Anda di halaman 1dari 4

Tugas Personal 2

(Minggu 7 / Sesi 11

Praktek penghayatan iman dalam wujud formalisme agama jelas tidak mencukupi alias dangkal.
Mengapa demikian? Kemudian buatlah penilaianmu sendiri terkait penghayatan iman dan
agamamu sendiri dalam perspektif formalisme agama. Tuliskan hasil penilaianmu itu (termasuk
apa yang kamu dapatkan dari pendalaman ini terkait kehidupan beriman dan beragamamu ke
depan). Tulislah jawabanmu dalam 2 halaman (A4/Spasi 1,5/Times New Roman/Font 12).

CHAR6021 – Character Building: Agama


Jawaban

Mengapa formalisme agama dalam praktek penghayatan iman tidak mencukupi alias
dangkal? Formalisme agama mungkin adalah virus sosial yang paling mematikan di dunia
sekarang ini. Dalam arti, formalisme agama adalah pemahaman beragama yang terjebak dalam
betuk (form) semata, seperti ritual dan aturan-aturan yang ketinggalan jaman. Orang sibuk
mengikuti aturan berdoa dan aturan moral yang dibuat ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu,
tanpa paham isi dan tujuan sebenarnya. Ia lalu cenderung untuk tidak toleran terhadap
perbedaan, bersikap fanatik dan radikal. Kebangkitan agama-agama tidak disertai dengan
peningkatan yang substansial dalam kerja sama antar agama, malah sebaliknya memperlihatkan
kian mengentalnya pengkhotbah-pengkhotbah antar umat. Hubungan antar agama cenderung
begitu formalnya, menjadi hubungan antar agama semakin kehilangan spontanitas, dinamika dan
dimensi personalnya. Formalisasi agama jelas sangat membahayakan, baik bagi agama itu
sendiri maupun penganutnya. Dengan formalisasi, agama akan diamputasi sedemikian rupa,
dilepaskan dari konteks sosial dan kultural. Dalam situasi demikian, identitas dan simbol-simbol
keagamaan menjadi bagian terpenting, bahkan lebih penting dari subtansi pesan agama itu
sendiri, untuk diperjuangkan. Mereka mengejar simbol-simbol, bukan mengamalkan subtansi
ajaran agama. Pembacaan secara harfiah dan mengutamakan simbol-simbol agama akan
mengarahkan umat menjadi monolitik, penyeragaman. Tidak heran jika kelompok-kelompok
tertentu menolak pluralisme, baik pluralisme agama-agama maupun dalam agama. Hal ini sangat
berbahaya karena tidak akan pernah ada celah untuk perbedaan, setiap yang berbeda, dengan
menggunakan term-term teologis, akan divonis kafir, murtad dan semacamnya. Jelas bahwa
literalisme tertutup dan formalisasi agama amat berbahaya, baik pada tataran epistemologis
maupun praksis. Maka sangat penting untuk menyadari bahaya laten kelompok-kelompok garis
keras yang biasa dengan literalisme tertutup dan mengagendakan formalisasi agama. Formalisasi
agama yang diperjuangkan kelompok-kelompok garis keras lebih didorong oleh motivasi politik
daripada agama. Dari sudut pandang manapun, sulit menerima politisasi agama sebagai bagian
dari ajaran agama, karena formalisasi agama sendiri adalah pengebirian terhadap agama itu
sendiri. Bagi mereka, agama sudah menjadi tujuan. Maka agama pun, secara meyakinkan, akan
kehilangan pesan-pesan luhurnya, yang tersisa hanyalah simbol-simbol keagungan agama itu
sendiri. Ini merupakan salah satu kesalah-kaprahan dalam melihat dan memahami agama.
Seharusnya, agama dilihat dan diikuti sebagai petunjuk, sebagai jalan, menuju ilahi agar
penganut agama menjadi manifestasi substansi pesan utama dan luhur agama. Ketika agama
menjadi tujuan, maka Tuhan pun sirna dalam semesta keagamaan itu sendiri. Dalam konteks
inilah, formalisasi agama terlihat jelas tidak didorong oleh motivasi agama, melainkan politik.

CHAR6021 – Character Building: Agama


Terkait penghayatan iman dalam formalisme agama khususnya dalam agama yang saya
anut yaitu agama kristen, saya kira yang perlu diterapkan adalah cara menggereja yang baru
(secara spesifik untuk para iman, dan juga kita sebagai penganut agama Kristen, yang perlu
diperjuangkan kiranya adalah cara hidup imamat yang baru). Hidup seperti apakah itu?

Paulus mengatakan : “persembahkanlah tubuhmu … itulah ibadahmu yang sejati” (Roma


12 : 1) Disini, Paulus menggunakan bahasa teknis ritual sebagai kiasan yang digandengkan
dengan kata tubuh. Yang mau ditekankan dalam penggunaan kata ‘tubuh’ bukanlah sekedar
menunjuk pada organ tubuh ataupun kepribadian manusia. Paulus mau menunjuk pada manusia
dalam relasi kongkretnya dengan sesama dan alam semestanya. Sebab, berkat
berketubuhannyalah manusia dapat berelasi dengan sesama dan alam semestanya. ‘persembahan
tubuh’ dalam Paulus tidak diperlawankan dengan ‘persembahan batin’. Namun ‘persembahan
tubuh’ adalah perwujudan secara fisik persembahan tiap pribadi dalam realitas konkret
kehidupan sehari-hari. Sebab setiap pribadi manusia adalah bagian dari dunia dan juga berada
ditengah dunia. Maka, ‘persembahan’ pada Allah bukan lagi persembahan binatang atau burung
di Bait Allah, namun komitmen hidup sehari-hari yang dihidupi dalam relasi dan keterbatasan
kita di dunia ini. Batas-batas ritual kultis dilampaui dari praktik-praktik tindakan ritual menuju
kehidupan sehari-hari dan ditransformasikan dalam ungkapan-ungkapan yang tidak berhubungan
dengan ritual, yaitu dalam karya dan relasi harian kita.

Dalam hal ini kita sebagai umat beragama, khususnya agama Kristen, hendaknya kita
melakukan ibadah yang sejati tanpa berkedok pada formalisme agama. Dalam hal ini ibadah
yang sejati tidak hanya ibadah yang dilakukan dengan penuh pengertian akal budi. Namun,
ibadah yang sejati adalah yang diungkapkan dalam realitas kebertubuhan dari hidup manusia
sehari-hari sebagai bagian dari dunia dan hidup ditengah dunia. Gagasan Paulus ini mau
mengukuhkan gagasannya tentang hidup berjamaat secara baru yang ditandai dengan saling
memberikan diri. Paulus juga menekankan bahwa persembahan semacam ini harus mempunyai
ungkapan-ungkapan nyata atau fisik supaya tidak jatuh dalam dualisme ataupun kesalehan yang
lepas dari konteks dunianya.

Sumber :

https://books.google.co.id/books?
hl=en&lr=&id=WlvqwP5XmuEC&oi=fnd&pg=PA3&dq=formalisme+agama&ots=EF2AEdMjr

CHAR6021 – Character Building: Agama


L&sig=c3GZHLwvHRSnMp7I-3r3J0MFDLo&redir_esc=y#v=onepage&q=formalisme
%20agama&f=false

https://www.journal.stbi.ac.id/index.php/PSC/article/view/62/12

CHAR6021 – Character Building: Agama

Anda mungkin juga menyukai