Anda di halaman 1dari 11

OVERLAY PERKERASAN

KAKU DI ATAS
PERKERASAN LENTUR
KELAYAKAN OVERLAY PERKERASAN KAKU
DI ATAS PERKERASAN LENTUR

Overlay beton di atas perkerasan lentur dapat menjadi alternatif penanganan rehabilitasi kecuali jika kondisi
perkerasan eksisting memerlukan pembongkaran dan penggantian dalam volume yang cukup besar.

Kondisi yang overlay beton di atas perkerasan lentur tidak layak antara lain:
1. Tingkat dan jumlah dan kerusakan pada perkerasan tidak banyak sehingga
alternative penanganan lain menjadi lebih ekonomis.
2. Ketebalan overlay mengakibatkan tinggi ruang bebas pada jembatan (e.g.
underpass) tidak lagi mencukupi. Di samping itu, pelat overlay yang tebal
mungkin harus diikuti penyesuaian tinggi kerb, trotoar, dan guardrail, dan
penyesuaian kemiringan talud dan panjang gorong-gorong.
3. Perkerasan eksisting rentan terhadap penurunan (settlement)

Jika durasi pelaksanaan konstruksi kritikal, mungkin diperlukan beton khusus yang dapat dibuka untuk lalu
lintas dalam waktu 4 hingga 6 jam setelah penghamparan.
PENGEMBALIAN KONDISI (PRE-OVERLAY)
1. Salah satu manfaat dari overlay beton di atas perkerasan lentur adalah bahwa alternatif ini tidak
memerlukan perbaikan pre-overlay yang ekstensif.
2. Namun demikian, kerusakan yang berpotensi menyebabkan retak refleksi yang dapat menyebabkan
penurunan masa pelayanan harus diperbaiki sebelum penghamparan pelat overlay.

Jenis kerusakan pada


Jenis perbaikan
perkerasan aspal (eksisting)

Tidak perlu perbaikan, tetapi area dengan lendutan yang besar harus
Retak buaya
ditambal.
Pada umumnya tidak perlu perbaikan. Namun jika retakan cukup lebar perlu
Retak melintang
dipasang lapis pemisah untuk mengurangi potensi terjadinya retak refleksi
Pumping dan Drainase perkerasan jika diperlukan. Jika cukup parah, kupas lapisan yang
pengelupasan (stripping) mengelupas
Penurunan (settlement) Perataan (leveling) dengan campuran aspal.
DESAIN TEBAL OVERLAY (D)

Koef. Drainase

Kuat lentur beton

CESA
rencana

Modulus beton
Load Transfer, tergantung jenis
perkerasan kaku. Modulus reaksi tanah dasar, Statik
Dari analisis data lendutan

Doverlay = Drencana
INPUT
1. Lendutan (FWD) di atas perkerasan aspal eksisting
a. Dua sensor: d0 & di
b. MR & EP
2. DO/L = Dperkerasan kaku
3. Input:
a. Beban lalu lintas rencana (CESA Rigid)
b. Modulus reaksi tanah dasar, k
c. Ec modulus elastik beton
d. Sc’ kuat tarik lentur
e. J Koef. Transfer beban (pada sambungan)
f. S0 dan Z0
g. PSI
h. pt
i. Cd koef. drainase
KOEFISIEN TRANSFER BEBAN (J) PADA SAMBUNGAN
MODULUS ELASTIK PELAT BETON EC
ANALISIS LENDUTAN : Menghitung Parameter
Modulus tanah dasar (MR) & Kekakuan Perkerasan (EP)

Sensor – 1 (d0)

Sensor
berikutnya

Hitung MR

No
Hitung EP

= + Verify
r ≥ 0.7 ae

Yes
r ≥ 0.7
End
MENGHITUNG MODULUS REAKSI TANAH
DASAR (k) (DINAMIS)

Ep  data analisis
lendutan

Tebal perkerasan
eksisting, DSB

Mr  data analisis
lendutan (tanpa faktor
koreksi C):
FLOW CHART DESAIN PERKERASAN
KAKU DI ATAS PERKERASAN LENTUR

Mulai

Analisis Beban Lalu Lintas


• Data Lalu Lintas Jalan Eksisting

• Data Lendutan
• Data tebal perkerasan esksisting
Desain Tebal Perkerasan Kaku
• Parameter desain perkerasan kaku di atas Lentur Eksisting
• Harga satuan

Selesai
TERIMA KASIH