Anda di halaman 1dari 76

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

BALAI JASA KONSTRUKSI WILAYAH 2 SUMATERA SELATAN

PELATIHAN AHLI MUDA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA INDONESIA


11 SD 14 OKTOBER 2021
PANGKAL PINANG

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI


DALAM PP NOMOR 14 TAHUN 2021 DAN PERMEN PUPR
NOMOR 10 TAHUN 2021
Disampaikan oleh:
Ir.Kusumo Drajad S, MSI, CSP
Sekjend PAKKI

PERKUMPULAN AHLI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA INDONESIA


(PAKKI)
PERKENALAN
NAMA : IR. KUSUMO DRAJAD S, MSI, CSP
TEMPAT/ TGL LAHIR : SEMARANG, 8 JANUARI 1960
STATUS : KAWIN
ALAMAT : Jl. BULAK BARAT NO.46, RT.01, RW.07, CIPAYUNG DEPOK
PENGALAMAN KERJA :
1. Sekertaris Jenderal Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI)
2. Pernah bekerja di PT. HUTAMA KARYA CABANG BALI
3. Pernah bekerja di PT. META EPSI > SUPERVISOR
PUSAT PEMBINAAN
4. PernahPENYELENGGARAAN KONSTRUKSI
bekerja di PT. IES PUTRA > MANAGER PROYEK
5. KOMISARIS PT. PUJA NUGRAH JAYA KONSULTAN
6. PT. ALKON, LEMBAGA AUDIT SMK3 PP 50, Tahun 2012
7. MANJER SERTIFIKASI LSP K3 KONSTRUKSI
8. ASESOR BNSP & LPJK
9. INSTRUKTUR PJK3, PUPR & NAKER
10. DOSEN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
11. PENYUSUN SKKNI
12. PENYUSUN MODUL SMKK
SERTIFIKASI PROFESIONAL : - AHLI UTAMA K3 KONSTRUKSI
- LEAD AUDITOR SMK3 - PP 50 tahun 2012
- AHLI K3 UMUM
- AHLI MANAJEMEN KONSTRUKSI
AHLI MUDA K3K-PAKKI
TUJUAN PEMBELAJARAN

1 Memahami Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi

Memahami Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan


2 Keberlanjutan Konstruksi

Memahami Rancangan Konseptual, Elemen, Penerapan SMKK,


3 Biaya Penerapan SMKK

Mampu melaksanakan aturan tentang keselamatan konstruksi di


4 tempat kerja

AHLI MUDA K3K-PAKKI


OUTLINE
1 PENDAHULUAN

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN


2 KONSTRUKSI DALAM PP NOMOR 14 TAHUN 2021
DAN PERMEN PUPR NOMOR 10 TAHUN 2021

a. Tahap Prakonstruksi
b. Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
c. Tahap Penyelesaian Pekerjaan
d. Pembinaan dan Pengawasan
e. Ketentuan Peralihan dan Penutup
1
PENDAHULUAN
KRONOLOGI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 2 TAHUN 2017 UU RI NO. 11 TAHUN 2021


TENTANG JASA KONSTRUKSI TENTANG CIPTA KERJA
Pasal 4 ayat (1), pasal 5 ayat (1), dan Pasal 59 ayat (4) Pasal 52

1 2 3 4 5 6
Permen No. Permen PUPR SE Menteri PUPR SE Menteri PUPR Peraturan Permen PUPR
28/PRT/M/2016 No. 14/PRT/M/2020 No. 11/SE/M/2019 No. 15/SE/M/2019 PemerintahNo. 14 No. 10 Tahun 2021
Tahun 2021
(SEDANG PROSES MENCABUT Perubahan atas PP Mencabut Permen
DIINTEGRASI DALAM PERMEN PUPR NO.
REVISI) PERMEN PUPR NO. PUPR No.
21/PRT/M/2019 BESERTA LAMPIRANNYA No. 22 Tahun 2020
07/PRT/M/2019 21/PRT/M/2019

Pedoman Analisis Standar dan Tentang Petunjuk Tentang Tata Cara Tentang Perubahan atas Tentang Pedoman
Harga Satuan Pedoman Teknis Biaya Penjaminan Mutu PP Nomor 22 Tahun 2020 Sistem Manajemen
Pekerjaan (AHSP) Pengadaan Jasa Penyelenggaraan dan Pengendalian tentang Peraturan
Keselamatan
Konstruksi Melalui SMKK Mutu Pekerjaan Pelaksanaan UU Nomor 2
Bidang Pekerjaan Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
Penyedia Konstruksi
Umum Konstruksi (SMKK)

AHLI MUDA K3K-PAKKI


6
STANDAR KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN, KEBERLANJUTAN

UU 2 tahun 2017 UU 11 tahun 2021


tentang Jasa Konstruksi tentang Cipta Kerja Pasal 52
Ps. 4 ayat 1 huruf c Perubahan Ketentuan UU 2/2017 Ps. 5 ayat 3

Pemerintah Pusat Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal


bertanggung jawab 4 ayat (l) huruf c, Pemerintah Pusat memiliki kewenangan
atas terselenggaranya a. mengembangkan Standar Keamanan, Keselamatan,
Jasa Konstruksi yang Kesehatan, dan Keberianjutan dalam penyelenggaraan
sesuai dengan Jasa Konstruksi
Standar Keamanan, b. menyelenggarakan pengawasan penerapan Standar
Keselamatan, Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan
Kesehatan, dan dalam penyelenggaraan dan pemanfaatan Jasa
Keberlanjutan Konstruksi oleh badan usaha Jasa Konstruksi;

PP No. 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi
Penjelasan, Pasal 123 Ayat (2):
Yang dimaksud "Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan" termasuk pemenuhan terhadap standar mutu
bahan; standar mutu peralatan; standar keselamatan dan kesehatan kerja; standar prosedur pelaksanaan Jasa Konstruksi; standar
mutu hasil pelaksanaan Jasa Konstruksi; standar operasi dan pemeliharaan; pedoman pelindungan sosial tenaga kerja dalam
pelaksanaan Jasa Konstruksi; dan standar pengelolaan lingkungan hidup.
AHLI MUDA K3K-PAKKI
7
STANDAR KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN, KEBERLANJUTAN
UU No. 11 Tahun 2021 Tentang Cipta Kerja

Dalam setiap penyelenggaraan Jasa Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Jasa
Ayat Konstruksi, Pengguna Jasa dan Konstruksi, Pengguna Jasa, dan Penyedia Jasa wajib Ayat
1 Penyedia Jasa wajib memenuhi Ps 59 memenuhi standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan,
2
Standar Keamanan, Keselamatan, dan Keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
Kesehatan, dan Keberlanjutan. diatur dalam Peraturan Pemerintah.

PP NO. 14 TAHUN 2021


tentang Perubahan PP
No. 22 TAHUN 2020

AHLI MUDA K3K-PAKKI


8
2
SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KONSTRUKSI
DALAM PP NOMOR 14
TAHUN 2021 DAN PERMEN
PUPR NOMOR 10 TAHUN
2021
TRANSFORMASI SUBSTANSI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

PERMEN Tentang
PERMEN
PUPR Pedoman Sistem Manajemen
PUPR
21/2019 Keselamatan Konstruksi
10/2021
PERMEN PU
• NO.Keselamatan
Mengatur 05/2014 • Menambahkan/mengintegrasikan
Konstruksi yang
. meliputi Standar substansi mutu, Lingkungan dan lalu
Keselamatan, Kesehatan, lintas dalam tahap prakonstruksi
Keamanan dan Keberlanjutan • Mengintegrasikan penyusunan
(K4); dokumen SMKK;
• Mendetailkan Pekerjaan Konsultansi
• Mengatur penjaminan &
Konstruksi;
pengendalian mutu pekerjaan • Mengatur pekerjaan konstruksi dan
konstruksi; konsultansi konstruksi, termasuk untuk
• Mengatur pekerjaan konstruksi pekerjaan sederhana;
dan konsultansi konstruksi • Memasukkan dokumen pengelolaan
• K/L/Pemda dan swasta dapat lalu lintas dan lingkungan dalam
mengacu aturan ini. dokumen SMKK;
• Berlaku untuk seluruh pengguna dan
SEM PUPR 11/2019 SEM PUPR 15/2019 penyedia jasa Layanan Usaha Jasa
Tentang Petunjuk Tata Cara Penjaminan Konstruksi;
Teknis Biaya Mutu & Pengendalian
Penyelenggaraan Mutu Pekerjaan
Sistem Manajemen Konstruksi di
1
Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR
0
TRANSFORMASI
PERMEN PUPR 21/2019 PERMEN PUPR 10/2021
STRUKTUR
BAB I KETENTUAN UMUM BAB I Ketentuan Umum
BAB II STANDAR KEAMANAN, KESELAMATAN, Bab II Penerapan SMKK
KESEHATAN, DAN KEBERLANJUTAN Bagian Kesatu: Umum
KONSTRUKSI Bagian Kedua: Rancangan Konseptual SMKK
Bagian Kesatu: Umum Bagian Ketiga: RKK
Bagian Kedua: Rancangan Konseptual SMKK Bagian Keempat: RMPK dan Program Mutu
Bagian Ketiga: Elemen SMKK Bagian Kelima: RKPPL
Bagian Keempat: Penerapan SMKK Bagian Keenam: RMLLP
Paragraf 1 Umum Bagian Ketujuh: Penerapan SMKK Tahap Pembangunan
Paragraf 2 Pemilihan Penyedia Jasa Paragraf 1 Umum
Paragraf 3 Pelaksanaan Pek. Kons Paragraf 2 Tahap Pemilihan Penyedia Jasa
Paragraf 4 Serah Terima Pekerjaan Paragraf 3 Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
Bagian Kelima: Unit Keselamatan Konstruksi Paragraf 4 Tahap Serah Terima Pekerjaan
Bagian Keenam: Risiko Keselamatan Bab III Komponen Kegiatan Penerapan SMKK
Konstruksi Bagian Kesatu: Umum
BAB III BIAYA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN Bagian Kedua: Risiko Keselamatan Konstruksi
KESELAMATAN KONSTRUKSI Bagian Ketiga: Unit Keselamatan Konstruksi
BAB IV PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Bagian Keempat: Biaya Penerapan SMKK
BAB V KETENTUAN PERALIHAN BAB IV Pembinaan dan Pengawasan
BAB VI KETENTUAN PENUTUP BAB V Ketentuan Peralihan
Bab VI Ketentuan Penutup 11
TRANSFORMASI
PERMEN PUPR 21/2019 PERMEN PUPR 10/2021
STRUKTUR LAMPIRAN
Sublampiran A Penerapan Sistem Manajemen Sublampiran A Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang
Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pengguna dan Penyedia
Sublampiran B Tugas, Tanggung Jawab, dan Sublampiran B Tata Cara PMPM Pekerjaan Konstruksi
Wewenang Pengguna dan Penyedia
Sublampiran C Rancangan Konseptual SMKK
Jasa Dalam Penerapan SMKK
Sublampiran C Tata Cara Penjaminan Mutu dan Sublampiran D Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK)
Pengendalian Mutu Pekerjaan Sublampiran E Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi
Konstruksi (RMPK)
Sublampiran D Format Rancangan Konseptual SMKK Sublampiran F Program Mutu
Sublampiran E Format RKK dan Format Penilaian RKK Sublampiran G Rencana Kerja Pengelolaan dan
E.1 Penyedia Jasa Konsultansi Pemantauan Lingkungan (RKPPL)
Konstruksi Pengawasan/Manajemen
Sublampiran H Rencana Manajemen Lalu Lintas
Penyelenggaraan Konstruksi
Pekerjaan (RMLLP)
E.2 Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi
E.3 Format Penilaian Rencana Sublampiran I Laporan Pelaksanaan
Keselamatan Konstruksi (RKK) Sublampiran J Kriteria Penentuan Tingkat Risiko
Sublampiran F Format Pelaporan Pelaksanaan RKK Keselamatan Konstruksi
Sublampiran G Komponen Kegiatan dan Format Sublampiran K Komponen Kegiatan Penerapan SMKK
Audit Internal Penerapan SMKK
12
STANDAR KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN, KEBERLANJUTAN


PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021


Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan
untuk mendukung Pekerjaan Konstruksi dalam mewujudkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi merupakan
pemenuhan terhadap Standar Keamanan, Keselamatan,


pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan


keberlanjutan (K4) yang menjamin keselamatan keteknikan Kesehatan, dan Keberlanjutan dengan menjamin keselamatan
konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keteknikan konstruksi, keselamatan dan Kesehatan kerja,
keselamatan publik dan lingkungan. keselamatan publik, dan keselamatan lingkungan

PENGKAJIAN PERENCANAAN PERANCANGAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PEMELIHARAAN SERAH TERIMA

PEMENUHAN STANDAR KEAMANAN, Rancangan Konseptual


PENERAPAN SMKK
KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN
KONSTRUKSI KEBERLANJUTAN (Standar K4) Rencana Keselamatan
BERKELANJUTAN Konstruksi (RKK)
Keselamatan
Keselamatan &
Keteknikan Rencana Mutu
PENERAPAN SISTEM Kesehatan Kerja
Konstruksi Pekerjaan Konstruksi
KESELAMATAN MANAJEMEN ▪ Pemilik pekerjaan (RMPK)
▪ Bangunan/aset
KONSTRUKSI KESELAMATAN konstruksi ▪ Tenaga kerja konstruksi
Program Mutu
KONSTRUKSI (SMKK) ▪ Peralatan, material ▪ Pemasok, tamu,
subpenyedia Rencana Kerja
Keselamatan Pengelolaan dan
PENJAMINAN MUTU DAN Keselamatan Publik
Lingkungan Pemantauan Lingkungan
PENGENDALIAN MUTU ▪ Lingkungan kerja ▪ Masyarakat sekitar (RKPPL)
(PMPM) PEKERJAAN ▪ Lingkungan terdampak proyek Rencana Manajemen
KONSTRUKSI proyek ▪ Masyarakat terpapar Lalu Lintas Pekerjaan
▪ Lingkungan alam dan (RMLLP)
terbangun
AHLI MUDA K3K-PAKKI
13 TERINTEGRASI
STANDAR KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN, KEBERLANJUTAN
PP Nomor 14 tahun 2021 Pasal 84G dan Pasal 84J

SMKK MERUPAKAN PEMENUHAN STANDAR K4

Standar Keamanan Standar Keselamatan Standar Kesehatan Standar Keberlanjutan

Keandalan bangunan Standar untuk yang mengatur Standar untuk menjamin dan Standar yang digunakan untuk
berdasarkan standar keselamatan keteknikan melindungi kesehatan Tenaga menjamin keberlanjutan dalam
perancangan yang ditetapkan Konstruksi, keselamatan dan Kerja Konstruksi dan aspek ekonomi, aspek tata
sesuai dengan ketentuan kesehatan kerja, keselamatan masyarakat yang terdampak oleh lingkungan setempat dan
peraturan perundang-undangan lingkungan, dan keselamatan pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi pengelolaan lingkungan hidup,
yang wajib diterapkan selama publik yang ditetapkan sesuai sesuai dengan ketentuan dan aspek sosial.
tahap penyelenggaraan Pekerjaan dengan ketentuan peraturan peraturan perundang-undangan.
Konstruksi. perundang-undangan.

PEMENUHAN STANDAR K4 DENGAN MENJAMIN

Keselamatan Keteknikan Keselamatan &


Konstruksi Kesehatan Kerja Keselamatan Publik Keselamatan Lingkungan

merupakan keselamatan terhadap Merupakan pemenuhan terhadap Pemenuhan terhadap standar Pencegahan terhadap
pemenuhan standar hal tenaga kerja, penjaminan dan keselamatan publik, pencegahan terganggunya derajat Kesehatan
perencanaan, perancangan, perlindungan keselamatan dan kecelakaan pada masyarakat, dan masyarakat dan pekerja,
prosedur dan mutu hasil Kesehatan, pencegahan wabah pemahaman pengetahuan perubahan social masyarakat dan
pelaksanaan Jasa Konstruksi, penyakit, penyakit berbahaya dan keselamatan di sekitar lokasi rusaknya lingkungan karena
mutu bahan, dan kelaikan psikotropika, dan pengamanan pekerjaan konstruksi . pencemaran sebagai akibat dari
peralatan (security) kepadatan kegiatan di lingkungan
AHLI MUDA K3K-PAKKI
pekerjaan konstruksi
14
PENERAPAN SMKK
Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Jasa Konstruksi
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

2
1 3
JASA KONSULTANSI PEKERJAAN KONSTRUKSI PEKERJAAN KONSTRUKSI
KONSTRUKSI TERINTEGRASI

1. Pengkajian; 1. Pembangunan; 1. Rancang bangun; dan


2. Perencanaan; 2. Perekayasaan,
2. Pengoperasian;
3. Perancangan; pengadaan, dan
3. Pemeliharaan; pelaksanaan
4. Pengawasan; dan/atau
5. Manajemen 4. Pembongkaran;
penyelenggaraan dan/atau Dalam 1 (satu) kontrak
konstruksi. 5. Pembangunan kembali. kerja konstruksi

PP NO. 22 TAHUN 2020 (Pasal 47,53) dan PP 14/2021 angka 21 (perubahan pasal 59 PP 22/2020) 15
INTEGRASI DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
KONSTRUKSI
DALAM PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI
PENGKAJIAN/PERENCANAAN.
Rancangan Konseptual SMKK Perencanaan/Pengkajian. Rancangan
Konseptual
PERANCANGAN. SMKK
Gambar Desain, Rancangan Konseptual SMKK Perancangan, termasuk Biaya SMKK, KAK,
kebutuhan personil, HPS, Daftar keluaran dan harga
KAK/TOR, Dokumen
PEMILIHAN. Uraian kegiatan, persyaratan spesifikasi, Gambar Desain, Identifikasi dan Pemilihan dan
UPAYA KESELAMATAN KONSTRUKSI

mitigasi bahaya, biaya SMKK dan kebutuhan personil, kebutuhan Subpenyedia jasa Dokumen Penawaran

PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Gambar Kerja, Rencana Metode Pelaksanaan Kerja


(Work Method Statement), Identifikasi bahaya dan pengendalian hingga sisa risiko, Integrasi RKK
rencana pengujian dan pemeriksaan, rencana pengelolaan lingkungan hidup, Pelaksanaan, RMPK,
RKPPL, RMLLP, Program
manajemen lalu lintas, sumber daya (peralatan, material, biaya dan personil), Mutu
pengendalian subpenyedia dan pemasok, prosedur kerja dan penggunaan alat, audit
dan inspeksi, panduan keselamatan dan pemeliharaan konstruksi bangunan
SERAH TERIMA. Gambar Terlaksana dan Laporan Pelaksanaan
Pemutakhiran
(As-Built document) dan panduan keselamatan dan dan Pelaporan
pemeliharaan konstruksi bangunan yang dimutakhirkan Pelaksanaan

TAHAPAN AHLI MUDA K3K-PAKKI 16


KOMITMEN PENERAPAN SMKK

PERANCANGAN. Pernyataan bahwa apabila terjadi revisi desain, maka tanggung jawab revisi
desain dan dampaknya ada pada penyusun revisi

PEMILIHAN. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi

PELAKSANAAN KONSTRUKSI. komitmen rencana aksi keselamatan konstruksi,


UPAYA KESELAMATAN KONSTRUKSI

ditandatangani bersama dengan pengawas, MK, dan pengguna jasa


Pengesahan pakta komitmen oleh penyedia jasa, dan penandatanganan kebijakan
keselamatan konstruksi oleh pimpinan pelaksana pekerjaan konstruksi
Kepedulian pimpinan dengan identifikasi isu internal dan eksternal,
kepedulian organisasi, manajemen komunikasi dan pelaksanaan tinjauan
manajemen

SERAH TERIMA. Surat Keterangan Nihil Kecelakaan Konstruksi

TAHAPAN AHLI MUDA K3K-PAKKI 17


PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PENYEDIA JASA PADA
PEKERJAAN KONSTRUKSI DALAM MELAKSANAKAN PERMEN
PUPR NO. 10 TAHUN 2021 TENTANG PEDOMAN SMKK

Penyedia Jasa yang harus menerapkan SMKK merupakan


Penyedia Jasa yang memberikan layanan:
a. Konsultansi Manajemen Penyelenggaraan Konstruksi
b. Konsultansi Konstruksi pengawasan
PENYEDIA JASA c. Pekerjaan Konstruksi
TAHAP
KONSTRUKSI
• Konsultan MK Penyedia Jasa wajib:
• Konsultan a. Melakukan identifikasi bahaya
b. Melakukan penilaian risiko dan pengendalian risiko/peluang
Pengawas
Pekerjaan Konstruksi
• Kontraktor c. Menyusun sasaran dan program Keselamatan Konstruksi,
yang dibuat berdasarkan tahapan pekerjaan (Work
Breakdown Structure)
d. Melakukan penjaminan & pengendalian mutu
AHLI MUDA K3K-PAKKI 18
2a
TAHAP
PRAKONSTRUKSI
(Pengkajian–Perencanaan–Perancangan)
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PENGGUNA JASA PADA
TAHAP PENGKAJIAN DAN PERENCANAAN

