Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN

Belajar Teknik Smartphone Travel Photography


Bersama Nicholas Saputra

A. Keunggulan Smartphone untuk Memotret


1. Ukurannya yang kecil dan mudah dibawa membuat smartphone dapat digunakan kapan
pun dan di mana pun dengan nyaman.
2. Smartphone dilengkapi dengan fitur-fitur yang cukup mudah untuk diatur dan
dioperasikan.
3. Kamera smartphone dilengkapi dengan editing tools bawaan yang dapat digunakan untuk
mengedit foto dengan lebih cepat dan mudah.

B. Mengenali Komponen-Komponen di Kamera Smartphone


1. Smartphone memiliki fixed lens atau lensa yang sudah terpasang menjadi satu dengan
smartphone, sehingga membuatnya tidak dapat diubah seperti lensa di kamera profesional.

2. Kamera smartphone memiliki focal length yang terbatas, sehingga hal ini dapat
memengaruhi kualitas gambar dari besarnya bidang yang difoto.

3. High dynamic range atau HDR di dalam kamera smartphone dapat digunakan untuk
membuat perbedaan besar di antara bagian terang dan gelap pada sebuah foto dengan
menghasilkan tiga foto dengan exposure atau jumlah cahaya yang berbeda.

4. Fitur flash pada kamera smartphone berfungsi untuk menambah pencahayaan saat
memotret.

C. Peralatan Pendukung untuk Kamera Smartphone


1. Lensa tambahan. Benda ini dapat digunakan untuk membantu kamera smartphone
mendapatkan gambar dengan kualitas yang lebih baik.

2. Smartphone tripod. Benda berkaki tiga ini berfungsi untuk menyangga kamera smartphone
agar tidak ada guncangan di saat memotret.

3. Underwater phone case. Aksesoris ini dapat digunakan untuk mencegah masuknya air ke
dalam smartphone saat digunakan di dalam air.

01
RANGKUMAN
Belajar Teknik Smartphone Travel Photography
Bersama Nicholas Saputra
D. Teknik Komposisi Fotografi untuk Smartphone
Travel Photography
Penempatan Objek di Dalam Frame Kamera
1. Rule of thirds
Rule of thirds terdiri dari dua garis horizontal dan dua garis vertikal yang saling berpotongan
dan membentuk sembilan kotak sama besar. Garis-garis dan titik-titik perpotongannya dapat
digunakan untuk menempatkan objek agar objek tersebut dapat menjadi point of interest.

2. Garis horizon
Garis horizon merupakan garis yang sering dijumpai pada landscape photography, dan
membagi dua komponen utama menjadi dua bagian. Objek dapat ditempatkan di sepanjang
garis atau di salah satu bagian. Garis ini berfungsi untuk mempertegas bagian-bagian tertentu
dari sebuah foto.

3. Filling the frame


Filling the frame merupakan teknik yang digunakan untuk memenuhi frame kamera dengan
objek. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk menunjukkan detail dari objek yang
difoto.

4. Golden ratio
Teknik ini merupakan cara yang dapat digunakan untuk meletakkan sebuah objek di
persimpangan di antara garis yang pembagian bidangnya memiliki perbandingan 1:1,618.
Penggunaan garis ini berfungsi untuk membuat proporsi objek di dalam foto menjadi
seimbang dan estetik.

5. Centered composition and symmetry


Teknik ini digunakan untuk menempatkan posisi objek tepat di tengah-tengah frame, sehingga
jarak di antara objek dan sisi kanan kiri atau atas bawah menjadi sama besar. Terdapat dua
jenis symmetry yang dapat digunakan, yaitu bilateral symmetry dan radial symmetry.

6. Balance
Balance merupakan satu hal penting di dalam teknik komposisi yang berfokus untuk mencapai
sebuah harmoni berdasarkan elemen-elemen yang digunakan di dalam foto. Terdapat dua
jenis balance yang dapat dijadikan panduan, yaitu symmetrical dan asymmetrical balance.

