Anda di halaman 1dari 10

Pengetahuan Lokal Tanaman Pangan dan Pemanfaatannya pada Masyarakat Suku

Using Kabupaten Banyuwangi


N. Nurchayati1)*, Fuad Ardiyansyah1)
1)
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jl. Ikan
Tongkol 01, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
*)
Alamat korespondensi: nnurchayati99@gmail.com

ABSTRAK

Pangan adalah kebutuhan utama manusia dan terus meningkat seiring perkembangan jumlah
penduduk. Kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari sumber daya alam yang ada, terutama dari golongan
tumbuhan. Etnobotani adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan tumbuhan salah
satunya dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pola pemanfaatan tumbuhan oleh suatu masyarakat sangat
berkaitan dengan kebudayaan mereka. Sehingga kebudayaan suatu daerah dapat menentukan jenis
pangan, cara pengolahan dan penyajiannya. Pemanfaatan tanaman adalah sesuatu yang kental bagi suku
Using terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Dokumentasi pemanfaatan tanaman pangan oleh
suku Using belum banyak dilakukan, sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang
pengetahuan lokal terhadap tanaman pangan dan pemanfaatannya pada masyarakat suku Using
Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan lokal masyarakat
suku Using terhadap tanaman pangan serta cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Lokasi
penelitian dilakukan di lima kecamatan meliputi Glagah, Giri, Kabat, Singojuruh dan Rogojampi.
Metode penelitian adalah survei dengan pegambilan sampel menggunakan teknik purposive random
sampling. Pengumpulan data pemanfaatan tanaman dengan wawancara terstruktur dan semi-terstruktur.
Hasil penelitian diperoleh 40 spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan tergabung
dalam 25 famili. Tanaman pangan dikategorikan dalam bahan pangan utama, bahan pangan tambahan
dan bahan minuman beraroma. Bahan pangan tambahan meliputi umbi-umbian, sayur-mayur, buah-
buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, bumbu dan aroma masakan. Habitus tanaman yang banyak
dimanfaatkan adalah perdu, semak dan terna. Tanaman pangan banyak diperoleh dari hasil budi daya,
dengan organ buah lebih banyak dimanfaatkan. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah
dengan cara dimasak.

Kata kunci: etnobotani, tanaman pangan, suku Using, Banyuwangi

Local Knowledge of Food Crops and Its Utilization in Using Tribe of Banyuwangi
Regency
N. Nurchayati1)*, Fuad Ardiyansyah1)
1)
Study Program of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of PGRI Banyuwangi, Jl. Ikan
Tongkol 01, Banyuwangi, East Java, Indonesia
*)
Email: nnurchayati99@gmail.com

ABSTRACT

Food is the main human needs and continue to increase as the population grows. Food can be met
from existing natural resources, one of which is plants. Ethnobotany is the study of the interaction
between humans and plants in food needs. The pattern of utilization of plants in a society is closely related
with their culture. Therefore, the culture of a region will determine the type of foods, the way food is
proceesed and presented. The utilization of plants is important for the Using tribe especially in fulfilling
food needs. The documentation of the use of food crops by the Using tribe has not been to conduct
research on local knowledge of food crops and their use in Using communities of Banyuwangi Regency.
The purpose of this study was to determine the local knowledge of Using tribal communities on food crops
and how to utilize them in daily life. The location of this were conducted in five sub-districts including
Glagah, Giri, Kabat, Singojuruh and Rogojampi. The research method used was a survey with sample
collection using purposive random sampling technique. Data crop utilization with structured and semi-
stuctured interviews. This study obtained 40 species of plants that were used as food ingredients, and these
species was part of 25 families. Food crops were categorized the main dishes, side dishes and flavoring

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 11


beverages. The side dishes include tubers, vegetables, fruits, grains, nuts, spices and flavoring agents. The
plant habitus that were widely used were shrubs, bushes and shades. The food crops were mostly obtained
from cultivation, with fruits were the most utilized. The most common method in processing the food
crops is cooking.

