Anda di halaman 1dari 27

Pengakuan

Pendapatan
Oleh : Nia Yuniarsih,

S.E., M.S.A

Lingkungan Terkini Pengakuan pendapatan​:


Menurut PSAK No. 23, yang dimaksud dengan
pendapatan adalah ​arus bruto manfaat ekonomi yang
timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu
periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan
ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Lingkungan Terkini Pengakuan Pendapatan, p​ endapatan


diakui pada saat: (1) direalisasi (​realized​), dan
(2) diperoleh (​earned​).
Penjelasan dari prinsip pengakuan pendapatan tersebut adalah: ​1.
Pendapatan yang berasal ​dari penjualan diakui pada tanggal terjadinya
transaksi​. Biasanya diartikan sebagai tanggal penyerahan barang
kepada pembeli.
2. Pendapatan yang berasal dari ​penjualan jasa, diakui pada saat jasa
telah diselesaikan dan dapat ditagihkan ke pembeli​.
3. Pendapatan ​dari pemberian ijin menggunakan aktiva perusahaan​,
seperti bunga, sewa, dan royalti, ​diakui sejalan dengan berlalunya
waktu atau pada saat aktiva tersebut digunakan​.
4. Pendapatan dari ​penjualan aktiva tetap, diakui pada saat terjadinya
penjualan
a. ​Pendapatan direalisasi apabila barang dan jasa ditukar degan kas
atau piutang
b. ​Pendapatan
dapat direalisasi apabila aktiva yang diterima dalam
pertukaran segera dapat dikonversi menjadi kas atau piutang dengan
jumlah yang diketahui
c. ​Pendapatandihasilkan apabila entitas bersangkutan pada hakikatnya
telah menyelesaikan apa yang seharusnya dilakukan untuk mendapat
hak atas manfaat yang dimiliki oleh pendapatan itu.
Pengakuan Pendapatan diklasifikasikan menurut sifat
transaksi
Penjualan
Jenis Penj.aktiva

Pemberian jasa Memperbolehkan


transaksi
persediaan persediaan

mengg. aktiva
Uraian Pendapatan dr
Pendapatan Keuntungan/ker

produk dari selain


pendapatan Waktu

ugian atas disposisi

dari fee/jasa Tanggal


Pendapatan penjualan

bunga/sewa/roya lti

penjualan / Tgl penj atau


Pengakuan tanggal Jasa sdh Dg berlalunya
pertukaran
pendapata dilaksanakan & wkt/ketika
penyerahan
dpt ditagih aktv
n
digunakan

Pengakuan pendapatan pada saat penjualan


 ​Penjualan dengan Perjanjian beli kembali, dengan kata lain tidak ada transaksi
penjualan
 ​Penjualan dengan hak retur
 ​Trade loading penjualan dengan kuantitas banyak dan cepat, untuk laba ​ ​Channel
Stuffing

Pengakuan Pendapatan Sebelum penyerahan

Pendapatan diakui secara proporsional selama tahap 


produksi ​• Cara ini dipakai terutama oleh perusahaan kontraktor.
Hal ini
dilakukan karena sifat pekerjaan yang dilakukan, yang biasanya
memerlukan waktu penyelesaian melebihi satu periode akuntansi.
Cara seperti ini dapat dilakukan apabila ​taksiran biaya penyelesaian
dan tahap kemajuan penyelesaian kontrak dapat ditentukan.

Penaksiran ini dapat dilakukan dengan cara:


1. Metode persentase penyelesaian
2. Metode kontrak selesai

Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman

Harus menggunakan metoda ​Percentage-of-Completion


jika estimasi kemajuan pekerjaan, pendapatan, dan kos
reasonably dependable ​dan ​seluruh ​kondisi berikut ada:
1. Kontrak secara jelas menetapkan ​enforceable rights ​terkait
dengan barang atau jasa oleh masing-masing pihak,
pertimbangan yang akan diubah setiap saat, dan hal-hal
yang terkait dengan pembayaran
2. Pembeli dapat diharapkan memenuhi seluruh kewajibannya.
3. Kontraktor dapat diharapkan melaksanakan pekerjaan
sesuai kontrak.

