Anda di halaman 1dari 6

Pada Umumnya berupa SAHAM san OBLIGASI

Yang dibeli oleh Perusahaan dari Perusahaan lain dengan maksud untuk dijual lagi.

SAHAM adalah Surat tanda pemilikan atas Perusahaan yang menjual Saham tsb. Pemilik
Saham secara periodik (setahun atau setengah tahun) berhak atas bagian keuntungan yang
disebut dengan DEVIDEN
Pada saat membeli Surat-surat Berharga secara tunai dalam bentuk Saham .Perusahaan
mencatat transaksi tsb dengan mendebet Rekening SURAT-SURAT BERHARGA dan
mengkredit Rekening KAS sebesar Harga Perolehan dari Surat Berharga tsb.
HARGA PEROLEHAN Surat Berharga adalah Harga Kurs + Biaya-biaya Pembelian.
HARGA KURS adalah Harga Pasar dari Surat-surat Berharga , yang biasanya
dinyatakan dengan persentase tertentu dari Nilai Nominal Surat-surat Berharga.

CONTOH :
PT.WIJAYA pada tanggal 1 Juni 2012 membeli 100 lembar SAHAM PT.SURYA yang
mempunyai Nilai Nominal @ Rp 100.000,-- dengan Kurs 98%, Biaya Provisi dan Materai
Rp 50.000,--

Perhitungan :
Harga Kurs Saham + 98% x Rp. 100.000 = Rp. 9.800.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 50.000 -
Harga Perolehan Saham = Rp. 8.850.000

Jurnal yang dibuat PT.WIJAYA pada saat pembelian Surat Berharga tsb adalah sbb :
Surat Berharga Rp. 9.850.000
Kas Rp. 9.850.000
Kas membeli = Kredit

Jika selama pemilikan Saham tsb PT.WIJAYA memperoleh Dividen atas Saham-saham
yang dimilikinya , maka jurnal yang dibuat untuk mencatat penerimaan Dividen adalah
dengna men Debit Rekening KAS dan meng Kredit Rekening Pendapatan Dividen sebesar
jumlah Dividen yang diterima

Misalnya: Pada tanggal 1 Juli 2012 PT. SURYA membagikan Dividen sebesar 5% dari
Nilai Nominal Saham.
Maka jurnal yang dibuat PT.WIJAYA pada saat menerima Dividen adalah sbb :

PERHITUNGAN :
Dividen = 5% x Rp. 100.000 = Rp. 500.000

JURNAL :
Kas Rp. 500.000
Pendapatan Dividen Rp. 500.000

PENJUALAN SURAT-SURAT BERHARGA DALAM BENTUK SAHAM


Pada saat menjual Surat-Surat berharga dalam bentuk Saham, Perusahaan membuat
Jurnal dengan men Debit Rekening KAS sebesar Kas yang diterima Perusahaan dari
Penjualan Saham,dan meng Kredit Rekening Surta-surat Berharga sebesar Harga
Perolehan Saham yang dijual. Selisih antara Harga Jual (Harga Kurs – Biaya Penjualan)
dengan Harga Perolehan Saham yang terjual merupakan Laba atau Rugi Penjualan Surat-
surat Berharga.

CONTOH :
Misalnya PT.WIJAYA menjual Surat-surat berharga (saham) sebanyak 60 lembar dengan
Harga Kurs 105% pada tanggal 1 Agustus 2012 .Biaya Provisi dan materai atas penjualan
Saham tsb adalah Rp 30.000,-- . Jurnal untuk mencatat Penjualan Surat-surat Berharga
tsb adalah sbb :

PERHITUNGAN :
Harga Kurs Saham = 105% x 60 x Rp. 100.000 = Rp. 6.300.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 30.000 -
Harga Perolehan Saham = Rp. 6.270.000
Karena Penjualan dikurang (-)

Harga Perolehan 60 Lembar Saham


= 60/100 x Rp. 9.850.000 = Rp. 5.910.000 -
Laba Penjualan 60 Lembar Saham = Rp. 360.000

JURNAL:
Kas Rp. 6.270.000
Kas menjual = Debet
Surat Berharga Rp. 5.910.000
Laba Rp. 360.000
OBLIGASI
Pembelian Surat-Surat Berharga dalam Bentuk OBLIGASI
Pada saat membeli OBLIGASI. Perusahaan mencatat transaksi tsb dengan mendebet
Rekening SURAT-SURAT BERHARGA sebesar Harga Perolehan OBLIGASI (Harga
Kurs + Biaya Pembelian) dan mengkredit Rekening KAS sebesar Jumlah Kas yang
dibayarkan.
HARGA PEROLEHAN Surat Berharga adalah Harga Kurs + Biaya-biaya Pembelian.
HARGA KURS adalah Harga Pasar dari Surat-surat Berharga , yang biasanya
dinyatakan dengan persentase tertentu dari Nilai Nominal Surat-surat Berharga.
OBLIGASI

