Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN

TUMOR MAMAE

DISUSUN OLEH :
RINIYANTI
113120013

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
LAPORAN PENDAHULUAN

Nama Mahasiswa : Riniyanti


NIM : 113120013
Diagnosa : Tumor Mamae

A. Pengertian
Tumor mamae adalah karsinoma yang berasal dari parenkim, stroma,
areola dan papilla mammae (Lab. UPF Bedah RSDS, 2010). Tumor mamae
adalah gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae di mana sel
abnormal timbul dari sel-sel normal, berkembang biak dan menginfiltrasi
jaringan limfe dan pembuluh darah. (Kusuma, 2015)
B. Etiologi atau faktor risiko
Menurut Iskandar (2010) Sampai saat ini, penyebab pasti tumor
mammae belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor resiko yang telah
teridentifikasi, yaitu :
1. Jenis kelamin
Wanita lebih beresiko menderita tumor mammae dibandingkan dengan
pria. Prevalensi tumor mammae pada pria hanya 1% dari seluruh tumor
mammae.
2. Riwayat keluarga
Wanita yang memiliki keluarga tingkat satu penderita tumor mammae
beresiko tiga kali lebih besar untuk menderita tumor mammae.
3. Faktor genetic
4. Faktor usia
Resiko tumor mammae meningkat seiring dengan pertambahan usia.
5. Faktor hormonal
Kadar hormon yang tinggi selama masa reproduktif, terutama jika
tidak diselingi oleh perubahan hormon akibat kehamilan, dapat
meningkatkan resiko terjadinya tumor mammae.
6. Usia saat kehamilan pertama
Hamil pertama pada usia 30 tahun beresiko dua kali lipat
dibandingkan dengan hamil pada usia kurang dari 20 tahun.
7. Terpapar radiasi
8. Intake alkohol
9. Pemakaian kontrasepsi oral
Pemakaian kontrasepsi oral dapat meningkatkan resiko tumor mammae.
Penggunaan pada usia kurang dari 20 tahun beresiko lebih tinggi
dibandingkan dengan penggunaan pada usia lebih tua.
C. Manifestasi klinis
Pada masa-masa awal pertumbuhan tumor, gejala sulit dideteksi,
sehingga kasus ini biasanya baru diketahui setelah muncul benjolan yang
sudah menjolok dan bisa diraba. Tanda-tanda fisik yang biasa ditemui adalah:
1. Terbentuknya massa utuh atau jaringan yang tidak biasa, sifatnya kenyal,
muncul di payudara atau sekitarnya (misalnya, di bawah lengan)
2. Penderita merasakan nyeri di tempat massa tersebut
3. Lekukan pada permukaan payudara dan kulit yang berada di atas tumor
menjadi seperti kulit jeruk
4. lepasnya papilla mammae
5. puting susu mengeluarkan cairan yang tidak normal, bahkan bisa
mengeluarkan darah
D. Patofisiologi
Tumor/neoplasma merupakan kelompok sel yang berubah dengan
ciri proliferasi yang berlebihan dan tak berguna, yang tak mengikuti pengaruh
jaringan sekitarnya. Proliferasi abnormal sel kanker akan menggangu fungsi
jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara
menyebarkan anak sel ke organ-organ yang jauh. Di dalam sel tersebut telah
terjadi perubahan secara biokimiawi terutama dalam intinya. Hampir semua
tumor ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan
berubah menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal. Proses jangka
panjang terjadinya kanker ada 4 fase, yaitu:
1. Fase induksi 15 – 30 tahun
Kontak dengan bahan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun
sampai dapat merubah jaringan displasia menjadi tumor ganas.
2. Fase insitu 5 – 10 tahun
Terjadi perubahan jaringan menjadi lesi “pre concerous” yang bisa
ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paru, saluran cerna, kulit dn
akhirnya juga di payudara.
3. Fase invasi: 1 – 5 tahun
Sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran
sel ke jaringan sekitarnya dan ke pembuluh darah sera limfa.
4. Fase desiminasi: 1 - 5 tahun
Terjadi penyebaran ke tempat lain.
E. Pathways
Genetik, gang hormonal:estrogen, makanan berkarsinogen, dll