Keywords: ethnobotany, plant, food crops , Using tribe, Banyuwangi

PENDAHULUAN dan pemanfaatannya pada masyarakat suku


Using Kabupaten Banyuwangi perlu untuk
Kebutuhan pangan adalah kebutuhan yang dilakukan.
paling utama bagi manusia. Kebutuhan pangan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
terus meningkat seiring peningkatan jumlah mengkaji pengetahuan lokal masyarakat suku
penduduk. Data dari Badan Pusat Statistik Using terhadap tanaman pangan dan cara
(BPS) menunjukkan bahwa untuk memenuhi memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-
kebutuhan pangan di tahun 2011, Indonesia hari. Harapannya informasi yang diperoleh
telah melakukan impor pangan senilai 11,33 dari penelitian ini dapat digunakan untuk
ton. Ini sangat bertolak belakang dengan memperkuat data bioekologi serta menjadi
kondisi Indonesia yang kaya sumber daya dasar dalam pengelolaan kawasan berbasis
alam. Pemenuhan kebutuhan pangan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian
seharusnya dapat dilakukan dengan lingkungan hidup.
memanfaatkan sumber daya alam berpotensi di
sekitar kita. Masyarakat sering kali METODE PENELITIAN
memanfaatkan tanaman tumbuhan yang ada di
alam untuk memenuhi kebutuhan pangan [1]. Tempat penelitian berada pada lima
Etnobotani merupakan suatu kajian kecamatan yang meliputi: Kecamatan Glagah
mengenai interaksi antara masyarakat lokal (Kemiren, glagah, Taman Suruh, Bakungan,
suatu daerah dengan lingkungan alam dalam Mandaluko, Olehsari, Kenjo, Dukuh Kopen
pemanfaatan tumbuhan untuk memenuhi Kidul); Kecamatan Giri (Cungking
kebutuhan hidupnya [2]. Pola pemanfaatan Mojopanggung, Boyolangu); Kecamatan Kabat
tumbuhan suatu masyarakat sangat berkaitan (Macan Putih, Kejoyo); Kecamatan Rogojampi
dengan kebudayaan mereka. Sehingga (Aliyan); dan Kecamatan Singojuruh (Alas
kebudayaan suatu daerah tertentu akan Malang) (Gambar 1).
menentukan jenis pangan, cara pengolahan dan
penyajiannya [3].
Suku Using merupakan salah satu suku
yang mendiami wilayah Banyuwangi. Suku ini
sangat kental dengan adat-istiadatnya. Suku
Using mendiami wilayah tertentu di
Banyuwangi, khususnya daerah Glagah, Giri,
Kabat, Rogojampi dan Singojuruh.
Pemanfaatan tanaman masih menjadi
kebiasaan utama bagi suku Using, terutama
dalam hal memenuhi kebutuhan pangan. Suku
Using masih memiliki banyak kearifan lokal
dalam pemanfaatan tanaman. Tanaman pangan
yang diolah oleh masyarakat suku Using tidak Gambar 1. Peta lokasi penelitian yang meliputi
hanya sebagai bahan makanan pokok, tetapi Kecamatan Glagah, Giri, Kabat,
juga untuk memenuhi kebutuhan camilan, kue, Singojuruh dan Rogojampi
bahan pangan tambahan, sayur-mayur, buah- Banyuwangi [5]
buahan baik utuk pangan sehari-hari maupun
untuk ritual [4]. Metode yang digunakan pada penelitian ini
Dokumentasi terkait pemanfaatan tanaman adalah metode survei dengan pengambilan
pangan oleh suku Using belum banyak sampel menggunakan teknik purposive random
dilakukan. Sehingga penelitian tentang sampling. Pengumpulan data pemanfaatan
pengetahuan lokal terhadap tanaman pangan tanaman dilakukan dengan wawancara baik

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 12


terstruktur maupun semi-terstruktur Tabel 1. Ragam tanaman bermanfaat sebagai
menggunakan kuisioner dan pengamatan tanaman pangan pada Suku Using
langsung. Jumlah responden dalam penelitian Kabupaten Banyuwangi
ini adalah 390 orang yang merupakan Jenis Tanaman Nilai
No Famili
perwakilan dari masing-masing desa. Lokal Ilmiah Kegunaan
Responden meliputi ibu rumah tangga, penjual 1 Semanggi Marcilea Marsileaceae 0,0026
crenata L
makanan dan tokoh adat. 2 Kelapa Cocos Arecaceae 0,0051
Identifikasi dilakukan pada tanaman yang nucifera L
3 Beluntas Pluchea Asteraceae 0,0026
dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh indica L
masyarakat suku Using Banyuwangi. 4 Pepaya Carica Caricaceae 0,0051
Identifikasi yang dilakukan meliputi pencarian papaya L
5 Kelor Moringa Moringaceae 0,0077
nama ilmiah dan nama famili dengan oleifera L.
menggunakan buku Backer and Bring (1963) 6 Sabrang Ipomoee Convolvulace 0,0051
serta Gembong Tjotrosoepomo (1993). Data batatas L ae
7 Kangkung Ipomoee Convolvulace 0,0051
tanaman pangan dicatat nama lokalnya dan aquatica L ae
nama ilmiahnya, kemudian dilakukan 8 Kecipir Psopocarpus Fabaceae 0,0051
tetragonolobu
pencandraan. s L.
Perkiraan nilai manfaat dari spesies 9 Asam Jawa Tamarindus Fabaceae 0,0051
tanaman sebagai bahan pangan dilakukan indica L.
10 Belimbing Averrhoa Oxalidaceae 0,0051
dengan menggunakan rumus 1 [6]. wuluh bilimbi L
11 Alpukat Perseae Lauraceae 0,0026
americana
Mill
…………………1) 12 Bawang Allium cepa L Liliaceae 0,0051
merah
Keterangan : 13 Bawang Allium Liliaceae 0,0051
UV : Nilai kegunaan atau Use Value putih sativum L.
14 Sirsak Annona Annonaceae 0,0051
∑U : Jumlah informan yang mengetahui /muris muricata L.
atau menggunakan spesies tumbuhan 15 Ketela Manihot Euphorbiacea 0,0051
pohon esculenta L e
yang dimaksud /sawi
n : Jumlah informan seluruhnya 16 Salam Syzygium Myrtaceae 0,0026
polyanthum
L.
HASIL DAN PEMBAHASAN 17 Pandan Dracaena Ruscaceae 0,0051
betawi /suji angustifolia
L.
Tanaman pangan di Indonesia 18 Pandan Pandanus Pandanaceae 0,0026
dikelompokkan menjadi tiga; yaitu komoditas wangi amaryllfolius
L.
utama, misalnya padi (Oryza sativa), kedelai 19 Serai Cymbopogon Poaceae 0,0051
(Glycine max), kacang tanah (Arachis citratus L
hypogaea), jagung (Zea mays); komoditas 20 Padi/pari Oryza sativa Poaceae 0,0051
L
potensial, misalnya sorgum (Andropogon 21 Ketan Oryza Poaceae 0,0051
sorgum), sagu (Metroxylon sp.); dan komoditas glutinosa L.
22 Bambu Bambusa sp. Poaceae 0,0026
introduksi, misalnya ganyong (Canna edulis), 24 Nangka Arthocarpus Moraceae 0,0026
jawawut (Panicum viridae) [7]. heterophyllus
L.
25 Jeruk nipis Citrus Rutaceae 0,0051
Potensi tanaman pangan Suku Using aurantifolia L
Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil 26 Mangga Mangifera Anacardiacea 0,0026
wawancara dengan responden diperoleh 40 indica L e
27 Terong Solanum Solanaceae 0,0026
spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai melongena L
bahan pangan dan tergabung dalam 25 famili 28 Kentang Solanum Solanaceae 0,0051
(Tabel 1). tuberosum L.
29 Cabai Capsicum Solanaceae 0,0051
frustescens L
30 Mentimun Cucumis Curcubitaceae 0,0026
sativum L.
31 Laos/Lengk Alpinia Zingiberaceae 0,0051
uas galangal L.
Willd.
32 Kunyit/kuni Curcuma Zingiberaceae 0,0051
r domestica L

