Anda di halaman 1dari 13

TUGAS

MAKALAH

SUHU BASAL

DISUSUN OLEH:

LILI KURNIATI

PBd19.007

SEKOLAH TINGGI ILMU KEBIDANAN PELITA IBU

KRNDARI 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah
ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “SUHU BASAL”

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Kendari, Oktober 2021,

Lili kurniati
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian suhu basal
2.2. Tujuan pencatatan suhu basal
2.3. Suhu basal sebagai kontrasepsi
2.4. Keuntungan dan kerugian metode suhu basal
2.5. Efek samping dan efektifitas
2.6. Faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh
2.7. Petunjuk bagi pengguna metode suhu basal tubuh
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Metode kontrasepsi sempurna belum dapat diciptakan oleh manusia. Setiap


metoda kontrasepsi memiliki keuntungan dan kerugian masing- masing.
Terkadang seorang wanita mencoba berbagai macam alat kontrasepsi sebelum
menemukan metoda kontrasepsi yang cocok dan memuaskan. Bidan perlu
memberikan pertimbangan-pertimbangan yang membantu seorang wanita
memilih metoda yang paling memenuhi kebutuhan mereka.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain:

1. Keamanan
2. Perlindungan terhadap penyakit menular seksual
3. Efektifitas
4. Pilihan pribadi dan kecendrunga
5. Education needed
6. Efek samping
7. Pengaruh pada kepuasan seksual
8. Ketersediaan
9. Biaya
10. Agama dan kepercayaan
11. Budaya
12. Informed consent

Metoda kontrasepsi

a. Tujuan penggunaan kontrasepsi Dalam keluarga berencana,


penggunaan metoda

kontrasepsi menjadi sangat penting dengan tujuan :

1. Menunda kehamilan
2. Menjarangkan kehamilan
3. Meniadakan kehamilan ( mengakhiri kesuburan )

b. Jenis-jenis metoda kontrasepsi Beberapa jenis metoda kontrasepsi yang


dapat dipakai adalah :
1. Metoda biologi/alamiah
2. Metoda kimiawi
3. Metoda mekanik
4. Metoda pembedahan

Metode keluarga berencana alami telah banyak digunakan di masa lalu


oleh berbagai kelompok agama seperti penganut Katolik Roma.. Metode ini
dilakukan dengan mengamati perubahan tubuh tertentu yang menandai ovulasi.
Dari informasi ini, pasangan dapat memilih pantang coitus dan
menggunakannya sebagai metode keluarga berencana mereka, atau
menggunakan masa subur ini untuk emlakukan koitus untuk meningkatkan
kehamilan, yang disebut sebagai kesadaran kesuburan.

Metode keluarga berencana alami sebelumnya disebut pantang berkala,


masa aman dan metode irama. Baru belakangan ini metode tersebut
dipromosikan kepada wanita sebagai suatu metode kesadaran terhadap
kesuburan, dan seiring makin banyak wanita menunda kehamilan, metode ini
menjadi pilihan yang semakin popular. Pada tahun 1930, Ogino di Jepang dan
pada tahun 1933, Knaus di Australia, menemukan bahwa konsepsi berlangsung
di antara siklus menstruasi, dan masa dari ovulasi ke masa menstruasi
berikutnya selalu sama tanpa mempertimbangkan siklus tersebut.

Dengan menggunakan informasi ini mereka mengembangkan metode


kalender. Pada masa ini metode perubahan lender serviks diperhatikan oleh
Seguy dan Vimeux. Pada tahun 1947 Ferin mula-mula memperhatikan bahwa
suhu tubuh seorang wanita berubah pada saat ovulasi. Namun, temuan ini
todak digunakan sampai tahun 1964. Drs. John dan Evelyn Billings
menggunakan temuan ini untuk merumuskan mtode Billings, saat ini dikenal
dengan metode serviks. Sebagai seorang bidan tugas kitalah untuk mengubah
pola masyarakat yang dulunya tidak menggunakan kontrasepsi menjadi
menggunakan kontrasepsi. Apalagi kontrasepsi alamiah ini mudah diterapkan.
Di sini akan dibahas resume mengenai kontrasepsi alamiah dengan suhu basal.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari kontrasepsi alamiah dengan metode suhu basal?

