Anda di halaman 1dari 9

IMPLEMENTASI METODE KONTEMPORER DALAM

PEMBELAJARAN AL QUR¶AN (Studi Komparatif Metode Iqra¶ dengan


Metode Tilawati)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

p  
      p 
 

       

  p      p    

                 

      !"   p  


 
 
 

 #     $ p p %&

  '

ϥ
˴˷ ΃ Ε
˶ Ύ˴Τϟ˶Ύ˷μ
˴ ϟ΍ ϥ
˴ ˸ϮϠϤ˸όϳ˴ Ϧ
˴ ˸ϳάϟ΍ Ϧ
˴ ˸ϴϨϣ˸ΆϤ˵ ϟ΍ ή˵ θ˴Βϳ˵ ϭ ϡ˵ Ϯ˴ ϗ΃ ϲ
˴ ϫ˶ ˸ϲΘϠϟ ˸ϱΪ˶ ˸Ϭϳ˴ ϥ
˴ ΁ήϘϟ΍ ΍άϫ ϥ
˴˷ ·

( :˯΍ήγϹ΍) ΍˱ή˸ϴΒ˴ϛ ΍˱ή˸Ο΃ ˸ϢϬ˵ ϟ

Artinya:V 8Sesungguhnya Al Qur¶an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus

dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu¶min yang mengerjakan amal

sholeh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.´V(Q.S Al Isro¶: 9) [2]

Mengingat demikian pentingnya peran Al Qur¶an dalam membimbing dan

mengarahkan kehidupan manusia, maka belajar membaca, memahami dan menghayati


Al Qur¶an untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari -hari merupakan

kewajiban bagi setiap insan muslim. Namun sayangnya, fenomena yang terjadi saat ini

tidaklah demikian. Masih banyak kaum muslim baik dari kalangan anak -anak, remaja,

dewasa, bahkan orang tua belum dapat membaca dan menulis huruf Al Qur¶an (buta

huruf Al Qur¶an). Keadaan yang demikian inilah menimbulkan keprihatinan

khususnya bagi muslimin di Indonesia.

Hal tersebut disebabkan bukan karena minimnya lembaga-lembaga pendidikan

Al Qur¶an (TPA/TPQ), akan tetapi kurangnya peran serta maupun perhatian dari

masyarakat. Khususnya dalam hal ini adalah orang tua yang seharusnya bertanggung

jawab memberikan pembelajaran Al Qur¶an kepada putra-putrinya sejak dini, karena

orang tua adalah komponen yang bersinggungan langsung dengan anak. Selain adanya

faktor eksternal tersebut, masih ada pula faktor internal yang dapat menghambat atau

menjadi masalah dalam usaha untuk menciptakan generasi yang bebas dari buta huruf

Al Qur¶an. Yaitu tidak adanya tekad, semangat (ghiroh) ataupun keinginan dari dalam

diri untuk belajar membaca dan menulis Al Qur¶an. Padahal dalam aktifitas kita

sehari-hari (ritual keagamaan) tidak lepas dari bacaan-bacaan Al Qur¶an, misalnya

saja bacaan sholat (surat-surat pendek), dzikir, bacaan-bacaan do¶a untuk

menghindarkan diri dari segala mara bahaya, serta bacaan tahlil dan yasin. Oleh

karena itu hendaknya para orang tua menyisihkan waktunya untuk memantau

perkembangan kegamaan anak serta mendidik anak untuk mengenal agama s edini

mungkin.

Sehubungan dengan hal tersebut Muhammad Tholhah Hasan mengutip

pernyataan dari Prof. Muhyi Hilal Sarhan, yang menyatakan bahwa:


Agama Islam memberikan perhatian besar terhadap anak-anak pada periode ini (umur

1-5 tahun) mengingat akibatnya yang besar dalam hidup kanak-kanak baik dari segi

pendidikan, bimbingan serta perkembangan jasmaniyah maupun infialiyahnya dan

pembentukan sikap serta prilaku mereka dimulai pada periode ini dan bahkan pada

umur 2 tahun mereka telah meletakkan suatu dasar untuk perkembangan mereka

selanjutnya´.[3]

Zakiah Daradjat juga menyatakan bahwa 8perkembangan agama pada anak

sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya, terutama pada

masa pertumbuhan yang pertama (masa anak) umur 0-12 tahun´.[4] Hal tersebut

senada dengan sabda Nabi s.a.w.:

ΪΤϠϟ΍ ϰϟ΍ ΪϬϤϟ΍ Ϧϣ ϢϠόϟ΍ ΐϠσ΍

Artinya: 8Belajarlah (carilah ilmu) sejak engkau dalam buaian (ayunan) sampai ke liang lahat.´ V

[5]