Reseptor meningkat

Pertumbuhan sel-sel epitel payudara yg abnormal

Maligna

Tumor mamae

pembedahan
Adanya luka terbuka Sel tuor menekan Hospitalisasi
Terputusnya jaringan jaringan sekitar

Terpajan bakteri Krisis situasi


Stimulasi saraf nyeri konsistensi
mamae
Kemerahan Stress psikologi
Sensasi nyeri ke SSP Mamae bengkak

MK: Resiko infeksi Perasaan takut,


Hipotalamus Masa tumor
kawatir
mendesak ke jar. luar
Nyeri menjalar pada lengan, Saraf motorik
ketidakmampuan mobilisasi MK: Ansietas
Perfusi jaringan terganggu
lengan dr tubuh
Nyeri dipersepsikan
MK: Kerusakan
MK: Intoleransi aktivitas MK: Nyeri integritas kulit
F. Komplikasi
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah metastase keotak, hati, kelenjar
adrenal, paru, tuang, dan ovarium
G. Pemeriksaan penunjang
1. Laboratorium meliputi:
a. Morfologi sel darah
b. Laju endap darah
c. Tes faal hati
d. Tes tumor marker (carsino Embrionyk Antigen/CEA) dalam
e. serum atau plasma
f. Pemeriksaan sitologis
2. Pemeriksaan sitologik
Pemeriksaan ini memegang peranan penting pada penilaian cairan yang
keluarspontan dari putting mammae, cairan kista atau cairan yang keluar
dari ekskoriasi.
3. Mammagrafi
Pengujian mammae dengan menggunakan sinar untuk mendeteksi secara
dini. Memperlihatkan struktur internal mammae untuk mendeteksi kanker
yang tidak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal. Mammografi
pada masa menopause kurang bermanfaat karena gambaran kanker di
antara jaringan kelenjar kurang tampak.
4. Ultrasonografi
Biasanya digunakan untuk mendeteksi luka-luka pada daerah padat pada
mammae ultrasonography berguna untuk membedakan tumor sulit dengan
kista. Kadang-kadang tampak kista sebesar sampai 2 cm.
5. Thermography
Mengukur dan mencatat emisi panas yang berasal dari mammae atau
mengidentifikasi pertumbuhan cepat tumor sebagai titik panas karena
peningkatan suplaydarah dan penyesuaian suhu kulit yang lebih tinggi.
6. Xerodiography
Memberikan dan memasukkan kontras yang lebih tajam antara pembuluh-
pembuluh darah dan jaringan yang padat. Menyatakan peningkatan
sirkulasi sekitar sisi tumor.
7. Biopsi
Untuk menentukan secara menyakinkan apakah tumor jinak atau ganas,
dengancara pengambilan massa. Memberikan diagnosa definitif terhadap
massa dan berguna sebagai klasifikasi histologi, pentahapan dan seleksi
terapi.
8. CT-Scan
Dipergunakan untuk diagnosis metastasis carsinoma mammae pada organ
lain.
9. Pemeriksaan hematologi
Yaitu dengan cara isolasi dan menentukan sel-sel tumor pada peredaran
darah dengan sendimental dan sentrifugis darah.
H. Penatalaksanaan
Ada beberapa penanganan tumor mammae, antara lain:
1. Mastektomi
Mastektomi adalah operasi pengangkatan mammae. Ada 3 jenis
mastektomi, yaitu:
a. Modified radical mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh
mammae, jaringan mammae di tulang dada, tulang selangka dan tulang
iga serta benjolan di sekitar ketiak.
b. Total (simple) mastectomy, yaitu pengangkatan di seluruh
mammae saja, tetapi bukan kelenjar ketiak.
c. Radical mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari
mammae. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya
pada bagian yang mengandung sel kanker, bukan seluruh mammae.
2. Radiasi
3. Kemoterapi
I. Pengkajian keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian mencakup data yang dikumpulkan melalui wawancara,
pengumpulan riwayat kesehatan, pengkajian fisik, pemeriksaan
laboratorium dan diagnostik, serta review catatan sebelumnya. Langkah-
langkah pengkajian yang sistemik adalah pengumpulan data, sumber data,
klasifikasi data, analisa data dan diagnosa keperawatan (Doenges M,
2000).
2. Pengumpulan data
Pengumpulan data adalah bagian dari pengkajian keperawatan yang
merupakan landasan proses keperawatan. Kumpulan data adalah kumpulan
informasi yang bertujuan untuk mengenal masalah klien dalam
memberikan asuhan keperawatan . (Doenges M, 2000).
3. Sumber data
Data dapat diperoleh melalui klien sendiri, keluarga, perawat lain dan
petugas kesehatan lain baik secara wawancara maupun observasi. Data
yang disimpulkan meliputi : Data biografi /biodata Meliputi identitas klien
dan identitas penanggung antara lain : nama, umur, jenis kelamin, agama,
pendidikan, pekerjaan dan alamat.
4. Riwayat keluhan utama
Riwayat keluhan utama meliputi : adanya benjolan yang menekan
payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah dan mengeras, bengkak,
nyeri.
5. Riwayat kesehatan masa lalu

