Anda di halaman 1dari 2

Kasus D1

Tn. Ronkhi (54 tahun) dirawat di ruang bedah Urologi, dikarenakan terdiagnosa Benign Prostate
Hiperplasia. Hari ini pasien mengeluhkan tidak bias BAK, perut bagian bawah terasa sakit dan menegang.
Pasien juga direncanakan operasi prostatektomi 2 hari lagi, pasien tampak cemas akan rencana operasi.
Susunlah ASKEP terhadap pasien tersebut! (prioritas masalah eliminasi urine)

ASKEP

Pengkajian :
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Usia : 54 tahun
 Diagnosa medis : Benign Prostate Hiperplasia
 Respon Subyektif :Perut bagian bawah terasa sakit, Cemas akan rencana operasi
 Respon obyektif: tidak bisa BAK, Perut bagian bawah menegang

Diagnose keperawatan
RETENSI URIN
Definisi : keadaan individu yang mengalami ketidaksempurnaan pengosongan kandung kemih.

Batasan karakteristik
Subyektif
Disuria
Sensasi kandung kemih penuh

Objektif
Distensi kandung kemih
Pengeluaran sedikit, sering tidak ada

Factor yang berhubungan


Adanya halangan
Tingginya tekanan uretra yang di sebabkan karena detrusor yang lemah
Alternative diagnosis yang di sarankan
Eliminasi urin, perubahan

Hasil yang disarankan NOC


Kontinensia urin: pengendalian eliminasi urin
Eliminasi urin : kemampuan system perkemihan untuk menyaring sisa menyimpan zat terlarut, dan
mengumpulkan serta membuang urin dengann pola yang sehat.

Tujuan atau criteria evaluasi


Pasien akan
- Menunjukkan evakuasi kandung kemih denr kateterisasi sendiri yang bersih secara intermiten.
- Menggambarkan cara perawatan dirumah
- Bebas dari infeksi saluran kemih
- Melaporkan penurunan spasme kandung kemih
- Mempunyai keseimbangan asupan dan keluaran dalam 24 jam

Intervensi prioritas NIC

- Kateterisasi urin: pemasukan kateter ke dalam kandung kemih untuk waktu sementara
atau permanen untuk pengeluaran urin
- Perawatan retensi urin: bantuan dalam menghilangkan distensi kandung kemih.

Aktivitas keperawatan

- Identifikasi dan dokumantasikan pola evaluasi kandungn.


- Anjurkan pasieihakemih.
- Pantau asupan dan keluaran
- Pantau derajat distensi kandung kemih dengan palpasi dan perkusi.
- Intruksi pasien untuk melaporkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih (demam, menggigil,
nyeri pinggang, perubahan konsistensi dan bau urin)
- Intruksikan pasien atau keluarga untuk mencacat keluaran urin bila diperlukan.
- Rujuk ke perawat terapi enterostomal untuk intruksi pembersihan intermitten kateterisasi
sendiri setiap 4-6 jam pada saat terjaga.
- Rujuk pada spesialis kontinensia urin jika diperlukan.
- Bagi cairan dalam sehari untuk menjamin asupan yang adekuat tanpa adanya distensi kandung
kemih yang berlebihn.
- Anjurkan pasien mengkonsumsi cairan per oral