Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KULIAH

MAKALAH METODE PENELITIAN

- Desain Baru Turbin( Kincir ) Untuk PLTA Sederhana-

NAMA : M. RIFKI HARIADI


NIM : 0912023

T. Energi Listrik
T. Elekrto
Institut Teknologi Nasional Malang
2009

i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................................................. I
BAB 1 ............................................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ......................................................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................................................................... 1
1.2 BATASAN MASALAH............................................................................................................................. 2
1.3 RUMUSAN MASALAH............................................................................................................................ .. 2
1.4 TUJUAN PENULISAN.............................................................................................................................. 2
1.5 METODOLOGI PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2
1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2
BAB 2 ............................................................................................................................................................. 3
PENGERTIAN PLTA DAN TURBIN AIR SECARA UMUM ................................................................ 3
BAB 3 ............................................................................................................................................................. 5
DESAIN TURBIN AIR ................................................................ ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
3.1 PENDAHULUAN ..................................................................................................................................... 5
3.2 KONSTRUKSI TURBIN YANG IDEAL IALAH .......................................................................................... 7
3.3 DESAIN BARU KINCIR AIR TYPE RANTAI LAH ..................................................................................... 7

BAB 4 ............................................................................................................................................................. 8
DETAIL PEMBAHASAN ........................................................................................................................... 8
4.1 KONSTRUKSI KINCIR AIR TYPE RODA ..................................................................................................... 8
4.2 KINCIR AIR TYPE RANTAI................................................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
4.3 CARA MEMBUAT KINCIR AIR TYPE RANTAI .....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
KESIMPULAN ........................................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 16

i
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat dimana penggunaannya yang tidak


lepas dengan segala kegiatan masyarakat, sehingga tidak heran permintaan sambungan
listrik setiap saat terus meningkat, sementara dalam kondisi krisis ekonomi PLN tidak
mampu meningkatkan daya. Di Indonesia khususnya, mati lampu pada saat hujan deras
itu biasa. Tapi mati lampu karena ada pemadaman bergilir, itu baru luar biasa dan terjadi
akhir-akhir ini. Pemerintah Indonesia tidak mampu menyuplai kebutuhan listrik, karena
itu diadakan pemadaman listrik bergilir dengan dalih “penghematan listrik”. Faktanya
ialah Perusahan Listrik Negara (PLN) baru mampu melayani 65 persen dari kebutuhan
listrik masyarakat, utamanya untuk Jawa Madura dan Bali (Jamali), sementara 35 persen
lainnya belum terlayani karena jauh dari jaringan dan memerlukan investasi.

Menanggapi krisis listrik saat ini diperlukannya pemanfaatan pembangkit energi


alternative secara maksimal, seperti Pembangkit Lisrtik Tenaga Air, Pembangkit Listrik
Tenaga Uap, Pembangkit Listrik Tenaga Nulir, dan masih banyak lagi. Melihat potensi
dan geografis di Indonesia, Pemabangkit Listrik Tenaga Air merupakan pilihan yang
tebaik, disamping pengaplikasiaannya dapat dilakukan secara sederhana, dalam bentuk
kecil sesuai dengan keperluannya.

Keefisiennan pembangkit listik ini sangat di tentukan oleh maksiamalnya fungsi dan
kerja turbin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PAIJO ( Esksperimenter ),
menurutnya selama ini ada beberapa kelemahan yang dimiliki type turbin roda ( kincir
lintasan ) yang umum pembaca ketahui, sehingga esksperimenter berupaya membuat
desain baru kincir air type rantai yang dianggapnya dapat menanggulangi kelemahan
yang dimiliki type kincir pada umumnya. Dan untuk mengetahui kebenarannya
diperlukan sebuah tinjauan atau penelitian yang diharapkan kita bisa mendapatkan
kebenarannya, sesuai dengan pengetahuan yang penulis miliki.

1
1.2 Batasan Masalah
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai disain turbin air, kefesianan penggunaan turbin
air serta cara pembuatan turbin air.