OBLIGASI adalah Surat tanda pengakuan Utang dari Perusahaan yang mengeluarkan
Obligasi tsb.
Pemilik OBLIGASI berhak menerima BUNGA atas OBLIGASI tsb yang biasanya diterima setahun 2(dua)
kali.
Pembelian Surat-Surat Berharga dalam Bentuk OBLIGASI
Pada saat membeli OBLIGASI.Perusahaan mencatat transaksi tsb dengan mendebet
Rekening SURAT-SURAT BERHARGA sebesar Harga Perolehan OBLIGASI (Harga
Kurs + Biaya Pembelian) dan mengkredit Rekening KAS sebesar Jumlah Kas yang
dibayarkan.
HARGA PEROLEHAN Surat Berharga adalah Harga Kurs + Biaya-biaya Pembelian.
HARGA KURS adalah Harga Pasar dari Surat-surat Berharga , yang biasanya
dinyatakan dengan persentase tertentu dari Nilai Nominal Surat-surat Berharga.
Pada saat pembelian OBLIGASI Perusahaan menghitung Bunga Berjalan yang dalam
Jurnal tsb diatas akan di Debet dengan Rekening PENDAPATAN BUNGA . Bunga
berjalan OBLIGASI dihitung sbb :

t x p x n,= BUNGA
1200

t = Periode antara tanggal penerimaan Bunga (yang terakhir)


dengan tanggal Pembelian/Penjualan OBLIGASI , biasanya dinyatakan dengan bulan

p = Persentase Bunga OBLIGASI dalam setahun

n = Nilai Nominal dari OBLIGASI

CONTOH :
Pada tanggal 1 Mei 2012 PT.WIJAYA membeli 4 lbr Obligasi PT.SURYA nilai Nominal @
Rp 500.000,-- dengan Kurs 97% . Biaya Provisi dan Materai Rp 10.000,-- Bunga Obligasi
6% setahun dibayarkan setiap tgl 1 Maret dan 1 September
Jurnal yang dibuat PT.WIJAYA untuk mencatat Pembelian Obligasi tsb adalah sbb :

PERHITUNGAN :
Harga Kurs Obligasi = 97% x 4 Lembar x Rp. 500.000 = Rp. 1.940.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 10.000 +
Harga Perolehan Saham = Rp. 1.950.000
Karena Pembelian ditambah(+)

Harga Perolehan 60 Lembar Saham


= 2/12 x 6% x Rp. 2.000.000 = Rp. 20.000 +
Laba Pembelian 60 Lembar Saham = Rp. 1.970.000

JURNAL :
Surat Berharga Rp. 1.950.000
Pendapatan Bunga Rp. 20.000 +
Kas Rp. 1.970.000
Kas membeli = Kredit
Jika pada tanggal 1 September 2012 Obligasi tsb masih dimiliki oleh PT.WIJAYA (belum
dijual) .Maka Perusahaan tsb menerima Bunga Obligasi sesuai dengan Persentase Bunga
dan tanggal Pembayaran Bunga.
Jurnal untuk mencatat Penerimaan Bunga Obligasi adalah dengan men Debet Rekening
KAS dan meng Kredit Rekening PENDAPATAN BUNGA , sebesar Jumlah Bunga yang
menjadi hak Perusahaan. Dengan menggunakan contoh diatas , maka jurnal yang dibuat
Perusahaan pada tgl 1 September 2012 adalah sbb :
PERHITUNGAN

JURNAL

Penjualan Surat-Surat Berharga dalam bentuk OBLIGASI

Pada saat menjual Surat-surat Berharga dalam bentuk OBLIGASI , Perusahaan mencatat
transaksi tsb dengan men Debet Rekening KAS sebesar uang yang diterima, dan meng
Kredit Rekening SURAT-SURAT BERHARGA sebesar Harga perolehan dari Obligasi
yang dijual dan meng Kredit Rekening PENDAPATAN BUNGA sebesar Bunga berjalan
pada saat Penjualan. Sedangkan selisih antara Harga Jual dengan Harga Perolehan
Obligasi yang terjual.

CONTOH :
PT.WIJAYA menjual 4 lbr Obligasi 6% dari PT. ABADI pada tgl 1 Desember 2012
dengan Kurs 95%. Biaya Provisi dan Materai Rp 15.000,-- Jurnal yang dibuat Perusahaan
untuk mencatat Penjualan Obligasi tsb adalah sbb :

PERHITUNGAN :

