliskan suatu pernyataan, persetujuan atau

ketidaksetujuan penulis, asumsi penulis terhadap suatu bahasan, keyakinan penulis terhadap

suatu fakta, dan lain sebagainya. Pertanyaan mengenai sikap atau pendapat penulis ini biasanya

ditandai dengan penyebutan author’s … pada soal.

True or False Statements 1


Dalam ujian masuk perguruan tinggi beberapa tahun terakhir, soal yang menanyakan tentang

sikap atau pendapat penulis sering muncul. Peserta ujian harus mampu mengetahuinya dari

cara penulis menyampaikan informasi di dalam teks, gaya bahasa yang penulis gunakan,

maupun struktur kalimat yang dibangun dalam teks.

B. Author’s Attitude
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa sikap penulis secara umum dapat dibedakan

menjadi tiga kelompok, yaitu positive, negative, dan neutral. Namun demikian, ketiga jenis sikap

tersebut dapat diekspresikan menggunakan berbagai kata sifat. Tabel berikut berisi beberapa

contoh kata sifat yang menunjukkan attitude penulis yang pernah muncul dalam ujian masuk

perguruan tinggi beberapa tahun terakhir.

Attitude Adjective
Positive concerned, considerate, determined, optimistic, persistent, positive,

thoughtful

Negative cautious, critical, disapproving, doubtful, pessimistic, uninterested

Neutral neutral, realistic

Tabel 1. Kata-kata untuk menggambarkan sikap penulis terhadap topik teks

1. Tipe Soal
Soal mengenai sikap penulis biasanya menanyakan bagaimana penulis menyikapi suatu

bahasan pada teks maupun topik keseluruhan teks. Berikut adalah beberapa bentuk soalnya.

 The author’s attitude toward ... is ....

 Which of the following best reflects the author’s attitude toward …?

 What is the author’s attitude toward the topic of the passage?

2. Langkah Penyelesaian Soal


Sikap penulis terhadap sebuah topik atau pendapat cenderung implisit. Sikap penulis dapat

dipahami dari kata-kata atau struktur kalimat yang dipakai untuk menjelaskan topik tersebut.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menemukan sikap penulis terhadap topik teks.

1. Lakukan skimming atau scanning


True or False Statements 2
Lakukan skimming untuk memahami isi teks secara umum. Dengan skimming, kamu dapat

dapat menemukan bagaimana penulis menyikapi topik dari keseluruhan teks. Di sisi lain,

jika soal menanyakan bagaimana sikap penulis menyikapi suatu bahasan tertentu dalam

teks, kamu harus melakukan scanning. Pilih kata/frasa kunci yang menunjukkan

pernyataan atau hal yang dimaksud pada soal lalu lakukan scanning untuk menemukan

di mana kata/frasa kunci tersebut berada kemudian memahaminya.

2. Perhatikan kata-kata deskriptif

Perhatikan kata-kata yang dipakai dalam setiap paragraf untuk menemukan bagaimana

penulis menyikapi topik teks. Sementara itu, pahami kata-kata deskriptif dari kalimat yang

mengandung kata/frasa kunci jika soal menanyakan sikap penulis terhadap bahasan

tertentu. Apapun jenis soalnya, fokus pada kata-kata yang bersifat deskriptif atau

menerangkan sikap penulis. Kata-kata ini bisa berupa verb, adjective, atau noun, baik

berupa sebutan maupun penggambaran yang diberikan oleh penulis untuk topik

tersebut.

3. Tentukan sikap penulis

Dari kata-kata deskriptif, simpulkan bagaimana sikap penulis terhadap topik atau

pernyataan yang ditanyakan soal. Ingat kembali kata-kata deskriptif apa yang ada pada

teks.

Ingat langkah SUPER berikut untuk memahami sikap penulis pada teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Lakukan skimming atau scanning

2. Pahami kata-kata deskriptif

3. Tentukan sikap yang ditunjukkan makna dari deskripsi tersebut

3. Kata Petunjuk
Berikut ini adalah daftar kata-kata yang bisa jadi petunjuk mengenai sikap penulis terhadap

topik atau bahasan yang dijelaskan dalam teks.

True or False Statements 3


Sikap Kata Petunjuk
Angry mad, angry, rage

Doubtful doubt, hesitant, hesitate, not sure, disbelief, not believe, not convinced

Disagree different opinion, don’t agree, disagree

Critical unnecessary, unimportant, disagree, inefficient

Positive benefit, important, pivotal, essential, best, good, great, wonderful,

futuristic, modern, convenient

Disappointed unfortunately, turned down

Surprise surprisingly, shockingly, astonishing, mind-blowing, jaw-dropping

Negative outdated, shortage, drawback, flaw, bad, worst, ugly

Tabel 2. Contoh kata petunjuk dalam teks untuk menentukan sikap penulis

C. Author’s Opinion
1. Tipe Soal
Kemampuan dalam mengidentifikasi pendapat penulis dalam sebuah teks sangat penting

dalam memahami teks. Ada banyak jenis soal yang menanyakan pendapat penulis, bisa

menanyakan pemikiran, asumsi, kepercayaan, bias, dan lain sebagainya. Beberapa contoh

soalnya adalah sebagai berikut.

 According to the author’s opinion, which of the following ...?

 The false idea the author may have about ... is ....

 Which of the following does the author think ... ?

 The author expresses ... regarding ....

 The author’s assumption about … is that ….

 Based on the passage, what does the author’s bias deal with?

 The author’s bias regarding … is that ….

 The author’s believe that ….

2. Langkah Penyelesaian Soal


Berikut adalah langkah-langkah untuk menemukan pendapat penulis pada teks.

1. Tentukan kata/frasa kunci


True or False Statements 4
Pertanyaan terkait pendapat penulis cenderung menanyakan informasi yang spesifik pada

teks. Untuk menemukan informasi tersebut, pilih kata/frasa kunci dari pernyataan yang

ditanyakan soal. Sementara itu, untuk menjawab soal yang menanyakan pengecualian

pada pilihan jawaban (ditandai dengan kata not atau except), kamu bisa memilih kata/frasa

kunci dari pilihan jawaban.

2. Lakukan scanning

Kamu bisa melakukan scanning pada teks menggunakan kata/frasa kunci yang telah dipilih.

Temukan di mana kata/frasa kunci berada lalu pahami kalimat yang mengandung

kata/frasa kunci tersebut. Tidak menutup kemungkinan juga, informasi yang dibutuhkan

terdapat pada kalimat sebelum atau setelahnya.

3. Bandingkan pilihan jawaban dengan informasi pada teks

Setelah memahami informasi pada teks, bandingkan informasi tersebut dengan

pernyataan yang ada pada pilihan jawaban. Pastikan informasi yang disampaikan sama

meskipun menggunakan kosakata atau struktur kalimat yang berbeda.

Ingat langkah SUPER berikut untuk memahami pendapat penulis pada teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Tentukan kata/frasa kunci

2. Lakukan scanning pada teks

3. Bandingkan pilihan jawaban dengan informasi pada teks

True or False Statements 5


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Idea Development and Organization

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Idea Development and


Organization, ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris - Author's Ideas Development or Organization

2. Materi TPS UTBK Bahasa Inggris - Author's Ideas Development or Organization

3. Bahasa Inggris - Nomor 80

A. Penjelasan Umum
Teks yang efektif adalah teks yang mampu menyampaikan ide penulis dengan baik melalui

struktur penulisan tertentu. Susunan penulisan, dalam hal ini susunan ide (idea organization),

dibuat menyesuaikan dengan genre/jenis teks agar bisa lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Kemampuanmu memahami susunan ide bahkan pengembangan ide dalam sebuah teks, dapat

membantu dalam memahami teks dengan lebih cepat. Ujian saringan masuk perguruan tinggi

tidak jarang menanyakan tentang susunan dan pengembangan ide teks. Soal terkait akan

menanyakan bagaimana penulis menyajikan ide-idenya dalam paragraf atau teks.

Susunan dan pengembangan ide di dalam sebuah teks harus terstruktur. Tujuannya adalah agar

informasi-informasi dalam teks bisa disajikan secara koheren dan kohesif. Koheren berarti

informasi pada teks tersebut konsisten dan logis sedangkan kohesif berarti informasi-informasi

pada teks saling berhubungan dan menjadi satu kesatuan. Berikut ini adalah beberapa pola
Idea Development and Organization 1
susunan dan pengembangan ide yang umum dipakai dalam sebuah teks berdasarkan kata/frasa

petunjuk.

1. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan sebab atau akibat, seperti because,

due to, so, thus, therefore, as a result, as a consequence, dan lain sebagainya, berarti penulis

hendak menjelaskan mengapa suatu hal terjadi dan apa akibatnya. Dalam pola ini, penulis

bisa berfokus pada salah satunya saja (sebab atau akibat) di mana satu di antaranya

mendapat penjelasan yang lebih detail.

2. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan perbandingan atau pertentangan,

seperti kata sifat komparatif (more, less), kata sifat superlatif (the most, the least, the best),

comparable, similar, unlike, likewise, different from, on the other hand, berarti penulis hendak

membandingkan dua hal untuk mencari persamaan atau perbedaannya. Penulis bisa

berfokus dalam menguraikan persamaan saja atau perbedaan saja.

3. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan definisi atau contoh, seperti for

example, for instance, such as, dan lain sebagainya, berarti penulis hendak memberi definisi

untuk suatu konsep lalu menguraikan contoh-contohnya.

4. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan klasifikasi atau pengelompokan,

seperti kata-kata kerja consist of, comprise, include, cover, dan lain sebagainya, berarti penulis

hendak mengelompokkan atau mengklasifikasikan beberapa hal dalam teks.

5. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan kronologi, seperti in the past, in …

(year), after that, then, dan lain sebagainya, berarti penulis hendak menjelaskan kejadian atau

informasi berdasarkan urutan waktunya.

6. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan urutan, seperti first, second, third,

dan lain sebagainya, berarti penulis hendak menjelaskan ide berdasarkan urutan

prosedurnya. Meskipun fokus pola ini adalah pada urutan kegiatan, kadang penyebutannya

bisa sama saja dengan kronologi.

7. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan masalah dan solusi, seperti

problem, trouble, difficulty, danger, solution, solve, dan lain sebagainya, berarti penulis hendak

menjelaskan sebuah masalah kemudian menguraikan solusi-solusi yang mungkin bisa

digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Namun, bisa juga penulis menjelaskan

sebuah solusi terlebih dahulu dan menguraikan masalah-masalah yang bisa dipecahkan

dengan solusi tersebut.

Idea Development and Organization 2


8. Jika pada teks terdapat kata atau frasa yang menunjukkan pro dan kontra, seperti however,

on the other hand, disadvantage, benefit, opponent, proponent, dan lain sebagainya, berarti

penulis hendak menjelaskan atau menyebutkan argumen yang mendukung dan menolak

sebuah isu. Pola ini biasanya dipakai untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu

benda atau konsep. Berbeda dengan pola teks perbandingan yang membandingkan dua hal

atau benda, teks yang menunjukkan pro dan kontra berfokus pada satu hal saja yang

diuraikan melalui dua sudut pandang yang berbeda.

Pola-pola susunan ide di atas bisa berada pada level paragraf maupun keseluruhan teks. Selain

itu, pola susunan ini juga bisa menunjukkan hubungan antara suatu informasi dengan informasi

lain, suatu paragraf dengan paragraf lain, ataupun suatu kalimat dengan kalimat-kalimat

lainnya.

B. Tipe Soal
Soal mengenai susunan dan pengembangan ide biasanya menanyakan bagaimana ide

dikembangkan dalam teks atau hubungan antarparagraf. Berikut adalah beberapa bentuk

soalnya.

 In presenting the ideas, the author starts by ….


 How are the ideas in paragraphs ... and ... related?
 How does the author explain the topic in the passage?
 How does the idea in sentence ... relate to the other ideas in paragraph ...?

C. Langkah Penyelesaian Soal


Untuk menyelesaikan tipe soal ini, kamu perlu juga perhatikan apakah yang ditanyakan adalah

organisasi ide atau pengembangan ide satu paragraf saja atau keseluruhan teks. Selain itu, soal

juga bisa menanyakan tentang keterkaitan antarparagraf atau antarkalimat dalam satu

paragraf. Beberapa langkah yang perlu kamu lakukan adalah sebagai berikut.

