Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PERILAKU KONSUMEN

Di susun oleh :

Kelompok 1

Febianti

Indariati

Juli Andini

Ardila

Ela adhela

MEI LENNI

Andika teguh satria

Fakultas ekonomi , universitas Sulawesi barat

Tahun ajaran 2021/2022


DAFTAR ISI

Kata pengantar......................1

BAB 1

PENDAHULUAN.....................2

BAB II

ISI..........................................3

1. Pentingnya pemasaran

2. Ruang lingkup pemasaran

3. Konsep inti pemasaran

4. Realitas pemasaran baru

5. Orientasi perusahaan terhadap pasar

BAB III

PENUTUP ............................4

DAFTAR PUSTAKA..............5
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb. Segala puji syukur kepada Allah SWT karena rida-Nya, makalah ini dapat
diselesaikan dengan baik.

Penulis sadar bahwa makalah ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh sebab itu, penulis memberikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya sebagai bentuk apresiasi
kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam proses penulisan makalah ini.

Majene,19 September 2021

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Setiap perusahaan memiliki tantangan untuk tetap mempertahankan usahanya antara lain bagaimana
menjaga kualitas pelayanan agar dapat bersaing dengan produk serupa dan juga produk pengganti
lainnya yang saat ini semakin banyak bermunculan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam
menjaga kualitas pelayanan yaitu dengan memberikan pelayanan yang memuaskan, sesuai dengan atau
melebihi harapan pelanggan. Sehingga dirasakan sangat penting untuk mengetahui pelayanan yang
diharapkan oleh pelanggan.

Bila ditinjau dari sudut pandang perusahaan, salah satu cara yang efektif dalam melakukan diferensiasi
adalah melalui jasa atau pelayanan yang diberikan. Hal ini membawa perubahan yang cukup mendasar
dalam bisnis utama suatu perusahaan. Sebagai contoh, semakin banyaknya bisnis utama restoran
bergeser dari sekedar menyediakan segala macam makanan untuk dijual, menjadi usaha melayani dan
memuaskan rasa lapar pelanggan dengan disertai usaha menyediakan suasana yang kondusif bagi
pelanggan untuk menikmati hidangan. Bahkan tidak jarang pula di restoran disajikan pula hiburan musik.
BAB II

ISI

1.Pengertian Pemasaran

Didalam setiap usaha bisnis, pemasaran memegang peran yang cukup vital bagi kelangsungan usaha
bisnis bersangkutan. Sebuah usaha bisnis dengan hasil produk yang biasa saja bisa jadi sukses hanya
karena strategi pemasaran perusahaan terkait yang cukup handal, sebaliknya sebuah usaha bisnis
dengan produk yang cukup berkualitas pun tak akan mengalami penjualan yang maksimal jika tidak
dilakukan upaya pemasaran yang baik terhadap para konsumen. Pemasaran merupakan upaya untuk
mempromosikan, menginformasikan dan menawarkan kepada konsumen mengenai sebuah produk
usaha atau layanan jasa yang dikelolaoleh sebuah perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan angka
penjualan produk atau layanan jasa tersebut. Tanpa adanya sebuah proses pemasaran, maka pasar tidak
akan tahu terhadap produk atau layanan bisnis yang kita buat.

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Sedangkan manajemen pemasaran adalah
proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran bagi suatu organisasi (dengan mempertimbangkan sumber
daya internal dan peluang pasar), perencanaan, dan pelaksanaan aktivitas utuk memenuhi tujuan-tujuan
tersebut, dan mengukur kemajuan kearah pencapaiannya.

Globalisasi telah mendorong beberapa perusahaan untuk memasarkan diluar Negara asal mereka.
Pemasaran internasional merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan-perusahaan tersebut.
Manajer pemasaran sering bertanggung jawab untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi
permintaan pelanggan. Hal ini berlaku tidak pada semua kasus karena peran seorang manajer
pemasaran dapat bervariasi sangat signifikan berdasarkan ukuranbisnis, budaya organisasi, dan konteks
industry.Berikut ini beberapa alasan penting yang membuat pemasaran menjadi sebuah kebutuhan
utama usaha bisnis untuk bisa terus eksis dan berkembang:

1. Pemasaran untuk menginformasikan sebuah produk kepada konsumen

Tanpa adanya proses pemasaran, maka konsumen tidak akan tahu tentang sebuah produk yang Anda
hasilkan. Pemasaran yang semakin gencar akan membuat semakin banyak orang yang tahu dengan
produk usaha bisnis Anda, dan kemungkinan besar ketertarikan para pelanggan akan memperbesar
angka penjualan perusahaan Anda. Terlebih jika Anda memiliki sebuah produk yang unik dan memiliki
kualitas dan nilai inovatif, maka sangat penting melakukan upaya marketing atau pemasaran yang
maksimal.