1) Menetapkan lingkup pekerjaan pengkajian dan tugas, tanggung


jawab tim/penyedia jasa konsultansi pengkajian.
2) Melakukan persetujuan dan pengendalian kegiatan
pengkajian dalam dokumen Program Mutu yang
disampaikan penyedia jasa.
PENGGUNA JASA 3) Menyetujui hasil/produk pengkajian, salah satunya Rancangan
Konseptual SMKK Pengkajian yang didalamnya memuat
• Unit Organisasi informasi awal dan rekomendasi teknis untuk aspek lokasi,
• Unit Kerja lingkungan fisik, sosio-ekonomi dan dampak lingkungan.
4) Mendokumentasikan seluruh hasil pekerjaan pengkajian dan
• Penanggung Jawab
perencanaan dalam informasi terdokumentasi untuk menjadi
Kegiatan/ PPK * masukan KAK pekerjaan perancangan dan pekerjaan
• Unit Pemilihan/Pokja konstruksi;

* pejabat yang diberi kewenangan oleh Unit Kerja Pelaksana Kegiatan/Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan, mengambil keputusan, dan/atau melakukan
AHLI MUDA K3K-PAKKI 20
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB PENGGUNA JASA PADA
TAHAP PERANCANGAN

1) Menetapkan lingkup tanggung jawab perancang, termasuk


pernyataan bahwa apabila terjadi revisi desain, maka tanggung
jawab revisi desain dan dampaknya ada pada penyusun revisi.
2) Melakukan persetujuan dan pengendalian kegiatan
perancangan sebagaimana dalam Program Mutu.
PENGGUNA JASA 3) Menyetujui hasil/produk perancangan, antara lain Rancangan
Konseptual SMKK Perancangan.
• Unit Organisasi
4) Mendokumentasikan seluruh hasil pekerjaan perancangan
• Unit Kerja dalam informasi terdokumentasi untuk menjadi dasar
• Penanggung Jawab penyusunan KAK/TOR pekerjaan konstruksi.
Kegiatan/ PPK *
5) Menetapkan spesifikasi teknis yang telah didasari dengan
• Unit Pemilihan/Pokja persyaratan terkait SMKK dalam rancangan konseptual
SMKK perancangan untuk menjadi acuan dalam pemilihan

* pejabat yang diberi kewenangan oleh Unit Kerja Pelaksana Kegiatan/Kuasa Pengguna Anggaran untuk mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan, mengambil keputusan, dan/atau melakukan
AHLI MUDA K3K-PAKKI 21
RANCANGAN KONSEPTUAL SMKK (PRA-KONSTRUKSI)
Disusun oleh:
a. Penyedia Jasa
Konsultansi Konstruksi
Pengkajian;
b. Penyedia Jasa Rancangan
Konsultansi Konstruksi Konseptual SMKK
Perencanaan;
c. Penyedia Jasa harus disetujui
Konsultansi Konstruksi RANCANGAN oleh Pengguna
Perancangan; KONSEPTUAL Jasa untuk
d. Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi Terintegrasi;
SMKK dijadikan rujukan
atau dalam menyusun
e. Ahli K3 Konstruksi RKK
dan/atau Ahli
Keselamatan Konstruksi
di Pengguna Jasa

AHLI MUDA K3K-PAKKI 22


SUBSTANSI RANCANGAN KONSEPTUAL SMKK DENGAN MENGINTEGRASIKAN
K3 KONSTRUKSI, MUTU, LINGKUNGAN DAN LALU LINTAS

ASPEK INFORMASI AWAL DAN REKOMENDASI TEKNIS RANCANGAN KONSEPTUAL PERANCANGAN


INFORMASI TAHAP PENGKAJIAN/PERENCANAAN

Metode pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ;


Kondisi lokasi, Perlakuan metode sesuai
Lokasi Ketersediaan material, dengan kondisi yang Standar pemeriksaan dan pengujian;
bahan dan alat dibutuhkan
Rekomendasi/penjabaran rencana pengelolaan
kebutuhan perlindungan lingkungan hidup;
Kondisi lokasi,
Lingkungan lingkungan fisik dan Rencana manajemen lalu lintas, jika diperlukan;
Ketersediaan material,
FIsik keselamatan publik di sekitar
bahan dan alat
proyek IBPRP;
pengaruh hubungan
Daftar standar dan/atau peraturan
sosial, budaya,
kebutuhan pengkajian dampak perundangundangan Keselamatan Konstruksi yang
ekonomi, kesehatan
konstruksi terhadap sosio- ditetapkan untuk desain
Sosio-Ekonomi masyarakat dan
ekonomi masyarakat sekitar
kearifan lokal
masyarakat sekitar
proyek Rancangan panduan keselamatan pengoperasian
proyek dan pemeliharaan konstruksi bangunan
kebutuhan penyusunan
Dampak
telaahan aspek lingkungan dokumen lingkungan (AMDAL,
Lingkungan UKL-UPL, SPPL) Pernyataan penetapan tingkat risiko Keselamatan
Konstruksi; dan
Biaya SMKK serta kebutuhan personil
23 AHLI MUDA K3K-PAKKI keselamatan Konstruksi
KRITERIA RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

RISIKO • bersifat berbahaya rendah berdasarkan penilaian tingkat risiko dalam RKK yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa
KESELAMATAN berdasar perhitungan
• Pekerjaan Konstruksi dengan nilai HPS sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah);
KONSTRUKSI • mempekerjakan tenaga kerja yang berjumlah kurang dari 25 (dua puluh lima) orang; dan/atau
KECIL • Pekerjaan Konstruksi yang menggunakan teknologi sederhana.

RISIKO • bersifat berbahaya sedang berdasarkan penilaian tingkat risiko dalam RKK yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa
berdasar perhitungan
KESELAMATAN • Pekerjaan Konstruksi dengan nilai HPS di atas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) sampai dengan
KONSTRUKSI Rp100.000.000.000,00 (seratus milyar rupiah);
SEDANG • mempekerjakan tenaga kerja yang berjumlah 25 (dua puluh lima) orang sampai dengan 100 (seratus) orang;
dan/atau
• Pekerjaan Konstruksi yang menggunakan teknologi madya.

• bersifat berbahaya tinggi berdasarkan penilaian tingkat risiko dalam RKK yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa
RISIKO
berdasar perhitungan
KESELAMATAN • Pekerjaan Konstruksi dengan nilai HPS di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus milyar rupiah);
KONSTRUKSI • mempekerjakan tenaga kerja yang berjumlah lebih dari 100 (seratus) orang;
BESAR • menggunakan peralatan berupa pesawat angkat;
• menggunakan metode peledakan dan/atau menyebabkan terjadinya peledakan; dan/atau
AHLI MUDAteknologi
• Pekerjaan Konstruksi yang menggunakan K3K-PAKKI
tinggi. 24
KETENTUAN LAIN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
Dalam hal suatu Pekerjaan Konstruksi memenuhi
Dalam hal 1 (satu) uraian pekerjaan memenuhi penilaian
lebih dari satu kriteria Risiko Keselamatan
tingkat risiko keselamatan konstruksi lebih tinggi paling
Konstruksi, penentuan Risiko Keselamatan
Konstruksi ditentukan dengan memilih Risiko sedikit 3 (tiga), maka penentuan Risiko Keselamatan
Keselamatan Konstruksi yang lebih tinggi Konstruksi ditentukan dengan memilih Risiko Keselamatan
Konstruksi yang lebih tinggi.

Pada Pekerjaan Konstruksi yang menggunakan


metode padat karya atau menggunakan banyak IBPRP memuat penilaian risiko Keselamatan Konstruksi
tenaga kerja namun sedikit penggunaan peralatan pada setiap tahapan pekerjaan yang dihitung dengan
mesin, kebutuhan Personel Keselamatan perkalian nilai tingkat kekerapan dan tingkat keparahan
Konstruksi ditentukan oleh penilaian Risiko
dampak bahaya yang ditentukan berjenjang pada skala 1
Keselamatan Konstruksi (satu) sampai dengan 5 (lima)

Risiko Keselamatan Konstruksi untuk menentukan


kebutuhan Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Untuk pekerjaan konstruksi sipil, gedung, dan pekerjaan
Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang tidak
Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas diperlukan lagi perhitungan penentuan tingkat risiko
atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi. Keselamatan Konstruksi dapat dilihat sebagaimana
tertuang dalam contoh Tabel Penetapan Tingkat Risiko
Pekerjaan dibagian akhir materi.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 25


KETENTUAN LAIN DALAM TAHAP PRAKONSTRUKSI

Dalam menyusun Rancangan Konseptual Pengguna Jasa mengacu pada hasil dokumen
SMKK, Penyedia Jasa Konsultansi Konstruksi pekerjaan jasa Konsultansi Konstruksi perancangan
dan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi harus dan/ atau berkonsultasi dengan ahli keselamatan dan
memiliki Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja kesehatan kerja Konstruksi dan/ atau ahli
Konstruksi, atau Ahli Keselamatan Konstruksi. Keselamatan Konstruksi dan/ atau tenaga ahli yang
membidangi Keselamatan Konstruksi dalam
menetapkan uraian pekerjaan, identifikasi bahaya,
dan penetapan tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
pada Pekerjaan Konstruksi
Untuk pekerjaan Pengkajian, perencanaan, dan
perancangan dengan Pengadaan Langsung
Jasa Konsultansi, tenaga ahli yang dilibatkan Dalam hal pekerjaan perancangan memiliki besaran
merangkap sebagai Ahli Keselamatan dan kurang dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah),
Kesehatan Kerja Konstruksi dan/atau Ahli Rancangan Konseptual SMKK hanya memuat IBPRP
Keselamatan Konstruksi.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 26


2b
TAHAP
KONSTRUKSI
(Procurement - Pelaksanaan)
Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Pengguna Jasa

Penanggung Jawab Kegiatan


1) Menerapkan SMKK untuk setiap paket Pekerjaan
Jasa Konstruksi.
2) Bertanggung jawab atas keseluruhan aspek administrasi
kontrak dan teknis pelaksanaan pekerjaan konstruksi
sebagaimana yang tercantum dalam kontrak konstruksi.
3) Membahas dan mengesahkan dokumen penerapan
SMKK pada saat rapat persiapan pelaksanaan
(Preconstruction Meeting/PCM).
4) Berwenang atas pengendalian dan pengawasan
pekerjaan konstruksi dan dapat dilimpahkan sebagian
atau keseluruhan pada pihak/tim yang ditunjuk oleh
penanggung jawab, sebagaimana gambar disamping

28
Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Pengguna Jasa

Penanggung Jawab Kegiatan


5) Kewenangan pengendalian pekerjaan dapat dilimpahkan sebagian atau keseluruhan kepada pihak/tim
yang ditunjuk oleh PPK yakni Direksi Lapangan/Konsultan MK, dengan rincian tugas pengendalian:
a) merencanakan, mereview dan menetapkan serta menjamin penerapan SMKK yang dilaksanakan
oleh Penyedia dan Pengawas Pekerjaan;
b) memberikan persetujuan atas hasil pelaksanaan pengujian dan pemeriksaan mutu serta volume;
c) memerintahkan pengukuran hasil pekerjaan dan melakukan persetujuan terkait kuantitas serta sertifikat
pembayaran;
d) memastikan jadwal pelaksanaan sesuai dengan rencana jadwal yang telah ditetapkan dan menyetujui
penyesuaian jadwal yang disusun oleh Penyedia;
e) melaporkan capaian kemajuan pelaksanaan pekerjaan secara berkala, termasuk permasalahannya
kepada Unit Kerja Pelaksana Kegiatan;
f) memberikan persetujuan atas laporan pelaksanaan dari Penyedia setelah diverifikasi oleh Direksi
Teknis/Konsultan Pengawas;
g) memeriksa dan memberikan persetujuan atas usulan dokumen rencana pelaksanaan yang disampaikan
oleh Penyedia, pekerjaan yang disub-kontrakkan (jika ada), dan perubahan pekerjaan; dan
h) menyampaikan laporan pengendalian pekerjaan kepada unit kerja/unit organisasi