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 13


33 Jahe Zingiber Zingiberaceae 0,0077 (Moringa cleifera L), kangkung (Ipomoea
officinale L.
aquatic), kecipir (Psopocarpus tetragonolobus
34 Kencur Kaempferia Zingiberaceae 0,0051 L), ketela pohon (Manihot esculenta), bambu
galanga L. (Bambusa sp.), terong (Solanum melongena
35 Kacang Vigna Papilonaceae 0,0051
panjang cylindrica L. L), mentimun (Cucumis sativum), kacang
36 Kacang Arachis Fabaceae 0,0051 panjang ( Vigna cylindrica L), katu (Sauropus
tanah hypogaea L
37 Pisang/ged Musa Musaceae 0,0051
androgynus).
hang paradisiacal Makanan tambahan berupa buah-buahan
L. yaitu sebanyak tujuh tanaman yang meliputi:
38 Jagung Zea mays Poaceae 0,0051
39 Kopi Coffea Rubiaceae 0,0026 papaya (Carica papaya L), alpukat (Perseae
arabica americana Mill), sirsak (Annona muricata L.),
40 Manggis Garcinia Clusiaceae 0,0051 nangka (Arthocarpus heterophyllus L.),
mangostana
mangga (Mangifera indica L), mentimun
(Cucumis sativum), pisang (Musa paradisiacal
Tanaman pangan yang dimanfaatkan suku
L). Tanaman untuk memenuhi kebutuhan
Using Banyuwangi termasuk dalam komoditas
berupa biji-bijian dan kacang-kacangan
utama adalah padi (Oryza sativa), kacang
sebanyak tiga tanaman. Pada penelitian ini
tanah (Arachis hypogaea), jagung (Zea mays),
tanaman yang digunakan untuk memenuhi
ubi jalar (Ipomoea batatas), ketela pohon
kebutuhan pangan berupa biji-bijian dan
(Manihot esculenta) dan kentang (Solanum
kacang-kacangan meliputi ketan (Oryza
tuberosum).
glutinosa L), kacang tanah (Arachis hypogaea
Pembagian kategori pemanfaatan tanaman
L), jagung (Zea mays L).
pangan pada masyarakat suku Using
Tanaman untuk memenuhi bahan bumbu
Kabupaten Banyuwangi dibagi atas bahan
dan aroma masakan, yaitu sebanyak 15
pangan utama, bahan pangan tambahan dan
tanaman. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahan minuman beraroma. Bahan pangan
tanaman yang berguna sebagai bahan bumbu
tambahan dibedakan atas: 1) umbi-umbian; 2)
dan aroma masakan meliputi kelapa (Cocos
sayur-sayuran; 3) buah-buahan; 4) biji-bijian
nucifera L), asam jawa (Tamarindus indica
dan kacang-kacangan; 5) bumbu dan aroma
L.), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L),
masakan [8].
bawang merah (Allium cepa L), bawang putih
(Allium sativum L.), daun salam (Syzygium
Tabel 2. Kategori pemanfaatan dan jumlah
polyanthum L.), pandan betawi (Dracaena
jenis tanaman
angustifolia L.), pandan wangi (Pandanus
Kategori Pemanfaatan Jenis
No Jumlah amaryllfolius L.), serai (Cymbopogon citratus
Tanaman
1 Makanan utama atau makanan 1 L), jeruk nipis (Citrus aurantifolia L), cabai
pokok (Capsicum fustescens L), laos (Alpinia
2 Makanan tambahan galangal L. Willd.), kunyit (Curcuma
a. Umbi-umbian 3 domestica L.), jahe (Zingiber officinale L.),
b. Sayur-sayuran 11 kencur (Kaempferia galanga L.). Sedangkan
c. Buah-buahan 7 tanaman yang berguna untuk minuman
d. Biji-bijian &kacang- 3 beraroma sebanyak dua tanaman, yaitu kopi
kacangan (Coffea arabica) dan jahe (Zingiber officinale
e. Bumbu dan aroma masakan 15 L.).
3 Bahan minuman beraroma 2
Jumlah spesies dan habitus tanaman
pangan di wilayah Suku Using Kabupaten
Bahan pangan utama masyarakat suku
Banyuwangi. Tanaman pangan yang paling
Using adalah padi (Oryza sativa). Tanaman
banyak digunakan oleh masyarakat suku Using
untuk memenuhi kebutuhan umbi-umbian
Banyuwangi berhabitus perdu, semak dan terna
yaitu sebesar tiga tanaman yang meliputi: Ubi
yang masing-masing berjumlah 10 tanaman.
jalar (Ipomoea batatas), ketela pohon
Sisanya adalah berhabitus pohon (Tabel 3).
(Manihot esculenta), kentang (Solanum
tuberosum) (Tabel 2).
Tanaman yang dimanfaatkan sebagai
sayur-mayur yaitu semanggi (Marsilea
crenata), beluntas (Pluchea indica), kelor

