Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

Jaringan Ikat

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah

“STRUKTUR HEWAN”

Dosen pengampu : Tika Mayang Sari, M.Pd

DisusunOleh:

Laily Mutmaina (1701060019)

Rina Lestari (1701060029)

JURUSAN TADRIS PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO
TAHUN AJARAN
2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah SWT, , yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini berjudul “Jaringan Ikat”. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan
wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala
usaha kita. Amin.

Kotabumi
2021-09-28

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................2

DAFTAR ISI.........................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................4

A. Latar Belakang.....................................................................4
B. Rumusan Masalah.................................................................4

C. Tujuan ..................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN......................................................................6

A. Jaringan Ikat .........................................................................6

B. Ciri-Ciri Jaringan Ikat Pada Hewan......................................8

C. Fungsi Jaringan Ikat...............................................................8

D. Macam-Macam Jaringan Ikat.................................................9

E. Sel-Sel Jaringan Ikat..............................................................18

BAB III PENUTUP.............................................................................20

Kesimpulan............................................................................................20

DAFTARPUSTAKA...........................................................................21

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Struktur binatang yaitu kumpulan dari banyak sekali macam jaringan dan melakukan
sesuatu kiprah tertentu dan akan membentuk organ. Tubuh binatang terdiri atas
jaringan-jaringan. Jaringan tersusun atas sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi
yang sama. Jaringan tersusun atas beberapa sel yang mempunyai struktur dan fungsi
yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai
fungsi yang spesifik yang berbeda dengan jaringan lain.

Perubahan sel menjadi jaringan terjadi melalui proses spesielisasi. Jaringan penusun
badan binatang ada empat macam yaitu : jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan
otot, dan jaringan saraf. Salah satu jaringan yang akan dibahas yaitu jaringan ikat.
Jaringan ikat merupakan jaringan yang berfungsi untuk mengikat sel sel sehingga
membentuk suatu jaringan dan mengikat suatu jaringan dengan jaringan lainnya,
menyongkong dan melindungi bagian-bagian tubuh, mengisi rongga-rongga yang
kosong, menyimpan lemak (sumber energi), dan untuk transportasi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu jaringan ikat?

2. Bagaimana ciri-ciri jaringan ikat?

3. Apa fungsi jaringan ikat?

4. Ada berapa macam jaringan ikat?

5. Apa saja sel-sel jaringan ikat?

C. Tujuan

1. Mengetahui apa itu jaringan ikat.

2. Mengetahui ciri-ciri jaringan ikat.

3. Mengetahui fungsi jaringan ikat.

4
4. Mengetahui macam-macam jarinan ikat.

5. Menegtahui sel-sel penyusun jaringan ikat.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh.
Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah
embrio). Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat memiliki berbagai fungsi, yaitu
menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi organ-organ tubuh,
menyimpan energi (jaringan lemak). Membentuk spada truktur tubuh (tulang). Dan
menyusun sistem sirkulasi (darah).

Jaringan ikat berbeda dengan jaringan epitel dalam beberapa hal antara lain : jaringan
ikat jarang sekali terletak bebas, lazimnya terdapat di bawah jaringan epitel atau
terdapat di antara organ-organ tubuh sebagai pengikat atau pengisi ruang antara.
Selanjutnya jumlah sel jaringan ikat relatif lebih sedikit dari jaringan epitel dan bahan
bahan antar selnya lebih banyak. Jaringan ikat terdiri dari matriks dan sel-sel penyuun
jaringan ikat.

Matriks

Matriks adalah bahan dasar atau materi dasar tempat sesuatu melekat. Matriks terdiri
dari serat-serat dan bahan dasar. Serat-serat pengikat pada matriks mengsisi rongga
antar sel sehingga akan memberi bentuk jaringan. Serat-serat tersebut sangat kuat dan

6
berfungsi menopang jaringan ikat. Martiks terdiri dari beberapa jenis serat, yaitu serat
kalogen, serat elastin, dan serat retukuler.

 Serat kolagen

Serat kolagen memiliki sifat kuat, kelenturaan yang rendah, tetapi daya regang yang
tinggi. Dengan sifat ini serat kolagen mampu memberi kekuatan pada jaringan ikat.
Serat kolagen tersusun dari protein kalogen. Protein ini banyak terdapat didalam
tubuh, yaitu sekitar 25% dari total protein. Serat ini terdapat tendon, tulang, daan
kulit.