..............................................................,--

Bunga berjalan dalam Pembelian dan Penjualan Obligasi diperhitungkan sebagai


penambahanjumlah Kas yang dibayarkan dalam Pembelian dan penambahanjumlah Kas
yang diterima dalam transaksi Penjualan, dan dalam hal menghitung Rugi atau Laba
Penjualan Obligasi , Bunga Berjalan tidak diperhitungkan sebagai penambah Harga
perolehan atau penambah Harga Jual.Bunga Berjalan Obligasi tidak ada dalam hal
transaksi Pembelian atau Penjualan Obligasi terjadi pada saat tanggal pembayaran
Bunga.
Dalam transaksi Pembelian/Penjualan, Bunga Obligasi dalam masa tanggal Pembayaran
Bunga yang terakhir sampai dengan tanggal Pembelian/Penjualan adalah menjadi Hak
Penjual. Oleh karena itu dalam transaksi Pembelian/Penjualan Obligasi, Penjual
memperhitungkan besarnya Bunga yang menjadi haknya sebagai penambah jumlah KAS
yang harus dibayar oleh Pembeli atau menambah jumlah KAS yang diterima
Penjual.Meskipun demikian Harga Perolehan Obligasi tetap dihitung dari Harga Kurs
ditambah Biaya-biaya Pembelian.
Demikian halnya Harga Jual Obligasi tetap dihitung dari Harga Kurs dikurangi Biaya-
biaya Penjualan.
Berdasarkan Jurnal transaksi Surat-surat Berharga tsb di atas (Obligasi) , rekening-
rekening dalam Buku Besar yang berkaitan dengan Jurnal tsb diatas adalah sbb :
SOAL :
Pada tanggal 1 MEI 2012 PT.JAYA membeli 50 lb Saham PT.DINDA yang mempunyai
nilai nominal @ Rp 100.000,-- .Kurs pada saat pembelian tsb dalah 98%, Biaya provisi dan
Materai sebesar Rp 6.000,--
Pada tanggal 1 Juni 2012 dijual 30 lb Saham PT.DINDA dengan Kurs 105% . BiayaProvisi
dan materai Rp 4.000,-- Pada saat itu pula PT.JAYA membeli 10 lb Obligasi 6% yang
dikeluarkan PT. RENDO dengan nilai Nominal Rp 2.000.000,-- .Kurs pada saat Pembelian
Obligasi yang Bunga nya dibayar setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober tsb adalah 101%.
Biaya provisi & Materai Rp 21.000,--
Semua Obligasi PT.RENDO dijual pada tanggal 1 Desember 2012 dengan Kurs 105%.
Biaya Provisi dan Materai sebesar Rp 25.000,--
Berdasarkan Data tsb di atas, Buatlah Jurnal transaksi yang diperlukan oleh PT.JAYA!
PENYELESAIAN
1 Mei 2012
Pembelian 50 Lembar Saham PT. DINDA
Harga Kurs Saham = 98% x 50 x Rp. 100.000 = Rp. 4.900.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 6.000 +
Harga Perolehan Saham = Rp. 4.906.000
Karena Pembelian dikurang (+)

Jurnal
Surat Berharga Rp. 4.906.000
Kas Rp. 4.906.000
Kas membeli = Kredit

1 Juni 2012
Penjualan 30 Lembar Saham PT. DINDA
Harga Kurs Saham = 105% x 30 x Rp. 100.000 = Rp. 3.150.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 4.000 -
Harga Perolehan Saham = Rp. 3.146.000
Karena Penjualan dikurang (-)

Harga jual 30 lembar saham = Rp. 3.146.000


Harga perolehan 30 lembar saham
= 30/50 x Rp. 4.906.000 = Rp. 2.943.600 -
Laba Penjualan 30 lembar saham PT. DINDA = RP. 202.400

Jurnal
Kas Rp. 3.146.000
Kas Menjual = Debit
Surat Berharga Rp. 2.943.600
Laba Penjualan Rp. 202.400

Pembelian 10 Lembar OBLIGASI PT. RENDO


Harga Kurs Obligasi = 101% x 10 Lembar x Rp. 2.000.000 = Rp. 20.200.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 21.000 +
Biaya perolehan 10 lembar OBLIGASI = Rp. 20.221.000
Karena Pembelian ditambah (+)

Bunga Berjalan
= 2/12 x 6% x 10 x Rp. 2.000.000 = Rp. 200.000 +
Jumlah Kas yang dibayarkan = Rp. 20.421.000

Jurnal
Surat berharga Rp. 20.221.000
Pendapatan Bunga Rp. 200.000
Kas Rp. 20.421.200
Kas Membeli = Kredit
1 Desember 2012
Harga Kurs Obligasi = 105% x 10 Lembar x Rp. 2.000.000 = Rp. 21.000.000
Biaya Provinsi & Materai = Rp. 25.000 -
Biaya perolehan 10 lembar OBLIGASI = Rp. 20.975.000
Karena Penjualan dikurangi (-)

Bunga Berjalan
= 2/12 x 6% x 10 x Rp. 2.000.000 = Rp. 200.000 +
Jumlah Kas yang diterima = Rp. 21.175.000

Harga perolehan 10 lembar OBLIGASI = Rp. 20.221.000 -


Laba penjualan 10 lembar OBLIGASI = Rp. 954.000

Jurnal
Kas Rp. 21.175.000
Kas menjual = Debet
Surat berharga Rp. 20.221.000
Pendapatan Bunga Rp. 954.000

Anda mungkin juga menyukai