29
Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Pengguna Jasa

Penanggung Jawab Kegiatan


6) Dalam melakukan pengawasan pelaksanaan RKK dan evaluasi kinerja SMKK, PPK dapat dibantu
oleh Ahli Keselamatan/Ahli K3 Konstruksi/Petugas Keselamatan Konstruksi dari internal dan/atau
eksternal organisasi PPK.
7) PPK dapat melimpahkan sebagian atau keseluruhan fungsi pengawasan kepada pihak/tim yang
ditunjuk oleh PPK yakni Direksi Teknis atau Konsultan Pengawas.
8) Rincian tugas pengawasan:
a) melakukan pengawasan terhadap penerapan Dokumen SMKK;
b) memeriksa dan membuat rekomendasi terhadap penyusunan dan pemutakhiran dokumen
penerapan Keselamatan Konstruksi;
c) melakukan pemeriksaan dan pengujian mutu bahan dan hasil pekerjaan;
d) melakukan pemeriksaan dan pengukuran terhadap kuantitas hasil pekerjaaan;
e) melakukan pengawasan terhadap jadwal pekerjaan dan metode kerja;
f) menyusun laporan terkait hasil pekerjaan yang tidak memenuhi syarat;
g) memberikan peringatan dan teguran tertulis kepada pihak pelaksana pekerjaan jika terjadi
penyimpangan terhadap dokumen kontrak;
h) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pengelolaan lingkungan;

30
Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Pengguna Jasa

Penanggung Jawab Kegiatan

8) Rincian tugas dan tanggung jawab pengawasan sebagai berikut (LANJUTAN):


i) mengusulkan kepada PPK untuk menghentikan pelaksanaan pekerjaan sementara jika
pelaksana pekerjaan tidak memperhatikan peringatan yang diberikan;
j) merekomendasikan kepada PPK untuk menolak pelaksanaan dan hasil pekerjaan
konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi;
k) melakukan pemeriksaan terhadap laporan Penyedia;
l) menyusun dan menyampaikan laporan pengawasan secara periodik; dan
m) melakukan pengawasan selama masa pemeliharaan;
9) Memberi surat peringatan secara bertahap kepada Penyedia Jasa apabila Penyedia Jasa tidak
melaksanakan dokumen penerapan keselamatan konstruksi yang telah ditetapkan.
10) Menghentikan bagian pekerjaan yang dinilai berisiko Keselamatan Konstruksi besar apabila
peringatan ke-2 tidak ditindaklanjuti oleh Penyedia Jasa.

31
Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Pengguna Jasa

Penanggung Jawab Kegiatan

11) Dalam kondisi Penyedia Jasa melakukan pekerjaan kritis/risiko besar tidak mengikuti dokumen
Keselamatan Konstruksi, PPK dapat menghentikan pekerjaan sampai upaya pengendalian
telah dilakukan.
12) Bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan konstruksi, apabila PPK tidak melaksanakan
ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 9), di atas.
13) Memberikan Surat Keterangan Nihil Kecelakaan Kerja kepada Penyedia Jasa yang telah
melaksanakan SMKK dalam menyelenggarakan paket Pekerjaan Konstruksi sebagai bentuk
catatan ada/tidak ada kecelakaan kerja.
14) Membuat RKK Kegiatan untuk Pekerjaan Konstruksi yang bersifat swakelola.
15) Membuat analisis, kesimpulan, rekomendasi dan rencana tindak lanjut terhadap laporan
kecelakaan konstruksi dan penyakit akibat kerja konstruksi yang diterima dari Penyedia Jasa.

32
DOKUMEN PENERAPAN SMKK (KONSTRUKSI)
Disusun oleh:
a. Penyedia Jasa
Konsultansi Konstruksi
Manajemen
Penyelenggaraan Berupa Dokumen
Konstruksi; SMKK yang
b. Penyedia Jasa
terintegrasi antara
Konsultansi Konstruksi RENCANA
Pengawasan; RKK, RMPK,
c. Penyedia Jasa Pekerjaan
KESELAMATAN
Program Mutu,
Konstruksi; KONSTRUKSI
RKPPL dan RMLLP
d. Penyedia Jasa Pekerjaan (RKK) (RKPPL dan RMLLP
Konstruksi Terintegrasi;
diwajibkan untuk
atau
pekerjaan dengan risiko
e. Ahli K3 Konstruksi
keselamatan konstruksi
dan/atau Ahli
sedang dan besar)
Keselamatan Konstruksi
di Pengguna Jasa

AHLI MUDA K3K-PAKKI 33


PENERAPAN SMKK DALAM TAHAP
PEMBANGUNAN

Pemilihan Penyedia Pelaksanaan Pekerjaan Serah Terima


Jasa Konstruksi Pekerjaan
BENTUK

1. Pelaksanaan RKK
Dokumen Pemilihan 2. Penyusunan & Pelaksanaan Dokumen hasil penerapan SMKK
(Dok. Teknis + Administrasi) Dokumen SMKK (RMPK, Program kepada Pengguna Jasa
Mutu, RKPPL dan RMLLP)
▪ Laporan pelaksanaan RKK
Harus memuat: ▪ Dokumen SMKK dibahas, dan
▪ Pemutakhiran dokumen SMKK
▪ Manajemen Risiko Keselamatan disetujui oleh Pengguna Jasa dan
pekerjaan konstruksi RKK
Konstruksi yang paling sedikit Penyedia Jasa pada saat rapat
MUATA

Pelaksanaan, RMPK, RKPPL (jika


memuat uraian pekerjaan, persiapan pelaksanaan pekerjaan/
ada) dan RMLLP (jika ada)
identifikasi bahaya, dan PCM
▪ Pemutakhiran dokumen SMKK
penetapan tingkat Risiko ▪ Pengendalian dokumen SMKK
N

pekerjaan konsultansi konstruksi


Keselamatan Konstruksi pada melalui persyaratan dalam
RKK MK/Pengawasan dan Program
Pekerjaan Konstruksi; dan pengajuan izin mulai kerja (JSA +
Mutu
▪ Biaya Penerapan SMKK pada HPS Rencana Pelaksanaan Pekerjaan)
▪ Seluruh laporan disertai bukti
AHLI MUDA K3K-PAKKI dokumentasi dan/atau audio visual
34
5 (LIMA) ELEMEN SMKK DALAM RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Sub elemen dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi PERMEN PUPR NO. 10/2021 Sub elemen dalam MK/ Supervisi Pekerjaan Konstruksi
• Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal; 01
• Organisasi pengelola SMKK;
Kepemimpinan dan
• Komitmen keselamatan konstruksi; dan • Komitmen keselamatan konstruksi
• Supervisi, training, akuntabilitas, sumber daya, dan Partisipasi Pekerja dalam
dukungan Keselamatan Konstruksi

• Identifikasi bahaya, penilaian risiko, penentuan • Identifikasi bahaya, penilaian risiko, penentuan pengendalian
pengendalian risiko, dan peluang (IBPRP); risiko, dan peluang (IBPRP);
02
• Rencana tindakan keteknikan, manajemen, dan tenaga • Rencana tindakan keteknikan, manajemen, dan tenaga kerja yang
Perencanaan Keselamatan
kerja yang tertuang dalam sasaran dan program; dan tertuang dalam sasaran dan program; dan
• Pemenuhan standar dan peraturan perundangan Konstruksi • Pemenuhan standar dan peraturan perundangan keselamatan
keselamatan konstruksi konstruksi

• Sumber daya berupa teknologi, peralatan, material, dan


03
biaya;
Dukungan Keselamatan • Kepedulian organisasi;
• Kompetensi tenaga kerja; • Manajemen komunikasi; dan
• Kepedulian organisasi; • Informasi terdokumentasi. Konstruksi

• Perencanaan implementasi RKK; • Perencanaan implementasi RKK;


04
• pengendalian operasi keselamatan konstruksi; • pengendalian operasi keselamatan konstruksi;
Operasi Keselamatan
• Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat; dan
• Investigasi kecelakaan konstruksi Konstruksi

• Pemantauan atau inspeksi;


• Audit; 05
• Evaluasi; Evaluasi Kinerja • Pemantauan atau inspeksi;
• Tinjauan manajemen; dan Penerapan SMKK
AHLI MUDA K3K-PAKKI
• Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi 35
INTEGRASI MUATAN SUBSTANSI DOKUMEN RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

ELEMEN MUATAN RKK PELAKSANAAN INTEGRASI DOKUMEN

A.1 Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal;


ELEMEN 1 A.2 Organisasi pengelola SMKK;
A.3 Komitmen keselamatan konstruksi; dan
A.4 Supervisi, training, akuntabilitas, sumber daya, dan dukungan

B.1 Mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, penentuan Tahapan aktivitas dalam IBPRP disusun sesuai dengan
pengendalian risiko, dan peluang; pekerjaan rutin (sesuai dengan Work Breakdown Structure)
ELEMEN 2 B.2 Rencana tindakan keteknikan, manajemen, dan tenaga dan pekerjaan non-rutin (pekerjaan yang tidak terdapat
kerja yang tertuang dalam sasaran dan program; dan pada Work Breakdown Structure). Uraian pekerjaan
B.3 Pemenuhan standar dan peraturan perundangan dalam IBPRP diintegrasikan dengan jadwal dan
keselamatan konstruksi tahapan pekerjaan dalam dokumen RMPK.