a. Apakah pasien pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya.


b. Apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama .
6. Pengkajian fisik meliputi :
a. Keadaan umum
b. Tingkah laku
c. BB dan TB
d. Pengkajian head to toe
7. Pemeriksaan laboratorium :
 

a. Pemeriksaan darah hemoglobin biasanya menurun, leukosit meningkat,


b. trombosit meningkat jika ada
c. penyebaran ureum dan kreatinin.
d. Pemeriksaan urine, diperiksa apakah ureum dan kreatinin meningkat.
8. Pengkajian pola kebiasaan hidup sehari-hari meliputi :
a. Nutrisi
Kebiasaan makan, frekuensi makan, nafsu makan, makanan pantangan,
makanan yang disukai, banyaknya minum. Dikaji riwayat sebelum dan
sesudah masuk RS.
b. Eliminasi
Kebiasaan BAB / BAK, frekuensi, warna, konsistensi, sebelum dan
sesudah masuk RS.
c. Istirahat dan tidur
Kebiasaan tidur, lamanya tidur dalam sehari sebelum dan sesudah sakit.
d. Personal hygiene
1) Frekuensi mandi dan menggosok gigi dalam sehari
2) Frekuensi mencuci rambut dalam seminggu
3) Dikaji sebelum dan pada saat di RS
4) Identifikasi masalah psikologis, sosial dan spritual :
e. Status psikologis
Emosi biasanya cepat tersinggung, marah, cemas, pasien berharap cepat
sembuh, merasa asing tinggal di RS, merasa rendah diri, mekanisme
koping yang negatif.
f. Status social
Merasa terasing dengan akibat klien kurang berinteraksi dengan
masyarakat lain.
g. Kegiatan keagamaan
Misalnya sholat 5 waktu, puasa, dan mengaji.
9. Klasifikasi Data
a. Data pengkajian:
 

1) Data subyektif
Data yang diperoleh langsung dari klien dan keluarga, mencakup
hal-hal sebagai berikut : klien mengatakan nyeri pada payudara,
sesak dan batuk, nafsu makan menurun, kebutuhan sehari-hari
dilayani di tempat tidur, harapan klien cepat sembuh, lemah, riwayat
menikah, riwayat keluarga.
2) Data obyektif
Data yang dilihat langsung atau melalui pengkajian fisik atau
penunjang meliputi : asimetris payudara kiri dan kanan, nyeri tekan
pada payudara, hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik.
J. Diagnosa keperawatan
1. Nyeri akut
2. Risiko infeksi
3. Intoleransi aktivitas
4. Kerusakan integritas kulit
5. Anxietas
K. Tujuan rencana dan Intervensi keperawatan perdiagnosa keperawatan
N Masalah Rencana tindakan
0 keperawatan Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
1. Nyeri NOC : NIC :
- Pain Level, Pain Management