 Serat elastin

Seear elastin memiliki sifaat lunturan yang tinggi. Serat ini tersusun dari
mukopolisakarida dan protein yang disebut elastin. Elastin dikelilingi oleh
glikoprotein yang biasa disebut pibrillin. Serat elastin terdapat pada pembuluh darah,
ligamen, dan selaput tulang rawan laring.

 Serat retikuler

Serat retikuler memiliki sifat yang sama dengan serat kalogen, yaitu memiliki sifat
kelenturan yang rendah. Serat retikuler ukurannya lebih tipis daripada serat kalogen.
Serat retikuler terdiri dari kalogen dan dilapisi oleh glikoprotein. Serat ini berperan
untuk mengikat suatu jaringan ikat dengan jaringan ikat lainya, misalnya pada

7
membran antara jaringan epiteium dengan jaringan ikat. Serat retikuler terdapat pada
hati, limpa, dan kelenjar limfe.

B. Ciri-ciri Jaringan Ikat Hewan

1. Letak sel jaringan ikat tidak terhimpit jika hanya berhubungan pada ujung
protoplasmanya saja.

2. Mempunyai bentuk sel yang tidak teratur, inti sel menggelembung dan sitoplasma
bergranula.

3. Mempunyai komponen interseluler atau matriks.

C. Fungsi Jaringan Ikat

Fungsi jaringan ikat pada hewan yakni sebagai penyokong atau pengikat antara
jaringan ataupun organ. Adapun fungsi lain dari jaringan ikat, adalah :

1. Merekatkan, mengikat atau menghubungkan berbagai sel atau yang ada di dalam
tubuh.

2. Sebagai media di mana tempat pembuluh darah lewat, unuk mendistribusikan


berbagai bahan makanan pada organ yang bersangkutan dan mengangkut produk
sisa hasil metabolisme.

3. Pertahanan tubuh, sebagai tempat dimana proses imunologik berlangsung dan


berfungsi sawar untuk mencegah penjalaran kuman.

4. Pemulihan jaringan,

5. Membentuk antibodi dan zat anti koagulan.

6. Mengurangi pengeluaran panas tubuh dari kulit.

7. Sebagai transportasi cairan tubuh.

8. Menyusun sistem sirkulasi darah.

9. Mengangkut oksigen dan makanan.

10. Sebagai pengisi rongga di antara organ.

8
D. Macam-Macam Jaringan Ikat

Secara umum jaringan ikat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Jaringan Ikat Sejati

Jaringan ikat sejati terdiri atas jarigan ikat longgar dan jaringan ikat padat.

a. Jaringan ikat longgar

Jaringan ikat longgar memiliki ciri sebagian besar terdiri dari matriks yang
mengandung serat-serat kolagen, retikuler, dan elastin. Jaringan ini terdiri
dari beberapa sel, seperti makrofag. Sel plasma, sel tiang, dan sel lemak.
Jaringan ikat longgar berfungsi membungkus (menyokong) organ-organ
tubuh dan menghubungkan bagian bagian jaringan lain. Jaringan ini
terdapat di mesentrium (selaput perut tempat manautkan organ-organ
dalam rongga perut), dibawah epitel mukosa saluran pencernaan,
pembungkus pembuluh darah, akson saraf, dan lapisan subkutan kulit.
Jaringan ikat longgar memiliki banyak substansi dasar, fungsi jaringan ikat
longgar adalah sebagai berikut : 1) memberi bentuk organ dalam misalnya
kelenjar, limfa, sumsum tulang, dan hati, 2) menyokong, mengelilingi, dan
menghubungkan elemen dari seluruh jaringan, 3) merekatkan jaringan di
bawah kulit, 4) membentuk membran mesentrium pada rongga perut yang
mengatur posisi organ dalam.

b. Jaringan ikat padat

9
Jaringan ikat padat memiliki ciri sususan serat yang padat dan jumlah
selnya berkurang. Jaringan ini didominasi oleh serat kalogen. Diantara
serat kalogen tersebut terdapat sel fibroblas. Sifat jaringan ikat padat
adalah tidak elastis. Jaringan ikat padat berfungsi menghubungkan antara
organ tubuh yang satu dengan organ tubuh yang lain. Jaringan ikat padat
terdiri dari 2 jenis :

Jaringan ikat padat teratur yang terdapat pada ligamen dan tendon.
Tendong adalah jaringan yang menghubungkan antaraa otot dengan
tulang, sedangkan ligamen adalah jaringan yaang menghubungkan tulang
dengan tulang.