1. Skimming

Lakukan skimming untuk memahami isi teks atau paragraf secara umum. Jika soal

menanyakan susunan ide seluruh teks, berarti skimming semua paragraf untuk mendapatkan

ide secara umum. Namun, jika yang ditanyakan adalah keterkaitan antarparagraf, skimming

hanya paragraf yang ditanyakan saja. Skimming yang dilakukan adalah untuk mengetahui ide

pokok paragraf.
Idea Development and Organization 3
2. Pahami ide pokok paragraf

Biasanya, ide pokok ada di awal, tengah, atau akhir paragraf. Ide pokok bisa berupa kalimat

yang memang sudah tertulis dalam teks ataupun simpulan dari hasil skimming yang sudah

kamu lakukan. Ide pokok yang harus dipahami bisa ide pokok setiap paragraf atau hanya ide

pokok dari paragraf yang ditanyakan. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jika yang

ditanyakan pengembangan atau organisasi ide dari seluruh teks maka yang harus dipahami

adalah ide pokok setiap paragraf. Sementara itu, jika soal menanyakan pengembangan dan

organisasi ide dari paragraf tertentu maka yang harus dipahami adalah ide pokok paragraf

yang ditanyakan, tidak perlu mencari semua ide pokok setiap paragraf.

3. Tentukan hubungan ide

Perhatikan kata-kata yang menunjukkan pola susunan ide pokok antarparagraf. Tentukan

hubungan informasi-informasi dalam teks atau paragraf. Gunakan pola susunan dan

pengembangan teks untuk mengidentifikasinya. Selain itu, penting juga untuk memahami

konteks dan mampu mengaitkan informasi dalam teks dengan pengetahuan di luar teks agar

bisa lebih memahaminya.

Ingat langkah SUPER berikut untuk memahami pengembangan dan penyusunan ide pada teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Lakukan skimming

2. Pahami ide pokok paragraf

3. Tentukan hubungan ide

Idea Development and Organization 4


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Implicit Ideas

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Implicit Ideas, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris – Reading Comprehension

2. Bahasa Inggris - Nomor 83

A. Penjelasan Umum
Sebagai seorang pembaca kritis, kamu sebaiknya memiliki kemampuan untuk memahami

informasi tersirat dalam sebuah teks. Informasi tersirat atau implicit ideas merupakan

informasi yang tidak tertulis di dalam sebuah teks. Namun demikian, kamu bisa menebak atau

menyimpulkannya berdasarkan informasi-informasi yang ada pada teks dan mengaitkannya

dengan pengetahuan yang sudah kamu miliki. Dalam bahasa Inggris, aktivitas menyimpulkan

informasi tersirat ini juga biasa disebut reading between the lines atau memahami sesuatu yang

tidak tertulis dalam teks.

Dalam ujian saringan masuk perguruan tinggi, soal yang menanyakan informasi tersirat dalam

teks sering muncul. Informasi tersirat yang ditanyakan bisa dalam tingkatan kalimat, paragraf,

maupun teks secara keseluruhan. Untuk memahami makna tersirat dalam teks, ada beberapa

Implicit Ideas 1
hal yang perlu kamu perhatikan, antara lain sebagai berikut.

1. Adjective, verb, dan adverb

Ketiga jenis kata ini biasanya menyimpan makna tersirat dalam sebuah kalimat. Kata-kata

ini memberi penjelasan terhadap informasi atau topik yang dijelaskan dalam teks.

2. Writer’s opinion/attitude

Sikap penulis yang ditampilkan dalam sebuah teks juga berkontribusi pada informasi

tersirat dalam sebuah kalimat atau teks. Sikap penulis bisa diungkapkan secara langsung

maupun tidak langsung. Untuk menemukannya, pahami kata-kata yang menunjukkan

keterangan terhadap topik dalam teks.

B. Tipe Soal
Dalam soal ujian masuk perguruan tinggi, soal dapat menanyakan informasi tersirat dari sebuah

kalimat, paragraf, maupun teks secara keseluruhan. Soal juga bisa menanyakan tentang

informasi mana pada pilihan jawaban yang tidak tersirat dari sebuah paragraf. Beberapa tipe

soal yang menanyakan informasi tersirat adalah sebagai berikut.

 Paragraph ... implies that ….


 By saying ‘...‘, the author implies that ….
 Regarding ..., the author implies that ....
 It can be inferred from paragraph ... that ….

C. Langkah Penyelesaian Soal


Cara menjawab soal yang menanyakan informasi tersirat mengharuskan kamu menyimpulkan

makna-makna yang mungkin disampaikan dalam sebuah kalimat.

1. Lakukan skimming atau scanning

Baca dengan cepat untuk mencari informasi yang ditanyakan pada teks. Lakukan skimming

atau membaca cepat untuk menemukan informasi umum jika soal menanyakan informasi

tersirat dari sebuah paragraf atau seluruh teks. Sementara itu, apabila kalimat yang

ditanyakan sudah dituliskan pada soal, pilih kata kunci dari pernyataan soal lalu lakukan

scanning. Scanning juga bisa membantumu untuk mengetahui di mana kalimatnya berada.

Dengan memahami kalimat-kalimat di sekitar kalimat soal, kamu bisa menggunakan

informasi-informasi lain yang ada pada paragraf yang sama untuk membantu

pemahamanmu.
Implicit Ideas 2
2. Pahami makna kalimat

Pahami kata-kata yang ada dalam kalimat tersebut. Perhatikan adjective, adverb, dan verb

yang ada pada kalimat yang dimaksud soal dan pahami maknanya. Kamu juga harus terbuka

dengan kemungkinan bahwa kalimat soal menggunakan kiasan sehingga kamu tidak boleh

memahaminya hanya secara literal. Kamu juga perlu perhatikan kata-kata yang biasanya

bersinonim. Selain itu, perhatikan kalimat yang muncul sebelum atau sesudah kalimat soal

karena kadang kala, kalimat-kalimat itu bisa membantu pemahamanmu.

3. Gunakan pengetahuanmu

Gunakan informasi yang sebelumnya sudah kamu ketahui untuk menebak kemungkinan

makna lain dari kata-kata yang disampaikan.

Contoh kalimat: A snake can eat another snake.

Penggunaan kata can menunjukkan kemampuan. Namun demikian, bukan berarti ular

selalu makan ular yang lain. Bandingkan apabila verb yang dipakai adalah eats yang berarti

“selalu/sering makan”, bukan can eat yang berarti “bisa makan” maka maknanya akan

berbeda. Pengetahuanmu tentang modal auxiliary: can inilah yang memberi makna

tambahan pada kalimat tersebut dan belum tentu informasi mengenai arti kata can

dijelaskan pada teks.

4. Simpulkan informasi tersiratnya

Dengan memahami kata-kata dalam teks dan menggunakan pengetahuanmu untuk

mengetahui potensi makna apa saja yang ada dalam suatu kalimat, simpulkan apa yang

sebetulnya ingin disampaikan penulis. Perhatikan gambarannya sebagai berikut.

Contoh kalimat: A snake can eat another snake.

Kamu sebagai pembaca dapat membuat beberapa penafsiran untuk kalimat tersebut.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

 A snake does not always eat another snake.

 A snake can be a cannibal.

Perhatikan bahwa penggunaan kata can menunjukkan kemampuan, bukan sesuatu yang

selalu terjadi. Jadi, makna tersirat yang bisa disimpulkan dari kalimat yang menyatakan

bahwa seekor ular bisa makan ular lain adalah (1) seekor ular tidak selalu makan ular lain;

dan (2) seekor ular bisa menjadi kanibal. Meskipun kata kanibal biasanya hanya berlaku untuk

manusia namun pada konteks ini kata kanibal artinya spesies yang memakan sesama

Implicit Ideas 3
spesiesnya sendiri.

Pahami langkah SUPER berikut untuk memahami makna tersirat.


.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Skimming atau scanning teks

2. Pahami makna kalimat

3. Gunakan pengetahuanmu

4. Simpulkan informasi tersiratnya

Implicit Ideas 4
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Purpose of the Passage

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Purpose of the Passage, ada
baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris – Reading Comprehension

A. Penjelasan Umum

Dalam menulis sebuah teks, penulis pasti memiliki alasan mengapa Ia memutuskan untuk

menulis teks tertentu. Alasan inilah yang merupakan tujuan penulisan teks. Tujuan penulisan

teks tidak secara tersurat dituliskan di dalam teks. Penulis sangat jarang secara jelas

mengemukakan alasan mengapa Ia menulis suatu teks di dalam tulisannya. Oleh karena itu,

sebagai pembaca, kamu harus mampu menganalisis tujuan penulisan teks dari susunan

informasi yang disampaikan, struktur penulisan, dan tidak jarang dari jenis teksnya.

Setiap paragraf yang disusun dalam sebuah teks memiliki tujuan tertentu mengapa

disampaikan di bagian awal, tengah, atau akhir. Organisasi teks itu dibuat tidak lain untuk

menyampaikan pesan kepada pembaca mengenai apa yang menjadi perhatian penulis. Dengan

demikian, salah satu cara untuk mengetahui tujuan penulis adalah dengan memahami susunan

informasi utama dari setiap paragraf.

Purpose of the Passage 1


Selain memahami informasi utama dari setiap paragraf, sering kali tujuan ditulisnya sebuah teks

dapat diperhatikan dari jenis teksnya. Jenis teks digunakan agar teks bisa dipahami dengan baik

dan lebih mudah oleh para pembaca. Pembaca bisa mengantisipasi informasi yang akan muncul

dalam sebuah teks atau menemukan dengan mudah informasi yang dibutuhkan. Jenis teks bisa

dikenali salah satunya dari kata-kata penanda (signal words) yang muncul di dalamnya. Agar

kamu bisa mengetahui tujuan teks, kamu harus tahu terlebih dahulu memahami jenis-jenis teks

yang sering dipakai.

B. Tujuan Teks Berdasarkan Jenis Teks

Ada beberapa jenis teks yang sering dipakai penulis. Kamu pasti sudah mempelajarinya selama

belajar di sekolah menengah. Jenis-jenis teks yang umum digunakan di antaranya adalah

sebagai berikut.

1. Exposition text

Jenis teks ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar memiliki pemikiran yang sama

(analytical exposition) atau untuk mempengaruhi pembaca agar melakukan atau tidak

melakukan sesuatu (hortatory exposition). Pada jenis teks ini, penulis cenderung menekankan

sisi positif saja atau sisi negatif saja dari suatu hal yang dibahas

Signal words or phrases: better, good, bad, worse, etc.

2. Explanation text

Jenis teks ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana suatu hal terjadi. Dalam

menjelaskan hal tersebut, penulis akan menuliskan serangkaian prosesnya secara kronologis

atau urut.

Signal words or phrases: first, second, initially, lastly, at the end, in the past, nowadays, etc.

3. Discussion text

Jenis teks ini bertujuan untuk mendiskusikan sebuah topik dengan menguraikannya dari dua

sudut pandang. Jenis teks ini biasanya membahas tentang argumen pro dan kontra terhadap

topik.

Signal words or phrases: but, different from, view, on the contrary, etc.

Purpose of the Passage 2


4. Report and descriptive text

Jenis teks ini bertujuan untuk menguraikan pemahaman atau deskripsi tentang suatu benda.

Kedua jenis teks ini berisi uraian rinci tentang topik yang dibahas. Pada teks report, yang

dijelaskan merupakan sesuatu hal yang umum sementara pada teks descriptive, hal yang

dijelaskan cenderung lebih spesifik. Namun demikian, keduanya memberikan deskripsi

mengenai suatu hal.

Signal words or phrases: for example, for instance, kata kerja bantu atau hubung (is, am, are),

etc.

C. Tipe Soal
Beberapa contoh pertanyaan yang dipakai untuk menanyakan tujuan dari sebuah teks antara
lain adalah sebagai berikut.

 The purpose of the passage is ....

 The author writes the passage to ….

 Through the passage, the author attempts to ....

 The following sentences illustrate similar purpose to the passage, except ....

D. Langkah Penyelesaian Soal

Berikut adalah langkah-langkah untuk menentukan tujuan dari sebuah teks.

1. Lakukan skimming

Baca secara cepat tiap paragraf untuk mengetahui isi teks secara umum. Dari skimming ini,
kamu jua bisa dengan cepat memahami informasi utama apa yang disampaikan pada setiap
paragraf dan mengetahui apakah ada thesis statement pada teks.

2. Pahami pernyataan tesis

Pernyataan tesis atau thesis statement adalah sebuah kalimat atau pertanyaan yang
menyatakan tentang apa yang dibahas secara rinci dalam sebuah teks. Dengan memahami
pernyataan tesis, kamu bisa dengan mudah menentukan tujuan dari sebuah teks. Pernyataan
tesis biasanya ada di akhir paragraf pertama. Namun demikian, tidak semua teks dalam ujian
saringan masuk perguruan tinggi mencantumkan pernyataan tesis. Apabila ada, gunakan
pernyataan ini sebagai acuan untuk membantumu menentukan tujuan teks.