2. Menjelaskan fungsi, manfaat dan keunggulan sebuah produk usaha atau layanan

Melalui proses marketing, Anda bisa menjelaskan kepada konsumen mengenai fungsi sebuah produk,
manfaat, keunggulan, cara penggunaan dan sebagainya yang berkaitan dengan produk. Karena
kemungkinan besar konsumen akan tertarik membeli produk atau layanan Anda setelah mendengarkan
fungsi, manfaat, keunggulan serta cara penggunaan yang benar dari produk bersangkutan. Di sinilah
peran pemasaran itu sangat dirasakan, semakin luas pemasaran yang Anda lakukan, maka akan semakin
banyak jumlah konsumen yang mengetahui informasi produk usaha Anda.

3. Menginformasikan sebuah produk atau layanan baru kepada konsumen

Meskipun orang telah cukup mengenal perusahaan Anda, pemasaran tetap penting dilakukan apabila
Anda menghasilkan sebuah produk baru yang dihasilkan perusahaan bisnis Anda. Informasi tersebut
dilakukan melalui upaya marketing promosi yang terus menerus kepada para konsumen.

Pentingnya sebuah pemasaran di dalam usaha bisnis bahkan bisa menjadi penentu berkembang
tidaknya sebuah usaha. Memiliki sumber daya manusia di bidang pemasaran yang handal akan sangat
menentukan sebuah keberhasilan usaha yang Anda kelola. Menekankan pada upaya pemasaran akan
semakin lengkap jika diimbangi dengan pemaksimalan kualitas produk usaha atau layanan jasa.

Pemasaran memiliki beberapa ruang lingkup. Mengutip dari buku Pengantar Manajemen Pemasaran
(2020) karya Miguna Astuti dan Agni Rizkita Amanda, ruang lingkup pemasaran lebih ke arah
pembahasan cara kerjanya, produk yang akan dipasarkan serta siapa yang akan melakukannya.

Secara lebih spesifik, berikut cakupan kegiatan pemasaran yaitu:

1. Organisasi

Pemasaran dipakai untuk meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Organisasi bertugas untuk
merancang kegiatan perusahaan agar berjalan dengan baik. Selain itu, organisasi juga bertanggung
jawab pada perancangan produk, riset pemasaran, promosi dan distribusi.

2. Pasar

Pasar bisa diartikan sebagai target utama pemasaran produk atau tempat penjualan dilakukan. Misalnya
pangsa pasar produk makanan Korea lebih ditujukan ke penyuka Korea. Contoh lainnya mall dijadikan
tempat untuk memasarkan dan jual beli produk perusahaan.

3. Produk

Artinya produk yang akan dipasarkan dan dijual ke publik. Sebelumnya, produk harus melalui
serangkaian tahapan, seperti tahap perencanaan, penentuan target pasar, produksi dan distribusi.

4. Penentuan harga

Sebelum produk dipasarkan, perusahaan haruslah menentukan harga yang sesuai. Biasanya dalam
menentukan harga, perusahaan akan melakukan riset pasar terlebih dahulu. Misalnya jika target
pasarnya mahasiswa, berarti harganya harus tergolong murah.

5. Promosi
Promosi merupakan cara efektif untuk menawarkan dan memasarkan produk perusahaan supaya laris.
Promosi bisa dilakukan dengan menggunakan brosur, memasang iklan di media sosial atau lainnya.

Apakah anda mengetahui konsep inti pemasaran? Kegiatan pemasaran adalah salah satu aktivitas yang
harus diperhatikan betul oleh perusahaan.

Sebab apabila tujuan pemasaran berhasil maka dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan
tersebut. Sebaliknya, jika tidak dipantau dengan baik akan menimbulkan kerugian. Ini bisa diakibatkan
karena kurangnya pemahaman terhadap konsep inti pemasaran.

