Anda di halaman 1dari 40

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI

Edisi 4 Tahun 2021


Media Informasi dan Komunikasi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR

PERATURAN
MENTERI PUPR
NO. 7 TAHUN 2021:
PENCATATAN SUMBER DAYA MATERIAL
DAN PERALATAN KONSTRUKSI
29
11 Layanan Lisensi Lembaga
Meningkatkan Kualitas Sertifikasi Badan Usaha (LSBU)
Hidup Melalui Konstruksi Oleh Lembaga Pengembangan
Berkelanjutan Jasa Konstruksi
DAFTAR
ISI

21
Dewan Sengketa Konstruksi
Benarkah menjanjikan masa
depan cerah untuk konstruksi
Indonesia?

Seperti diketahui bersama, Pemerintah tetap


melanjutkan pembangunan infrastruktur di
Indonesia di tengah situasi pandemi COVID-19.

berita utama 14 Pengaturan Sistem Manajemen


Keselamatan Konstruksi Dalam
31 Memahami Skema Sertifikasi
Profesi Uji Kompetensi
04 Peraturan Menteri PUPR
No. 7 Tahun 2021:
Permen PUPR Tenaga Kerja Konstruksi
Nomor 10 Tahun 2021 liputan khusus
Pencatatan Sumber
Daya Material Dan
Peralatan Konstruksi
18 Meningkatkan Kompetensi
Tenaga Kerja Kualifikasi 34 Balai Pelaksana Pemilihan
Jasa Konstruksi Ditjen
Jabatan Ahli Melalui Bina Konstruksi Mengikuti
Pengembangan Keprofesian
08 Keikutsertaan
Masyarakat Jasa
Berkelanjutan
Pelatihan Sistem Manajemen
Anti Penyuapan
Konstruksi
Dalam Penyelenggaraan
Sebagian
Kewenangan
Pemerintah Pusat
Melalui Lembaga
Pengembangan
Jasa Konstruksi

11 Meningkatkan Kualitas
Hidup Melalui Konstruksi
berita terkini
Berkelanjutan 24 Akreditasi Asosiasi Profesi 36 Kementerian PUPR Bersama
KPK Terapkan Smap Di
Jasa Konstruksi: Cikal BP2JK Papua Barat
Bakal Pembinaan Tenaga
Kerja Konstruksi Dalam soft news
Mendukung Pemulihan
Ekonomi Nasional 38 Dinamika Pembinaan
Jasa Konstruksi

26 Mengenal Sistem
Penyelenggaraan Konstruksi
(Project Delivery System)

29 Layanan Lisensi Lembaga


Sertifikasi Badan Usaha
(LSBU) Oleh Lembaga
Pengembangan Jasa
Konstruksi

dewan redaksi
Pembina/Pelindung: Direktur Jenderal Bina Konstruksi. Dewan Redaksi: Sekretaris Direktorat
Jenderal Bina Konstruksi, Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Direktur Kelembagaan
dan Sumber Daya Jasa Konstruksi, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi, Direktur
Pengadaan Jasa Konstruksi, dan Direktur Keberlanjutan Konstruksi. Pimpinan Umum: Tri Berkah.
Edisi 4 Tahun 2021 Pimpinan Redaksi: Yosaphat Bisma Wikantyasa. Penyunting/Editor: Kristinawati Pratiwi Hadi,
Indri Eka Lestari, Hari Mahardika, Jannatin Clara Alverinna, Agus Firngadi, Anita Widyastuti, Nanang
Supriyadi. Redaksi Sekretariat: Dendy Rahadian, Utami Darma Setiawati, Arif Wicaksono, Galuh
Shinta Dewi, Maria Ulfa. Administrasi dan Distribusi: Fauzan, Aprilia Gayatri, Fotografer: Hari
Media Informasi dan Komunikasi Maradika.
Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
Kementerian Pekerjaan Umum dan ALAMAT REDAKSI
2 Rakyat
Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
| Edisi 4 | 2021 Gedung Utama Lt.10, Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
SALAM
REDAKSI

Perubahan Peraturan
Jasa Konstruksi Serta
Penerapan Sistem
Manajemen Anti Penyuapan

P
andemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun tentu
berdampak pada perekonomian Indonesia, termasuk sektor konstruksi
yang memiliki kontribusi besar dalam sektor ekonomi. Berbagai upaya telah
dilakukan pemerintah agar ekonomi dapat bertumbuh ke arah yang lebih positif.
Dalam melakukan upaya tersebut pemerintah perlu bekerjasama dan membangun
sinergi dengan banyak pihak untuk memulihkan perekonomian nasional.

Hadirnya Undang-Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja diharapkan mampu


menciptakan iklim usaha dan investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis,
termasuk UMKM dan investor asing. Sekaligus, memulihkan perkenomian nasional
pasca pandemi COVID-19. Perkembangan industri konstruksi di Indonesia saat ini
terus mengalami peningkatan, terlebih sektor jasa konstruksi merupakan salah
satu sektor utama yang diharapkan dapat menjadi pengungkit pemulihan ekonomi
nasional.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi selaku pembina


jasa konstruksi telah memperbaharui Peraturan Pemerintah bidang jasa konstruksi
menyesuaikan dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang
terbagi dalam 7 peraturan yang dapat pembaca simak selengkapnya dalam Edisi 4
Tahun 2021 Buletin Ditjen Bina Konstruksi.

Selain itu, Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR juga melakukan strategi khusus
dalam upaya meminimalisir pelanggaran atau korupsi dalam sistem pengadaan
barang dan jasa yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
(SMAP). Simak liputan khusus tim Buletin Ditjen Bina Konstruksi saat 8 Balai Pemilihan
Pelaksana Jasa Konstruksi dan 1 Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Ditjen Bina
Konstruksi menjadi pilot project pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas
Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebagai ujung tombak dalam pembangunan infrastruktur pegawai Kementerian


PUPR harus terus menjaga kepercayaan yang sudah diberikan, serta dapat
diandalkan. Dengan harapan seluruh pembangunan infrastruktur di Indonesia
mampu meningkatkan konektivitas masyarakat Indonesia. Salam Konstruksi...!!

3
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
PERATURAN MENTERI PUPR NO. 7 TAHUN 2021:
PENCATATAN SUMBER DAYA MATERIAL
DAN PERALATAN KONSTRUKSI
Oleh : Ir. Nicodemus Daud, M.Si.
Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi
Dr. Yolanda Indah Permatasari, S.E., M.M
JFT Pembina Jasa Konstruksi Ahli Madya

Ketersediaan rantai pasok konstruksi menjadi faktor penting untuk mendukung


terlaksananya Pembangunan Infrastruktur.

Rantai pasok konstruksi mencakup koordinasi semua struktur yang tepat mutu, tepat waktu, dan tepat
bagian dari pemasok, kontraktor, dan pengguna jasa, baik biaya; dan
secara langsung maupun tidak langsung dalam mencapai d. Mendukung pemenuhan Standar Keamanan, Kese­
tujuan proyek. Rantai pasok konstruksi mencakup 5 (lima) lamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan.
sumber daya utama yaitu manusia (man), peralatan
(machine), metode (method), material (material), dan Amanat Pencatatan SDMPK terdapat dalam Pasal 26A
pendanaan (money). Pentingnya pengelolaan rantai pasok Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang
ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun
tentang Jasa Konstruksi, khususnya pada Pasal 5 ayat (1), 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 2 Tahun 2017
yang mengamanatkan bahwa salah satu kewenangan tentang Jasa Konstruksi. Pada Ayat (1) Pasal 26A tersebut
Pemerintah Pusat adalah mengembangkan sistem rantai mengamanatkan sumber daya material dan peralatan
pasok jasa konstruksi. konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi
harus telah lulus uji dan mengoptimalkan penggunaan
Salah satu isu strategis dalam pengelolaan rantai produk dalam negeri.
pasok konstruksi, khususnya sumber daya material
dan peralatan konstruksi (MPK), adalah ketidakpastian Lebih lanjut, pada Ayat (2), sumber daya material dan
pasokan, kebutuhan, dan informasi (supply, demand, peralatan konstruksi dilakukan pencatatan menggunakan
and information uncertainty) yang dapat menimbulkan Sistem Informasi Jasa Konstruksi terintegrasi, dalam hal ini
asimetrik informasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan dilakukan pada Sistem Informasi Material dan Peralatan
transformasi pengelolaan rantai pasok sumber daya Konstruksi (SIMPK) yang dapat diakses pada mpk.
material dan peralatan konstruksi dengan melakukan binakonstruksi.pu.go.id.
digitalisasi pengelolaan rantai pasok sumber daya MPK
dan membangun big data rantai pasok industri konstruk­ Untuk mengatur lebih lanjut ketentuan terkait Pencatat­
­­si. Salah satu upaya dalam membangun big data sumber ­­an SDMPK sebagaimana diamanatkan pada Pasal 26D PP
daya material dan peralatan konstruksi adalah melalui No. 14 Tahun 2021, maka disusun Peraturan Menteri PUPR
pencatatan sumber daya material dan peralatan kons­ Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pencatatan Sumber Daya
truksi (yang selanjutnya disingkat Pencatatan SDMPK). Ma­­terial dan Peralatan Konstruksi yang telah diundangkan
Pencatatan sumber daya material dan peralatan konstruksi pada tanggal 31 Maret 2021. Pada Peraturan Menteri
tersebut bertujuan untuk: PUPR tersebut, terdapat 28 (dua puluh delapan) Pasal
a. Menyiapkan pangkalan data sumber daya material yang mengatur ketentuan-ketentuan terkait Pencatatan
dan peralatan konstruksi; SDMPK.
b. Meminimalkan ketidakpastian informasi terkait ke­­
tersediaan sumber daya material dan peralatan Pencatatan SDMPK dilaksanakan secara sederhana, mu­­
konstruksi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia; dah, cepat, akurat, informatif, dan tanpa dipungut biaya.
c. Menjamin terselenggaranya pembangunan infra­ Secara garis besar, terdapat 3 (tiga) aktivitas utama dalam

