Anda di halaman 1dari 5

1. Satker ABC membeli sebuah genset dengan harga perolehan Rp400.000.000,00.

Penetapan Status atas Genset tersebut dilakukan oleh….


a. Pengguna Barang
b. Kuasa Pengguna Barang
c. Pengelola Barang
d. Pejabat Struktural di lingkungan eselon I yang membidangi pengelolaan BMN

2. Satker XYZ membeli sepeda motor dengan harga perolehan Rp30.000.000,00.


Penetapan Status atas sepeda motor tersebut dilakukan oleh….
a. Pengguna Barang
b. Kuasa Pengguna Barang
c. Pengelola Barang
d. Pejabat Struktural di lingkungan eselon I yang membidangi pengelolaan BMN

3. Software, hak cipta dan hak paten jika dilihat jenis BMN-nya digolongkan ke dalam....
a. Persediaan
b. Aset Tak Berwujud dalam Aset Tetap
c. Aset Tak Berwujud dalam Aset Lainnya
d. Peralatan dan Mesin dalam Aset Tetap

4. Kegiatan yang dilakukan oleh Kuasa Pengguna Barang dalam mengelola dan
menatausahakan Barang Milik Negara yang sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi instansi yang bersangkutan disebut....
a. Pemanfaatan BMN
b. Penggunaan BMN
c. Pemindahtanganan BMN
d. Pengamanan BMN

5. Yang tidak termasuk kriteria aset tetap


a. umur lebih dari 12 bulan
b. tidak digunakan untuk operasional
c. berwujud
d. memiliki nilai

6. Pengalihan kepemilikan barang dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atau
kepada pihak lain tanpa memperoleh penggantian merupakan salah satu bentuk
pemindahtanganan BMN melalui....
a. Penjualan
b. Hibah
c. Tukar Menukar
d. Transfer

7. Sebuah sedan dibeli pada bulan 30 Agustus tahun 2020 dengan nilai perolehan sebesar
Rp350.000.000 dengan masa manfaat 7 tahun. Berapa nilai akumulasi penyusutan
sedan tersebut pada tanggal 31 Desember 2021?
a. Rp25.000.000,00
b. Rp50.000.000,00
c. Rp75.000.000,00
d. Rp150.000.000,00

8. Sebuah sedan dibeli pada 30 Agustus tahun 2020 dengan nilai perolehan sebesar
Rp350.000.000 dengan masa manfaat 7 tahun. Berapa nilai buku sedan tersebut pada
tanggal 31 Desember 2021 (periode pelaporan)?
a. Rp200.000.000,00
b. Rp275.000.000,00
c. Rp300.000.000,00
d. Rp325.000.000,00

Untuk Soal Nomor 9-11


Pada Satker ABC ditemukan sebuah Aplikasi NANA yang belum tercatat pada SIMAK
BMN, setelah ditelusuri pada dokumen sumber Aplikasi SIKAT diperoleh dengan
pengadaan melalui pihak ketiga dengan nilai pekerjaan Rp180.000.000,00 dan tanggal
SP2D 2 Maret 2020. Setelah diidentifikasi lanjut Aplikasi SIKAT memenuhi kriteria
sebagai Aset Tak Berwujud (masa manfaat 4 tahun), atas hal tersebut dilakukan
penginputan pada Aplikasi SIMAK BMN tertanggal 20 Juni 2021.

9. Melalui menu apa transaksi tersebut diinput ke dalam Aplikasi SIMAK BMN?
a. Saldo Awal
b. Pembelian
c. Hibah
d. Reklasifikasi Masuk

10. Berapa nilai akumulasi amortisasi ATB yang terbentuk saat diinput ke dalam Aplikasi
SIMAK BMN?
a. Rp0
b. Rp22.500.000
c. Rp45.000.000
d. Rp90.000.000

Jawaban:
Beban Amortisasi per semester Rp180.000.000/8 semester = Rp22.500.000
Jika diinput di SIMAK BMN pada tanggal 20 Juni 2021 berarti sudah melalui 2 periode
penyusutan (Sem I Tahun 2020 dan Sem II Tahun 2020)
Akumulasi Amortisasi 2 semester x Rp22.500.000 = Rp45.000.000

11. Aplikasi SIKAT akan dihapuskan pada tanggal 31 Desember 2021 karena sudah using
(ketinggalan jaman), berapa nilai Beban Pelepasan Aset tersebut pada Laporan
Operasional Satker ABC per 31 Desember 2021?
a. Rp0
b. Rp22.500.000
c. Rp45.000.000
d. Rp90.000.000

