Anda di halaman 1dari 11

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL DENGAN METODE

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING

Jaka Purnama dan Suhartini


Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Jl. Arif Rahman Hakim 100 Surabaya 60117

Surel: jakapurnama99@yahoo.com; ttitin63@yahoo.com

ABSTRAK
Kegiatan produksi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan masih menggunakan persediaan
material yang banyak agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar, akan tetapi kondisi ini dianggap
tidak optimal karena banyak sumber daya yang ditanam, sehingga investasi hanya digunakan untuk
keperluan kebutuhan material. Pemesanan material yang tidak didukung dengan data-data permintaan
produk secara tepat, akan membuat persediaan bahan baku tidak dapat dipastikan sehingga material
terkadang banyak dan kadang kala habis. Dalam menggunakan tenaga kerja dan fasilitas produksi
yang tidak sesuai dengan kebutuhan permintaan, maka kegiatan produksi tidak berjalan secara efektif
dan efisien. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan harus diketahui secara detail, agar perusahaan
dapat menggunakan kemampuan sumber daya yang ada secara optimal. Perusahaan dalam mencapai
permintaan produk harus mengetahui kapasitas produksi yang dimiliki, sehingga kemampuan target
produksi perusahaan dapat dicapai secara optimal, dengan melakukan pengukuran waktu standar pada
operasi kerja dan menentukan performance rating untuk masing-masing operator. Dalam menentukan
permintaan produk untuk periode berikutnya menggunakan metode peramalan jenis regresi linier dengan
jumlah permintaan produk sebesar 1278 kg. Perencanaan kebutuhan material (MRP) pesanan dapat
dilakukan pada hari ke-7 tiap bulan sesuai dengan jumlah masing-masing jenis bahan baku.

Kata kunci: waktu standar, operasi kerja, permintaan, material

ABSTRACT
Production activities which are conducted by some companies still use a lot of material inventory
that production activities can run smoothly, but this condition is not considered optimal because many
sources in the plant, so the investment is only in use for material. Ordering a material is not supported
by data appropriately in product demand, it will make inventory of raw materials can not be sure so that
the material is sometimes a lot and sometimes run out. The use of labor and production facilities are not
accordance with demand, finally the production activities are not effective and efficient. Resources owned
by the company must to be known in detail, so that the company can use capabilities of existing resources
optimally. Company to achieve product demand should know the productive capacity, so that the ability of
the company’s production targets can be achieved optimally, by measuring standard time at work operations
and determine performance rating for each operator. In determining the demand for the product the next
period using the method of linear regression forecasting the number of types of product demand of 1278
kg. Material requirements planning (MRP) orders can be made on day 7 of each month in accordance with
the number of each type of raw material.

Key words: standard time, work operations, demand, material

190
PENDAHULUAN Produktivitas yang dimiliki perusahaan masih
Perencanaan produksi merupakan bagian termasuk rendah, karena perusahaan masih
penting yang harus dilakukan di industri belum mempunyai data yang akurat berhubungan
manufaktur. Perencanaan produksi bertujuan dengan waktu baku di masing-masing operasi.
untuk menentukan jumlah produk yang harus Perusahaan belum mempunyai model peramalan
dihasilkan dengan waktu yang sesuai dengan permintaan yang baik, sehingga persediaan
jadwal produksi, sehingga proses produksi kebutuhan bahan baku untuk periode berikutnya
dapat berjalan dengan lancar dan ekonomis. belum bisa diketahui dengan pasti.
Perencanaan produksi yang baik akan dapat Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu
meningkatkan keuntungan perusahaan karena adanya perencanaan produksi yang baik agar
mampu meminimalkan biaya produksi dan dapat dapat memenuhi permintaan pasar dengan tepat
memenuhi kebutuhan dari permintaan produk. dan target produksi dengan biaya produksi yang
Sasaran perusahaan melakukan perencanaan minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah
produksi untuk menetapkan tingkat output secara menentukan perencanaan produksi dan jumlah
menyeluruh dalam jangka waktu tertentu untuk persediaan kebutuhan bahan baku yang harus
menghadapi permintaan pasar yang bersifat disiapkan.
fluktuatif atau tidak pasti. Aktivitas peramalan
METODE
merupakan suatu fungsi bisnis yang berusaha
memperkirakan penjualan dan penggunaan Pengukuran waktu kerja adalah pekerjaan
produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat mengamati pekerja dan mencatat waktu kerjanya
dalam kuantitas yang tepat. Dengan demikian baik setiap elemen ataupun siklus kerja. Suatu
peramalan merupakan suatu dugaan terhadap pekerjaan akan dikatakan dapat diselesaikan
permintaan yang akan datang berdasarkan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya
beberapa variabel peramalan, sering berdasarkan berlangsung secara singkat. Waktu baku yang
data deret waktu historis. Aktivitas peramalan dihasilkan dalam aktifitas pengukuran kerja ini
biasa dilakukan oleh departemen pemasaran dapat dipergunakan sebagai alat untuk membuat
dan hasil-hasil dari peramalan ini sering disebut rencana penjadwalan kerja yang menyatakan
sebagai ramalan penjualan (Gaspersz, 2005). berapa lama suatu kegiatan harus berlangsung
Pemilihan item-item independent demand yang dan berapa output yang akan dihasilkan. Waktu
akan diramalkan tergantung pada situasi dan baku ini sudah meliputi kelonggaran waktu yang
kondisi aktual dari masing-masing industri diberikan dengan memperhatikan situasi dan
manufaktur. Namun yang terpenting bagi kondisi pekerjaan yang harus diselesaikan.
manajemen industri adalah memperhatikan Menurut Wignjosoebroto (2008), teknik
bahwa item-item independent demand adalam pengukuran waktu kerja ini dapat dikelompokkan
item-item yang bebas atau tidak terkait langsung menjadi dua, yaitu pengukuran waktu kerja
dengan struktur bill of material (BOM) untuk secara langsung dan pengukuran waktu kerja
produk akhir yang akan dibuat oleh industri secara tidak langsung. Dalam penelitian ini
manufaktur. menggunakan metode pengukuran waktu kerja
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan secara langsung. Metode pengukuran waktu
manufaktur yang bergerak di bidang penyedia kerja secara langsung dibagi menjadi dua, yaitu
produk-produk tinta. Kegiatan produksi : dengan jam henti (Stop Watch Time Study) dan
yang dilakukan masih ada operasi kerja yang sampling kerja (Work Sampling). Dari kedua
mengalami keterlambatan proses dalam membuat metode pengukuran kerja secara langsung di
produk tinta tersebut. Perusahaan berusaha atas maka dalam penelitian ini metode yang
mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada digunakan adalah metode pengukuran kerja
untuk mencapai target perusahaan dengan baik. dengan jam henti (Stop Watch Time Study).

