Anda di halaman 1dari 5

Bahan KTB

BAB 5 Meneladani Kerendahan Hati Sang Raja

Pendalaman materi

Menjelaskan bahwa dosa tertua adalah keangkuhan. Contoh nya ada di peristiwa adam dan hawa yang
masuk kedalam dosa, dimana hawa dicobai ular.

Kenapa hawa mau diharus ular? Keangkuhan manusia yang ingin menyamai Allah. “Kamu akan menjadi
Allah”

Bagaimana bisa kita menyamakan diri kita sebagai Allah. Kita serupa dan segambar dengan Allah namun
kita berada pada tingkat yang berbeda dengan Allah.

Selanjutnya pada Alinea ke 3

Diceritakan bahwa Karakter Raja yang akan datang, ia adil dan jaya, Rendah hati, lemah lembut,
memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Kenapa seorang raja diharapkan rendah hati.

Kita tau bahwa raja merupakan seorang yang besar, tersohor memiliki kekuasaan untuk memerintah
rakyatnya. Digambarkan bahwa raja yang akan datang itu raja yang charming. Raja yang rendah hati
(tidak angkuh, otoriter, memegahkan diri). Seorang raja dengan kemegahannya namun datang dengan
keledai.

Keledai yang identic dengan lamban, bodoh. Namun binatang yang dapat mengemban beban berat.

Digenapi dalam Yoh 12 :12-15  Yesus dielu-elukan di Yerusalem  Orang-orang menyambut Yesus
dan Yesus naik ke seekor keledai. (ay. 14)

Yesus datang ke dunia yang penuh dosa, dari tempatnya yang maha tinggi, datang kepada manusia
merupakan the greatest pengorbanan, dan rendah hati Tuhan yang Tuhan lakukan untuk kita.
Bagaimana Dia datang menjadi sama dengan manusia.

Dia datang  dia tidak bermegah untuk itu, tidak menyombongkan dirinya, datang memberikan
belaskasihannya kepada kita, melakukan mujizat dan pengajaran.

Dan pada intinya Tuhan datang untuk mati di kayu salib, mengorbankan dirinya menebus dosa kita
manusia.

Jadi sebenernya bagaimana kerendahan hati yang harus kita teladani dari sang Raja?

Kehidupan kita tercermin sebagai suatu yang nyata, tidak bermegah dan sombong atas apa yang dicapai.
Namun kita harus Imani dan yakini bahwa apa yang kita kerjakan, kita capai dan miliki, kita dipuji, itu
kita peroleh karena Tuhan berdaulat atas hidup kita dan Tuhan ikut bekerja dalam pekerjakan kita,
sehingga apa yang kita miliki kita pergunaakn sebaik-baiknya bukan hanya untuk diri sendiri melainkan
untuk kemuliaan Tuhan.

Mungkin dalam sharing kita saat ini ak jug abs aja merasa waah biar ak dipuji ini untuk pertemuan ini
harus keren nih kata”nya biar terlihat pintar (?)
atau dalam pekerjaan atau kehidupan tidak melibatkan Tuhan untuk campur tangan didalamnya.

Bahkan Yesus juga berkata bahwa ia datang bukan untuk dilayani tapi melayani.. Raja yang besar ,penuh
kuasa memberikan teladan bahwa dia datang bukan untuk dilayani melayani untuk anak-anakNya.

Tuhan pernah memberikan mengecam ahli-ahli farisi bagaimana hidup mereka bertolak belakang
dengan apa yang dikatakannya.

Cerita Yesus mengecam ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi. (Mat 23: 1-36) , bagaimana Yesus
mengingatkan kita, jikalau perbuatan dan perkataan kita janganlah menunjukkan kesombongan.
Dikatakan bahwa Ahli taurat dan orang farisi melakukan perbuatanmereka seperit duduk di tempat
terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat tapi semata-mata hanya untuk
bermegah diri, dipandang terhormat.

Barang siapa meninggikan dirinya, ia akan direndahkan.

Kerendahan hati apa yang Yesus miliki dan demonstrasikan? Bagaimana kita hidup meneladani hidup
seorang Yesus Kristus yang penuh dengan kerendahan hati. Ia datang bukan untuk dilayani melainkan
melayani.

Ia rela turun kedunia dan mati diatas kayu salib dan mengorbankan dirinya untuk manusia yang penuh
dosa.

Jgn hidup bermegah dengan kesombongan, padahal semua yang kita peroleh dari Tuhan dan kehendak
Tuham. Bagaimana kita pakai hidup kita untuk meneladani cara hidup Tuhan.

Apa yang Ia Kehendaki dari kita murid-muridnya saat kerendahan hati itu Ia perlihatkan secara nyata
mendekati saat penangkapan dan penyalibannya?

Dalam bacaan yang akan kita bahas nanti, diceritakan bahwa Tuhan memberikan teladan kepada murid-
muridnya dengan rendah hati membasuh murid murid-muridNya, dimana diceritakan bahwa pekerjaan
membasuh kaki itu pekerjaan yang dilakukan orang rendahan. Tp Tuhan melakukan itu kepada murid-
muridnya. Bagaiamana kita bs bayangkan murid-murid yang memandang Yesus sebagai Guru rela
membasuh kaki murid-muridNya

Tuhan datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.

Alkitab menceritakan bahwa terdapat pertanyaan diantara murid-muridnya mempertanyakan siapa


yang paling besar. Namun dalam peristiwa perjamuan kudus dimana Yesus membasuh kaki murid-
muridnya, Yesus mengajarkan untuk dapat rendah hati, kita dalam melakukan tugas kita, perintah
Tuhan.

