Anda di halaman 1dari 12

METODE CRAFT

LAPORAN PRAKTIKUM

TATA LETAK DAN PENANGANAN BAHAN

Oleh

NAMA : BIMA EKA SAPUTRA


NIM : 191710301015
KELAS : TIP A
ASISTEN :1. WIFQI NUR PANGESTU
2. NABILA TSANA B.S.
3. RESTIA MAHARANI

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JEMBER

2020
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara berkembang yang banyak sekali dijumpai
industri-industri yang masih menggunakan tenaga manusia dalam pemindahan
material. Walaupun beberapa industri yang relatif modern telah banyak yang
menerapkan tata letak fasilitas yang baik. Namun, pada industri yang masih
berkembang terdapat banyak kekurangan yang perlu diperbaiki lagi. Salah satu
cara untuk memperbaiki kekurangan tersebut adalah dengan melakukan
perencanaan ulang tata letak fasilitas dengan menggunakan metode CRAFT pada
indutri yang masih berkembang ini.
Metode Craft merupakan salah satu metode perbaikan tata letak failitas
dengan perancangan optimum dengan melakukan perbaikan tata letak secara
bertahap (Hadiguna dan Setiawan, 2008). Menurut Ningtyas dkk (2015),
perencanaan tata letak fasilitas dengan metode CRAFT ini akan mengevaluasi tata
letak dengan cara mempertukarkan lokasi departemen. Metode CRAFT
memerlukan input yang berupa biaya perpindahan material. Input biaya
perpindahan berupa biaya per satuan perpindahan per satuan jarak (ongkos
material handling per satuan jarak atau OMH per satuan jarak) .
Pada praktikum ini metode CRAFT akan digunakan untuk menentukan
suatu tata letak fasilitas baru yang sesuai dengan kondisi perusahaan atau industri
yang dapat meminimumkan ongkos produksi. Dari alternatif tata letak yang
dihasilkan oleh metode CRAFT akan dievaluasi dengan pertimbangan momen
perpindahan materialnya.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari Praktikum Metode CRAFT adalah :
1. Memperbaiki layout industri
2. Meminimalisir biaya material handling
BAB 2 TINJAUN PUSTAKA
2.1 Pengertian Metode CRAFT
Metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities of
Technique) merupakan sebuah program pada komputer pertama yang digunakan
untuk memperbaiki tata letak fasilitas. Metode CRAFT ini menggunakan
minimasi ongkos atau meminimalkan biaya perpindahan material yang merupakan
hasil dari perhitungan hasil kali besarya aliran (frekuensi), jarak yang ditempuh,
dengan biaya perpindahan setia satuan jarak tiap satuan perpindahan (Yenni,
2007). Konsep dasar dari metode CRAFT adalah dengan mempertukarkan lokasi
kegiatan/departemen pada tata letak awal untuk menemukan suatu pemecahan
masalah yang lebih baik berdasarkan aliran bahan. Metode ini memungkinkan
untuk terjadinya pertukaran-pertukaran lokasi kegiatan yang selanjutnya akan
membawa ke arah tata letak fasilitas yang mendekati biaya optimum (Hidayat
2010).
Pada metode CRAFT ini setiap pertukaran terjadi karena perhitungan
biaya perpindahan atau transportasinya. Pertukaran yang menghasilkan biaya
terbesar akan dipilih atau dicetak dalam tata letak. Prosedur ini berlanjut sampai
tidak ada lagi pertukaran lokasi kegiatan/departemen yang menghasilkan biaya
perpindahan lebih kecil dari biaya perpindahan tata letak awal. Menurut Damanik
(2010), ada beberapa data masukan yang dibutuhkan dalam algoritma CRAFT
diantaranya yaitu tata letak awal, data aliran barang (from to chart), data biaya
perpindahan (move cost chart), jumlah dan lokasi dari departemen yang tetap atau
tidak turut dipertukarkan dan asumsi biaya perpindahan.

2.2 Fungsi Metode CRAFT


Menurut Hidayat (2010), Konsep dasar dari metode CRAFT adalah
dengan mempertukarkan lokasi kegiatan/departemen pada tata letak awal untuk
menemukan suatu pemecahan masalah yang lebih baik berdasarkan aliran bahan.
Metode ini memungkinkan untuk terjadinya pertukaran-pertukaran lokasi kegiatan
yang selanjutnya akan membawa ke arah tata letak fasilitas yang mendekati biaya
optimum. Ada beberapa data masukan yang dibutuhkan dalam algoritma CRAFT
diantaranya yaitu tata letak awal, data aliran barang (from to chart), data biaya
perpindahan (move cost chart), jumlah dan lokasi dari departemen yang tetap atau
tidak turut dipertukarkan dan asumsi biaya perpindahan.