Purnama dan Suhartini: Perencanaan kebutuhan material dengan metode material requirement planning 191
Metode ini diaplikasikan untuk pekerjaan- e. Cek kecukupan data
pekerjaan yang singkat dan berulang-ulang. Perhitungan jumlah data yang dibutuhkan
Pengukuran ini digunakan untuk menghitung untuk penelitian agar dicapai data yang cukup
waktu kerja operator. Hasil dari pengukuran untuk penelitian.
merupakan waktu baku yang dijadikan standar
2
penyelesaian pekerjaan bagi pekerja yang akan
∑ (
 k/s N x 2 − ( x )2
∑ ) 
melaksanakan pekerjaan yang sama. Aktifitas ' =
N  . ..................... (3)
 (∑ x ) 
pengukuran jam henti umumnya diaplikasikan  

pada industri manufakturing yang meliputi
Syarat data cukup apabila terpenuhi: N’< N.
: karakteristik kerja yang berulang-ulang,
f. Perhitungan waktu normal
terspesifikasi dengan jelas, dan menghasilkan Waktu normal untuk suatu elemen operasi
output yang relatif sama. kerja adalah semata-mata menunjukkan
Langkah-langkah pengukuran kerja dengan bahwa seorang operator yang berkualifikasi
jam henti (Wignjosoebroto, 2008): baik akan bekerja menyelesaikan pekerjaan
a. Tahap persiapan pada tempo kerja yang normal. Kenyataan
Pilih dan definisikan pekerjaan yang operator akan sering menghentikan kerja dan
akan diukur dan akan ditetapkan waktu membutuhkan waktu-waktu khusus untuk
standarnya, informasikan maksud dan tujuan keperluan seperti personal needs, istirahat
pengukuran kerja kepada supervisor atau melepas lelah, dan alasan lain yang diluar
pekerja, pilih operator, dan catat semua data kontrolnya. Rumus waktu normal menurut
yang berkaitan dengan sistem operasi kerja Wignjosoebroto (2008) :
yang akan diukur waktunya.
b. Tahap breakdown elemen Waktu Normal (Wn)
Bagi siklus kegiatan yang berlangsung Rating Faktor %
= Waktu Pengamatan ×
kedalam elemen-elemen kegiatan sesuai 100%
dengan satuan yang ada
…………...................................................... … (4)
c. Tahap pengamatan dan pengukuran
Peneliti melakukan pengamatan dan
pengukuran waktu sejumlah N pengamatan Waktu Normal (Wn)
untuk setiap siklus atau elemen kegiatan (X1,
X2, X3, …Xn). Tentukan performance rating = Waktu pengamatan x Performance Rating
................................................................... (5)
dari kegiatan yang ditunjukkan operator.
d. Cek keseragaman data
Performance rating merupakan suatu
Peta kontrol adalah suatu alat yang tepat
aktivitas dari seorang operator yang menjalankan
g una menganalisis keseragaman data
pekerjaannya secara normal dengan kecepatan
yang diperoleh dari hasil pengamatan atau
atau tempo yang dimiliki oleh setiap operator.
pengukuran kerja. Batas Kontrol Atas (BKA)
atau Upper Control Limit (UCL) serta Batas Nilai performance rating dengan sistem
Kontrol Bawah (BKB) atau Lower Control Westinghouse menurut Sutalaksana dkk. (2006)
Limit (LCL) untuk mencari skala hasil seperti pada Tabel 1.
pengamatan data grup bisa diformulasikan
sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2008) : g. Perhitungan waktu standar
Waktu standar (baku) adalah waktu kerja
BKA = X + k. SD........ …………….…… (1) normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
yang dilakukan operator ditambah dengan
allowance time. Waktu baku dapat diperoleh
BKB = X - k. SD ................................... (2) dengan mengaplikasikan rumus sebagai
berikut (Wignjosoebroto, 2008):

192 Jurnal Teknik Industri, Vol. 15, No. 2, Agustus 2014: 190–200
Tabel 1. Performance Rating dengan Sistem Westinghouse

Skill Effort Condition Consistency


+
+ 0.15 A1 Superskill + 0.13 A1 Superskill + 0.06 A Ideal 0.04 A Ideal
+
+ 0.13 A2   + 0.12 A2   + 0.04 B Excellent 0.03 B Excellent
+
+ 0.11 B1 Excellent + 0.10 B1 Excellent + 0.02 C Good 0.01 C Good
+ 0.08 B2   + 0.08 B2   0.00 D Average 0.00 D Average
+ 0.06 C1 Good + 0.05 C1 Good -0.03 E Fair -0.02 E Fair
+ 0.03 C2   + 0.02 C2   -0.07 F Poor -0.04 F Poor
0.00 D Average 0.00 D Average
-0.05 E1 Fair -0.04 E1 Fair
-0.10 E2   -0.08 E2  
-0.16 F1 Poor -0.12 F1 Poor
-0.22 F2   -0.17 F2  

Waktu Standar (Ws) datang. Fungsi peramalan untuk menentukan


alokasi dan penggunaan bahan baku serta hal-
100 %
= Waktu Normal x hal lain yang berkaitan dengan perencanaan
100 % − % allowance masa yang akan datang, dimana kepastiannya

tidak tahu pasti kondisinya.
....................................................................(6) Nasution (1999) menyatakan pada umumnya
peramalan dapat dibedakan dari beberapa segi,
Waktu longgar (allowance time) yang
dibutuhkan dan menginterupsi proses tergantung dari cara melihatnya. Dilihat dari segi
produksi ini bisa diklasifikasikan menjadi 3 penyusunnya, maka peramalan dapat dibedakan
yaitu personal allowance, fatigue allowance, atas dua macam, yaitu :
kelonggaran waktu karena keterlambatan- 1. Peramalan subjektif, yaitu peramalan yang
keterlambatan (delay allowance). didasarkan atas perasaan atau intuisi dari
h. Output Standar orang yang menyusunnya. Dalam hal ini
Menurut Wignjosoebroto (2008), jumlah pandangan atau “judgment” dari orang
produk yang dihasilkan dari seorang operator yang menyusunnya sangat menentukan baik
dalam tiap periode waktu dapat diketahui, tidaknya hasil peramalan tersebut.
sehingga operator dapat diperkirakan dalam 2. Peramalan objektif, yaitu peramalan yang
menghasilkan output produksi secara layak. didasarkan atas data yang relevan pada masa
lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan
Output Standar metode dalam penganalisisan data tersebut.