Sebelum melakukan perjamuan terakhir dn membasuh kaki murid-muridNya. Kita tau disitu Yesus sudah
tau aka nada muridNya yang akan menghianatiNya namun, dia tetap mengerjakannya, dengan rendah
hati membasuh kaki mereka.

Bagaimana mereflesikan diri kita, saat kita bekerja saat ini, kita bekerja misal dengan orang yang jauh
dengan orang yang merendahkan kita, namun kita tetap menaruh kasih dan dengan kerendahan hati
tetap melakukan pekerjaan bersama.
Yang mana nanti akan dita lebih bahas lagi bagaimana Yesus melayani murid-muridnya.

xxxxx

Diskusikanlah:

Kerendahan hati merupakan syarat mutlak yang hrs dimiliki oleh setiap murid Kristus. Namun, kita sering
kali gagal untuk memiliki sikap hidup yang rendah hati. Apa penyebab kegagalan tsb?

Manusia itu diberikan karunia dengan indera. Manusia senang menerima pujian. Pujian” yang diberikan
seringkali membuat manusia menjadi angkuh dan sombong, mengatakan itu semua dari kekuatan kita.
Padahal ada Tuhan yang campur tangan dalam setiap hidup kita.

Bacaan:

1. Saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.

Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot untuk mengkhianati Dia.

Bahwa BapaNya telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya dan bahwa Ia datang dari Allah dan
kembali kepada Allah.

Sikap  sama seperti Ia senantiasa menghasihi murid-muridNya, demikianlah sekarang Ia mengasihi


mereka sampai kepada kesudahannya.

2. Yesus menanggalkan jubahNya, mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada
pinggangNya, menuangkan air kedalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-muridNya lalu
menyekanya dengan kain yang terikat pda pinggangNya itu.

Mengapa Yesus melakukan ini?

Diceritakan sebelumnya, bahawa Dia sudah tau sudah waktunya Dia akan beralih daru dunia ini, namun
Dia juga sudah tau bahwa dia akan dikhianati oleh muridNya.

Tuhan menunjukan kerendahan hatiNya,memberikan contoh dan pengjaran kepada murid-muridNya


untuk dapat rendah hati bukan hanya untuk dilayani namun harus mampu melayani, biarpun dia
seorang Guru bagi murid-muridnya, mengetahui dia akan diKhianati,namun dia tetap membasuh kaki
murid-muridNya.

Mengajarkan tidak peduli setinggi apa jabatan kita, tetap kita harus rendah hati. Atau sesakit kita
bekerja dengan orang yang kita sudah tau tidak bs berdampingan

Menunjukan bahwa kasihNya yang besar, dia sudah diutus oleh BapaNya untuk datang kepada manusia,
turun ke dunia dan menjadi manusia. Bagaimana kerendahan hati Tuhan sebagai anakNya datang dan
mengorbankan nyawaNya untuk umat manusia yang penuh dosa, bahkan menghakimi diriNya
menyalibkan Nya dikayu salib.
Tuhan menunjukkan hati sebagai hamba dengan melayani, dia datang sebagai Raja tp bukan untuk
dilayani namun untuk melayani.

3. Petrus bertanya Yesus mau cuci kakiku?

Engkau tidak akan membasuh kakiku selama-selamanya.

Yoh 6:68-69  Petrus merepons pertanyaan Tuhan, apakah murid-muridNya akan pergi juga
meninggalkan dia, Petrus menjawab, kemana lagi mereka akan pergi ,perkataanMu adalah perkataan
hidup yang kekal. Dan kami percaya dan tahu bahwa Engkau adalah yang kudus dari Allah.

Petrus mengimani bahwa Yesus memang Guru nya yang memberikan perintah dan perkataannya
menjadi jalan mereka.

4. Yesus berkata apa yang kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengerti kelak.
Jika ak tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam aku.

Yesus memberikan pengajaran kepada murid-muridNya dalam konteks dia akan pergi meninggalkan
mereka. Yesus mengajarkan bahwa perbuatlah kepada semua orang seperti itu (melayani bukan
dilayani) sebesar apapun engkau dianggap orang, ya tetap kamu harus rendah hati untuk melayani.

Jika Tuhan tidak membasuh kaki mereka, mereka mungkin tidak bs merasakan kerendahan hati hati
tersebut.

5.pada ayat ini, Yesus berkata ya memang Yesus adalah Guru dan Tuhan, jikalau Dia yang sangat besar
tsb membasuh murid”Nya maka murid-muridnya juga harus melakukannya satu dengan yang lain.

Teladan yang telah dilakukan oleh Yesus, supaya diperbuat sama seperti yang telah diperbuat oleh
YEsus.

Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

6. Pekerjaan rumah deh, misal udah masak, masih mikir kan ak udh ngejain ini, ngerjain itu, beli ini beli
itu, masa sih ngga ada yg mau bantuin. Padahal ya mengerjakan pekerjaan tsb bukan harus itung-itung.

saat ini dalam fase tidak bersyukur mempunyai atasan yang kurang renponsif. Kadang tidak
mengerjakan tugas dengan alasan, kan tidak ada arahan, merasa ini orang tuh ngga bs deh apa-apa,

Padahal kan kita itu ya melakukan pekerjaan saling melayani. x

7. Dalam hal pekerjaan, senin ada dinas dari subbag aklap, sebelumnya sudah di set DL ke kalsel, sempat
kesel, ngapain sih ikut yang di aklap, dipaksa-paksa ikut padahal kegiatannya jg gitu aja.

Tp lebih jauh itu seharusnya lebih rendah hati, diajak diskusi , DL berarti mereka butuh, untuk pekerjaan
kita mereka masih mau kerja dengan kita, butuh pelayanan kita. Sehingga nanti pun untuk pekerjaan itu
harus dilakukan dengan penuh syukur dan kerendahan hati.