4
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA

Gambar 1
Tampilan Muka Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi (SIMPK)

proses Pencatatan SDMPK antara lain: sumber daya peralatan konstruksi Sedangkan permohonan pencatat­­­­an
a. Pencatatan SDMK baru; (SDPK). Permohonan pencatatan SDPK dilakukan oleh Pemilik SDPK,
b. Perubahan data SDMK yang telah SDMK dilakukan oleh Produsen yang terdiri atas: i) kementerian/
tercatat; dan SDMK. Untuk jenis SDMK yang di­­ca­­ lem­­­ baga; ii) badan usaha; dan iii)
c. Penghapusan data SDMK yang tat­­­kan meliputi jenis material dasar per­­­­­seorangan untuk jenis SDPK
telah tercatat. utama dan material olahan utama yang dicatatkan meliputi jenis: i) pe­­­
Pencatatan SDMPK terbagi menjadi yang digunakan dalam Pe­­ kerjaan sawat angkat; ii) pesawat angkut; iii)
pencatatan sumber daya material Konstruksi, yang dijelaskan pada pesawat tenaga dan produksi; dan
konstruksi (SDMK) dan pencatatan Tabel 1 berikut. iv) pesawat atau peralatan konstruksi
Tabel 1 Jenis dan Varian SDMK yang Dicatatkan
JENIS SDMK VARIAN

Material Dasar Utama Semen; baja; baja ringan; aspal minyak; aspal Buton; batu;
kayu; abu terbang; dan terak besi, baja, dan nikel.

Pesawat angkut Alat berat; alat angkut personal; dan truk.

lainnya, yang dijelaskan pada Tabel 2


berikut.
Tabel 2 Jenis dan Varian SDPK yang Dicatatkan
JENIS SDMK VARIAN

Pesawat angkat Keran angkat; keran lantai kerja; dan dongkrak.

Pesawat angkut Alat berat; alat angkut personal; dan truk.

Pesawat atau peralatan konstruksi Mesin perkakas dan produksi


lainnya

Pesawat atau peralatan konstruksi Pekerjaan tanah; pekerjaan penghamparan; pekerjaan fondasi;
lainnya pekerjaan perakitan; pekerjaan beton; pekerjaan pengeboran
terowongan; pekerjaan penanaman pipa/gorong-gorong
tanpa galian; pekerjaan pengerukan dan reklamasi; pekerjaan
konstruksi bangunan sipil elektrikal; pekerjaan konstruksi
bangunan sipil minyak dan gas bumi; pekerjaan konstruksi
bangunan sipil pertambangan; produksi material; transportasi;
Gambar 2 pekerjaan survei; dan peralatan penunjang.
Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2021
tentang Pencatatan Sumber Daya Material dan 5
Peralatan Konstruksi | Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
Tata cara pencatatan SDMK dilak­ ­ en pencatatan SDMK, terdapat data
m dokumen yang diunggah yang dapat
sanakan melalui tahapan berikut: dan informasi yang diisikan, serta dilihat pada tabel berikut.
a. permohonan pembuatan akun; Tabel 3 Data dan Informasi, serta Dokumen dalam Pencatatan SDMK
b. pengisian data dan informasi,
JENIS SDMK VARIAN
serta pengunggahan dokumen
DATA DAN INFORMASI a. identitas Produsen SDMK;
pencatatan; PENCATATAN SDMK b. jenis, varian dan subvarian SDMK sebagaimana dimaksud
c. Verifikasi dan Validasi; c.
dalam Pasal 6;
spesifikasi SDMK;
d. penetapan dan penerbitan d.
e.
tipe/jenis produk SDMK;
kapasitas produksi tahunan;
Nomor Pencatatan; dan f. nomor sertifikat kesesuaian terhadap standar nasional
Indonesia atau surat persetujuan penggunaan tanda
e. pemublikasian dan pengarsipan standar nasional Indonesia yang masih berlaku;
g. tanggal dan masa berlaku sertifikat produk penggunaan
data dan informasi pencatatan. tanda standar nasional Indonesia atau surat persetujuan
penggunaan tanda standar nasional Indonesia;
h. nilai TKDN SDMK sebagaimana tercantum dalam sertifikat
Dalam tahapan pengisian data dan i.
tingkat komponen dalam negeri yang masih berlaku; dan
tanggal dan masa berlaku sertifikat TKDN SDMK.
informasi serta pengunggahan doku­
DOKUMEN YANG DIUNGGAH a. sertifikat produk penggunaan tanda standar nasional
DALAM PENCATATAN SDMK Indonesia atau surat persetujuan penggunaan tanda
standar nasional Indonesia; dan
b. sertifikat TKDN SDMK.

Produsen SDMK mengajukan permohonan pembuatan akun pada


sistem informasi terkait material dan peralatan konstruksi

Produsen SDMK mengaktivasi akun dengan cara membuka tautan (link)


aktivasi yang diterima dalam surat elektronik
Gagal
aktivasi
Aktivasi
Berhasil aktivasi

Produsen SDMK mengakses sistem informasi terkait material dan


peralatan konstruksi untuk melakukan pengisian data dan informasi
setiap SDMK serta mengunggah dokumen pendukung pencatatan SDMK

Tim Pengelola Pencatatan melakukan verifikasi secara sistem Tidak


lengkap
Permohonan tidak dapat
Permohonan ditolak
Lengkap? dilannjutkan

Ya
Tidak
Tim Pengelola Pencatatan melakukan validasi dengan memberikan
keabsahan data, informasi dan unggahan dokumen

Klarifikasi dan/ Tidak


atau perbaikan
Sah?
data, informasi dan
dokumen Ya
Tim Pengelola Pencatatan memberikan rekomendasi penetapan kepada
Ya pimpinan unit kerja yang membidangi pembinaan material dan peralatan
konstruksi

Pimpinan unit kerja yang membidangi pembinaan material dan peralatan


menetapkan dan menerbitkan Surat Keterangan Pencatatan SDMK

Tim Pengelola Pencatatan mempublikasikan data dan informasi


Pencatatan SDMK pada sistem informasi terkait material dan peralatan
konstruksi

Produsen SDMK mengajukan


Produsen SDMK mengajukan Tim Pengelola Pencatatan Produsen SDMK tidak
permohonan perubahan data,
permohonan penghapusan data mendapatkan data, memutakhirkan data, informasi,
informasi dan/atau dokumen
apabila ada informasi, dan/atau dokumen dan dokumen Pencatatan
apabila ada
yang terbukti tidak benar SDMPK yang telah melewati
dan/atau tidak dapat batas masa berlaku
Produsen SDMK melakukan dipertanggungjawabkan
perubahan data, informasi dan/ setelah dilakukan pencatatan
atau dokumen SDMPK

