Anda di halaman 1dari 14

FORMAT PENGKAJIAN ANAK

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
STASE : KEPERAWATAN ANAK

Nama mahasiswa : Vinda Purnamawati Tanggal Praktek : 30-8/5-9-2021


NIM : 202020461011069 Paraf :
Ruang : Anak RSU UMM
Tanggal Pengkajian : 30 Agustus 2021 (Vinda Purnamawati)

I. IDENTITAS DATA.
- Nomer Rekam Medis :185140xx Tanggal masuk RS :30/8/21 (malam)
- Nama Klien : An. I
- Nama Panggilan :I
- Tempat/tgl lahir : Malang, 25/12/2019
- Umur : 1 tahun 8 bulan 5 hari
- Jenis Kelamin :L
- Suku : Jawa
- Bahasa yang dimengerti : -
- Orang tua / wali :Ny. B
- Nama Ayah/Ibu/Wali :Tn. T
- Pekerjaan Ayah/Ibu/wali : Ayah tukang ganda kunci
- Pendidikan : SMK
- Alamat ayah/ibu/wali : Jl. Melati 38 Sengkaling RT 002, RW 007 Desa Mulyoagung
II. KELUHAN UTAMA
Demam Tinggi >41˚C
III. RIWAYAT KELUHAN SAAT INI
An. I datang dengan orang tua dengan keluhan panas tinggi saat di rumah suhu tubuh >41 ˚C.

Awalnya dibawa ke Puskesmas oleh orang tua dan diberi obat mual jenis puyer warna hijau.

Lalu panas lagi langsung di bawa ke poli anak RS UMM hari senin kemarin, panas tinggi

disertai batuk (tidak mampu mengeluarkan sputum) dan pilek lalu dianjurkan untuk rawat inap

dengan dokter karena dikhawatirkan DB/Tipes. Datang di ruangan pukul 14.30 , saat pengkajian

tanggal 31 Agustus 2021 jam 09.00 didapatkan SPO2 99%, Suhu 36,4, Nadi 115x/menit, RR

23x/menit. Klien mendapatkan terapi Infus D5 ¼ NS 12 tpm, injeksi obat cefotaxime 3x400 mg,

ranitidine 2x25 mg, Methylprenidsolone 2x10 mg, Obat oral probiotid 1x1 shachet.