Ukuran akurasi hasil peramalan yang


= 1
(unit/jam) ............................(7) merupakan ukuran kesalahan peramalan
Waktu Standart
merupakan ukuran tentang tingkat perbedaan
Peramalan Permintaan antara hasil peramalan dengan permintaan
yang sebenarnya terjadi. Ada 4 ukuran yang
Peramalan merupakan suatu kegiatan
bisa digunakan untuk mengukur akurasi hasil
dengan menggunakan data maupun kejadian
peramalan yaitu MAD, MSE, MAPE, dan MFE.
masa lalu sebagai dasar untuk meramalkan
Rumus perhitungan yang digunakan menurut
kegiatan yang akan terjadi pada masa yang akan

Purnama dan Suhartini: Perencanaan kebutuhan material dengan metode material requirement planning 193
Nasution (1999) yaitu : Tujuan utama sistem MRP adalah untuk
1. Rata-Rata Deviasi Mutlak (Mean Absolute mengontrol tingkat persediaan dan melaksanakan
Deviation) operasi prioritas untuk item-item yang dipesan,
agar diperoleh material yang tepat, dan sumber
At  Ft daya yang tepat, untuk penempatan yang tepat,
MAD =  .……………………………………………….……
................................(8) [8]
n dan pada waktu yang tepat. Disamping itu sistem
2. Rata-Rata KuadratAtKesalahan (Mean Square Error). MRP mengidentifikasikan item apa yang harus

2. Rata-Rata  FtKesalahan (Mean Square
MAD = Kuadrat  2 ……………………………………………….…… dipesan, berapa kuantitas [8]
Error)= 
MSE
At  F t
n  …………………………………………………… [9]
item yang harus

2. Rata-Rata Kuadrat n Kesalahan


At  Ft (Mean Square Error).dipesan, dan bilamana waktu memesan item itu.
3. Persentase
MSE
MAD
MADKuadrat
= 

Rata-rata
AtAt
2 ……………………………………………….……
Kesalahan

 Fnt Ft
==100%  ……………………………………………….……
Absolut (Mean Absolute
……………………………………………………
................................(9)
Ft
Ada Percentage
tiga input yang
(Gaspersz , 2005) yaitu jadwal
dibutuhkan
Error). [8]oleh sistem MRP
[9]induk produksi,
[8]
MAPE
2. Rata-Rata =  nKesalahan   At  (Mean Square
………………………………………..…… Error). [10]

n catatan keadaan persediaan, dan struktur
3. Persentase  n Kesalahan
Rata-rata 2 At Absolut (Mean Absolute Percentage Error).
2. Kesalahan
4. Rata-Rata
MSERata-Rata
Kuadrat 
At  Kesalahan
Ft
(MeanKesalahan (Mean Square
Forecast Error). Error). produk.