Pemeriksaan
Lengkap dan Sah
Tidak
Lengkap
dan Sah Tim Pengelola Pencatatan memberikan rekomendasi perubahan
atau penghapusan kepada pimpinan unit kerja yang membidangi
pembinaan material dan peralatan konstruksi

Pimpinan unit kerja yang membidangi pembinaan material dan


peralatan menetapkan dan menerbitkan surat keterangan surat
keterangan perubahan atau penghapusan Pencatatan SDMK

Tim Pengelola Pencatatan merubah atau menghapus data SDMK


pada sistem

Gambar 3
Tata Cara Pencatatan Sumber Daya Material Konstruksi
6
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
Tata cara pencatatan SDPK dilak­ d. pemublikasian dan pengarsipan Keluaran pencatatan SDMK adalah
sanakan melalui tahapan berikut: data dan informasi pencatatan. nomor pencatatan SDMK dan surat
a. permohonan pembuatan akun; keterangan pimpinan unit kerja yang
b. pengisian data dan informasi Dalam tahapan pengisian data dan membidangi pembinaan material
serta pengunggahan dokumen informasi serta pengunggahan do­­ dan peralatan konstruksi. Sedangkan
pencatatan; kumen pencatatan SDPK, terdapat ke­­­­luaran pencatatan SDPK adalah
c. penetapan dan penerbitan data dan informasi yang diisikan, no­­­mor dan tanda pencatatan SDPK
Nomor dan Tanda Pencatatan; serta dokumen yang diunggah yang dan surat keterangan pimpinan unit
dapat dilihat pada tabel berikut. kerja yang membidangi pembinaan
material dan peralatan konstruksi.
Tabel 4 Data dan Informasi, serta Dokumen dalam Pencatatan SDPK
Untuk SDMPK yang telah tercatat,
JENIS SDMK VARIAN
dapat dilakukan perubahan dan
DATA DAN INFORMASI
PENCATATAN SDPK
a.
b.
identitas Pemilik SDPK;
jenis, varian, dan subvarian SDPK;
peng­­­hapusan data.
c. merek SDPK;
d. tipe/model SDPK;
e. nomor seri SDPK; Tentunya dalam pelaksanaan pen­
f. kapasitas SDPK sesuai spesifikasi dari produsen;
g. kapasitas SDPK hasil pemeriksaan dan pengujian terakhir; catatan SDMPK memerlukan du­­
h. tahun pembuatan SDPK;
i. tahun pembelian SDPK; kungan dan peran aktif para pe­­­
j. jenis bukti kepemilikan SDPK; dan
k. lokasi SDPK berdasarkan kabupaten/kota. mang­­­ku kepentingan seperti
DOKUMEN YANG DIUNGGAH a. bukti kepemilikan SDPK;
ke­­­­­­­­­­­­­­­­­­­men­­­­­­­­terian, lembaga, instansi, dan
DALAM PENCATATAN SDPK b. foto unit SDPK; aso­­­­­­­siasi terkait. Sehingga dengan ter­­­­­­­
c. foto pelat nama unit SDPK yang memuat nomor seri; dan
d. surat keterangan memenuhi syarat kesehatan dan lak­­­­­­­­­sananya Pencatatan SDMPK diha­­­
keselamatan kerja beserta lampirannya.
rap­­­­kan dapat menyediakan basis
data sebagai decision making tools
(DMT) dalam mengevaluasi kebijakan
ter­­­­­kait pengelolaan sumber daya ma­­­
terial dan peralatan konstruksi serta
mendukung pembangunan big data
rantai pasok konstruksi nasional.

(Untuk dapat mengakses Peraturan


Menteri PUPR No. 7 Tahun 2021
tentang Pencatatan Sumber Daya
Material dan Peralatan Konstruksi
beserta lampirannya dapat diperoleh
pada laman berikut: https://jdih.pu.go.
id/detail-dokumen/2870/1)

Gambar 5 Gambar 6
Halaman Pertama Contoh Surat Keterangan Halaman Kedua Contoh Surat Keterangan
Pencatatan SDPK Pencatatan SDPK yang Mencantumkan Tanda
Pencatatan

7
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA

KEIKUTSERTAAN
MASYARAKAT JASA KONSTRUKSI
DALAM PENYELENGGARAAN SEBAGIAN
KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT
MELALUI LEMBAGA PENGEMBANGAN
JASA KONSTRUKSI
Oleh : Z. Tolhas P Sidabutar
Jafung Pembina Jasa Konstruksi Madya
Masayu Dian R
Jafung Pembina Jasa Konstruksi Muda

Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja


disusun dengan tujuan untuk menciptakan iklim usaha dan
investasi yang berkualitas bagi para pelaku bisnis, termasuk
UMKM dan investor asing.

Salah satu sektor yang diatur pada UU tersebut adalah 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang
sektor jasa konstruksi, dimana telah terbit pengaturan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
lebih lanjut dari Undang-Undang tersebut berupa
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 tentang Dalam Pasal 6 PP Nomor 14 Tahun 2021 disebutkan
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun bahwa terdapat Penyelenggaraan sebagian ke­­­­

8
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
wenangan Pemerintah Pusat yang • Pencatatan pengalaman badan la­­­­yanan Akreditasi, Lisensi Lembaga
mengikutsertakan Masyarakat Jasa usaha melalui Sistem Informasi Sertifikasi Badan Usaha (LSBU), Re­­­
Kons­­­­­truksi melalui LPJK yang berupa: Jasa Konstruksi terintegrasi komendasi Lembaga Sertifikasi Pro­­
• Akreditasi bagi Asosiasi Badan • Pencatatan pengalaman fesi (LSP).
Usaha dan Asosiasi Terkait Rantai profesional Tenaga Kerja
Pasok Jasa Konstruksi Konstruksi melalui Sistem Layanan akreditasi dimaksudkan
• Akreditasi bagi Asosiasi Profesi Informasi Jasa Konstruksi un­­­­­­tuk menentukan kelayakan asosiasi
dan pemberian rekomendasi terintegrasi berdasarkan persyaratan yang telah
Lisensi bagi LSP • Pencatatan LSP yang dibentuk ditetapkan, menjamin kelayakan
• Pencatatan Penilai Ahli melalui Lembaga Pendidikan dan asosiasi dalam mendirikan LSBU/
Sistem Informasi Jasa Konstruksi Pelatihan kerja di bidang LSP, serta menjamin kelayakan aso­­­
terintegrasi Konstruksi dan Asosiasi Profesi siasi untuk dapat mengusulkan ang­­
• Menetapkan Penilai Ahli yang terakreditasi melalui Sistem gotanya sebagai pengurus LPJK.
ter­­­daftar dalam hal terjadi Ke­­ Informasi Jasa Konstruksi Sampai dengan saat ini, terdapat 72
gagalan Bangunan terintegrasi Asosiasi Badan Usaha, 61 Asosiasi
• Penyetaraan tenaga kerja asing • Pencatatan LSBU yang Profesi, dan 13 Asosiasi terkait
• Membentuk LSP atau panitia dibentuk Asosiasi Badan Usaha rantai pasok konstruksi. Namun
teknis Uji kompetensi untuk terakreditasi melalui Sistem te­­­­lah terakreditasi pada akreditasi
me­­­­lak­­­sanakan tugas Sertifikasi Informasi Jasa Konstruksi per­­­­tama kali sejumlah 12 Asosiasi
Kompetensi Kerja yang belum terintegrasi Badan Usaha, 25 Asosiasi Profesi,
dapat dilakukan LSP yang dan 1 Asosiasi terkait rantai pasok
dibentuk Asosiasi Profesi/ Dalam hal menjalankan wewenang konstruksi, yang telah ditetapkan
Lembaga Pendidikan dan tersebut LPJK yang merupakan Lem­­­ berdasarkan Keputusan Menteri
Pelatihan baga nonstruktural memiliki tang­­­­­­ PUPR Nomor 1410 Tahun 2020 ten­­­
• Lisensi LSBU gung jawab kepada Menteri Pe­­­­ tang Asosiasi Badan Usaha Jasa
• Pencatatan Badan Usaha Jasa ker­­­­jaan Umum dan Perumahan Konstruksi, Asosiasi Profesi Jasa
Konstruksi melalui Sistem Rakyat. Selain itu, terkait dengan Konstruksi dan Asosiasi Terkait Rantai
Informasi Jasa Konstruksi ke­­wenangan-kewenangan tersebut Pasok Jasa Konstruksi Terakreditasi.
terintegrasi saat ini LPJK telah membuka be­­­ Untuk itu, LPJK menyelenggarakan
• Pencatatan tenaga kerja melalui be­­rapa layanan yang dapat digu­­ layanan akreditasi ini untuk dapat
Sistem Informasi Jasa Konstruksi nakan oleh masyarakat jasa kons­­ meningkatkan jumlah asosiasi yang
terintegrasi truksi, yang diantaranya berupa terakreditasi guna menunjang pem­­­­