IV. KEADAAN KESEHATAN SAAT INI :


a. Diagnosa medis : Hiperpireksia
b. Tindakan/kebutuhan operasi saat ini (jika ada) : -
c. Tindakan pemberian nutrisi saat ini : Diit Rendah Serat
d. Tindakan pemberian cairan saat ini : D5 ¼ NS 12 tpm
e. Tindakan pemberian Obat-obatan saat ini : Cefotaxime 3x400 mg (antibiotik untuk
menghambat pertumbuhan bakteri), Ranitidine 2x25 mg (untuk asam lambung/mual
muntah), Methylprednisolone (untuk mengatasi peradangan) 2x10 mg. p/o Probiotid
(melindungi sistem pencernaan) 1x1
f. Tindakan terhadap Aktifitas saat ini (cth ; terpasang strain? Dll) : tirah baring, terlihat
tampak lemas
g. Tindakan Keperawatan lain-lain yang dijalan : monitoring TTV terutama suhu tubuh, BAB
BAK.
h. Tindakan /kebutuhan Px. Radiologi yang dijalani saat ini : -
i. Lain-lain : pasien dilakukan pemeriksaan darah lengkap, swab ag
V. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
a. Riwayat Prenatal : saat hamil anak ke 2 mual muntah berlebihan, sampai rawat inap 3 hari.
b. Riwayat Peri natal dan post natal : dari anak pertama lahirnya sc, anak ke 2 ini sc juga karena
luka jaitan sudah mrembes, jadi dari dokter menyarankan untuk sc juga
c. Riwayat Penyakit yang pernah diderita : Infeksi Saluran Kencing
d. Riwayat Hospitalisasi/tindakan operasi: pernah MRS Januari 2021, lalu masuk lagi karena
panas tiggi sekitar bulan april, lalu MRS di bulan april juga karena khitan. Yang terakhir
sekarang bulan agustus karena panas tinggi juga.
e. Riwayat Injury/kecelakaaan : -
f. Riwayat Alergi : tidak memiliki riwayat alergi terhadap asi, maupun sufor.
g.Riwayat Imunisasi
No Jenis Imunisasi Usia frekwensi pemberian Reaksi pasca imunisasi
1. Hepatitis 0 1 -
2. Polio 1,2,3,4 bln 4 Demam
3. BCG 2 bulan 1 -
4 Pentabio (DPT,HB,HiB) 3 bulan 4 (DPT lgkp) -
5. Campak Belum - -
6. Lain-lain (sebutkan) -
h. Riwayat tes laboratorium dan Pengobatan
Pernah menjalani pengobatan isk, saat baru lahir pernah mengalami hiperbilirubin
Berikut hasil pemeriksaan laboratorium MRS saat ini pada tanggal 30-8-2021
i. Riwayat pertumbuhan : Ibu klien mengatakan, klien bisa memegang mainan dan memainkan
jarinya dimasukkan kemulut pada usia 4 bulanan bersamaan dengan dia bisa tengkurap.
j. Riwayat perkembangan Psikososial :
Tahap percaya VS tidak percaya :
An. G mendapatkan kasih sayang dari keluarga, keluarga dapat memenuhi kebutuhan
perawatan dirinya secara rutin
k. Riwayat Perkembangan Psikoseksual :
Tahap Oral : pada usia 0-1 tahun : sejak usia 5 bulan anak sudah mendapat kepuasan dan
kenikmatan dari berbagai pengalaman disekitar mulut yaitu dengan menghisap asi dari ibu,
dapat memasukkan benda ke mulut untuk digigit-gigit.
l. Riwayat Perkembangan kognitif dan moral :
Fase sensori motorik (0-2 tahun) :
- Egosentris : klien tampak menunjukkan usaha untuk memuaskan kesenangannya
sesuai tahapan tumbuh kembang, contohnya saat ini anak sudah bisa berjalan dan
mengerti beberapa kata yang diajarkan ibu.
m. Riwayat pemenuhan nutrisi/cairan
- ASI : dari lahir diberi ASI, sampai 2 bulan yll baru berhenti Asi
- MP ASI : diberikan bubur, usia 6 bulanan
- Pola nutrisi sesuai tahap usia : ibu klien mengatakan pemenuhan nutrisi sudah dipenuhi,
tetapi setelah sakit anak mulai tidak suka makan pepaya, terlebih jika bau buah jeruk
seperti mual dan ingin muntah. Untuk sayuran dan lauk pauk anak tidak pilih-pilih, susu
sampai saat ini semenjak berhenti asi diberikan sufor.
VI. RIWAYAT SOSIAL
a. Yang mengasuh : Ayah, Ibu, Kakak
b. Hubungan social dengan anggota keluarga : baik, ibu klien mengatakan setiap hari setiap
sepulang sekolah diajak bermain dengan kakaknya.
c. Hubungan social dengan teman sebaya : An. I sering bermain juga dengan saudara dan
tetangga sekitarnya.
d. Pembawaan secara umum : An. I sangat aktif, suka bermain, bisa diajak bercanda.
VII. RIWAYAT KELUARGA
a. Sosial Ekonomi : sumber pendapatan untuk perawatan didapatkan dari ayah
b. Penyakit keluarga : ibu klien memiliki riwayat hipotensi
c. Genogram (Gambarkan minimal 3 generasi)