Jawaban:
Pada tanggal 31 Desember 2021 nilai buku Aplikasi SIKAT adalah sebesar
Rp90.000.000 (4 semester diamortisasi) sehingga beban pelepasan aset pada tanggal 31
Desember 2021 senilai Rp90.000.000

Untuk Soal Nomor 12-13

Gudang pada Satker KARO mencatat persediaan kertas HVS dengan metode FIFO
perpetual, berikut ini adalah data yang diperoleh selama bulan Juni 2021:

Jumlah Unit Harga Satuan


Tanggal Transaksi
(Rim) (Rp)

1 Juni Persediaan Awal 120 45.000

10 Juni Pembelian 50 48.000

21 Juni Pemakaian 100

23 Juni Pemakaian 30

30 Juni Stock Opname

12. Berapa nilai Persediaan pada Neraca Satker KARO tanggal 30 Juni 2021?
a. Rp960.000
b. Rp1.800.000
c. Rp1.920.000
d. Rp1.960.000

Jawaban:

Saldo Akhir Persediaan: 40 unit x Rp48.000 = Rp1.920.000

13. Berapa nilai Beban Persediaan pada Laporan Operasional Satker KARO tanggal 30
Juni 2021?
a. Rp5.880.000
b. Rp6.000.000
c. Rp6.360.000
d. Rp7.800.000

Jawaban:

Beban Persediaan:

100 unit x Rp45.000 = Rp4.500.000


20 unit x Rp45.000 = Rp900.000

10 unit x Rp48.000 = Rp480.000

Total Beban Persediaan Rp5.880.000

Untuk Soal Nomor 14-15

Dalam sebuah SP2D terdapat belanja Peralatan dan Mesin dengan MAK 532xxx
sebagai berikut (seluruh barang telah diinput ke dalam SIMAK BMN):

No Nama Barang Unit Harga Satuan Jumlah


1 Meja Kerja Kayu 10 Rp1.000.000 Rp10.000.000
2 Kursi Besi 25 Rp950.000 Rp23.750.000
3 Rak Besi 15 Rp900.000 Rp13.500.000
4 Meja Lipat 20 Rp1.250.000 Rp20.000.000
TOTAL Rp72.250.000
PPN Rp7.225.000
TOTAL + PPN Rp79.475.000

14. Berapa peningkatan saldo Peralatan dan Mesin dalam Neraca?


a. Rp58.750.000
b. Rp64.625.000
c. Rp72.250.000
d. Rp79.475.000

Jawaban:

Nilai Kapitalisasi BMN Peralatan dan Mesin senilai Rp1.000.000 (termasuk PPN)

Jadi yang bisa terbaca sebagai PM berupa Meja Kerja Kayu, Kursi Besi, dan Meja
Lipat = (Rp10.000.000+Rp23.750.000+Rp20.000.000) x 110% = Rp64.625.000

15. Berapa peningkatan saldo Beban Ekstrakomptabel dalam Laporan Operasional?


a. Rp13.500.000
b. Rp14.850.000
c. Rp37.250.000
d. Rp40.975.000

Jawaban:

BMN Ekstrakomptabel berupa Rak Besi = Rp13.500.000 x 110% = Rp14.850.000

16. BMN berikut dapat dipindahtangankan melalui penjualan, kecuali….


a. Kendaraan dinas
b. Laptop
c. Rumah negara golongan II
d. Tanah dan bangunan rumah negara golongan II
17. Berikut adalah cara Pemusnahan BMN, kecuali….
a. Ditimbun
b. Ditenggelamkan
c. Dirobohkan
d. Disingkirkan

18. Berikut bentuk Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah, kecuali….


a. Sewa
b. Pinjam Pakai
c. Hibah
d. Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna

19. Penjualan Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan dengan pertimbangan berikut,


kecuali….
a. optimalisasi BMN yang berlebih
b. optimalisasi BMN yang tidak digunakan/dimanfaatkan
c. secara ekonomis akan merugikan negara apabila dijual
d. sebagai pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan

20. Yang dimaksud dengan Barang Milik Negara/Daerah adalah ...


a. Barang milik Negara/Daerah adalah semua barang yang dibeli atau
diperoleh atas beban APBN/D
b. Barang milik Negara/Daerah adalah semua barang yang dibeli atau
diperoleh atas beban APBN/D atau berasal dari perolehan lainnya
yang sah
c. Barang milik Negara/Daerah adalah semua barang yang dibeli atau
diperoleh dari perolehan lainnya yang sah
d. Barang yang digunakan oleh negara dalam menjalankan tugas pokok
fungsinya