Anda di halaman 1dari 1

PELAKSANAAN

a. Pembukaan Lahan
Penanaman tanaman kopi dilakukan dengan cara membuka lahan kebun warga
sebesar 10 Ha. Pembukaan lahan kebun warga dapat dilakukan dengan cara manual yaitu
dengan menggunakan gergaji mesin. Hal tersebut dilakukan karena lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan pembakaran. Pembukaan lahan hanya menebang
tanaman besar dan tidak dilakukan sampai bersih karena tanaman liar yang ada nantinya
dapat digunakan sebagai tanaman inang bagi musuh alami.
b. Penanaman
Jenis tanaman kopi yang akan ditanam adalah kopi arabika. Pembibitan dapat
dilakukan secara generative. Pada tahap pembibitan dilakukan penyemaian benih kopi
terlebih dahulu sambil menyiapkan lahan. Lahan yang akan digunakan dibuat teras
individu dan ditanami tanaman penaung terlebih dahulu. Setelah tanaman penaung siap
ditanami kopi kemudian dilakukan penanaman kopi di lahan. Pembuatan lubang tanam
dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m kemudian masukkan
pupuk kandang atau pupuk kompos ke dalam lubang tanam. Penanaman dilakukan satu
bulan setelah pembuatan lubang tanam agar pupuk yang dimasukkan ke dalam tanah dapat
terdekomposisi terlebih dahulu dengan baik.
c. Pasca Panen
Pengolahan pasca panen dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu basah dan semi basah.
Tahapan pengolahan kopi cara basah adalah sebagai berikut : Panen Pilih -> Pengupasan
kulit kopi HS -> Sortasi Biji Kering -> Pengeringan -> Pencucian -> Fermentasi ->
Pengupasan kulit buah merah -> Sortasi Buah -> Pengemasan dan penyimpanan. Tahapan
pengolahan kopi cara semi basah adalah sebagai berikut : Panen Pilih -> Sortasi Buah ->
Pengupasan kulit buah merah -> Fermentasi + pencucian lendir -> Penjemuran 1-2 hari,
KA ± 40 % -> Pengupasan kulit cangkang -> Penjemuran biji sampai KA 11 - 13 % ->
Sortasi dan pengemasan -> Penyimpanan dan penggudangan.