1. 3 Rumusan Masalah
1. Benarkah turbin type roda dianggap memiliki kelemahan?
2. adakah upaya untuk menanggulangai masalah yang dimiliki turbin type roda?
3. Mungkinkah desain baru kincir air type rantai juga memiliki kelemahan?
4. Bagaimana cara membuat kincir air type rantai?

1.4 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui dan memahami kelemahan turbin type roda.
2. Untuk mengetahui cara penanggulangan masalah turbin type roda.
3. Mengetahui seberapa efektifnya turbin type rantai.
4. Mengetahui cara-cara pembuatan turbin type rantai.
5. Dapat membuat kesimpulan.

1.5 Metodologi Pembahasan


Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan studi pustaka terkait dengan tema,
kemudian sedikit studi lapangan.

1.6 Sistematika Pembahasan


Rancangan sistematika makalah ini terdiri atas beberapa bab yang akan dirinci sebagai
berikut :
BAB 1 : Pendahuluan
Berisi mengenai latar belakang, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan metodologi pembahasan.
BAB 2 : Pengertian PLTA secara umum
Berisi menegenai penjelasan umum PLTA, komponen utama PLTA yang
sangat berpengaruh pada kerja PLTA serta sejarah singkat turbin.
BAB 3 : Metode Acoustic Analysis
Berisi penjelasan mengenai turbin
BAB 4 : Detail Pembahasan
Berisi hasil penelitian lebih detail tentang metode acoustic cryptanalysis

2
BAB 2

PENGERTIAN PLTA dan TURBIN AIR

SECARA UMUM

PLTA merubah energi yang disebabkan gaya jatuh air untuk menghasilkan listrik.
Turbin mengkonversi tenaga gerak jatuh air ke dalam daya mekanik. Kemudian generator
mengkonversi daya mekanik tersebut dari turbin ke dalam tenaga elektrik.

Jenis PLTA bermacam-macam, mulai yang berbentuk “mikro-hidro” dengan


kemampuan mensupalai untuk beberapa rumah saja sampai berbentuk raksasa seperti
Bendungan Karangkates yang menyediakan listrik untuk berjuta-juta orang-orang.

PLTA yang paling konvensional mempunyai empat komponen utama sebagai berikut :

1. Bendungan, berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan


tinggi jatuh air. Selain menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan tujuan
untuk menyimpan energi.
2. Turbine, gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin
berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi
dorong angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin.
Selanjutnya turbin merubah energi kenetik yang disebabkan gaya jatuh air
menjadi energi mekanik.
3. Generator, dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika
baling-baling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. Generator
selanjutnya merubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik.
Generator di PLTA bekerja seperti halnya generator pembangkit listrik lainnya.
4. Jalur Transmisi, berfungsi menyalurkan energi listrik dari PLTA menuju rumah-
rumah dan pusat industri.

Turbin air adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari gerakan air.
Turbin air dikembangkan pada awalh abad ke-19 dan digunakan secara luas untuk tenaga
industri sebelum adanya jaringan listrik. Sekarang mereka digunakan untuk pembangkit
tenaga listrik. Mereka mengambil sumber energi yang bersih dan terbaharui. Turbin air
dikembangkan pada abad 19 dan digunakan secara luas untuk tenaga industri untuk
jaringan listrik. Sekarang lebih umum dipakai untuk generator listrik. Turbin kini
dimanfaatkan secara luas dan merupakan sumber energi yang dapat diperbaharukan.
Kincir air sudah sejak lama digunakan untuk tenaga industri. Pada mulanya yang
dipertimbangkan adalah ukuran kincirnya, yang membatasi debit dan head yang dapat
dimanfaatkan. Perkembangan kincir air menjadi turbin modern membutuhkan jangka

