Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM 6.

PENYUSUNAN KAJIAN TEORI DALAM PENELITIAN

Disusun Oleh
Elrefi Luthfia Azzahra
NIM.19312241004

PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2021
A. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu menganalisis dan mengembangkan kajian teoritis dalam penelitian.

B. Pengantar
1. Landasan teori mengkaji teori, pengertian, definisi, dan konsep terkiat objek/
variabel yang akan diteliti.
2. Sumber referensi setiap kata kunci hendaknya bervariasi (jurnal, buku referensi,
artikel)
3. Sesudah mensitasi/merujuk, peneliti wajib menganalisis.
4. Sesudah menganalisis, peneliti wajib mensintesis sehingga menjadi definisi
operasional yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
5. Lebih optimal dalam menejemen sumber refersnsi gunakan aplikasi menejemen
referensi: zotero, mendeley, atau yang lain.

No Variabel/Istilah Definisi Konseptual Definisi Operasional


1 Pembelajaran a. Menurut (depdiknas : 2006) IPA Dari uraian di samping, dapat
IPA berhubungan dengan cara mencari tahu disimpulkan bahwa IPA merupakan
tentang alam secara sistematis, sehingga ilmu Pengetahuan yang
bukan hanya penguasaan kumpulan berhubungan dengan gejala-gejala
pengetahuan yang berupa fakta, konsep, alam.Tidak hanya itu, IPA juga dapat
atau prinsip saja tetapi juga merupakan dijadikan sebagai sebuah proses
proses penemuan kurikulum KTSP. dalam penemuan Kurikulum, karena
Pengertian tersebut menunjukan bahwa IPA merupakan suatu deretan
IPA bukan hanya penguasaan terhadap konsep yang dapat diamati serta di
teori saja tetapi sebuah proses penemuan eksperimentasikan lebih lanjut.
kurikulum.

b. Fowler dalam Trianto (2010:136)


berpendapat IPA adalah pengetahuan yang
sistematis dan dirumuskan, yang
berhubungan dengan gejala-gejala
kebendaan dan didasarkan terutama atas
pengamatan dan deduksi. Pengertian
tersebut menegaskan bahwa IPA
merupakan pengetahuan sistematis yang
berhubungan dengan gejala-gejala Alam.

c. IPA merupakan pengetahuan yang pasti


berhubungan baik dengan benda hidup
maupun benda mati, hal ini sejalan dengan
James Conant 1997 (dalam Samatowa
Usman 2010:1) mendefinisikan sains
sebagai “suatu deretan konsep serta
skema konseptual yang berhubungan satu
sama lain, dan yang tumbuh sebagai
hasilnya eksperimentasi dan
observasi,serta berguna untuk diamati dan
di eksperimentasikan lebih lanjut.
2 Model a. Menurut (Dian Kusuma dkk, 246) Salah Dari uraian di samping, dapat
Pembelajaran
satu model pembelajaran yang dapat disimpulkan bahwa Model
mengaktifkan peserta didik adalah model Pembelajaran memiliki fungsi
pembelajaran kooperatif tipe Teams salah satunya untuk meningkatkan
Games Tournaments (TGT).Hal ini keaktifan siswa. Adanya model
dipertegas kembali oleh (Purwati et al, pembelajaran TGT dapat
2013:46) mengatakan bahwa : membuat suasana kelas menjadi
lebih aktif karena model ini di
b. Model pembelajaran TGT dikembangkan tuntut seluruh siswa dapat
oleh Robert Slavin dengan membagi berpartisipasi dengan baik.
peserta didik dalam kelompok kecil, teknik Sehingga siswa tidak hanya aktif
belajar ini menggabungkan kelompok tetapi dilatih untuk bersosialisasi
belajar dengan kompetensi tim dan akan dan tentu akan lebih mudah
merangsang keaktifan peserta didik sebab mencapai tujuan.
dituntut berpartisipasi dalam
menyelesaikan tugas akademik (Purwati et
al, 2015:46) Adapun untuk kelebihan dari
model pembelajaran ini, disinggung oleh
(Wahyudi dan Haryono, 2014:65)
mengatakan bahwa :

c. Model pembelajaran Teams Games


Tournaments (TGT) mengandung
kelebihan seperti proses belajar mengajar
berlangsung dengan keaktifan peserta
didik, mendidik peserta didik untuk
berlatih bersosialisasi, hasil belajar lebih
baik, dan dapat menguasai materi secara
mendalam karena terciptanya lingkungan
belajar yang menyenangkan (Wahyudi dan
Haryono, 2014:65)

3 Media a. Media memegang peranan yang sangat Dari uraian di samping, dapat
Pembelajaran penting dalam pembelajaran sehingga disimpulkan media pembelajaran
tujuan dari pembelajaran yang telah memegang peranan penting bagi
direncanakan dapat tercapai dengan kelangsungan pembelajaran di
maksimal (Jawara dkk). Hal ini kelas. Adanya media
dipertegas kembali Oleh Azhar Arsyad pembelajaran yang menarik dapat
(2014:2-3)mengatakan bahwa : menarik perhatian siswa sehingga
akan menghasilkan suasana kelas
b. Menurut Azhar Arsyad (2014:2-3), media yang lebih aktif dan kondusif.
adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Salah satu media pembelajaran
suatu proses kegiatan belajar mengajar yang menarik yaitu Puzzle, media
demi tercapainya tujuan pendidikan pada ini tentu menarik karena
umumnya dan tujuan pembelajaran di dilakukan secara kelompok
sekolah khususnya. Selain itu, Alfiatun juga sehingga seluruh siswa dapat
menambahkan Media menarik untuk siswa berperan aktif di kelas.
salah satunya yaitu Puzzle.