10
Jaringan ikat padat tidak teratur yang terdapat pada pembungkusan tulang dan
lapisan dermis pada kulit.

2. Jaringan ikat khusus

Berdeda dengan jaringan ikat padat jaringan ikat khusus terdiri jaringan darah,
limfa, dan lemak.

a. Jaringan lemak (adiposa)

Jaringan lemak tersusun atas sel-sel lemak yang tidak mementuk serat-serat
interseluler atau matriks, tetapi terspesialisasi untuk penimbunan lemak. Jaringan
lemak berasal dari sel-sel mesenkim. Jaringan ini berfungsi sebagai bantalan
untuk melindungi orgn-organ secara mekanis dari benturan, sebagai persediaan
cadangan makanan, dan sebagai alat mengatur panas dengan cara membantu
menjaga tubuh badan, terutama pada bayi yang baru melahirkan. Jaringan lemak
terdapat diseluruh bagian tubuh, yaitu dibawah kulit disekitar persendian, serat
disekitar irgan bagian dalam seperti ginjal dan jantung.

b. Jaringan darah

11
Jaringan darah dapat disebut sebagai jaringan ikat terspesialisasi yang dibentuk
dari sel-sel bebas dan suatu matriks cair (plasma). Sel-sel darah berkembang lalu
masuk ke dalam aliran darah sebagai sel-sel yang sepenuhnya telah terbentuk.
Jaringan darah berfungsi membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-
sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi. Jaringan darah terdiri dari
eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma.

 Eritrosit (sel darah merah)

Eritrosit berbentuk seperti lempengan bikonkaf (cekung ganda) dengan


diameter kurang lebih 8 jam. Eritrosit tidak memiliki inti sel (nukleus).
Sitoplasma eritrosit mengandung protein yang disebut hemoglobin.
Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen akan membentuk
oksihemoglobin. Apabila kandungan oksigen suatu jaringan tubuh lebih
rendah daripada kandungan oksigen didalam paru-paru, oksihemoglobin akan
pecah sehingga oksigen dibebaskan untuk digunakan dalam proses
metabolisme sel. Hemoglobin juga berperan penting untuk mengangkut
karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru.

 Luekosit (sel darah putih)

Leukosit memiliki sebuah nukleus dan tidak mengandung hemoglobin.


Gerakan yang dilakukan leukosit adalah gerakan amuboid. Berdasarkan
granula (butiran-butiran) dalam sitoplasmanya, leukosit terbagi menjadi dua
jenis, yaitu :

12
 Granulosit, merupakan leukosit yang memiliki protein granula di
dalam sitoplasmanya. Granulosit menyusun 60-70-% dari keseluruhan
leukosit. Granulosit terdiri dari neutrofit, eosinofil, daan basofil.

 Agranulosit, merupakan leukosit yang tidak memiliki granula di dalam


sitoplasmanya. Agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit.

 Trombosit (keping darah)

Trombosit berbentuk lempengan dengan diameter 2-4 jam. Di dalam trombosit


banyak terdapat granula, namun tidak terdapat nukleus. Trombosit membantu
penghentian keluarnya darah akibat kerusakan pada pembuluh darah.

 Plasma

Bagian darah yang cair serta mengandung larutan elektrolit dan protein disebut
plasma. Protein plasma terdiri dari albumin, globulin, dan fibrinogen. Selain
itu, plasma juga mengandung sejumlah bahan terlarut, seperti zat makanan,
hormon, dan faktor-faktor pembeku darah.

c. Jaringan limfe (getak bening)

13
Jaringan limfe terdapat pada organ –organ seperti timus, kelenjar limfe,
tronsil, dan limpa. Jaringan limfe terdiri dari sel sel dan serat-serat retikuler
yang menjadi rangka untuk menunjang timbunan limfosit dan makrofag.
Dibagian bagian tubuh tertentu, limfosit cenderung berkelompok menjadi satu
dalam pemusatan yang disebut nodulus. Nodulus dapat dijumpai dalam tonsil,
limpa, timus, serta tersebar secara luas sepanjang saluran pencernaan

3. Jaringan penyokong

a. Jaringan tulang rawan (kartilago)

Bahan dasar jaringan tulang raan mengandung suatu kompleks protein karbohidrat
yang dikenal sebagai kondromukoit. Sel tulang rawan disebut kondrosit, berfungsi
untuk mensintesis matriks. Tulang rawan pada anaka-anak berkemang dari sel-sel
mesenkim. Sel-sel mesenkim ini membentuk serat-serat dan matriks padat. Tiap-
tiap sel mesenkim membentuk satu lapisan matriks disekelilingnya, sehingga
terbungkus dalam ruang ruang kecil yang disebut lokuna.