3
waktu yang cukup lama. Perkembangan yang dilakukan dalam waktu revolusi industri
menggunakan metode dan prinsip ilmiah. Mereka juga mengembangkan teknologi
material dan metode produksi baru pada saat itu. Kata "turbine" ditemukan oleh seorang
insinyur Perancis yang bernama Claude Bourdin pada awal abad 19, yang diambil dari
terjemahan bahasa Latin dari kata "whirling" (putaran) atau "vortex" (pusaran air).
Perbedaan dasar antara turbin air awal dengan kincir air adalah komponen putaran air
yang memberikan energi pada poros yang berputar. Komponen tambahan ini
memungkinkan turbin dapat memberikan daya yang lebih besar dengan komponen yang
lebih kecil. Turbin dapat memanfaatkan air dengan putaran lebih cepat dan dapat
memanfaatkan head yang lebih tinggi. (Untuk selanjutnya dikembangkan turbin impulse
yang tidak membutuhkan putaran air). Runtutan Sejarah Sebuah sudu turbin Francis
yang menghasilkan daya hampir 1 juta hp. Sedang dipasang pada bendungan Grand
Coulee. Sebuah sudu tipe baling-baling yang menghasilkan daya 28 ribu hp.Ján Andrej
Segner mengembangkan turbin air reaksi pada pertengahan tahun 1700. turbin ini
mempunyai sumbu horizontal dan merupakan awal mula dari turbin air modern. Turbin
ini merupakan mesin yang simpel yang masih diproduksi saat ini untuk pembangkit
tenaga listrik skala kecil. Segner bekerja dengan Euler dalam membuat teori matematis
awal untuk desain turbin. Pada tahun 1820, Jean-Victor Poncelet mengembangkan turbin
aliran kedalam.Pada tahun 1826, Benoit Fourneyon mengembangkan turbin aliran keluar.
Turbin ini sangan efisien (~80%) yang mengalirkan air melalui saluran dengan sudu
lengkung satu dimensi. Saluran keluaran juga mempunyai lengkungan pengarah.
Pada tahun 1844, Uriah A. Boyden mengembangkan turbin aliran keluar yang
meningkatkan performa dari turbin Fourneyon. Bentuk sudunya mirip dengan turbin
Francis.

Pada tahun 1849, James B. Francis meningkatkan efisiensi turbin reaksi aliran
kedala hingga lebih dari 90%. Dia memberikan test yang memuaskan dan
mengembangkan metode engineering untuk desain turbin air. Turbin Francis dinamakan
sesuai dengan namanya, yang merupakan turbin air modern pertama. Turbin ini masih
digunakan secara luas di dunia saat ini. Turbin air aliran kedalam mempunyai susunan
mekanis yang lebih baik dan semua turbin reaksi modern menggunakan desain ini.
Putaran massa air berputar hingga putaran yang semakin cepat, air berusaha menambah
kecepatan untuk membangkitkan energi. Energi tadi dibangkitkan pada sudu dengan
memanfaatkan berat jatuh air dan pusarannya. Tekanan air berkurang sampai nol sampai
air keluar melalui sirip turbin dan memberikan energi. Sekitar tahun 1890, bantalan
fluida modern ditemukan, sekarang umumnya digunakan untuk mendukung pusaran
turbin air yang berat. Hingga tahun 2002, bantalan fluida terlihat mempunyai arti selama
lebih dari 1300 tahun. Sekitar tahun 1913, Victor Kaplan membuat turbin Kaplan, sebuah
tipe mesin baling-baling. Ini merupakan evolusi dari turbin Francis tetapi dikembangkan
dengan kemampuan sumber air yang mempunyai head kecil.

4
BAB 3

Desain Turbin

3.1 Pendahuluan
Perencanaan turbin type rantai yang dikeluarkan oleh PAIJO ( Esksperimenter )
menjadi sebuah pembahasan yang layak ditindak lanjuti. Paijo mengklaim selama ini ada
beberapa kelemahan yang dimiliki type turbin roda.

Dari perumusan Bernouli, menunjukkan bahwa daya air dari suatu aliran
mempunyai bentuk energi yang berbeda-beda. Pada proses peralihan keseimbangan
energi antara energi masuk ke mesin tenaga disatu pihak dengan energi mekanis yang
dapat diteruskan oleh mesin tenaga ditambah energi yang ikut ke luar bersama-sama air
buangan dipihak lain.
dari persamaan tersebut, suku sebelah kanan adalah jumlah energi yang dipakai
oleh sudu jalan turbin untuk diubah menjadi energi mekanis.

