Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

PT merupakan suatu perseroan yang dilakukan antara dua orang atau lebih yang

sepakat melakukan sebuah perseroan. Yang mana perseran memeiliki oran atau badan

yanr tersususn dan di akui oleh pemerintah.

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, penulis dapat merumuskan masalahnya

dengan :

1.      Apa pengertian dari PT

2.      Bagaimana organ dalam perseroan itu?

3.      Bagaimana cara pengangkatan dan pembubarannya?

C.     Tujuan Penulisan

Selain bertujuan untuk memenuhi tugas terstuktur dalam mata kuliah Hukum

Dagang. Penulisan makalah ini juga bertujuan supaya para pembaca dapat memahami

apa itu makelar atau pembantu perusahaan diluar perusahaan dengan baik.

1
BAB II
PEMBAHASAN

PERSEROAN TERBATAS (PT)

A.    Pengertian

KUHD tidak memberikan defenisi tentang peseroan terbatas dan KUHD

hanyalah mengatur bentuk persoalan ini secara terbatas dan sederhana. Hanya ada 20

buah pasal dalam KUHD yang khusus mengatur PT. yaitu pasal 36 s/d 56.[1]

Pada umumnya, orang berpendapat bahwa PT adalah persekutuan yang

berbentuk badan hokum, badan hokum ini tidak disebut “Persekutuan”, tetapi

“Perseroan”, sebab modal badan hokum itu terdiri dari sero-sero atau saham-saham,

[2] atau suatu bentuk perseroan yang didirikan untuk menjalankan peusahaan dengan

modal perseroan tertentu yang terbagi atas saham-saham, dan para pemegang saham ikut

serta dengan mengambil suatu saham atu lebih dan melakukan perbuatan-perbuatan

hokum dibuat oleh nama bersama, dengan tidak bertanggung jawab sendiri untuk

persetujuan perseroan itu.[3]

PT menanggung persetujuan terhadap pihak ketiga dengan siapa ia melakukan

hubungan perdagangan. Pemegang saham yang bertanggung jawab terhadap para

kreditur. Para pemegang saham suatu PT hanya bertanggung jawab terhadap PT untuk

menyerahakn sepenuhnya jumlah saham untuk apa mereka itu turut serta dalam PT itu.

PT adalah suatu badan hokum berarti dapat melekukan perbuatan hokum.

2
Pengertian perseroan terbatas lainnya dalam pasal 1 angka 1 UU PT 1995.

Disana disebutkan PT adalah badan hokum yan didirikan berdasarkan perjanjian.

Melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham

dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU ini dan peraturan

pelaksanaannya.[4]

B.     Badan Hokum dari PT

Seperti yang dukutip dari Soedjono Dirdjo Sisworo, PT mampu bertindak

melakukan perbuatan hokum melalui “wakilnya” untuk itu ada yang disebut agent yaitu

orang yang mewakili perseroan serta bertindak untuk dan atas perseroan. Dengan

demikian, perseroan juga merupakan subjek hokum, yaitu subjek hokum mandiri atau

persoanastandi in judicio. Dia bias mempunyai hak dan kewajiban dalam hubungan

hokum sama seperti manusia biasa (natural person) atau natuurlijk person, dia bisa

menggugat ataupun digugat, bisa membuat keputusan dan bisa mempunyai hak dan

kewajiban, utang piutang, mempunyai kekayaan seperti layaknya manusia biasa.

a.       Syarat-syarat PT sebagai badan hokum :

1.      Pemisahan harta kekayaan

2.      Mempunyai tujuan tertentu

3.      Melakukan hubungan hokum sendiri

4.      Mempunyai organisasi yang teratur

3
b.      Persyaratan Pendirian Perseroan

Dalam pasal 8 UU PT 1995 disebutkan akta pendirian perseroan tersebut sekurang-

kurangnya berisi :

1.      Nama lengkap, tempat tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan

pendiri

2.      Susunan, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan dan tempat tinggal, dan

kewarganegaraan direksi dan komisaris yang pertama kali diangkat

3.      Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham, rincian jumlah saham,

dan nilai nominal atau nilai yang dipejanjikan dari saham yang telah ditempatkan dan

telah disetor pada saat pendirian

4.      Tidak boleh memuat ketentuan tentang penerimaan bunga tetap

c.       Prosedur Pendirian

Setelah akta pendirian dibuat, para pendiri mengajukan permohonan tertulis agar

perseroan disahkan dengan melampirkan akta pendirian. Akta tersebut diberikan dalam

waktu paling lama 60 hari setelah permohonan diterima dan telah memenuhi syarat dan

dinyatakan secara sah oleh menteri kahakiman. Kemudian surat akta pendirian di

daftarkan dala perusahaan oleh direksi perseroan dalam waktu 30 hari dan diumumkan.