Purpose of the Passage 3


3. Tentukan ide pokok tiap paragraf

Dengan melakukan skimming pada setiap paragraf, kamu dapat menemukan ide pokoknya.
Ide pokok biasanya terdapat pada kalimat awal, tengah, atau terakhir dalam sebuah paragraf.
Ide pokok mengungkapkan secara umum apa yang dibahas dalam sebuah paragraf. Kalimat-
kalimat lain dalam paragraf adalah kalimat pendukung yang berguna untuk menguraikan ide
pokok tersebut dengan rinci.

4. Tentukan tujuan dari teks

Setelah menentukan ide pokok pada tiap paragraf, tentukan tujuan teks dengan
mempertimbangkan hubungan ide antar ide pokok. Pertimbangkan juga signal words or
phrases yang muncul dalam teks tersebut untuk menentukan hubungan ini. Dari hubungan
tersebut, kamu bisa ketahui jenis teksnya dan juga tujuan dari teksnya.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan tujuan teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Lakukan skimming

2. Pahami pernyataan tesis jika ada

3. Tentukan ide pokok tiap paragraf

4. Perhatikan signal words or phrases dan tentukan


tujuan teks

Purpose of the Passage 4


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

TPS - Pengetahuan dan


Pemahaman Umum
Conclusion and Summary of
the Passage

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Conclusion and Summary of


the Passage, ada baiknya kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut:

1. Bahasa Inggris – Reading Comprehension

2. Materi TPS UTBK - Bahasa Inggris – Summary of the Passsage


3. Bahasa Inggris – Soal Nomor 90

A. Drawing a Conclusion

1. Penjelasan Umum

Conclusion atau kesimpulan merupakan bagian akhir dari sebuah teks dan kesan yang

ditinggalkan penulis kepada pembacanya. Sebuah kesimpulan bisa berupa kalimat saja atau

juga sebuah paragraf utuh. Apabila dalam bentuk paragraf, kesimpulan biasanya berisi inti

pembahasan dari paragraf-paragraf sebelumnya. Selain itu, pada paragraf kesimpulan juga

akan ada tambahan informasi yang isinya menjawab pertanyaan mendasar dari teks.

Kesimpulan berbeda dengan paragraf pendahuluan teks. Kesimpulan harus berisi informasi

yang spesifik. Di sisi lain, paragraf pendahuluan berisi informasi yang umum.

Dalam mengerjakan soal yang menanyakan kesimpulan dari sebuah teks, kamu perlu

memahami informasi dalam teks, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Beberapa teks

Conclusion and Summary of the Passage 1


mungkin akan menyertakan paragraf kesimpulan dengan jelas dan menggunakan frasa yang

menandai kesimpulan, seperti to conclude atau in conclusion.

Adapun, beberapa syarat sebuah kesimpulan yang baik adalah sebagai berikut.

 Terdiri dari ide pokok tiap paragraf yang biasanya ditulis secara ringkas;

 Memberi informasi tentang intisari dari teks yang merupakan sintesis dari ide-ide pokok

paragraf yang sebelumnya disebutkan; dan

 Bisa berisi pendapat penulis yang berupa saran atau peringatan.

2. Tipe Soal
Ada bermacam-macam bentuk soal yang menanyakan tentang kesimpulan dari sebuah teks.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

 The conclusion of the passage is ....

 What is the best conclusion of the passage?

 The best sentence to conclude the passage is ...

 The following paragraph can conclude the passage, except ....

3. Langkah Penyelesaian Soal

Untuk menjawab tipe soal ini, kamu tidak perlu membuat kesimpulan sendiri. Hanya saja,
kamu perlu pastikan apakah pilihan jawaban memiliki informasi yang memenuhi syarat
sebagai sebuah kesimpulan. Beberapa langkah yang perlu kamu lakukan adalah sebagai
berikut.

1. Lakukan skimming
Baca dengan sekilas teks soal. Hal ini dilakukan untuk mendapat gambaran umum tentang
apa teks itu.

2. Pahami pernyataan tesis dan ide pokok tiap paragraf


Pahami pernyataan tesis jika ada. Pernyataan tesis tidak selalu ada dalam sebuah teks.
Apabila ada, letaknya biasanya di bagian akhir paragraf pertama. Apabila pernyataan tesis
tidak ada, langsung tentukan ide pokok pada tiap paragraf.

3. Buat kesimpulan dari keseluruhan ide pokok


Tarik kesimpulan dari ide pokok yang ada. Sebuah kesimpulan harus bisa mencakup inti
dari keseluruhan teks. Selain itu, kesimpulan harus berisi informasi yang spesifik, tidak
Conclusion and Summary of the Passage 2
boleh umum.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan kesimpulan teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Lakukan skimming

2. Pahami pernyataan tesis dan ide pokok paragraf

3. Tarik kesimpulan

4. Informasi Tambahan

Setelah mengetahui bagaimana cara menarik kesimpulan dari sebuah teks, kamu juga perlu
mengetahui beberapa hal terkait soal yang menanyakan tentang kesimpulan dalam ujian masuk
perguruan tinggi. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ingat.

1. Biasanya, pada pilihan jawaban tidak ada yang menyebutkan ide pokok tiap paragraf.

2. Penulisan ide pokok tiap paragraf dalam pilihan jawaban biasanya diringkas menjadi satu
kalimat saja.

Hal-hal di atas tentu menguntungkan kamu. Kamu akan jadi lebih cepat dalam mengidentifikasi
mana kesimpulan yang tepat untuk teks soal. Pastikan bahwa jawabanmu tidak berisi informasi
yang tidak sesuai dengan teks.

B. Summarizing the Passage


1. Penjelasan Umum
Membuat ringkasan (summary) teks pasti sudah sering kamu lakukan sebagai seorang

pelajar. Ringkasan adalah menuliskan kembali sebuah teks dengan lebih singkat

menggunakan bahasamu sendiri. Menulis ringkasan bisa membantumu memahami sebuah

teks dengan lebih baik, mengklarifikasi pemahamanmu tentang ide dalam teks, dan

menggunakan informasi dari teks dengan tepat. Soal yang menanyakan tentang ringkasan

dari teks sering muncul di ujian masuk perguruan tinggi.

Conclusion and Summary of the Passage 3


Beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat ringkasan yang baik adalah

sebagai berikut.

 Ringkasan mencakup ide-ide pokok atau informasi utama dari tiap paragraf dalam teks.

Dengan demikian, pastikan tidak ada informasi yang salah dalam sebuah ringkasan.

 Ringkasan hanya menyajikan informasi dari teks. Dengan kata lain, ringkasan tidak boleh

menyertakan ide, opini, atau informasi baru. Jadi, penulis ringkasan tidak boleh membuat

kesimpulan sendiri dari teks tersebut, kecuali jika kesimpulan itu sudah ada di teks. Selain

itu, pastikan bahwa ringkasan tidak berisi informasi yang berbeda dengan yang ada dalam

teks.

 Ringkasan terdiri dari kata-kata kunci yang ada pada teks. Namun demikian, ringkasan

tidak boleh terdiri dari seluruh frasa atau kalimat utuh dari teks. Kata-kata kunci yang

dituliskan pada ringkasan bisa berupa padanan atau sinonim dari yang ada dalam teks.

Meskipun menggunakan kata-kata yang berbeda, pastikan bahwa ringkasan masih

menyampaikan ide yang sama dengan teks.

 Informasi yang disertakan dalam ringkasan harus bisa mencakup keseluruhan teks secara

umum. Dengan kata lain, ringkasan tidak boleh berfokus pada salah satu detail dari teks

yang sebetulnya tidak relevan dengan keseluruhan teks atau tidak bisa mencakup

keseluruhan teks.

 Ringkasan tidak memerlukan kalimat pembuka atau penutup, misalnya I would like to

summarize the passage ...; So, that’s the summary of the passage ...; dan lain sebagainya.

2. Tipe Soal
Soal yang menanyakan tentang ringkasan teks pada umumnya memintamu memilih

ringkasan yang tepat pada pilihan jawaban. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan

adanya bentuk pertanyaan lain. Beberapa tipe soal yang menanyakan ringkasan teks adalah

sebagai berikut.

 Which of the following is the best summary of the passage?


 The following are summaries of the passage, except ....
 What is the best summary of the passage?
 The passage can be summarized as ....

Conclusion and Summary of the Passage 4


3. Langkah Penyelesaian Soal

Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengerjakan tipe soal tentang ringkasan

adalah sebagai berikut.

1. Lakukan skimming

Kamu perlu membaca sekilas teks soal. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mendapat

gambaran umum tentang apa yang dibahas di dalam teks.

2. Pahami ide pokok tiap paragraf

Tentukan ide pokok pada tiap paragraf. Biasanya ide pokok berupa sebuah kalimat yang

berada di awal, tengah, atau akhir paragraf. Namun demikian, tidak menutup

kemungkinan ide pokok tertulis secara implisit. Jadi, kamu harus bisa menyimpulkan apa

ide pokok pada paragraf tersebut. Dengan memahami ide pokok pada tiap paragraf,

kamu bisa memahami teks secara keseluruhan.

3. Identifikasi ringkasan pada pilihan jawaban

Setelah memahami teks secara keseluruhan, baca ringkasan pada pilihan jawaban.

Pastikan bahwa tidak ada informasi yang menyimpang dari atau tidak sesuai dengan

informasi dalam teks. Sebuah ringkasan hanya bertujuan untuk membuat teks lebih

pendek atau ringkas, bukan untuk mengubah informasi apapun. Jadi, meskipun

ringkasan lebih pendek atau menggunakan kosakata yang berbeda, informasi yang

disampaikan harus tetap sama.

Ingat langkah SUPER berikut untuk menentukan ringkasan teks.

SUPER "Solusi Quipper"

1. Skimming

2. Pahami ide pokok tiap paragraf

3. Pilih ringkasan yang tepat

Conclusion and Summary of the Passage 5


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Pola Bilangan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pola Bilangan, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Materi TPS UTBK TPA – Pola Bilangan Larik

2. Materi TPS UTBK TPA – Pola Bilangan Bertingkat

3. Materi TPS UTBK TPA – Pola Bilangan Kombinasi

A. Barisan Bilangan
Barisan bilangan adalah suatu kumpulan bilangan yang tersusun menurut aturan

atau pola tertentu. Untuk dapat mengerjakan soal barisan bilangan pada TPS, kamu

harus mengetahui dahulu jenis-jenis dari barisan bilangan.

1. Barisan Tunggal
Barisan tunggal adalah barisan bilangan yang hanya memiliki satu pola tertentu.

Adapun pola bilangan dalam barisan tersebut dapat berupa operasi-operasi

yang umum dalam matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian,

pembagian, pangkat, dan kombinasi dari operasi-operasi tersebut. Contoh dari

dari barisan tunggal adalah sebagai berikut.

Pola Bilangan 1
Ada dua jenis barisan tunggal yang paling sering keluar dalam soal, yaitu barisan

aritmetika dan barisan geometri.

a. Barisan Aritmetika

Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang nilai setiap sukunya

diperoleh dari suku sebelumnya melalui operasi penjumlahan atau

pengurangan. Barisan aritmetika dapat ditemui pada soal yang membahas

tentang deretan bangku bioskop dan sebagainya. Contoh dari barisan

aritmetika adalah sebagai berikut.

Dalam barisan aritmetika, dapat diketahui suku ke-n (Un) dan total suku

pertama sampai suku ke-n (Sn) tanpa perhitungan yang panjang. Caranya

adalah dengan menggunakan rumus berikut.

𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑛
𝑆𝑛 = (2𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏)
2

Keterangan:

𝑎 = suku pertama;
𝑛 = banyak suku; dan
𝑏 = beda.

b. Barisan Geometri
Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai setiap sukunya diperoleh

dari suku sebelumnya melalui operasi perkalian atau pembagian.

Perbandingan antarsuku pada barisan geometri dinamakan dengan rasio (r).

Barisan geometri dapat ditemui pada soal yang membahas tentang

pembelahan pada bakteri dan sebagainya. Contoh dari barisan geometri

adalah sebagai berikut.

Pola Bilangan 2
Serupa dengan barisan aritmetika, suku ke-n (Un) dan total suku pertama
sampai suku ke-n (Sn) dari barisan geometri juga dapat diketahui tanpa
perhitungan yang panjang. Caranya adalah dengan menggunakan rumus
berikut.

𝑈𝑛 = 𝑎𝑟 𝑛−1
𝑎(𝑟 𝑛 − 1)
𝑆𝑛 =
𝑟−1

Keterangan:

𝑎 = suku pertama;
𝑛 = banyak suku; dan
𝑟 = rasio.