2. Apa tujuan dari pencatatan suhu basal ?

3. Apa keuntungan dan kerugian metode suhu basal ?

4. Apa efek samping dan efektivitas metode suhu basal ?

5. Apa saja yang mempengaruhi metode suhu basal ?


6. Bagimana petunjuk bagi pengguna metode suhu basal tubuh.

1.3. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain:

1. Mengetahui Pengertian kontrasepsi alamiah dengan suhu basal

2. Mengetahui Tujuan pencatatan suhu basal

3. Mengetahui keuntungan dan kerugian metode suhu basal

4. Mengetahui efek samping dan efektifitas metode suhu basal

5. Mengatahui faktor yang mempengaruhi metode suhu basal

6. Dan mengetahui petunjuk bagi pengguna metode suhu basal tubuh.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Suhu Basal

Suhu basal adalah suhu yang diukur waktu pagi segera setelah bangun
tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa-apa.

2.2. Tujuan Pencatatan Suhu Basal

Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa


subur/ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer
basal. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau
melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5
menit.

Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi,
suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak
akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa
subur/ovulasi.

Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari,
kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu
tubuh normal sebelum menstruasi. Hal ini terjadi karena produksi progesteron
menurun.

Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu
tubuh, kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi
kenaikan suhu tubuh. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum
yang memproduksi progesteron. Begitu sebaliknya, jika terjadi kenaikan suhu
tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi
kehamilan. Karena, bila sel telur/ovum berhasil dibuahi, maka korpus luteum
akan terus memproduksi hormon progesteron. Akibatnya suhu tubuh tetap
tinggi

2.3. Suhu Basal Sebagai Kontrasepsi

Metode suhu tubuh dilakukan dengan wanita mengukur suhu tubuhnya


setiap hari untuk mengetahui suhu tubuh basalnya. Setelah ovulasi suhu basal (
BBt / basal body temperature ) akan sedikit turun dan akan naik sebesar ( 0,2 –
0,4 ° C ) dan menetap sampai masa ovulasi berikutnya.
Hal ini terjadi karena setelah ovulasi hormone progesterone disekresi
oleh korpus luteum yang menyebabkan suhu tubuh basal wanita naik, Aturan
perubahan suhu:

1. Mengukur suhu pada waktu yang hampir sama setiap pagi ( sebelum
bangkit dari tempat tidur ) dan mencatat suhu ibu pada kartu yang telah
disediakan oleh instruktur KBA.
2. Memakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari
siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang normal,
rendah. Mengabaikan suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau
gangguan lain.
3. Menarik garis pada 0,05°C – 0,1°Cdi atas suhu tertinggi dari 10 suhu 10
hari tersebut. Ini dinamakan garis pelindung ( cover line ) atau garis
suhu.
4. Masa tak subur mulai pada sore setelah hari ketiga berturut-turut suhu
berada di atas garis pelindung tersebut

Catatan :

a. Jika salah satu dari 3 suhu tersebut di bawah garis pelindung (cover
line ) selama perhitungan 3 hari, ini mungkin tanda bahwa ovulasi belum
terjadi. Untuk menghindari kehamilan menunggu sampai 3 hari berturu-
turut suhu tersebut di atas garis pelindung sebelum memulai senggama.
b. Ketika mulai masa tak subur, tidak perlu untuk mencatat suhu basal ibu.
Ibu dapat berhenti mencatat sampai haid berikut mulai dan bersenggama
sampai hari pertama haid berikutnya.

2.4. Keuntungan dan kerugian metode suhu basal

a. Keuntungan
1) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasangan terhadap masa
subur.
2) embantu wanita yang mengalami siklus tidak teratur dengan cara
mendeteksi ovulasi.
3) Dapat membantu menunjukan perubahan tubuh lain seperti lender
serviks.
4) Berada dalam kendali wanita.
5) Dapat digunakan mencegah atau meningkatkan kehamilan

b. Kerugian
1) Membutuhkan motivasi.
2) Perlu diajarkan oleh spesialis keluarga berencana alami.
3) Suhu tubuh basal dipengaruhi oleh penyakit, ganggiuan tidur, stress,
alcohol dan obat-obatan, misalnya aspirin.
4) Apabila suhu tubuh tidak diukur pada sekitar waktu yang sama setiap
hari akan menyebabkan ketidakakuratan suhu tubuh basal.
5) Tidak mendeteksi permulaan masa subur sehinggamempersulit untuk
mencapai kehamilan.
6) Membutuhkan masa pantang yang lama, karena ini hanyalah
mendeteksi pasca ovulasi.

