Anda di halaman 1dari 5

Rangkuman 

Mahir Foto Produk Menggunakan HP 


 
A. Pentingnya Foto Produk yang Berkualitas

Selama beberapa tahun terakhir, kamera ponsel atau ​handphone m​ enjadi tren
orang-orang dalam pengambilan foto. Menurut Business Insider, pada tahun 2017, ada
sekitar 1.2 triliun foto yang diambil dengan kamera ​handphone ​dan berdasarkan data
tahunan Flickr, sebanyak 50% foto yang diunggah sepanjang tahun 2017 merupakan hasil
jepretan dari kamera ponsel. Melihat data yang ada, dapat disimpulkan bahwa seiring
dengan meningkatnya teknologi ​handphone​, penggunaan fotografi pada ​handphone​
menjadi pilihan bagi banyak orang karena dianggap praktis, ringkas, tidak merepotkan, dan
memangkas proses untuk dapat dipublikasikan.

Namun, penggunaan ​handphone untuk fotografi tidak hanya sebatas memenuhi


hasrat untuk penyaluran hobi. Kini fotografi ​handphone juga dimanfaatkan untuk mencari
penghasilan, misalnya, pengambilan foto produk.

Dalam dunia bisnis, foto produk merupakan salah satu aspek terpenting untuk
meningkatkan pembelian. Dengan meningkatkan kualitas foto produk, maka akan secara
tidak langsung menarik perhatian pelanggan secara visual, yang berarti akan mempengaruhi
keputusan pelanggan untuk membeli. Dengan foto produk yang berkualitas, berarti
menunjukkan profesionalisme diri sebagai penjual. Selain itu juga dapat meningkatkan
kepercayaan calon pembeli.

B. Persiapan Sebelum Mengambil Foto

a. Langkah Sederhana Mengatur Kamera HP

Pengaturan kamera ​handphone i​ ni sangat penting. Dengan mengatur berbagai


komponen dengan tepat, akan menghasilkan hasil foto yang luar biasa. Mengapa perlu
untuk mengatur kamera dengan fitur-fitur yang ada? Pengaturan manual ini dibutuhkan
untuk mengkombinasikan fitur agar sesuai dengan hasil yang diinginkan. Misal, jika merasa
pencahayaan kurang, maka bisa mencoba untuk memainkan ISO. Ada beberapa fitur
penting untuk mengatur kamera ​handphone secara manual, seperti ISO, ​white balance​,
shutter speed,​ dll.

● ISO

ISO digunakan untuk mengatur tingkat sensitivitas lensa kamera terhadap cahaya.
Semakin tinggi ISO, semakin tinggi pula tingkat sensitivitas lensa kamera yang
menghasilkan gambar dengan pencahayaan yang terang. ISO pada kamera
handphone ​pada umumnya memiliki opsi 100, 200, 400, dan 800

● White Balance

White balance d ​ alam pengaturan kamera ​handphone berfungsi untuk membuat


putih pada objek yang berwarna putih dan kemudian disesuaikan pada berbagai
kondisi cahaya.

● Resolusi

Resolusi terkait dengan besar kecilnya ​megapixel ​pada suatu kamera. Penggunaan
resolusi tergantung dari bawaan kamera ​handphone serta bagaimana diatur
berdasarkan ukuran ​frame.

● Speed Shutter

Speed shutter atau dalam bahasa indonesia disebut rana, merupakan kecepatan yang
dibutuhkan untuk ​shutter membuka. Semakin cepat shutter menutup, maka semakin
sedikit cahaya yang bisa diambil, kebalikannya, ketika shutter ​menutup dengan lama,
akan semakin banyak cahaya yang dapat diserap sehingga menghasilkan gambar
dengan pencahayaan yang banyak.

● Fokus

Pada beberapa kamera ​handphone terdapat berbagai pengaturan fokus secara


manual. Namun, pada penggunaan pemotretan foto produk, cukup menggunakan
center weight focus ​dan ​auto focus

● Aperture

Aperture adalah bukaan lensa yang memiliki angka seperti, 1.4, 1.8, 2, 2.2, dst.
Semakin kecil angka pada ​setting aperture​, maka semakin besar bukaan lensanya.
Bersifat menambah kepekaan cahaya, namun dapat mempersempit zona fokus.
b. Properti dan Tema

Pemilihan ​background yang tepat akan menghasilkan foto produk yang berkualitas.
Gunakan ​background dengan tema polos dan warna yang netral, seperti ​background dengan
warna putih atau abu-abu muda. Hindari penggunaan ​background yang ramai atau
warna-warni karena hanya akan memecah fokus ​customer​.

● Untuk mempercantik dan menarik calon pembeli, gunakan properti pada foto
produk. Properti berfungsi untuk mendukung foto produk agar terlihat lebih cantik.
Sesuaikan properti dengan produk yang akan ditampilkan. Misal, jika akan menjual
produk berupa makanan seperti salad buah, properti yang dapat digunakan bisa
berkaitan dengan sendok dan buah-buahan dan bunga sebagai pemanis.
● Membutuhkan model atau tidak? Penggunaan model bisa dilakukan jika produk
yang ditawarkan adalah produk yang dipakai. Misalnya, baju, topi, dan sepatu. Jika
produk bukanlah sesuatu yang bisa dipakai seperti barang elektronik, kamu mungkin
tidak memerlukan model pada saat pemotretan. Penggunaan model pada barang
pakai bertujuan agar pembeli bisa mendapatkan bayangan seperti apa barang
tersebut akan dipakai.

c. Teknik Pencahayaan yang Baik

Dengan menggunakan pencahayaan yang baik, maka hasil foto akan terlihat semakin
sempurna. Disarankan agar menggunakan pencahayaan alami, yaitu dari cahaya matahari.
Cahaya matahari yang paling tepat untuk digunakan dalam pemotretan adalah pada 9-10
pagi dan pada 3-5 sore hari.

