Anda di halaman 1dari 49

http://www.jendelasastra.

com/karya/drama/badai-kehidupan

Badai Kehidupan

Foto musthohar

Jumat, 08/04/2011 - 19:22 — musthohar

* Drama |

* Drama Education

( SISWA MASUK KELAS, SUASANA RAMAI, JOGED, BEL BERBUNYI, GURU MASUK,
SISWA MENATA KURSI)

Siswa 1 : ( masuk sambil jogged)

Andi : ( wajah murung, sedih)

Siswa 2 :

Andi : aku sedih. Sedih sekali !

Siswa 3 : kenapa ?

Siswa 4 : ya kenapa? Dari tadi aku lihat kamu murung dan sedih ?

Siswa 5 : ada masalah apa ? cerita sama kita !


Andi : bapak !

Siswa 6 : bapak mu kenapa ?

Andi : Bapak !

Siswa 2 : kenapa dengan bapakmu ?

Andi : bapak melarangku sekolah.

Siswa 3 : apa melarang kamu sekolah?

Andi : ya. Aku dilarang sekolah . kata bapak" Pekerjaan di sawah sangat
banyak, sekarang musim panen, jadi aku harus bantu dia, memetik Lombok dan
terong" . kalau aku gak kesawah aku gak akan dikasih uang sekolah.

Siswa 3 : wah ! kok begitu ya bapak mu ?

Siswa 2 : aku tidak setuju dengan bapakmu.

Andi : katanya sih meskipun tidak sekolah, aku juga masih bisa bekerja.

Siswa 6 : apa bapak mu menginginkan kamu seperti dia ? "ke sawah setiap hari
bawa cangkul, kepanasan, kehujanan", itu kan berat buat kamu, kalau kamu gak
kuat bisa-bisa kamu sakit.
Siswa 4 : kalau semua orang tua ingin anaknya bekerja di sawah ! bagaimana
Negara kita bisa maju ! apa kata dunia ?

Siswa 2 : benar ! padahal Negara kita adalah Negara yang kaya akan sumber
daya alam. Orang bilang Indonesia adalah negara gemah limpah loh jinawih. Tapi
kenapa rakyatnya banyak yang miskin, kelaparan, gizi buruk.

Siswa 3 : ya benar ! lebih gila lagi , sekarang BBM naik, harga kebutuhan pokok
juga ikut naik ! tapi kenapa gajih buruh kok gak ikut naik ? pada hal kalau yang satu
naik yang lain juga harus naik !

Siswa 4 : pemerintah tidak adil.

Siswa 2 : kenapa sih ! pemerintah menaikan BBM, padahal Indonesia Negara


penghasil minyak bumi terbesar ketiga di dunia.

Siswa 4 : katanya sih harga minyak dunia naik ! kalau harga BBM gak dinaikan
negara akan mengalami kekurangan APBN.

Siswa 2 : ngomong APBN ! kaya DPR aja !

Siswa 3 : kalau Negara mengalami kekurangan APBN, kenapa harus ada BLT ?

Siswa 4 : " ono' – ono' wae pemerintah"

Siswa 5 : gimana rakyatnya bisa makmur, kalau rakyat didik menjadi pengemis !

Siswa 4 : maksud loh….h!


Siswa 5 : gimana tidak menjadi pengemis, buktinya banyak masyarakat yang rela
mendaftarkan dirinya menjadi daftar orang miskin, demi BLT.

( BEL BERBUNYI, SISWA MENATA T EMPAT DUDUKNYA, GURU MASUK KELAS)

Guru : ( ketuk pintu ) assalamu'alaikum Wr. Wb

Siswa : wa'alaikum salam wr. Wb.

Guru : good morning student's ?

Siswa : good morning teacher?

Guru : how are you to day?

Siswa : we are fine ! teacher !

Guru : good…. good…. good…. I am very happy

Siswa 4 : Pak ! sekarang waktunya pelajaran IPA, bapak malah berbahasa


inggris ?
Guru : ya benar…! Tapi pak guru hanya ingin tahu, apa kalian juga pandai
berbahasa asing. Sebab pak guru dengar, ada sebagaian masyarakat yang
menganggap sekolah kita tidak bisa bahasa inggris. Eh …ternyata anggapan
masyarakat tidak benar. Buktinya kalian juga fasih dalam berbahasa inggris.
Sekarang buka buku pelajarannya !

Siswa : ( membuka tas mencari buku, dan mengambil kitab/ buku)

Guru : ( guru membacakan) BAB 5. KEKAYAAN ALAM INDONESIA

Indonesia adalah Negara agraris, mayoritas penduduk


berpenghasilan dalam sektor pertanian. Tanah yang subur cocok untuk berbagai
macam tanaman. Sebab Indonesia terletak pada daerah katulistiwa, sehingga
memiliki dua musim. ( cerita " saya jadi teringat dengan nyanyian gomblo " bukan
lautan hanya kolam susu, buka……., kata orang tanah kita tanah surga, tongkat
kayu dilempar jadi tanaman )

Selain itu Indonesia juga kaya akan kekayaan alam, baik yang ada di daratan
maupun di lautan. Menurut badan BPS ( badan pusat statistik ) menyebutkan bahwa
bangsa Indonesia adalah bangsa penghasil emas terbesar ke empat di dunia,
minyak bumi terbesar ke tiga di dunia, tapi…….( menangis sedih )

Siswa : ( ikut sedih) tapi kenapa bapak menangis ? bapak sakit ya ?

Guru : tidak ! bapak tidak sakit, bapak Cuma teringat dengan peristiwa 2
bulan yang lalu ?

Siswa : 2 bulan yang lalu ada apa pak ?


Guru : dua bulan yang lalu di makasar ada seorang ibu dan dua buah anaknya
mati bersamaan akibat kelaparan. Padahal mereka hidup di negri yang kaya akan
kekayaan sumber alamnya. Bapak jadih sedih mengingat peristiwa tersebut,
mungkin semua ini disebabkan oleh moralitas bangsa Indonesia yang sudah bersifat
individualis dan serakah, terutama pejabat pemerintah. ditambah buruknya
pendidikan di Indonesia. ( bel berbunyi )

Guru : Karena waktunya sudah habis, bapak akhiri dulu pelajaran kita pada
hari ini, wassalamu'alaikum wr, wb

Siswa : ( Bersama ) pak pulang ya pak ?

