Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

NILAI – NILAI (ETIKA) YANG BERLAKU DI


MASYARAKAT
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika Profesi dan Bisnis

Disusun Oleh :
1. Lilis Komariah (4282111100226)
2. Elia Sugiarti (4282111100243)

UNIVERSITAS TANGERANG RAYA


KABUPATEN TANGERANG
2021-2022
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................1
C. Tujuan Makalah.......................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................3
A. Pengertian Etika Dalam Kehidupan Masyarakat.....................................................3
B. Manfaat Etika Dalam Kehidupan Bermasyarakat....................................................4
C. Peranan Etika dalam Kehidupan Masyarakat..........................................................4
D. Contoh Etika dalam Kehidupan Bermasyarakat......................................................5
E. Penerapan Hukum menyangkut Etika dalam Bermasyarakat..................................8
BAB III PENUTUP.........................................................................................................10
A. Kesimpulan............................................................................................................10
B. Saran.......................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................11

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-
Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Nilai – Nilai (Etika) yang
berlaku di masyarakat. Tugas ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas dari mata kuliah
Etika Profesi dan Bisnis. Selain itu juga saya ingin memberikan pengetahuan kepada
pembaca mengenai bagimana nilai – nilai (Etika) yang berlaku di masyarakat.
  Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen mata
kuliah Etika Profesi dan bisnis yang telah banyak memberikan pengetahuan
kepada kami dalam menyusun tugas ini serta kepada semua pihak yang telah membantu.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab
itu, penulis mengaharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca,
khususnya dari teman-teman mahasiswa dan dosen mata kuliah.

Tangerang, Oktober 2021

Penulis

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Etika merupakan permasalahan dan tantangan yang secara tidak langsung
harus dihadapi manusia saat ini dan seterusnya. Pada dasarnya manusia sejak lahir
telah memiliki nilai-nilai etika yang mulia. Filsafat kuno biasa berkata “Manusia itu
dilahirkan sebagai lembaran kertas yang putih, oleh pendidik dibentuk seperti apa
yang ia kehendaki” atau “Manusia itu seperti tepung cair, oleh pendidik dicetaknya
menurut apa yang ia sukai”. Akan tetapi seringkali masih adanya banyak
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan.
Etika (tatakrama) merupakan kebiasaan yang benar dalam pergaulan. Kunci
utama penerapan etika adalah memperlihatkan sikap penuh sopan santun, rasa
hormat terhadap keberadaan orang lain dan mematuhi tatakrama yang berlaku pada
lingkungan tempat kita berada. Sebagai makhluk sosial, tidak dapat dipungkiri
manusia tidak bisa terlepas dari manusia yang lain. Artinya dia mutlak
membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Disinilah, manusia tidak bisa dipisahkan
dari kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. Banyak orang tidak mengenali
signifikan etika dan bagaimana hal itu mempengaruhi keputusan kehidupan sehari-
hari karena akan membuat masyarakat menghormati nilai-nilai mereka lebih dan
menentukan keputusan yang tepat bahkan dalam situasi sulit.
Dalam melakukan hubungan sosial di masyarakat diperlukan etika sebagai
pedoman hidup dan kebiasaan yang baik untuk dianut dan diwariskan dari satu
generasi ke generasi berikutnya. Fakta tersebut menguatkan anggapan bahwa
masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang berbudaya dan memiliki
etika luhur dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat.
Maka dari itu, pemahaman akan etika dalam kehidupan bertetangga dan
bermasyarakat sangat penting untuk dalam mengimplementasikannya dalam
kehidupan sehari-hari di masyarakat.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud etika sebagai petunjuk hidup dalam kehidupan
masyarakat?
2. Apakah manfaat etika dalam kehidupan bermasyarakat?
3. Bagaimana peranan etika dalam kehidupan masyarakat?
4. Apa saja manfaat dan contoh etika dalam kehidupan masyarakat?
5. Bagaimana penerapan hukum menyangkut etika dalam kehidupan masyarakat?

C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui pengertian etika sebagai petunjuk hidup dalam peranan dalam
masyarakat.

