Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI INKUBATOR

OLEH :

NAMA : APRILIA DIANA ANGGIA L.

NIM : P07134020003

PRODI : D3.TLM

KELAS :A

KELOMPOK :A

DISEN PEMBIMBING : AFFAN ARDIANTO,STr.Kes


A.TUJUAN
Praktikum Inkubator ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan cara
penggunaannya dengan baik dan benar.

B.Dasar Teori
Penyebab tidak tahan lamanya makanan adalah terdapatnya bakteri
pembusuk dalam makanan tersebut, dalam kondisi udara terbuka (temperatur
ruang tinggi, misalnya 30°C) perkembangbiakan bakteri terjadi sangat cepat
akibatnya makanan menjadi cepat busuk. Berdasarkan penelitian
perkembangbiakan ini bisa dihambat (diperlambat) jika temperatur ruang
diturunkan. Perkembangbiakan bakteri yang signifikan ini ternyata ketika
temperatur ruang diturunkan dibawah 10°C menjadi sangat lambat. Dengan
demikian proses pembusukan makanan dapat diperlambat juga. Maka
dibuatlah suatu alat yang berfungsi untuk menjaga/ mengkondisikan
temperatur untuk menjaga makanan  tersebut sehingga bisa bertahan lebih
lama (Anonim, 2011).
Broadly speaking, there are two ways to preserve biological objects,
namely the preservation of wet and dry curing. Pickling is done with wet
biological objects preserved in a liquid preservative. Dry preservation of
biological objects is done by drying until the moisture content is very low, so
the organism destroyer / destroyer does not work. Done for the preservation
of wet shelled animals are relatively large in size, soaked in a preservative
solution. Dried for preservation of relatively large organisms are usually carried
out by drying in the sun or in an oven and then make it more durable media
can be stored in preservative resin (Bioplastics). Objects that can be used as
the primary specimen preservation is wet or dry biological objects that are
small to large (Harmon dan Frank, 1984).

C.Prinsip Dasar
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada
suhu yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi
dengan pengatur suhu, dan pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator
maka semakin rentan pula perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka.
Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada di dalam dengan
memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas
penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan
tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan
suhu. 

D.Bagian-bagian Inkubator dan fungsinya


 Pintu incubator.
 Tombol panel berfungsi untuk mengatur
suhu yang diperlukan.
 Rak incubator berfungsi sebagai tempat
meletakkan bahan yamg akan diinkubator.

E.Cara Penggunaan
1.    Hubungkan kabel power ke stop kontak.
2.    Putar tombol power ke arah kiri (lampu power hijau menyala).
3.    Atur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set.
4.    Sambil menekan tombol set, putarlah  tombol di sebeklah kanan atas
tombol set hingga mnencapai suhu yang di inginkan.
5.    Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set.
6.    Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah
beberapa menit (Dahlia, 2011).

F.Cara Perawatan
 Bersihkan alat bersama dengan kain lap bersih atau kain lap yang basah,
lantas lap bersama dengan kain kering tiap-tiap selesai di gunakan.
 Di di dalam inkubator terdapat rak bisa di bongkar pakai sehingga
memudahkan untuk membersihkannya.
G.Gambar Alat

H.Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan
bahwa inkubator adalah alat laboratorium untuk menyimpan bahan kimia
tertentu dalam suhu tertentu.

Anda mungkin juga menyukai