Sebelum lanjut membahas mengenai pemasaran, perlu dipahami dulu kalau pemasaran itu berbeda
dengan penjualan. Sebab masih banyak orang-orang di luar sana yang menyamakan keduanya. Konsep
penjualan hanya berorientasi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Sedangkan konsep pemasaran turut memperhatikan kepuasan konsumen juga. Oleh sebab itu, konsep
inti pemasaran cakupannya sangat luas dibandingkan dengan konsep penjualan.

Apa Itu Konsep Pemasaran?

Pemasaran vs Penjualan

7 Konsep Inti Pemasaran dan Penjelasannya

1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan

2. Produk (Barang, Jasa, dan Gagasan)

3. Nilai, Biaya, dan Kepuasan

4. Pertukaran dan Transaksi

5. Hubungan dan Jaringan

6. Pasar

7. Pemasar dan Calon Pembeli

Pemasaran di Era Digital

1. Interaksi Dua Arah

2. Manfaatkan Media Sosial

3. Pemilihan Media Digital

4. Kolaborasi

Apa Itu Konsep Pemasaran?


Seorang pemasar tidak hanya sibuk memikirkan bagaimana memperoleh laba yang besar. Ia pun harus
menciptakan strategi agar barang atau jasanya bisa memenuhi kebutuhan pembeli. Di saat yang sama
juga harus mampu memenuhi kepuasan pasar yang terus berubah, tidak dapat diprediksi, dan berbeda
satu sama lain. Begitu banyaknya tugas seorang pemasar sehingga dibutuhkan seseorang yang sangat
berkompeten.

Ada empat faktor yang mempengaruhi konsep inti pemasaran. Konsep ini akan dibahas lebih detail pada
bagian selanjutnya, namun perlu diingat bahwa keempat faktor tersebut menjadi dasar konsep
pemasaran di industri mana pun. Keempat faktor yang dimaksud adalah, sebagai berikut:

Target Pemasaran. Seorang pemasar harus menentukan siapa yang akan ditawarkan barang atau
jasanya. Tidak bisa semua orang diberikan produk yang sama sebab kebutuhan dan seleranya akan
berbeda-beda. Sasar kelompok yang berpotensi untuk mengonsumsi barang atau jasa yang diproduksi.

Kebutuhan Konsumen. Seperti yang disebutkan di atas bahwa kebutuhan konsumen akan bervariasi.
Untuk mengetahuinya bisa melalui survey, menyebar kuesioner, dan wawancara. Selain itu, seorang
pemasar pun harus sensitif terhadap kebutuhan pasar. Sebab terkadang kebutuhan ini tidak tertulis
bahkan tanpa disadari oleh konsumen itu sendiri.

Aktivitas Terpadu. Aspek ini dikenal juga dengan mix marketing, artinya ada perpaduan antar elemen-
elemen pemasaran, yakni product, price, place, dan promotion (4P). Keempatnya harus disusun secara
terintegrasi agar tujuan pemasaran tercapai. Apabila hal ini dilakukan dengan baik, maka hasilnya akan
maksimal.

Profitabilitas. Bagaimanapun tujuan akhir sebuah perusahaan adalah mendapatkan keuntungan, maka
faktor profitabilitas tidak dapat dilupakan dari kegiatan pemasaran. Namun fokus dari konsep
pemasaran tidak hanya mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Kepuasan konsumen menjadi
pertimbangan juga karena mereka adalah investasi jangka panjang yang terus memberikan pemasukan
bagi perusahaan.

Pemasaran vs Penjualan

Untuk pemahaman yang lebih jelas, maka bisa membandingkan konsep pemasaran dengan konsep
penjualan. Beberapa perbedaan di antara keduanya adalah, sebagai berikut:

Konsep pemasaran berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen, sedangkan penjualan berfokus
pada volume atau jumlah produk yang terbeli.

Pemasaran mengedepankan kepada kegiatan yang terintegrasi (integrated marketing), namun penjualan
hanya melakukan aktivitas promosi yang tujuan akhirnya adalah pembelian.

Laba yang didapatkan dari kegiatan pemasaran didukung dengan kepuasan pelanggan, sedangkan
penjualan hanya melihat seberapa banyak barang atau jasa yang terjual.

7 Konsep Inti Pemasaran dan Penjelasannya


Berdasarkan pembahasan sebelumnya, maka dapat dilihat bahwa konsep inti pemasaran akan lebih
banyak. Tuntutan yang harus dipenuhi tidak hanya jumlah uang yang dihasilkan dan jumlah barang yang
terjual. Ada hal yang bersifat kualitatif dan tak ternilai oleh angka yang harus dicapai. Oleh sebab itu,
seorang pemasar harus bersikap fleksibel dan dinamis terhadap segala perubahan.