Dalam barisan geometri, terdapat suatu barisan panjang yang memiliki rasio
pecahan. Panjang barisan tersebut sampai membuat suku terakhirnya
bernilai sangat kecil dan mendekati nol. Barisan ini disebut barisan geometri
tak hingga. Barisan geometri tak hingga dapat dijumpai pada soal yang
membahas tentang pemantulan bola dan sebagainya. Rumus yang digunakan
dalam barisan geometri tak hingga adalah sebagai berikut.

𝑎
𝑆𝑛 = 1−𝑟 , dengan −1 < 𝑟 < 1

2. Barisan Fibonacci
Barisan Fibonacci adalah barisan bilangan yang suku berikutnya diperoleh dari

penjumlahan dua suku sebelumnya. Pada awalnya, barisan Fibonacci hanya

didasarkan pada penjumlahan dua suku sebelumnya. Namun, seiring

berjalannya waktu, barisan Fibonacci banyak dikombinasikan dengan operasi

lainnya atau dengan pola bilangan yang lebih kompleks. Berikut ini adalah

contoh dari barisan Fibonacci.

Pola Bilangan 3
3. Barisan Campuran
Barisan campuran adalah barisan bilangan yang memiliki lebih dari satu pola.
Pola tersebut dapat berupa selang dua, selang tiga, dan sebagainya. Ciri utama
dari barisan ini adalah sulit menemukan relasi antarsuku berurutan dan secara
sekilas, terlihat lebih dari satu pola. Berikut ini adalah contoh dari barisan
campuran.

4. Barisan Bertingkat
Barisan bertingkat adalah barisan bilangan yang memiliki pola lebih dari satu
tingkat. Untuk menemukan polanya, perlu dibuat pola tingkat kedua. Berikut ini
adalah contoh dari barisan bertingkat.

Barisan bertingkat dapat dimodifikasi menjadi berbagai macam bentuk. Salah


satunya adalah barisan yang dibentuk menjadi suatu pola gambar seperti
berikut.

Pola Bilangan 4
SUPER "Solusi Quipper"

Trik mengerjakan soal pola bilangan adalah dengan mencari pola pada akhir
barisan bilangan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan umumnya bilangan
pada awal barisan memiliki kemungkinan operasi atau pola yang lebih banyak
dibandingkan bilangan pada akhir barisan. Perhatikan contoh berikut.

2 4 12 24 72

Kemungkinan operasi suku pertama ke suku kedua: +2, x2, atau pangkat 2.

Kemungkinan operasi suku keempat ke suku kelima: x3 atau +48.

B. Menentukan Operasi Matematika


Dalam tipe soal ini, biasanya akan diberikan dua set angka. Pada set pertama, akan

terdapat sejumlah bilangan yang perlu dicari pola atau operasi bilangannya.

Kemudian, pada set kedua hanya diberikan sejumlah bilangan, lalu pola atau

operasi yang sudah ditemukan dapat digunakan untuk menentukan nilai yang

dicari. Operasi-operasi yang digunakan umumnya hanya berupa penjumlahan,

pengurangan, perkalian, dan pembagian. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh

berikut.

Pola Bilangan 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Aljabar

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Aljabar, ada baiknya kamu

memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Matematika - Aljabar

2. Aljabar – Operasi Hitung Aljabar

3. Materi TPS UTBK TPA – Bilangan dan Aljabar

A. Konsep Dasar Operasi Aljabar


4.
Aljabar adalah suatu metode dalam matematika yang digunakan untuk

menyelesaikan suatu permasalahan menggunakan simbol-simbol sebagai

permisalan. Dalam aljabar, simbol permisalan disebut variabel, angka di depan

variabel disebut koefisien, dan angka tanpa variabel disebut konstanta. Konsep

dasar operasi aljabar telah kamu pelajari sewaktu SMP. Salah satunya adalah

penjumlahan dan pengurangan yang hanya bisa dilakukan pada suku-suku sejenis.

Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang memiliki variabel sama atau suku yang

berupa konstanta. Untuk menyegarkan kembali ingatan kamu tentang materi

operasi aljabar, perhatikan beberapa konsep berikut ini.

a. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑥 = (𝑎 + 𝑏)𝑥
b. 𝑎𝑥 + 𝑎𝑦 = 𝑎(𝑥 + 𝑦)
c. 𝑎(𝑏 + 𝑐) = 𝑎𝑏 + 𝑎𝑐
Aljabar 1
1 1 𝑥+𝑦
d. + =
𝑥 𝑦 𝑥𝑦

e. 𝑎 + 𝑏 = 0 → 𝑎 = −𝑏
𝑏
f. 𝑎𝑥 = 𝑏 → 𝑥 = 𝑎
𝑎𝑥 + 𝑏𝑥
g. 𝑥
=𝑎+𝑏
𝑎 𝑐
h. 𝑏
= 𝑑 → 𝑎𝑑 = 𝑏𝑐

i. (𝑎 + 𝑏)2 = 𝑎2 + 2𝑎𝑏 + 𝑏 2
j. (𝑎 + 𝑏)(𝑐 + 𝑑) = 𝑎𝑐 + 𝑎𝑑 + 𝑏𝑐 + 𝑏𝑑
k. (𝑎 + 𝑏)(𝑎 − 𝑏) = 𝑎2 − 𝑏 2

B. Persamaan Linear Dua dan Tiga Variabel


Salah satu aplikasi aljabar yang paling bermanfaat dan sering digunakan adalah

persamaan linear. Persamaan linear adalah suatu persamaan yang pangkat

tertinggi dari variabelnya adalah satu. Grafik dari persamaan linear berbentuk garis

lurus. Pada umumnya, untuk menyelesaikan suatu sistem persaman linear,

dibutuhkan jumlah persamaan yang sesuai dengan jumlah variabelnya. Oleh

karena itu, jika ingin menyelesaikan persamaan linear dua variabel, dibutuhkan dua

persamaan. Jika ingin menyelesaikan persamaan linear tiga variabel, dibutuhkan

tiga persamaan, dan seterusnya. Ada dua metode umum yang dapat digunakan

untuk menyelesaikan sistem persamaan linear, yaitu eliminasi dan substitusi.

1. Metode Eliminasi
Metode eliminasi adalah metode penyelesaian sistem persamaan linear dengan

menghilangkan (mengeliminasi) salah satu variabel melalui penyamaan

koefisiennya. Cara umum untuk menyamakan koefisien tersebut adalah dengan

membentuk KPK melalui perkalian. Setelah koefisien bernilai sama, persamaan-

persamaan dapat dijumlahkan atau dikurangkan sehingga koefisien yang

bernilai sama menjadi nol. Konsep metode eliminasi pada persamaan linear

dapat digambarkan sebagai berikut.

𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 (× 𝑑) → 𝑎𝑑𝑥 + 𝑏𝑑𝑦 = 𝑐𝑑
𝑑𝑥 + 𝑒𝑦 = 𝑓 (× 𝑎) → 𝑎𝑑𝑥 + 𝑎𝑒𝑦 = 𝑎𝑓
-
(𝑏𝑑 − 𝑎𝑒)𝑦 = 𝑐𝑑 − 𝑎𝑓
(𝑐𝑑 − 𝑎𝑓)
𝑦=
(𝑏𝑑 − 𝑎𝑒)
Aljabar 2
2. Metode Subtitusi
Metode substitusi adalah metode penyelesaian sistem persamaan linear dengan

mengganti salah satu variabel pada salah satu persamaan dengan suatu nilai

yang diperoleh dari persaman lainnya. Konsep metode substitusi pada

persamaan linear dapat digambarkan sebagai berikut.

𝑐 − 𝑏𝑦
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 → 𝑎𝑥 = 𝑐 − 𝑏𝑦 → 𝑥 = 𝑎
𝑐 − 𝑏𝑦
𝑑𝑥 + 𝑒𝑦 = 𝑓 → 𝑑 ( ) + 𝑒𝑦 = 𝑓
𝑎 x𝑎
𝑐𝑑 + 𝑦(−𝑏𝑑 + 𝑎𝑒) = 𝑎𝑓
(𝑐𝑑 − 𝑎𝑓)
𝑦=
(𝑏𝑑 − 𝑎𝑒)

C. Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan yang pangkat tertinggi dari

variabelnya adalah dua. Grafik dari persamaan kuadrat berbentuk parabola.

1. Akar-Akar Persamaan Kuadrat


Persamaan kuadrat umumnya tersusun dari dua nilai x (akar-akar), baik itu

kembar atau berlainan. Ada beberapa metode untuk mencari akar-akar

persamaan kuadrat, yaitu faktorisasi, melengkapkan kuadrat sempurna, dan

rumus kuadratis.

a. Faktorisasi

Cara yang pertama adalah faktorisasi. Jika akar-akar suatu persamaan

kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 adalah 𝑥1 dan 𝑥2 , cara mencari nilai x adalah sebagai

berikut.

𝑥1 + 𝑥2 = 𝑏
𝑥1 ⋅ 𝑥2 = 𝑎𝑐

b. Melengkapkan kuadrat sempurna

Cara yang kedua adalah melengkapkan kuadrat sempurna. Konsep yang

digunakan adalah sebagai berikut.

𝑏 2
𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 → (𝑥 + ) dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐
2𝑎

Aljabar 3
c. Rumus kuadratis

Cara yang terakhir adalah menggunakan rumus kuadratis. Rumus kuadratis

dari persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 adalah sebagai berikut.

−𝑏 ± √𝑏 2 − 4𝑎𝑐
𝑥1,2 =
2𝑎

2. Jumlah, Selisih, dan Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat


Jika 𝑥1 dan 𝑥2 adalah akar–akar persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0, diperoleh:

b
a. Jumlah akar-akar: x1 + x2 = −
a

D b2 − 4ac
b. Selisih akar-akar: x1 − x2 = =
a a
c
c. Hasil kali akar-akar: x1  x2 =
a

3. Jenis Akar-Akar Persamaan Kuadrat


Jenis-jenis akar persamaan kuadrat adalah sebagai berikut.

a. Jika 𝑥1 dan 𝑥2 kembar, nilai D = 0.

b. Jika 𝑥1 dan 𝑥2 real dan berbeda, nilai D > 0.

c. Jika 𝑥1 dan 𝑥2 tidak real, nilai D < 0.

d. Jika 𝑥1 dan 𝑥2 berlawanan tanda, nilai b = 0.

D. Fungsi Kuadrat
Bentuk umum fungsi kuadrat adalah sebagai berikut.

𝑦 = 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 dengan 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ R dan 𝑎 ≠ 0

Fungsi kuadrat memiliki kurva yang berbentuk parabola. Ada beberapa elemen

penting yang biasanya ditanyakan pada fungsi kuadrat, yaitu sumbu simetri (𝑥1 ),
2

nilai maksimum/minimum (ymaks), titik potong dengan sumbu X (x0), dan titik potong

dengan sumbu Y (y0). Rumus-rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

𝑏 −𝐷
𝑥1 = − ; 𝑦𝑚𝑎𝑘𝑠 = ; 𝑦0 = 𝑐
2 2𝑎 4𝑎

Aljabar 4
Sementara nilai x0 dapat ditentukan seperti mencari nilai akar-akar persamaan

kuadrat.

E. Pertidaksamaan Linear
Konsep dari pertidaksamaan linear secara umum tidak jauh berbeda dari

persamaan linear. Namun, pada pertidaksamaan linear terdapat tanda >, <, ≥, atau

≤ sebagai pengganti dari =. Adapun sifat-sifat dalam pertidaksamaan linear yang

perlu kamu ingat kembali adalah sebagai berikut.

Jika 𝐴 > 𝐵 , C bilangan real, D bilangan positif, dan E bilangan negatif, berlaku:

1. 𝐴 + 𝐶 > 𝐵 + 𝐶
2. 𝐴 − 𝐶 > 𝐵 − 𝐶
3. 𝐴. 𝐷 > 𝐵. 𝐷
4. 𝐴. 𝐸 < 𝐵. 𝐸
𝐴 𝐵
5. 𝐷
>𝐷
𝐴 𝐵
6. 𝐸
< 𝐸

Untuk membantu penyelesaian soal pertidaksamaan, kamu juga dapat

menggunakan bantuan garis bilangan.

Aljabar 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Pengukuran

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Pengukuran, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

Jarak, Waktu, dan Kelajuan – Menentukan Jarak

A. Besaran dan Satuan


Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan memiliki suatu nilai. Sementara

satuan adalah unit yang digunakan sebagai pembanding dalam suatu besaran.