hipo

6 th
2th

Hi
po Memiliki riwayat hipotensi

VIII. PENGKAJIAN TINGKAT PERKEMBANGAN (DDTK) SAAT INI ( maks < 6 tahun)
a. Personal social : baik
b. Adaptif Motorik halus : terpenuhi
c. Bahasa : bahasa jawa dan indonesia
d. Motorik kasar : terpenuhi
Inteprestasi : Motorik halus : Ibu klien mengatakan sudah melalui tahapan perkembangan
sesuai usia, karena hampir sama dengan kakaknya riwayat perkembangannya. Saat ini klien
sudah bisa berjalan, memegang makanan sendiri, bicara beberapa kata, klien sangat aktif.
Motorik kasar : ibu klien mengatakan, An. I sudah merangkak usia 5 bulan
IX. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR (saat ini) :
a. Kebutuhan Cairan saat ini : Jelaskan dengan perhitungan intake output :
Air putih : ibu klien mengatakan anak banyak minum air putih satu gelas sedang dan susu
formula 5-6 botol dalam sehari
Dibantu dengan D5 ¼ NS 16 tpm
BAB : baru berak jam 10 pagi banyak, konsistensi lembek, warna hijau kekuning-kuningan,
Kencing : kencingnya banyak, ganti pempers baru 3x hari ini
b. Kebutuhan Nutrisi saat ini : Rendah Serat, ibu klien mengatakan makan mau tapi hanya ¼ dari
porsi makan karena sudah kenyang
Interpretasi : masuk cairan infus D5 ¼ NS 10 tpm dan diit rendah serat
c. Kebutuhan Pola Tidur : cukup
Interpretasi : tidur siang kalau di rumah, sore jam 3 bangun, tidur malam jam 9 malam sudah
tidur, subuh ikut bangun.
d. Kebutuhan Personal hygiene (Mandi, gosok gigi dll): terpenuhi
Interpretasi : mandi dengan kakaknya, kadang dengan ayahnya, kalau sore biasanya dengan
Ibu. Untuk gosok gigi anak kurang minat, agak susah ketika disuruh gosok gigi.
e. Kebutuhan Aktifitas / bermain : terpenuhi saat di rumah
Interpretasi : sering bermain dengan kakaknya dan ayahnya ketika pulang kerja, untuk dengan
teman sebaya biasanya setelah mandi sore main dengan tetangga dan saudara-saudaranya
X. PENGKAJIAN POLA KESEHATAN (sesuai usia dan saat sakit saat ini)
a. Pola Pemeliharaan kesehatan dan persepsi terhadap kesehatan selama ini : -
b. Pola pemenuhan Nutrisi selama ini : Susu formula, air putih, kolaborasi pemberian diit
rendah kalori dengan ahli gizi
c. Pola pemenuhan Cairan selama ini : D5 ¼ NS 12 tpm
d. Pola Aktivitas selama ini : tirah baring, anak tampak lemas
e. Pola Tidur dan istirahat selama ini : terpenuhi
f. Pola Eliminasi selama ini : BAK banyak 500 cc jam 10.00 WIB, warna kuning bau khas,
BAB banyak, berwarna hijau, konsistensi cair, ganti pempers 4x
g. Pola hubungan social selama ini : Baik, dengan keluarga maupun teman sebaya
h. Pola Koping atau temperamen dan disiplin yang diterapkan selama ini : -
i. Pola perkembangan Kognitif dan persepsi selama ini : terpenuhi sesuai perkembangan umur
j. Pola perkembangan Seksual dan menstruasi selama ini : -
k. Pola perkembangan Moral (Nilai-nilai/values yang dimiliki selama ini) : -