Dalam pasal 23 UU PT 1995 dikatakan selama pendaftaran dan pengumuman

perseroan belum dilakukan, maka direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab

atas segala perbuatan hokum yang dilakukan perseroan.

4
d.      Ciri-Ciri Perseroan Sebagai Badan Hokum

Sebagai badan hokum, pemegang saham perseroan tidak bertanggung jawab

secara pibadi atas perikatan yang dibuat atas nama perseroan dan tidak tidak

bertanggung jawab atas kerugian perseroan melebihi nilai saham yang telah diambilnya.

Dengan demikian dalam perseroan, pemegamng saham hanya bertnggung jawab sebesar

nilai saham yang diambilnya dan tidak meliputi harta kekayaan pribadinya.[5]

e.       Organ Perseroan

Organ perseroan terdiri atas :[6]

1.      Rapat umum pemegang saham.

Dalam pasal 1 UU PT disebutkan : “ rapat umum pemegang saham (rups) adalah

organ perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada direksi atau

dewan komisaris dalam batas waktu yang ditentukan dalam UU PT atau AD perseroan.”

2.      Dewan komisaris

Dalam pasal 1 butir 6 UU PT disebutkan : “dewan komisaris adalah organ perseroan,

yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan khusus sesuai dengan anggaran

dasar seerta memberikan nasehat kepada direksi dalam menjalankan peseroan.”

3.      Direksi

Dalam pasal 1 butir 5 PT disebutkan : “direksi adalah oragan perseroan yang

bertanggung jawab penuh  atas pengurusan dan  kepentingan dan tujuan perseroan

serta  mewakili perseroan, baik didalam maupun diluar pengadilan sesuai dengan

ketentuan anggaran dasar.

5
         Unsure-unsur badan hokum

  Organisasi yang teratur

  Kekayaan yang teratur

  Melakukan hubungan hokum sendiri

  Mempunyai tujuan sendiri

         Unsure-unsur defenisi perseroan

  Badan hokum

  Didirikan berdasrkan perjanjian

  Melakukan kegiatan usaha

  Modal dasar

  Memenuhi persyaratan undang-undang

C.     Cara Mendirikan Perseroan Terbatas

Cara mendirikan PT, didalam KUHD tidak ditetapkan berapa orang sedikitnya

secara sah mendirikan PT. menurut Prof. Sukardono di Indonesia paling sedikit 2 orang,

[7]dan begitu juga menurut C.S.T. Kansil.[8]

Berdasrkan pasal 38 (1), pasal 36 (2) KUHD, PT harus didirikan dengan akta

notaries, ancaman tidak sah bila tidak demikian. Akta notaries ini tidak mutlak untuk

mensahkan pendirian PT. akta notaries ini berisi persetujuan mendirikan PT, yang

didalamnya dimasukkan anggaran dasar PT yang memuat :

a.       Nama PT

b.      Tempat kedudukan

6
c.       Maksud dan tujuan

d.      Lamanya akan bekerja

e.       Cara-cara bekerja dan bertindak terhadap pihak ketiga

f.       Hak dan kewjiban pesero dan pengurus

Sebagai nama PT tidak dibolehkan mempergunakan nama salah seorang persero

atau lebih. Nama harus diambil dari objek perusahaan. Menteri Kehakiman memberikan

pengesahan berdasarkan ketentuan dalam pasal 37 dan 50 KUHD.