Guru : ya silakan pulang ke rumah masing-masing.

Siswa : Ye………

Musik Ilustrasi

( GURU DAN SISWA KELUAR DARI DALAM KELAS) ( BAPAK , IBU dan ANDI PERGI KE
SUNGAI SAMBIL LARI)

Bapak : andi….andi…..andii…( makin keras)


Ibu : ada apa pak ! pagi-pagi sudah teriak-teriak, bapak habis sarapan di
warung ya ?

Bapak : enak aja ! kalau ngomong itu jangan ngawur !

Ibu : habis bapak teriaknya kenceng banget, kayak orang habis sarapan tiga
piring aja.

Bapak : saya mencari andi bu ! kemana dia ? aku panggil dari tadi tidak
menjawab.

Ibu : oh….andi pak ?

Bapak : ya..!

Ibu : kelihatannya dia tadi lari tergesah-gesah sambil pegang perut,


mungkin dia lagi ke sungai buang hajat.

Bapak : ya … sudah kalau begitu. Aku pikir dia pergi kemana !

Ibu : pak lihat tas warna hijau nggak pak?

Bapak : tas

Ibu : iya tas warna hijau.

Bapak : ibu mau kemana pagi-pagi sudah mencari tas ?


Ibu : mau pergi ke pasar pon ! beli beras dan minyak goreng.

Bapak : ini bu tasnya, oh ya …. Jangan lupa belikan bapak tape ya bu ? sudah


lama bapak gak makan tape.

Ibu : ya…ibu berangkat dulu ya ..pak ?

Bapak : tunggu buk !

Ibu : ada apa ?

Bapak : hati-hati kalau dijalan.

Ibu : ibu berangkat dulu ya pak ? dada bapak…..k!

( IBU KELUAR, ANDI MASUK )

Andi : wah ….! Enak tenan …..

Bapak : enak tenan…enak tenan… habis dari mana kamu ? bapak tunggu dari
tadi gak pulang-pulang.

Andi : bapak !

Bapak : hari ini kamu tidah usah pergi ke sekolah, sekarang waktunya musim
panen, terong dan lombok yang ada di sawah sudah waktunya untuk dipanen,
kalau kamu nggak mau ikut ke sawah bapak nggak akan kasih kamu uang buat
sekolah.
Andi : tapi…..tapi…

Bapak : gak pakai tapi-tapian.

Andi : tapi andi kan harus sekolah, pak ?

Bapak : kalau kamu gak mau Bantu bapak, ya.. sudah! bapak gak akan kasih
kamu uang buat sekolah lagi !

Andi : ya sudah kalau memang itu mau bapak ! padahal hari ini andi harus
ujian.

Bapak : sudah…. Ganti baju sana ujian kan bisa lain kali, yang penting kamu
sekarang Bantu bapak memanen lombok dan terong di sawah, bapak berangkat
dulu. Jangan lupa bawa keranjang terongnya. Bapak tunggu di sawah.

Andi : ya pak ..! ( andi pergi dengan wajah penuh kekesalan)

Musik

( IBU PULANG DARI PASAR, SEORANG GURU MENDATANGINYA)


Ibu : pak…pak…? Kemana bapak , tadi minta dibelikan tape, sekarang gak
ada di rumah, ( ibu kaget melihat seragam andi ) ini kan seragam andi, apa andi
tidak masuk sekolah hari ini. Padahal kemarin dia bilang besok ada ujian tapi
kenapa seragamnya masih tetap disini. Jangan-jangan..!

Guru : assalamu'alaikum

Ibu : jangan-jangan..?

Guru : assalamu'alaikum…

Ibu : wa'alaikum salam….eh pak guru. Maaf pak ! mari silakan masuk.

Guru : terima kasih bu..! begini bu maksud kedatangan saya kemari mau
menanyakan andi.

Ibu : memang kenapa dengan andi ?

Guru : ya ..itu yang mau saya tanyakan kepada ibu " kenapa andi tidak masuk
hari ini ? padahal hari ini kan dia harus ujian?" kenapa dia tidak masuk sekolah? Apa
andi sakit ?

Ibu : tidak pak..! saya dari tadi juga bingung mencari andi, padahal kemarin
dia bilang besok pagi ada ujian, tapi kenapa seragamnya sekarang masih ada di
rumah. Jangan-jangan…?

Guru : Jangan-jangan…? Kenapa bu ?

Ibu : Jangan-jangan dia pergi ke sawah sama bapaknya. Soalnya tadi pagi
bapaknya mencari – cari dia.
Guru : kalau begitu tolong antar saya bu.

Ibu : mari pak !

Musik

( GURU DAN IBU PERGI KESAWAH, ANDI DAN BAPAKNYA SEDANG MEMASUKKAN
TERONG KEADALAM KERANJANG)

Ibu : andi…andi…..

Andi : ada apa bu….eh pak guru… maaf pak !

Guru : andi kenapa hari ini kamu tidak ikut ujian ?

Ibu : padahal kemarin sore kamu bilang besok ada ujian !

Bapak : dari tadi bapak dengar kamu sendiri ..? maaf pak saya kira andi
ngomong sendiri.
Guru : begini pak badrun, hari ini kan andi ada ujian kenapa dia tidak masuk ?
sayangkan kalau tidak ikut, apalagi sekarang waktu ujian akhir, kalau tidak ikut dia
tidak akan bisa melanjutkan sekolah lagi.

Ibu : iya pak, betul kata pak guru.

Bapak : betul-betul, apanya yang betul. Saya tadi memang sengaja melarang
andi untuk tidak masuk ujian, karena menurut saya ujian tidak terlalu penting.

Guru : maksud bapak.

Bapak : maksud saya, meskipun saya gak pernah ikut ujian ! saya juga bisa
makan, dan membiayai kebutuhan anak istri saya.

Guru : memang betul pak….. tidak ikut ujian, semua orang masih juga tetap
bisa makan, dan membiayai kebutuhan anak istri. Tati ujian itu tidak ada kaitannya
dengan makan, dan membiayai anak istri, ujian itu kaitannya dengan pendidikan.