XI. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum
❖ Tingkat kesadaran : Compos Mentis GCS E: 4 V:5 M: 6
❖ Nadi : 115 x/menit CRT : <2 detik
❖ Suhu :37,4 ˚C
❖ RR : 23x/menit
❖ SPO2 : 99%
❖ TD : -
❖ Respon nyeri : -
❖ BB : 11,2 kg TB : 88cm
❖ LLA : -
❖ LK : -
b. Kulit : teraba hangat
c. Kepala : Hidrocephalus, tidak simetris (tidak bulat ya tidak lonjong)/ bentuk tidak teratur,
terdapat rambut sedikit, kepala teraba lunak, sutura belum menutup sempurna masih ada
d. Mata : tampak sebelah kanan menutup, dan kiri membuka sklera lebih menonjol, limbus
kornea tampak kecil, gangguan penglihatan, gerakan bola mata tidak teratur
e. Telinga : simetris, bersih
f. Hidung : simetris, bersih, pilek (-), terpasang nasal cannul 2lpm
g. Mulut : bersih, bibir tidak pucat
h. Leher : normal, JVD (-)
i. Dada : simetris, pergerakan dinding dada normal
j. Payudara : normal
k. Paru-paru : -
l. Jantung : -
m. Abdomen : tidak ada nyeri tekan
n. Genetalia : testis tidak tampak melorot, BAK (+) warna kuning
o. Punggung : tulang punggung simetris, kifosis (-), lordosis (-)
p. Anus dan rectum : normal, BAB berwarna hijau kekuning-kuningan
q. Musculoskeletal : -
r. Neurology : reflek hisap (+), reflek menggenggam (+)
XII. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PENUNJANG : Laboratorium terlampir
XIII. INFORMASI LAIN :
- Keluarga mengatakan anak mengalami penurunan berat badan sekitar 3-4 bulan yang lalu,
semula 13 kg, saat di rawat inap ini tadi 11,2 kg, anak terlihat tidak mampu menuntaskan
batuknya karena sputum tidak keluar
XIV. ANALISA DATA
No Data Penunjang Etiologi Masalah Keperawatan / Kolaboratif
1 Mayor : Kurangnya asupan Defisit Nutrisi (D.0019)
DS : makanan
- Ibu Klien mengatakan anak
mengalami penurunan bb 3-4
bulan yll
DO :
- Sebelumnya 13 kg, saat ini
11,2 kg
Minor :
DS :
- Ibu klien mengatakan anak
hanya makan ¼ dari porsi
makanan sudah kenyang
DO :
- Warna feses hijau kekuning-
kuningan
2 Mayor : Proses penyakit Hipertermia (D. 0130)
DS : (infeksi)
- Ibu klien mengatakan anak
demam hingga 40˚C saat
dirumah
Minor :
DO :
- Kulit terasa hangat
- Nadi : 115 x/menit
- RR : 23x/menit
- SPO2 : 99%
3 Mayor Sekresi yang Bersihan jalan napas tidak efektif
DS : ibu klien mengatakan anak batuk tertahan (D.0001)
DO :
- anak terlihat tidak mampu
menuntaskan batuknya karena
sputum tidak keluar
- Nadi : 115 x/menit
- RR : 23x/menit
- SPO2 : 99%
XV. PRIORITAS MASALAH
1. Hipertermia b.d Proses penyakit (infeksi) d.d ibu klien mengatakan anak demam 40˚C saat
dirumah dan kulit teraba hangat
2. Defisit Nutrisi (D.0019) b.d keengganan untuk makan d.d keluarga mengatakan nafsu
makan menurun
3. Bersihan jalan napas tidak efektif (D.0001) b.d sekresi yang tertahan d.d anak terlihat tidak
mampu menuntaskan batuknya karena sputum tidak keluar