Konsep inti pemasaran tidak kaku dan cenderung bisa menyesuaikan dinamika pasar lebih cepat. Apalagi
didukung dengan kegiatan inovasi tiada henti. Ada tujuh aspek yang bisa digunakan untuk dasar
penyusunan strategi pemasaran. Ketujuh aspek tersebut adalah, sebagai berikut:

1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan

Ketiga hal ini harus dibedakan karena pemahamannya tidaklah sama. Kebutuhan merupakan sesuatu
mendasar yang harus dipenuhi. Kebutuhan tidak diciptakan oleh pemasar, namun datang dari diri
seseorang, seperti sandang, pangan, papan, dan apapun untuk memenuhi kehidupannya.

Sedangkan keinginan adalah hasrat yang memuaskan sisi lain seseorang. Bentuknya tidak harus berupa
barang (objek), tetapi bisa juga hal lain, misalnya rekreasi, pelayanan berkelas, dan sebagainya. Adapun
permintaan merupakan keinginan terhadap suatu produk yang spesifik diiringi dengan kesediaan dan
kemampuan untuk membelinya.

Permintaan tidak akan tercipta tanpa adanya daya beli seseorang. Namun permintaan bisa lahir dari
keinginan seseorang, bukan hanya dari kebutuhan saja. Sebagai contoh, banyak orang menginginkan
smartphone canggih, namun sedikit orang yang mampu membelinya. Maka, hasilnya adalah permintaan
tidak akan sebanyak orang yang menginginkannya.

Melihat konsep inti pemasaran dari sisi pemahaman kebutuhan, keinginan, dan permintaan, maka
seorang pemasar memang tidak dapat menciptakan kebutuhan namun bisa mempengaruhinya.
Sehingga seseorang yang terpengaruh akan muncul keinginan dari dalam diri mereka. Jika keinginan ini
bertemu dengan kemampuan membeli, akhirnya terciptalah sebuah permintaan.

2. Produk (Barang, Jasa, dan Gagasan)

Konsep inti pemasaran selanjutnya berhubungan dengan produk. Ingat, tidak selamanya produk adalah
sesuatu yang berwujud. Jika produk ini berupa benda dan kasat mata, maka itu adalah barang. Apabila
tidak nyata namun bisa memberikan kepuasan, maka produk tersebut digolongkan sebagai jasa.
Sedangkan sesuatu yang tidak berupa barang dan jasa namun bisa memiliki nilai (value) tertentu maka
itu adalah sebuah gagasan.

Ketiga hal ini harus diperhatikan oleh seorang pemasar agar dapat ditawarkan secara tepat, baik dari
komunikasinya, medianya, serta target pasarnya. Kesalahan yang sering terjadi adalah seorang pemasar
atau perusahaan terlalu fokus menawarkan produk barang.

Mereka lupa bahwa jasa dan gagasan pun bagian dari konsep inti pemasaran yang menentukan
keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan. Maka, perlu diperhatikan kebutuhan konsumen
berdasarkan perbedaan ketiga produk ini.
3. Nilai, Biaya, dan Kepuasan

Keputusan pembelian seorang konsumen tidak hanya didasari dengan harga barang atau jasa. Ada hal
lain yang menjadi faktor pertimbangannya, yaitu nilai yang terkandung di dalamnya serta kepuasan yang
diperoleh. Nilai merupakan total biaya yang dihadapkan dengan kemampuan produk dalam memenuhi
kepuasan.

Sebagai contoh, seseorang ingin tiba di kantor lebih cepat. Ia bisa berjalan kaki yang gratis, namun tidak
bisa memenuhi keinginan tersebut. Maka, ia rela membayar lebih agar bisa tiba lebih awal di tempat
kerjanya.

Adapun biaya (cost) adalah jumlah uang yang dikorbankan seseorang untuk memenuhi kebutuhan atau
keinginannya. Jadi biaya ini akan selalu ada dan harus dipenuhi oleh seorang konsumen untuk
mendapatkan sesuatu. Faktor biaya sering menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang
memutuskan mau membeli barang atau menggunakan jasa.

Satu lagi, yaitu kepuasan. Ini adalah bagian yang sulit diukur dalam konsep inti pemasaran. Sifatnya
sangat subjektif dan cenderung dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Semakin tinggi standar
hidupnya, maka kepuasannya akan semakin sulit dipenuhi dan ditebak.