D.    Dasar hokum berdirinya PT, diantaranya :[9]

a.       Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang PT

b.      Undang-Undang No 8 tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan

c.       PP No 26 tahun 1998 tentang Pemakaian Nama PT

d.      PP No 27 tahun 1998 Tentang Penggabungan, Peleburan, Dan Pengambilalihan PT

e.       PP No 28 tahu 1998 tentang Marger, Konsolidasi, Dan Akuisi Bank

E.     Pendirian PT

Menurut pasal 7 ayat (1) UU PT : perseroan didirikan oleh dua orang atau lebih

dengan akta notaries yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Pasal 7 ayat (2) : setiap

pendiri-pendiri perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat perseroan didirikan.

a.       Prosedur mendirikan PT

1.      Para pendiri dating ke kantor notaries untuk meminta dibuatkan akta pendirian PT

7
2.      Setelah pembuata akta selesai, notaries mengirim akta tersebut kepada kepala

direktorat perdata, departemen kehakiman

3.      Para pendiri membawa akta pendirian ke kantor kepaniteraan pengadilan negeri

4.      Dan melakukan pendaftaran di percetakan Negara

b.      Hal-hal penting dalam pembentukan PT

1.      Menurut polak, jumlah pendiri PT di Indonesia paling sedikit 2 orang.

2.      Akta pendirian harus oktentik.

3.      Akta pendirian merupakan alat bukti dari PT

4.      Pengesahan dari menteri kehakiman

c.       Syarat-syarat pengesahan

1.      Tidak bertentangan dengan norma kesusilaan dan ketertiban umum

2.      Akta pendirian, termasuk anggaran dasarnya tidak melanggar pasal 38 s/d 55

KUHD

3.      PT harus berdomisili Indonesia

4.      Tidak ada keberatan penting terhadap pt yang bersangkutan

d.      Pendaftran dan pengumuman

                 Ini di atur dalam pasal 38 ayat (2) dan (3) KUHD. Yang didaftarkan adalah

a.       Akta pendirian PT termasuk anggaran dasarnya

b.      Surat Keputusan Menteri Kehakiman

e.       Anggaran dasar PT

Isi anggaran dasar PT :

a.       Nama dan tempat kedudukan

8
b.      Maksud dan tujuan

c.       Waktu perseroan

d.      Modal

e.       Saham-saham

f.       Bikti sebagai pendiri

g.      Pengurusan dan pengawasan

h.      Neraca dan perhitungan laba dan rugi

i.        Pembagian keuntungan

j.        Dana cadangan

k.      Rapat umum para pemegang saham

l.        Perubahan anggaran dasar dan perubahan

m.    Hal-hal yang belum diatur

n.      Penutup

F.      Modal dan saham

Modal perseroan disebut juga modal masyarakat yaitu jumlah modal yang

disebut dalam akte pendirian dan merupakan suatu jumlah makimum sampai jumlah

mana dapat dikeluarkan surat-surat saham. Modal perseroan dalam neraca merupakan

jumlah yang tetap kecuali modal ini ditambah / dikurangi dengan jalan memperbesar

atau memperkecil modal.[10]

Sperseroan mempunyai kekayaan sendiri terpisah dari kekayaan masing-masing

pemegang saham. Harta kekayaan perseroan adalah modal, terdiri dari :[11]

9
a.       Modal perseroan atau modal dasar, yaitu jumlah maksimum modal yang disebutkan

dalam akta pendirian, minimal Rp 50 jt (pasal 32 ayat 1 UU PT).[12]

b.      Modal yang disanggupkan atau ditempatkan, yakni sebagian dari modal dasr

perseroan yang telah disetujui untuk diambil oleh para pendiri (dalam pasal 33 ayat

1 UU PT disebutkan minimal 25 % dari modal dasar).[13]

c.       Modal disetor, yakni modal telah benar-benar disetor oleh pemegang saham pada

khas perseroan.

Modal yang disebut sebagai aktifa :

a.       Modal yang disetor

b.       Tagihan perseroan terhadap pemegang saham

c.       Tagihan terhadap pihak ke tiga

d.      Benda bergerak dan tetap milik perseroan

Saham

            Saham adalah suatu tanda masuk ikut serta dalam modal perseron. Saham-saham

dapat dituliskan atas nama yang disebutkan saham atas nama dan saham blanco yang

disebut saham tunjuk atau aantoonder. Saham yang telah ditempatkan namun dibayar

penuh harus ditulis atas nama.