Pengakuan Pendapatan Sebelum Pengiriman


Perusahaan harus menggunakan metoda ​Kontrak
Selesai ​jika ​satu ​diantara kondisi berikut ini terpenuhi
1. Perusahaan memiliki kontrak jangka pendek, atau
2. Perusahaan tidak dapat memenuhi kondisi untuk
menggunakan metoda persentase penyelesaian, atau

3. Ada ​inherent hazards ​dalam kontrak di luar kondisi


normal, yang menimbulkan risiko bisnis.
 ​PT.Hady membangun sebuah jembatan senilai 4.500.000 yang diharapkan selesai tahun 2013 dengan
estimasi biaya 4.000.000. Data berikut ini berkaitan dengan estimasi total biaya yang meningkat pada
akhir tahun 2012 menjadi 4.050.000
2011 2012 2013

biaya sampai tanggal ini 1.000.000 2.916.000 4.050.000

estimasi biaya untuk 3.000.000 1.134.000


menyelesaikan
termin selama tahun berjalan 900.000 2.400.000 1.200.000

kas yang tertagih selama 750.000 1.750.000 2.000.000


tahun berjalan

Contoh metode persentase penyelesaian


harga kontrak 4.5
dikurangi estimasi biaya :
biaya sampai tanggal ini 1.0
estimasi biaya unuk 3.00
menyelesaikan

estimasi total biaya 4.00


estimasi total laba kotor 50
25%

persentase selesai 1.00


4.0

 ​Persentase selesai dihitung sbb :


2011 2012 2013
Piutang usaha 900.000
penagihan atas konstr dlm 900.000
proses

kas 750.000
piutang usaha 750.000

 ​Ayat jurnal :
2011 2012 2013
untuk mencatat biaya konstruksi

konstuksi dalam proses 1.000.000 1.916.000 1.134.000


beban, kas, hutang dsb 1.000.000 1.916.000 1.134.000
2013 4.500.000 x 100%

dikurangi : pendp yg diakui 2011 dan 2012

pendapatan tahun 2013

laba yang diakui pada tahun

2011 500.000 x 25%

2012 450.000 x 72%

 ​Persentase penyelesaian, pendapatan, dan laba kotor dikurangi : laba kotor yg diakui 2011
per tahun:
laba kotor tahun 2012
2011 2012 2013
2013 450.000 x 100%
pendapatan yang diakui pada tahun
dikurangi : laba kotor yg diakui 2011 dan 2012
2011 4.500.000 x 25% 1.125.000
laba kotor tahun 2013
2012 4.500.000 x 72% 3.240.000

dikurangi : pendp yg diakui 2011 (1.125.000)

pendapatan tahun 2012 2.115.000


Ayat jurnal untuk mengakui pendapatan dan laba kotor serta mencatat
penyelesaian kontrak
Untuk mengakui pendapatan dan
laba kotor 11 12 13 ​Konstruksi dlm proses (laba
kotor) 125.000 199.000 126.000
Beban konstruksi 1.000.000 1.916.000 1.134.000 ​Pendapatan dari kontrak jgk
panjang 1.125.000 2.115.000 1.260.000

Untuk mencatat penyelesaian


kontrak
Penagihan atas konstruksi dalam
proses 4.500.000 Konstruksi dalam proses 4.500.000

Penyajian dalam laporan Laba rugi


PT Hadi
Sebagain Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir 31
Desember xx

Laporan Laba Rugi 11 12 13​ Pendapatan dari kontrak jangka


panjang 1.125.000 2.115.000 1.260.000 ​ ​Biaya konstruksi (1.000.000) (1.916.000) (1.134.000)
Laba kotor 125.000 199.000 126.000

Neraca
Aktiva lancar
Piutang usaha 150.000 800.000 ​ ​Persediaan
Konstruksi dlm proses 1.125.000
(-) penagihan (900.000)
biaya dan laba yg diaui melebihi
penagihan 225.000
Jurnal Metode kontrak selesai
Penagihan atas konstruksi dalam proses 4.500.000
Pendapatan dari kontrak jangka panjang 4.500.000

Biaya konstruksi 4.050.000


Konstruksi dalam proses 4.050.000
Perbandingan laba kotor yang diakui
% kontrak selesai
penyelesaian
2011 125.000 0
2012 199.000 0
2013 126.000 450.000