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 14


Tabel 3. Jumlah spesies dan persentase Tabel 5. Bagian tanaman pangan yang
tanaman pangan berdasarkan dimanfaatkan oleh masyarakat Suku
habitusnya di wilayah Suku Using Using Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi No
Bagian yang Jumlah Spesies
Persentase Digunakan Tumbuhan Pangan
Jumlah Spesies 1 Batang 1
No Habitus Tanaman
Tanaman Pangan 2 Daun 6
Pangan (%)
1 Pohon 9 26 3 Daun Muda 4
2 Perdu 10 23 4 Bunga 1
3 Semak 10 26 5 Jantung (pisang) 1
4 Terna 10 26 6 Buah 16
7 Umbi 5
Jumlah spesies dan pembudidayaan 8 Rimpang 4
9 Tunas (rebung) 1
tanaman pangan pada masyarakat Suku
10 Biji 5
Using Kabupaten Banyuwangi. Suku Using
Banyuwangi memanfaatkan tanaman pangan
Bagian tanaman yang paling banyak
yang berasal dari luar daerah dan hasil budi
dimanfaatkan oleh masyarakat suku Using
daya di halaman, pekarangan, kebun maupun
Banyuwangi adalah buah yaitu sebesar 16
areal persawahan. Cara perolehan tanaman
jenis tanaman (Tabel 5). Bagian dari buah
dengan cara mendatangkan dari luar daerah
mengandung sumber gula, karbohidrat,
biasanya diperoleh dari pasar. Cara tersebut
vitamin, mineral dan lemak yang sangat
dilakukan ketika halaman, pekarangan, kebun
berguna bagi makhluk hidup [9]. Bagian
maupun areal persawahan tidak dijumpai
tanaman lain yang sering digunakan adalah
tanaman budidaya yang dimaksud.
daun, umbi, biji dan rimpang. Bagian tersebut
juga banyak mengandung zat bermanfaat bagi
Tabel 4. Jumlah spesies tanaman pangan
makhluk hidup. Bagian tanaman yang paling
berdasarkan sumber perolehannya
sedikit dimanfaatkan sebagai sumber pangan
di kawasan Suku Using Kabupaten
adalah batang, bunga, jantung (pisang), dan
Banyuwangi
tunas (rebung).
Jumlah Spesies
No Cara Perolehan
Tanaman Pangan
1 Hasil Budidaya 36 Cara pengolahan dan pemakaian
2 Mendatangkan dari 3 tanaman pangan pada masyarakat Suku
luar daerah (pasar) Using Kabupaten Banyuwangi. Proses
terpenting agar bahan pangan dapat
Tanaman pangan yang diperoleh dari hasil dimanfaatkan adalah cara pengolahan dan
budidaya sebanyak 36 jenis (Tabel 4). pemakaian bagian tanaman. Cara pengolahan
Tanaman yang tidak dihasilkan dari kebun, tanaman sebagai bahan pangan oleh
pekarangan maupun persawahan masyarakat masyarakat suku Using Kabupaten
suku Using adalah sebanyak tiga jenis, yaitu Banyuwangi dilakukan dengan cara direbus,
bawang merah (Allium cepa), bawang putih dimasak, tanpa pengolahan (langsung
(Allium sativum) dan kentang (Solanum dikonsumsi), dan dihaluskan (Tabel 6).
tuberosum).
Tabel 6. Cara Pengolahan Tanaman Pangan
Bagian tanaman pangan yang digunakan Jumlah Spesies
No Cara Pengolahan
oleh masyarakat Suku Using Kabupaten Tanaman Pangan
1 Direbus 4
Banyuwangi. Setiap tanaman pangan memiliki
2 Dimasak 26
bagian tertentu yang dimanfaatkan sebagai 3 Tanpa Pengolahan 7
bahan makanan. Bagian tanaman yang biasa 4 Dihaluskan 3
dimanfaatkan sebagai bahan pangan meliputi
buah, daun, bunga, umbi, rimpang, batang, Tanaman yang diolah dengan cara
dan tunas (rebung). Spesies tertentu ada yang direbus meliputi jagung (Zea mays), kacang
lebih dari satu bagian tanaman dimanfaatkan tanah (Arachis hypogaea), semanggi (Marcelia
sebagai bahan pangan. crenata), kelor (Morenga oleifera). Sebagian
besar tanaman dikonsumsi dengan melewati