Ibu : ya pak…..! pak guru benar.

Bapak : kalau begitu….apa dengan pendidikan bisa menjamin kita bisa makan ?
Guru : bapak ini gimana…sih ? ya tidak lah pak..! masa..! orang yang
berpendidikan saja yang bisa makan. Meskipun tanpa pendidikan semua orang juga
masih bisa makan.

Bapak ; kalau begitu…..apa gunanya pendidikan.

Guru : pak…soal makan dan tidak makan itu adalah masalah rizqi, dan rizqi itu
sudah ada yang ngatur, sudah ditentukan sama yang atas sana.

Bapak : kalau rizqi sudah ada yang menagatur dan menentukan. Lalu apa
gunanya pendidikan.

( BAPAK , IBU DAN ANDI MENDENGARKAN GURU DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH,


TIBA-TIBA PAK BADRUN PINGSAN)

Guru : bapak ini gimana sih…! Dalam sebuah hadist disebutkan :

‫طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة‬

Artinya mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi orang muslim


laki-laki dan perempuan. Jadi sebagai orang islam kita itu wajib mencari ilmu, baik
ilmu umum msupun ilmu agama.

Dan dalam al-qur'an allah berfirman :


‫يرفع ال الذين امنو منكم والذين اوتوالعلم د رجات‬

Artinya " allah akan mengangkat derajat orang-orang yang


beriman dan berilmu" jadi itulah tujuan pendidikan. Kalau derajat seseorang sudah
diangkat oleh allah, tentu dia akan memperoleh kehidupan yang bahagia baik dunia
maupun di akhiratnya.

Bapak : ( pingsan )

Andi : pak….bangun….pak…..bangun

Ibu : andi bapakmu kenapa…?( panik sambil menangis)

Guru : pak badrun….

Andi ; pak guru bagaimana ini pak.? bapak saya..?

Guru : andi janganlah kamu menangis dan panik sebaiknya kita bawah aja
kerumah sakit. Sekarang kita bawah pulang aja dulu ke rumah.

Ibu : ( menangis) pak bangun pak…X

( DOKTER DAN PERAWAT MASUK, SUSTER SIBUK MENCATAT, DOKTER SEDANG


ASYIK TELPON )
Dokter : ( masuk, dan telpon bordering ) wa'alaikum salam……ya…di sini dokter
arga ? ada yang bisa saya bantu.

Suster : bapak nggak usah bantu ini kan kerjaan saya ?

Dokter : oh …mama….. …. biarkan saja dulu ?

Suster : au….au… (ketakutan)

Dokter : kenapa ma…..au…au… ? aku kira ada apa..?

Suster : ini jadi ditaruh dimana pak ?

Dokter : biarkan saja dulu ?

Suster : apa di biarkan..! bapak ini gimana sih tempat berantakan begini kok
suruh biarkan saja ?

Dokter : saya kan sudah bilang biarkan saja dulu nanti saya yang urus ?

Suster : terus sekarang apa yang saya kerjakan…?


Dokter : istirahat aja dulu kalau capek…!

Suster ; apa pak..? istirahat…?

Dokter ; ya….sudah ya maa…emmmah hati-hati dirumah ya..ma..! wa'alaikum


salam. ( kaget…)

Dokter : kamu ini gimana sih….! disuruh bersihkan malah duduk-duduk. Nanti
kalau ada pasien yang datang. Gimana ?

Suster : tadi kan bapak sendiri yang suruh saya istirahat dulu..?

Dokter : kalau kamu istirahat, apa kata pasien nanti..! masa..! " kantor dokter
arga ternyata gak rapi". Apa kata orang nanti…….

Musik

( ANDI-GURU, BAPAK, IBU MASUK )

Andi : pak…..tolong bapak saya pak…?

Dokter : ya … silahkan…..? kenapa bapakny…?


Ibu : tidak tahu dok…tadi tiba-tiba saja, dia pinsan tak sadarkan diri.

Dokter ; apa bapaknya sering pingsan, kalau di rumah?

Ibu ; tidak..dok, baru kali ini saja dia pingsan.

Dokter : apa sebelum pingsan, merasakan keluhun ?

Ibu : tidak ..! dok…., tapi beberapa hari dia sering merasa perutnya sakit,
sesak nafas, batuk-batuk, dan kepala pusing.

Dokter : ( memeriksa mata..) eh…maaf bu….saya…saya…

Ibu ; kenapa dok…?

Dokter : maaf bu ..! bukannya saya menakut-nakuti, tapi penyakit suami ibu
sudah parah dan sangat kecil kemungkinan untuk sembuh.

Andi : bapak sakit apa dok..!

Dokter : bapak mu kena penyakit, tipes dan jantung.

Andi : apa ?

Dokter ; ya ..andi..!

Andi : jadi….jadi….
Bapak ; ( sadar,tapi dalam mata tertup dan memanggil-mangil ) andi….andi….

Andi ; ya pak ..andi di samping bapak..

Bapak : andi maaf kan bapak ya.. nak?

Andi : ya ..andi sudah maafkan bapak…!

Bapak : maafkan bapak,sebab bapak telah melarang kamu untuk sekolah,


bapakbaru sadar. Ternyata apa yang dikatakan oleh gurumu itu benar.

Andi ; sudahlah pak..? bapak tidak usah memikirkan masalah tadi. Bapak
istirahat saja dulu.

Bapak ; tidak andi, bapak rasanya sudah tidak kuat, mungkin sebentar lagi
bapak akan istirahat untuk selama-lamanya.

Ibu : tidak …pak..? kenapa bapak bicara begitu..?

Bapak : bu aku pesan tolong jaga andi ya bu..? dan didik dia, ibu harus
mengusahakan agar dia tetap bisa sekolah, kalau perlu sawah dibelakang rumah,
ibu jual buat biaya sekolah andi.

Ibu : andi….