9
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
bangunan infrastruktur yang ber­­kua­­ dengan 31 (tiga puluh satu) De­­­ Sedangkan untuk pemberian Re­­­
litas. sember, menyampaikan laporan ke­­­ komendasi LSP, Menteri PUPR melalui
uangan asosiasi yang telah diaudit LPJK memberikan rekomendasi teknis
Asosiasi-asosiasi yang telah ter­­ kantor akuntan publik yang memiliki LSP tersebut kepada BNSP, dimana
akreditasi tersebut memiliki hak dan izin sesuai dengan ketentuan per­ nan­­tinya LSP yang telah memenuhi
kewajiban sebagaimana tertuang aturan perundang-un­­­dangan un­­­­­­­tuk persyaratan lisensi dan mendapatkan
pada pasal 42 J PP No 14 Tahun periode 1 Januari sampai de­­­­­­­ngan rekomendasi dapat diberikan lisensi
2021, dengan hak diantaranya 31 Desember, dan me­­­­lak­­­sa­­nakan dari BNSP agar dapat menjalankan
adalah mendapatkan surat tanda kewajiban lainnya sesuai dengan perannya untuk melakukan kegiatan
ter­­akreditasi, membentuk LSBU bagi ketentuan peraturan per­­undang- sertifikasi kompetensi kerja.
Asosiasi Badan Usaha dan LSP bagi undangan.
Asosiasi Profesi, serta mengusulkan LPJK juga terus berupaya men­­
anggotanya menjadi calon pengurus Layanan Lisensi LSBU bertujuan jalankan berbagai tugas ter­­ sebut
LPJK. Sedangkan kewajiban dari sebagai penerapan standar per­­ dengan mempersiapkan pedoman-
asosiasi yang telah terakreditasi syaratan untuk lembaga sertifikasi pedoman dan juga petunjuk tek­­nis
adalah menyusun dan menegakkan produk, proses dan jasa. Sesuai serta melakukan berbagai pem­­ba­­
kode etik bagi anggotanya, me­­­ amanah yang diatur PP 5 Tahun hasan dan persiapan dalam rang­­­­­ka
la­­­­­kukan pengembangan usaha 2021 tentang Penyelenggaraan Per­­ pelaksanaan tugas-tugas ter­­­­­­­­­­sebut.
ber­­­­­­­­­­­kelanjutan bagi anggota Aso­­ izinan Berusaha Berbasis Risiko, Harapannya dengan ber­­­­­­­­­jalannya
siasi Badan Usaha dan Asosiasi pe­­­­layanan izin untuk melakukan tu­­gas tersebut akan mem­­berikan
Ter­­­kait Rantai Pasok, melakukan usaha dilakukan melalui layanan 1 dam­­­pak positif dalam penye­­leng­­­
pe­­­­­ngembangan keprofesian ber­­ (satu) pintu yakni OSS. Untuk itu li­­ garaan konstruksi yang juga akan
ke­­­­lanjutan bagi anggota Asosiasi sensi yang diberikan kepada LSBU, berkontribusi dalam meningkatkan
Profesi, melakukan pemberdayaan menjadi titik utama untuk penerbitan perekonomian nasional dan daya
kepada anggotanya, menyampaikan Sertifikat Badan Usaha. saing bangsa. *
laporan kinerja tahunan asosiasi
periode 1 (satu) Januari sampai

10
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP


MELALUI
KONSTRUKSI
BERKELANJUTAN
Oleh : Niken Dwi Pramesti

Pembangunan infrastruktur menjadi


kunci dalam mendorong pembangunan
yang inklusif dan berkelanjutan. Namun
dalam pelaksanaannya, tidak dapat
dipungkiri bahwa industri konstruksi
merupakan salah satu pengguna
sumber daya alam terbesar.

Hal pandemi ini dapat terlihat dari konsumsi energi Prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis
pada sektor industri dan konstruksi paling besar bila ling­­­kungan dan berkelanjutan telah menjadi komitmen
dibandingkan dengan sektor pertanian, transportasi, Kementerian PUPR. Dalam upaya meminimalkan dampak
ru­­­­­­­­mah tangga dan sektor lainnya. Sementara, penggunaan negatif pembangunan infrastruktur terhadap lingkung­­
energi yang berasal dari batubara, gas alam, BBM, LPG dan ­­an harus diperhitungkan secara cermat daya dukung
listrik menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, dan lingkungan serta mengoptimalkan pengembangan
mulai tergantikan dengan energi terbarukan. Sifat terbatas se­­­­­­­­­­­­­­­luruh potensi wilayah yang tersedia. Untuk itu, se­­
dari sumber daya alam dan perubahan iklim yang terjadi bagai upaya untuk tetap menjaga keberlanjutan baik
beberapa dekade terakhir ini telah mendorong pengguna dari segi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, telah
dan penyedia jasa untuk mengurangi dampak negatifnya disusun suatu pedoman penyelenggaraan konstruksi
terhadap lingkungan. Hal inilah yang menjadi landasan berkelanjutan yang telah termuat dalam Peraturan
dilakukannya pembangunan konstruksi berkelanjutan Menteri PUPR Nomor 09 Tahun 2021. Pedoman ini
(sustainable construction). merupakan langkah-langkah bagaimana melakukan
pem­­­­­­­­bangunan dengan pendekatan yang lebih ramah
Pembangunan dengan prinsip berkelanjutan dilakukan ling­­­­­­kungan dan berkelanjutan.
dengan mengoptimalkan dan menyerasikan penggunaan
sumber daya alam dengan sumber daya manusia dalam Secara konseptual, pembangunan dengan pendekatan
proses pembangunan. Pengaturan tapak, efisiensi peng­­­ konstruksi berkelanjutan tidak hanya sebatas pendekat­­
gunaan lahan, energi, air, dan sumber daya pada ling­­ ­­an ramah lingkungan lingkungan saja, melainkan trans­
kungan terbangun, faktor ekonomis dan sosial telah formasi progresif terhadap struktur sosial dan ekonomi.
menjadi hal penting dalam penyelenggaraan konstruksi Hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan ma­­­
berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan PP Nomor 14 Tahun syarakat dalam memenuhi kepentingannya tanpa me­­
2021, Pasal 84 ayat (1) yang mengamanatkan bahwa ngorbankan kemampuan generasi mendatang. Kons­
penyelenggaraan jasa konstruksi untuk mendirikan truksi berkelanjutan mempunyai 3 (tiga) pilar dasar
bangunan gedung dan/atau bangunan sipil harus pen­ting, meliputi:
memenuhi prinsip berkelanjutan pada seluruh sumber (1) layak secara ekonomi dan dapat meningkatkan
daya, dan siklus hidup bangunan. kesejahteraan masyarakat;

11
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
(2) menjaga pelestarian lingkungan; pemerintah dalam membangun in­­­ bangunan konstruksi berkelanjutan
dan fra­­struktur berkelanjutan dilaku­­­­­­kan berdasarkan tingkat pencapaian ki­­­
(3) mengurangi disparitas sosial dengan menetapkan tar­ get ren­­ nerja, pelaksanaan studi kelayakan
masyarakat ca­­­­­­na penyelenggaraan ko­­­­­­­­­­­ns­­­­­­­­­­­­truksi dan menyusun dokumen program
ber­­­kelanjutan yang di­­­tuang­­­­­­­­­­­­kan dengan memperhatikan kriteria tek­
Selanjutnya, penyelenggaraan kons­­ dalam rencana strategis. Hal lain nis konstruksi berkelanjutan yang
truksi berkelanjutan harus me­­menuhi yang sangat penting yaitu dila­­­­ telah ditetapkan.
12 (dua belas) prinsip ber­kelanjutan ku­­­­kannya penyusunan dokumen
yang harus diterapkan pada seluruh pe­­­­­­rencanaan melalui koordinasi Tahap Konsultansi Konstruksi
sumber daya meliputi tanah, material, dengan unit perencana terkait untuk Tahapan ini merupakan tahap pra
air, energi dan ekosistem pada me­­­­­­­­­­­­­­­­nyelaraskan rencana bangunan konstruksi yang terdiri dari peng­­­­­­
seluruh siklus hidup bangunan dan kons­­­truksi berkelanjutan dengan kajian, perencanaan dan peran­­
tahapan penyelenggaraan konstruksi ren­­­­­­­cana induk dan/atau rencana cang­­­
an. Pada tahapan ini kriteria
berkelanjutan dimulai dari tahap pem­­­­­­­­bangunan. teknis konstruksi berkelanjutan di­­­
perencanaan umum, pemrograman, tuang­­­kan dalam suatu rancangan
pekerjaan konsultansi konstruksi dan Tahap Pemrograman detail infrastruktur. Selain itu agar
pekerjaan konstruksi sebagaimana Tahapan ini merupakan perencana­­ perencanaan dan peran­­­cang­­an
gambar di bawah ini. ­­an awal untuk menetapkan tujuan, infrastruktur terpadu dan efisien