Pada gambar diatas adalah gambar kincir air. Kincir air ini adalah jenis turbin air
yang paling kuno, sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat. Teknologinya
sederhana, material kayu dapat dipakai untuk membuat kincir air, tetapi untuk opersi
pada tinggi jatuh air yang besar biasanya kincir air dibuat dengan besi. Kincir air bekerja
pada tinggi jatuh yang rendah biasanya antar 0,1 m sampai 12 meter, dengan
kapasitas aliran yang berkisar antara 0,05 m3/dtk sampai 5 m3/dtk. Dari data tersebut
pemakai kincir air adalah di daerah yang aliran airnya tidak besar dengan tinggi jatuh
yang kecil. Putaran poros kincir air berkisar antara 2 rpm sampai 12 rpm.

5
3.2 Konstruksi turbin yang ideal ialah

Sesuai gambar tubin diatas,untuk pemilihan turbin kebanyakan didasarkan pada head air
yang didapatkan dan kurang lebih pada rata-rata alirannya. Umumnya, turbin impuls
digunakan untuk tempat dengan head tinggi, dan turbin reaksi digunakan untuk tempat
dengan head rendah. Turbin Kaplan baik digunakan untuk semua jenis debit dan head,
efisiiensinya baik dalam segala kondisi aliran.
Turbin kecil (umumnya dibawah 10 MW) mempunyai poros horisontal, dan kadang
dipakai juga pada kapasitas turbin mencapai 100 MW. Turbin Francis dan Kaplan besar
biasanya mempunyai poros / sudu vertikal karena ini menjadi penggunaan paling baik
untuk head yang didapatkan, dan membuat instalasi generator lebih ekonomis. Poros
Pelton bisa vertikal maupun horisontal karena ukuran turbin lebih kecil dari head yang di
dapat atau tersedia. Beberapa turbin impuls menggunakan beberapa semburan air tiap
semburan untuk meningkatkan kecepatan spesifik dan keseimbangan gaya poros.

6
Tipe Penggunaan Head· Kaplan 2<40 h="head">Kecepatan Spesifik (ns), menunjukkan
bentuk dari turbin itu dan tidak berhubungan dengan ukurannya. Hal ini menyebabkan
desain turbin baru yang diubah skalanya dari desain yang sudah ada dengan performa
yang sudah diketahui. Kecepatan spesifik merupakan kriteria utama yang menunjukkan
pemilihan jenis turbin yang tepat berdasarkan karakteristik sumber air. Kecepatan
spesifik dari sebuah turbin juga dapat diartikan sebagai kecepatan ideal, persamaan
geometris turbin, yang menghasilkan satu satuan daya tiap satu satuan head.

Kecepatan spesifik tubin diberikan oleh perusahaan (dengan penilaian yang lainnya) dan
dan selalu dapat diartikan sebagai titik efisiensi maksimum. Perhitungan tepat ini
menghasilkan performa turbin dalam jangkauan head dan debit tertentu.

3.3 Desain baru kincir air type rantai

7
BAB 4

DETAIL PEMBAHASAN

Akan dibahas mengenai detail plus-minusnya desain kincir air.

4.1 Beberapa konstruksi kincir air type roda

• Kincir Air (Water Wheel)


Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik
berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa konstruksi kincir air yaitu :
1. Kincir Air Overshot
2. Kincir Air Undershot
3. Kincir Air Breastshot
4. Kincir Air Tub

4.1.1 Pengamatan yang didapat ialah

4.1.1.1 Kincir Air Overshot


Kincir air overshot bekerja bila air yang mengalir
jatuh ke dalam bagian sudu-sudu sisi bagian atas,
dan karena gaya berat air roda kincir berputar.
Kincir air overshot adalah kincir air yang paling
banyak digunakan dibandingkan dengan jenis
Gambar 1.1 Kincir air Overshot kincir air yang lain.
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower

Keuntungan
► Tingkat efisiensi yang tinggi dapat mencapai 85%.
► Tidak membutuhkan aliran yang deras.
► Konstruksi yang sederhana.
► Mudah dalam perawatan.
► Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.
Kerugian

8
► Karena aliran air berasal dari atas maka biasanya reservoir air atau bendungan air,
sehingga memerlukan investasi yang lebih banyak.
► Tidak dapat diterapkan untuk mesin putaran tinggi.
► Membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penempatan.
► Daya yang dihasilkan relatif kecil.