=   100 % 2 …………………………………………………… [9]
3. Persentase Rata-rata Absolut
Ft
MAPEAbsolute
(Mean
MSE ==Rata-rata
=(At At  n
  Ft) 
F t  
Percentage At  Error)………………………………………..……
……………………………………………………
[10]
[9]
MFE
3. Persentase   n Kesalahan  ………………………………………………..……..
At Absolut (Mean Absolute Kapasitas
Percentage Produksi Error). [11]
nn
4. Kesalahan Rata-Rata
3. Persentase 
Rata-rata (Mean Forecast
100%Kesalahan Ft Error).
(Mean AbsoluteKapasitas Percentage produksi
Error).berdasarkan jumlah
Dimana :
MAPE = (At  n Ft) At  Absolut ………………………………………..……
..................(10)
mesin dan jumlah tenaga kerja,[11]
[10]
digunakan untuk
At : MFEPermintaan =  100 %  ………………………………………………..……..
aktual padaFt periode t.
At
MAPE
4. Kesalahan
Ft : Peramalan = 
Rata-Rata n 
permintaan At  ………………………………………..……
Forecast Error). mengetahui perlu dilakukan [10]
waktu lembur atau
n (Mean At
Rata-Rata pada periode t.
Dimana :
4. Kesalahan
n : Jumlah periode
(At  Ft) peramalan(Mean Forecast Error)
yang terlibat sub kontrak , bila permintaan melebihi kapasitas
4. Kesalahan
At MFE: Permintaan Rata-Rata
= aktual(Mean Forecast
periode Error).
………………………………………………..……..
pada t. [11]
n Ft) yang ada. Perhitungan kebutuhan kapasitas
Ft : Peramalan (At 
permintaan pada(MRP) periode t.
MFE
Perencanaan
Dimana : =Kebutuhan  ………………………………………………..……..
Material
..................................(11) mesin dan operator pada proses [11] produksi dalam
n
MRP : Jumlah
(Material periode n peramalan
Requirement yang
Planning) terlibat
adalah sistem informasi yang merancang pesanan dan
At ::Permintaan aktual pada periode t.
Dimana
satu periode (Smith, 1989):
penjadwalan
Dimana
Ft :: Permintaan permintaan
:
Peramalan permintaan persediaan pada yang
periode dependent
t. (bahan baku, komponen, dan
a. Kapasitas mesin/periode = jumlah mesin x subassembly)
At
Perencanaan
yang dibutuhkan
At : Permintaan Kebutuhan
untukaktual pada
Material
mendukung
aktual pada periode (MRP)
jadwal
periode t.t induk produksi (Nasution, 1999).x (jumlah
Menurutshift/hari)Handokox
n :: Jumlah
Ft Peramalan periode peramalan yang terlibat (jumlah hari/periode)
MRP
(2003),
Ft MRP adalahpermintaan
:(Material
Peramalan Requirement
sistem
permintaan pada
persediaan
pada periode
Planning)periode t.tpertama
yangadalah sistem kali informasi
memperkenalkan
(jumlah jam/shift)
yang merancang bahwa pesanan
persediaan dan
bahan n :
penjadwalan
baku,Jumlah
n : Jumlah periode
permintaan
komponen, peramalan
persediaan
periode peramalan dan barang yang
yang yangterlibat
jadi dependent
terlibatmemerlukan (bahan baku, komponen,
penanganan yang berbeda. dan subassembly)
MRPoperator dapat
Perencanaan
yang dibutuhkan Kebutuhan
untuk Material
mendukung (MRP)
jadwal induk
b. Kapasitas
produksi
operator/periode
(Nasution, 1999).
= jumlah
Menurut Handoko
mengatasi
MRP (Material masalah yang
Requirementkompleks timbul
Planning) dalam persediaan
adalah sistemxinformasi yang memproduksi
yang merancang
(jumlah hari/periode) banyak
x (jumlahpesanan produk,
shift/hari) danx
Perencanaan
(2003), MRP
Perencanaan
masalah tersebut Kebutuhan
adalah sistem
Kebutuhan
antara lain Material
persediaan
: Material (MRP)
kebingungan, yang pelayanan
(MRP) pertama kali yang memperkenalkan
tidak memuaskan bahwa persediaan
parasubassembly)
konsumen.
penjadwalan
MRP (Materialpermintaan Requirement persediaan Planning)yang dependent (bahan
(jumlah baku,jam komponen,
/ shift) dan
bahan
MRP baku, komponen, dan barang jadiadalah sistemmenghasilkan
memerlukan informasi
penanganan yang yangmerancang
berbeda. pesananMRPseperti dan
dapat
yang memang
dibutuhkan
penjadwalan
MRP (Material lebih
permintaan
kompleks
untuk mendukung
Requirementpengelolaannya
persediaan jadwal
Planning)
yang
tapi dapat
induk
dependent produksi
(bahan (Nasution,
baku,
banyak
1999).keuntungan,
komponen, Menurut
dan Handoko
subassembly)
mengatasi
mengurangi masalah
biaya yang
persediaan kompleks
dan biaya timbul dalam
produksi. persediaan yang memproduksi banyak produk,
(2003),
yang adalah MRP
dibutuhkan adalah
sistem
untuk sistem
informasi
mendukungpersediaan
yang yanginduk
merancang
jadwal pertama kali
produksi memperkenalkan
Beberapa
(Nasution,langkah bahwauntuk
diperlukan
1999). Menurut persediaan
analisis
Handoko
masalah
Tujuan tersebut
utama antara
sistem lain
MRP : kebingungan,
adalah untuk pelayanan
mengontrol yang
tingkat tidak memuaskan
peresediaan dan para konsumen.
melaksanakan
bahan
(2003), baku,
pesananMRP adalah dan komponen,
penjadwalansistem dan
permintaanbarang
persediaan jadi
persediaan
yang pertamamemerlukan kali penanganan
perencanaanmemperkenalkan
kapasitas yang berbeda.
bahwa
produksi MRP
yaitu persediaandapat
: seperti
MRP memang
operasi prioritas lebih
untuk kompleks
item-item pengelolaannya
yang dipesan, tapi
agardapat menghasilkan
diperoleh material banyak
yang keuntungan,
tepat, dan sumber
mengatasi
bahanyangbaku, masalah
dependent komponen, yang
(bahan baku,kompleks
dan timbul
komponen, dalam
dan persediaan yang memproduksi banyak produk,
mengurangi
daya yang biaya
tepat, persediaan
untuk penempatan danbarang yangjadi
biaya produksi.
tepat, memerlukan
dan pada waktu penanganan
1. Memperoleh yang Disamping
informasi
yang memuaskan
tepat. berbeda.
tentang MRP dapat
pesanan
itu sistem
masalah
mengatasi tersebut
masalah antara lain
yang kompleks : kebingungan,
timbul dalam pelayanan
persediaan yang tidak
yang memproduksi para konsumen.
MRP
subassembly)
Tujuan
mengidentifikasikan
yang
utama sistem dibutuhkan MRPapa
item
untuk
adalah
yang
mendukung
untuk
harus mengontrol
dipesan, tingkat
produksi peresediaan
yang dikeluarkan danbanyak produk,
melaksanakan
(planned orders
MRPjadwal
masalah memang tersebut lebih kompleks
antara lain : pengelolaannya
kebingungan, tapi
pelayanandapatberapa
yang
kuantitas
menghasilkan
tidak
item yang
banyak
memuaskan
harus
keuntungan,
para
dipesan,
seperti
konsumen.
operasi
dan prioritas
bilamana
induk untuk
produksi
waktu item-item
(Nasution,
memesan item yang
1999). dipesan,
Menurut
itu.produksi.
Ada tiga agar diperoleh
input
release) material yang
dari
yang dibutuhkan
MRP.
oleh tepat,
sistemdan MRP sumber (
mengurangi
MRP memang biaya
lebih persediaan
kompleks dan biaya
adalahpengelolaannya tapi dapat 2. menghasilkan banyak keuntungan, seperti
daya yang
Handoko
Gaspersz , tepat,
2005)(2003), untuk
yaitu MRP penempatan
jadwal induksistemyang tepat,
persediaan
produksi, dan
catatan pada
keadaan waktu
Memperoleh yang
persediaan, tepat.
informasi
dan Disamping
tentang
struktur itu
standard
produk. sistem
run
Tujuan utama
mengurangi sistem MRP
biaya persediaan danapa adalah
biaya untuk mengontroltime tingkat peresediaan dan melaksanakan
MRPyang mengidentifikasikan
pertama item
kali memperkenalkan yangproduksi.
harus
bahwadipesan, berapa perkuantitas
unit danitem yang set
standard harus dipesan,
up time per
operasi prioritas untuk item-item yang dipesan, agar diperoleh material yang tepat, dan sumber
danTujuan
bilamana utama waktu sistem memesanMRP adalah
item dan untuk
itu. Adamengontrol
tiga input tingkat
unit. peresediaanoleh
yang dibutuhkan dan sistem
melaksanakan MRP (
dayapersediaan
Kapasitas
operasi yang Produksi
prioritastepat,bahan
untuk
untuk
baku, komponen,
penempatan
item-item yang
barang
yangdipesan,
tepat, dan agar pada waktu material
diperoleh yangkapasitas
tepat.yangDisamping
tepat, dan itusumber
sistem
Gaspersz
jadiKapasitas, 2005)
memerlukan yaitu
produksi jadwal
penanganan induk
berdasarkan yangproduksi,
jumlah
berbeda. catatan
mesin keadaan
3.
dan persediaan,
Menghitung
jumlah tenaga item dan struktur
yang
kerja,yangdigunakan produk.
dibutuhkan dari
untuk
MRP
dayaMRP mengidentifikasikan
yangdapat tepat, untuk item
penempatan apa yang
yang harus
tepat, dipesan, berapa kuantitas harus dipesan,
mengetahui
dan bilamana perlu dilakukan