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 15


proses pengolahan dengan cara dimasak, baik Semanggi (Marsilea crenata).
dengan cara dikukus, digoreng maupun Banyuwangi mendapatkan tanaman ini dari
dicampur dengan bahan rempah. Sebagian areal persawahan. Tanaman semanggi
tanaman dikonsumsi dalam bentuk buah- dimanfaatkan sebagai sayur konsumsi. Cara
buahan tanpa melewati proses pengolahan, pengolahannya adalah dengan direbus. Hampir
diantaranya adalah buah papaya (Carica setiap hidangan berbau ritual selalu
papaya), mentimun (Cucumis sativum L.), memanfaatkan tanaman ini.
pisang (Musa paradisiacal L.), alpukat
(Perseae Americana), manggis (Garcinia Kelapa (Cocos nucifera L.). Masyarkat
mangostana), mangga (Mangifera indica), Suku Using di Kabupaten Banyuwangi
sirsak (Annona muricata). Tanaman yang memperoleh tanaman kelapa (Cocos nucifera)
diolah dengan cara dihaluskan adalah bawang dari kebun dan pekarangan sekitar rumah.
merah (Allium cepa L.), bawang putih (Allium Masyarakat suku Using memanfaatkan Buah
sativum L.), dan cabai (Capsicum frustescens dari tanaman ini dsebagai pelengkap bumbu
L) masakan.
Tanaman pangan fungsional, cara
pemakaiannya melalui tiga cara, yaitu Beluntas (Pluchea indica). Tanaman
dimakan, dimasukkan dalam masakan, dan beluntas (Pluchea indica) banyak ditemukan di
diminum [10]. Cara pemakaian tanaman pekarangan sekitar rumah. Masyarakat Suku
pangan oleh masyarakat Suku Using di Using Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan
Kabupaten Banyuwangi diketahui turun- tanaman ini sebagai sayuran konsumsi sehari-
temurun dari generasi pendahulu. Cara hari. Cara pengolahannya dilakukan dengan
pemakaian tanaman pangan oleh suku Using direbus.
dikategorikan atas tiga cara yaitu dimakan,
ditambahkan dalam masakan dan dijadikan Pepaya (Carica papaya). Masyarakat Suku
minuman. Using di Kabupaten Banyuwangi memperoleh
tanaman pepaya ini dari hasil budidaya di
Tabel 7. Cara pemakaian tanaman pangan halaman dan pekarangan rumah. Daun muda
Jumlah Spesies dan bunga tanaman dimanfaatkan sebagai
No Cara Pemakaian
Tanaman Pangan sayur konsumsi, sedangkan buahnya
1 Dimakan 21 dikonsumsi sebagai sumber vitamin A.
2 Ditambahkan dalam 14
masakan Kelor (Moringa oleifera L.). Tanaman
3 Diminum 4
kelor (Moringa oleifera L.) ini didapatkan oleh
masyarakat suku Using, di halaman dan
Cara pemakaian tanaman pangan paling pekarangan rumah. Masyarakat Suku Using di
banyak adalah dijadikan makanan, yaitu Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan daun
sejumlah 21 tanaman (Tabel 7). Tanaman yang dan buahnya untuk dimasak sebagai sayur
cara pemakaiannya dengan cara dimakan konsumsi.
adalah dari golongan makanan pokok, sayur-
mayur dan buah-buahan. Tanaman tersebut Sabrang (Ipomoea batatas L). Tanaman
memang mengandung zat yang paling sabrang (Ipomoeae batatas L.) dibudidayakan
dibutuhkan oleh tubuh, yaitu karbohidrat, masyarakat Suku Using Kabupaten
mineral dan vitamin. Tanaman yang cara Banyuwangi, di areal persawahan. Umbinya
pemakaiannya dengan cara ditambahkan dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-
dalam masakan adalah tanaman yang biasa hari maupun sebagai hidangan saat kegiatan
dimanfaatkan sebagai bumbu atau sebagai ritual.
bahan tambahan pada masakan, yaitu sebanyak
14 jenis. Tanaman yang cara pemakaiannya Ketela Pohon (Manihot esculenta ).
dengan diminum hanya ada empat tanaman. Masyarakat Suku Using membudidayakan
tanaman ini di areal persawahan maupun
Deskripsi tanaman bermanfaat sebagai pekarangan sekitar rumah. Bagian umbinya
bahan pangan pada masyarakat Suku dimanfaatkan sebagai bahan pangan
Using Kabupaten Banyuwangi sedangkan daunnya yang masih muda
dimanfaatkan sebagai sayuran.