• Sumber daya berupa teknologi, peralatan, material, dan


biaya;
ELEMEN 3 • Kompetensi tenaga kerja; Jadwal peralatan, material, dan bahan, serta tenaga kerja
• Kepedulian organisasi; terintegrasi dengan Bab Metode Kerja dalam Rencana
• Manajemen komunikasi; dan Mutu Pelaksanaan Pekerjaan (RMPK)
• Informasi terdokumentasi.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 36


INTEGRASI MUATAN SUBSTANSI DOKUMEN RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

MUATAN RKK PELAKSANAAN INTEGRASI DOKUMEN


ELEMEN

D.1.1. Terintegrasi dengan struktur organisasi dengan struktur organisasi dalam


ELEMEN 4 D.1 Perencanaan implementasi RKK;
dokumen RMPK, RKPPL, dan RMLLP.
1. Struktur Organisasi Pelaksana pekerjaan konstruksi
2. Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
D.2 Pengendalian Operasi
1. Analisis CSA
D.2.2.a. Pengelolaan Keandalan Bangunan merupakan bagian dari PMPM pekerjaan
2. Pengelolaan keamanan lingkungan kerja konstruksi dan harus diintegrasikan dengan spesifikasi teknis, rencana pelaksanaan
a. Pengelolaan keandalan bangunan, memuat mutu bahan, pekerjaan/Work Methode Statement, dan ITP/Inspection Test Plan pada dokumen
metode pekerjaan konstruksi, izin kerja RMPK
b. Pengelolaan pendukung keandalan bangunan, termasuk
didalamnya manajemen keselamatan lalu lintas (traffic
D.2.2.b. Untuk pekerjaan dengan Risiko keselamatan Konstruksi sedang dan besar,
manajement)
manajemen keselamatan lalu lintas terintegrasi dan dirinci dalam RMLLP (Rencana
3. Pengelolaan keselamatan kerja, termasuk pengendalian Manajemen Lalu Lintas)
subkontraktor dan pemasok
4. Pengelolaan Kesehatan kerja D.2.3. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok terintegrasi dengan RMPK
5. Pengelolaan Lingkungan Kerja, termasuk pengukuran kondisi
D.2.5. Untuk pekerjaan dengan Risiko keselamatan Konstruksi sedang dan besar,
lingkungan, tata graha dam pengolahan sampah dan limbah
pengelolaan lingkungan kerja terintegrasi dan dirinci dalam RKPPL

E.1 Pemantauan atau inspeksi;


E.2 Audit;
ELEMEN 5
E.3 Evaluasi;
E.4 Tinjauan manajemen; dan
E.5 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi AHLI MUDA K3K-PAKKI
37
UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI

“ bertanggungjawab kepada unit yang menangani Keselamatan


Konstruksi di bawah pimpinan tertinggi Penyedia Jasa.

Pimpinan
• wajib memiliki kompetensi kerja
yang dibuktikan dengan sertifikat Ket:
kompetensi kerja di bidang K3 1. Dalam hal pekerjaan konstruksi berisiko Keselamatan
Konstruksi kecil, Pimpinan tertinggi Pekerjaan Konstruksi
Konstruksi.
dapat merangkap sebagai pimpinan UKK.
• berkoordinasi dengan pimpinan 2. Dalam hal pekerjaan konstruksi berisiko Keselamatan
tertinggi Pekerjaan Konstruksi Konstruksi sedang dan besar, Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi harus membentuk UKK yang terpisah dari struktur
Anggota organisasi Pekerjaan Konstruksi.
wajib memiliki kompetensi kerja yang
dibuktikan dengan kepemilikan
kompetensi kerja atau sertifikat pelatihan

AHLI MUDA K3K-PAKKI 38


UNIT KESELAMATAN KONSTRUKSI

RISIKO BESAR RISIKO SEDANG RISIKO KECIL


Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi harus
membentuk UKK yang terpisah dari struktur Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi Pimpinan Tertinggi pekerjaan
organisasi Pekerjaan Konstruksi. harus membentuk UKK yang terpisah konstruksi merangkap pimpinan
Kualifikasi Personil Manajerial dari struktur organisasi Pekerjaan UKK.
• Ahli Keselamatan/K3 Konstruksi Utama; atau Konstruksi.
Kualifikasi Personil Manajerial
• Ahli Keselamatan/K3 Konstruksi Madya dengan Kualifikasi Personil Manajerial • Ahli Keselamatan/K3 Konstruksi
pengalaman paling singkat 3 (tiga) tahun • Ahli Keselamatan/K3 Konstruksi Muda; atau
Perbandingan jumlah personil keselamatan Madya; atau • Petugas Keselamatan Konstruksi
konstruksi dengan jumlah tenaga kerja konstruksi • Ahli Keselamatan/K3 Konstruksi
adalah 1:40, yaitu minimal 1 (satu) ahli K3 Muda dengan pengalaman paling Perbandingan jumlah personil
konstruksi muda dan/atau ahli keselamatan singkat 3 (tiga) tahun keselamatan konstruksi dengan
konstruksi muda dengan pengalaman paling jumlah tenaga kerja konstruksi
singkat 3 (tiga) tahun. Perbandingan jumlah personil adalah 1:60, yaitu minimal 1 (satu)
keselamatan konstruksi dengan Petugas keselamatan konstruksi.
Untuk jumlah pekerja > 140 orang, dibutuhkan 1 jumlah tenaga kerja konstruksi adalah
(satu) orang tambahan petugas Keselamatan 1:50, yaitu minimal 1 (satu) ahli K3
Konstruksi dan/atau petugas K3 kontruksi tiap konstruksi muda dan/atau ahli
penambahan kelipatan 40 orang pekerja keselamatan konstruksi muda.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 39


PENGENDALIAN PELAKSANAAN SMKK - AKK
Diterapkan oleh Penyedia Jasa pada pekerjaan:
a. tingkat risiko besar dan/atau sedang; dan
b. pekerjaan bersifat khusus sesuai dengan metode kerja Konstruksi yang terdapat dalam RKK,
pekerjaan ini paling sedikit terdiri atas:
1. pekerjaan panas/menimbulkan percikan api;
2. pekerjaan pengangkatan;
3. pekerjaan di ruang terbatas;
4. pekerjaan menyelam;
5. pekerjaan di malam hari;
6. pekerjaan di ketinggian lebih dari 1,80 (satu koma delapan puluh) meter;
Analisis Keselamatan 7. pekerjaan menggunakan perancah;
8. pekerjaan dengan menggunakan radiography;
Konstruksi (AKK) 9. pekerjaan bertegangan listrik; dan
10. pekerjaan penggalian atau kedalaman.

AKK disusun oleh:


1. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi,
2. Ahli Keselamatan Konstruksi,
3. tenaga ahli teknis yang terkait Keselamatan Konstruksi, dan/atau Petugas Keselamatan
Konstruksi

Dalam hal terjadi perubahan metode kerja, situasi, pengamanan, dan sumber daya manusia,
AKK harus ditinjau kembali oleh Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi, Ahli
Keselamatan Konstruksi,
AHLIdan/atau tenaga ahli yang membidangi Keselamatan Konstruksi.
MUDA K3K-PAKKI 40
BIAYA PENERAPAN SMKK PEKERJAAN KONSTRUKSI
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

Paling sedikit mencakup:


1. Penyiapan RKK, RKPPL, dan RMLLP
Dalam pengadaan pekerjaan
2. Sosialisasi, promosi, dan pelatihan konstruksi, penyedia jasa yang
3. Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD) tidak menyampaikan perkiraan
biaya penerapan SMKK, pada
4. Asuransi dan perizinan metode tender:
5. Personel Keselamatan Konstruksi • Sistem gugur : dinyatakan
gugur
6. Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan • Sistem nilai: nilai
7. Rambu dan perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu penawaran biaya = 0
lintas
8. Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi*
9. Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian risiko Keselamatan
Konstruksi, termasuk biaya pengujian/pemeriksaan lingkungan

*Tidak wajib dilaksanakan bagi konstruksi dengan risiko keselamatan konstruksi kecil
AHLI MUDA K3K-PAKKI 41
PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK
PERMEN PUPR NO. 10/2021
1. Penyiapan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK), 3. Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri
antara lain: (APD), meliputi:
• Pembuatan dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi; ⮚ APK antara lain:
• Jaring pengaman (Safety Net);
• Pembuatan prosedur dan instruksi kerja; dan
• Tali keselamatan (Life Line);
• Penyusunan laporan penerapan SMKK (harian, mingguan, • Penahan jatuh (Safety Deck);
bulanan, akhir). • Pagar pengaman (Guard Railling);
• Pembatas area (Restricted Area);
2. Sosialisasi, promosi dan pelatihan, antara lain: • Pelindung jatuh (Fall Arrester); dan
• Perlengkapan keselamatan bencana.
⮚ APD antara lain:
• Induksi Keselamatan Konstruki (Safety Induction); • Helm pelindung (Safety Helmet);
• Pengarahan Keselamatan Konstruki (Safety Briefing); • Pelindung mata (Goggles, Spectacles);
• Pertemuan mengenai keselamatan Keselamatan • Tameng muka (Face Shield);
Konstruki (Safety Meeting, Safety Talk, dan/atau Tool Box • Masker selam (Breathing Apparatus);
Meeting); • Pelindung telinga (Ear Plug, Ear Muff);
• Patroli keselamatan; • Pelindung pernafasan dan mulut (Masker);
• Pelatihan Keselamatan Konstruksi; • Sarung tangan (Safety Gloves);
• Sosialisasi HIV/AIDS; • Sepatu keselamatan (Safety Shoes);
• Simulasi Keselamatan Konstruksi; • Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes and Toe Cap);
• Penunjang seluruh tubuh (Full Body Harness);
• Spanduk (banner);
• Jaket pelampung (Life Vest);
• Poster; dan
• Rompi keselamatan (Safety Vest);
• Papan informasi K3. • Celemek (Apron/Coveralls); dan
• Pelindung jatuh (fall arrester).
AHLI MUDA K3K-PAKKI 42
PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK
PERMEN PUPR NO. 10/2021
6. Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan,
4. Asuransi dan Perizinan, antara lain:
antara lain:
• Asuransi; dan • Peralatan P3K (Kotak P3K, alat pengukur suhu badan, tandu, obat
• Pemeriksaan atau pengujian kelaikan alat untuk mendapatkan luka, perban, dan lain-lain);
izin alat; • Ruang P3K (tempat tidur pasien, tabung oksigen, stetoskop,
timbangan berat badan, tensi meter, dan lain-lain);
5. Personel Keselamatan Konstruksi, antara lain: • Peralatan pengasapan (obat pengasapan dan mesin fogging);
• Biaya protokol kesehatan wabah menular (misal: tempat cuci
• Ahli K3 Konstruksi atau ahli keselamatan konstruksi; tangan, swab, vitamin di masa pandemi COVID-19);
• Petugas Keselamatan Konstruksi dan/atau petugas K3 Konstruksi; • Pemeriksaan psikotropika dan HIV;
• Petugas tanggap darurat; • Perlengkapan kesehatan memadai untuk Isolasi mandiri (tempat
• Petugas P3K; tidur pasien, oximeter, tabung oksigen); dan
• Petugas pengatur lalu lintas/koordinator/flagman; • Ambulans.
• Tenaga medis dan/atau kesehatan; dan
• Petugas pengelolaan lingkungan.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 43


PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK
PERMEN PUPR NO. 10/2021
7. Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan disesuaikan 9. Kegiatan dan peralatan terkait Pengendalian
dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan (manajemen Risiko Keselamatan Konstruksi, antara lain:
lalu lintas), antara lain:
• Pemeriksaan lingkungan kerja (pengujian lingkungan antara
• Rambu petunjuk;
lain: air, kebisingan, limbah B3, kebisingan getaran);
• Rambu larangan;
• Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
• Rambu peringatan;
• Rambu kewajiban (rambu mandatory K3 antara lain: rambu • Sirine;
pemakaian APD, masker); • Penangkal petir;
• Rambu informasi (informasi terkait K3, antara lain: lokasi kotak P3K, • Anemometer
rambu lokasi APAR, area berbahaya, bahan berbahaya); • Bendera K3;
• Rambu pekerjaan sementara; • Lampu darurat (Emergency Lamp);
• Jalur evakuasi (Escape Route); • Pemeriksaan dan pengujian lingkungan/uji sampling;
• Tongkat pengatur lalu lintas (Warning Lights Stick); • Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP);
• Kerucut lalu lintas (Traffic Cone); • Audit eksternal; dan/atau
• Lampu putar (Rotary Lamp); dan • Closed-circuit Television (CCTV).
• Perlengkapan jalan sementara, antara lain: perambuan, marka, dan
alat pengendali.