14
Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan berasal dari selaput tulang rawan
(trikondrium). Jika tulang rawan terus tumbuh dan berkembang, jumlah matriks
antar selnya akan meningkat, sehingga mendorong sel-sel menjauh terpisah satu
sama lain.

Berdasarkaan kandungan senyawa matriksnya, jaringan tulang rawan dapat


dikelompokkan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

 Tulang rawan hialin

Tulang rawan hialin berwarna putih kebiruan dan transparan. Pada matriks
tulang rawan hialin ditemmukan konsentrasi serat yang memiliki daya
elastisitas tinggi. Tulang rawan hialin merupakan tulang rawan yang paling
banyak terdapat didalam tubuh, tetapi paling lemah di antara tulang rawan
yang lain. Pada stadium embrio manusia, tulang rawan hialin merupkan
rangka tubuh sementara. Sedangkan pada orang dewasa, jaringan ini
ditemukan pada persendian, ujung tulang rusuk yang melekat pada tuulang
dada, dan saluran pernapasan.

 Tulang rawan elastis

Pada matriks tulang rawan elastis ditemukan serat elastin berwarna kuning dan
adanya trikondrium. Serat elastin tersebut berfungsi memberkan daya lentur
dan menyongkong jaringan. Tulang rawan elastis terdapat papa embrio, laring,
bagian telinga luar, epiglotis, dan daun telinga.

 Tulang rawan fibroblas

Pada matriks tulang rawan fibroblas ditemukan serat kalogen. Matriks padaa
tulang rawan fibroblas berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini merupakan
jaringan tulang rawan yang paling kuat sehingga beerfungsi sebagai
pelingdung dan penyokong jaringan. Jaringa tulang rawan firoblas terdapat
pada hubungan antar tulang vertebrae (tulang belakang) dan tendon.

b. Jaringan tulang sejati

15
Jaringan tulang disusun atas sel-sel tulang yang disebut osteosit, osteosit dibentuk
dari oasteoblas. Osteoblas adalah sel yang bersal dari fibroblas dan ikut serta
dalam pembentukan tulang. Unit dasar tulang disebut sistem havers. Sistem havers
tersusun dari lamella, lakuna, kanalikuli, dan saluran havers.

a. Saluran havers (saluran pusat), berisi pembuluh darah dan saraf.

b. Lamella, lapisan konsentris matriks yang keras dan kuat.

c. Lakuna, ruang tempat osteosit terletak.

d. Kanalikuli, struktur penghubung osteosit yang satu dengan yang lain.

16
e. Matriks, tersusun atas serabut kolagen dan mineral kalsium dan fosfor.

 Lamela

Lamela adalah lapisan konsentris matriks yang terdiri dari garam mineral dan
serat kologen. Garam mineral berfungsi sebagai membuat tulang menjadi keras.
Serat kalogen berfungsi membuat tulang menjadi kuat. Lakuna adalah suatu ruang
kecil diantara lamela yang didalamnya.

 Saluran havers,

Berisi pembuluh darah dan saraf. Didalam saluran havers terdapat saluran
volkman, yaitu saluran yang menghubungkan dua saluran havers. Tulang
merupakan organ yang sangat keras. Senyawa penyusunnya adalah kalsium
klorida (CaCl2), kalsium fosfat (Ca2PO4), magnesium klorida (MgCl2), barium
klorida (BaCl2), dan barium sulfat (BaSO4), tulang berfungsi sebagai alat gerak,
penyokong tubuh, tempat melekatnya otot, dan melindungi organ-organ yang
lunak.

Perbedaan sel-sel tulang dewasa dengan tulang rawan adalah tulang dewasa sudah
mengalami mineralisasi. Mineralisasi merupakan proses perubahan penyusunan
materi organik menjadi materi anorganik. Mineral yang sangat tinggi
konsentrasinya di dalam tulang adalah kalsium dan fosfat.

Berdasarkan strukturnya, tulang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tulang


kompak dan tulang spongiosa. Tulang kompak adalah tulang yang tidak memliki
rongga, sedangkan tulang spongiosa (tulang spons) adalah tulang yang memiliki
rongga.