Secara umum, besaran dibagi menjadi dua, yaitu besaran vektor dan besaran

skalar. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki arah, sedangkan besaran

skalar adalah besaran yang tidak memiliki arah. Selain itu, besaran juga dibagi

menjadi dua berdasarkan satuannya, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok adalah besaran yang hanya memiliki satu dimensi satuan.

Sementara besaran turunan adalah gabungan hasil perkalian atau pembagian dari

beberapa besaran pokok. Satuan dari besaran pokok telah ditetapkan terlebih

dahulu. Contoh besaran pokok adalah panjang, massa, dan waktu. Sementara
panjang
contoh besaran turunan adalah kecepatan ( waktu
) dan volume (panjang3).

Ada banyak jenis satuan yang digunakan dalam dunia ini, bahkan suatu besaran

pokok dapat memiliki lebih dari satu jenis satuan. Untuk menyamakan penggunaan

Pengukuran 1
satuan dalam kegiatan ilmiah, dibuatlah Satuan Internasional (SI). Satuan

Internasional (SI) dari besaran pokok adalah sebagai berikut.

No. Besaran Pokok Satuan Simbol

1. Panjang Meter m

2. Massa Kilogram kg

3. Waktu Sekon s

4. Kuat arus listrik Ampere A

5. Suhu Kelvin K

6. Jumlah zat Mol mol

7. Intensitas cahaya Candela cd

Satuan tersebut juga dapat dikonversi ke satuan lainnya. Konversi satuan bertujuan

untuk meminimalisir kesalahan jika nilai besaran terlalu kecil atau terlalu besar.

Adapun konversi satuan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

km
hm
x 10
dam
m m
dm
: 10 cm
mm

Konversi satuan dengan cara tersebut dapat digunakan untuk semua besaran

pokok (selain suhu) dan beberapa besaran turunan yang hanya tersusun dari satu

satuan, seperti liter (L) dan Are. Sementara itu, konversi satuan besaran turunan

yang terdiri atas beberapa satuan besaran pokok dapat dilakukan dengan cara

mengkonversi masing-masing satuan besaran pokoknya terlebih dahulu.

B. Pengukuran
Pengukuran panjang adalah salah satu pengukuran yang paling sering dilakukan

dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran panjang dapat berupa jarak, lebar, dan

tinggi yang kemudian dapat diturunkan menjadi luas, volume, dan sebagainya. Alat

Pengukuran 2
yang digunakan untuk pengukuran panjang bervariasi, tergantung pada tingkat

ketelitian yang dibutuhkan. Jenis-jenis alat ukur panjang yang sering digunakan

berdasarkan tingkat ketelitian yang paling tinggi adalah mikrometer sekrup, jangka

sorong, dan mistar.

Selain panjang, satuan massa juga cukup sering digunakan dalam kegiatan sehari-

hari. Definisi massa berbeda dengan berat. Massa adalah jumlah materi yang

terdapat pada suatu benda, sedangkan berat adalah hasil kali antara massa benda

dan percepatan gravitasi Bumi. Satuan yang digunakan dalam massa adalah kg dan

turunannya. Sementara satuan yang digunakan dalam berat adalah newton (N)

atau (kg.m.s-2). Sama seperti panjang, alat yang digunakan untuk pengukuran

massa bervariasi, tergantung pada tingkat ketelitian yang dibutuhkan. Jenis-jenis

alat ukur massa yang sering digunakan berdasarkan tingkat ketelitian yang paling

tinggi adalah neraca Ohauss, neraca gantung, dan neraca jarum.

Massa memiliki satuan lain selain kg dan turunannya. Satuan ini hanya bisa

digunakan untuk satuan massa dan tidak bisa untuk satuan lainnya. Adapun satuan

tersebut adalah sebagai berikut.

1 ton =1000 kg 1 kuintal = 100 kg

C. Jarak, Waktu, dan Kelajuan


Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda. Sementara

perpindahan adalah perubahan kedudukan benda terhadap posisi awal. Jarak

termasuk besaran skalar. Sementara perpindahan termasuk besaran vektor. Total

jarak dapat diperoleh dengan menghitung panjang semua lintasan yang ditempuh

oleh benda. Sementara total perpindahan suatu benda dapat ditentukan dengan

penjumlahan secara vektor. Jika perpindahan benda terjadi pada dimensi yang

berbeda (sx, sy), seperti benda bergerak ke utara atau selatan lalu ke timur atau

barat, besar perpindahan dapat dihitung menggunakan rumus berikut.

𝑠 = √𝑠𝑥 2 + 𝑠𝑦 2

Pengukuran 3
Keterangan:

s = total perpindahan (m);


sx = perpindahan ke timur atau barat (m); dan
sy = perpindahan ke utara atau selatan (m).

Untuk arah perpindahannya, dapat ditentukan dengan rumus berikut.

𝑠𝑦
𝜃 = tan−1 ( )
𝑠𝑥

Kelajuan merupakan salah satu besaran turunan. Kelajuan didefinisikan sebagai

perbandingan antara jarak yang ditempuh suatu benda dan waktu tempuhnya.

Hubungan antara kelajuan, waktu, dan jarak dapat dirumuskan sebagai berikut.

𝑠 𝑠
𝑣= →𝑡 = →𝑠 = 𝑣×𝑡
𝑡 𝑣

Keterangan:

s = jarak (m);
t = waktu (s); dan
v = kelajuan (m/s).

Pengukuran 4
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Garis dan Sudut

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Garis dan Sudut, ada baiknya
kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Matematika – Sudut dan Bangun Datar

2. Bangun Datar – Garis

A. Garis
Garis didefinisikan sebagai unsur geometri berdimensi satu yang menghubungkan

dua buah titik. Materi tentang garis telah kamu dapatkan di SMP. Untuk

menyegarkan kembali ingatan kamu tentang garis, perhatikan konsep-konsep

berikut ini.

1. Persamaan Garis
Persamaan garis dapat dibentuk dari dua buah titik (x1, y1) dan (x2, y2). Panjang

garis (r) atau jarak dari dua titik tersebut dapat dihitung menggunakan rumus

berikut.

𝑟 = √(𝑥1 − 𝑥2 )2 + (𝑦1 − 𝑦2 )2

Selain panjang, di dalam garis juga terdapat gradien ( m) yang menyatakan

kemiringan suatu garis. Semakin besar gradien suatu garis, semakin curam garis

Garis dan Sudut 1


tersebut. Rumus untuk menghitung gradien garis adalah sebagai berikut.

𝑦1 − 𝑦2
𝑚=
𝑥1 − 𝑥2

Sementara itu, bentuk umum persamaan garis adalah 𝑦 = 𝑚𝑥 + 𝑐 . Untuk

menentukan persamaan garis tersebut, perlu diketahui dahulu gradiennya.

Persamaan garis dapat diketahui dengan mensubstitusikan gradien (m) beserta

salah satu titik yang dilewati garis tersebut (x1, y1) ke dalam rumus berikut.

𝑦 − 𝑦1 = 𝑚(𝑥 − 𝑥1 )

2. Kedudukan Dua Buah Garis


Secara umum, kedudukan dua buah garis dibedakan menjadi empat, yaitu

sejajar, berimpit, tegak lurus, dan berpotongan. Dua buah garis dikatakan sejajar

jika kedua garis tersebut tidak akan pernah berpotongan ketika diperpanjang.

Kebalikan dari garis sejajar, jika dua buah garis selalu berpotongan atau minimal

memiliki dua titik potong, kedua garis tersebut dinamakan berimpit. Pasangan

garis yang sejajar dan berimpit memiliki gradien yang sama (𝑚1 = 𝑚2 ).

Dua buah garis dikatakan berpotongan jika kedua garis tersebut saling

berpotongan pada satu titik. Jika perpotongan kedua garis tersebut membentuk

sudut siku-siku, kedua garis akan tegak lurus. Dua buah garis yang tegak lurus
1
memiliki gradien yang berkebalikan serta berlawanan (𝑚1 = − 𝑚 ).
2

Gambar 1. Jenis-jenis kedudukan dua buah garis

Garis dan Sudut 2


3. Perbandingan Segmen Garis
Misalkan terdapat sebuah garis AB dengan panjang P yang menghubungkan titik

A (x1, y1) dan B (x2, y2). Kemudian, dibuat titik C yang terletak di antara titik A dan

titik B. Perbandingan jarak titik C terhadap titik A dan titik B sebesar m : n. Untuk

menentukan panjang garis AC dan BC, serta koordinat titik C (x3, y3), dapat

digunakan rumus berikut.

𝑚 𝑛
AC = 𝑚+𝑛 × 𝑃 BC = 𝑚+𝑛 × 𝑃
𝑚 𝑛
𝑥3 = 𝑚+𝑛
∙ (𝑥2 − 𝑥1 ) + 𝑥1 atau 𝑥3 = 𝑥2 − 𝑚+𝑛
∙ (𝑥2 − 𝑥1 )
𝑚 𝑛
𝑦3 = 𝑚+𝑛
∙ (𝑦2 − 𝑦1 ) + 𝑦1 atau 𝑦3 = 𝑦2 − 𝑚+𝑛
∙ (𝑦2 − 𝑦1 )

Keterangan:

P = panjang garis AB;


(x1, y1) = koordinat titik A;

(x2, y2) = koordinat titik B;

(x3, y3) = koordinat titik C;

m dan n = perbandingan posisi titik C terhadap titik A dan titik B.

B. Sudut
Sudut adalah daerah yang dibentuk oleh dua buah garis yang berpotongan. Sudut

dibedakan berdasarkan besar daerah yang dibentuk, yaitu sudut lancip ( θ < 90o),

sudut siku-siku (θ = 90o), sudut tumpul (90o < θ < 180o), sudut lurus (θ = 180o), dan

sudut refleks (180o < θ < 360o).

1. Hubungan Dua Buah Sudut


Hubungan dua buah sudut dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sudut berpenyiku,

sudut berpelurus, dan sudut bertolak belakang. Dua buah sudut dikatakan

berpenyiku jika gabungan dari kedua sudut tersebut membentuk sudut siku-

siku. Dua buah sudut dikatakan berpelurus jika kedua sudut tersebut

membentuk garis lurus. Sementara jika dua buah sudut menghadap ke arah

yang berlawanan, kedua sudut tersebut bertolak belakang. Besar dari kedua

sudut yang bertolak belakang adalah sama.


Garis dan Sudut 3
Gambar 2. Jenis-jenis hubungan dua buah sudut

2. Hubungan Antarsudut Jika Dua Garis Sejajar Dipotong oleh Garis Lain
Secara umum, hubungan antarsudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis

lain terbagi menjadi dua, yaitu dua sudut yang sama besar dan dua sudut yang

jika dijumlahkan sama dengan 180o. Dua sudut yang sama besar terbagi menjadi

sudut sehadap, bersebrangan dalam, dan bersebrangan luar. Sementara dua

sudut yang jika dijumlahkan sama dengan 180o terbagi menjadi sudut sepihak

dalam dan sepihak luar.

Gambar 3. Sudut dalam dua garis sejajar

a. Pasangan sudut sehadap antara lain adalah ∠1 dengan ∠5, ∠2 dengan ∠6,

∠3 dengan ∠7, dan ∠4 dengan ∠8.

b. Pasangan sudut bersebrangan dalam antara lain adalah ∠3 dengan ∠6 dan

∠4 dengan ∠5.
Garis dan Sudut 4
c. Pasangan sudut bersebrangan luar antara lain adalah ∠1 dengan ∠8 dan ∠2

dengan ∠7.

d. Pasangan sudut sepihak luar antara lain adalah ∠1 dengan ∠7 dan ∠2

dengan ∠8.

e. Pasangan sudut sepihak dalam antara lain adalah ∠3 dengan ∠5 dan ∠4

dengan ∠6.

3. Hubungan Sudut pada Bangun Datar


Selain hubungan antarsudut yang telah dibahas sebelumnya, terdapat

hubungan antarsudut lain yang terjadi di dalam bangun datar. Secara umum,

total sudut pada sebuah bangun datar ditentukan berdasarkan jumlah sisinya

(n) dan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Total Sudut = (𝑛 − 2) × 180°

Rumus tersebut tidak dapat digunakan pada lingkaran, karena lingkaran hanya

memiliki satu sisi. Total sudut dalam lingkaran adalah 360 o. Selain itu, di dalam

lingkaran terdapat hubungan antarsudut lainnya, seperti sudut pusat dan sudut

keliling. Sudut pusat adalah sudut yang titik sudutnya berada pada pusat

lingkaran. Sementara sudut keliling adalah sudut yang titik sudutnya berada

pada keliling lingkaran. Jika suatu sudut pusat dan sudut keliling menghadap

pada busur lingkaran yang sama, nilai sudut pusat sama dengan dua kali nilai

sudut keliling.