1
2. Untuk mengetahui manfaat etika dalam kehidupan bertetangga dan
bermasyarakat.
3. Untuk mengetahui peranan etika dalam kehidupan masyarakat.
4. Untuk mengetahui contoh etika dalam kehidupan masyarakat.
5. Untuk mengetahui cara penerapan hukum menyangkut etika dalam kehidupan
masyarakat.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Etika Dalam Kehidupan Masyarakat

Gambar 1 : Etika

Secara etimologi kata “etika” berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari
dua kata yaitu Ethos dan ethikos. Ethos berarti sifat, watak kebiasaan, tempat yang
biasa. Ethikos berarti susila, keadaban, kelakuan dan perbuatan yang baik.
Sedangkan dalam bahasa Arab kata etika dikenal dengan istilah akhlak, artinya budi
pekerti. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia disebut tata susila.
K Bertens dalam buku etikanya menjelaskan lebih jelas lagi. Etika berasal
dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai
banyak arti: tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang; kebiasaan, adat;
akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berpikir. Dalam bentuk jamak artinya adalah
adat kebiasaan. Dalam arti ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik,
tata cara hidup yang baik, baik pada diri seseorang atau kepada masyarakat.
Kebiasaan hidup yang baik ini dianut dan diwariskan dari satu generasi ke generasi
lain.
Etika merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang adat istiadat serta
membahas perbuatan baik dan buruk di dalam kehidupan manusia sejauh yang dapat
dipahami oleh pikiran manusia yang mencakup tata sikap, tata tutur dan tata pikir.
Etika dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat adalah aturan prilaku,
adat kebiasaan manusia dalam kehidupan betetangga dan bermasyarakat antara
sesama dan menegaskan mana yang benar dan mana yang salah. Etika dalam
masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat, kebiasaan, nilai dan pola

3
perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam
kehidupan masyarakat. Etika yang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa
yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai.
D. Manfaat Etika Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Tugas utama dari etika itu adalah untuk menentukan kebenaran tentang
masalah moral dan bagaimana pandangan atau tanggapan umum terhadap norma-
norma moral yang telah digariskan dalam kehidupan masyarakat. Etika menuntut
setiap orang untuk bersikap rasional terhadap semua Norma yang pada akhirnya
membentuk manusia menjadi lebih otonom dan memberi kemungkinan kepada kita
untuk mengambil sikap serta ikut menentukan arah perkembangan masyarakat.
Etika menyelidiki pernyataan-pernyataan moral yang merupakan perwujudan dari
pandangan dan persoalan dalam bidang moral.
Etika menjadi tolak ukur dalam menghadapi berbagai perbedaan moral yang
ada di masyarakat. Sehingga masyarakat dapat berargumentasi secara rasional dan
kritis serta dapat mengambil sikap wajar dalam menghadapi sesamanya.
Adapun manfaat etika dalam kehidupan bermasyarat adalah sebagai berikut:
1. Adanya rasa saling menghargai antar tetangga dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Kehidupan bertetangga akan lebih hangat dan harmonis.
3. Terciptanya kerukunan, rasa saling tolong menolong dan rasa gotong royong
antar sesama.
4. Timbulnya rasa empati kepada sesama tetangga.
5. Timbulnya keorganisasian yang memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat.
6. Terhindar dari berbagai konflik.
7. Etika membuat seorang manusia memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan
menghargai kehidupannya
8. Etika memberikan self control bagi manusia agar dapat menyadari apa
yang sedang ia lakukan dan tahu apa yang seharusnya dilakukan
9. Etika mengajarkan agar manusia dapat mawas diri artinya manusia
memperhitungkan apa yang akan dilakukannya dan bagaimana pandangan orang
lain terhadap perilakunya.

E. Peranan Etika dalam Kehidupan Masyarakat


Peranan etika dalam masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Sebagai suatu ilmu, dapat di jadikan sebagai himpunan dari teroi-teori moral,
yang juga dapat di praktekkan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Bila
masyarakat sudah bersedia mematuhinya, maka menjadilah norma-norma yang
di gariskan di dalamnya sebagai "suatu hukum moral", yang sifatnya mengikat.
2. Sebagai suatu teori, juga dapat diperkaya oleh praktek-praktek hidup dalam
masyarakat. Makin bergolak masyarakat itu, makin banyak ragamnya Norma
yang dapat di kembangkannya. Dengan demikian antara teori dan praktek etika,
kedua-duanya dapat saling menyokong dalam pembinaan moral masyarakat.