Laporan laba rugi Metode kontrak selesai 11 12 13


Laporan laba rugi
Pendapatan dari kotrak jangka panjang 0 0 4.500.000
Biaya konstruksi 0 0 (4.050.000)
Laba kotor 0 0 450.000
Neraca
Aktiva lancar
Piutang usaha 150.000 800.000
​Persediaan
​Konstruksi dalam proses 1.000.000
'(-) Penagihan (900.000) 100.000
Biaya kontrak yg blm ditagih
Kewajiban lancar :
penagihan (3.300.000) melebihi biaya kontrak (2.916.000) 384.000

Pengakuan pendapatan setelah penyerahan


Pendapatan diakui pada saat pembayaran diterima​.
• Cara ini dipakai apabila terdapat ketidakpastian mengenai
kolektibilitas piutang dari penjualan tersebut. Hal ini disebabkan oleh
belum berpindahnya hak pemilikan atas barang yang dijual sampai
dengan dilunasinya pembayaran, sehingga ada kemungkinan terjadi
pembatalan transaksi penjualan. Contoh: transaksi penjualan
angsuran (​installment sales)​

Pendapatan dari penjualan konsinyasi


• Dalam penjualan konsinyasi, pendapatan baru diakui setelah terjadi
penjualan dan penyerahan barang dari komisioner (​consignee​)
kepada pembeli.
Metode Kontrak Selesai
 ​Pendapatan dan laba kotor diakui saat penjualan, yaitu pada saat kontrak
diselesaikan.
 ​Biayakontrak jangka panjang dalam proses dan penagihan tahun berjalan
telah diakumulasi, tetap tidak ada pembebanan atau pengkreditan internim
ke akun laporan laba/rugi seperti pendapatan, biaya dan laba kotor.
Maka ayat jurnal untuk mengakui pendapatan dan biaya serta menutup akun 
persediaan ​dan penagihan 
       
Penagihan atas konstruksi dalam proses   4.500.000    
​Pendapatan dari Kontrak Jangka Panjang       4.500.000 
       
Biaya Konstruksi   4.050.000    
Konstruksi dalam proses       4.050.000 
       
PT. Hady          
Laporan Laba Rugi Komparatif          
(Metode Persentase          
Penyelesaian) 
  2001     2002     2003 
Pendapatan dr kontrak  1.125.000   2.115.000   1.260.000 
jangka panjang  
Biaya konstruksi   1.000.000   1.916.000   1.134.000 
Laba Kotor   125.000   199.000   126.000 
  
  
(Metode Kontrak Selesai)        
  2001     2002    
Pendapatan dr kontrak  0   0  
jangka panjang  
Biaya konstruksi   0   0  
Laba Kotor   0   0  
  
PT. Hady         
Laporan Laba Rugi Komparatif         
PT. Hady             
Neraca Komparatif             
(Metode Persentase Penyelesaian)           
    2001     2002     2003 
Aktiva Lancar              
Piutang Usaha     150.000    800.000     
Persediaan             
Konstrksi dalam proses   1.125.000           
Dikurangi : Penagihan   900.000           
Biaya dan laba yang diakui    225.000         
yang melebihi penagihan 
           
(3.300.000 – 3.240.000)             
Kewajiban lancar             
Penagihan melebihi biaya        60.000     
dan laba yang diakui 
           

PT. Hady             
Neraca Komparatif             
(Metode Kontrak Selesai)             
    2001     2002     2003 
Aktiva Lancar              
​Piutang Usaha     150.000    800.000     
​Persediaan             
Konstrksi dalam proses   1.000.000           
Dikurangi : Penagihan   900.000           
Biaya dan laba yang diakui    100.000         
yang melebihi penagihan 
           
(3.300.000 – 2.916.000)             
Kewajiban lancar             
Penagihan melebihi biaya        384.000     
dan laba yang diakui 
           

Perbandingan Laba Kotor yang diakui menurut 2 metode 


  Persentase penyelesaian     Kontrak selesai 
2001   125.000     0  
2002   199.000     0  
2003   126.000     450.000  