            Hak dan kewajiban saham

Hak-hak pemegang saham

1.      Menerima deviden untuk setiap saham yang dimiliki

2.      Mengunjungi rapat umum pemegang saham

3.      Mengeluarkan suara pada rapat PT

10
4.      Mendapatkan pembayaran kembali saham yang telah dibayar penuh

Kewajiban pemegang saham

1.      Mengurus harta kekayaan perseorangan

2.      Mengemudi usaha-usaha perseroan

3.      Mewakili PT didalam dan diluar hokum

G.    Berakhirnya perseroan

Berdasarkan UU PT 1995, maka perseroan dibubarkan atau berkhir karena :[14]

a.       Keputusan rapat umum pemegang saham

b.      Jangka waktu berdiri telah berakhir

c.       Adanya penetapan pengadilan;

d.      Karena adanya insolvensi, setelah dinyatakan pailit

e.       Karena modal perseroannya berkurang 75% atau lebih[15]

1.      Sifat pembubaran

Pembubaran perseroan adalah penghentian sebagai alat persekutuan. Mekanik

perseroan sementara tetap berjalan, tetapi motor penggerkknya sudah tidak ada lagi.

Hubungan hokum berubah sifatnya, kehilangan kasatuannya yang diarahkan tujuannya.

2.      Alasan bubarnya perseroan

a.       Masa hidupnya telah berakhir

b.      Pemegang saham menghendaki bubarnya perseroan

c.       Kerugian telah mencapai 75% dari modal tetap

11
d.      Adanya keadaan insolvensi

e.       Keputusan menteri kehakiman

f.       Keputusan menteri kehakiman dari mahkamah agung

Kecuali alas an alas an tersebut di atas, masih ada hal yang mungkin bias menjadi

alas an pembubaran perseroan, yaitu pasal 1646 kuhper.[16]

12
BAB III
PENUTUP

a.       Kesimpulan

Perseroan terbatas disebut juga perseroan yaitu badan hokum yang merupakan

persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan

modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi paesyaratan yang

ditetepkan dalam undang-undang serta peraturan pelaksanaannya.

Perseroan terbatas ini memiliki organ-organ, tanggung jawab, direksi, dewan

komisaris, peleburan, pengambilalihan, pemisahan dan lain sebagainya. Dan juga

perseroan ini bisa berakhir dan bisa di akhiri oleh kementerian dan kehakiman.

b.      Saran

Setelah kita membaca masalah makelar dalam makalah singkat ini. Hendaknya

bertambah pengetahuan yang dimiliki dan tidak salah lagi dalam memahaminya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Hasyim, Farida. Hukum dagang. Jakarta : Sinar Grafika. 2009.

Kansil, C.S.T. Pokok-Pokok Pengetahuan Hokum Dagang Indonesia. Jakarta : Sinar Grafika.

1994.

____________. Hokum Perusahaan Indonesia. Jakarta : PT Pradnya Paramita. 1995.

Purwosutjipto, H.M.N. Pengertian Pokok Hokum Dagang Indonesia. Jakarta : Djambatan.

1991.

Undang-Undang R.I Nomor 40 taHun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Bandung: Citra

Umbara. 2007.

Usman, rachmadi. Hokum Ekonomi Dalam Dinamika. Jakarta : Djambatan. 2000.

[1] Kansil. Pokok-Pokok Pengetahuan Hukum Dagang. (Jakarta : Sinar Grafika). Hal.

89.

[2] Purwosutjipto. Pengertian Pokok hokum Dagang Indonesia. (Jakarta : Djambtan).

Hal. 87.

[3] Hasyim, Farida. Hukum Dagang. (Jakarta: Sinar Grafika). Hal. 147.

[4] Usman, Rachmadi. Hukum Ekonomi dalam Dinamika. (Jakarata: Djambatan). Hal.

42.

[5] Usman, Rachmadi. Ibid., hal. 42-47.

14
[6] Hasyim, Farida. Op,. cit. hal. 153.

[7] Ibid,. hal. 147

[8] Kansil. Op,. cit. hal. 24.

[9] Hasyim, Farida. Op,. cit. hal. 149.

[10] Kansil. Op,. cit,. hal. 99.

[11] Purwosutjipto. Pengertian poko hukm dagang inonesia. (Jakarta : Djambatan). Hal.

103.

[12] Hasyim, Farida. Op,. cit,. hal. 152.

[13] Ibid.,

[14] Usman, Rachmadi. Hokum ekonomi dalam dinamika. (Jakarta : Djambatan). Hal.

52.

[15] Kansil. Op., cit. hal. 111.

[16] Purwosutjipto. Pengertian pokok hokum dagang Indonesia. (Jakarta : Djambatan).

Hal. 172-173.

15

Anda mungkin juga menyukai