02
RANGKUMAN
Belajar Teknik Smartphone Travel Photography
Bersama Nicholas Saputra

Menciptakan Garis di Dalam Foto


Garis penuntun atau leading lines merupakan teknik yang digunakan untuk menuntun mata
penonton menuju fokus yang ada di dalam foto. Garis penuntun ini bisa muncul dalam
berbagai bentuk, dan dapat dibentuk dari berbagai elemen; baik itu dari alam atau diciptakan
sendiri sehingga membentuk seperti garis di dalam frame. Jenis-jenis garis penuntun meliputi:

1. Garis Horizontal
Garis horizontal (horizontal lines) merupakan garis lurus mendatar yang menggambarkan
kestabilan dan ketenangan. Garis ini juga sering digunakan untuk menciptakan kesan luas dan
mendalam di dalam foto.

2. Garis Vertikal
Garis vertikal (vertical lines) merupakan garis lurus tegak yang memberi kesan powerful dan
dominan pada foto. Garis ini dapat digunakan untuk menciptakan kesan bertumbuh dan kuat,
dan dapat dikombinasikan dengan horizontal lines di dalam penggunaannya.

3. Garis Diagonal
Garis diagonal (diagonal lines) merupakan garis yang digunakan untuk mendeskripsikan
sesuatu yang dinamis dan dalam. Penggunaan garis ini dapat diambil dengan cara mengubah
perspektif ketika mengambil foto.

4. Garis Melengkung
Garis melengkung (curved lines) merupakan garis lentur untuk menggambarkan gerakan dan
aliran dengan lembut. Garis ini umumnya dapat dijumpai di alam karena sudah terbentuk
dengan sendirinya secara alami.

03
RANGKUMAN
Belajar Teknik Smartphone Travel Photography
Bersama Nicholas Saputra
Memanfaatkan Ruang Kosong dan Pola
Ruang kosong atau negative space merupakan area kosong di dalam frame yang berfungsi
untuk memperjelas keberadaan objek di dalam foto. Ruang kosong juga dapat digunakan
untuk memberi mood pada foto jika dikombinasikan dengan warna tertentu. Terdapat
beberapa cara yang dapat digunakan untuk menciptakan ruang kosong, diantaranya adalah
dengan cara:
- Mengobservasi area di sekeliling objek yang akan difoto,
- Mendekati atau menjauhi objek untuk mendapatkan ruang kosong,
- Menggunakan ruang kosong dengan teknik komposisi lain seperti rule of thirds.

Pola merupakan teknik yang terdiri dari perulangan elemen grafis dan dapat berupa
perulangan garis, bentuk, hingga objek di dalam sebuah frame. Penggunaan teknik ini akan
menciptakan kesan infinity atau sesuatu yang berulang tanpa ada ujung di dalam sebuah foto.
Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan pola di dalam foto:
- Mengatur jarak dari objek dan lensa kamera
- Memenuhi frame dengan pola yang ditemukan
- Membentuk pola dari objek-objek yang ada
- Memberi warna pada pola yang ada

Mengatur Angle untuk Foto


Penggunaan angle dapat memengaruhi cara pandang dan interpretasi mata penonton
terhadap foto yang dilihat. Umumnya terdapat empat angle yang sering digunakan, yaitu:
1. Eye-level angle
Eye-level angle merupakan angle yang digunakan dengan cara menempatkan kamera sejajar
dengan posisi mata atau tinggi objek, sehingga foto yang dihasilkan akan sesuai dengan apa
yang dilihat mata.

2. High angle
High angle digunakan dengan cara menempatkan kamera lebih tinggi dari objek yang akan
difoto, sehingga menghasilkan foto dengan objek yang terlihat kecil dan jelas.

3. Low angle
Low angle digunakan dengan cara menempatkan kamera lebih rendah dari objek yang akan
difoto, sehingga menghasilkan foto dengan objek yang terlihat lebih besar di dalam frame.

4. Dutch angle
Dutch angle digunakan dengan cara menempatkan kamera pada posisi miring atau diagonal
untuk menciptakan hasil foto yang lebih menantang secara visual.