Metode CRAFT akan mengevaluasi tata letak fasilitas dengan cara


mempertukarkan lokasi kegiatan/departemen. Perubahan antar departemen
diharapkan dapat mengurangi biaya perpindahan material. Selanjutnya CRAFT
membuat pertimbangan pertukaran departemen untuk tata letak yang baru, dan ini
dilakukan secara berulang-ulang sampai menghasilkan tata letak yang terbaik
dengan mempertimbangkan biaya perpindahan material. CRAFT akan
merekomendasikan tata letak akhir dengan perbaikan bagian dari tata letak awal
melalui beberapa iterasi sampai pada layout terakhir, dan tata letak akhir ini
diperoleh tergantung pada tata letak awal.

2.3 Profil Singkat Industri


Pada kegiatan prktikum kali ini dilakukan dengan mengamati sebuah
indutriu yaitu industi tahu milik bapak Poeryadi yang beralamat wringinagung
Kecamatan Jombang Kabupaten jember jawa timur.industri tahu ini sudah
berjalan lama dan merupakan sebuah indutri turun-temurun dari orang tua bapak
poryadi tersebut. Industri tahu ini berdiri kurang kebih pada tahun 1978 yang
bertempat di Probolinggo yang kemudian pada 2002 berpindah tempat ke tempat
sekarang sehingga umur dari industry ini kurang lebih sudah 42 tahun berjalan
sampai sekarang. Pada indutri tahu ini terdapat enam proses yaitu proses
perendaman, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pengasaman, pencetakan.
Pada industri tahu ini terdapat 4 pekerja dimana setiap hari mereka bekerja selama
5 jam dalam sehari. Pekerja tesebut masih merupakan kerabat dari pemilik
industry ini yang setiap harinya mampu menghabiskan 70 kg kedelai dan
menghasilkan kurang lebih 28 cetakan tahu. Tahu yang diproduksi ini nantinya
akan di jual dengan 2 pembagian yaitu pada pagi hari akan dijual keliling desa dan
pada sore hari produk tahu ini akan dijual ke pedagang kaki lima yang berada di
sekitar.
BAB 3 METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
1. Laptop
2. Software Excel Add-Ins
3.1.2 Bahan
1. Data Layout
2. Data Aliran Kerja
3. Data Biaya Operasional Industri
3.2 Langkang–langkah Pengerjaan pada Software
1. Buka program Excel Add-Ins
2. Jika muncul pemberitahuan, pilih Enable Markos
3. Pilih New Blank Workbook pada menu File/ klik Ctrl+N
4. Pilih menu Add-Ins bar Add-ins kemudian pilih menu OM_IE
5. Pilih _New Layout
6. Masukan nama industri dan jumlah departemen industri kemudian “OK”
7. Kemudin akan muncul bebrapa kolom Atu kotak yang berwarna putih dan
kuning, disini hanya kolom yang berwarna putih yang diubah untuk kolom
yang berwarna kuning tidak diubah karena merupakan formula atau
jumlah yang ditetapkan oleh program
8. Pada Facility Information masukan data berupa panjang jeseluruhann
industri dan lebar keseluruhan industri
9. Pada Departmenr Information masukan data pada kolom area, data yang
dimasukan berupa luas area dari setiap proses pada industri
10. Pada Flow Matrix masukan jumlah frekuensi per hari pada setiap proses
yang berhubungan dari proses pertama dengan kedua, kedua dengan ketiga
dan seterusnya. Untuk proses yang tidak berhubungan langsung dikosongi
11. Pada Cost matrix masukan data biaya perpindahan sesuai dengan
perhitungan biaya pada industri. Kolom yang diisi sesuai dengan kolom
sebelumnya yaitu pada Flow Matrix dan untuk kolom yang lainya
diabaikan saja
12. Setelah semua data diatas diisikan selanjutnya pilih tombol merah Define
Facility pada bagian atas
13. Kemudian akan muncul tab baru yaitu Facility Layout pada tab ini terdapat
kotak putih yang berisikan nomor yang melambangkan luasan. Kotak ini
merupakan ilustrasi denah industri, langkah selanjutnya masukan data luas
setiap departemen pada kotak ini sesuai dengan lokasinya yang terdapat di
industri awal
14. Setelah itu pilih Evaluate untuk memberikan warna pada setiap
departemen.
15. Pilih solve setelah itu akan muncul pemberitahuan dan pilih Stop at each
Improvement
16. Setelah itu Excel Add-Ins akan memberikan iterasi perubahan tata letak
industri tersebut, jika tidak ada iterasi maka tata letak tersebut sudah tidak
perlu diubah.
BAB 4 PEMBAHASAN