4.1.1.2 Kincir Air Undershot


Kincir air undershot bekerja bila air yang
mengalir, menghantam dinding sudu yang
terletak pada bagian bawah dari kincir air. Kincir
air tipe undershot tidak mempunyai tambahan
keuntungan dari head.Tipe ini cocok dipasang
pada perairan dangkal pada daerah yang rata.
Tipe ini disebut juga dengan ”Vitruvian”. Disini
aliran air berlawanan dengan arah sudu yang
Gambar 1.2 Kincir air Undershot
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower memutar kincir.

Keuntungan
„ Konstruksi lebih sederhana
„ Lebih ekonomis
„ Mudah untuk dipindahkan
Kerugian
„ Efisiensi kecil
„ Daya yang dihasilkan relatif kecil

4.1.1.3 Kincir Air Breastshot

9
Kincir air Breastshot merupakan perpaduan
antara tipe overshot dan undershot dilihat dari
energi yang diterimanya. Jarak tinggi jatuhnya
tidak melebihi diameter kincir, arah aliran air
yang menggerakkan kincir air disekitar sumbu

Gambar 1.3 Kincir air Breastshot poros dari kincir air. Kincir air jenis ini
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower
menperbaiki kinerja dari kincir air tipe under shot
Keuntungan
► Tipe ini lebih efisien dari tipe under shot
► Dibandingkan tipe overshot tinggi jatuhnya lebih pendek
► Dapat diaplikasikan pada sumber air aliran datar
Kerugian
► Sudu-sudu dari tipe ini tidak rata seperti tipe undershot (lebih rumit)
► Diperlukan dam pada arus aliran datar
► Efisiensi lebih kecil dari pada tipe overshot

4.1.1.4 Kincir Air Tub


Kincir air Tub merupakan kincir air yang
kincirnya diletakkan secara horisontal dan sudu-
sudunya miring terhadap garis vertikal, dan tipe
ini dapat dibuat lebih kecil dari pada tipe overshot
maupun tipe undershot. Karena arah gaya dari
pancuran air menyamping maka, energi yang
diterima oleh kincir yaitu energi potensial dan
Gambar 1.4 Kincir air Breastshot
Sumber. http://osv.org/education/WaterPower
kinetik.
Keuntungan
• Memiliki konstruksi yang lebih ringkas
• Kecepatan putarnya lebih cepat
Kerugian
• Tidak menghasilkan daya yang besar
• Karena komponennya lebih kecil membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih teliti

10
Disamping kekurangan kincir air type roda yg tertulis diatas secara garis besar
kelemahan-kelemahan yang beberapa diantaranya adalah :

1. Jumlah air yang tumpah sebelum mencapai titik terbawah sewaktu kincir berputar
cukup banyak. Akibatnya, ketinggian efektifnya berkurang banyak bahkan sampai
50 %. Hal itu disebabkan karena penempatan sudu yang tetap pada roda sehingga
tidak dapat diatur saat penumpahan airnya.
2. Putaran poros kincir sangat lambat ( RPM rendah ), meskipun torsinya besar.
Putaran poros juga cenderung menurun dengan bertambahnya diameter roda. Hal
tersebut menimbulkan masalah ketika akan digunakan untuk memutar alat yang
memerlukan putaran cukup tinggi seperti dinamo listrik. Untuk mengatasinya,
biasanya digunakan gearbox ( mahal, kehilangan daya sedikit ) atau multiple
puley atau multiple chain-gear ( relatih murah, kehilangan daya agak banyak ).
3. Sulit dan mahal jika dibuat dengan diameter besar untuk air terjun yang tinggi.
Selain itu juga menyita tempat yang luas baik dalam pemakaian apalagi dalam
penyimpanan dan pengangkutan.
4. Sulit untuk diproduksi secara masal karena sifatnya yang kurang fleksibel
terutama dalam hal ukuran ( diameter ). Kincir dengan diameter tertentu hanya
cocok untuk air terjun dengan ketinggian tertentu pula dan tidak cocok untuk
ketinggian yang berbeda. Jika dipaksakan justru kurang efektif dan efisien dan
bahkan mungkin tidak dapat bekerja sama sekali.