Andi ; pak….bapak….( menangis )


Guru : ‫ انا ل وانا اليه راجعون‬andi bapak mu sudah meninggal. Sabar ya andi…

( SEMUA MENANGIS )

Musik

TAMAT…………
Anak Durhaka

http://www.jendelasastra.com/karya/drama/anak-durhaka

Foto musthohar

Jumat, 08/04/2011 - 19:52 — musthohar

* Drama |

* Drama Remaja |

* Drama Real School

ANAK DURHAKA

BABAK I

(anak masuk, lagu roma"yang miskin jangan bersedih)

Tamim : emang susah ya jadi orang miskin, mau ngapa-ngapain gak bisa.
coba jadi orang kaya pasti enak, bisa makan enak, pakain yang gaya, tiap liburan
bisa rekreasi.

Ibu : kamu ngomong apa to.....Mim.......( sambil meberikan sepiring nasi),


sarapan dulu, habis itu berangkat sekolah........
Tamim : Tamim gak mau sarapan, masak tiap hari tamim harus sarapan nasi
sama ikan asin saja, gimana Tamim bisa pandai kalau setiap hari tamim makannya
seperti ini ( sambil menyodorkan piring ke ibunya)

Ibu : Tamim.... gak boleh begitu, kita seharusnya bersyukur masih bisa
makan tiap hari, ( smbil menyodorkan piring ) dimakan ya....ibu janji besok ibu akan
buatkan lauk pauk yang lain.

Tami : ya....tapi besok lauknya ganti ya.....?

Ibu : dihabiskan sarapanya, kalau sudah selesai langsung berangkat


sekolah, jangan lupa, mengunci pintu rumah, ibu harus jual dagangan ibu, do'akan
dagangan ibu cepat habis, biar besok tamim bisa makan enak.

Tamim : ya bu.........

Ibu : ibu berangkat ( sambil membawa dagangan )

Tamim : ya bu......

( ibu keluar, tak lama kemudian teman tamim datang menjemput )

Jupri : Assalamu'alaikum

Tamim : wa'alaikum salam

Jupri : Mim..........sudah siap belum.....keburu terlambat nih......

Tamim : iya bentar........


Jupri : masak tiap hari kita terlambat...?apa gak malu Mim....?

Tamim : iya bentar...( sambi memakai sepatu )

Jupri : aku kok malu ya Mim....terlambat setiap hari.

Tamim : kan cuma terlambat 15 menit, ntar kalau kita dimarahin sama bu
guru kita bilang saja kalau kita di rumah lagi bantuin ibu, pasti bu guru gak akan
marah...

Jupri : lho......rambut kamu kok gak pakai disisir, pakaianmu juga gak kamu
masukkan..?

Tamim : ini namanya GAUL.....? ngerti nggak lho......

Jupri : emang apa ce gaul itu....?

Tamim : ya yang kayak artis itu lho.....!

Jupri : Kalau artis sich da wajar, tapi kalau kita meniru artis ya gak
sesuai...gak cocok.....gak pantes...., apa kamu gak malu....gaya orang kaya tapi
hidup pas-pasan......

Tamim : yang penting kan GAUL.......

Jupri : itu bukan Gaul Mim.....! Setahuku GAUL itu.....Golongan Alim Ulama'.
Ayo berangkat....kita sudah terlambat.....(keluar berangkat menuju sekolah)
BABAK II

(Suasana di kelas, siswa masuk satu persatu, ada yang ngobrol ada siswa sudah
siap-siap mengikuti pelajaran, berpakaian olah raga, pak guru masuk, Beberapa
siswa masuk dengan berpakaian olah raga, diringi lagu)

Siswa 1 : Dina….kemana saja, beberapa hari tidak masuk sekolah dan tidak
ikut latihan.

Siswa 2 : Bu Aan selalu menanyakanmu,.

Siswa 3 : ya...... kita juga jadi malas latihan kalau kamu tidak ada.

Diana : Maaf beberapa hari aku harus menunggu bibiku di rumah sakit.

Siswa 4 : Bibikmu sakit apa?

Diana : Bibiku kena demam berdarah…

Siswa 3 : terus sekarang gimana keadaannya?

Diana : Alhamdulillah sudah baikan.

Siswa 2 : ya....kita juga harus waspada, sekarang kan musim penghujan, jadi
nyamuk demam berdarah lebih mudah menyerang kita.

Sri & Atok : Pagi teman-teman.......


Siswa 4 : Pagi juga...

Siswa 1 : Prikitiu........ehem....ehem...( meledek ) tumben Sri, ceria banget?

Siswa 2 : Iya......jangan-jangan........

Siswa 1 : ehem.......ehem.......prikitiu........

Sri : apa sih kalian itu ada-ada saja,

Siswa 4 : Gitu aja marah....!

BABAK III

( Bu guru masuk)

Bu guru : Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Siswa/siswi : ( serentak ) wa'alaikum salam Wr. Wb...

Bu guru : Anak-anak, sekarang waktunya penjaskes, sebelum ibu memberikan


kabar gembira untuk kalian, ibu mau mengabsen dulu......

Siswa 2 : Kabar apa bu...?

Siswa 1 : Besok libur ya Bu....?


Bu guru : libur......? tidak..! nanti saja ibu sampaikan...sekarang ibu absen
dulu...

Siswa 3 : semua sudah hadir bu....kecuali Tamim dan Jupri.

(tak lama kemudian Tamim dan Jupri masuk)

Tamim : (sambil mengetuk pintu) Assalamu'alaikum.......

(semua siswa menjawab...Wa'alaikum salam......)

Bu guru : Jupri..... ( tamim menyeleweng) Tamim, kesini dulu.....ibu mau


bertanya......habis darimana saja kalian, jam segini baru berangkat?

Jupri : ( gemetar ) maaf bu.....saya tadi terlambat gara-gara menunggu


Tamim bu....!

Buguru : Tamim....?

Tamim : ya bu...Jupri tadi terlambat gara-gara menunggu saya.....

Bu guru : Terus, kenapa jam 7 lebih kamu baru sampai sekolahan.

Tamim : Soalnya di rumah bantu-bantu ibu saya.

Bu guru : Benar begitu Pri..?


Jupri : Benar bu.....tadi tamim bilang kalau ditanya kenapa terlambat bilang
saja karena kita bantu-bantu ibu di rumah.

Tamim : ( sambil mengijak kaki jupri ) su......ut...!

Bu guru : buguru berharap kalian tidak bohong....sekarang silahkan duduk di


tempat duduk kalian sendiri.

Jupri : terima kasih bu....