04
RANGKUMAN
Belajar Teknik Smartphone Travel Photography
Bersama Nicholas Saputra

Waktu Terbaik untuk Memotret


Waktu terbaik untuk memotret adalah ketika matahari mulai terbit dan terbenam, atau biasa
disebut dengan golden hour. Golden hour merupakan istilah yang digunakan untuk
menggambarkan posisi matahari sebelum ia terbit atau terbenam, dimana posisi ini dapat
memberikan efek hangat dan estetik pada objek yang dipotret.

Ketika cahaya matahari menyinari objek, akan ada dimensi gelap dan terang yang tercipta di
objek tersebut, dimana ada gradasi atau perubahan warna dari bagian yang gelap ke bagian
yang terang. Hal ini bergantung dari arah mana cahaya datang dan sebesar apa intensitas
cahaya saat memotret.

Terdapat tiga jenis pencahayaan yang dapat digunakan untuk memaksimalkan penggunaan
golden hour, yaitu:

1. Front lighting
Front lighting merupakan teknik yang digunakan dengan cara menempatkan objek ke arah
sumber cahaya untuk menghasilkan efek hangat dan menghasilkan bayangan yang tidak
tajam.

2. Backlighting
Backlighting merupakan teknik yang digunakan dengan cara menempatkan objek
membelakangi arah datangnya cahaya untuk mendapatkan efek dramatis atau menciptakan
siluet dari objek yang dipotret.

3. Sidelighting

Sidelighting merupakan teknik yang sering digunakan untuk memotret landscape


pemandangan, yaitu ketika cahaya matahari berada di samping, dan bertujuan untuk
menciptakan tekstur dan bentuk pemandangan yang menarik.

Selain di saat golden hour, siang hari juga dapat digunakan sebagai waktu untuk memotret.
Untuk menghindari kesan bayangan yang tajam dari cahaya matahari yang digunakan di siang
hari, terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan yaitu:
- Memanfaatkan keberadaan awan untuk mengurangi intensitas cahaya yang digunakan

- Memanfaatkan objek yang ada di sekitar untuk memantulkan cahaya

- Mengubah angle foto dengan memerhatikan arah datangnya sinar matahari

05
RANGKUMAN
Belajar Teknik Smartphone Travel Photography
Bersama Nicholas Saputra

Menjadi Kreatif dengan Menggunakan Teknik Komposisi Fotografi


Natural frame
Natural frame merupakan sebuah teknik yang digunakan dengan cara memanfaatkan
elemen-elemen yang secara alami terdapat di sekitar kita, berfungsi untuk membingkai objek
yang ada di dalam frame. Penggunaan teknik ini merupakan perpanjangan dari cara pandang
seseorang terhadap objek dan juga untuk memberi kesan tiga dimensi pada objek yang difoto.

Center dominant eye

Center dominant eye merupakan teknik yang umumnya digunakan pada portrait photography
dengan cara memosisikan posisi mata yang lebih dominan tepat di tengah frame untuk
menarik perhatian penonton.

Memaksimalkan sumber cahaya

Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk memaksimalkan sumber cahaya pada
saat mengambil foto, diantaranya:

- Mengetahui dari arah mana cahaya datang


- Mengetahui intensitas cahaya yang menyinari objek
- Manfaatkan poor light atau kondisi dimana cahaya matahari sangat sedikit untuk memotret

Etika Ketika Memotret dalam Genre Street Photography


1. Tentukan objek yang akan dipotret,

2. Jika objek yang dipotret adalah manusia, maka minta izinlah terlebih dahulu sebelum memotret,

3. Jika tidak diizinkan, maka menjauhlah untuk menghindari konfrontasi yang tidak diinginkan.

Teknik Dasar dalam Proses Editing Foto Menggunakan Smartphone


Tujuan dari proses editing adalah untuk melakukan penyesuaian terhadap komposisi yang ada
di dalam foto. Beberapa teknik dasar yang dapat dilakukan dalam proses editing foto adalah:
1. Mengatur ulang ukuran foto,

2. Mengatur ulang tingkat kontras foto,

3. Mengatur ulang tingkat kecerahan foto, dan

4. Mengatur ulang tingkat ketajaman foto.

06