4.2 kincir air type rantai

Pada kincir air type rantai ini sang eksperimenter memanfaatkan roda gigi dan rantai
sepeda motor ( bekas ) untuk menggantikan fungsi roda.

4.2 .1 Pengamatan yang didapat ialah:

• Kelebihan kincir rantai dibandingkan kincir roda adalah :

1. Jumlah air yang tumpah percuma sedikit sehingga tenaga air dapat dimanfaatkan
secara lebih maksimal
2. Putaran poros kincir ( RPM ) puluhan bahkan ratusan kali lebih cepat daripada
kincir roda untuk ketinggian air terjun dan kecepatan linier yang sama. Kecepatan
putar poros sudah tidak perlu banyak penyesuaian dengan alat/dinamo sehingga
tidak diperlukan lagi gearbox yang mahal.
3. Dapat dibuat untuk ketinggian air terjun berapa saja sesuai keadaan dan
keperluan dengan hanya menambah atau mengurangi panjang rantai tanpa
mengubah bentuk dan ukuran bagian lainnya. Tentu saja jumlah bak air harus
disesuaikan juga supaya jarak antara bak air seragam dan relatif rapat. Dalam hal
menambah panjang rantai, perlu diperhitungkan kekuatan rantai dalam menahan
beban beratnya bak beserta air dan rantainya sendiri untuk mengindari rantai
putus atau cepat aus. Selain itu juga harus tersedia ruang yang cukup untuk
berputar ketika bak air mencapai gir bawah.

11
4. Dapat diproduksi secara masal karena kincir rantai yang persis sama dapat
digunakan untuk air terjun dengan ketinggian yang sangat bervariasi. Penyesuaian
hanya diperlukan pada panjang rantai dan jumlah bak. Lebih praktis lagi jika
rantai dan bak dibuat dan dijual dalam hitungan segmen ( misalnya tersedia 1, 2,
4, 8, dan 16 segmen ). Satu satuan segmen terdiri dari satu bak lengkap dengan
poros, tuas penumpah, dan 2 rantai dengan jumlah ruas tertentu yang seragam.
Panjang rantai tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga ketika dipasang
sambung-menyambung menjadi untaian bak-bak yang rapi dan seimbang.

• Disamping kelebihan, kincir rantai ini juga mempunyai kekurangan. Adapun


kekurangannya antara lain :