Gambar 4. Sudut dalam Lingkaran

Garis dan Sudut 5


4. Aplikasi Trigonometri pada Penentuan Besar Sudut dalam Segitiga

Konsep dasar trigonometri pada segitiga siku-siku yang sering digunakan dalam

penentuan besar sudut segitiga adalah sebagai berikut.

𝑎 𝑏 𝑎
sin 𝜃 = cos 𝜃 = tan 𝜃 =
𝑐 𝑐 𝑏

Sementara pada segitiga sembarang, berlaku aturan sinus berikut.

𝑎 𝑏 𝑐
= =
sin 𝛼 sin 𝛽 sin 𝛾

Garis dan Sudut 6


Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Bangun Datar

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Bangun Datar, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Matematika – Kesebangunan dan Kekongruenan

2. Bangun Dua Dimensi – Unsur-unsur Bangun Dua Dimensi

3. Matematika – Bangun Datar

A. Jenis-Jenis Bangun Datar


Bangun datar adalah bagian dari bidang datar berdimensi dua yang dibentuk oleh

beberapa garis lurus atau garis lengkung. Materi tentang bangun datar sudah kamu

pelajari saat SD dan SMP. Untuk menyegarkan kembali ingatan kamu tentang

materi tersebut, coba perhatikan ringkasan berikut.

1. Segitiga
Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga buah sisi dan tiga buah sudut, di

mana jika ketiga sudutnya dijumlahkan akan sama dengan 180 o. Segitiga

digolongkan berdasarkan sifat tiga sisi pembentuknya.

a. Jika ketiga sisinya sama panjang, disebut segitiga sama sisi.

b. Jika sepasang sisinya sama panjang, disebut segitiga sama kaki.

Bangun Datar 1
c. Jika sepasang sisinya membentuk sudut siku-siku, disebut segitiga siku-siku.

Selain ketiga sisinya, segitiga juga memiliki tinggi. Tinggi segitiga (t) adalah garis

yang tegak lurus terhadap salah satu sisinya. Sisi yang tegak lurus dengan tinggi

disebut alas (a).

Gambar 1. Alas dan tinggi dalam segitiga

Khusus dalam segitiga siku-siku, berlaku teorema Pythagoras, yaitu jumlah

kuadrat dari sisi-sisi yang saling tegak lurus sama dengan kuadrat dari sisi

miringnya (hipotenusa).

𝑐 = √𝑎2 + 𝑏 2 𝑎 = √𝑐 2 − 𝑏 2 𝑏 = √𝑐 2 − 𝑎2

Gambar 2. Teorema Pythagoras

Sudut-sudut dalam segitiga memiliki hubungan terhadap sisi-sisi yang terletak di

depannya. Hubungan tersebut dinyatakan dalam aturan sinus berikut.

𝑎 𝑏 𝑐
= =
sin 𝛼 sin 𝛽 sin 𝛾
Bangun Datar 2
Gambar 3. Aturan sinus dalam segitiga

Keliling segitiga dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh sisi-sisinya.

Sementara luas segitiga dapat dihitung dengan beberapa rumus berikut.

1
Luas = . 𝑏. 𝑡
2
1
Luas = . 𝑎. 𝑏. sin 𝛾
2
1
Luas = . 𝑎. 𝑐. sin 𝛽
2
1
Luas = . 𝑏. 𝑐. sin 𝛼
2
1
Luas = √𝑠(𝑠 − 𝑎)(𝑠 − 𝑏)(𝑠 − 𝑐) dengan 𝑠 = . (𝑎 + 𝑏 + 𝑐)
2

2. Segiempat
Segiempat adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi dan empat buah

sudut, di mana jika keempat sudutnya dijumlahkan akan sama dengan 360o.

Segiempat juga memiliki diagonal. Diagonal adalah garis yang menghubungkan

dua titik sudut yang bersebrangan.

Segiempat digolongkan berdasarkan sifat keempat sisi pembentuknya dan

diagonalnya.

a. Jika keempat sisi yang membentuknya sama panjang dan tiap pasang sisinya

membentuk sudut siku-siku, disebut persegi.

b. Jika yang sama panjang hanya pasangan sisi yang berhadapan dan tiap

pasang sisinya membentuk sudut siku-siku, disebut persegipanjang.

c. Jika pasangan sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar serta sudut

yang dibentuk bukan siku-siku, disebut jajargenjang.

d. Jika keempat sisinya sama panjang dan kedua diagonalnya membentuk sudut

siku-siku, disebut belah ketupat.

Bangun Datar 3
e. Jika terdapat dua pasang sisi yang sama panjang dan kedua diagonalnya

membentuk sudut siku-siku, disebut layang-layang.

f. Jika terdapat sepasang garis sejajar dan dua garis lainnya tidak sejajar,

disebut trapesium.

Berikut ini adalah tabel gambar dan rumus luas serta keliling dari semua

segiempat tersebut.

Nama Bangun Rumus Rumus


No. Gambar
Datar Luas Keliling

1. Persegi 𝑠2 4𝑠

2. Persegipanjang 𝑝. 𝑙 2(𝑝 + 𝑙)

3. Jajargenjang 𝑎. 𝑡 2(𝑎 + 𝑚)

1
4. Belah ketupat .𝑑 .𝑑 4𝑚
2 1 2

1 2(𝑚1 + 𝑚2 )
5. Layang-layang .𝑑 .𝑑
2 1 2

1 2𝑚 + 𝑎 + 𝑏
6. Trapesium (𝑎 + 𝑏). 𝑡
2

3. Lingkaran
Lingkaran adalah bangun datar yang terdiri atas satu garis lengkung dan tidak

memiliki titik sudut. Di dalam lingkaran, terdapat beberapa unsur, yaitu jari-jari,
Bangun Datar 4
diameter, busur, tembereng, tali busur, dan apotema. Letak unsur-unsur

tersebut dalam lingkaran adalah sebagai berikut.

Gambar 4. Unsur-unsur dalam lingkaran

Rumus untuk menghitung luas dan keliling lingkaran adalah sebagai berikut.

1
Luas = 𝜋𝑟 2 = 𝜋𝑑2
4
Keliling = 𝜋𝑑 = 2𝜋𝑟

dengan 𝜋 adalah bilangan tidak real = 3,141… yang dapat disederhanakan


22
menjadi 3,14 atau 7
.

B. Kesebangunan dan Kekongruenan


1. Kesebangunan
Dua buah bangun datar dikatakan sebangun jika semua sisi yang bersesuaian

sebanding dan semua sudut yang bersesuaian sama besar. Dalam sepasang

segitiga sebangun, berlaku perbandingan seperti berikut.

𝑎 𝑏 𝑐
∠𝛼 = ∠𝛿, ∠𝛽 = ∠𝜀, ∠𝛾 = ∠𝜁 = =
𝑑 𝑒 𝑓

Gambar 6. Sepasang segitiga sebangun


Bangun Datar 5
2. Kekongruenan
Dua buah bangun datar dikatakan kongruen jika semua sisi dan sudut yang

bersesuaian sama besar. Sepasang segitiga yang kongruen dapat diketahui jika

salah satu dari sifat-sifat berikut terpenuhi, yaitu ketiga sisinya sama besar (SSS),

dua sudut dan satu sisi sama besar (ASA), atau dua sisi dan satu sudut sama

besar (SAS).

∠𝛼 = ∠𝛿, ∠𝛽 = ∠𝜀, ∠𝛾 = ∠𝜁 𝑎 = 𝑑, 𝑏 = 𝑒, 𝑐 = 𝑓

Gambar 7. Sepasang segitiga kongruen

Bangun Datar 6
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Bangun Ruang

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Bangun Ruang, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Bangun Ruang – Luas Permukaan Bangun Ruang

2. Matematika – Bangun Ruang Sisi Datar

3. Matematika – Bangun Ruang Sisi Lengkung

A. Definisi Bangun Ruang


Bangun ruang adalah bangun tiga dimensi yang memiliki volume atau isi dan

dibatasi oleh sisi berupa bangun datar. Setiap bangun ruang memiliki volume dan

luas permukaan. Volume (V) adalah jumlah isi maksimum yang dapat dimuat oleh

suatu bangun ruang. Sementara luas permukaan (LP) adalah luas total sisi-sisi

pembentuk bangun ruang. Selain itu, ada juga bangun ruang yang memiliki luas

selimut (LS), yaitu luas sisi-sisi pembentuk bangun ruang berupa bidang lengkung,

selain sisi alas (bawah) dan sisi tutup (atas). Ada banyak jenis bangun ruang yang

secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu bangun ruang sisi datar dan bangun

ruang sisi lengkung. Materi tentang bangun ruang sudah kamu pelajari di SD dan

SMP. Untuk menyegarkan kembali ingatan kamu tentang materi tersebut,

perhatikan ringkasan materi berikut.

Bangun Ruang 1
B. Bangun Ruang Sisi Datar
Bangun ruang sisi datar adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sisi-sisi berbentuk

segitiga, segiempat, dan sebagainya yang berupa bidang datar, bukan bidang

lengkung. Adapun contoh dari bangun ruang sisi datar adalah kubus, balok, prisma,

dan limas.

1. Kubus
Kubus adalah bangun ruang yang semua sisi-sisi penyusunnya berupa persegi.

Kubus memiliki 6 buah sisi dan 12 buah rusuk. Rumus volume (V) dan luas

permukaan (LP) kubus dengan panjang rusuk s adalah sebagai berikut.

𝑉 = 𝑠3
𝐿𝑃 = 6 ⋅ 𝑠 2

Gambar 1. Kubus

2. Balok
Balok adalah bangun ruang yang memiliki 12 rusuk dan 6 buah sisi berbentuk

persegi atau persegipanjang, dengan minimal satu pasang di antaranya

berukuran berbeda. Balok bisa juga dikatakan sebagai prisma segiempat. Rumus

volume (V) dan luas permukaan (LP) balok dengan panjang p, lebar l, dan tinggi T

adalah sebagai berikut.

𝑉 =𝑝∙𝑙∙𝑇
𝐿𝑃 = 2(𝑝 ∙ 𝑙 + 𝑝 ∙ 𝑇 + 𝑙 ∙ 𝑇)

Gambar 2. Balok

3. Prisma
Prisma adalah bangun ruang yang memiliki sisi alas dan sisi tutup dengan

bentuk yang sama. Prisma digolongkan berdasarkan bentuk sisi alas dan

tutupnya. Secara umum, rumus volume dan luas permukaan prisma adalah

sebagai berikut.
Bangun Ruang 2
𝑉 = luas alas × tinggi
𝐿𝑃 = keliling alas × tinggi + 2 × luas alas

Adapun rumus volume (V) dan luas permukaan (LP) prisma segitiga siku-siku

dengan alas a, tinggi segitiga t, sisi miring segitiga m, dan tinggi prisma T adalah

sebagai berikut.

1
𝑉= ∙𝑎∙𝑡∙𝑇
2
𝐿𝑃 = 𝑎 ∙ 𝑡 + 𝑇(𝑎 + 𝑡 + 𝑚)

Gambar 3. Prisma segitiga siku-siku

4. Limas
Limas adalah bangun ruang yang mempunyai alas berbentuk segi-n dan sisi tegaknya

mempunyai bentuk segitiga yang berpotongan pada satu titik. Limas digolongkan

berdasarkan bentuk sisi alasnya. Jika sisi alasnya berbentuk persegi, disebut limas

segiempat. Jika sisi alasnya berbentuk segitiga, disebut limas segitiga, dan sebagainya.

Secara umum, rumus volume dan luas permukaan limas adalah sebagai berikut.

1
𝑉= × luas alas × tinggi
3
𝐿𝑃 = 𝑛 × luas segitiga tegak + luas alas

Adapun rumus volume (V) dan luas permukaan (LP) limas segiempat dengan

panjang sisi alas p, tinggi limas T, dan tinggi sisi tegak s adalah sebagai berikut.
1 2
𝑉= ∙𝑝 ∙𝑇
3
𝐿𝑃 = 2 ∙ 𝑝 ∙ 𝑠 + 𝑝2

1 2
𝑠 = √( 𝑝) + (𝑇)2
2

Gambar 4. Limas segiempat

Sementara rumus volume (V) dan luas permukaan (LP) pada limas segitiga sama sisi

dengan panjang sisi alas a, tinggi limas T, dan tinggi sisi tegak s adalah sebagai

berikut.
Bangun Ruang 3
1
𝑉= ∙𝑎∙𝑡∙𝑇
6
1
𝐿𝑃 = 𝑎(𝑡 + 3𝑠)
2

Gambar 5. Limas segitiga sama sisi

C. Bangun Ruang Sisi Lengkung


Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang mempunyai bagian berupa

lengkungan. Adapun contoh dari bangun ruang sisi lengkung adalah tabung,

kerucut, dan bola.