8. Konsultasi dengan Ahli terkait Keselamatan Konstruksi


sesuai lingkup pekerjaan dengan kebutuhan lapangan

AHLI MUDA K3K-PAKKI 44


PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK
Perlengkapan Jalan Sementara Penyedia Jasa harus
menyediakan perlengkapan
dapat berupa: jalan sementara sesuai RMKL
a) alat pemberi isyarat lalu lintas sementara; atau sesuai perintah
b) rambu lalu lintas sementara; Pengawas Pekerjaan bila
c) marka jalan sementara; dianggap perlu
d) alat penerangan sementara;
e) alat pengendali pemakaian jalan sementara, terdiri atas: Semua perlengkapan jalan
✔alat pembatas kecepatan, dan sementara tetap menjadi
✔alat pembatas tinggi dan lebar kendaraan; milik Penyedia Jasa pada
akhir masa kontrak
f) alat pengamanan pemakai jalan sementara, terdiri atas:
✔pagar pengaman/penghalang lalu lintas,
✔cermin tikungan,
✔patok pengarah (delineator),
✔pulau-pulau lalu lintas sementara,
✔pita pengaduh (rumble strip), dan
✔trafic cones.
Sumber: Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 1.8
AHLI MUDA K3K-PAKKI 45
KETENTUAN BIAYA PENERAPAN SMKK
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

Pengguna jasa harus memastikan seluruh


Harus dimasukkan pada komponen biaya penerapan SMKK
Daftar Kuantitas dan dianggarkan dan diterapkan oleh Penyedia
Harga dengan besaran Jasa
biaya sesuai dengan
kebutuhan berdasarkan
pengendalian dalam RKK. Bagian dari RKK dan harus
disampaikan oleh Penyedia Jasa
BIAYA SMKK dalam dokumen penawaran sesuai
dengan komponen kegiatan
penerapan SMKK

Penyedia jasa tidak dapat


Biaya penerapan SMKK menjadi mengusulkan perubahan
bagian dari RKK anggaran biaya
penyelenggaraan SMKK
berdasarkan RKK yang
AHLI MUDA K3K-PAKKI telah ditinjau ulang
46
CONTOH FORMAT PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK

AHLI MUDA K3K-PAKKI 47


CONTOH FORMAT PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK

AHLI MUDA K3K-PAKKI 48


CONTOH FORMAT PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK

Keterangan:
1. Uraian pekerjaan sebagaimana tersebut
dalam tabel, disesuaikan dengan jenis
pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan.
2. PPK menetapkan perincian uraian pekerjaan
sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan
pekerjaan.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 49


PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK
PERMEN PUPR NO. 10/2021
Keterangan:
❑ Alat Pelindung Kerja (APK) berupa jaring pengaman (safety net) dan tali keselamatan (life line) harus dalam kondisi
baru dan mengikuti standar yang berlaku.
❑ Alat Pelindung Diri (APD) harus dalam kondisi baru dan mengikuti standar yang berlaku.
❑ Standar warna helm yang dipergunakan, sebagai berikut:
Pasal 84AF PP 14/2021
⮚ Tamu –warna putih polos;
APK dan APD merupakan
⮚ Tim: barang habis pakai
▪ Pelaksana–warna putih polos dilengkapi dengan 1 strip (8 mm);
▪ Kepala pelaksana–warna putih polos dilengkapi dengan 2 strip (2 x 8 mm);
▪ Kepala pekerjaan konstruksi–warna putih polos dilengkapi dengan 3 strip berukuran @ 8mm, dan 1 strip
15 mm di bagian paling atas.
⮚ Pekerja pada Unit Keselamatan Konstruksi–warna merah;
⮚ Pekerja pada Unit kerja Sipil–warna kuning;
⮚ Pekerja pada Unit kerja Mekanikal Elektrikal (ME) – warna biru;
⮚ Pekerja pada Unit kerja Lingkungan – warna hijau; dan
⮚ Jika ada logo perusahaan, ditempatkan di bagian tengah dan depan pelindung kepala.
❑ Pekerja pada Pekerjaan Konstruksi menggunakan pakaian berwarna jingga (orange).
❑ Pada alat berat yang beroperasi ditempel SILO, SIO, nama operator beserta pasfoto ukuran 8R.
AHLI MUDA K3K-PAKKI 50
BIAYA PENERAPAN SMKK PEKERJAAN
KONSULTANSI KONSTRUKSI

Paling sedikit mencakup:


1 Penyiapan RKK, RKPPL, dan RMLLP Dalam pengadaan pekerjaan jasa
konsultansi konstruksi, penyedia jasa
menyampaikan perkiraan biaya
2 Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan penerapan SMKK, pada jenis kontrak:
• Waktu penugasan : biaya langsung
Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian risiko nonpersonil
3 Keselamatan Konstruksi, termasuk biaya • Lumsum : Keluaran komponen
pengujian/pemeriksaan lingkungan penerapan SMKK dan daftar keluaran
dan harga

Biaya asuransi kesehatan, asuransi profesi, biaya pendidikan,


pelatihan, asuransi, dan biaya keselamatan dan kesehatan kerja
dalam jasa Konsultansi Konstruksi sudah termasuk dalam
komponen remunerasi tenaga ahli sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangundangan
AHLI MUDA K3K-PAKKI
51
CONTOH FORMAT PERINCIAN BIAYA PENERAPAN SMKK

Keterangan:
❑ Harga yang dimasukkan ke dalam
output komponen merupakan
Harga Total dari perincian kegiatan
Penerapan SMKK.
❑ Pada dokumen pemilihan
pengguna jasa mencantumkan
persyaratan kebutuhan tenaga ahli
keselamatan konstruksi
berdasarkan persyaratan minimum
yang dibutuhkan.

AHLI MUDA K3K-PAKKI


52
KETENTUAN LAIN DALAM TAHAP KONSTRUKSI (1/3)

Penyedia jasa

RKK, RMPK/Program Mutu, dan RKPPL


RKK, RMPK, program mutu, dan RKPPL harus
diperbaharui dalam hal terjadi:
mendapatkan persetujuan dari Pengguna Jasa
a. Perubahan instruksi kerja, prosedur kerja,
termasuk perubahan organisasi; Penyedia Jasa melaporkan pelaksanaan SMKK
b. perubahan pekerjaan atau pekerjaan baru kepada pengguna sesuai dengan kemajuan
serta perubahan lingkup pekerjaan pada pekerjaan
kontrak, termasuk pekerjaan tambah/kurang;
dan Pemutakhiran Dokumen RKK Pelaksanaan, RMPK,
c. kecelakaan Konstruksi yang mengakibatkan Program Mutu, RKPPL dan RMLLP disampaikan
kehilangan harta benda, waktu kerja, oleh penyusun untuk diperiksa, dibahas dan
kematian, cacat tetap dan/atau kerusakan direviu bersama untuk mendapat persetujuan
oleh pengguna jasa
lingkungan.

AHLI MUDA K3K-PAKKI


53
KETENTUAN LAIN DALAM TAHAP KONSTRUKSI (2/3)

Pengguna jasa

Pemutakhiran dokumen SMKK dalam hal terjadi:


Pengguna Jasa melakukan pengawasan
a. perubahan pekerjaan atau pekerjaan baru pelaksanaan RKK, RMPK, Program Mutu, RKPPL
serta perubahan lingkup pekerjaan pada dan RMLLP yang dilaksanakan oleh penyedia jasa
kontrak, termasuk pekerjaan Pengguna jasa melakukan evaluasi kinerja
tambah/kurang; dan penerapan SMKK setiap bulan

b. kecelakaan Konstruksi yang mengakibatkan


Dalam melakukan pengawasan dan evaluasi,
kehilangan harta benda, waktu kerja,
Pengguna Jasa dapat dibantu oleh ahli
kematian, cacat tetap dan/atau kerusakan keselamatan dan kesehatan kerja Konstruksi, ahli
lingkungan. Keselamatan Konstruksi, tenaga ahli yang
membidangi Keselamatan Konstruksi dan/atau
tidak dapat mengusulkan perubahan anggaran
petugas Keselamatan Konstruksi.
biaya penerapan SMKK

AHLI MUDA K3K-PAKKI 54


KETENTUAN LAIN DALAM TAHAP KONSTRUKSI
(2/3)

Dalam hal pekerjaan konstruksi dan/atau


konsultansi konstruksi dilaksanakan dengan Penyedia Jasa pengawasan, manajemen konstruksi,
penunjukan langsung, penyedia jasa menyusun dan pelaksana Pekerjaan Konstruksi dapat
RKK sesuai dengan persyaratan dalam SMKK mengusulkan perubahan anggaran Biaya
Penerapan SMKK dalam hal terjadi penyebaran
Dalam hal pekerjaan konstruksi dilaksanakan epidemi dan pandemi yang belum diperkirakan
secara swakelola atau tanpa penyedia jasa, disusun sebelumnya, sehingga membutuhkan penanganan
RKK kegiatan yang memuat IBPRP, analisis kesehatan pada pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
keselamatan konstruksi, jadwal inspeksi dan
pengadaan APD dan APK Untuk pekerjaan dengan Risiko Keselamatan
Konstruksi kecil melalui pengadaan langsung
Dalam hal pekerjaan pengawasan konstruksi dan/atau padat karya, Biaya Penerapan SMKK
dilaksanakan secara swakelola, disusun RKK paling sedikit meliputi:
kegiatan yang memuat identifikasi bahaya, serta a. pengadaan APD/APK
sasaran dan program b. sarana dan prasarana kesehatan terkait
protokol kesehatan, dan
c. rambu keselamatan sesuai kebutuhan.