Buguru : Anak-anak ibu senang kalau di rumah membantu ibu kalian tapi
buguru tidak sependapat kalau setiap hari kalian terlambat terus berangkat ke
sekolah. Membantu ibu ibu di rumah itu baik, tapi lebih baik lagi kalau kalian
membantu di rumah dan tidak terlambat sekolah. Sekarang..... sebagaimana yang
telah ibu janjikan tadi, ibu akan menyampaikan kabar gembira untuk kalian.

Siswa 1 : Kabar apa bu...?

Buguru : Sekolah kita ditunjuk untuk mewakili kecamatan dalam acara lomba
bulutangkis tingkat kabupaten, kalau lolos lomba di kabupaten nantinya akan
dikirim di kejuaran nasional di Jakarta.

Siswa : Hore...x3

Buguru : Ibu berharap sekolah kita lolos ke kejuaraan nasional, karena selain
hadiahnya cukup besar, menjadi juara akan mengangkat nama baik sekolah
kita..........kita harus optimis, meski sekolah kita di pelosok desa, kita tunjukkan
bahwa kita mampu berprestasi dan bersaing dengan sekolah yang lain. Sekarang
ibu mau bertanya, diantara kalian yang paling pandai bermain bulu tangkis siapa?

Jupri : Sri bu.....

Siswa 1 : Prikitiu......ehem....ehem.....

Siswa 3 : Suit.....3x

Sri : Tidak bu....menurut saya yang paling jago bulu tangkis di sekolah
kita adalah Tamim...

Siswa 2 : Ya bu....Tamim bu.....

(Semua siswa menjawab " ya Tamim......)

Buguru : Baik kalau begitu.....gimana Mim, kamu siap?

Tamim : Tapi......

Buguru : Tapi kenapa ? ibu berharap kamu tidak pesimis.....

( semua siswa " Ya Mim.....Kami akan mendukungmu)

Tamim : Baiklah kalau begitu.......


Siswa 3 : teman-teman mari kita dukung Tamim....

Siswa 4 : Kita pasti mendukungmu.

Buguru : Anak, ibu merasa bangga dengan kekompakkan kalian.

( Teeeeet......Teeeeet............BEL BERBUNYI )

Buguru : karena bel waktunya pulang sudah berbunyi,mari kita tutup


pertemuaan kita pada hari ini dengan membaca hamdalah.

Semua siswa " ALHAMDULILLAH"

Buguru : wassalamu'alaikum Wr. Wb....

Semua siswa " Waalaikum salam Wr. Wb......

BABAK IV

( Semua keluar, ibu Tamim masuk sambil membawa dagangan........., tak lama
kemudian Tamim masuk)

Ibu : Alhamdulillah......dagangan hari terjual habis.... mudah-mudahan


besok juga laris terjual seperti pada hari ini, supaya anakku Tamim bisa makan
enak....
(Ada suara TOKEK berbunyi)

Ibu : wah.....kalau ada suara tokek, berbunyi sampai 7x biasanya mau ada
kabar gembira...bisa jadi mau dapat rezeki.............

Tamim : Assalamu'alaikum......2x

Ibu : Waalaikum salam.........dari wajahmu kelihatannya kamu gembira


sekali Mim......, gak seperti biasanya..?

Tamim : ya bu.......ada kabar gembira, tadi di sekolah Tamim ditunjuk untuk


menjadi pemian bulu tangkis di sekolahan untuk mengikuti lomba di kabupaten
bu.....

Ibu : di kabupaten?

Tamim : ya bu......nanti kalau sudah juara di kabupaten, Tamim akan di kirim


ke Jakarta.....hadiahnya besar lho...bu....apalagi kalau sudah dikirim ke
Jakarta....hadiahnya bertambah besar....nasib tamim pasti berubah......Tamim pasti
bahagia

Ibu : ( Ibu sedih.....) apa selama ini kamu tidak bahagia Mim.....

Tamim : ya tidak begitu bu....tami bahagia bu...tapi apa salahnya sih bu


merubah nasib..

Ibu : kalau kamu ke Jakarta... ibu tinggal sama siapa di rumah......

Tamim : Bu.....Ibu gak usah bersedih, nanti kalau Tamim jadi juara dan sukses,
Tamim akan jemput ibu, untuk tinggal di Jakarta bersama Tamim....
Ibu : Mim ibu bukannya tidak senang, kalau kamu hidup bahagia,tapi ibu
cuma kuatir...Mim......, ibu takut kalau kamu sudah sukses, kamu lupa sama ibu.....,
sama seperti bapakmu...setelah sukses dan kaya raya, bapakmu lupa sama ibu dan
kamu, bapakmu selingkuh dan kawin lagi dengan wanita lain , dan akhirnya ibu dan
kamu yang menjadi korbannya.....

Tami : Sudalah bu.....yang lalu biarlah berlalu, Ibu gak usah kuatir, ibu
do'akan saja Tamim bisa menjadi juara di perlombaan nanti...

Ibu : ibu pasti mendoakanmu Mim........

( Terdengar suara azan)

Ibu : Sekarang sudah waktunya sholat.......kamu ganti baju dulu sana...ibu


tunggu di luar, kita berangkat ke masjid bersama-sama.

Tamim : Baik Bu......

( Tamim dan Ibu ke luar)

BABAK V

Sri : ( menelpon) Assalamu'alaikum......

Team 2 : Wa'alaikum salam.......

Sri : gimana....... team sporter kita sudah siap belum? besok kan kita
harus jadi sporternya Tamim...?
Team 2 : ya sudahlah......ni sekarang kita lagi persiapan

Sri : tapi sudah siap semua kan?

Team 2 : kita sudah siap semua.

Sri : ya udah kalau sudah siap, besok kita harus berangkat lebih pagi,
untuk menyambut dan memberi semangat kepada Tamim. Sampai bertemu besok
ya.....assalamu'alaikum.....

Team 2 : Wa'alaikum Salam.......

BABAK VI

( Ibu dan tamim Masuk)

Ibu : Mim...ibu sudah mempersiapkan sarapan untukmu nak...!

Tamim : ( masih diluar panggung) iya bu....tamim masih bersiap-siap.