Tahapan

Pekerjaan Konstruksi

Konsultansi Konstruksi

Pemrograman

Perencanaan Umum

Tanah Material Air Energi Ekosistem


Sumber Daya

• Mitigasi risiko keselamatan &


• Kesamaan Tujuan • Reuse sumber daya
12 Prinsip

kesehatan perubahan iklim dan


• Pemenuhan standar K4 • Inovasi teknologi bencana
• Pengurangan penggunaan • Penggunaan sumber daya • Orientasi kepada siklus hidup
sumber daya recycle • Orientasi mutu
• Pengurangan timbulan limbah • Perlindungan dan pengelolaan • Dukungan kelembagaan,
lingkungan kepemimpinan dan manajemen

Gambar 1.
Kerangka Pikir Konstruksi Berkelanjutan

Tahap Perencanaan Umum strategi, langkah yang harus di­­ dapat dilakukan dengan mem­­­
Pada tahapan ini dilakukan pe­­ lakukan, jadwal, serta kebutuhan perhatikan prinsip konstruksi ram­­
rencanaan berbasis kewilayahan sumber daya, terutama pendanaan ping dan/atau penggunaan teknologi
yang memperhatikan kondisi alam untuk mewujudkan suatu bangunan pemodelan informasi ba­­­­ngunan
dan tata ruang, kondisi sosial dan gedung dan/atau bangunan sipil. (building information modelling).
ekonomi, serta daya dukung dan Pada tahapan ini dilakukan kembali
daya tampung suatu wilayah. Hal identifikasi dan kesamaan visi ke­­ Tahap Pelaksanaan Konstruksi
penting yang perlu diperhatikan berlanjutan pada semua pihak Tahapan ini meliputi pembangunan,
pada tahapan ini adalah bagaimana yang berkepentingan, penetapan pengoperasian dan pemeliharaan
melakukan identifikasi dan kesamaan bangunan konstruksi berkelanjutan serta pembongkaran. Pada tahapan
visi keberlanjutan pada semua pihak dan predikatnya, penetapan metode ini kriteria teknis konstruksi ber­
yang berkepentingan agar penerapan penyelenggaraan proyek yang sesuai kelanjutan yang dituangkan dalam
prinsip berkelanjutan ini dapat di­­­ konstruksi berkelanjutan, melakukan suatu rancangan detail infrastruktur
realisasikan. Selanjutnya komitmen perhitungan kebutuhan pembiayaan direalisasikan dalam suatu bangunan

12
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
terbangun. Semen­ tara itu, untuk nomi masyarakat secara ber­­ menyelenggarakan konstruksi ber­
pembongkaran hal penting yang ke­­­sinambungan meliputi kon­­ kelanjutan. Kedepannya, peme­­rin­­­­
perlu diperhatikan adalah bagaimana tribusi dalam peningkatan ­tah perlu merumuskan suatu ben­­­­
mengoptimalkan material reuse po­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­tensi ekonomi wilayah, penyu­ tuk insentif terhadap unit or­­­ganisasi
dan recycle serta upaya pemulihan sunan prioritas program untuk teknis maupun masyarakat jasa
tapak lingkungan setelah pekerjaan mem­­­­­­­­­­­peroleh manfaat sebesar- konstruksi yang berkomitmen untuk
pembongkaran. be­­­­­­sarnya bagi masyarakat, efi­­ menyelenggarakan konstruksi ber­­
siensi sumber daya, men­­du­­ kelanjutan.
Seluruh tahapan penyelenggaraan kung usaha lokal, dan per­­kuatan
konstruksi berkelanjutan di atas harus UMKM; dan Terakhir, sebagai bentuk pembinaan
memuat kriteria teknis konstruksi d. aspek sosial, merupakan aspek penyelenggaraan konstruksi beke­­­­­­­­­­
berkelanjutan berdasarkan beberapa yang berdampak pada pe­­­ngu­­ lanjutan dilakukan melalui pe­­­­­lak­­­­
aspek meliputi: rangan kesenjangan sosial ma­­­ sanaan kebijakan konstruksi ber­­­­­­­­­­­­­­
a. aspek teknis, merupakan aspek sya­­­­rakat secara menyeluruh, kelanjutan, pemantauan dan eva­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­luasi
yang wajib terpenuhi untuk meliputi partisipasi masyarakat, penyelenggaraan konstruk­­si berke­
menjaga keandalan bangunan unsur gender, kaum disabilitas lanjutan, serta pe­ngem­­­­­­­­­­­bangan kerja
meliputi kriteria teknis bangunan, dan kaum marginal, mendukung sama pe­­­nye­­­­lenggaraan konstruksi
standar keamanan, keselamatan, interaksi masyarakat, dan peles­­ berkelanjutan. Pe­­­ngem­­­bangan kerja
kesehatan dan keberlanjutan tarian budaya atau kearifan lokal. sama pe­nye­­­­lenggaraan konstruksi
(K4), serta memenuhi kelaikan ber­­­ke­­lan­­­jutan tersebut dilakukan
fungsi bangunan; Sementara itu, sebagai upaya guna guna me­­­­ningkatkan pe­­­­nerapan
b. aspek lingkungan, merupakan mendorong unit organisasi teknis kons­­­­truksi ber­­­­­kelanjutan dengan
aspek yang mempertahankan dan/atau masyarakat jasa kons­ mendorong ino­­­­vasi tekno­­logi, pene­
kelangsungan daya dukung dan truksi dalam menyelenggarakan litian, dan pe­­­­ngem­­­bangan teknologi.
daya tampung lingkungan hidup, kons­­­­truksi berkelanjutan dilakukan
memanfaatkan sumber daya pem­­berian predikat konstruksi ber­­­ Akhir kata, pembangunan infra­­
secara efisien, dan meminimalkan kelanjutan. Predikat konstruksi ber­­­­ struktur dengan prinsip konstruksi
dampak lingkungan meliputi kelanjutan diberikan melalui pe­­­­­ berkelanjutan tidak hanya semata
tepat guna lahan, konservasi nilaian kinerja pada setiap taha­­­pan mengutamakan hasil dan kualitas
energi, konservasi air, sumber penyelenggaraan konstruksi ber­­ pembangunan, namun lebih jauh
dan siklus material, kenyamanan kelanjutan, yang terdiri atas utama, lagi yaitu telah memperhitungkan
dan kesehatan serta manajemen madya dan pratama. dampak dan keberlangsungannya
lingkungan; untuk generasi saat ini dan ge­­­­
c. aspek ekonomi, merupakan Dengan adanya pemberian predikat nerasi yang mendatang. Dengan
aspek yang dapat memberikan konstruksi berkelanjutan ini, diha­­­ penyelenggaraan Konstruksi Berke­­
manfaat ekonomi bagi rapkan dapat memicu semangat lanjutan, diharapkan mampu me­­­
semua pihak dan mendorong unit organisasi teknis dan/atau ning­­­katkan kualitas hidup dari suatu
peningkatan kesejahteraan eko­ masyarakat jasa konstruksi dalam generasi ke generasi beri­­kutnya.*

13
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA

PENGATURAN SISTEM
MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
DALAM PERMEN PUPR
NOMOR 10 TAHUN 2021
Oleh : Offie Nurtresnaning Putri

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan


pengaturan terkait Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
dalam Peraturan Menteri PUPR 21 tahun 2019.