1. Tabung
Tabung adalah bangun ruang yang memiliki alas dan tutup berbentuk lingkaran.

Rumus volume (V), luas permukaan (LP), dan luas selimut (LS) pada tabung

dengan jari-jari alas r dan tinggi T adalah sebagai berikut.

𝑉 = π ∙ 𝑟2 ∙ 𝑇
𝐿𝑃 = 2 ∙ π ∙ 𝑟(𝑟 + 𝑇)
𝐿𝑆 = 2 ∙ π ∙ 𝑟 ∙ 𝑇

Gambar 6. Tabung

2. Kerucut
Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah sisi lengkung dan sisi

alas yang berbentuk lingkaran. Rumus volume (V), luas permukaan (LP), dan luas

selimut (LS) pada kerucut dengan jari-jari alas r, tinggi kerucut T, dan apotema s

adalah sebagai berikut.

1
𝑉= ∙ π ∙ 𝑟2 ∙ 𝑇
3
𝐿𝑃 = π ∙ 𝑟(𝑟 + 𝑠)
𝐿𝑆 = π ∙ 𝑟 ∙ 𝑠

1 2

𝑠 = ( 𝑟) + (𝑇)2
2
Gambar 7. Kerucut
Bangun Ruang 4
3. Bola
Bola adalah bangun ruang yang titik pada sisinya memiliki jarak yang sama

terhadap satu titik yang disebut pusat bola. Bola tidak mempunyai rusuk dan

titik sudut. Rumus volume (V) dan luas permukaan (LP) pada bola dengan jari-jari

r adalah sebagai berikut.

4
𝑉= ∙ π ∙ 𝑟3
3
𝐿𝑃 = 4 ∙ 𝜋 ∙ 𝑟 2

Gambar 8. Bola

Bilangan 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Bilangan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Bilangan, ada baiknya kamu
memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. G12 SBMPTN TPA - Bilangan


2. Materi TPA – Bilangan dan Aljabar
3. Bilangan – Soal Nomor 23

A. Jenis-Jenis Bilangan
Bilangan adalah suatu simbol yang digunakan dalam perhitungan dan pengukuran.
1
Ada banyak jenis bilangan dalam matematika, mulai dari -3, 0, 1, , π, dan
2

sebagainya. Secara umum, pembagian jenis-jenis bilangan beserta contohnya dapat

dilihat pada bagan berikut.

Bilangan 1
1. Bilangan Ganjil dan Genap
Bilangan ganjil adalah bilangan yang tidak habis dibagi dua. Sementara bilangan

genap adalah bilangan yang habis dibagi dua. Bilangan ganjil dapat dinotasikan

dengan (2n - 1), sedangkan bilangan genap dapat dinotasikan dengan 2 n, di

mana n adalah bilangan asli.

2. Bilangan Prima
Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat dibagi oleh angka 1 dan

bilangan itu sendiri. Bilangan prima sudah pasti bilangan ganjil, karena semua

bilangan genap dapat dibagi dua, kecuali angka 2. Bilangan prima semakin sulit

ditemukan pada bilangan bernilai besar. Contoh bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7,

11, 13, dan seterusnya.

3. Bilangan Komposit
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih dari 1 yang bukan merupakan bilangan

prima. Contoh bilangan komposit adalah 4, 6, 8, 9, 10, dan seterusnya.

Bilangan 2
B. Operasi-Operasi Bilangan
1. Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan Pembagian
Konsep dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sudah pasti

kamu kuasai. Untuk menyegarkan ingatan kamu tentang konsep tersebut, coba

perhatikan konsep-konsep berikut.

a. 𝑎 + 𝑏 = 𝑏 + 𝑎
b. (𝑎 + 𝑏) + 𝑐 = 𝑎 + (𝑏 + 𝑐)
c. 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 × 𝑎
d. 𝑎 × (−𝑏) = (−𝑎) × 𝑏
e. 𝑎(𝑏 + 𝑐) = 𝑎 × 𝑏 + 𝑎 × 𝑐
f. (−𝑎) × (−𝑏) = 𝑎 × 𝑏
−𝑎 𝑎 𝑎
g. 𝑏
= −𝑏 = − 𝑏
1 1 𝑎+𝑏
h. 𝑎
+𝑏= 𝑎𝑏
𝑎 𝑐 𝑎𝑐
i. 𝑏
×𝑑 = 𝑏𝑑
𝑎 𝑐 𝑎 𝑑 𝑎𝑑
j. : = × =
𝑏 𝑑 𝑏 𝑐 𝑏𝑐

Selain konsep-konsep tersebut, ada beberapa konsep lain yang perlu kamu

ingat. Misalnya jika suatu bilangan ganjil ditambah atau dikurangi dengan

bilangan genap dan sebaliknya, hasilnya adalah bilangan ganjil. Sementara jika

kedua bilangan yang ditambah atau dikurangi sama-sama bilangan genap atau

ganjil, hasilnya adalah bilangan genap.

Kemudian, untuk perkalian bilangan genap dengan bilangan ganjil atau bilangan

genap dengan bilangan genap, hasilnya adalah bilangan genap. Sementara

untuk perkalian bilangan ganjil dengan bilangan ganjil, hasilnya adalah bilangan

ganjil.

Selanjutnya untuk pembagian, tidak ada ciri khas untuk mengetahui hasil dari

pembagian. Namun, kamu dapat mengetahui apakah suatu bilangan dapat

dibagi oleh bilangan satuan tanpa proses perhitungan yang panjang.

a. Suatu bilangan habis dibagi 3 jika jumlah semua digit dalam bilangan

tersebut habis dibagi 3.

Bilangan 3
b. Suatu bilangan habis dibagi 4 jika dua digit terakhir bilangan tersebut habis

dibagi 4.

c. Suatu bilangan habis dibagi 5 jika digit terakhir bilangan tersebut adalah 0

atau 5.

d. Suatu bilangan habis dibagi 6 jika bilangan tersebut genap dan jumlah

semua digit dalam bilangan tersebut habis dibagi 3.

e. Suatu bilangan yang habis dibagi 7 dapat diketahui dengan mengalikan digit

satuannya dengan 2, lalu hasilnya menjadi pengurang sisa digitnya. Jika hasil

pengurangan habis dibagi 7, bilangan tersebut juga habis dibagi 7.

f. Suatu bilangan habis dibagi 8 jika tiga digit terakhir bilangan tersebut habis

dibagi 8.

g. Suatu bilangan habis dibagi 9 jika jumlah semua digit dalam bilangan

tersebut habis dibagi 9.

2. Pangkat dan Akar


Konsep tentang pangkat dan akar sudah kamu pelajari di kelas 9 dan kelas 10.

Untuk mengingat kembali konsep tersebut, coba perhatikan konsep-konsep

berikut.

a. 𝑎0 = 1
b. 𝑎𝑝 × 𝑎𝑞 = 𝑎𝑝+𝑞
c. 𝑎𝑝 ∶ 𝑎𝑞 = 𝑎𝑝−𝑞
d. (𝑎𝑝 )𝑞 = 𝑎𝑝𝑞
e. (𝑎𝑏)𝑝 = 𝑎𝑝 ∙ 𝑏 𝑝
1
f. 𝑎 −𝑝 =
𝑎𝑝
𝑝
𝑞
g. 𝑎 𝑞 = √𝑎 𝑝
h. √𝑎 × √𝑎 = 𝑎
𝑝 𝑝 𝑝
i. √𝑎 × √𝑏 = √𝑎𝑏
𝑝
√𝑎 𝑝 𝑎
j. 𝑝 = √𝑏
√𝑏
𝑝 𝑝 𝑝
k. 𝑐 √𝑎 + 𝑑 √𝑎 = (𝑐 + 𝑑) √𝑎
𝑝 𝑞 𝑝+𝑞
l. 𝑐 √𝑎 × 𝑑 √𝑏 = 𝑐𝑑 √𝑎𝑏

Bilangan 4
3. Mengurutkan Nilai
Untuk mengurutkan beberapa bilangan yang tidak diketahui nilainya, kamu

dapat menggunakan garis bilangan. Kamu dapat memasukkan satu per satu

data pada premis ke dalam garis bilangan yang sudah dibuat. Jika premis yang

disediakan lebih dari dua, terkadang terdapat data yang tidak bisa langsung

dimasukkan ke dalam garis bilangan. Hal ini dikarenakan tidak diperolehnya

relasi yang cukup jelas. Oleh karena itu, kamu dapat membuat garis bilangan

kedua untuk memperkirakan letak nilai tersebut.

Sementara untuk mengurutkan berbagai jenis pecahan, seperti pecahan biasa,

pecahan campuran, persentase, pecahan desimal, dan sebagainya, cara yang

dapat kamu lakukan adalah mengubah semua bentuk pecahan menjadi

pecahan biasa. Setelah itu, samakan semua penyebutnya. Kemudian, urutkan

pembilangnya. Penyebut bisa disamakan menjadi KPK dari semua penyebutnya,

atau menjadi sepuluh (desimal) dan seratus (persentase). Adapun konsep umum

tentang mengurutkan pecahan adalah sebagai berikut.

𝑎 𝑐 𝑎𝑑 𝑏𝑐
a. Jika > 𝑑 , maka 𝑏𝑑 > 𝑏𝑑 .
𝑏
𝑎 𝑐 𝑎𝑒 𝑐𝑓
b. Jika > 𝑑 , maka 𝑏𝑒 > 𝑑𝑓 , dengan 𝑏𝑒 = 𝑑𝑓 = 10.
𝑏

𝑎 𝑐 𝑎𝑒 𝑐𝑓
c. Jika > 𝑑 , maka 𝑏𝑒 > 𝑑𝑓 , dengan 𝑏𝑒 = 𝑑𝑓 = 100.
𝑏

Ketiga konsep tersebut berlaku untuk 𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑒, dan 𝑓 adalah bilangan positif.

Bilangan 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Aritmetika Sosial

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Aritmetika Sosial, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Aritmetika – Harga Penjualan, Harga Pembelian, Untung, dan Rugi

2. Materi TPA - Aritmetika

3. Aritmetika Sosial – Untung dan Rugi

A. Aritmetika Sosial Tunggal


Aritmetika sosial adalah suatu konsep matematika yang digunakan pada aspek

kegiatan sosial, seperti harga jual, harga beli, untung, rugi, diskon, bunga, dan

sebagainya. Ada empat elemen yang biasanya terdapat dalam setiap persoalan

aritmetika sosial, yaitu jumlah uang awal ( M0), jumlah uang akhir (Mt), jumlah uang

yang bertambah atau berkurang (ΔM), serta persentase untung, rugi, dan

sebagainya (P).

Dalam aritmetika sosial, ada persentase yang menyebabkan jumlah uang

bertambah, seperti bunga dan untung. Sementara ada pula persentase yang

menyebabkan jumlah uang berkurang, seperti diskon, pajak, rugi, dan sebagainya.

Secara matematis, perbandingan yang digunakan dalam aritmetika sosial dapat

dituliskan sebagai berikut.

Aritmetika Sosial 1
𝑀0 Δ𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1±𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 ± Δ𝑀

Tanda ± akan bernilai + jika persentase menyebabkan jumlah uang bertambah.

Sementara akan bernilai – jika persentase menyebabkan jumlah uang berkurang.

Adapun contoh-contoh aritmetika sosial tunggal adalah sebagai berikut.

1. Untung dan Rugi


Konsep untung dan rugi biasanya digunakan pada kegiatan niaga atau jual beli.

Ada beberapa elemen dalam untung dan rugi yang sebelumnya harus kamu

ketahui, yaitu harga pembelian (M0), harga penjualan (Mt), keuntungan atau

kerugian (ΔM), dan persentase keuntungan atau kerugian (P). Rumus yang

digunakan pada untung adalah sebagai berikut.

𝑀0 𝛥𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1+𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 + 𝛥𝑀

Sementara rumus yang digunakan pada rugi adalah sebagai berikut.

𝑀0 𝛥𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1−𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − 𝛥𝑀
𝑀0 ΔM 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1−𝑃
2. Diskon 𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − ΔM
Diskon adalah potongan harga pada suatu barang. Untuk mengetahui besaran

diskon, ada beberapa elemen yang sebelumnya harus kamu ketahui, yaitu harga

awal (M0), harga akhir (Mt), diskon (ΔM), dan persentase diskon (P). Rumus yang

digunakan pada diskon adalah sebagai berikut.