4
3. Etika sejak dari dulu, sudah merupakam mata studi di perguruan tinggi, bahwa
setiap alumnus dengan sendirinya juga sudah dianggap bermoral tinggi. Bila
terjadi hal yang sebaliknya, maka alumnus yang  bersangkutan dapat
digolongkan seorang yang salah didik.
4. Sebagai suatu moral judgement (hukum moral) dapat merupakan unsur
pembantu dalam ilmu-ilmu sosial lainnya, terutama pada ilmu hukum yang
menjadikan manusia sebagai objeknya.
5. Sesuai dengan ajaran aristoteles yang telah menggariskan, bahwa"tugas utama
dari etika itu adalah untuk menentukan kebenaran tentang masalah moral", dan
bagaimana pandangan/tanggapan umum terhadap norma-norma moral yang
telah digariskan dalam kehidupan masyarakat itu.
6. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas
yang membingungkan dalam kehidupan bermasyarakat.
7. Etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk
berargumentasi secara rasional dan kritis dalam bermasyarakat dan betetangga.
8. Orientasi etis ini di perlukan untuk mengambil sikap yang wajar dalam
bermasyarakat dan betetangga.

Banyak kesalahan yang dilakukan masyarakat kita karena tidak memahami


etika dengan benar di antaranya:
1. Kurangnya tata krama dan sopan santun di kalangan masyarakat.
2. Cara berpakaian yang salah akibat pengaruh globalisasi.
3. Kurangnya penghormatan anak kepada orang tua.
4. Tidak menghormati orang yang lebih tua (dilihat dari cara berbicara) yang
menganggap orang tua sama dengan dirinya.

F. Contoh Etika dalam Kehidupan Bermasyarakat


Dalam menelaah ukuran baik dan buruk suatu tingkah laku yang ada dalam
masyarakat kita bisa menggolongkan etika, yakni terdapat beberapa macam etika
yaitu:
1. Etika Deskriptif
Etika deskriptif Merupakan usaha menilai tindakan atau prilaku
berdasarkan pada ketentuan atau norma baik buruk yang tumbuh dalam
kehidupan bersama di dalam masyarakat. Kerangka etika ini pada hakikatnya
menempatkan kebiasaan yang sudah ada di dalam masyarakat sebagai acuan etis.
Suatu tindakan seseorang disebut etis atau tidak. Tergantung pada kesesuaiannya
dengan yang dilakukan kebanyakan orang.
Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa
adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang
terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa
tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu

5
masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia
dapat bertindak secara etis.
Contohnya: Mengenai masyarakat Jawa yang mengajarkan tatakrama
berhubungan dengan orang yang lebih tua dari pada kita.
2. Etika Normatif
Kelompok ini mendasarkan diri pada sifat hakiki kesusilaan bahwa di
dalam perilaku serta tanggapan- tanggapan kesusilaannya, manusia menjadikan
norma- norma kesusilaan sebagai panutannya. Etika normatif tidak dapat sekedar
melukiskan susunan - susunan formal kesusilaan. Ia menunjukkan prilaku
manakah yang baik dan prilaku manakah yang buruk.
Etika yang berusaha menelaah dan memberikan penilaian suatu tindakan
etis atau tidak, tergantung dengan kesesuaiannya terhadap norma-norma yang
sudah dilakukan dalam suatu masyarakat. Norma rujukan yang digunakan untuk
menilai tindakan wujudnya bisa berupa tata tertib, dan juga kode etik profesi.
Contohnya: Etika yang bersifat individual seperti kejujuran, disiplin, dan
tanggung jawab.
Gambar 2 : Contoh Etika Normatif

3. Etika Deontologi
Etika Deontologi adalah suatu tindakan dinilai baik buruk berdasarkan
apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Dengan kata lain, suatu
tindakan dianggap baik karena tindakan itu memang baik pada dirinya sendiri,
sehingga merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Sebaliknya suatu
tindakan dinilai buruk secara moral karena tindakan itu memang buruk secara
moral sehingga tidak menjadi kewajiban untuk kita lakukan
Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara
baik. Jadi, etika Deontologi yaitu tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan
itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan itu baik untuk
dirinya sendiri.