Itulah sebabnya sebuah perusahaan memiliki unit kerja quality management yang salah satu tugasnya
adalah memastikan kualitas produk sesuai standar sebagai komitmen untuk memenuhi kepuasan
pelanggan.

4. Pertukaran dan Transaksi

Pada dasarnya seseorang dapat memenuhi kebutuhan akan produk melalui empat cara, yaitu
memproduksi sendiri, mengambil dari orang lain dengan cara memaksa, meminta bantuan orang lain,
dan melakukan pertukaran. Konsep inti pemasaran di sini berfokus pada aktivitas pertukaran (exchange)
sebagai awal mula lahirnya sebuah transaksi.

Konsep awal pertukaran adalah barter seperti orang-orang jaman dulu. Satu orang menukar barang
dengan orang lain sebagai imbalannya. Barang yang ditukar bisa saling memenuhi kebutuhan atau
sesuai dengan kesepakatan. Kini aktivitas pertukaran tersebut berkembang menjadi proses jual-beli
mengingat pertukaran barang tidak lagi relevan. Oleh sebab itu, muncullah alat tukar yang berlaku
secara universal, yaitu uang.

Adanya pertukaran dalam bentuk transaksi membuat aktivitas ini dipandang sebagai sebuah proses,
bukan lagi tindakan pemenuhan kebutuhan semata. Dalam sebuah transaksi terdapat kesepakatan
mengenai jenis barang, jumlahnya, serta harga yang harus dibayar.

Selain itu, waktu dan tempat persetujuan pun menjadi faktor yang harus diperhatikan. Apabila kesemua
hal ini tidak dilakukan secara transparan, maka akan berujung pada kecurigaan penipuan.

Realitas Pemasaran Baru


Kekuatan Kemasyarakatan Utama

Kini pasar menjadi berbeda secara radikal sebagai hasil dari kekuatan-kekuatan kemasyarakatan utama
yang kadang-kadang saling berkaitan, yang telah menciptakan perilaku baru, peluang baru dan
tantangan baru.

Teknologi informasi jaringan

Globalisasi

Deregulasi

Privatisasi

Persaingan yang meningkat

Konvergensi industri

Resistensi konsumen

Transformasi eceran

Disintermediasi

Kemampuan Baru Konsumen

Pelanggan masa kini menganggap perbedaan produk yang satu dengan yang lain hanya beda tipis
sehingga mereka kurang loyal terhadap suatu merek. Mereka juga menjadi semakin peka terhadap
harga dan kualitas dan pencarian mereka akan dinilai.

Peningkatan yang berarti dalam hal daya beli

Ragam barang dan jasa yang lebih banyak

Sejumlah besar informasi hampir tentang apa saja

Kemudahan yang lebih besar dalam memesan dan menerima pesanan

Kemampuan untuk membandingkan catatan tentang produk dan jasa

Suara yang lebih kuat untuk mempengaruhi teman sepergaulan dan pendapat umum.

Kemampuan Baru Perusahaan

Kekuatan-kekuatan baru juga telah berpadu untuk menghasilkan serangkaian kemampuan baru bagi
perusahaan-perusahaan masa kini :
Pemasar dapat menggunakan internet sebagai saluran informasi dan penjualan yang kuat, memperluas
jangkauan geografis mereka untuk memberi informasi kepada pelanggan dan mempromosikan bisnis
serta produk yang mereka di seluruh dunia.

Para peneliti dapat mengumpulkan informasi yang lebih lengkap dan kaya tentang pasar pelanggan,
prospek dan pesaing.

Para manajer dapat mempermudah dan mempercepat komunikasi internal di antara pegawai dengan
menggunakan internet sebagai internet pribadi.

Perusahaan juga dapat mempermudah serta mempercepat komunikasi eksternal di antara pelanggan
dengan menciptakan “gossip” online dan off-line melalui para duta merek dan komunitas pengguna.

Pemasar target dan komunikasi dua arah menjadi lebih mudah berkat perkembangan majalah minat
khusus, saluran TV, dan kelompok diskusi internet.

Pemasar dapat mengirim iklan, kupon, sampel dan informasi kepada pelanggan yang memintanya atau
yang telah mengizinkan perusahaan untuk mengirimkannya kepada mereka.