XVI. ASUHAN KEPERAWATAN DAN CATATAN PERKEMBANGAN


ASUHAN PERAWATAN
NAMA KLIEN : An. I NAMA MAHASISWA : Vinda Purnamawati
RUANG : Anak RSU UMM NIM : 202020461011069
DIAGNOSA MEDIS : Hiperpireksia PARAF :
DIAGNOSA
TUJUAN DAN KRITERIA
NO KEPERAWATAN/MASALAH INTERVENSI IMPLEMENTASI EVALUASI
HASIL
KOLABORATIF
Manajemen Hipertermia (I. Tgl 31/8/21
15506) 07.00
Observasi : - Memberikan terapi obat
Tgl 23/8/21
- Identifikasi penyebab probiotid p/o
S : Ibu klien mengatakan anak
hipertermia (mis. Jam 09.00 :
demam tinggi
Dehidrasi, terpapar - Menghindari pengukuran suhu
O : K/U cukup, GCS E4, V5,
lingkungan panas, rektal, memonitor suhu 37,4˚C
M6, Nadi : 115x/menit, suhu
Setelah dilakukan asuhan penggunaan inkubator) dengan termometer axila
37,4˚C, RR 23x/menit, SPO2
1. keperawatan 1x24 jam - Monitor suhu tubuh - Memonitor TTV, didapatkan
99%,
Hipertermia (D.0130) b.d diharapkan “termoregulasi - Monitor elektrolit Nadi 115x/menit, RR 23x/menit,
- Suhu tubuh membaik
proses penyakit (infeksi) d.d (L.14134)” membaik, - Monitor haluaran urine SPO2 99%
menjadi 36,1˚C
dengan kriteria hasil : - Monitor komplikasi - Mengedukasi ibu klien agar
kulit teraba hangat - Suhu kulit membaik
- Suhu tubuh akibat hipertermia tirah baring, dengan banyak
A : masalah teratasi
membaik (5) Terapeutik : berbaring ditempat tidur/tidak
P : tetap lanjutkan intervensi
- Suhu kulit - Sediakan lingkungan melakukan banyak aktivitas
manajemen hipertermia, dan a/p
membaik (5) yang dingin serta meminimalisir penggunaan
dokter
- Longgarkan atau gadget agar klien dapat
- Memonitor suhu tubuh
lepaskan pakaian beristirahat
- Mempertahankan suhu
- Basahi dan kipasi Jam 11.00
tubuh
permukaan tubuh - Memonitor Suhu tubuh dengan
- Berikan cairan oral termometer axilla 36,4 ˚C
- Ganti linen setiap hari Jam 13.00
atau lebih sering jika - Memonitor suhu 36,1 ˚C,
mengalami hiperhidrosis - Mengkolaborasikan pemberian
(keringat berlebih) terapi obat cefo 3x400 mg,ranit
- Lakukan pendinginan 2x25 mg, mp 2x10 mg
eksternal (mis. Selimut Jam 13.24 :
hipotermia atau - Memonitor suhu kulit, membaik
kompres dingin pada
dahi, leher, dada,
abdomen, aksila)
- Hindari pemberian
antipiretik atau aspirin
- Berikan oksigen, jika
perlu
Edukasi :
- Anjurkan tirah baring
Kolaborasi :
- Kolaborasi pemberian
cairan elektrolit
Manajemen Nutrisi (I. 03119) : 31/8/21 jam 09.00 Tgl 31/8/21
Observasi : Jam 11.00 S : Ibu klien mengatakan klien
Setelah diberikan intervensi - Identifikasi status nutrisi - Memonitor TTV klien : suhu makan ¼ porsi makanan karena
keperawatan 1x24 jam - Identifikasi alergi dan 36,4 ˚C, nadi : 114, spo2 97%, sudah kenyang
diharapkan “Status Nutrisi intoleransi makanan RR :24x/menit O : K/U cukup, GCS E: 4, V: 5,
Defisit Nutrisi (D.0019) b.d (L.03030)” membaik, - Identifikasi makanan - Memonitor nutrisi klien, ibu M: 6 (cm)
keengganan untuk makan d.d dengan kriteria hasil : yang disukai klien mengatakan tadi pagi suhu 36,4 ˚C, nadi : 114, spo2
2 keluarga mengatakan nafsu - Perasaan cepat - Identifikasi kebutuhan anaknya hanya makan ¼ dari 97%, RR :24x/menit
makan menurun kenyang menurun kalori dan jenis nutrient porsi yang diberi RS - Perasaan cepat kenyang
(5) - Monitor asupan - Menganjurkan pada ibu klien meningkat (3)
- Diare menurun (5) makanan untuk tetap tetap dibujuk makan - Diare meningkat (3)
- Nafsu makan - Monitor berat badan sedikit asal ada asupan makanan - Nafsu makan cukup
membaik (5) - Monitor hasil yang masuk dalam tubuh membaik (4)
pemeriksaan - Air putih minum tapi tidak A : masalah teratasi sebagian
laboratorium banyak P : Lanjutkan intervensi
Terapeutik : 1/9/21 manajemen nutrisi,
- Lakukan oral hygiene Jam 22.00 : - Memonitor TTV
sebelum makan, jika - Memonitor TTV klien : suhu - Mempertahankan suhu
perlu 36,4 ˚C, nadi : 108x/menit, spo2 tubuh
- Fasilitasi menentukan 98%, RR :25x/menit - Memonitor asupan
pedoman diet (misal, - Memasukkan terapi obat injeksi nutrisi Ma/mi pada klien
piramida makanan) cefotaxim 400 mg dan 1/9/21
