Anda di halaman 1dari 9

Historical and Anthropological Jurisprudence, Lloyd, D.

and Freeman

A.Pembukaan

Terdapat 2 gerakan pentng yang muncul sebagai reaksi dari natural law

1. Legal positivist
2. Romantic reaction , yang kontras dari legal positivist mengenai pertumbuhan peristiwa manusia
yang mrpkn hasil dari berbagai reaksi pikiran manusia yang kompleks

Herder mengenalkan pemikiran Volksgeist atau jiwa bangsa yang berbeda-bed dan unik antar
masing2 bangsa sehingga menghasilkan definisi dan produk hukum yang unik pula

Herder berpendaat bahwa Negara birokratis dan tidak peka terhadap keunikan ini sebagai sesuatu
yang merampas manusia dari hakikinya. Ini bertentangan dengan pengikutnya yaitu Hegel, yang
menganggap bahwa Negara melampaui kepentingan individu shg dapat menyelesaikan konflik antar
kepentingan

Von Savigny, menolak hukum alam, menurut beliau hukum adalah hasil dari kebudayaan yang baru
kemudian diciptakan dengan menggunakan aktifitas yuristik. Savigny melihat bahwa hukum
bertumbung kembang bersama Negara, hukum adalag salah satu organ Negara, dan memerlukan
Negara utk ada.

Permasalahan pada Volsgeist, tidak adanya bukti sejarah bahwa ada suatu hukum yang muncul dari
kebudayaan yang benar2 unik dimiliki suatu bangsa tanpa adanya pengaruh dari budaya lain,
sehingga hukum yang unik dan lahit dari budaya yang unik tidak pernah benar2 ada.

Law and Anthropology

Holmes berpendapat bahwa jika subyek yang sedang dilihat adlaah hukum, maka pendekatannya
jelas harus memakai antropologi.

Sampai awal abad 21 masih umum utk melihat hukum secara sempit dan kaku dimana masyarakat
primitive yang tidak memiliki apparatus dan institusi hukum dianggap tidak memiliki hukum.
Hal ini didebat oleh Malinowski yang memberikan contoh adanya suatu sangsi dan aturan yang
didukung dan dihidupi oleh segenap komunitas yang walaupun kurang definitive namun sebenarnya
dimaksukan agar universal dan dapat diaplikasikan secara luas.

Hukum moderns mengutamakan pada tujuan utk menyelesaikan pertikaian. Sedangkan pada
antopologi hukum dapat dilihat bahwa hukum tumbuh dari proses penyelesaian pertikaian, dalam
hal ini, sama dengan hukum modern.
B. System of modern Law (Von Savigny)

Pada kesadaran tiap orang, terdapat hukum positif dimana adanya kesadaran yang sama pada tiap
individual yang akhirnya melahirkan hukum positif tersebut, oleh sebab itu dinamakan sebagai people’s
law (Volksrecht).

People (Volk)

Terdapat dua pendapat mengenai subyek hukum mnusia, yang pertama aalah manusia sebagai individu
yang memiliki keinginan masing-masing, yang kedua adalah kelompok manusia sebagai kesatuan
keinginan dan kesepakatan pendapat. Namun kedua pendapat ini tidak bertentangan, karena pada
tingkat terkecil pun manusia memiliki lingkaran-lingkarn ikatan yang terbentuk karena adanya
kesamaan, dan apapun yang berlaku untuk bagi seorang individu biasanya berlaku secara universal.

Customary Law

Suatu keadaan akan lebih sulit diselesaikan ketika pertama kali muncul, dimana kejadian selanjutnya
yang sama akan diterapkan prinsip penyelesaian yang sama berdasarkan kejadian pertama. Sehingga
setelah sekian lama, akhirnya kebiasaan ini berubah menjadi hukum.

Legislation

Legislasi adalag salah satu organ dari people’s law yang diberikan kekuatan untuk menjadikannya
menjadi hukum. Dalam hal ini legislator adalah individu-individu yang dianggap sebagai perwakilan dari
jiwa masyarakat. Legislasi pada akhirnya dapat mengubah hukum itu sendiri ketika dirasa hukum saat itu
harus diubah atau diperbaiki.