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 16


Kangkung (Ipomoea aquatic L.). Sirsak (Annona muricata L.). Masyakarat
Masyarakat Suku Using Kabupaten Suku Using di Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi memperoleh tanaman kangkung mendapatkan tanaman sirsak (Annona
(Ipomoea aquatic L.) dari areal persawahan. muricata L.) dari halaman dan pekarangan
Masyarakat Suku Using memanfaatkan daun rumah. Bagian buahnya dimanfaatkan oleh
Tanaman kangkung (Ipomoeae aquatica L.) masyarakat Suku Using untuk memenuhi
sebagai sayur konsumsi sehari-hari. kebutuhan akan buah-buahan.

Kecipir (Psopocarpus tetragonolobus L). Salam (Syzygium polyanthum).


Masyarakat Suku Using di Kabupaten Masyarakat Suku Using mendapatkan tanaman
Banyuwangi membudidayakan tanaman ini di salam (Syzygium polyanthum) dari hasil
halaman atau pekarangan sekitar rumah. budidaya di halaman dan pekarangan rumah.
Mereka memanfaatkan buahnya sebagai sayur Daun tanaman ini dimanfaatkan oleh Suku
konsumsi. Using Banyuwangi sebagai rempah untuk
bumbu masakan.
Asam Jawa (Tamarindus indica L.).
Masyarakat Suku Using di Kabupaten Pandan Betawi (Dracaena angustifolia
Banyuwangi memperoleh tanaman asam jawa L.). Masyarakat Suku Using di Kabupaten
(Tamarindus indica L.) di pinggir jalan dan Banyuwangi memperoleh tanaman pandan
pekarangan rumah. Mereka memanfaatkan betawi dari halaman dan pekarangan rumah.
buahnya sebagai pelengkap bumbu masakan. Mereka memanfaatkan daunnya sebagai
pewarna alami untuk makanan.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L).
Masyarakat Suku Using di Kabupaten Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolius
Banyuwangi mendapatkan tanaman ini di L.). Masyarakat Suku Using memperoleh
pekarangan rumah. Bagian buahnya tanaman pandan wangi dari halaman dan
dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Using pekarangan rumah mereka. Daun dari tanaman
sebagai bumbu pelengkap masakan. ini dimanfaatkan sebagai pemberi aroma pada
makanan dan minuman.
Alpukat (Perseae americana Mill).
Masyarakat Suku Using di Kabupaten Serai (Cymbopogon citratus L).
Banyuwangi mendapatkan tanaman alpukat Masyarakat Suku Using Kabupaten
(Perseae Americana Mill.) dari hasil budidaya Banyuwangi memperoleh tanaman serai
di kebun dan pekarangan rumah. Buah dari (Cymbopogon citratum L.) dari hasil budidaya
tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat di halaman rumah. Pangkal batang dari
suku Using untuk memenuhi kebutuhan akan tanaman ini dimanfaatkan sebagai bumbu
buah-buahan. masakan. Cara pemanfaatannya adalah dengan
ditambahkan pada olahan makanan tertentu.
Bawang Merah (Allium cepa L.).
Masyarakat Suku Using tidak banyak yang Padi (Oryza sativa L). Masyarakat Suku
membudidayakan bawang merah (Allium cepa Using Kabupaten Banyuwangi
L.), sehingga kebutuhan akan tanaman ini membudidayakan tanaman padi (Oryza sativa
banyak diperoleh dengan mendatangkan dari L.) di areal persawahan. Tanaman ini
luar daerah. Masyarakat Suku Using di dibudidayakan sebagai komuditas utama
Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan umbi masyarakat Suku Using Banyuwangi. Bulir
lapisnya sebagai bumbu hampir untuk semua bijinya dimanfaatkan sebagai bahan pangan
jenis masakan. utama.

Bawang Putih (Allium sativum L). Ketan (Oryza sativa var. glutinosa).
Masyarakat Suku Using di Kabupaten Masyarakat Suku Using Kabupaten
Banyuwangi mendapatkan tanaman bawang Banyuwangi membudidayakan tanaman ketan
putih (Allium sativum L.) dari pasar atau luar (Oryza sativa var. glutinosa) di areal
daerah. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai persawahan. Masyarakat Suku Using
bumbu pelengkap untuk masakan.

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 17


memanfaatkan bulir biji tanaman ini sebagai masyarakat Suku Using Banyuwangi sebagai
bahan pangan. bahan makanan.