c. Menurut Alfiatun N, dkk (2013:174), puzzle


adalah permainan menyusun potongan-
potongan gambar agar tercipta suatu
gambar yang utuh.
4 Tingkat a. Menurut Whipple dalam Hamalik (2009), Dari uraian di samping, dapat
keaktifan keaktifan belajar siswa adalah suatu proses disimpulkan bahwa Keaktifan
Siswa belajar mengajar yang menekankan belajar siswa merupakan suatu
keaktifan siswa secara fisik, mental, proses belajar mengajar yang
intelektual dan emosional guna menekankan keaktifan secara
memperoleh hasil belajar berupa fisik,mental,intlektual dan
perpaduan antara aspek kognitif, afektif emosional guna memperoleh hasil
dan psikomotor selama siswa berada di belajar yang sesuai. Selain itu
dalam kelas. keaktifan belajar siswa juga dapat
Hal ini dipertegas kembali oleh (Dimyati dijadikan sebagai sebuah proses
dan Mujionno) pengoptimalisasian pada karakter
siswa.
b. Dimyati dan Mujiono (2006) menyatakan
bahwa keaktifan belajar siswa merupakan
proses pembelajaran yang mengarah
kepada pengoptimalisasian yang
melibatkan intelektual-emosional siswa
dalam proses pembelajaran dengan
melibatkan fisik siswa

c. Sejalan dengan Dimyati dan Mujiono,


Nanang (2012) menjelaskan bahwa
keaktifan belajar adalah kegitan jasmani
dan rohani manusia untuk melakukan
sesuatu dalam upaya mencapai tujuan
tertentu
5 Hasil Kognitif a. (M Alisuf Sabri,2007) Hasil belajar Dari uraian di samping, maka
Siswa kognitif adalah perilaku yang terjadi dapat disimpulkan bahwa hasil
dalam kawasan kognisi. Proses belajar belajar kognitif merupakan suatu
yang melibatkan kognisi meliputi perilaku dalam proses belajar
kegiatan sejak dari penerimaan stimulus yang melibatkan kegiatan
eksternal oleh sensori, penyimpanan pembelajaran di dalam kelas.
dan pengolahan dalam otak menjadi
informasi hingga pemanggilan kembali
informasi ketika diperlukan untuk
menyelesaikan masalah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Pembelajaran IPA
IPA merupakan pengetahuan yang pasti berhubungan baik dengan benda hidup maupun
benda mati, hal ini sejalan dengan James Conant 1997 (dalam Samatowa Usman 2010:1)
mendefinisikan sains sebagai “suatu deretan konsep serta skema konseptual yang
berhubungan satu sama lain, dan yang tumbuh sebagai hasilnya eksperimentasi dan
observasi,serta berguna untuk diamati dan di eksperimentasikan lebih lanjut.
2. Model Pembelajaran
Model pembelajaran TGT dikembangkan oleh Robert Slavin dengan membagi peserta didik
dalam kelompok kecil, teknik belajar ini menggabungkan kelompok belajar dengan
kompetensi tim dan akan merangsang keaktifan peserta didik sebab dituntut berpartisipasi
dalam menyelesaikan tugas akademik (Purwati et al, 2013:46)
3. Media Pembelajaran
Media memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran sehingga tujuan
dari pembelajaran yang telah direncanakan dapat tercapai dengan maksimal
(Jamilatun dkk). Menurut Azhar Arsyad (2014:2-3), media adalah bagian yang tidak
terpisahkan dari suatu proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan
pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah khususnya.
4. Tingkat Keaktifan Siswa
Menurut Whipple dalam Hamalik (2009), keaktifan belajar siswa adalah suatu proses belajar
mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental, intelektual dan emosional
guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan
psikomotor selama siswa berada di dalam kelas.
5. Hasil Kognitif Siswa
(M Alisuf Sabri,2007) Hasil belajar kognitif adalah perilaku yang terjadi dalam
kawasan kognisi. Proses belajar yang melibatkan kognisi meliputi kegiatan sejak dari
penerimaan stimulus eksternal oleh sensori, penyimpanan dan pengolahan dalam otak
menjadi informasi hingga pemanggilan kembali informasi ketika diperlukan untuk
menyelesaikan masalah.
Daftar Pustaka

Alisuf, Sabri. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya.


Alfiatun, dkk .2013. Efektivitas Kombinasi Kooperatif Time Token Dengan Picture Puzzle Materi
Sistem Peredaran Darah. ISSN 2252-6579 .Vol. 2
Azhar Arsyad. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Depdiknas, (2006). Kurikulum tingkat satuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.
Dian Kusuma dkk. (1982). Media Pendidikan. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada
Dimyati, Mudjiono, (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara.
Jawara, D.S. 2013.Perbandingan Model Pembelajaran Aktif Strategi The Firing Line dan Index Card
Match terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Menerapkan Dasar-dasar
Elektronika di SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. ISSN 1041-
1048. Vol. 02 (3): 1-7.
Nanang, Cucu. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Refika Aditama.
Purwati, Dwijayanti, Mosik. 2013. Implementasi Teams Games Tournaments Berbasis Percobaan
Fisika terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Peserta Didik. Unnes Physics
Educational Journal. ISSN 2252- 6935. Vol 2 (1): 45-53.
Samatowa, Usman. (2010). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.
Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam KTSP.
Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyudi, D dan Haryono, 2014.Efektifitas Model Teams Games Tournaments (TGT) Dengan Media
Sulap Untuk Menyelesaikan Soal Fisika Kelas VII SMP Negeri 1 Karimunnjawa. Indonesian
Journal Of Curriculum and Educational Technology Studies. ISSN 2252-6447. Vol. (3) No.1:64-
69.

Anda mungkin juga menyukai