mengatasi
waktu memesan waktu
masalah lembur
yang
item atau dan
kompleks
itu. Ada sub padamasing-msing
tiga kontrak
input
waktu, bila
yang
yang tepat.kerja.
pusat
permintaan
dibutuhkan
Disamping
melebihi
oleh sistem
itu sistem
kapasitas
MRP (
MRP mengidentifikasikan
Kapasitas
yang Produksi
ada. ,Perhitungan kebutuhanitem apa yang
kapasitas harus
mesin dipesan, 4. berapa
dankeadaan Membuat kuantitas
operatorpersediaan, laporan
pada proses item yang
perencanaan harus dipesan,
kapasitas
Gaspersz
dan
timbul
bilamana 2005)
dalamyaitu
waktu jadwal yang
persediaan
memesan induk item produksi,
memproduksi
itu. Ada catatan
tiga input yang dibutuhkan danproduksi
struktur
oleh sistem
dalam satu
produk. MRP
periode Kapasitas
(bulan), produksi
(Smith,masalah berdasarkan
1989) : tersebut antara jumlah mesin dan jumlah
produksi. tenaga kerja, digunakan untuk(
banyak produk,
Gaspersz
mengetahui
a.Kapasitas
Kapasitas , 2005)
perlu yaitu jadwal
dilakukan
mesin/periode induk
waktu
= jumlah mesin produksi,
lembur atau catatan
sub keadaan
kontrak ,persediaan,
bila permintaan
x (jumlah hari/periode) x (jumlah shift/hari) x (jumlahdan struktur
melebihi produk.
kapasitas
yang ada. Produksi
lain: kebingungan
Perhitungan dan pelayanan
kebutuhan yang tidak
kapasitas mesin danTahap-Tahapoperator padaPenelitian proses produksi dalam satu
jam/shift)
Kapasitas
memuaskan para produksi
konsumen. berdasarkan
MRP memang jumlahlebih mesin dan jumlah tenaga kerja, digunakan untuk
Kapasitas
periode
b.mengetahui
Kapasitas(bulan),Produksi (Smith,
operator/periode 1989) := jumlah operator x (jumlah Padahari/periode) ini,x tahapan
(jumlah shift/hari) x
kompleks
Kapasitas perlu dilakukan
pengelolaannya
produksi tapi waktu lembur
dapat menghasilkan
berdasarkan jumlah ataumesin sub kontrak
dan , penelitian
jumlahbila tenaga
permintaan kerja, melebihi disusun
digunakan
secara
kapasitas
untuk
a. (jumlah
Kapasitas mesin/periode = jumlah mesin x (jumlah hari/periode)
jam / shift) kebutuhan kapasitas mesin dan operator pada proses produksi dalam satu
sistematis sehinggax (jumlah shift/hari)
memudahkan bagi x (jumlah
peneliti
yangbanyak
ada. Perhitungan
mengetahui perlu dilakukan waktu lembur biaya atau sub kontrak , bila permintaan melebihi kapasitas
jam/shift) keuntungan, seperti mengurangi
dalam melakukan penelitian supaya tujuan
periode
yang ada. (bulan), (Smith,
Perhitungan
dan biayakebutuhan 1989) : kapasitas mesin dan operator pada proses
b. Kapasitas
persediaan
Beberapa langkah operator/periode produksi.= jumlah
diperlukan=untuk analisis operator x (jumlah hari/periode) x produksi
(jumlah dalam satux
shift/hari)
a. Kapasitas
periode (bulan), mesin/periode jumlah mesinperencanaan
x (jumlahtercapai kapasitas
hari/periode)denganproduksi
xbaik.
(jumlah yaitu :
shift/hari) x (jumlah
1.(jumlah jam (Smith,
Memperoleh / shift) 1989) tentang
informasi : pesanan produksi yang dikeluarkan (planned orders release)
jam/shift)
a. Kapasitas mesin/periode = jumlah mesin x (jumlah hari/periode) x (jumlah shift/hari) x (jumlah
dari
b. jam/shift)
KapasitasMRP.operator/periode = jumlah operator x (jumlah hari/periode) x 2,(jumlah shift/hari) x
Beberapa
194 langkah
2.(jumlah
Memperoleh diperlukan
informasi untuk
tentanganalisis perencanaan
standard
Jurnal
run time kapasitas
Teknik
per unit danproduksi
Industri,
standard yaitu
Vol. 15, No.
set :up time
Agustus 2014:
per
190–200
unit.
b. Kapasitas jam / shift)
operator/periode = jumlah operator x (jumlah
1. Memperoleh informasi tentang pesanan produksi yang hari/periode) x (jumlah
dikeluarkan (planned shift/hari)
orders release)x
(jumlah jam
dari MRP./ shift)
Beberapa langkah diperlukan untuk analisis perencanaan kapasitas produksi yaitu :
2. Memperoleh informasi tentang standard run time per unit dan standard set up time per unit.
1. Memperoleh
Beberapa informasiuntuk
langkah diperlukan tentang pesanan
analisis produksi kapasitas
perencanaan produksi(planned
yang dikeluarkan yaitu : orders release) 5
dari MRP.
1. Memperoleh informasi tentang pesanan produksi yang dikeluarkan (planned orders release)
1. Tahap Identifikasi c. Pengolahan Data, dengan melakukan
a. Identifikasi Masalah, merupakan tahap perhitungan data antara lain menguji
awal yang memegang peranan penting keseragaman data, kecukupan data,
dalam melakukan penelitian. Tujuannya menghitung waktu normal, waktu standar,
untuk mencari faktor penyebab timbulnya dan output kerja operator. Kemudian
suatu masalah. dilakukan peramalan permintaan produk
b. Pe r u m u s a n T u j u a n Pe n e l i t i a n , dengan mengunakan beberapa metode
merumuskan dan menetapkan masalah dan mengukur tingkat keakuratan
yang diteliti, maka selanjutnya adalah berdasarkan nilai kesalahan peramalan
menentukan tujuan penelitian yang ingin yang paling kecil. Perencanaan produksi
dicapai dalam penelitian ini. Penetapan dan menentukan kebutuhan bahan baku
tujuan ini dilakukan untuk memberikan yang akan digunakan untuk membuat
arah bagi jalannya penelitian. produk berdasarkan permintaan yang
c. Studi Pustaka dan Studi Lapangan, Studi akan datang dengan mengunakan metode
pustaka dilakukan untuk memperoleh Material Requirement Planning.
teori–teori yang mendukung dan 3. Tahap Analisis dan Kesimpulan
berhubungan dengan permasalahan Tahap ini pada dasarnya berisi hasil-hasil
serta metode–metode yang akan dipakai yang diperoleh dari langkah sebelumnya yang
untuk menyelesaikan permasalahan kemudian dapat disimpulkan pada tahapan
tersebut. Studi lapangan dilakukan ini. Begitu pula saran-saran yang sangat
untuk mengetahui kondisi sesungguhnya
berhubungan dengan hasil dan kesimpulan.
permasalahan yang ada di perusahaan,
terutama di bagian proses produksi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
d. Pe n e n t u a n M e t o d e Pe n y e l e s a i a n ,
perusahaan masih menggunakan Data permintaan masa lalu yang diambil
perencanaan produksi yang dibuat selama 4 tahun dengan jumlah permintaan
secara sederhana dan berdasarkan bersifat fluktuatif dapat dilihat pada Gambar 1
pengalaman produksi yang pernah ada, dan jumlah data pesananan berbeda-beda tiap
sehingga perusahaan belum mengetahui
periode menggunakan ukuran volume (Kg)
rencana produksi yang diterapkan
sudah optimal atau belum. Selanjutnya seperti ditunjukkan pada Tabel 2.
dilakukan perencanaan produksi dan Data pengukuran waktu kerja untuk proses
menentukan kebutuhan bahan baku yang produksi ini diperoleh melalui pengamatan
akan digunakan untuk menyusun produk langsung. Pengamatan waktu kerja sebanyak 36
sesuai dengan permintaan yang akan kali dengan menggunakan tingkat kepercayaan
datang dengan menggunakan metode
= 95% (k=2) dengan tingkat ketelitian (s) = 5%.
Material Requirement Planning.
Hasil perhitungan waktu standar dapat dilihat
2. Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data
pada Tabel 3.
Tahap ini pada dasarnya tidak hanya sekedar
kegiatan pengumpulan data, tetapi juga Dari data permintaan yang telah diketahui,
merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian maka dapat dilakukan peramalan untuk
dapat diuraikan sebagai berikut : mengetahui jumlah permintaan tinta standar
a. Identifikasi Variabel Penelitian, meliputi jenis PMW Blue untuk 6 bulan kedepan. Dari
jenis produk, jumlah work center, dan keempat metode peramalan tersebut akan dipilih
variabel-variabel lain yang berhubungan metode yang mempunyai hasil akurasi terbaik.
dengan penelitian.
Dalam melakukan peramalan ini, penulis
b. Pengumpulan Data, tahap ini merupakan
menggunakan bantuan Software QM.
tahap pengumpulan data-data yang
diperlukan selanjutnya data tersebut akan Tabel 4 menunjukkan bahwa nilai hasil
diolah hasilnya sesuai dengan landasan peramalan dari metode Linier Regression lebih
teori yang digunakan. akurat, karena perbandingan nilai MAD dan