SOAL KUIS : ​PT Virginia menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan
Juli 2014 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar
Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober
2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005,
taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini data
lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:
Keterangan   2014   2015   2016 
Biaya s/d. tahun Rp2.000.000.0 Rp5.832.000.0 Rp8.100.000.0
Taksiran Bi. Peny. Sisa 00 00 0
kontr Tagihan Kontrak 6.000.000.0 2.268.000.0 0
Kas yang diterima 00 00 -
1.800.000.000 4.800.000.000 2.400.000.000
1.500.000.000 3.500.000.000 4.000.000.000

Diminta :
 ​Hitunglah
dan buat skema persentase selesainya tahun
2014 -2016.
 ​Buatlah ayat jurnal nya.
 ​Buatlahskema pendapatan dan laba yang diakui
mulaitahun 2014-2015
PENGAKUAN PENDAPATAN
SETELAH ​PENYERAHAN
(PENJUALAN CICILAN)
Penjualan cicilan 2007 2008 2009
200.000 250.000 240.000
HPP (150.000) (190.000) (168.000)
Laba kotor 50.000 60.000 72.000
Tingkat laba
kotor atas
penjualan
Penjualan 07 60.000 100.000 40.000
Penjualan 08 100.000 120.000
Penjualan 09 80.000
50.000 / 200.000 60.000/250.000 72.000 / 240.000
25% 24% 30%

Tahun 2007
Piutang usaha Cicilan 200.000 ​Penjualan 200.000

Kas 60.000 Piutang usaha 60.000

HPP 150.000 Persediaan 150.000

Penjualan Cicilan 200.000 HPP 150.000 Laba kotor yg ditgghkn 50.000

Laba kotor yg ditgghkan 15.000 Laba kotor yg direalisasi 15.000

Laba kotor yg direalisasi 15.000 Ikhtisar Laba Rugi 15.000


Tahun 2008
Piutang usaha Cicilan 250.000 ​Penjualan 250.000

Kas 200.000 Piutang usaha 07 100.000 Piutang usaha 08 100.000 HPP 190.000
Persediaan 190.000

Penjualan Cicilan 250.000 HPP 190.000 Laba kotor yg ditgghkn 60.000


Laba kotor yg ditgghkan 07 25.000 ​Laba kotor yg ditangguhkan 08 24.000 Laba kotor yg
direalisasi 49.000 Laba kotor yg direalisasi 49.000 Ikhtisar Laba Rugi 49.000

Tahun 2007
Tingkat Laba Kotor Tahun berjalan 25% Kas yg tertagih dari
penjualan tahun berjalan 60.000 Laba kotor yg direalisasi
25% x 60.000 15.000
Laba kotor yng ditangguhkan (50.000-15.000) 35.000 ​Tahun
2008
Tingkat Laba Kotor Tahun berjalan 24% Kas yg tertagih dari
penjualan tahun berjalan 100.000 Laba kotor yg direalisasi
24% x 100.000 24.000 Laba kotor yng ditangguhkan
(60.000-24.000) 36.000 ​Perhitungan Tahun 2007
Tingkat Laba Kotor Tahun berjalan 25% Kas yg tertagih dari
penjualan tahun berjalan 100.000 Laba kotor yg direalisasi
25% x 100.000 25.000 Total laba yg direalisasi tahun 2008
Direalisasi dari penagihan penjualan 07 25.000 Direalisasi
dari penagihan penjualan 08 ​24.000​ ​Total 49.000
2009
Penjualan tahun berjalan
Tingkat laba kotor 30%
Kas yang tertagih dari penj th berjalan 80.000 Laba kotor
yg direalisasi 30% x 80.000 24.000 Laba kotor yg
ditangguhkan 48.000 ​2007
Tingkat laba kotor 25%
Kas yg tertagih 40.000 Laba kotor th 07 25% x 10.000
10.000 ​2008
Tingkat laba kotor 24%
Kas yg tertagih 125.000 Laba kotor 24% x 125.000 30.000
Total laba kotor yg direalisasi th 09
Direalisasi dr penagihan penj th 07 10.000 Direalisasi dr penagihan penj th
08 30.000 Direalisasi dr penagihan penj th 09 24.000 total = 64.000

Anda mungkin juga menyukai