2.5. Efek Samping dan Efektifitas

a. Efek Samping

Pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan stress atau frustasi. Hal
ini dapat diatasi dengan pemakaian kondom atau tablet wanita sewaktu
senggama.

b. Efektifitas

Daya guna teoritis adalah 15 kehamilan per 100 wanita pertahun. Daya
guna pemakaian adalah 20 – 30 kehamilan per 100 tahun – wanita. Daya guna
dapat ditingkatkan dengan menggunakan pula cara rintangan, misalnya kontom
atau obat spermisida di samping pantang berkala.

2.6. Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Metode Suhu Basal Tubuh

Adapun faktor yang mempengaruhi keandalan metode suhu basal tubuh


antara lain:

1) Penyakit.
2) Gangguan tidur.
3) Merokok dan atau minum alkohol.
4) Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba.
5) Stres.
6) Penggunaan selimut elektrik.

2.7 Petunjuk Bagi Pengguna Metode Suhu Basal Tubuh

Aturan perubahan suhu/temperatur adalah sebagai berikut:

1) Suhu diukur pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangun
dari tempat tidur).
2) Catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia.
3) Gunakan catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari
siklus haid untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal dan
rendah” dalam pola tertentu tanpa kondisi-kondisi di luar normal atau
biasanya.
4) Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demam atau gangguan
lain.
5) Tarik garis pada 0,05 derajat celcius – 0,1 derajat celcius di atas suhu
tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Garis ini disebut garis pelindung
(cover line) atau garis suhu.
6) Periode tak subur mulai pada sore hari setelah hari ketiga berturut-turut
suhu tubuh berada di atas garis pelindung/suhu basal.
7) Hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore
ketiga kenaikan secara berurutan suhu basal tubuh (setelah masuk
periode masa tak subur).
8) Masa pantang untuk senggama pada metode suhu basal tubuh labih
panjang dari metode ovulasi billings.
9) Perhatikan kondisi lendir subur dan tak subur yang dapat diamati.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Suhu tubuh wanita dewasa menjadi rendah dan tinggi secara reguler setiap
kali setelah masa ovulasi. Suhu tubuh kita akan tetap rendah hingga masa
ovulasi, kemudian menjadi tinggi setelah masa ovulasi. Akan turun menjadi
lebih rendah lagi setelah menstruasi.

Khusus untuk wanita, ini cara bagaimana mengetahui suhu basal tubuh
yang ideal. Bagi pria, terutama suami, ini juga tips dan trik yang harus dikuasai,
karena dengan menghafal setiap perubahan suhu basal sang istri, bisa
memprediksi kapan sang istri berada pada masa subur.

Perbedaan antara suhu tinggi dan rendah kurang dari 1°C. Suhu tubuh
yang diukur untuk mengecek masa-masa rendah dan tingginya suhu tubuh
merupakan suhu basal tubuh.

Suhu basal tubuh idealnya diukur di dalam mulut segera saat kita bangun
tidur setiap pagi. Jika kita merekam suhu basal tubuh hingga beberapa bulan,
kita akan melihat perubahan yang unik. Dari perubahan suhu basal tubuh
tersebut, kita dapat memprediksi masa ovulasi dan menstruasi kita, kemudian
kita dapat mengontrol kelahiran. Jika menstruasi kita tidak teratur kita bisa
mendapatkan saran yang tepat berdasarkan rekaman/record suhu basal tubuh
kita dari dokter kita.

Caranya penggunaannya adalah dengan mengukur suhu basal tubuh kita


setiap pagi secara reguler, segera waktu kita bangun tidur, sebelum kita
melakukan kegiatan apapun, bergerak ataupun stretching.

Alat ukur tersebut (seperti thermometer biasa) dimasukkan ke dalam mulut


diletakkan di bawah lidah bagian paling ujung kanan/kiri kemudian, mulut kita
tutup selama pengukuran berlangsung.

3.2. Saran

Diharapakan untuk para ibu-ibu yang ingin menggunakan alat kontrasepsi KB


dengan metode suhu basal untuk lebih mengetahui terlebih dahulu keuntungan
dan kerugian, efek sampingnya , dan bagaimna cara penggunaan metode suhu
basal tubuh .
DAFTAR PUSTAKA

Everett, Suzanne. 2004. BUku Saku Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual


Reproduktif. Jakarta : EGC. Sifudin, Abdul Bari. 2006.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo Wiknjosastro, Hanifa. 2006.

Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

http://dokternasir.web.id/2009/03/suhu-basal-tubuh-untuk-mengetahui.html

http://www.lusa.web.id/tag/metode-suhu-basal-tubuh/

http://www.lusa.web.id/metode-suhu-basal-tubuh-basal-body-temperature-
method/