Pada pengolahan dengan metode CRAFT menggunakan software Excel


Add-Inns ini akan mengrekomendasikan tata leta yang terbaik dengan
meminimumkan biaya perpindahan setiap departemenya. Pada praktikum kali ini
dilakukan pengamatan pada industry tahu milik pak por di wringin agung jember.
Dari hasil pengamatan di dapakan dalam industry tersebut memiliki 7 departemen
dan memiliki 4 pekerja. Aliran produksi dari industry ini dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

Gambar 1. Aliran Produksi Industri Tahu


Keterangan :
1. Gudang
2. Pencucian
3. Perendaman
4. Penggilingan
5. Perebusan
6. Penyaringan
7. Pemotongan
Pada industry ini diperoleh beberapa data yang nantinya akan di masukan
dalam program Excel Add-Ins. Data-data yang diperlukan diantaranya adalah
informasi mengenai luas keseluruhan area produksi, luas dari setiap departemen,
frekueansi pemidahan aliran produksi, dan biaya perpindahan dari setiap aliran
produksi. Industry ini memiliki luas keseluruhan area seluas 50 m 2 dengan
panjang 10 m dan lebar area 5 m. data selanjuthya adalah luas setiap area, pada
industry ini memiliki 7 departemen dengan luas dari setap departemen yaitu
gudang dengan luas 10 m2, area pencucian 2 m2, area perendaman 2 m2, area
pengilingan 1 m2, area perebusan 4 m2, area penyaringan 2 m2, dan area
pemotongan 3 m. Selanjutnya dari data tersebut dimasukan dalam program Excel
Add-ins pada Facility Information dan Departemen Information seperti gambar
berikut.

Gambar 2. Luas Area Keseluruhan dan Per Departemen


Selanjutnya untuk frekuensi pemindahan dan biaya pemindahan dari setiap
aliran produksi dimaukan pada pgogram Exce; Add-Ins yaitu pada Flow Matrix
dan Cost Matrix, pada Flow Matrix berisi banyaknya frekuensi perpindahan dari
seriap departemen ke departemen selanjutnya sesuai dengan aliran produksinya.
Sedangkan untuk Chot Matrix berisi banyaknya biaya yang diperlukan untuk
transportasi dari setiap departemen sesuai dengan aliran produksi. Informasi
mengenai Flow Matrix dan Cosh Matrix dapat dilihat seperti gambar berikut.

Gambar 3. Flow Matrix dan Cosh Matrix


Berdaskan data yang diperoleh dari industri tersebut dan setelah
dimasukan ke dalam program Excel Add-Ins terdapat 2 iterasi yang di
rekomendasikan. Iterasi pertama merubah letak proses penggilingan dan
penyaringan sedangkan iterai kedua merubah lokasi proses perendaman,
penggilingan dan proses penyaringan. Perubahan posisi departemen ini dapat
dilhat seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4. Lokasi departemen awal, iterasi 1 dan iterasi 2