Batasan - Pain control, - kajia


- Comfort level n nyeri secara
karakteristik:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan komprehensif
- Perubahan
diharapkan nyeri dapat berkurang (lokasi,
selera makan
dengan kriteria hasil: karakteristik,
- Perubahan
N kriteria hasil IR ER durasi, frekuensi,
tekanan kualitas dan faktor
o
darah, 1. Mampu 1 4 presipitasi)
frekuensi mengontrol nyeri - Kaji
pernafasan (penyebab nyeri, tipe dan sumber
mampu nyeri untuk
dan jantung
menggunakan menentukan
- Mengekpresik
tehnik intervensi
an prilaku
nonfarmakologi - Ajar
(gelisah,
untuk mengurangi kan teknik non
merengek, nyeri) farmakologi tarik
menangis, 2. Melaporkan nyeri 1 4
mendesah dan berkurang, mampu nafas dalam
waspada) mengenali nyeri - Obs

- Masker wajah (skala, intensitas, ervasi reaksi


frekuensi dan nonverbal dari
(meringis,
tanda nyeri), ketidaknyamanan
mata kurang
Menyatakan rasa - Beri
bercahaya/tet
nyaman setelah kan analgetik
ap pada satu
nyeri berkurang untuk mengurangi
fokus) 3. Tanda vital dalam 1 4 nyeri
- Prilaku rentang normal - Ting
terjaga TD:100/60-120/80 katkan istirahat
melindungi mmHg
RR: 16-20 x/menit Analgesic
lokasi nyeri
N: 60-100 x/menit Administration
- Indikasi nyeri
T: 36-37,5° C - Tent
yang dapat
ukan lokasi,
diatasi Indikator :
karakteristik,
- Perubahan 1. Tidak menunjukkan
kualitas, dan
posisi yang 2. Jarang menunjukkan
derajat nyeri
dapat diamati 3. Kadang menunjukkan
sebelum
4. Sering menunjukkan
- Melaporkan pemberian obat
5. Selalu menunjukkan
nyeri secara - Cek
verbal instruksi dokter
- Gangguan tentang jenis obat,
pola tidur dosis, dan
frekuensi

Faktor yang - Cek


riwayat alergi
berhubungan :
- Mon
Agen cidera
itor vital sign
(mis, biologis,
sebelum dan
zat kimia, fisik,
sesudah pemberian
psikologis) analgesik pertama
kali
2. Kerusakan NOC: NIC :
integritas kulit Tissue Integrity: Skin and Mucous PRESSURE
MANAGEMENT
Batasan Membranes (Manajemen Daerah
Penekanan)
karakteristik : Setelah dilakukan tindakan keperawatan

- Kerusakan diharapkan kulit klien dapat normal - Anjurkan


dengan kriteria hasil: pasien untuk
lapisan kulit
N kriteria hasil IR ER menggunakan
- Gangguan
o pakaian yang
permukaan 1. Integritas kulit 1 4
longgar
kulit yang baik bisa
- Jaga
- Invasi dipertahankan
kebersihan kulit
struktur tubuh (sensasi,
agar tetap bersih
elastisitas,
dan kering
Faktor yang temperatur,
- Mobilisasi
hidrasi,
brhubungan : pasien (ubah posisi
pigmentasi)
Eksternal : pasien) setiap dua
2. Tidak ada luka/lesi 1 4
- Zat kimia jam sekali
pada kulit, Perfusi
- Monitor
- Usia yang jaringan baik
3. Menunjukkan 1 4 kulit akan adanya
ekstrem
pemahaman dalam kemerahan
- Kelembapan
proses perbaikan - Monitor
- Hipertermia
kulit dan aktivitas dan
- Hipotermia
mencegah mobilisasi pasien
- Faktor terjadinya sedera
mekanik berulang
(mis.gaya Mampu
Indikator :
gunting,
1. Tidak menunjukkan
tekanan,
2. Jarang menunjukkan
pengekangan 3. Kadang menunjukkan
) 4. Sering menunjukkan
- Medikasi 5. Selalu menunjukan
- Imobilisasi
fisik
- Radiasi
Internal:
- Perubahan
status cairan
- Perubahan
pigmentasi
- Perubahan
turgor
- Kondisi
ketidakseimb
angan nutrisi
- Penurunan
imunologis
- Penurunan
sirkulasi
- Gangguan
sensasi
- Tonjolan
kulit