Peraturan Menteri ini didahului dengan terbitnya dan properti, baik di dalam lokasi proyek maupun di
Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 11 tahun 2019 tentang lingkungan sekitar yang terdampak proyek.
Petunjuk Teknis Biaya Penyelenggaraan SMKK dan Surat
Edaran Menteri PUPR Nomor 15 tahun 2019 tentang Dalam perjalanannya, Permen PUPR 21 tahun 2019
Tata Cara Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu menjadi salah satu pengaturan yang dijadikan acuan
Pekerjaan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum tidak hanya untuk layanan usaha konstruksi bidang PUPR,
dan Perumahan Rakyat, yang kemudian keseluruhan namun juga dapat diadopsi untuk seluruh pekerjaan
substansinya dituangkan dalam Permen PUPR 21 tahun konstruksi pada umumnya.
2019.
Dengan lahirnya omnibus law Undang-Undang Cipta
Terbitnya Peraturan Menteri tentang SMKK ini merupakan Kerja yang menuangkan terkait tanggung jawab dan
titik terang adanya pengaturan terkait keselamatan kewenangan pemerintah pusat atas penyelenggaraan
yang bukan hanya melihat dari sisi keselamatan jasa konstruksi dengan menerapkan Standar Keamanan,
terhadap pekerja, namun juga dari sisi keselamatan aset Keselamatan, Kesehatan dan Keberlanjutan (K4), maka

14
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
substansi pengaturan SMKK dimuat dalam rangka memperkuat kebijakan Un­­­­tuk kemudian diimplementasikan
dalam PP Nomor 14 tahun 2021 pada infratruktur, harus dapat dirumuskan dalam tahap pelaksanaan pekerjaan
pasal 84 – pasal 84AK. kebijakan yang kuat dan dapat konstruksi.
diaplikasikan secara konsisten.
Adapun sebagai peraturan teknis Adapun penambahan yang ke-2
dalam melaksanakan amanat PP Sebagai contoh pertama bahwa yaitu terkait pengaturan pekerjaan
Nomor 14 tahun 2021 tersebut, maka dalam kaitannya dengan zero konsultansi konstruksi, meliputi pe­­
diterbitkan Peraturan Menteri PUPR accident yang merupakan goals pe­­ kerjaan pengkajian/perencanaan,
10 tahun 2021 tentang Pedoman nerapan SMKK, didapati bahwa pe­­­­­­rancangan, manajemen penye­
SMKK yang mencabut Permen 21 urgensi pemenuhan keselamatan leng­­­garaan konstruksi dan supervise.
tahun 2019. kons­­truksi harus dimulai dari tahap Di­­
dapati bahwa masih banyaknya
perencanaan, digambarkan dalam peng­­guna dan penyedia jasa kons­
Beberapa hal yang menjadi diag­ram Szymbersky berikut. truksi yang abai pada penerapan

ABILITY TO INFLUENCE SAFETY ON A PROJECT

Conceptual Design

RO
MP
High
Detailed SI
Engineering POTENSI
TERJADINYA
KECELAKAAN
KONSTRUKSI
DIMULAI
Ability to Procurement SAAT TAHAP
Influence PERENCANAAN-
Safety PERANCANGAN-
PEMILIHAN-
Construction
KONSTRUKSI-
PENYELESAIAN
PEKERJAAN
Start Up

Low
Start Date End Date
Project Schedule
(Sumber : Szymberski, 1997)

penambahan pengaturan substansi Maka, dalam pengaturan Permen SMKK pekerjaan konsultansi
SMKK yang perlu diperhatikan dalam PUPR 10 tahun 2021, dilakukan konstruksi ini. Maka, dalam Permen
Permen PUPR 10 tahun 2021 adalah: rang­­­kaian hasil/produk pada tahap PUPR 10 tahun 2021, ditambahkan
(1) menghubungkan hasil/produk perencanaan, pemilihan, pelak­­­­­­sa­­­ penekanan pada tugas, tanggung
pada tahap perencanaan, pemilihan, na­­­­­­an dan pemanfaatan yang sa­­­­ling jawab dan wewenang untuk
pelaksanaan dan pemanfaatan, (2) berhubungan. Yaitu dengan meng­­ tenaga ahli keselamatan konstruksi,
penambahan pengaturan untuk pe­­­ integrasikan mutu, K3, ling­­ kungan dokumen serta biaya penerapan
kerjaan konsultansi konstruksi, (3) dan lalu lintas mulai dari tahap SMKK untuk pekerjaan kon­­­sultansi
mengintegrasikan subs­tansi do­­­­­­ku­­­ pengkajian/ peren­­canaan, kemudian konstruksi.
­men SMKK, dan (4) menam­bah­­­­kan dilanjutkan pada tahap perancangan,
pengaturan untuk pekerjaan kons­­ yang termasuk didalamnya berisi Penambahan ke-3 yaitu integrasi
truksi sederhana. rancangan panduan keselamatan pe­­­ substansi dokumen SMKK yang
ngoperasian dan pemeliharaan kons­­­ merupakan kebutuhan dalam in­­­­­
Penambahan substansi dalam pe­­­­ truksi bangunan. formasi terdokumentasi. Integrasi
ngaturan tersebut dilatarbelakangi substansi ini utamanya pada saat
dari evaluasi implementasi pene­­­ Hasil dari tahap perancangan ter­­ tahap konstruksi, yang memerlukan
rapan pengaturan SMKK sejak ta­­­­­­hun sebut, harus dijadikan acuan oleh beberapa penyusunan dokumen
2019, rekomendasi para ahli, serta pengguna jasa dalam melaksanakan sesuai tingkat risiko keselamatan
masukan dari pengguna dan pe­­­­ pemilihan penyedia jasa di tahap kons­­­truksinya. sebagai contoh, kon­­
nyedia jasa. Hal ini sejalan dengan konstruksi, yang tertuang dalam traktor pelaksana pekerjaan kons­­­
pesan Bapak Menteri PUPR bahwa dokumen pemilihan dan biaya. truksi dengan risiko keselamatan

15
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA

konstruksi besar, wajib menyusun Integrasi antara dokumen yaitu dalam dengan lingkungan maka harus ter­­
dokumen Rencana Keselamatan RKK termuat identifikasi bahaya muat dalam RKPPL atau terkait lalu
Konstruksi (RKK), Rencana Mutu yang harus disusun berdasarkan ak­­­­­ lintas harus termuat dalam RMLLP.
Pekerjaan Konstruksi (RMPK), Ren­­ tivitas pekerjaan sebagaimana ter­­­
cana Kerja Pengelolaan dan Peman­­ muat secara detail tahapan dan Namun perlu digarisbawahi in­­­­­tegrasi
tauan Lingkungan (RKPPL), dan metodenya dalam RMPK. Kemudian ini tidak lantas menyatukan do­­­­
Ren­­­­­­­cana Manajemen Lalu Lintas Pe­­­ dari hasil identifikasi risiko, disusun kumen-dokumen tersebut, karena
kerjaan (RMLLP). pengendalian risiko yang jika terkait tiap dokumen memiliki peruntukan

16
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
tersendiri untuk kebutuhan di la­­
pangan.

Penambahan substansi yang ke-4


yaitu pengaturan untuk pekerjaan
konstruksi sederhana. Dalam Permen
PUPR 10 tahun 2021 ini dicantumkan
kebutuhan minimal untuk pekerjaan
konstruksi dengan tingkat risiko
kecil sesuai syarat dan ketentuan.
Sehingga diharapkan dapat terben­­­
­tuk awareness keselamatan kons­
truksi dari pemilik proyek dan pe­­­
nyedia jasa pekerjaan konstruksi
pada umumnya.

Regulasi terkait keselamatan kons­


truksi ini merupakan transformasi
untuk menjawab kebutuhan dari ba­­
nyak kejadian kecelakaan kons­truksi
dan kegagalan bangunan. Me­ narik
lebih kebelakang, trans­formasi Ke­­­
selamatan dan Kesehatan kerja (K3) ling­­­kungan dalam mewujudkan “zero pekerjaan sebagai bagian dari per­­
menjadi Keselamatan Kons­ truksi accident”. lindungan konsumen. Melalui bu­­­
me­­­­­­­­­­rupakan bentuk pen­jaminan ke­­­ daya berkeselamatan pada setiap pe­­­
selamatan keteknikan konstruksi, ke­­­­ Visi dalam percepatan pembangun­­ kerjaan konstruksi, diharapkan da­­­­­­­­­­­pat
selamatan dan kesehatan kerja, ke­­­­­­­­­ an infrastruktur harus dilakukan
­­ mewujudkan bangunan yang an­­­­­­dal,
selamatan publik dan keselamatan tanpa mengabaikan kontrol kualitas kokoh dan berdaya saing.