AHLI MUDA K3K-PAKKI 55


2c
TAHAP
SERAH TERIMA
PEKERJAAN
(PHO–Pemeliharaan–FHO)
TAHAPAN SERAH TERIMA (PENYELESAIAN)
PEKERJAAN KONSTRUKSI
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

Serah Terima Pekerjaan adalah kegiatan


penyerahan pekerjaan yang telah selesai
100% (seratus perseratus) dari Penyedia
kepada Pengguna Jasa dalam kondisi dan
standar sebagaimana disyaratkan dalam SERAH TERIMA
kontrak KEPADA
SERAH TERIMA AKHIR PENYELENGGARA
PEKERJAAN (FHO) INFRASTRUKTUR
PEKERJAAN
PEMELIHARAAN
Pengoperasian dan Pemeliharaan, Pengguna Jasa
SERAH TERIMA PERTAMA harus merujuk pada:
PEKERJAAN (PHO) a. hasil perancangan yang telah dimutakhirkan;
Setelah PHO pekerjaan SMKK diterapkan b. Panduan keselamatan operasi dan pemeliharaan
dalam pengoperasian dan pemeliharaan. konstruksi bangunan yang sudah memperhitungkan
Keselamatan Konstruksi yang disusun oleh Penyedia
Jasa Pekerjaan Konstruksi berdasarkan hasil
Laporan dokumen hasil penerapan SMKK (sebagaimana dalam kontrak) pelaksanaan rancangan dan RKK yang dimutakhirkan.
- Laporan pelaksanaan RKK
- Dokumen RMPK dan pemutakhirannya Pengguna Jasa mengeluarkan surat
- Dokumen Program Mutu dan pemutakhirannya keterangan nihil kecelakaan
- Dokumen RKPPL dan pemutakhirannya konstruksi kepada penyedia jasa
AHLI MUDA K3K-PAKKI
- RMLLP (bila ada) 57
2d
PEMBINAAN dan
PENGAWASAN
PEMBINAAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KONSTRUKSI
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

Penerapan Penetapan Pemantauan Pengembangan


SMKK Kebijakan dan Kerja Sama
Evaluasi

1 2 3 4
Dalam bentuk Penyusunan Norma Penilaian terhadap Meningkatkan
fasilitasi, konsultasi Standar Prosedur pelaksanaan penerapan SMKK
serta pendidikan dan Kriteria sesuai dengan pembinaan dan dalam mewujudkan
pelatihan kewenangannya pengawasan Keselamatan
penerapan SMKK Konstruksi

AHLI MUDA K3K-PAKKI


59
PENGAWASAN PENERAPAN SMKK
PP NO. 14/2021 DAN PERMEN PUPR NO. 10/2021

Gubernur sebagai wakil Gubernur melakukan


Menteri melakukan Bupati/walikota melakukan
Pemerintah Pusat pengawasan penerapan SMKK pengawasan penerapan SMKK
pengawasan tertib penerapan (GWPP) di daerah pada Pekerjaan Konstruksi dan pada Pekerjaan Konstruksi
SMKK pada Pekerjaan melakukan pengawasan dan Konsultansi Konstruksi
Konsultansi Konstruksi
Konstruksi dan Konsultansi penerapan kebijakan terhadap pembiayaan yang
terhadap pembiayaan yang
Konstruksi yang berasal dari SMKK yang dilakukan berasal dari anggaran berasal dari anggaran
anggaran pendapatan dan oleh gubernur dan pendapatan dan belanja pendapatan dan belanja
belanja negara dan/atau yang daerah kabupaten/kota
bupati/walikota di daerah provinsi dan/atau yang
memiliki Risiko Keselamatan dan/atau yang memiliki
wilayah memiliki Risiko Keselamatan Risiko Keselamatan Konstruksi
Konstruksi besar kewenangannya Konstruksi sedang kecil

Pengguna Jasa menyam- Gubernur sebagai wakil Gubernur menyampaikan laporan Bupati/walikota menyampaikan laporan
paikan laporan penyeleng- pemerintah pusat me- penerapan SMKK kepada Menteri SMKK kepada gubernur sebagai wakil
garaan pengawasan SMKK nyampaikan laporan dan menteri yang menyelenggara- pemerintah pusat yang menjadi satu
kepada Menteri melalui unit penerapan kebijakan kan urusan pemerintahan dalam kesatuan yang tidak terpisahkan dengan
organisasi yang membidangi SMKK kepada Menteri negeri yang menjadi satu kesatuan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah
Jasa Konstruksi yang tidak terpisahkan dengan kabupaten/kota
laporan penyelenggaraan
pemerintah daerah provinsi

Laporan penerapan SMKK disampaikan


AHLI MUDA secara berkala paling sedikit 1 (satu) tahun sekali
K3K-PAKKI 60
KOMITE KESELAMATAN KONSTRUKSI
Dalam melakukan pengawasan penerapan SMKK, Menteri menetapkan Komite Keselamatan
Konstruksi yang bertugas membantu dalam penyelenggaraan Keselamatan Konstruksi

PERMEN PUPR NO. 21 TAHUN 2019 PP NO. 14 TAHUN 2021


• Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pekerjaan konstruksi
• Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Pekerjaan Konstruksi
yang diperkirakan memiliki Risiko Keselamatan Konstruksi besar
yang diperkirakan memiliki Risiko Keselamatan Konstruksi besar;
dan sedang;
• Melaksanakan investigasi kecelakaan konstruksi;
• Melaksanakan investigasi kecelakaan konstruksi;
• Memberikan saran, pertimbangan, dan rekomendasi kepada
• Memberikan saran, pertimbangan, dan rekomendasi kepada
Menteri berdasarkan hasil PE Pekerjaan Konstruksi dengan Risiko TUGAS Menteri berdasarkan hasil PE pekerjaan konstruksi dengan Risiko
Keselamatan Konstruksi besar dan/atau investigasi kecelakaan
Keselamatan Konstruksi besar dan sedang dan/atau investigasi
konstruksi dalam rangka mewujudkan Keselamatan Konstruksi;
kecelakaan konstruksi untuk mewujudkan keselamatan
dan
konstruksi;
• Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri.
• Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri

• Memasuki tempat kerja Konstruksi;


• Meminta keterangan dari pihak terkait;
KEWENANGAN • Meminta data yang berhubungan dengan tugas komite; dan
• Melakukan koordinasi dengan pihak terkait Keselamatan
Konstruksi.

• Ketua;
• Ketua;
• Sekretaris;
• Sekretaris;
• Anggota; STRUKTUR • Bidang (Koordinator dan Anggota sesuai Bidang); dan
• Subkomite; dan
• Sekretariat (Koordinator dan Anggota).
• Sekretariat.
AHLI MUDA K3K-PAKKI 61
2e
KETENTUAN PERALIHAN
dan
PENUTUP
KETENTUAN PERALIHAN
RKK pada Kontrak Kerja Konstruksi untuk Pekerjaan Konstruksi yang telah ditandatangani
sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini tetap berlaku sampai dengan berakhirnya Kontrak
Kerja Konstruksi tersebut.

Sertifikat Petugas K3 Konstruksi yang telah diterbitkan oleh unit kerja yang menangani
Keselamatan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelum
berlakunya Peraturan Menteri ini harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan
Menteri ini paling lambat bulan Desember 2021.
Sertifikat Petugas Keselamatan Konstruksi yang telah diterbitkan oleh unit kerja yang
menangani Keselamatan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini tetap berlaku sampai dengan terbentuknya
lembaga sertifikasi profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

KETENTUAN PENUTUP
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1690), dicabut dan
dinyatakan tidak berlaku.
AHLI MUDA K3K-PAKKI 63
TERIMA KASIH

Keyword
LAMPIRAN
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR PER JENIS PEKERJAAN
KHUSUS SIPIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
MENURUT UU 2 TAHUN 2017
Jembatan bentang ≥ 45 m (beton)
bentang ≥ 50 m (baja)
Jalan Lintas Atas bentang ≥ 45 m (beton)
(Flyover/Overpass) bentang ≥ 50 m (baja)
Jalan Layang panjang > 1.000 m
Jembatan tipe khusus Gantung, beruji kabel, pelengkung dengan bentang paling sedikit 60 m, bentang paling sedikit
100 m, dengan ketinggian pilar diatas 40 m, kotak/box girder, dan lain-lain yang didesain
secara khusus.

Pembangunan Jembatan Gantung Program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial


SIPIL
Ekonomi Wilayah)
Jalan - Jalan Bebas Hambatan,
Medan datar LHR ≤156.000
Medan bukit LHR ≤153.000
Medan gunung LHR ≤146.000
- Jalan Raya
Medan datar LHR ≤110.000
Keterangan: Medan bukit LHR ≤106.600
Untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko keselamatan Medan gunung LHR ≤103.400
konstruksi yang sudah ditentukan pada keterangan di atas,
tidak diperlukan lagi perhitungan penentuan tingkat risiko
- Jalan di daerah perbukitan dan/atau pegunungan
Keselamatan Konstruksi sebagaimana tertuang dalam
contoh Tabel Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan. AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR PER JENIS PEKERJAAN
KHUSUS SIPIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
MENURUT UU 2 TAHUN 2017
Terowongan Semua
Underpass Semua
Bendungan Semua bendungan
Reklamasi Semua reklamasi
Pemecah/penahan Perlu ada kriteria
gelombang Rubble mound > 1 ton
Ambang (Groundsill) - dengan lebar sungai > 20 m;
- Tinggi Terjunan ≥ 3 m
SIPIL Saluran irigasi khusus Dengan konstruksi terowongan dan sipon
Saluran irigasi Volume luasan > 2000 HA
Terowongan air Semua terowongan
Bendung dengan lebar sungai > 20 m
Keterangan: Sistem Penyediaan Air Dengan kedalaman pekerjaan galian > 1,5 m
Untuk pekerjaan konstruksi Minum (SPAM)
dengan risiko keselamatan Instalasi Pembuangan Air Dengan kedalaman pekerjaan galian > 1,5 m
konstruksi yang sudah ditentukan
pada keterangan di atas, tidak
Limbah
diperlukan lagi perhitungan Tempat Pembuangan Akhir Bila pelaksanaan pekerjaan galian tanah > 1,5 m
penentuan tingkat risiko (TPA)
Keselamatan Konstruksi Embung Semua
sebagaimana tertuang dalam
contoh Tabel Penetapan Tingkat
Dermaga Pembangunan pada program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi
Risiko Pekerjaan. Wilayah)
AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS GEDUNG/PERUMAHAN DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR,
SEDANG, DAN KECIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
MENURUT UU 2 TAHUN 2017

Bangunan > 5 lantai Risiko keselamatan konstruksi besar


Gedung
Berdasarkan
s.d. 5 lantai Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang
Ketinggian
Lantai
GEDUNG Bangunan
1-2 lantai
Risiko keselamatan konstruksi kecil