Purnama dan Suhartini: Perencanaan kebutuhan material dengan metode material requirement planning 195
Tabel 2. Data Permintaan Tinta PMW Blue

Permintaan Permintaan
No. Periode No. Periode
(kg) (kg)
1 Januari 1420 25 Januari 1250
2 Februari 1225 26 Februari 1325
3 Maret 1325 27 Maret 1150
4 April 1550 28 April 1400
5 Mei 1750 29 Mei 1485
6 Juni 1250 30 Juni 1730
7 Juli 1375 31 Juli 1325
8 Agustus 1150 32 Agustus 1140
9 September 1200 33 September 1285
10 Oktober 1425 34 Oktober 1225
11 November 1215 35 November 1150
12 Desember 1325 36 Desember 1100
13 Januari 1350 37 Januari 1325
14 Februari 1150 38 Februari 1355
15 Maret 1400 39 Maret 1250
16 April 1250 40 April 1350
17 Mei 1650 41 Mei 1350
18 Juni 1225 42 Juni 1450
19 Juli 1250 43 Juli 1225
20 Agustus 1350 44 Agustus 1350
21 September 1150 45 September 1350
22 Oktober 1225 46 Oktober 1225
23 November 1450 47 November 1230
24 Desember 1250

Tabel 3. Waktu Standart Tiap Work Center

No Work Center Waktu Standart (menit)


1 Cleaning Process 12,21
2 Weighing Process 12,58
3 Grinding Process 140,41
4 Colour Check 11,75
5 Remix/Wax Process 16,23
6 Quality Check 12,14
7 Washing Process 16,67
8 Filtering & Packing Process 33,60

MSE lebih kecil dibandingkan dengan nilai pada


metode yang lain. Berdasarkan hasil peramalan
permintaan yang dipakai untuk periode enam
bulan kedepan adalah nilai peramalan dengan
metode linier regression.
Da r i h a si l perh it u ng a n pera ma l a n
Gambar 1. Plot Data Permintaan permintaan yang telah diketahui, maka kita