Perusahaan dapat menjangkau pelanggan yang sedang bepergian dengan mobile marketing.

Perusahaan dapat memproduksi barang-barang yang didiferensiasikan secara individu, baik yang
dipesan secara pribadi melalui telepon atau secara online, berkat kemajuan dalam penyesuaian pabrik,
komputer, internet dan perangkat lunak pemasaran database.

Manajer dapat memperbaiki pembelian, perekrutan, pelatihan dan komunikasi internal serta eksternal.

Pembeli korporat bisa melakukan penghematan yang berarti dengan menggunakan internet untuk
membandingkan harga penjual dan untuk membeli material dalam lelang atau dengan menampilkan
syarat-syarat mereka sendiri.

Orientasi Perusahaan Terhadap Pasar - Terdapat lima konsep yang dapat dipilih organisasi atau
perusahaan untuk melaksanakan kegiatan pemasaran, diantaranya adalah konsep produksi, konsep
produk, konsep menjual/penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran berwawasan sosial.

KONSEP PRODUKSI

Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menyatakan bahwa
konsumen akan menyukai produk yang tersedia di banyak tempat dan murah harganya. Manajer
organisasi yang berorientasi produksi memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai
efisiensi produksi yang tinggi dan distribusi yang luas.

KONSEP PRODUK

Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja
dan pelengkap inovatif yang terbaik. Manajer dalam organisasi berorientasi produk memusatkan
perhatian mereka pada usaha untuk menghasilkan produk yang unggul dan terus menyempurnakannya.
Berdasarkan konsep ini, manajer mengasumsikan bahwa pembeli menghargai produk yang dibuat
dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan kinerja suatu produk. Perusahaan yang berorientasi
produk sering merancang produk mereka dengan sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka
yakin bahwa insinyur mereka tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan produk mereka dan
bahkan mereka tidak menganalisis produk pesaing.

KONSEP MENJUAL/PENJUALAN

Konsep menjual menyatakan bahwa konsumen, jika diabaikan, biasanya tidak akan membeli produk
orgainisasi dalam jumlah yang cukup. Karena itu, organisasi harus melakukan usaha penjualan dan
promosi yang agresif.

Konsep ini mengasumsikan bahwa konsumen malas atau enggan melakukan pembelian dan untuk itu
harus didorong. Juga diasumsikan bahwa perusahaan memiliki cara penjualan dan peralatan promosi
yang efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian. Konsep menjual paling banyak dianut untuk
barang yang tidak dicari, yaitu barang-barang yang biasanya tidak terpikirkan oleh pembeli untuk dibeli,
seperti asuransi, ensiklopedi, dan tanah pemakaman. Industri-industri ini telah menyempurnakan
berbagai teknik penjualan untuk menemukan calon pembeli dan berusaha keras menjual keunggulan
produk mereka.

KONSEP PEMASARAN

Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menentang tiga konsep diatas. Pemikiran dasarnya
terwujud pada pertengahan tahun 1950-an. Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk meraih
tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan
pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran. Konsep menjual
atau penjualan memusatkan perhatian pada kebutuhan penjual, konsep pemasaran pada kebutuhan
pembeli.

Konsep menjual/penjualan sibuk dengan kebutuhan penjual untuk mengubah produknya untuk menjadi
uang tunai; konsep pemasaran sibuk dengan gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan melalui
produk dan segala sesuatu yang berkaitan dengan penciptaan, pertukaran, pengiriman,dan akhirnya
pengkonsumsian produk tersebut.

Pasar Sasaran

Tidak ada perusahaan yang dapat beroperasi di semua pasar dan memusatkan semua kebutuhan. Juga
tidak ada yang dapat beroperasi dengan baik dalam pasar yang luas. Perusahaan dapat berhasil jika
mereka mendefinisikan pasar sasaran mereka dengan cermat dan menyiapkan program pemasaran yang
sesuai kebutuhan pelanggan.

Kebutuhan Pelanggan

Perusahaan dapat mendefinisikan pasar sasaran namun gagal memahami kebutuhan pelanggan.
Meskipun pemasaran adalah memenuhi kebutuhan secara menguntungkan, memahami kebutuhan dan
keinginan pelanggan tidak selalu merupakan tugas yang sederhana. Beberapa pelanggan memiliki
kebutuhan yang tidak mereka sadari. Atau mereka tidak dapat mengutarakan kebutuhankebutuhan ini.
Atau mereka menggunakan bahasa yang membutuhkan penafsiran. Apa artinya jika pelanggan meminta
mobil yang "tidak mahal", mesin pemotong rumput yang "kuat", mesin bubut yang "cepat", baju renang
yang "menarik", atau hotel yang "tenang ?