3. Intoleransi NOC :
NIC
aktivitas ‐ Energy conservation
‐ Self Care : ADLs Energy

Batasan Setelah dilakukan tindakan keperawatan Management


karakteristik : diharapkan klien dapat beraktifitas ‐ Observasi
‐ Respon secara mandiri dengan kriteria hasil: adanya pembatasan

tekanan darah No kriteria hasil IR ER klien dalam


1. Berpartisipasi 1 4
melakukan
dan jantung
dalam aktivitas
aktivitas
abnormal fisik tanpa
‐ Kaji adanya
terhadap disertai
factor yang
aktifitas peningkatan
menyebabkan
‐ Ketidaknyam tekanan darah,
kelelahan
anan setelah nadi dan RR
‐ Monitor
2. Mampu 1 4
beraktifitas nutrisi dan sumber
melakukan
‐ Dipsnea energi yang
aktivitas sehari
setelah adekuat
hari (ADLs)
beraktifitas secara mandiri ‐ Monitor pola
Indikator : tidur dan lamanya
‐ Menyatakan
1. Tidak menunjukkan tidur/istirahat
merasa letih
2. Jarang menunjukkan pasien
dan merasa
3. Kadang menunjukkan
lemas
4. Sering menunjukkan Activity Therapy
5. Selalu menunjukan ‐ Bantu klien untuk
Faktor yang mengidentifikasi
berhubungan: aktivitas yang
Psikologis: mampu dilakukan
Ansietas, gaya ‐ Bantu untuk
hidup mendpatkan alat
membosankan, bantuan aktivitas

depresi, stress seperti kursi roda,

- Fisiologis: krek
- Bantu
anemia,
pasien/keluarga
status
untuk
penyakit,
mengidentifikasi
peningkatan
kekurangan dalam
kelelahan beraktivitas
fisik,
malnutrisi
4. Ancietas NOC : NIC :
Batasan ‐ Anxiety control Anxiety Reduction

karakteristik : Setelah dilakukan tindakan keperawatan (penurunan


kecemasan)
‐ Mengekpresik diharapkan kecemasan dapat diatasi
dengan kriteria hasil: ‐ Gunakan
an
N kriteria hasil IR ER pendekatan yang
kekhawatiran
o menenangkan
karena 1. Klien mampu 1 4 ‐ Identifikasi
perubahan mengidentifikasi
tingkat kecemasan
dalam dan
‐ Temani
peristiwa mengungkapkan
pasien untuk
hidup gejala cemas dan
memberikan
mampu mengontrol
‐ Gelisah keamanan dan
cemas
‐ Insomnia mengurangi takut
2. Vital sign dalam 1 4
‐ Berikan
‐ Kontak mata batas normal :
informasi faktual
buruk TD:100/60-120/80
mengenai
‐ Mengintai, mmHg
diagnosis,
RR: 16-20 x/menit
tampak
tindakan prognosis
N: 60-100 x/menit
waspada, ‐ Dorong
T: 36-37,5° C
ketakutan, 3. Postur tubuh, 1 4 keluarga untuk
wajah tegang ekspresi wajah, menemani klien
‐ Tremor, suara bahasa tubuh dan ‐ Kolaborasi
bergetar, tingkat aktivitas pemberian obat
anoreksia menunjukkan untuk mengurangi
berkurangnya kecemasan
‐ Peningkatan
kecemasan
nadi, Indikator :
peningkatan 1. Tidak menunjukkan
nafas, pupil 2. Jarang menunjukkan
melebar 3. Kadang menunjukkan
‐ Anoreksia, 4. Sering menunjukkan