196 Jurnal Teknik Industri, Vol. 15, No. 2, Agustus 2014: 190–200
Tabel 4. Hasil Akurasi Peramalan

No. Model Peramalan Akurasi Kesalahan Nilai


1 Linier Regression Bias (Mean Error) 0
MAD (Mean Absolute Deviation) 108,6666
MSE (Mean Squared Error) 19.990,21
2 Exponential Smoothing Bias (Mean Error) -6,281
MAD (Mean Absolute Deviation) 138,381
MSE (Mean Squared Error) 28.962,76
3 Weighted Moving Averages Bias (Mean Error) -13,3415
MAD (Mean Absolute Deviation) 127,0488
MSE (Mean Squared Error) 23.964,51
4 Moving Averages Bias (Mean Error) -13,9837
MAD (Mean Absolute Deviation) 126,0976
MSE (Mean Squared Error) 23.781,75
5 Exponential Smoothing Bias (Mean Error) -2,304
With Trend B = 0,1 MAD (Mean Absolute Deviation) 142,7179
MSE (Mean Squared Error) 31.285,72

Tabel 5. Nilai Peramalan Permintaan Tinta Setelah jumlah kebutuhan bahan baku tinta
PMW Blue 6 Bulan diketahui, maka selanjutnya menghitung rencana
Jumlah produksi tinta standar jenis PMW Blue dan
No Bulan
Permintaan (Kg) rencana pemesanan masing-masing komponen
48 Desember 1278 dan data perusahaan telah diketahui lead time
49 Januari 1277 dan inventory on-hand.
50 Pebruari 1275
Berdasarkan perencanaan kebutuhan
51 Maret 1274
material pada Tabel 7, maka perencanaan untuk
52 April 1272
53 Mei 1270 memenuhi permintaan dan kebutuhan bahan
baku yang akan dipesan hari ke-7 adalah :
1. Pigmen Blue yang harus dipesan sebesar 127,8
dapat menghitung kebutuhan material penyusun Kg atau 12,78 drum = 13 drum, @ drum = 10
Kg, maka 13 x 10 = 130 Kg, dan sisa 2,2 Kg =
tinta standar jenis PMW Blue beserta waktu
2 Kg.
pemesanan bahan-baku tinta tersebut. Jumlah
2. Resin yang harus dipesan sebesar 307,72 Kg
permintaan produk tinta standar jenis PMW Blue
atau 15,34 drum = 16 drum, @ drum = 20
pada bulan berikutnya adalah sebesar 1278 Kg,
Kg, maka 16 x 20 = 320 Kg, dan sisa 13,28 Kg
maka kebutuhan dari masing-masing bahan-baku = 13 Kg.
penyusun tinta standar jenis PMW Blue adalah
sebagai berikut seperti pada Tabel 6.

Tabel 6. Kebutuhan Bahan Baku Tinta PMW Blue

PMW Blue
1278 Kg
Pigmen Resin Solven Wax Zat Additive
(10%) (24%) (60%) (5%) (1%)
127,8 Kg 306,72 Kg 766,8 Kg 63,9 Kg 12,78 Kg

Purnama dan Suhartini: Perencanaan kebutuhan material dengan metode material requirement planning 197
Selanjutnya akan dilakukan perhitungan MRP untuk mengetahui kapan produksi tinta standar jenis
PMW harus dilakukan dan kapan serta berapa bahan baku yang harus dipesan untuk memproduksi
tinta tersebut.

1. Perencanaan produksi tinta standar PMW Blue.


Komponen : Tinta standard PMW Blue, Lot Size: 1278 Kg, Inventory On-Hand :0
PMW Blue Hari ke
Lead time = 3 hari 10 11 12 13 14 15
Kebutuhan kotor (kg) 1278
Persediaan di gudang (kg) 0 0 0 0 0
Kebutuhan bersih (kg) 1278
Produksi yang direncanakan (kg) 1278

2. Perencanaan Komponen : Pigmen Blue, Lot Size : 127,8 Kg, Inventory On-Hand : 0
Pigmen Blue Hari ke
Lead time = 5 hari 7 8 9 10 11 12
Kebutuhan kotor (kg) 127,8
Persediaan di gudang (kg) 0 0 0 0 0
Kebutuhan bersih (kg) 127,8
Pesanan yang direncanakan (kg) 127,8

3. Komponen : Resin, Lot Size : 306,72 Kg, Inventory On-Hand :0


Resin Hari ke
Lead time = 5 hari 7 8 9 10 11 12
Kebutuhan kotor (kg) 306,72
Persediaan di gudang (kg) 0 0 0 0 0
Kebutuhan bersih (kg) 306,72
Pesanan yang direncanakan (kg) 306,72

4. Komponen : Solven, Lot Size: 766,8 Kg, Inventory On-Hand : 200 Kg


Solven Hari ke
Lead time = 5 hari 7 8 9 10 11 12
Kebutuhan kotor (kg) 766,8
Persediaan di gudang (kg) 200 200 200 200 200
Kebutuhan bersih (kg) 566,8
Pesanan yang direncanakan (kg) 566,8

5. Komponen: Wax, Lot Size : 63,9 Kg, Inventory On-Hand : 15 Kg


Wax Hari ke
Lead time = 5 hari 7 8 9 10 11 12
Kebutuhan kotor (kg) 63,9
Persediaan di gudang (kg) 15 15 15 15 15
Kebutuhan bersih (kg) 48,9
Pesanan yang direncanakan (kg) 48,9

6. Komponen : Zat Aditif, Lot Size : 12,78 Kg, Inventory On-Hand: 15 Kg


Zat Aditif Hari ke
Lead time = 5 hari 7 8 9 10 11 12
Kebutuhan kotor (kg) 12,78
Persediaan di gudang (kg) 15 15 15 15 15
Kebutuhan bersih (kg) 12,78
Pesanan yang direncanakan (kg) 12,78

198 Jurnal Teknik Industri, Vol. 15, No. 2, Agustus 2014: 190–200
Tabel 7. MRP Bulan Desember

Hari ke
Nama Bahan
6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
PMW Blue 1278 1278
Pigmen Blue 127,8 0 0 0 0 127,8
Resin 306,12 0 0 0 0 306,72
Solven 566,8 200 200 200 200 766,8
Wax 48,9 15 15 15 15 63,9
Zat Additive 12,78 15 15 15 15 12,78
Jumlah bahan baku
1063
yang dipesan
Jumlah tinta yang
1278
diproduksi