17
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA
KERJA KUALIFIKASI JABATAN AHLI
MELALUI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN
Oleh : Sabilissalam Adityakusuma, S.E

Keberhasilan
pembangunan
infrastruktur salah
satunya didukung oleh
ketersediaan sumber
daya manusia baik secara
kuantitas maupun kualitas.

Dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia jabatan ahli harus memenuhi kecukupan persyaratan
bidang konstruksi, Kementerian PUPR melakukan nilai kredit pada keprofesian berkelanjutan’, yang berarti
berbagai upaya salah satunya peningkatan kompetensi bahwa pemenuhan nilai kredit PKB menjadi salah satu
melalui pelatihan dan uji sertifikasi tenaga kerja persyaratan dalam perpanjangan sertifikat. Diatur juga di
konstruksi. Selain itu, untuk tenaga kerja konstruksi dalam peraturan tersebut terkait pemenuhan nilai kredit
yang telah memiliki sertifikat terutama untuk tenaga yang dibedakan untuk setiap jenjang, yakni 200 SKPK
kerja kualifikasi jabatan ahli, Pemerintah mendorong untuk tenaga ahli jenjang utama (jenjang 9), 150 SKPK
tenaga kerja kualifikasi jabatan ahli untuk melakukan untuk tenaga ahli jenjang madya (jenjang 8), dan 100
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui SKPK untuk tenaga ahli jenjang muda (jenjang 7), dimana
beberapa regulasi yang telah ditetapkan. masa pemenuhan nilai kredit disesuaikan dengan masa
berlaku Sertifikat Kompetensi Kerja yakni 5 (lima) tahun.
Apakah yang dimaksud dengan Pengembangan Ke­­­
profesian Berkelanjutan (PKB)? Secara sederhana, Pe­­ Sebelumnya, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
ngembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 45 Tahun
upaya memelihara dan meningkatkan kompetensi, pro­­ 2015 dan beberapa peraturan turunannya seperti
fesionalitas, dan produktivitas tenaga kerja kualifikasi Peraturan LPJKN Nomor 7 Tahun 2017, SE Menteri PUPR
jabatan ahli secara berkesinambungan. Nomor 10 Tahun 2019, dan SE LPJKN Nomor 17 Tahun
2020. Dengan keluarnya PP nomor 14 Tahun 2021,
Sesuai dengan amanah Peraturan Pemerintah Nomor 14 dilakukan pembaharuan terkait ketentuan pelaksanaan
Tahun 2021 tentang Perubahan atas PP Nomor 22 Tahun PKB sehingga terbit Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
2020 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2021 tentang
2017 tentang Jasa Konstruksi bahwa ‘perpanjangan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
sertifikat kompetensi kerja untuk tenaga kerja kualifikasi pada tanggal 31 Maret 2021 yang menggantikan

18
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
Peraturan Menteri PUPR Nomor 45 kualifikasi jabatan ahli untuk se­­­­suai dengan kompetensi ke­­­
Tahun 2015. memelihara dan meningkatkan ahlian yang bersangkutan,
kompetensinya. namun menunjang PKB tenaga
Berbeda dengan pengaturan se­­ b) Jenis kegiatan, dibagi menjadi kerja kualifikasi jabatan ahli,

be­­­lumnya yang hanya dibedakan kegiatan PKB terverifikasi serta kegiatan PKB khusus yakni
berdasarkan kategori kegiatan, yakni kegiatan PKB yang me­­­ kegiatan yang materinya se­­­suai
Kegiatan PKB pada Permen PUPR menuhi tata cara pendaftaran de­­­­­­­ngan kompetensi sub­­kla­­si­­­fi­­­­
Nomor 12 Tahun 2021 dibedakan penyelenggara kegiatan PKB, kasi tenaga kerja kua­­lifikasi ja­­ba­­­
berdasarkan 5 (lima) klasifikasi, yaitu : pengajuan kegiatan PKB, dan ­tan ahli.
a) Unsur kegiatan, dibagi menjadi pe­­­­­laporan kegiatan PKB, serta d) Metode kegiatan, dibagi menjadi
unsur kegiatan utama dan un­­­­­­­­sur ke­­­­­giatan PKB tidak terverifikasi tatap muka dan dalam jaringan
kegiatan penunjang. Ma­­­sing- yak­­­ni kegiatan PKB yang tidak me­­­ (Daring).
masing unsur tersebut di­­­tu­run­ menuhi tata cara sebagaimana e) Tingkat kegiatan, dibagi men­­­­­­­­­­­
­kan menjadi beberapa sub unsur kegiatan PKB terverifikasi dan/ jadi kegiatan PKB yang dise­­­­­­­
kegiatan, dan masing-masing atau kegiatan PKB yang dilakukan lenggarakan secara na­­­­sional,
sub unsur kegiatan di­­tu­­­­­­­­­­runkan secara mandiri oleh tenaga kerja in­­­­­­­­­­­­­­ternasional yang diseleng­­ga­­­­
lagi menjadi ke­­­gia­tan-kegiatan kualifikasi jabatan ahli. rakan di dalam negeri (dengan
PKB yang ma­­­sing-masing me­­­ c) Sifat kegiatan, dibagi menjadi kriteria kegiatan dilaksanakan
miliki nilai dasar SKPK dan kegiatan PKB umum yakni ke­­­ di dalam negeri dan pihak yang
bisa diikuti oleh tenaga kerja giat­­­­an yang materinya tidak terlibat paling sedikit 10% dari