- Sajikan makanan secara memberikan p/o untuk besok S : Ibu klien mengatakan klien
menarik dan suhu yang jam 7 pagi probiotid makannya sudah enak, porsi
sesuai jam 05.20 makan habis kecuali the dan
- Berikan makanan tinggi - Memonitor nutrisi klien, ibu sayur bening
serat untuk mencegah klien mengatakan tadi dan siang O : K/U cukup, GCS E: 4, V: 5,
konstipasi makannya sudah enak dari yang M: 6 (cm)
- Berikan makanan tinggi kemarin, porsi makan habis tapi - TTV suhu 36,4 ˚C, nadi
kalori dan tinggi protein sayur beningnya anak tidak mau : 108x/menit, spo2 98%,
- Berikan suplemen terasa pedas, dan tehnya tetap RR :25x/menit
makanan jika perlu tidak mau diminum, tidak mau - Perasaan cepat kenyang
Edukasi : diminum karena hambar, menurun (5)
- Anjurkan posisi duduk, mungkin anaknya kurang suka - Diare menurun (5)
jika mampu - Ibu klien mengatakan hari ini - Nafsu makan membaik
- Ajarkan diet yang belum BAB, terakhir kemarin (5)
diprogramkan malam, padat dan warna nya A : Masalah teratasi
Kolaborasi : tidak ada hijaunya P : Lanjutkan intervensi
- Kolaborasi dengan ahli - Mengedukasi ibu klien untuk manajemen nutrisi,
gizi untuk menentukan diit yang diberikan adalah - Memonitor TTV
jumlah kalori dan jenis makanan dengan rendah serat, - Mempertahankan suhu
nutrient yang dan bisa diterapkan dirumah. tubuh
dibutuhkan, jika perlu Contoh olahan serta lauk - Memonitor asupan
pauknya bisa berupa daging nutrisi Ma/mi pada klien
yang empuk, untuk nasi bisa di
tim/dibubur atau pengganti
karbo bisa dengan kentang
direbus, telur rebus, untuk
sayurannya karena adeknya juga
suka bayam bisa diberikan, atau
ingin divarian bisa dengan
kacang panjang kuah bening,
dan wortel direbus saja juga bisa
Setelah diberikan intervensi Manajemen Jalan Napas (I. 1/9/2021 1/9/2021
keperawatan 1x24 jam 01011) Jam 15.00 S : ibu klien mengatakan anak
diharapkan “Bersihan jalan Observasi : - Memberikan terapi nebul 3x ½ velu batuk tapi sekret tidak bisa
napas (L.01001)” dengan - Monitor pola napas plus + ½ Pulm keluar
Kriteria Hasil : - Monitor bunyi napas buatan Jam 22.00 O : K/U cukup, GCS E: 4, V: 5,
- Batuk Efektif - Monitor sputum - Memonitor TTV klien : suhu 36,4 M: 6 (cm)
meningkat (5) Terapeutik : ˚C, nadi : 108x/menit, spo2 98%, TTV suhu 36,4 ˚C, nadi :
- Produksi Sputum - Berikan minum hangat RR :25x/menit 108x/menit, spo2 98%, RR
menurun (5) - Berikan oksigen jika perlu - Memberikan terapi nebul 3x ½ velu :25x/menit
Bersihan jalan napas tidak Edukasi : plus + ½ Pulm - Batuk Efektif meningkat
- Anjurkan asupan cairan - Mengevaluasi pemberian nebul sore (5)
efektif (D.0001) b.d sekresi
2000 ml/hari, jika tidak ada hari, ibu klien mengatakn langsung - Produksi Sputum cukup
yang tertahan d.d anak
kontraindikasi batuk dan sputum keluar menurun (4)
3 terlihat tidak mampu
Kolaborasi : 2/9/21 A : Masalah teratasi sebagian
menuntaskan batuknya - Kolaborasi pemberian Jam 05.30 P : Lanjutkan intervensi
karena sputum tidak keluar bronkodilator, mukolitik, - Mengobservasi sekret setelah manajemen nutrisi,
ekspektoran, jika perlu pemberian nebul tadi malam dan ttv, - Memonitor TTV
ibu klien mengatakan secret yang - Mempertahankan suhu
kemarin langsung keluar setelah tubuh
diberikan nebul di kamar mandi - Memonitor asupan
anak langsung batuk, yang tadi nutrisi Ma/mi pada klien
malam anak tidak mengeluarkan
sekret dan masih tertahan 2/9/21
- TTV : nadi 108x/menit, suhu: 36,1 S : ibu klien mengatakan anak
˚C,, SPO2 98% RR: 29x/menit batuk tapi sekret tidak bisa
Jam 06.15 : keluar
- Memberikan terapi nebul 3x ½ velu O : K/U cukup, GCS E: 4, V: 5,
plus + ½ Pulm M: 6 (cm)
- Menganjurkan minum air hangat, TTV nadi 108x/menit, suhu:
ibu klien mengatakan semalam anak 36,1 ˚C,, SPO2 98% RR:
minum air putih satu botol sedang 29x/menit
- Batuk Efektif meningkat
(5)
- Produksi Sputum sedang
(3)
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
manajemen nutrisi,
- Memonitor TTV
- Mempertahankan suhu
tubuh
- Memonitor asupan
nutrisi Ma/mi pada klien