Ibu : jangan sampai ada yang tertinggal,

Tamim : ( Mulai muncul ke panggung)Iya bu....


Ibu : wah......( heran) kamu kelihatan beda Mim, dapat darimana pakaian
olah raga sebagus ini?

Tamim : ini dari sekolahan bu..

Ibu : kalau kelihatan seperti bapakmu Mim....,ya uda lekas dimakan


sarapannya. Ibu sudah mempersiapkannya dari tadi, cepat makan keburu dingin,
jangan lupa minum susunya.

Tamim : Wah....ini kan makanan kesukaan Tamim......,Brengkesan pindang,


sambal tomat...

Ibu : makan yang banyak ya...ibu do'akan kamu jadi juara dalam
perlombaan nanti.....mim sekarang ibu harus berangkat dulu....ibu sudah ditunggu
sama langganan ibu....

Tamim : Ya bu......

Ibu : assalamu'alaikum.....

Tamim : Wa'alaikum Salam.......

( teman-teman tamim datang Menyusul )

Fira : assalamu'alaikum.....Mim.....Tamim....

Tamim : Wa'alaikum salam


Atik : kamu sudah siap belum, dari tadi kamu sudah kami tunggu di
sekolah, sekarang yang lain sudah berangkat, kita disuruh jemput kamu.

Tamim : Sudah siap, kok....

Fira : ya sudah kalau begitu kita langsung berangkat.......( semua keluar)

( team sporter masuk satu persatu, lagu piala dunia team menari dancer, Tamim
dan buguru masuk,Tamim bermain dengan lawannya )

MC : SELAMAT DATANG di lapangan perlombaan bulu tangkis tingkat


kabupaten, kepada bapak ibu guru pendamping, untuk segera mempersiapkan
team bulu tangkisnya karena perlombaan akan segera dimulai. Sekali lagi kami
ucapkan selamat bagi peserta yang baru datang di laga pertandingan bulu tangkis
tingkat kabupaten.

Siswa 2 : Itu Tamim.....

MC : sekali lagi kami ucapkan selamat bagi peserta yang baru datang di
laga pertandingan bulu tangkis tingkat kabupaten. Dan mohon pemain dari MTs
Ghozaliyah untuk segera memasuki lapangan, kali ini team dari MTs Ghozaliyah
akan berhadapan langsung dengan team dari SMPN Jombang, dimohon kedua team
untuk segera menempati tempat yang sudah disediakan panita, dan bagi para
sporter pendukung masing-masing team, diperkenankan untuk unjuk kebolehan.

Kami persilahkan sporter dari MTs.ghozaliyah untuk melakukan


display.....

( Team Sporter dari MTs. Ghozaliyah ( menari ciliders))

Kasih tepuk tangan yang meriah untuk Sporter dari MTs Ghozaliyah.
MC : Langsung saja kita sasksikan pertandingan di lapangan utama ( kedua
pemaian langsung main... ).

Siswa 1 : ayo tamim.......

Sri : Tamim kamu pasti bisa, semangat Mim...

Siswa 2 : hore....Tamim jadi juara.....

Siswa 3 : selamat ya Mim....

Siswa 2 : selamat ya Mim..

Tamim : terima kasih......

Buguru : Selamat Mim.................Ibu bangga sama kamu Mim.......

Tamim : terima kasih bu.......

Buguru : Mim besok pagi kamu akan dikirim ke Jakarta untuk bertanding di
kejuaraan bulutangkis nasional. ......sekarang ayo kita kembali pulang. Jangan lupa
kamu persiapkan perbekalannya...

( ibu masuk ke rumah, disusul tamim)

Ibu : Sudah malam kok belum pulang biasanya kan sudah pulang…
Suara tokek

Ibu : Tokeknya berbunyi ............, berarti ..................sebentar lagi mau ada


kabar gembira....

Tamim : Bu......Bu.......tamim juara bu.....tamim dapat piala......

Ibu : Alhamdulillah.....ibu bangga sama kamu nak.....

Tamim : Bu sebentar lagi nasib kita pasti berubah bu....sebentar lagi Tamim
akan dikirim ke Jakarta untuk lomba lagi bu.....Tamim yakin tamim bisa jadi juara
lagi....

Ibu : Ibu pasti doakan kamu nak.... sekarang, kamu pasti capek Mim...da
malam......

Tamim : iya bu.....

( Ibu dan Tamim keluar untuk tidur, Sri menelpon Tamim)

Sri : Malam......Fir...?

Fira : Malam juga Sri....,ada apa malam-malam kok belum tidur? Ada
masalah ya...?

Sri : Aku sedih...


Fira : Sedih kenapa...?

Sri : Besok Tamim kan mau berangkat ke Jakarta.

Fira : Terus..kenapa kamu sedih...seharusnya kita kan bangga sebab


Tamim bisa membawa nama baik sekolah kita ke Jakarta

Sri : ya emang sih Fir..., tapi masalahnya bukan itu.

Fira : terus apa masalah?

Sri : yang jadi masalahnya adalah aku terlanjur suka sama dia Fir.....

Fira : (tertawa) he...he...3x....ya ampun sri.....kamu itu ada-ada aja!

Sri : kok ditertawain sih....lucu ya...?

Fira : Emang kamu sudah bilang sama dia..?

Sri : ya belum sih...

Fira : besok kamu bilang saja langsung sama dia, kalau kamu suka sama
dia..beres kan.....?

Sri : ya sudah kalau begitu, terima kasih ya Fir...da kaih saran dan
temanin aku..
Fira : ya sama-sama..

Sri : Assalamukum....

Fira : wa'alaikum salam...

( Sri keluar, ibu, tamim masuk....)

Tamim : Bu....Tamim harus segera berangkat.....

Ibu : Kamu kan belum sarapan Mim....?sarapan dulu...ibu sudah


menyiapkan masakan kesukaanmu, brengkesan pindang sama sambal tomat.

Tamim : Nanti tamim sarapanya di Jakarta aja Bu....

Ibu : lho.....Jakarta itu jauh lho Mim...

Tamim : ibu bungkus saja, nanti tamim makan kalau sudah naik di kendaraan.

Ibu : ya sudah, tunggu sebentar...( ibu membungkus nasinya)

Tamim : (Sambil berkemas) sudah bu...?