Juristic Law

Merupakan konsekuensi alami dari berkembangnya suatu bangsa , dimana timbul kebutuhan khusus
untuk peraturan-peraturan tertentu sehingga pengetahuan hukum yang univernal atau umum tidak
dapat lagi mencangkum ranah hukum yang khusus tersebut.

Relation Between Sources of Law

Dari penjelasan awal dikatakan bahwa semua hukum positif adalah people’s law, kemudian muncullah
legislasi yang memperluas dan melengkapi hukum positif tersebut, lalu dengan perkembangan
selanjutnya ditambahkan ilmu hukum, dimana legislasi dan ilmu hukum sama-sama melengkapi people’s
law tersebut, yang masing-masing berkembang sendiri. Pada akhirnya semua energy yang membentuk
people’s law akhirnya terputus dari “people” atau manusia itu sendiri. Tiap energi pembentuk hukum ini
harus saling bekerja sama dan seimbang, karena dalam keseimbangan ini kemudian muncul kesatuan
kesadaran manusia secara universal dan pandangan yang benar dari hukum positif.
C.Ancient Law (Sir Henry Maine)

Konsepsi hukum yang pertama kali terlihat adalah pada Themis atau Dewi Keadilan pada
kebudayaan Yunani awal, dimana pada saat itu, hukum diterapkan melalui agen hukum secara
perorangan. Dimana, contohnya, jika seorang raja memutuskan sesuatu untuk penyelesaian masalah,
hal tersebut dianggap sebagai inspirasi langsung dari kekuatan yang lebih tinggi.

Customary Law

Pokok penting berkenaan dengan ahli hukum, bahwa aristocrat atau kaum bangsawan secara universal
adalah pengatur hukum. Dimana adanya monopoli pengetahuan hukum. Periode ini adalah periode dari
customary law itu sendiri. Dimana hukum yang hanya diketahui oleh kelompok elit adalah hukum tidak
tertulis yang sesungguhnya.

Berlanjut dari periode customary law, muncullah periode code-law. Periode ini adalah permulaan dari
hukum tertulis. Dimana hukum dituliskan pada lempeng batu untuk didistribusikan untuk pengetahuan
kalangan elit. Kode hukum yang paling terkenal adalah “Twelve Tables of Rome”.

Law and Progressive Societies

Bersama dengan perkembangan masyarakat, peran individu kemudian digantikan oleh keluarga. Dimana
semua hubungan manusia kemudian dirangkum kedalam hubungan keluarga. Pada periode ini, terjadi
fase aturan soial dimana semua hubungan muncul dari persetujuan yang berasal dari kehendak bebas
individu. Yaitu kontrak.
D.The Law of Primitive Man (Hoebel)

Hukum pada masyarakat sederhana memiliki beberapa fungsi:

1. Menjelaskan aturan hubungan antar anggota masyarakat


2. Memfokuskan kekuatan untuk menjaga keteraturan
3. Penyelesaian masalah
4. Hubungan antara individu dengan masyarakat yang dipengaruhi oleh perubahan dalam
kehidupan

Fungsi pertama, kontribusi hukum terhadap pengaturan masyarakat adalah sebagai yang menjelaskan
hubungan antar manusia dan dasar-dasar dari kehidupan bermasyarakat serta kekuatan pengaturan
antara benar dan salah serta hukuman .

Fungsi ke dua, hukum selalu diterapkan oleh masyarakat oleh masyarakat melalui keputusan penguasa.
Dimana, pemimpin yand didukung oleh para pengkutnya mampu membuat perbedaan yang berarti.

Fungsi ketiga, hukum digunakan untuk megembalikan kehidupan individu-individu yang terlibat ke
keadaan semula sebelum terjadinya masalah.