Bangunan gedung semi basement dan/atau


Keterangan:
bangunan gedung 1 lapis dengan ketinggian lebih Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang
Untuk pekerjaan konstruksi
dengan risiko keselamatan
dari 3 meter di bawah tanah
Bangunan
konstruksi yang sudah Gedung Bangunan gedung > 2 lapis di bawah tanah dengan
ditentukan pada keterangan di Risiko keselamatan konstruksi besar
Berdasarkan ketinggian per lapis 3 meter
atas, tidak diperlukan lagi
Kondisi
perhitungan penentuan tingkat Bangunan gedung di bawah air Risiko keselamatan konstruksi besar
Bangunan
risiko Keselamatan Konstruksi
sebagaimana tertuang dalam Gedung
contoh Tabel Penetapan Bangunan gedung di bawah sarana/prasarana Risiko keselamatan konstruksi besar
Tingkat Risiko Pekerjaan.
Bangunan gedung
AHLIdiMUDA
atas sarana/prasarana
K3K-PAKKI Risiko keselamatan konstruksi besar
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS GEDUNG/PERUMAHAN DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR,
SEDANG, DAN KECIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA PEKERJAAN


KONSTRUKSI MENURUT UU 2 JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
TAHUN 2017
Rumah Cut and Fill Risiko keselamatan konstruksi besar:
Tapak ∙ Slope > 450
∙ Jenis Tanah: Gambut, Tanah Pasir, Tanah Lempung
∙ Volume Tanah ≥ 500.000 m3

Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:


∙ Slope > 150-450
∙ Jenis Tanah:Tanah Lanau dan Tanah Timbunan

Risiko keselamatan konstruksi kecil:


∙ Slope < 150
GEDUNG ∙ Jenis Tanah: Tanah Batu
Pracetak Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Semua komponen Pracetak
Keterangan: ∙ > 2 lantai
Untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko
keselamatan konstruksi yang sudah
Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
ditentukan pada keterangan di atas, tidak ∙ Kolom dan Balok Prcetak
diperlukan lagi perhitungan penentuan
Risiko keselamatan konstruksi kecil:
tingkat risiko Keselamatan Konstruksi
∙ Sloof dan Pondasi Prcetak
sebagaimana tertuang dalam contoh Tabel
Peralatan konstruksi Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan.
Hand Crane
AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS GEDUNG/PERUMAHAN DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR,
SEDANG, DAN KECIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI
KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI
MENURUT UU 2 TAHUN 2017 KETERANGAN
Rumah Susun Cut and Fill Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Slope > 450
∙ Jenis Tanah: Gambut, Tanah Pasir, Tanah Lempung
∙ Volume Tanah ≥ 500.000 m3
Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
∙ Slope > 150–450
∙ Jenis Tanah:Tanah Lanau dan Tanah Timbunan
Risiko keselamatan konstruksi kecil:
∙ Slope < 150
GEDUNG ∙ Jenis Tanah: Tanah Batu
2–5 Lantai Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Semua Komponen Pracetak
Keterangan: Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
Untuk pekerjaan konstruksi dengan ∙ Parsial Precast
risiko keselamatan konstruksi yang Risiko keselamatan konstruksi kecil:
sudah ditentukan pada keterangan ∙ Konvensional
di atas, tidak diperlukan lagi 6–12 Lantai Risiko keselamatan konstruksi besar:
perhitungan penentuan tingkat ∙ Pracetak dan Konvensional
risiko Keselamatan Konstruksi ∙ Rusun Campuran
sebagaimana tertuang dalam
Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
contoh Tabel Penetapan Tingkat
Parsial Precast
Risiko Pekerjaan.
AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS GEDUNG/PERUMAHAN DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR,
SEDANG, DAN KECIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
MENURUT UU 2 TAHUN 2017
Rumah Susun > 12 Lantai Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Pracetak dan Konvensional
∙ Rusun Campuran
Helipad Risiko keselamatan konstruksi besar :
GEDUNG ∙ Di atas Rumah Susun
Lingkungan Kerja Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Daerah Militer;
∙ Kepadatan Penduduk Tinggi;
∙ Zona Merah Rawan Bencana.
Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
∙ Kepadatan Penduduk Sedang;
∙ Zona Rawan Bencana Sedang.
Risiko keselamatan konstruksi kecil:
∙ Kepadatan Penduduk Rendah;
∙ Zona Rawan Bencana Rendah.

Keterangan:
Untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko keselamatan konstruksi yang
sudah ditentukan pada keterangan di atas, tidak diperlukan lagi
perhitungan penentuan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi
sebagaimana tertuang dalam contoh Tabel Penetapan Tingkat Risiko
Pekerjaan. AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS GEDUNG/PERUMAHAN DENGAN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI BESAR,
SEDANG, DAN KECIL UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN AHLI K3 KONSTRUKSI/PETUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI

KLASIFIKASI USAHA
PEKERJAAN KONSTRUKSI JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN
MENURUT UU 2 TAHUN 2017
Rumah Susun Peralatan Konstruksi Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ Tower Crane dan Mobile Crane
GEDUNG Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
∙ Mobile Crane
Nilai Pekerjaan konstruksi Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ 1 Tower > Rp. 50 M
Jumlah Tenaga Kerja Risiko keselamatan konstruksi besar:
∙ 100 orang
Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:
∙ 25–100 orang
Risiko keselamatan konstruksi kecil:
∙ < 25 orang

Keterangan:
Untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko
keselamatan konstruksi yang sudah
ditentukan pada keterangan di atas, tidak
diperlukan lagi perhitungan penentuan
tingkat risiko Keselamatan Konstruksi
sebagaimana tertuang dalam contoh Tabel
Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan.
AHLI MUDA K3K-PAKKI
DAFTAR PEKERJAAN KONSTRUKSI KHUSUS INFRASTRUKTUR BERBASIS
MASYARAKAT (IBM)

JENIS KONSTRUKSI KETERANGAN

Pekerjaan Infrastruktur Berbasis Risiko Keselamatan Konstruksi Sedang:


Masyarakat (IBM), seperti: ∙ Menggunakan alat berat.
✔Pengembangan Infrastruktur Sosial
Ekonomi Wilayah (PISEW); Risiko keselamatan konstruksi kecil:
✔Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). ∙ Tidak Menggunakan alat berat,
∙ Mempekerjakan tenaga kerja
di bawah 25 orang,
∙ Teknologi yang sederhana.

Keterangan:
Untuk pekerjaan konstruksi dengan risiko keselamatan konstruksi yang sudah ditentukan pada
keterangan di atas, tidak diperlukan lagi perhitungan penentuan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi
sebagaimana tertuang dalam contoh Tabel Penetapan Tingkat Risiko Pekerjaan .
PENENTUAN TINGKAT TEKNOLOGI TINGGI, MADYA, DAN SEDERHANA

Peralatan berat dengan menggunakan mesin yang operasionalnya berbasis mekanikal, elektrikal, hidrolik, dan
pneumatik yang terkontrol secara automatik dan digital, baik berdiri sendiri maupun terintegrasi dalam satu sistem,
meliputi:
Jenis dan kapasitas pesawat angkat dan angkut:
✔Peralatan angkat
a. Keran mobil, keran kelabang, keran portal, keran magnet, keran lokomotif, pesawat hidrolik, dan pesawat
pneumatic, dengan kapasitas:
∙ > 25 ton dan ≤ 100 ton;
∙ > 100 ton dan ≤ 300 ton;
∙ > 300 ton dan ≤ 600 ton;
∙ > 600 ton;
b. Alat angkat listrik/lift barang/passenger hoist, keran overhead, keran pedestal, keran tetap, keran gantry,
keran dinding, dan keran sumbu putar, dengan kapasitas:
Teknologi tinggi ∙ > 25 ton dan ≤ 100 ton;
∙ > 100 ton dan ≤ 300 ton;
∙ > 300 ton dan ≤ 600 ton;
∙ > 600 ton;
c. Launcher girder;
d. Mesin bor terowongan (tunnel boring machine).
✔Peralatan angkut
a. Keran Menara (tower crane),
b. Pesawat angkutan di atas landasan dan diatas permukaan:
∙ Jenis forklift dan/atau lift truk > 15 ton
✔Pesawat pneumatic yang digerakan oleh tenaga yang menggunakan tekanan udara dengan kapasitas tekanan
di atas 150 psi (Pounds per SquareAHLI MUDA K3K-PAKKI
inch);
PENENTUAN TINGKAT TEKNOLOGI TINGGI, MADYA, DAN SEDERHANA
Jenis dan kapasitas pesawat angkat dan angkut:
✔Peralatan angkat
a. Keran mobil, keran kelabang, keran portal, keran magnet, keran lokomotif, pesawat hidrolik, dan pesawat pneumatic,
dengan kapasitas:
∙ S.d. 25 ton
b. Alat angkat listrik/lift barang/passenger hoist, keran overhead, keran pedestal, keran tetap, keran gantry, keran dinding
dan keran sumbu putar, dengan kapasitas:
∙ S.d. 25 ton
✔Peralatan angkut
a. Pesawat angkutan di atas landasan dan diatas permukaan:
∙ Jenis forklift dan/atau lift truk s/d 15 ton
✔Pesawat pneumatic yang digerakan oleh tenaga yang menggunakan tekanan udara dengan kapasitas tekanan 100 s.d. 150 psi
(Pounds per Square inch).
Teknologi Madya ✔Pesawat hidrolik yang digerakan oleh cairan oli dengan kapasitas tekanan diatas 1000 s.d. 5000 psi (Pounds per Square inch).
✔Tenaga penggerak listrik (generator set) dengan kapasitas 25 s.d. 200 KVA.
✔Peralatan mesin:
a. Mesin pon, mesin penghancur, penggiling dan penumbuk (crusher machine).
b. Mesin bor, mesin derad, mesin gunting/potong plat, mesin rol dan tekuk plat.
✔Peralatan berat:
Backhoe, excavator, bulldozer, loader, scrapper, asphalt finisher, tandem roller, tyre roller.
✔Peralatan ringan:
a. Tamping Rammer (Mesin Pemadat Ringan);
b. Vibrator (Mesin Penggetar dan pemadat beton cair);
c. Mesin pelurus, pemotong dan pembengkok besi beton;
d. Penyebar semen cair maupun semen campuran;
e. Bar bender, bar cutter; dan AHLI MUDA K3K-PAKKI
PENENTUAN TINGKAT TEKNOLOGI TINGGI, MADYA, DAN SEDERHANA
✔Pesawat pneumatic yang digerakan oleh tenaga yang menggunakan tekanan udara dengan kapasitas tekanan
<100 psi (Pounds per Square inch);
✔Bor listrik, hammer drill, dan peralatan sejenis.
✔Perkakas tangan seperti cangkul, palu, pahat, sabit, gergaji, kikir, obeng, tang, dan peralatan sejenis.
Teknologi ✔Mesin sederhana:
Sederhana a. mesin asah, poles dan pelican;
b. mesin tuang dan cetak, tempa dan pres;
c. mesin potong dan belah kayu, mesin ayak dan mesin pemisah;
d. mesin penyaring pasir, mesin pengisi, mesin pengungkit;
e. mesin pengaduk, serta mesin lain yang sejenis.

AHLI MUDA K3K-PAKKI

Anda mungkin juga menyukai