Ibu : ( sambil memberikan bungkusan nasi) nanti dimakan ya Mim kalau


sudah naik di kendaraan..

Tamim : Tamim berangkat ya bu....jaga diri ibu baik-baik...


Ibu : ibu ikut mengantar kamu ke terminal ya mim...

Tamim : ya bu..

( keduanya keluar..., Sri datang ke rumah tamim bersama Fira)

Sri :
Assalamu'alaikum......bu.....Assalamu'alaikum..mim.....!.Fir..kelihatannya Tamim
sudah berangkat..!( sedih)

Fira : Assalamu'alaikum.....Assalamualaikum, bu.....

Sri : maaf pak....! Tamim dan ibunya keluar ya pak..?

Bapak : Tamim sama ibunya keluar Non.....kalau gak salah ke stasiun.

Sri : terima kasih Pak...?

Bapak : iya Non..

Fira : Gimana sri....kita balik aja yuk...

Sri : ya da terserah....( lesu)

( Tamim masuk, bersama anak buahnya.....)


Tamim : ternyata enak ya tinggal di Jakarta, mau apapun
bisa...semuakeinginan terpenuhi, mau liburan ....

Bakir : yang namanya banyak duit ya pasti enak tuan...., gimana sih
ceritanya tuan bisa jadi kaya raya seperti sekarang ini..?

Tamim : ceritanya panjang Kir...!

Sri : (Menelpon ) halo...assalamu'alaikum

Bakir : Wa'alaikum salam....

Sri : Apa benar ini no nya pak Tamim.?

Bakir : ya benar.....

Sri : bisa berbicara dengan tamim...

Bakir : Tuan, ada telepon....

Tamim : dari siapa Kir...

Bakir : dari Sri tuan....

Tamim : Halo...

Sri : Halo juga.....!! gimana Mim kabarmu sekarang, baik-baik saja kan...?
Tamim : baik-baik saja Sri...

Sri : oh ya Mim..ada pesan dari ibumu....kapan kamu pulang..? ibu sudah


kangen sekali sama kamu. ..apa tidak kangen sama ibu. Itu pesan dari ibumu Mim...

Tamim : suatu saat aku pasti pulang Sri...

Sri : tapi kapan Mim....? Kamu tau gak...ibu sekarang sakit-sakitan gara-
gara memikirkan kamu lama tidak pulang..

Tamim : kamu bilang saja sama ibuku "aku pasti pulang"

Sri : kemarin ibumu bilang kalau asam uratnya sembuh mau nekad ke
Jakarta untuk mejenguk kamu.

Tamim : pokoknya kamu bilang saja kalau aku baik-baik saja dan pasti pulang.

Sri : ya sudah kalau begitu, besok aku sampaikan sama ibumu,


assalamualaikum..

Tamim : wa'alaikum salam....

Bakir : maaf tuan hari ini tuan jadwal untuk bertanding melawan pemaian
internasional dari Korea

Tamim : kenapa gak bilang dari tadi...begok.!


Bakir : kan tuan masihtelepon....

Tamim : sudah gak sah banyak alasan, sekarang ayo berangkat.....bisa kacau
kalau aku sampai terlambat.

Bakir : Baik tuan.....

Ibu : Assalamu'alaikum.....

Sri : Wa'alaikum salam...ibu....maaf bu...

Ibu : Sri..ibu ke seni mau minta tolong sama kamu...kalau kamu tidak
keberatan... kamu mau kan mengantar ibu ke Jakarta menjenguk tamim...?

Sri : bukannya Sri tidak mau bu....tapi asam urat ibu kan belum
sembuh....

Ibu : ibu sudah kangen sama Tamim Sri....sudah lama tamim meninggakan
ibu...dia kan anak satu-satunya ibu....

Sri : kalau memang itu mau ibu, Sri siap mengatar ibu...terus kapan
berangkatnya bu...

Ibu : ibu maunya berangkat hari ini juga, ibu sudah gak sabar ingin
bertemu dengan tamim..

Sri : baik bu...kita berangkat.....


(Tamim dan teman-temannya masuk)

Joni : selamat ya Mim......kamu memang pemain yang sangat handal.....

Tamim : terima kasih...

Jadud : selamat ya mim....

Tamim : terima kasih....

Jadud : kamu sekarang jadi kaya raya Mim....

Tamim : Mari kita rayakan kemenangan ini dengan berpesta....

Jadud : Mana minumannya..?

Tamim : Bakir mana minumannya...

Bakir : iya bentar tuan...

Tamim : dasar pembantu malas....mau tak pecat....?

Bakir : Jangan tuan...kalau tuan memecat saya,anak dan istri saya makan
apa tuan..?

Tamim : cepat....jangan lama-lama


Sri : assalamu'alaikum....permisi....permisi...

Tamim : dasar pembantu malas....kir..ada suara diluar coba kamu lihat ada
siapa?

Bakir : ada seorang ibu dan gadis tuan, mau bertemu tuan....

Tamim : suruh mereka masuk....

Bakir : silahkan masuk...

Ibu : Tamim.....anaku....!

Tamim : anaku....? nenek itu siapa?

Ibu : ini ibu nak...

Joni : siapa Mim...?

Sri : iya Mim...ini ibumu....

Tamim : kalian berdua ini siapa, aku gak kenal sama kalian berdua.

Sri : aku Sri Mim...dan ini ibumu...


Tamim : kalian berdua jangan mengada-ngada, kalau kalian mau minta
sumbangan bilang saja langsung terus terang...

Ibu : Tami....(menangis...)

Sri : tidak sepatutnya kamu bilang begitu sama ibumu Mim.....aku dan
ibumu sudah susah-susah datang dari kampung, mala kamu bilang minta
sumbangan....

Ibu : kamu sudah benar-benar lupa sama ibu nak.....

Tamim : aku tak mau kalian merusak acara pesta ini....sekarang kalian
pergi...atau aku panggilkan satpam...

Sri : kamu tidak mau mengkui ibumu mim....kamu benar-benar


keterlaluan mim...

Tamim : pergi....

Ibu : kamu benar-benar lupa sama ibu nak....

Tamim : pergi.....