1. Rantai dan gir akan terkena air dan terancam perkaratan sehingga cepat rusak. Hal
itu dapat dikurangi dengan membuat poros bak yang lebih panjang agar jarak
antara bak dan rantai cukup jauh. Rantai juga perlu dicat sebelum dipasang dan
diberi pelumas ( grease ) secara rutin dan sering. Lebih baik lagi jika dipasang alat
khusus untuk menghambat proses perkaratan yang bekerja secara elekro-kimia.
Tentang cara kerja alat ini akan dibahas dalam tulisan tersendiri.
2. Bearing cepat rusak karena kemasukan air. Untuk mengatasi hal itu, dapat
dilakukan dengan membuat dudukan bearing dari pipa yang dibuntu sebelah
ujungnya dengan plat besi dan dilas. Kemudian dibuatkan seal dari karet tebal
( bisa ban bekas atau konveyor ) yang berbentuk seperti ring. Seal tersebut
kemudian dipasang pada dudukan untuk menutupi bearing. Supaya kedap air,
dapat diberi lem ( super glue atau epoxy ) antara seal dan dudukan bearing. Selain
itu, lubang seal harus span dan agak menggigit poros. Supaya bearing dapat diberi
pelumas tanpa membuka seal, maka perlu dibuatkan lubang / saluran pada
dudukan bearing yang diberi penutup dari mur-baut yang dilas agar rapat tapi
mudah dibuka-tutup.
3. Kurang cocok jika digunakan untuk menggerakkan penumbuk padi karena
putaran poros yang cepat dengan torsi yang relatif kecil
4. Sulit dibuat untuk debit air yang cukup besar karena keterbatasan kekuatan rantai
motor. Cara mengatasinya, dapat dibuat dengan rantai dan gir rangkap ( mudah )
atau dibuatkan rantai yang lebih besar ( tapi sulit ). Alternatif lain adalah
menggunakan rantai talang yang banyak dijual di toko besi. Namun jika
menggunakan rantai talang, perlu dibuat ’gir’ tersendiri yang cocok dengan
bentuk dan ukuran rantai talang. Bentuk ’gir’ yang dapat digunakan adalah
seperti ’gir’ yang digunakan pada kerekan rantai yang digerakkan dengan tangan
yang banyak dijual di toko teknik dan toko perlengkapan mobil.
Kincir rantai ini barulah berupa ide dan sketsa dan belum pernah dibuat
prototype-nya. Selain kincir rantai, saya juga telah membuat sketsa desain Kncir
Roda Rantai yang memadukan konsep kincir rantai dan kincir roda. Salah satu
kelebihan dari kincir desain baru tersebut adalah mempunyai dua poros keluaran
dengan RPM dan torsi yang berbeda jauh sehingga dapat digunakan untuk
keperluan yang lebih bervariasi tanpa perlu tambahan gearbox.

12
4.3 cara membuat kincir air type roda

Adapun langkah-langkah pembuatan kincir rantai adalah sebagai berikut


(liahat gambar) ;

1. Bentuk dasar kincir terdiri atas delapan buah gir besar ( gbr no. 1 ) dan dua
buah rantai panjang ( gbr no. 2 ). Setiap rantai melekat pada empat buah
gir yang disusun berbentuk persegi panjang, memanjang dari atas ke
bawah dengan ketinggian yang disesuaikan dengan tinggi air kerjun.
Kemudian dua set gir-rantai yang bentuk dan ukurannya identik tadi
dipasang sejajar.
2. Agar kedua set rantai panjang dapat berputar secara bersamaan (sinkron),
maka perlu dibuat tambahan 2 gir kecil (gbr no.7), 2 gir besar (gbr no.8)
dan 2 buah rantai pendek (gbr no.4) sebagai penghubung kedua set gir-
rantai terdahulu. Dua buah gir besar tersebut (gbr no.8) masing-masing
dipasang secara konsentris (seporos) dengan sebuah gir besar (gbr no.1
kiri atas ) pada tiap-tiap set gir-rantai. Dua gir kecil sisanya (gbr no.7)
dipasang konsentris pada satu poros panjang sehingga masing-masing gir
kecil tersebut sejajar dengan gir besar pasangannya di bawah (gbr no.8).
Pada poros panjang ini juga dapat dipasang gir besar (gbr no.9)atau puley
yang dihubungkan dengan dinamo listrik atau alat lainnya. Setelah itu
barulah dipasang rantai yang sama panjang (gbr no.4) supaya sinkron.
Cara sinkronisasi demikian perlu dilakukan untuk menghindari kehilangan
tempat/ruang untuk bak air jika digunakan poros penghubung langsung
antara dua buah gir besar yang saling berhadapan.
3. Catatan :
¬ Sinkronisasi diperlukan jika tidak mungkin menghubungkan pasangan