[1] Yusuf Qardhawi, V 


V V V(Bandung: Mizan, 1998),

hlm. 175
[2] V V V (Jakarta: Yayasan Penyelenggara,

Penterjemah/Pentafsir Al Qur¶an, 1971) hlm. 425-426

[3] Muhammad Tholhah Hasan,  V V VVV

(Jakarta: Lantabora Press, 2004), hlm. 18

[4] Zakiah Daradjat,  VV


 (Jakarta: Bulan bintang, 1993), hlm. 58

[5] Dudung Abd. Rahman, VVV VV V (Bandung: Media

Qalbu, 2004), hlm. 14

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan teoritis dan empiris dalam penelitian sangatlah diperlukan. Oleh

karena itu sesuai dengan judul di atas, penulis menggunakan metode penelitian

kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebagaimana pendapat Kirk dan Miller

seperti yang dikutip oleh Moeloeng, yang menyatakan bahwa penelitian kualitatif

´berusaha mengungkapkan gejala suatu tradisi tertentu yang secara fundamental

tergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan

dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan peristilahannya´. [1]


Sedangkan deskriptif menurut Moeloeng adalah ´laporan penelitian akan berisi

kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan´.[2] Dalam hal ini

peneliti menggunakan metode kualitatif karena ada beberapa pertimbangan lain,

menjelaskan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan -

kenyataan ganda. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara

peneliti dengan responden, metode ini lebih reka dan dapat menyesuaikan diri dengan

banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

Dalam pendekatan deskriptif terdapat beberapa jenis metode yang telah lazim

dilaksanakan. Dan sehubungan dengan hal tersebut peneliti menggunakan pendekatan

deskriptif dengan jenis studi komparatif. Yang berarti ´suatu penyelidikan deskriptif

yang berusaha mencari pemecahan melalui analisa tentang perhubungan -perhubungan

sebab akibat, yakni yang men eliti faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan

situasi atau fenomena yang diselidiki dan membandingkan satu faktor dengan yang

lain´.[3] Oleh karena itu melalui observasi, wawancara dan angket adalah teknik

pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti yang juga akan ditambah dengan

dokumentasi.

bagi yang pengen skripsi ini sebagai refrensi silakan hubungi 085646047087

dengan kode:IP-02

B. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif mutlak diperlukan, karena

peneliti sendiri merupakan alat (instrumen) pengumpul data yang utama sehingga

kehadiran peneliti mutlak diperlukan dalam menguraikan data nantinya. Karena


dengan terjun langsung ke lapangan maka peneliti dapat melihat secara langsung

fenomena di daerah lapangan seperti 8kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif

cukup rumit. Ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data,

analisis, penafsir data, dan pada akhirnya ia menjadi hasil pelapor dari hasil

penelitiannya´.[4] Kedudukan peneliti sebagai Instrumen atau alat penelitian ini sangat

tepat, karena ia mempunyai peran yang sangat vital dalam proses penelitian.

Sedangkan kehadiran peneliti dalam penelitian ini diketahui statusnya sebagai

peneliti oleh subyek atau informan, dengan terlebih dahulu mengajukan surat izin

penelitian ke lembaga yang terkait. Adapun peran peneliti dalam penelitian adalah

sebagai pengamat berperan serta yaitu peneliti tidak sepenuhnya s ebagai pemeran serta

tetapi masih melakukan fungsi pengamatan. Peneliti pada saat penelitian mengadakan

pengamatan langsung, sehingga diketahui fenomena-fenomena yang nampak. Secara

umum kehadiran peneliti di lapangan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:

1. Penelitian pendahuluan yang bertujuan mengenal lapangan penelitian

2. Pengumpulan data, dalam bagian ini peneliti secara khusus mengumpulkan data-data

yang dibutuhkan dalam proses penelitian

3. Evaluasi data yang bertujuan menilai data yang diperoleh di lapangan pnelitian dengan

kenyataan yang ada


[1] Lexy J. Moeloeng, 
V! V" # (Bandung: PT Remaja

Rosda Karya Offset, 2002), hlm. 3

[2]  ,. hlm. 6

[3] Winarno Surachmad, V VV$%V(Bandung: CV. Tarsito,

1976), hlm. 135-136

[4] Lexy J. Moeloeng, &'%', hlm. 121

DAFTAR PUSTAKA

p()*++,«  
  -'   

  .p *++/ 0 '  1 

   0 '21  1   #1 $ p 

p   *++* 0 '13(  4




- !&&5  !


"#$2 '3 36p7

-  *++/ #


     %        &
  

2 '3 3p

)8 !&&/" '(  0 '- - 

)
   1      !&9& )  ! !  "  0 ' -  

1 

***++,(' + '1  :  p ; 

;  
!&&+),   
 '% %1 
=3  *++,"       - 0 '<

1 

=p*+++!
"./' +012 '3 36p7

%    !   *

  = *+++


 (2,  # 0 '<  

$$ p              1  p   ' %p%

p


 ) *++!  ),  !" ) 


 " 

-'( ( 

   < = 0 *++*     ), -' 13 (  ( 

>$$ 

  =p?$ p (!&&@ ! '4:

4   

 !&99  1        $-'3 

1  A0!&9*) 3  ! " 0 '-  1 

 2$!&&9!
  -' 

 !&&,)   


  3  0 '(  4


 B0   !&&,4,  


" 0 '13(?$ 

  8    )         '   1    p 

    


!&9!) "    
3  'B  

  !&&!!.' A 


 *++,')" '<  3p%

A !&C@-  


#5 *-'4:3 
 $  p *++,   
 
  5% %  5   0 '

? % 

3
!&&,!5!  0 '   

B  !&&C"   


" -'4:1   

)
    ; *@*+!! 
D 3 - 3 E
V