Anda di halaman 1dari 3

A.

Pertimbangan-pertimbangan manajemen puncak


1. Adanya perselisihan pada harga transfers antar divisi.
Manajemen puncak dapat membuat suatu kebijakan mengenai permasalahan transfers
pricing tersebut. kebijakan tersebut mengatur tentang berapa % laba yang boleh
diambil dari harga produksi oleh divisi penjual pada setiap barang yang dijual
(transfer) ke divisi lain. Sehingga tidak terjadi perselisihan antar divisi dan juga harga
barang yang dijual kepada konsumen tetap kompetitif.
2. Divisi AM seolah-olah diberlakukan secara tidak bebas.
Hal ini mungkin terjadi adanya kurangnya informasi dan komunikasi antara divisi
AM dengan divisi pabrik. Permasalahan ini mungkin dapat diatasi jika para manajer
yang bersangkutan dapat mengkomunikasikan informasi-informasi yang mereka
butuhkan sehingga terjalin hubungan yang baik antar divisi.
3. Divisi produk menyimpan persediaan yang berlebih sepanjang tahun.
Persedian yang terlalu menumpuk di gudang disebabkan karena setiap divisi produk
mempunyai divisi penjualan OEM. Divisi penjualan pastinya mempunyai persediaan
barang yang akan dijual kepada konsumen. Untuk mengurangi penumpukan
persediaan, divisi OEM dapat melakukan koordinasi dengan divisi produksi tentang
berapa jumlah yang harus diproduksi agar barang hasil prosuksi tidak terlalu lama
menumpuk di gudang.

B. Kekuatan
Beberapa factor – factor yang menentukan dari sisi pemasaran yaitu
1. Kemampuan untuk merancang suku cadang yang inovatif dan handal untuk
menambah kualitas, kinerja, dan spesifikasi berat yang ditentukan oleh konsumen.
2. Menepati jadwal pengiriman barang.
3. Pengendalian biaya.
Kelemahan
1. Dalam struktur organisasi Abram Company, divisi operasional (produk) memiliki
empat divisi dibawahnya. Dan setiap divisi dipimpin oleh Manager umum (general
manager) dan wakil presiden (vice president). Menurut saya, keempat divisi tersebut
tidak perlu dipimpin oleh dua orang. Cukup satu orang saja yaitu general manager.
Karena dari sisi biaya, hal itu jelas malah menambah beban bagi perusahaan. Dan lagi
dapat terjadi adanya perselisihan pendapat antar atasan karena adanya bentrok
kepentingan yang berbeda.
2. Didalam struktur organisasi tidak terdapat divisi penelitian dan pengembangan.
Menurut saya, departemen ini sangat penting karena merupakan suatu departemen
yang bekerja untuk mengembangkan dan meningkat kualitas dan kuantitas suku
cadang baru yang inovatif dan efektif. Sehingga barang hasil produksi kita tidak kalah
bersaing dengan produk lain.
3. Banyak divisi dalam struktur organisasi dapat mengakibatkan biaya tambahan karena
adanya biaya tambahan manajemen, pegawai, dan pembukuan yang dibutuhkan. Dan
memungkinkan adanyan duplikasi tugas disetiap divisi.
4. Mungkin ada terlalu banyak penekanan pada profitabilitas jangka pendek sehingga
mengorbankan pada tujuan profitabilitas jangka panjang. Manajemen puncak dapat
membuat suatu kebijakan yang mengarah pada profitabilitas jangka panjang sehingga
divisi produk dapat membuat target yang harus dicapai setiap tahunnya untuk menuju
tujuan profitabilitas jangka panjang.
5. ROI untuk divisi AM diukur sama dengan perhitungan divisi pabrik yaitu dengan
menggunakan biaya actual yang ada. Seharusnya perhitungan untuk divisi AM
menggunakan perhitungan biaya standart. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan
dasar biaya standart memisahkan kinerja biaya pemasaran dari kinerja biaya
manufaktur, dimana hal ini mempengaruhi perubahan tingkat efisiensi yang berada di
luar kendali manajer pemasaran.
6. Setiap organisasi /divisi akan saling berkompetisi dengan divisi lain karena
keberhasilan suatu divisi diukur oleh profitabilitas yang telah dicapai oleh divisi
tersebut. Akan sangat merugikan ketika setiap divisi bersaing dengan dengan
mengabaikan kepentingan perusahaan secara umum.