E. Sel-Sel Jaringan Ikat

Jaringan ikat terdiri dari beberapa jenis sel. Sel-sel ini terdapat pada matriks dan
bertanggung jawab terhadap serat-serat maupun bahan dasar. Beberapa contoh sel
jaringan ikat adalah sebagai berikut :

a. Fibroblas

17
Fibroblas merupakan sel jaringan ikat yang berbentuk serat dan berfungsi untuk
mensekresikan protein. Pada jaringan ikat, sel sel mesenkim berdiferensiasi menjadi
fibroblas yang berbentuk matriks.

b. Sel lemak

Sel lemak (sel adiposa) adalah sel yang khusus untuk menyimpan lemak. Suaatu
jaringan ikat disebut jaringan lemak (jaringan adiposa) jika terdapat sel lemak yang
melimpah. Sel lemak mudah dibedakan jika sudah menimbun karena sebelumnya sel
lemak menyerupai fibroblas.

c. Sel plasma

Sel plasma dapat ditemukan dalam jumlah melimpah dibawa membran epitel yang
basah, misalnya pada saluran pencernaan dan pernapasan. Sel-sel ini memproduksi
antibody yang khas untuk antigen (protein asing).

d. Makrofag

Makrofag adalah sel jaringan ikat yang bentuknya berubah ubah. Sel-sel makrofag
terspesialisasi untuk fagisitosis sehingga sel-sel ini giat memakan zat-zat buangan,
sel-sel mati, dan bakteri. Makrofag terdapat di bawah pembuluh darah.

e. Sel tiang

Sel tiang (mastcell) berfungsi menghasilkan heparin dan hestamin. Reparin adalah
suatu antikoagulan dari polisakarida. Sedangkan histamin adalah suatu zat yang
dibebaskan oleh degranulasi sel tiang sebagai reaksi terhadap antigen yang sesuai.
Heparin berfungsi dalam pembekuan darah, sedangkan histamin berfungsi untuk
meningkatkan permeabilitas darah.

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh.
Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan
tengah embrio). Bentuk sel-sel yang menyusun jaringan ikat memiliki
berbagai fungsi, yaitu menyokong dan memperkuat jaringan lain, melindungi
organ-organ tubuh, menyimpan energi (jaringan lemak). Membentuk spada
truktur tubuh (tulang). Dan menyusun sistem sirkulasi (darah). Terdapat dua
komponen dasar utama dari jaringan ikat, yaitu sel dan matriks
ekstrase/intersel. Komponen sel tersiri dari sel tetap dan sel bebas. Yang
termasuk komponen sel tetap ialah : sel mesenkim, fibroblas, sel lemak,
(adiposit), sel mask, dan makrofag. Sedangkan yang termasuk sel bebas ialah :
sel plasma, limfosit, neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan makrofag.

Jaringan ikat dibagi menjadi 3 jenis, jaringan penyokong, jaringan khusus, dan
jaringan ikat sejati.

19
DAFTAR PUSTAKA

Aryulina, Diah. 2006. Biolog 2. Jakarta: Erlangga .


https://www.google.co.id/books/edition/BIOLOGI_Jilid_3/2bPXe2S4gxoC?
hl=id&gbpv=1&dq=siklus+sel&pg=PA107&printsec=frontcover

Kurniati, Uly Zakiyah. 2021. Ringkasan Materi Dan Latihan Soal Biologi Kelas XI
SMA/MA Kurikulum 2013. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer
https://books.google.co.id/books?
id=OzQhEAAAQBAJ&pg=PA28&dq=Jaringan+ikat+pada+hewan&hl=id&sa=X&ve
d=2ahUKEwiR4sjj3LjzAhVFAXIKHTjIB4s4FBDoAXoECAEQAw#v=onepage&q=
Jaringan%20ikat%20pada%hewan&f=false

Shurui, Sati El. 2016. Pedoman Cerdas Biologi. Depok: Huta Publish
https://www.google.co.id/books/edition/Pedoman_Cerdas_Biologi_Kelas_X_XI_XII_
SM/smFoDgAAQBAJ?
hl=id&gbpv=1&dq=pedoman+cerdas+biologi&printsec=frontcover

Firmansyah, Rikky. (Tanpa tahun). Mudah Dan Aktif Belajar Biologi.


https://www.google.co.id/books/edition/Mudah_dan_Aktif_Belajar_Biologi/N78JAQ
Dz9g8C?hl=id&gbpv=1&dq=jaringan+ikat&printsec=frontcover

Subahar, Tati Suryati Syamsudin. 2009. Biologi 2. Bogor: Quadra


https://www.google.co.id/books/edition/Biologi/WxMchYO7fX8C?
hl=id&gbpv=1&dq=jaringan+ikat+pada+hewan&pg=PA28&printsec=frontcover

20