Bambu (Bambusa sp.). Masyarakat Suku Cabai (Capsicum fustescens L).


Using Banyuwangi memperoleh tanaman Masyarakat Suku Using Kabupaten
bamboo (Bambusa sp.) dari pekarangan dan Banyuwangi biasa membudidayakan tanaman
halaman rumah. Masyarakat Suku Using cabai di areal persawahan, halaman dan
Banyuwangi memanfaatkan tunas muda pekarangan rumah. Bagian tanaman yang
tanaman bamboo sebagai bahan pangan. dimanfaatkan adalah buahnya. Sensasi rasa
Pengolahannya adalah dengan direbus, pedas yang dimiliki buah cabai menyebabkan
kemudian dirajang dan dimasak bersama masyarakat Suku Using memanfaatkan buah
bumbu pelengkap. cabai sebagai bumbu masak sehari-hari.
.
Nangka (Arthocarpus heterophyllus L.). Mentimun (Cucumis sativum L.).
Masyarakat Suku Using Banyuwangi Tanaman mentimun banyak dibudidayakan
memperoleh tanaman nangka dari hasil oleh masyarakat Suku Using Kabupaten
budidaya di pekarangan rumah. Buah tanaman Banyuwangi di areal persawahan. Buah
nangka dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tanaman ini dimanfaatkan sebagai buah
Using Banyuwangi untuk memenuhi konsumsi dan sayuran.
kebutuhan buah-buahan, dengan cara
dikonsumsi langsung ataupun diolah menjadi Lengkuas (Alpinia galangal L. Willd.).
aneka minuman. Tanaman lengkuas biasa dibudidayakan oleh
masyarakat Suku Using Banyuwangi di
Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia L). pekarangan rumah. Tanaman ini biasa disebut
Masyarakat Suku Using Kabupaten sebagai “empon-empon” dan dimanfaatkan
Banyuwangi, banyak membudidayakan sebagai bumbu masakan.
tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia L.) di
halaman dan pekarangan rumah.. Buah dan Kunyit (Curcuma domestica L).
daun tanaman ini dimanfaatkan sebagai bumbu Masyarakat Suku Using di Kabupaten
masakan. Buah tanaman ini seringkali Banyuwangi membudidayakan tanaman kunyit
dimanfaatkan juga untuk miuman. di pekarangan sekitar rumah. Rimpang
tanaman kunyit ini dimanfaatkan oleh
Mangga (Mangifera indica L). Tanaman masyarakat Suku Using sebagai bumbu
mangga (Mangifera indica L.) dibudidayakan masakan.
oleh masyarakat Suku Using Banyuwangi di
area pekarangan rumah. Masyarakat Suku Jahe (Zingiber officinale L). Masyarakat
Using memanfaatkan buah tanaman mangga Suku Using Kabupaten Banyuwangi
untuk memenuhi kebutuhan akan buah- memperoleh tanaman jahe dari hasil budidaya
buahan. di pekarangan rumah. Jahe dimanfaatkan
rimpangnya oleh Suku Using sebagai bumbu
Terong (Solanum melongena L). masakan dan campuran untuk minuman
Masyarakat Suku Using Banyuwangi beraroma
membudidayakan tanaman terong (Solanum
melongena L.) di areal persawahan, halaman, Kencur (Kaempria galanga L.). Tanaman
dan pekarangan rumah. Buah dari tanaman kencur diperoleh masyarakat Suku Using
terong dimanfaatkan sebagai sayuran Kabupaten Banyuwangi dari hasil budidaya di
konsumsi, khususnya pada hidangan khas pekarangan rumah. Rimpang tanaman kencur
Suku Using Banyuwangi “Sego Tempong”. dimanfaatkan sebagai bumbu untuk masakan.
Kentang (Solanum tuberosum L.). Kacang Panjang (Vigna cylindrica L.).
Masyarakat Suku Using Banyuwangi tidak Masyarakat Suku Using Kabupaten
banyak membudidayakan tanaman kentang. Banyuwangi mendapatkan tanaman kacang
Sehingga mereka biasa mendatangkan dari panjang (Vigna cylindrica L.) dari hasil
luar daerah atau membeli dari pasar. Umbi budidaya di areal persawahan. Tanaman
tanaman kentang ini dimanfaatkan oleh