Fungsi ke empat, hukum selalu behadapan dengan perubahan dan hal-hal baru, dan pada akhirnya
menciptakan keputusan-keputusan pengaturan baru yang sesuai dengan keadaan di masyarakat dan
bahkan dapat mengubah masyarakat.
E.Judicial Process Among the Barotse (Gluckman)

Human Interraction and the Law (Bohannan)

Erat kaitannya dengan customary law

Sblm adanya general law (declared positive law) dimulai dgn customary law

Customary law oleh Fuller dapat didefinisikan sebagai language of interaction dimana manusia utk
bernteraksi memerlukan seting social dimana dia dapat memgetahui kode pelaksanaan yang berlaku shg
dia dapat mengerti apa yang terjadi jika ia melakukan suatu aksi.

Paul Bohannan merasa perlu adanya pembedaan pada jangkauan hukum, dari norma dan kebiasaan

Dimana jangkauan Hukum lebih besar namun lebih tepat dari custom dan norm krn mencakup keduanya

Hukum mnrt kantorowitz haruslah justiciableatau dapat dibenarkan, dengan maksud, hukum dapat
diinterpretasika ulang oleh institusi legal masyarakat shg dapat menyelesaikan konflik yang timbul diluar
institusi legaldan dpt disesuaikan dgn otoritas otoritas2 yang berlaku diluar institusi legal masyarakat
tersebut.
F.The Rule of Law versus the Order of Custom (Diamond)

Paul Bohannan mengatakan bahwa hukum berasal dari double institutionalization dan perlu adanya
pembedaan antara rule of law dan authority of custom. Sebagai contoh, hukum pernikahan berbeda
dari custom pernikahan, dimana hukum memperkuat beberapa hak dan tanggung jawab namun
mengabaikan beberapa yang lain. Dimana subyek2 yang terlibat didalamnya dapat di intervensi oleh
pihak luar yang asing. Menurut Bohannan hukum bersifat kanibal terhadap institusi yang berusaha
diperkuatnya, seperti hukum perkawinan tersebut.

Bohannan tidak mengakui keunggulan hukum terhadap legal order, hukum dianggap bukan kebutuhan
utama pada masyarakat yang tidak stabil. Hukum tidak punya esensi yang abadi, dan hanya bisa
didefinisikan berdasarkan sfat dasar historisnya.

Menurut Bohannan, pada institusi kontemporer yang berkaitan erat dgn hukum, isi custom nya sudah
berkurang secara drastic.

Sesuai dgn kata Moribund “Custom hanya berada di masa lampau, ditaati hanya krn berkaitan erat dgn
hbungan antar manusia dan aturannya”

Dewasa ini legalitas disamakan dengan moralitas. Bahwa perangkat hukum tidk memasukkan
keentingan pribadi dan produk hukum adalah utk kebaikan. Sedangkan hal ini antithesis dari custom
yang mrpkn religi, kebiasaan dan moralitas. Hukum dan custom tidak berhubungan scara logis, hanya
secara historis.

Secara antopologis, para ahli melihat bahwa custom adalah karakteristik dari masyarakat primitive dan
merupakan hukum dari suatu peradaban.
Kesimpulan

1. Anthropological Jurisprudence dan Historical Jurisprudence saling berhubungan dalam hal studi
hukum. Dimana Antropologi mempelajari bagaimana hukum bermula pada masyarakat-
masyarakat sederhana di seluruh dunia dan secara historis, dapat dipelajari dari masyarakat
sederhana itu bagaimana hukum bermula dan berkembang menjadi hukum seperti sekarang ini.
2. Dari Historical Jurisprudence dapat disimpulkan bahwa hukum hanya dapat dihubungkan melalu
sejarah karena dari perkembangannya, awal mula pembentuk hukum yaitu custom pada
perkembangannya malah sedikit demi sedikit dihilangkan.
3. Dari Anthropological Jurisprudence dapat disimpulkan bahwa perkembangan hukum dapat
dilihat sebagai dokumen antropologi mengenai manusia dan perkembangan aturan sosialnya.
4. Berdasarkan Historical dan Anthropological Jurisprudence dapat disimpulkan bahwa Hukum
Internasional pada Masyarakat Internasional dewasa ini masih berada pada tahap masyarakat
primitive atau sederhana. Dimana, tidak ada hukum yang cukup kuat untuk dipaksakan pada
subyek hukumnya, dan hukum yang digunakan masih berupa kebiasaan atau custom.

Anda mungkin juga menyukai