13
gir-gir besar (gbr no.1) dengan poros panjang. Hal itu disebabkan
penggunaan gir yang diameternya lebih kecil dari pada penampang bak
air. Situasi seperti ini justru paling sering terjadi karena gir besar sepeda
motor yang diameternya paling besar sekalipun masih terlalu keci
dibandingkan penampang bak air yang diperlukan untuk kincir yang
sebenarnya.
¬ Jika menggunakan gir besar (gbr no.1) yang diameternya lebih besar
dari penampang bak air, maka sinkronisasi tidak diperlukan. Hal itu
disebabkan tiap pasangan gir besar (gbr no.1) dapat dihubungkan secara
konsentris dengan menggunakan poros panjang tanpa menghalangi
gerakan bak air ketika mencapai gir. Dengan cara tersebut, kedua set gir-
rantai akan sinkron dengan sendirinya. Selain itu, juga terjadi
penghematan jumlah gir, rantai, dan bearing. Penghematan bearing ini
juga terjadi pada semua poros karena dengan memasang gir secara
konsentris pada poros panjang berarti cukup menggunakan single bearing
(tidak perlu double bearing) di tiap ujung poros.
4. Langkah selanjutnya adalah membuat sejumlah bak air (gbr no.3). Besar-
kecilnya bak air disesuaikan dengan debit air dan desain kecepatan kincir.
Bak air ini dapat menggunakan ember besi atau kaleng besar atau dapat
dibuat sendiri dari seng tebal, plat besi, maupun papan kayu. Yang penting
bentuk, berat, dan daya tampungnya seragam supaya seimbang ketika
dipasang. Pada masing-masing bak air ini dibuat cantolan dengan 2 lubang
(atas-bawah) yang dilekatkan permanen pada satu mata rantai dengan
menggunakan keling. Cantolan tersebut dipasang sedikit di atas titik berat
(central mass) bak air (diukur ketika bak air dalam keadaan penuh). Dalam
posisi itu, bak air akan stabil namun mudah diputar untuk menumpahkan
airnya ketika telah mencapai gir bawah. Penumpahan air akan terjadi
secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah karena posisi bak air
yang terus mengikuti arah rantai.

Alternatif lain pemasangan bak air :

Pada masing-masing bak air dipasang mekanisme poros putar sehingga


dapat berputar bebas ketika terpasang pada rantai seperti sangkar
penumpang pada kincir pasar malam. Poros ini dipasang sedikit di atasnya
titik berat (central mass) bak air ketika sedang penuh maupun kosong.
Posisi itu memungkinkan bak senantiasa selalu menghadap lurus ke atas
namun mudah diputar ketika akan menumpahkan isinya. Hal itu bertujuan
untuk mengurangi tumpahnya air sebelum waktunya dan memudahkan
proses pengisian ketika bak kosong telah berada di bagiaan gir atas. Selain
itu juga dipasang tuas penumpah yang berfungsi memutar bak dan
menumpahkan air secara otomatis ketika bak telah mencapai gir bawah
dan tuas tertahan oleh batang penumpah. Batang penumpah ini dipasang
statis untuk menahan tuas dan kemudian memaksa bak air berputar
menumpahkan isinya ketika telah mencapai gir bawah.

14
KESIMPULAN

• Kincir air termasuk komponen PLTA yang memegang peranan penting dalam
pemproduksian sumber tegangan.
• Disain kincir air mempengaruhi keefisianan dari pembangkit itu sendiri
• Antara masing-masing type kincir air memiliki nilai plus dan negatif tersendiri
• Dilihat dari banyaknya keuntungan, semua jenis kincir air baik dan sangat efektif
asalkan disesuaikan dengan keperluan juga kondisi alam.
• Dari makalah ini dapat membuat sendiri kincir air type ranatai.

15
DAFTAR PUSTAKA

1) http://KINCIR AIR PAIJO-1 « PAIJO.htm


2) http://74.125.153.132/search?q=cache:B_NQVkd6FxIJ:agungchynta.files.wordpr
ess.com/2007/03/turbin-air.ppt+turbin&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id
3) http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin
4) http://id.wikipedia.org/wiki/Kincir_anginhttp://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_air
5) http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_21_KLASIFIKASI_TURBIN_AIR_SUN
YOTO

16

Beri Nilai