Ibu : kamu benar-benar anak tak tahu diri.....sekarang kamu sudah kaya,
kamu lupa sama ibumu sendiri....dasar anak durhaka...keras seperti batu......

( suara petir, angin, Tamim berubah menjadi patung)

Bakir : tuan......
Ibu : Tamim....(menangis) anakku.....maafkan ibu ya nak....(menangis)
bukan maksud ibu mengutuk kamu nak....

Sri : sudahlah bu.....( semua menangis...)

( lagu umi " hadad alwi dan sulis)

Menjemput waktu

http://mediasastra.com/naskah_drama/304/menjemput_waktu

gambar Bayu

Penulis: Bayu

Tanggal Publikasi: 22 September 2009

* Genre: Naskah Drama

* Bahasa: Indonesia

Statistik: 0 komentar, 1500 kali dibaca

Penilaian Anda: tidak ada

Siang begitu terik ketika dua remaja berdiri di bawah naungan pohon beringin,
suasana begitu panas tidak menghiraukan mereka berdua untuk berpindah dari
tempat itu.

Noe : Sepertinya Tuhan belum puas untuk menggoreng kota kita ya

Pan : Tuhan tidak menggoreng tapi manusia yang menggoreng


Noe : Tuhan tidak akan menggoreng kalau manusia tidak berulah

Mereka diam sejenak, lalu Noe mengeluarkan bungkus rokok dari saku bajunya dan
di bakar rokok itu dengan pemantik gasnya.

Noe : menawarkan sebungkus rokok ke Pan

Pan : Pan menolak dan memberikan ekspresi malasnya

Noe : Tuhan masih menjadi misteri

Pan : Untuk apa berbicara mengenai Tuhan, berbicara diri sendiri saja sepertinya
suatu keajaiban

Noe : Lebih percaya mana, Tuhan atau agama?

Pan : Tuhan, pasti kau akan bertanya kenapa, jawabanku cuma satu agama itu
hanya efek

Noe : Maksud mu efek?

Pan : Kenapa kau malah bertanya lagi?

Noe : Kau jawab pun masih menimbulkan tanda tanya.

Pan : Anggap saja jawaban itu adalah pertanyaan mu dan jangan tanya lagi.

Sunyi pun kembali muncul. Noe masih dengan enaknya menghembuskan asap dari
rokoknya.

Pan : Bisa minta rokoknya?

Noe : Tadi menolak, sekarang mau.

Pan : Tadi adalah tadi, sekarang adalah sekarang, kamu masih mau menawarkan
rokoknya tidak?

Noe : Menyerahkan bungkus rokoknya

Pan : Mengambil bungkus rokok milik Noe, tapi di kembalikan lagi

Noe : Maksudmu apa tho?


Pan : Tiba - tiba malas untuk merokok.

Noe : Ya sudah, rokok ku masih terbuka buat mu Pan.

Tiba - tiba ada suara minta tolong, lalu ada seseorang lari membawa tas melewati
Noe dan Pan. Setelah orang itu berlari muncul sumber suara minta tolong itu. Noe
mengamati cewek itu. Cewek itu berhenti untuk menarik nafas dan berlari lagi.

Noe : Kita bantu?

Pan : Biarkan sajalah, toh itu juga bukan masalah kita.

Noe : Tapi akan menjadi masalah ketika kita diam saja.

Pan : Dia adalah adikku, dan aku tidak mau mengambil resiko.

Noe : HAH! Adikmu, perasaan bukan deh.

Pan : Yang punya adikku aku, bukan kamu, jadi kamu tidak perlu bertanya lagi.

Noe : Kalau memang itu adikmu kenapa tidak kamu urus.

Pan : Aku sudah bilang, biarkan saja lah.

Noe : Kau benar - benar manusia aneh yang aku temui.

Pan : Dan kamu adalah manusia yang selalu mau tahu.

Noe : Ya sudah, aku mau pergi dulu, kamu ada urusan kah?

Pan : Tidak ada, aku disini cuma mau berdiri saja.

Lalu Noe pun meninggalkan Pan dengan penuh tanda tanya.

--------------------------------------------------------------------------------------------

Esok nya Noe kembali di pohon itu dan menemui cewek yang kemarin meminta
tolong.

Noe : Kamu bukannya kemarin yang berteriak itu?


win : Seingatku tidak, kemarin aku hanya ada di rumah saja.

Noe : Aku tidak mungkin salah, kemarin kamu teriak - teriak minta tolong karena
tas mu dirampok.

Win : Salah orang kali mas. Lagian aku juga tidak pernah liat masnya.

Noe : Bener kok mbak, enggak mungkin ak salah, baru kemarin aku berdiri disini
bersama temanku dan melihat mbak nya lari - lari mengejar adiknya.

Win : Temen mu sapa? adiknya siapa?

Noe : Temenku namanya Pan dan Adiknya namanya enggak tau...

Win : Pan? Yang kamu maksud Pandu Dewindra

Noe : Iya, emang kenapa?

Win : Dia suamiku

Noe : Suami! Sejak kapan? Bukannya dia masih kuliah semester 2 sama ak.

Win : Loh bukannya mas nya aku kira juga sudah punya anak?

Noe : Tunggu, ada yang salah nih kayanya

Win : Tidak ada yang salah mas

Dari kejauhan muncul Pan dengan orang yang waktu itu membawa tas milik Win.

Noe : Pan!

Pan : Siapa ya?

Noe : Pan ini aku Noe, baru kemarin juga kita berdiri di sini dan saling mengobrol

Pan : Perasaan tidak, dan aku tidak pernah punya temen seperti mu.

Noe : Jangan bercanda kau Pan.

Han : Siapa dia mas?

Pan : Aku tidak tahu Han.

Win : Selanjutnya gimana Aa.

Pan : tiba - tiba mengambil sesuatu di saku belakangnya dan ternyata adalah
sepucuk pistol magnum
Noe : Ada apa - apaan ni.

Pan : Goodbye Stranger!

Dan Noe pun terkapar dengan sangat pelan. Dengan muka tidak percaya dan mata
tak ada harapan. Akhirnya Noe hanya bisa diam membisu tanpa mengetahui apa
yang sedang terjadi. Dan mereka bertiga memperhatikan Noe lalu meninggalkan
dia tanpa pesan.