Pemasaran Terpadu

Jika semua departemen perusahaan bekerja sama melayani kepentingan pelanggan, hasilnya adalah
pemasaran terpadu. Sayangnya, tidak semua pegawai terlatih dan termotivasi untuk bekerja demi
pelanggan. Seorang insinyur mengeluh bahwa wiraniaga "selalu melindungi pelanggan dan tidak
memikirkan kepentingan perusahaan". Ia menyemprot pelanggan karena "meminta terlalu banyak".

Pemasaran terpadu berjalan dalam dua tahap. Pertama, beragam fungsi pemasaran seperti tenaga
penjualan, periklanan, manajemen produk, riset pemasaran dan lain-lain harus bekerja sama. Sangat
sering terjadi, tenaga penjualan marah pada manajer produk karena menetapkan "harga yang terlalu
tinggi" atau "target volume yang terlalu tinggi"; atau direktur periklanan dan manajer merek tidak
mencapai kata sepakat mengenai kampanye iklan. Semua fungsi pemasaran ini harus dikoordinasikan
dari sudut pandang pelanggan.

Profitabilitas

Tujuan konsep pemasaran adalah membantu organisasi mencapai tujuan mereka. Bagi perusahaan
swasta, tujuan utamanya adalah laba, bagi organisasi nirlaba atau kemasyarakatan, adalah agar ia dapat
bertahan hidup dan mengumpulkan cukup dana untuk melaksanakan kegiatan mereka. Dalam organisasi
pencari laba, tujuannya tidak semata-mata mencari laba, laba merupakan produk sampingan dari
melaksanakan tugas dengan baik. Perusahaan menghasilkan uang dengan memusatkan kebutuhan
pelanggan lebih baik daripada yang dilakukan pesaing.

KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL

Dalam tahun-tahun belakangan ini, beberapa orang mempertanyakan apakah konsep pemasaran
merupakan falsafah yang tepat dalam era perusakan lingkungan hidup, keterbatasan sumber daya,
ledakan jumlah penduduk, kelaparan dan kemiskinan dunia, dan pengabaian pelayanan sosial. Perlukah
perusahaan yang telah melaksanakan tugas memuaskan keinginan konsumen dengan sangat baik untuk
beroperasi bagi kepentingan jangka panjang konsumen dan masyarakat? Konsep pemasaran
mengesampingkan pertentangan potensial antara keinginan konsumen dan kesejahteraan sosial jangka
panjang.

Keadaan ini memerlukan konsep baru yang memperluas konsep pemasaran. Beberapa konsep yang
diusulkan adalah "pemasaran berkemanusiaan" dan "pemasaran sadar lingkungan hidup". Kemudian
yang terakhir adalah konsep pemasaran berwawasan sosial.

Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa tugas organisasi adalah menentukan
kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan
secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan mempertahankan dan meningkatkan
kesejahteraaan konsumen dan masyarakat.

Konsep berwawasan sosial mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam
praktek pemasaran mereka. Mereka harus menyeimbangkan dan menyelaraskan tiga faktor yang sering
menjadi pertikaian yaitu laba perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, kepentingan publik.
Sejumlah perusahaan telah mencapai penjualan dan laba yang mengesankan dengan menerima dan
menerapkan konsep pemasaran berwawasan sosial.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi,
segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan
bagian dari konsep pemasaran. Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli agar
bersedia membeli harang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Agar tujuan tersebut
tercapai maka setiap perusahaan harus memahami tentang perilaku konsumen. Setiap manajer
pemasaran harus memahami tingkah laku konsumen sehingga perusahaan dapat mengembangkan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Oleh karena itu
dengan adanya konsep pemasaran yang baik dan benar, diharapkan dapat diaplikasikan ke dalam
kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi yang sebenarnya. Sehingga kegiatan perusahaan berjalan
dengan baik dan semakin baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Kotler and Keller. 2007. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT Indeks. Rahman, Dea Yulia. 2012. “Konsep
Dasar Pemasaran”. http://makalahlaporanterbaru1.blogspot.com/2012/04/konsep-dasar-
pemasaran.html?m=1. Diakses pada 19 September 2018 pukul 13:24 WI