Pada iterasi pertama terjadi perubahan pada lokasi proses penggilingan dan
penyaringan. Pemindahan ini direkomendasikan untuk merubah jarak dari proses
sebelumnya yaitu proses pencucian menjadi lebih dekat dengan proses
perendaman dan proses penggilingan menjadi lebih dekat dengan proses
selanjutya yaitu proses perebusan sedangkan untuk perubahan yang ketiga yaitu
perubahan posisi proses penyaringan, hal ini terjadi karena untuk menyesuaikan
aliran produksi dari industry terebut. Perubahan yang terjadi ini akan meengurangi
biaya perpindahan yang semula Rp.213.598 menjadi Rp.200.564 sehinga
menghemat biaya perpindahan sebesar 6,1%kemudian untuk iterasi kedua sama
seperti iterasi pertama yaitu merubah pada lokasi proses penggilingan dan
penyaringan, yang membedakn adalah posisi proses penyaringan dan perendaman.
Pada iterasikedua ini juga merekomendasikan atau merubah posisi departemen
untuk merubah jarak dari proses sebelumnya yaitu proses pencucian menjadi lebih
dekat dengan proses perendaman dan proses penggilingan menjadi lebih dekat
dengan proses selanjutya yaitu proses perebusan dan proses penyaringan lebih
dekat dengan proses selanjutnya yaitu proses pemotongan. Pada iterasi kedua ini
perubahan biaya perpindahan lebih rendah daripada iterasi yang pertama yaitu
sebesar Rp. 198.968 yang menhemat biaya perpindahan sebesar 6,8%, sehingga
rekomendasi yang dipilih adalah iterasi yang kedua karena memiliki penghematan
lebih banya dari pada iterasi pertama yaitu sebesar 6,8%.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari program Excel Add-ins yang
didapat, ditemukan kesamaan dengan yang dikemukakan oleh Ningtyas dkk
(2015), menurutnya metode CRAFT memiliki tujuan untuk menghasilkan
perbaikan tata letak yang meminimalkan biaya pepindahan pada setiap
departemen. Berkurangnya biaya perpindahan dapat berdampak pada keteraturan
aliran dan perubahan biaya. Selain itu dalam metode CRAFT akan memberikan
iterasi mengenai perubahan tata letak yang diberikan. Sedangkan menurut Iqbal
dkk (2015) metode Craft akan memberikan beberapa perbaikan layout yang dari
bebrapa perbaikan tersebut akan dibandingkan berdasarkan pada pengolahan data
yaitu existing layout dan alternatif layout. Pebandingan layout ini didasarkan pada
perhitungan momen perpindahan dan Benefit-cost ratio ( perbandingan biaya).
Pemilihan layout tersebut berdasarkan alasan perbandingan total momen
perpindahan dan Benefit-cost ratio antara existing layout, alternatif layout 1,
alternatif layout 2. Total momen perpindahan yang dihasilkan final layout yang
diambil dari alternatif layout yang memiliki biaya perpindahan paling rendah.
Berdasarkan literature dan dari hasil praktikum yang sudah dilaksanakan
diperoleh beberapa kesamaan yang dapat menyimpulkan bahwa dari praktikum
yang telah dilaksanakan telah sesuai dengan literature yang diperoleh. Hal ini
dapat dilihat bahwa metode CRAFT memberikan beberapa iterasi atau perbaikan
tata letak disini ada 2 iterasi yang di rekomendasikan. Kedua iterasi tersebut
memikiki perbedaan lokasi setiap departemenya dan juga memiliki perbedaan
biaya yang disajikan. Kedua iterasi ini kemudian dibandingkan untuk memilih
salah satu iterasi yang mempunyai biaya perpindahan yang paling kecil sehingga
dapat menyebabkan penghematan biaya yang maksimal.
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum penggunaan metode CRAFT yang telah
dilaksanakan, Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan alternatif layout perbaikan untuk industry tahu ini memberikan
dua iterasi perubahan tata letak pada 3 proses yaitu perendaman,
penggilingan, dan pemyarigan, selanjutnya dari kedua iterasi dibandingkan
sehingga mendapatkan satu iterasi yang paling optimal
2. Metode CRAFT memberikan perbaikan tata letak dengan merubah posisi
departemen sehingga memberikan rekomendasi tata letak baru dengan
meminimalkan biaya perpindahan, terasi pertama memberikan biaya Rp.
200.564 dan iterasi kedua Rp. 198.968, dua iterasi ini lebih rendah
biayanya dari pada biaya awal yaitu Rp. 213.598
5.2 Saran
Adapun saran dari praktikum penggunaan metode CRAFT yang telah
dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Dalam kegiatan praktikum ini praktikan diharapkan lebih memperhatikan lagi
mengenai penjelasan dari asisten sehingga praktikum dapat berjalan dengan
baik
2. Dalam kegiatan praktikum ini praktikan diharapkan lebih aktif lagi untuk
menanyakan beberapa hal yang belum dimengerti sehingga kegiatan
praktikum dapat berjalan dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
Damanika, D. Y. P. 2014. Perencanaan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Teh
Hitam (Ctc) Menggunakan Algoritma Craft (Studi Kasus Di Pt
Perkebunan Nusantara Xii (Persero) Bantaran Blitar). Malang:
Universitas Brawijaya
Hadiguna, R.A. dan Setiawan, H. (2008). Tata Letak Pabrik, Yogyakarta :
Penerbit Andi.
Hidayat, N. P. A. 2010. Perencanaan Tata Letak Departemen Finishing Pabrik
CV. SG-Bandung. Jurnal Teknik. Bandung: Institut Teknologi
Telekomunikasi Bandung
Iqba. M, Ika. A. P, Rizaldi I. D, dan Devi. P. 2015. Perbaikan Tata Letak
Fasilitas Poduksi Menggunakan Algoritma CRAFT. Bandung: Institut
Teknologi Telekomunikasi Bandung
Ningtyas,A.G, Choiri.M, dan Azlia.W. 2015. Perencanaan Ulang Tata Letak
Fasilitas Produksi dengan Metode Grafik dan Craft Untuk Minimasi Ongkos
Material Handling. Malang: Universitas Brawijaya
Yenni, 2007. Penataan Kembali Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan
Algoritma CRAFT di PT Voltama Vista Megah Electric Industri. Skripsi.
Departemen Teknik Industri. Universitas Sumatera Utara. Medan.