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 18


tersebut dimanfaatkan sebagai bahan pangan sayur-mayur, buah-buahan, biji-bijian dan
tambahan, dalam bentuk sayur-mayur. kacang-kacangan serta bumbu dan aroma
masakan. Habitus tanaman pangan paling
Kacang Tanah (Arachis hypogaea L). banyak adalah perdu, semak dan terna.
Masyarakat Suku Using Kabupaten Tanaman pangan banyak diperoleh dari hasil
Banyuwangi mendapatkan tanaman kacang budidaya masyarakat Suku Using. Masyarakat
panjang dari hasil budidaya di areal Suku Using Banyuwangi banyak
persawahan, ladang, atau pekarangan rumah. memanfaatkan organ buah dari tanaman
Tanaman ini dapat digunakan memenuhi pangan. Cara pengolahan yang paling sering
kebutuhan pangan dalam bentuk kacang- dilakukan dengan dimasak.
kacangan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Pisang (Musa paradisiacal L.).
Masyarakat Suku Using Banyuwangi biasa Ucapan terima kasih disampaikan kepada
membudidayakan tanaman pisang (Musa tim LPPM Universitas PGRI Banyuwangi
paradisiacal L.) di pekarangan rumah. yang telah memfasilitasi penelitian ini hingga
Tanaman ini dimanfaatkan buahnya oleh selesai. Begitu juga kepada Ristekdikti yang
masyarakat suku Using untuk berbagai telah memberikan dana hibah pada Penelitian
kepentingan, salah satunya untuk kebutuhan Dosen Pemula ini.
pangan. Buah pisang biasa dikonsumsi
dengan cara dimakan langsung atau dimasak DAFTAR PUSTAKA
menjadi olahan pangan lainnya.
[1] Rahayu S (2013) Pemanfaatan
Jagung (Zea mays). Masyarakat Suku tumbuhan pangan dan obat oleh
Using Kabupaten Banyuwangi menanam masyarakat Kampung Sinarwang di
jagung di areal persawahan. Tanaman ini Sekitar Hutan Gunung Salak, Kabupaten
dimanfaatkan bijinya sebagai salah satu Bogor. Skripsi. Institut Pertanian Bogor,
makanan pokok alternative selain padi. Bogor.
[2] Martin GJ (2004) Etnobothany a method
Kopi (Coffea arabica). Masyarakat Suku manual. Chapman and Hall, London.
Using Banyuwangi membudidayakan tanaman [3] Sartika W (2013) Studi etnobotani
kopi (Coffea Arabica) di pekarangan ataupun keanekaragaman pangan Etnis Batak
kebun. Tanaman ini dimanfaatkan bijinya Toba di Kecamatan Baktiraja Kabupaten
sebagai bahan dasar minuman beraroma. Humbang Hasundutan. JUPIIS: Jurnal
Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial 5(2): 20-
Manggis (Garcinia mangostana). 25..
Tanaman manggis (Garcinia mangostana) [4] Indiarti W, Mahdi A, Mulyati T (2013)
banyak dibudidayakan oleh masyarakat Suku Pengembangan program desa wisata dan
Using Kabupaten Banyuwangi. Mereka ekowisata berbasis partisipasi
membudidayakan di pekarangan dan halaman masyarakat Desa Kemiren Kabupaten
rumah. Buah tanaman manggis dimanfaatkan Banyuwangi. Laporan Penelitian
oleh Suku Using Kabupaten Banyuwangi Inovatif Bidang Pariwisata, Universitas
untuk memenuhi kebutuhan makanan PGRI Banyuwangi.
tambahan berupa sumber buah-buahan. [5] BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi
www.banyuwangikab.go.id/profil/peta.h
KESIMPULAN
tm. Peta administrasi kabupaten
banyuwangi. Diakses tanggal 30 Mei
Hasil penelitian menunjukkan tanaman
sebagai bahan pangan bagi masyarakat suku 2017.
[6] Anisfiani W, Asyiah IN, Aprilya S
Using Kabupaten Banyuwangi s sebanyak 40
(2014) Etnobotani bahan kosmetik oleh
spesies dan tergabung dalam 25 famili.
Tanaman pangan tersebut dikategorikan dalam masyarakat Suku Using di Kabupaten
bahan pangan utama hanya satu jenis tanaman, Banyuwangi sebagai bahan ajar populer.
bahan pangan tambahan berjumlah 39 jenis Pancaran Pendidikan 3(3): 53-62.
dan dibedakan atas kategori umbi-umbian, [7] Moeljopawiro S,.Manwan I (1992)
Pengembangan dan pemanfaatan

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 19


tanaman pangan di Indonesia. Prosiding
Seminar dan Lokakarya Nasional
Etnobotani, Cisarua-Bogor,
DEPDIKBUDDEPTAN-LIPI
Perpustakaan Nasional RI. Diedit oleh
Nasution, RE, Riswan S, Tjitropranoto
P, Waluyo EB, Martowikrido W,
Roemantyo H, Wardoyo SS., hal. 288-
299.
[8] Nurchayati N, Ardiyansyah F (2018)
Kajian etnobotani masyarakat Suku
Using Kabupaten Banyuwangi. Bioma
3(2): 87-101.
[9] Apriliani A, Sukarsa S, Hidayah HA
(2014) Kajian etnobotani tumbuhan
sebagai bahan tambahan pangan secara
tradisional oleh masyarakat di
Kecamatan Pekuncen Kabupaten
Banyumas. Scripta Biologica 1(1): 76-
84.
[10] Salsabila PP, Zuhud EAM, Siswoyo
(2014) Pemanfaatan tumbuhan pangan
dan obat oleh masyarakat di Dusun
Palutungan Desa Cisantana Sekitar
Taman Nasional Gunung Cermei. Media
Konservasi 19(1): 146-153.

Biotropika: Journal of Tropical Biology | Vol. 07 No. 1 | 2019 20