Tabel 8. Persedian di Gudang Bulan Januari

No. Pesan Bahan Baku @ Kebutuhan Pembulatan Jumlah Sisa Persediaan


(kg) drum Drum) (Drum) (kg) (kg) bulat (kg)
1 Pigmen 127.8 10 12,78 13 130 2,20 2
2 Resin 306,72 20 15,34 16 320 13,28 13
3 Solven 566,8 160 3,54 4 640 73,20 73
4 Wax 48,9 20 2,45 3 60 11,10 11
5 Zat Additive 12,78 20 0 0 0 0,00 0,00

3. Solven perlu melakukan pemesanan sebesar 1 jam pada WC – 3, WC – 5, WC – 7, sedangkan


566,8 Kg atau 3,54 drum = 4 drum, @ drum untuk mengatasi kekurangan pada WC – 4 dan
= 160 Kg, maka 4 x 160 = 640 Kg, dan sisa WC – 6 dilakukan penambahan operator sebanyak
73,2 Kg = 73 Kg. 2 orang.
4. Wax perlu melakukan pemesanan sebesar 48,9
Kg atau 2,45 drum = 3 drum, @ drum = 20 SIMPULAN
Kg, maka 3 x 20 = 60 Kg, dan sisa 11,1 Kg =
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang
11 Kg.
telah dilakukan selama penelitian maka dapat
5. Zat Additive tidak perlu melakukan pemesanan
ditarik kesimpulan bahwa: waktu standar di
karena persediaan bahan baku di gudang
masih mencukupi kebutuhan. masing-masing elemen kerja adalah Cleaning
Process=12,21 Menit, Weighing Process =12,58
Berdasarkan perhitungan kapasitas pada Menit, Grinding Process = 140,41 Menit, Colour
Tabel 10, maka dapat diketahui kapasitas yang Check =11,75 Menit, Remix / Wax Process =16,23
dibutuhkan oleh masing-masing work center Menit, Quality Check = 12,14 Menit, Washing
selama satu bulan (periode), kapasitas produksi Process = 16,67 Menit, dan Filtering & Packing
dari masing-masing work center, kelebihan/ Process = 33,60 menit. Permintaan produk
kekurangan kapasitas mesin dan operator. Dari untuk periode berikutnya sebesar 1278 Kg
analisis dapat diketahui, bahwa masih ada work dengan menggunakan metode peramalan regresi
center yang kekurangan kapasitas. Work center linier yang mempunyai nilai kesalahan terkecil,
tersebut adalah : WC – 3, WC – 4, WC – 5, WC sehingga perencanaan kebutuhan material
– 6, WC – 7. Penyesuaian yang dilakukan adalah (MRP) untuk di pesan hari ke-7 adalah pigmen
dengan cara menambahkan shift kerja sebanyak blue yang harus dipesan sebesar 127,8 Kg = 13
drum, Resin = 307,72 Kg = 16 drum, Solven =

Purnama dan Suhartini: Perencanaan kebutuhan material dengan metode material requirement planning 199
Tabel 9. Operation Time

Set Up Run Time/ Operation Total


Lot Size Work
Part Time /kg kg Time/kg Operation Time
(kg) Center
(menit) (menit) (menit) (menit)
WC – 1 0 12,21 12,21 15604,38
WC – 2 0 12,58 12,58 16077,24
WC – 3 10 140,41 150,41 192224
PMW WC – 4 0 11,75 11,75 15016,5
1278
Blue WC – 5 10 16,23 26,23 33521,94
WC – 6 0 12,14 12,14 15514,92
WC – 7 10 16,67 26,67 34084,26
WC – 8 10 33,60 43,60 55720,8

Tabel 10. Kapasitas Produksi Desember

WC-1 WC-2 WC-3 WC-4 WC-5 WC-6 WC-7 WC-8


Jml mesin &
4 4 4 1 4 1 4 8
Operator
Waktu yang
10560 10560 10560 10560 10560 10560 10560 10560
Tersedia (menit)
Tingkat Utilisasi 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7
Kapasitas
29568 29568 29568 14784 29568 14784 29568 59136
Tersedia(menit)
Kebutuhan
156044,4 16077,24 192224 15016,5 33521,94 15514,92 34084,26 55720,8
Aktual (menit)
Kelebihan/
Kekurangan 13963,62 13490,76 -162656 -232,5 -3953,94 -730,92 -4516,26 3415,2
kapasitas (menit)

566,8 Kg = 4 drum, Wax = 48,9 Kg = 3 drum, Handoko, T.H., 2003. Dasar–Dasar Manajemen
Zat Aditif tidak perlu melakukan pemesanan Produksi dan Operasi, Edisi Pertama,
Yogyakarta: BPFE.
karena persediaan bahan baku digudang masih
Nasution, A. H., 1999, Perencanaan dan Pengendalian
mencukupi kebutuhan. Kapasitas produksi Produksi, Cetakan Pertama, Jakarta: Guna
tidak mampu memenuhi permintaan pada saat Widya.
tinggi, maka perlu dilakukan lembur 1 jam dan Smith, S. B., 1989. Computer Based Production and
Inventory Control , Englewood Cliffs, New Jersey:
penambahan operator 2 orang.
Prentice-Hall.
Sut a la k sa na , I. Z ., A ngg aw isa stra , R ., d a n
DAFTAR PUSTAKA Tjakraatmadja, J.H., 2006. Teknik Tata Cara
Gaspersz, V., 2005. Production Planning and Kerja, Bandung: Penerbit Jurusan Teknik
Inventory Control Berdasarkan Pendekatan Industri, Institut Teknologi Bandung.
Sistem Terintegrasi MRP II dan JIT Menuju Wignjosoebroto, S., 2008. Ergonomi, Studi Gerak
Manufacturing 21, Cetakan Kelima, Jakarta: dan Waktu, Edisi Pertama, Cetakan Keempat,
PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Guna Widya.

200 Jurnal Teknik Industri, Vol. 15, No. 2, Agustus 2014: 190–200