𝑀0 𝛥𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1−𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − 𝛥𝑀
𝑀0 ΔM 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1−𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − ΔM
Aritmetika Sosial 2
3. Pajak
Pajak adalah suatu tambahan harga yang harus dibayarkan berdasarkan jumlah

pembelian atau penghasilan. Ada beberapa elemen dalam pajak yang

sebelumnya harus kamu ketahui, yaitu biaya awal (M0), biaya akhir (Mt), pajak

(ΔM), dan persentase pajak (P). Rumus yang digunakan dalam pajak adalah

sebagai berikut.

𝑀0 𝛥𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1+𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 + 𝛥𝑀

𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − ΔM
4. Bunga Tunggal
Bunga tunggal adalah suatu tambahan harga yang diberikan atau dibebankan

karena adanya tabungan atau pinjaman. Bunga tunggal hanya diperoleh satu

kali pada akhir suatu periode tabungan atau pinjaman. Bunga tunggal dihitung

berdasarkan besar tabungan atau pinjaman awalnya. Ada beberapa elemen

dalam bunga tunggal yang sebelumnya harus kamu ketahui, yaitu biaya awal

(M0), biaya akhir (Mt), besar bunga (ΔM), dan persentase bunga pada suatu

periode tertentu (P). Rumus yang digunakan dalam bunga tunggal adalah

sebagai berikut.

𝑀0 𝛥𝑀 𝑀𝑡
= =
1 𝑃 1+𝑃
𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 + 𝛥𝑀

𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − ΔM
5. Bruto, Neto, dan Tara
Bruto, neto, dan tara merupakan besaran yang digunakan pada suatu produk

yang memiliki kemasan. Bruto (B) adalah berat kotor, neto (N) adalah berat

bersih, dan tara (T) adalah berat kemasan. Bruto, neto dan tara dapat

diilustrasikan sebagai berikut.

Aritmetika Sosial 3
Berdasarkan gambar tersebut, bruto, neto, dan tara dapat dirumuskan sebagai
berikut.

𝐵 =𝑁+𝑇
𝑁
%𝑁 = × 100%
𝐵
𝑇
%𝑇 = × 100%
𝐵

B. Aritmetika Sosial Majemuk


𝑀𝑡 = 𝑀𝑜 − ΔM
1. Diskon Bertingkat
Dalam aritmetika sosial, persentase seperti diskon dan bunga terkadang

dihitung berkali-kali. Misalnya pada diskon yang sering dituliskan dengan 50% +

20% guna menarik perhatian pembeli. Pada prinsipnya, diskon 50% + 20% dan

diskon 70% berbeda. Hal ini dikarenakan pada diskon 50% + 20%, diskon

dihitung sebanyak dua kali. Sementara pada diskon 70%, diskon hanya dihitung

satu kali. Jika ada suatu barang seharga Rp100.000,00 lalu dikenakan diskon 50%

+ 20%, harga akhirnya menjadi Rp40.000,00. Sementara jika barang tersebut

dikenakan diskon 70%, harga akhirnya menjadi Rp30.000,00. Secara matematis,

rumus diskon majemuk tidak berbeda dengan rumus diskon tunggal. Hanya

saja, kamu harus menghitung dahulu jumlah persentase diskon dengan cara

berikut.

𝑃 = 𝑃1 + 𝑃2 (1 − 𝑃1 ) + 𝑃3 (1 − (𝑃1 + 𝑃2 (1 − 𝑃1 ))+. . ..

Keterangan:
P = diskon total; serta
P1, P2, P3 = diskon awal.

Aritmetika Sosial 4
2. Bunga Majemuk
Serupa dengan diskon bertingkat yang menghitung besaran diskon lebih dari

satu kali, bunga majemuk pun demikian. Pada prinsipnya, bunga majemuk

diberikan lebih dari satu kali. Jika bunga diberikan setiap bulan, besaran bunga

pada bulan pertama dihitung berdasarkan jumlah uang awal. Kemudian,

besaran bunga pada bulan kedua dihitung berdasarkan jumlah uang awal dan

bunga pada bulan pertama, begitu pula seterusnya. Secara matematis, bunga

majemuk dapat dirumuskan sebagai berikut.

𝑀𝑡 = 𝑀0 (1 + 𝑃)𝑛

Keterangan:
Mt = jumlah tabungan akhir;
M0 = jumlah tabungan awal;
P = persentase bunga; dan
n = lama menabung per satuan waktu.

Aritmetika Sosial 5
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Perbandingan

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Perbandingan, ada baiknya

kamu memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Perbandingan – Mengenal Perbandingan

2. Perbandingan – Soal Nomor 27

A. Perbandingan

Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran

sejenis yang dinyatakan dengan cara sederhana. Perbandingan dapat digunakan

untuk mencari nilai sebuah besaran dengan menggunakan besaran lainnya yang

sejenis. Secara umum, perbandingan terbagi menjadi dua jenis, yaitu perbandingan

senilai dan perbandingan berbalik nilai. Materi tentang perbandingan ini sudah

kamu dapatkan sewaktu SMP. Untuk menyegarkan kembali ingatan kamu tentang

konsep perbandingan, coba perhatikan materi berikut.

1. Perbandingan Senilai
Perbandingan senilai adalah perbandingan dari dua atau lebih besaran di mana

jika salah satu nilai besaran bertambah, nilai besaran lainnya yang terikat juga

akan bertambah, begitu pula sebaliknya. Secara umum, perbandingan senilai

dirumuskan sebagai berikut.

Perbandingan 1
𝑥1 𝑥2
= → 𝑥1 . 𝑦2 = 𝑥2 . 𝑦1
𝑦1 𝑦2

Perubahan nilai x1 atau y1 menjadi x2 atau y2 didapatkan dengan mengalikan x1

dan y1 dengan suatu faktor (n). Hubungan antara x1, y1, x2, y2, dan n dapat

dituliskan sebagai berikut.

𝑥1 . 𝑛 𝑥2
=
𝑦1 . 𝑛 𝑦2

Perbandingan senilai cukup sering diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,

seperti pada skala, menghitung biaya, dan sebagainya.

Skala merupakan perbandingan yang digunakan dalam suatu peta atau denah.

Skala menunjukkan perbandingan antara jarak pada peta atau denah dan jarak

sebenarnya. Secara umum, skala dinyatakan dalam bentuk 1 : S. Skala tersebut

menunjukkan bahwa jarak 1 cm pada peta setara dengan jarak S cm pada aslinya.

1 𝐽𝑃
=
𝑆 𝐽𝑠

Keterangan:

Jp = jarak pada peta; dan


Js = jarak sebenarnya.

2. Perbandingan Berbalik Nilai


Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dari dua atau lebih besaran di

mana jika salah satu nilai besaran bertambah, nilai besaran lainnya yang terikat

akan berkurang, begitu pula sebaliknya. Secara umum, perbandingan berbalik

nilai dirumuskan sebagai berikut.

𝑥1 𝑥2
= → 𝑥1 . 𝑦1 = 𝑥2 . 𝑦2
𝑦2 𝑦1

Perubahan nilai x1 atau y1 menjadi x2 atau y2 didapatkan melalui perkalian x1


1
dengan suatu faktor (n) dan y1 dengan kebalikan dari faktor tersebut ( ).
𝑛

Hubungan antara x1, y1, x2, y2, dan n dapat dituliskan sebagai berikut.
Perbandingan 2
𝑥1 . 𝑛 𝑥2
=
1 𝑦2
𝑦1 . 𝑛

Perbandingan berbalik nilai sering digunakan untuk mengestimasi waktu

pekerjaan, bekal perjalanan, dan sebagainya.

Waktu pengerjaan suatu proyek berbanding terbalik dengan jumlah pekerja.

Artinya, semakin banyak jumlah pekerja, semakin cepat proyek tersebut selesai,

begitu pula sebaliknya. Untuk menghitung waktu pengerjaan suatu proyek,

dapat digunakan rumus berikut.

𝑡1 . 𝑛1 = 𝑡2 . (𝑛1 + 𝛥𝑛)

Keterangan:

t1 = perkiraan waktu pengerjaan mula-mula;


n1 = jumlah pekerja mula-mula;
t2 = waktu pengerjaan sebenarnya; dan
Δn = perubahan jumlah pekerja.

Perbandingan 3
Paket Intensif
UTBK SBMPTN 2020

Tes Potensi Skolastik


Statistika

Buat pemahamanmu lebih mantap!

Untuk mempermudah kamu dalam menguasai materi Statistika, ada baiknya kamu
memantapkan diri dengan menonton video berikut.

1. Statistika – Soal Nomor 26

2. Matematika – Statistika dan Peluang

3. Ukuran Pemusatan Data – Rata-Rata Data Tunggal Biasa

A. Definisi Statistika dan Data


Statistika adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari cara mengumpulkan,

menganalisis, menginterpretasi, mempresentasikan, dan memprediksi data. Data

terbagi menjadi dua jenis, yaitu data diskret dan data kontinu. Data diskret adalah

data yang sifatnya terputus-putus dan nilainya bukan pecahan. Sementara data

kontinu adalah data yang sifatnya berkesinambungan dan nilainya dapat berupa

pecahan. Data diskret diperoleh dari proses menghitung. Sementara data kontinu

diperoleh dari proses mengukur. Contoh data diskret adalah jumlah anak dan

jumlah tempat wisata favorit. Sementara contoh data kontinu adalah data berat

badan dan tinggi badan.

Statistika 1
B. Ukuran Pemusatan Data
Salah satu bahasan dalam statistika adalah menentukan satu nilai yang dapat

merepresentasikan suatu data atau biasa disebut ukuran pemusatan data. Secara

umum, ada tiga cara yang dapat digunakan untuk menentukan pusat data, yaitu

rata-rata (mean), nilai tengah (median), dan nilai paling sering muncul (modus).

Ketiganya dapat digunakan secara efektif pada jenis data tertentu. Mean paling

sesuai digunakan untuk data kontinu yang selisih datum terbesar dan terkecilnya

relatif kecil. Median paling sesuai digunakan untuk data kontinu yang selisih datum

terbesar dan terkecilnya relatif besar. Sementara modus paling sesuai digunakan

untuk data diskret.

1. Mean (Rata-Rata)
Mean adalah ukuran pemusatan data yang didapatkan dengan menjumlahkan

semua nilai pada data, kemudian membagi dengan jumlah data.

a. Mean Data Tunggal

Secara matematis, mean data tunggal dapat dihitung menggunakan rumus

berikut.

𝑥1 + 𝑥2 +𝑥3 + ⋯
𝑥̅ =
𝑛

Keterangan:

𝑥̅ = mean;

𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 , … = nilai data; dan

𝑛 = banyak data.

b. Mean Data Berfrekuensi

Misalkan terdapat sebuah data yang disajikan dalam tabel berfrekuensi

berikut.

Nilai (xi) x1 x2 x3 x4 x5

Frekuensi (fi) f1 f2 f3 f4 f5

Mean dari data tersebut dapat ditentukan menggunakan rumus berikut.

𝑥1 . 𝑓1 + 𝑥2 . 𝑓2 +𝑥3 . 𝑓3 + ⋯
𝑥̅ =
𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + ⋯

Statistika 2
Keterangan:

𝑥̅ = mean;

𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 , … = nilai kelompok data; dan

𝑓1 , 𝑓2 , 𝑓3, … = frekuensi kelompok data.

c. Mean Data Gabungan

Dua atau lebih kelompok data yang masing-masing memiliki mean dan

frekuensi, dapat dicari mean gabungannya dengan menggunakan rumus

berikut.

𝑥̅1 . 𝑓1 + 𝑥̅2 . 𝑓2 +𝑥̅3 . 𝑓3 + ⋯


𝑥̅𝑔𝑎𝑏 =
𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + ⋯

Keterangan:

𝑥̅𝑔𝑎𝑏 = mean gabungan;

𝑥̅1 , 𝑥̅2 , 𝑥̅3 , … = mean kelompok data; dan

𝑓1 , 𝑓2 , 𝑓3 , … = frekuensi kelompok data.

2. Median
Median adalah ukuran pemusatan data yang merupakan nilai tengah dari

seluruh data. Median dapat diperoleh setelah terlebih dahulu mengurutkan data

dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Jika banyak data ganjil,

median dapat ditentukan dengan rumus berikut.

𝑀𝑒 = 𝑥𝑛+1
2

Jika banyak data genap, median dapat ditentukan dengan rumus berikut.

𝑥𝑛 + 𝑥𝑛+1
2 2
𝑀𝑒 =
2

Keterangan:

𝑀𝑒 = median; dan

𝑛 = banyak data.

3. Modus
Modus adalah data yang paling sering muncul atau data yang paling besar

frekuensinya.

Statistika 3