Pada dasarnya, pencahayaan d​apat dibagi dalam 2 bagian, yaitu: ​Hard shadow dan
Soft shadow​. ​Hard shadow dibuat ketika ukuran sumber cahaya lebih kecil dibandingkan
dengan ukuran subjek. Sebaliknya, ​soft shadow dibuat ketika ukuran sumber cahaya lebih
besar dari subjek.

C. Teknik Pengambilan Foto

a. Tips dan Trik Pengambilan Foto

● Tangan Harus Stabil. Jangan tegang. Cobalah untuk rileks saat pengambilan
foto karena gerakan sedikit pada tangan dapat menyebabkan foto blur.
Pegang erat ponsel kamu, minimalisasi pergerakan sedikit mungkin. Jika
memungkinkan, gunakan alat-alat bantu menstabilkan tangan, seperti tripod.
● Jangan Perbesar Gambar. ​Memperbesar gambar atau objek foto dapat
menurunkan kualitas gambar. Dengan memperbesar, hanya akan
menurunkan resolusi foto yang mengakibatkan hasil foto terlihat pecah. Jika
dirasa membutuhkan teknik zoom, bisa digantikan dengan mendekati objek
foto. Dengan mendekati objek foto, resolusi tinggi akan tetap terjaga dan
tentu tetap menghasilkan gambar yang tajam.

● Pilihlah ​angle yang unik. Saat mengambil foto, cobalah untuk


mengeksplorasi berbagai angle atau sudut yang berbeda-beda. Hal ini akan
membantu kamu dalam melihat berbagai perspektif yang berbeda-beda, di
samping itu, pengambilan foto dengan sudut yang berbeda akan membantu
calon pembeli untuk meneliti produk yang akan dibelinya. Ambilah sudut
produk dari sisi depan, belakang, samping kanan, dan samping kiri.

b. Ambil Foto Sebanyak-banyaknya

Pada saat pemotretan, jangan hanya mengambil satu atau dua foto, tapi ambil
sebanyak mungkin dengan komposisi seperti pencahayaan, perspektif dan a ​ ngle yang
berbeda. Hal ini dilakukan untuk menambah referensi dan ​back up​ foto.

Beberapa produk penjualan di situs daring ditemukan hanya menampilkan satu


model atau warna pada produknya dan menambahkan tulisan “tersedia juga dalam warna
putih dan merah”. Hal ini tidak dianjurkan. Ambilah foto setiap jenis produk meskipun hanya
berbeda warna. Ambil beberapa foto untuk dipajang pada ​main page ​(halaman utama atau
gambar paling depan) berikut untuk foto pendukungnya.

D. Langkah Penting Setelah Pemotretan

● Pilih Foto-foto Terbaik

Dari sekian banyak foto yang telah diambil, pilihlah beberapa foto terbaik yang akan
ditampilkan pada halaman toko daring. Pilih 4-5 foto dari sudut yang berbeda, sehingga
menampilkan perspektif yang berbeda. Tentukan satu ​main image (​hero image​) dengan foto
lainnya sebagai pendukung informasi produk. Seperti contoh jika foto pakaian, bisa
menggunakan foto tampak depan sebagai ​main image,​ dan foto tampak samping, belakang,
dan detail barang, sebagai foto pendukung agar konsumen dapat menilai jelas barang yang
akan dibeli.

● Aplikasi Editing Foto

Ada banyak berbagai jenis aplikasi editing yang bisa digunakan untuk mengedit hasil
foto, seperti: LIghtroom, VSCO, dan Snapseed. Ketiga aplikasi ini memiliki kelebihan dan
kelemahannya masing-masing. Kamu bisa meng-​install​-nya sesuai dengan kenyamanan dan
kebutuhan saat menggunakannya.

● Watermark itu Diperlukan

Setelah memilih foto mana yang akan digunakan, jangan lupa untuk memberikan
watermark atau tanda air. Ini merupakan tulisan atau logo pada sebuah foto. ​watermark i​ ni
berfungsi untuk memberikan tanda dan menunjukkan milik siapa foto tersebut. Jangan
menaruh ​watermark pada sisi pojok foto karena oknum lain akan dengan sangat men-​crop
bagian itu. Bisa ditaruh di tengah, misalnya. Jangan lupa untuk mengatur ​opacity agar tidak
menutup foto produk.

● Menyimpan File Foto

Gunakan Gdrive atau flashdisk OTG untuk mem-​backup f​ oto akhir. Hal ini dilakukan
jika ​device mengalami kerusakan atau hilang, maka kamu masih bisa memiliki file foto di
Gdrive maupun tempat penyimpanan ​online lainnya. Gunakan nama file yang
merepresentasikan foto produk beserta tanggal pengambilan fotonya. Sebagai contoh:
“T-shirt Disney Minnie Mouse, 12/03/2019”. Hal ini akan mempermudah kamu dalam
mencari file yang diinginkan suatu saat nanti.