mual, diare, 5. Selalu menunjukkan

‐ Gangguan
tidursi,

Faktor yang
berhubungan:
status
kesehatan,
status fungsi,
peran, penyalah
gunaan zat,
penularan
penyakit,
ancaman
kematian, status
ekonomi,
lingkungan
5. Resiko infeksi NOC NIC
- Immune Status Infection Control

Batasan - Knowledge : Infection control (Kontrol infeksi)


- Risk control - Bersihkan
karakteristik:
Setelah dilakukan tindakn keperawatan lingkungan
- Penyakit
diharapkan tidak ada resiko infeksi setelah dipakai
kronis
dengan kriteria hasil : pasien lain
- Pertahanan
- Cuci tangan
tubuh primer setiap sebelum
N kriteria hasil Sblm ssd
yang tidak o dan sesudah
adekuat (mis. 1. Klien bebas dari 1 4 tindakan
Integritas tanda dan gejala kperawtan
infeksi - Gunakan
kulit tidak
2. Mendeskripsikan 1 4
utuh, jaringan sabun
proses penularan
yang antimikrobia
penyakit, factor
untuk cuci tangan
mengalami yang
- Gunakan
trauma, status mempengaruhi
baju, sarung
cairan tubuh) penularan serta
tangan sebagai
- Pertahanan penatalaksanaanny
tubuh a, alat pelindung
3. Menunjukkan 1 4 - Pertahankan
sekunder
kemampuan untuk lingkungan
yang tidak
mencegah aseptik selama
adekuat (mis.
timbulnya infeksi pemasangan alat
Penurunan dan - Tingktkan
hemoglobin, Jumlah leukosit intake nutrisi
leokopeni, dalam batas - Berikan
penurunan normal terapi antibiotik
Indikator :
respon bila perlu
1. Tidak menunjukkan
inflamasi)
2. Jarang menunjukkan
- Peningkatan Infection Protection
3. Kadang menunjukkan
pemajanan (proteksi terhadap
4. Sering menunjukkan
lingkungan infeksi)
5. Selalu menunjukkan
oleh pathogen - Monitor
tanda dan gejala
- Prosedur
infeksi sistemik
invasive
dan lokal
- Pengetahuan
- Monitor
yang tidak
kerentanan
cukup untuk terhadap infeksi
menghindari - Batasi
pemajanan pengunjung
pathogen - Berikan
- Malnutrisi perawatan kulit

- Ketuban pada area

pecah dini epidema


- Inspeksi
atau
kulit dan
memanjang
membran mukosa
Trauma dan
terhadap
kerusakan
kemerahan,
kerusakan panas, drainase
jaringan - Ispeksi
kondisi luka /
insisi bedah
- Dorong
masukkan nutrisi
yang cukup
- Dorong
masukan cairan
- Dorong
istirahat
- Instruksikan
pasien untuk
minum antibiotik
sesuai resep
- Ajarkan
pasien dan
keluarga tanda
dan gejala infeksi
- Ajarkan cara
menghindari
infeksi
- Laporkan
kecurigaan
infeksi
DAFTAR PUSTAKA

Doenges M., (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta


Juall,Lynda,Carpenito Moyet. (2003).Buku Saku Diagnosis Keperawatan edisi
10.Jakarta:EGC
Junaedi, Iskandar dr., (2010) Kanker. Jakarta : PT. Buana Ilmu Populer
Kusuma Amin. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosis
Medis dan NANDA NIC NOC. Penerbit Mediaction