6
Contoh kasus dari etika deontologi:
1. Kita tidak boleh mencuri.
2. Berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan.
3. Kewajiban seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya, maka
orang tersebut harus beribadah, menjalankan perintah dan menjauhi
laranganNya.
4. Berdusta untuk membantu orang lain.
5. Mencelakai orang lain melalui perbuatan ataupun ucapan.
6. Perusahaan tidak melaksanakan operasional perusahaan
berdasarkanStandard Operational Procedure (SOP) yang berlaku maka
perusahaan dikenai sanksi dari pemerintah.
7. Jika seseorang diberi tugas dan melaksanakannya sesuai dengan tugas maka
itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.
8. “Setiap hari saya harus mengerjakan PR adek saya menurut saya ini baik
karena adek saya bisa belajar pelajaran lain selain mengerjakan PR tetapi ada
kalanya ini merupakan perbuatan buruk karena kalo saya selalu membantu
adek saya mengerjakan PR setiap hari bagaimana adek saya bisa pintar kalo
setiap ada PR selalu saya yang mengerjakan, tetapi ini juga merupakan
kewajiban saya sebagai kakak harus membantu adek”.
9. Belajar dengan giat maka akan menjadi pintar.
10. Malas belajar maka akan menjadi bodoh.     
Gambar 2 : Contohh Etika deontology

4. Etika Teologi
Etika Teologi menilai baik buruk suatu tindakan berdasarkan tujuan atau
akibat dari tindakan tersebut. Suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan baik dan
mendatangkan akibat baik. Jadi, terhadap pertanyaan, bagaimana harus bertindak
dalam situasi kongkret tertentu, jawaban teleologi adalah pilihlah tindakan yang
membawa akibat baik.
Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa etika teleologi lebih bersifat
situasional dan subyektif. Kita bisa bertindak berbeda dalam situasi yang lain

7
tergantung dari penilaian kita tentang akibat dari tindakan tersebut. Demikian
pula, suatu tindakan yang jelas-jelas bertentangan dengan norma dan nilai moral
bisa di benarkan oleh kita teleologi hanya karena tindakan itu membawa akibat
yang baik.
Contoh Etika Teologi:
a. Kewajiban untuk menepati janji.
b. Setiap agama mempunyai tuhan dan kepercayaan yang berbeda beda dan
karena itu aturan yg ada di setiap agama pun perbeda beda.
c. Salah seorang warga yang mencuri harta penguasa kaya yang dzalim untuk
dibagikankepada penduduk sekitar.
d. Seorang anak mengamen untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit.
e. "Saya belajar setiap pulang dari kuliah, supaya saya bisa mendapatkan ipk
yang baiksesuai dengan ke inginan saya."Saya ingin menjadi yang terbaik
diantara teman&teman yang lain di kelas, jadi saya tidak perduli dengan
teman & teman yang lainnya oleh karena itu saya harus sering maju ke depan
kelas dan harus sering menjawab semua pertanyaan dari dosen agar
mendapatkan nilai yang terbaik dibandingkan dengan temen & teman yang
lainnya.
f. Menyontek saat ulangan untuk mendapat nilai baik.
g. Poligami, minum minuman keras untuk menghilangkan stress.
h. Menjadi Psk untuk memenuhi kebutuhannya.

5. Etika Keutamaan
Etika keutamaan tidak mempersoalkan akibat suatu tindakan. Juga, tidak
mendasarkan penilaian moral pada kewajiban terhadap hukum moral universal.
Etika keutamaan lebih mengutamakan pengembangan karakter moral pada diri
setiap orang.
Dengan demikian, etika keutamaan sangat menekankan pentingnya
sejarah kehebatan moral para tokoh besar dan dari cerita dongeng ataupun sastra
kita belajar tentang nilai dan keutamaan, serta berusaha menghayati dan
mempraktekkannya seperti tokoh dalam sejarah, dalam cerita, atau dalam
kehidupan masyarakat. Tokoh dengan teladannya menjadi model untuk kita tiru.
Etika keutamaan sangat menghargai kebebasan dan rasionalitas manusia,
karena pesan moral hanya di sampaikan melalui cerita dan teladan hidup para
tokoh lalu membiarkan setiap orang untuk menangkap sendiri pesan moral itu.
Juga setiap orang dibiarkan untuk menggunakan akal budinya untuk menafsirkan
pesan moral itu, artinya, terbuka kemungkinan setiap orang mengambil pesan
moral yang khas bagi dirinya, dan melalui itu kehidupan moral menjadi sangat
kaya oleh berbagai penafsiran.
G. Penerapan Hukum menyangkut Etika dalam Bermasyarakat
1. Penerapan Hukum Pidana menyangkut Etika dalam Bermasyarakat:

8
a. Membuang sampah sembarangan
Tengoklah UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Undang-Undang ini tegas mengatur sanksi administratif dan sanksi pidana.
Orang yang memasukkan sampah ke dalam wilayah Indonesia bisa terancam
pidana penjara 3-9 tahun dan denda maksimal 3 miliar rupiah. Bahkan jika
sampah yang diimpor sangat spesifik terancam hukuman 4-12 tahun dan
denda hingga 5 miliar rupiah.
b. Merokok di kawasan dilarang merokok
Pasal 41 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (1) Perda DKI Jakarta No. 2 Tahun
2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yakni, setiap orang yang
merokok di kawasan dilarang merokok di kawasan dilarang merokok
diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda
sebanyak-banyaknya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
c. Mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di Jalan
Pasal 297 jo Pasal 115 huruf b UU LL, Mengemudikan Kendaraan
Bermotor berbalapan di Jalan dipidana kurungan 1 tahun atau denda
Rp.3.000.000
2. Penerapan Hukum Perdata menyangkut Etika dalam Bermasyarakat:
a. Pencemaran nama baik
Sesuai dengan ketentuan KUHP bahwa penghinaan dan/ atau pencemaran
nama baik adalah termasuk delik aduan, maka tindak pidana yang diatur dalam
Pasal 27 ayat (3) juga memerlukan panduan. Sifat paduan tersebut tetap
melekat. Hal ini ditegaskan dalam Putusan MK No. 50/PUU-VI/2008.
Ketentuan ini memberi ruang bagi pihak yang dirugikan (Korban) untuk
menyelesaikan perdamaian diluar pengadilan ataumenempuh melalui proses
perdata. Setelah tindak pidana tersebut diproses dan mendapatkan putusan
berkekuatan hukum tetap (in kracth), korban dapat mengajukan gugatan
perbuatan melawan hukum berdasarkan pasal 1365 KUHP perdata dengan
dasar putusan pidana tersebut.
Sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1365 KUHPerdata, maka suatu
perbuatan melawan hukum haruslah mengandung unsur – unsur sebagai
berikut:
a) Adanya suatu perbuatan.
b) Perbuatan tersebut melawan hokum.
c) Adanya kesalahan dari pihak pelaku.
d) Adanya kerugian bagi korban.
e) Adanya hubungan kausal antara perbuatan – perbuatan dengan kerugian.
f) Pembagian warisan bagi anak di luar nikah diakui.
Menurut Pasal 863 KUH Perdata “Bila pewaris meninggal dengan
meninggalkan keturunan yang sah dan atau suami istri, maka anak luar kawin
9
yang diakui mewarisi 1/3 bagian, dari mereka yang sedianya harus mendapat,
seandainya mereka adalah anak sah.

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Etika memiliki cakupan yang sangat luas dalam kehidupan manusia. Etika
dalam kehidupan masyarakat berkembang sesuai adat istiadat, kebiasaan, nilai
perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam
kehidupan masyarakat. Pemahaman mengenai etika berdampak banyak bagi
kehidupan diantara dampak dan manfaatnya adalah timbul rasa saling menghargai,
rukun dan damai.etika memiliki peranan penting baik sebagai ilmu teori maupun
sebagai praktik nyata dalam kehidupan masyarat.

B. Saran
Dilhat dari sisi peranan etika dalam kehidupan masyarat dari tulisan ini,
maka diharapkan setiap lembaga tetap menekankan pendidikan moral dalam
linkungan sekolah dan perguruan tinggi. Selain itu masyarakat luas juga diharapkan
dapat lebih memahami serta dapat menerapkan hal-hal yang berhubungan erat
dengan etika.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/document/405747227/makalah-etika-dalam-masyarakat-docx
http://www.academia.edu/5690888/makalah_Etika
http://eviiafifah.blogspot.com/2015/06/etika-dalam-bermasyarakat.html
http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6956/3/BAB%20II.pdf
https://akademikita.blogspot.com/2016/09/pentingnya-etika-dalam-kehidupan.html
https://id.scribd.com/document/358405604/Contoh-Etika-Teleologi

12