19
| Edisi 4 | 2021
BERITA
UTAMA
luar negeri), serta internasional PKB berakhir. Laporan tersebut me­­­ utama paling sedikit 75% (tujuh
yang diselenggarakan di luar muat sedikitnya materi kegiatan, do­­­­ puluh lima persen).
negeri. kumentasi kegiatan, daftar peserta, • Komposisi nilai kredit kegiatan
dan daftar pihak yang terlibat di PKB unsur kegiatan pendidikan
Masing-masing klasifikasi kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan. Se­­­ nonformal paling banyak 25%
PKB tersebut menentukan angka telah pendaftaran kegiatan PKB ter­­ (dua puluh lima persen) dan
kredit yang diperoleh tenaga kerja verifikasi dan memperoleh SKPK selain unsur kegiatan pendidikan
kualifikasi jabatan ahli, karena setiap akan otomatis tercatat ke dalam nonformal paling sedikit 75%
unsur kegiatan PKB yang diikuti oleh akun tenaga kerja kualifikasi jabatan (tujuh puluh lima persen).
tenaga kerja kualifikasi jabatan ahli ahli setelah laporan kegiatan PKB • Komposisi nilai kredit kegiatan
memiliki nilai dasar SKPK yang ke­­­ oleh penyelenggara PKB diverifikasi, PKB terverifikasi paling sedikit
mudian dikalikan dengan bobot divalidasi, dan dilakukan penilaian 60% (enam puluh persen) dan
kegiatan PKB berdasarkan jenis, sifat, oleh LPJK. kegiatan PKB tidak terverifikasi
metode, dan tingkat kegiatan. paling banyak 40% (empat puluh
Pencatatan kegiatan PKB dilakukan persen).
Kegiatan Pengembangan Keprofesian oleh tenaga kerja kualifikasi jabatan • Komposisi nilai kredit kegiatan
Berkelanjutan dapat diselenggarakan ahli melalui tahapan pendaftaran PKB khusus paling sedikit 60%
oleh beberapa unsur, diantaranya: akun dan pencatatan kegiatan PKB (enam puluh persen) dan ke­­­
a) kementerian/lembaga, pe­­­merin­­ melalui Sistem Informasi Jasa Kons­­­­ giatan PKB umum paling banyak
­tah provinsi, atau pe­­­merintah truksi (SIJK) terintegrasi. Pen­­­­­­daftaran 40% (empat puluh per­­sen).
kabupaten/kota; akun tenaga kerja kua­­lifikasi jabatan
b) asosiasi profesi, asosiasi badan ahli dilakukan dengan memasukkan Penilaian dan penetapan angka kredit
usaha, dan asosiasi yang terkait nomor induk kependudukan dan PKB dilakukan oleh LPJK, namun
dengan rantai pasok Jasa Kons­ nomor registrasi SKK, kemudian untuk kegiatan PKB terverifikasi, LPJK
truksi; akan terintegrasi dengan data SIKI. dapat melibatkan Asosiasi Profesi
c) lembaga pendidikan dan pe­­­ Se­telah akun diaktivasi, tenaga kerja terakreditasi (APT), dan APT dapat
latihan kerja; kualifikasi jabatan ahli dapat mulai menunjuk asesor untuk melakukan
d) konsultan konstruksi dan kon­­­ me­lakukan pencatatan kegiatan PKB verifikasi, validasi, dan penilaian
traktor pekerjaan konstruksi; tidak terverifikasi. ke­giatan PKB terverifikasi. Sedangkan
e) perakit (fabricator), distributor, untuk kegiatan PKB tidak terverifikasi,
aplikator material dan peralatan Pencatatan kegiatan PKB dilakukan LPJK dapat melibatkan Lembaga
konstruksi; dan untuk mencatat Kegiatan PKB ti­­­­­dak Sertifikasi Profesi (LSP), dan LSP dapat
f) lembaga atau organisasi lain yang terverifikasi yang diikuti oleh tenaga menunjuk asesor untuk melakukan
memiliki visi pengembangan kerja kualifikasi jabatan ahli, yang verifikasi, validasi, dan penilaian
sum­­­­ber daya manusia Jasa Kons­­ keluarannya adalah Angka Kredit kegiatan PKB tidak terverifikasi.
truksi, berbadan hukum, me­­­­­­ yang diperoleh berdasarkan pe­­­­ni­­
miliki struktur organisasi yang laian mandiri yang nantinya akan Pembinaan PKB dilakukan melalui
jelas, dan mampu menye­ leng­­ diverifikasi, divalidasi, dan dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap
garakan Kegiatan PKB. penilaian pada saat tenaga kerja penyelenggara PKB dan penilai Ke­­­­
kualifikasi jabatan ahli mengajukan giatan PKB oleh Direktur Jenderal
Penyelenggara PKB tersebut dapat perpanjangan sertifikat. yang membidangi konstruksi ber­­
melakukan pendaftaran pe­­­­­­­­­nyeleng­­­­­­­­­­­­ sama dengan LPJK selaku pe­­­­nge­­
gara melalui Sistem Infor­­ masi Untuk melakukan perpanjangan lola program PKB dan dila­­­ kukan
Jasa Konstruksi (SIJK) ter­in­­­­tegrasi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), secara berkala setiap 1 (satu) tahun
untuk dapat dinyatakan sebagai tenaga kerja kualifikasi jabatan ahli sekali dan sewaktu-wak­­­tu apabila
pe­­­­­­­­­­­nyelenggara PKB terdaftar. Ke­­­­ perlu memenuhi persyaratan nilai diperlukan.
mudian penyelenggara PKB dapat kredit. Dalam memenuhi nilai kredit
mengajukan kegiatan PKB kepada tersebut, terdapat beberapa hal Pemantauan dan evaluasi ini dila­­
LPJK melalui SIJK terintegrasi untuk yang perlu diperhatikan oleh tenaga kukan berdasarkan data dan infor­­­
selanjutnya diverifikasi dan divalidasi kerja kualifikasi jabatan ahli, yakni masi yang berasal dari SIJK Ter­­
oleh LPJK. Setelah kegiatan disetujui ketentuan komposisi nilai kredit PKB, integrasi, temuan hasil surveilans,
dan dilaksanakan, agar diakui se­­­­ diantaranya: dan pengaduan untuk meman­­ tau
bagai kegiatan PKB terverifikasi, pe­­­­­ • Komposisi nilai kredit unsur standar pelayanan mutu pelak­­­sa­­
nyelenggara PKB perlu melakukan kegiatan PKB penunjang paling na­­­­­­an penyelenggaraan PKB dan
pelaporan kegiatan PKB paling lama banyak 25% (dua puluh lima me­­­­­­­ngevaluasi pelaksanaan penye­­
14 (empat belas) hari setelah kegiatan persen) dan unsur kegiatan PKB lenggaraan PKB.*

20
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

DEWAN SENGKETA KONSTRUKSI


Benarkah menjanjikan masa depan cerah
untuk konstruksi Indonesia?
Oleh : Chintami Maranata Sihombing

Melalui pengundangan Peraturan Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2021 tentang


Tata Cara Penggunaan dan Petunjuk Teknis Tentang Dewan Sengketa Konstruksi,
pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong pencegahan sengketa dan
penyelesaian sengketa kontrak konstruksi di Indonesia.

Seperti diketahui bersama, Pemerintah tetap me­­ Melalui pengundangan Peraturan Menteri PUPR Nomor 11
lanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia di Tahun 2021 tentang Tata Cara Penggunaan dan Petunjuk
tengah situasi pandemi COVID-19. Oleh karena itu, perlu Teknis Tentang Dewan Sengketa Konstruksi, pemerintah
dilakukan pemuktahiran kebijakan yang dapat me­­ Indonesia berkomitmen untuk mendorong pencegahan
lancarkan pelaksanaan konstruksi. Salah satunya adalah sengketa dan penyelesaian sengketa kontrak konstruksi
dengan melibatkan para ahli yang memili­­ki pengalaman di Indonesia.
teknis terutama pengetahuan hukum khusus dalam seng­­
keta kontrak konstruksi, sehingga jumlah sengketa kon­­­­ Dewan sengketa (DS) merupakan suatu kumpulan yang
trak konstruksi menurun dan tentunya memperlancar dibentuk melalui perjanjian tripartite oleh penguna jasa,
pro­­ses jalannya Pembangunan Infrastruktur. penyedia dan 3 individu yang ditunjuk. Mereka bertugas

21
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

untuk mencegah perselisihan para investasi yang dila­­­kukan oleh Peng­­ cegahan, dimana ketika ada sebuah
pihak, menyelesaikan perselisihan guna Jasa dan Pe­­­ nyedia di awal isu muncul mereka harus bisa me­­­­­­­
melalui pertimbangan profesional kontrak untuk me­­­­mastikan ke­­­­lan­­ nyelesaikan isu tersebut tanpa es­­­­
aspek tertentu sesuai kebutuhan caran pelaksanaan konstruksi. kalasi lebih lanjut.
atau menyelesaikan sengketa melalui
rumusan kesimpulan formal yang Penggunaan dewan sengketa men­ Tercatat 21 proyek infrastruktur di
dituangkan dalam putusan dewan jadi semakin popular, terlihat dari Australia yang menggunakan pe­­­
sengketa. statistik yang mengindikasikan nyelesaian melalui dewan seng­­­keta,
bah­­­­­­­­­­­­­­­wa sengketa-sengketa yang di­­­ seluruhnya berhasil dise­­­­­lesaikan
Berdasarkan data-data yang dise­ se­­­­­­­­­­le­­­­­­saikan dewan sengketa menun­ te­­­­­­pat waktu, tepat biaya dan tepat
diakan oleh pengguna jasa dan juk­­­­­kan angka keberhasilan yang mutu tanpa ada seng­­ keta. Dewan
pe­nyedia dan penelitian mandiri ter­­­­­ cukup tinggi. Hal tersebut dilihat ber­­­­­­­­­­­­­­ Sengketa lebih sering digunakan
hadap pekerjaannya, dewan seng­­­­­­­­­­­­­­­­­­ke­ dasarkan record yang ditampilkan oleh institusi inter­­­­­­­­nasional ternama,
­­ta melaksanakan kegiatan-ke­­­­­­­­­­giat­­­­an oleh asosiasi dewan sengketa in­­­­ter­­­­­­­­­­­­­­­ seperti International Chamber of
yang dapat mendukung pe­­­­­­­­­­­­­­­­­­nye­­­­­­­lesai­­­­­­­­an nasional dalam hal fasilitasi pe­­­nye­­­ Com­­merce, FIDIC, World Bank, AAA,
permasalahan kontrak. Da­­­­­­­lam hal ini lesaian sengketa. Selain itu, dewan dan lainnya. Wa­­­lau­­­­­pun tetap ada
dewan sengketa ber­­­pe­­­ran sebagai sengketa juga harus me­­­­la­­­kukan pen­­­ be­­­­berapa kasus yang akhirnya ber­­

22
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
akhir di arbitrase in­­­ternasional, tapi pengaruhnya dengan persepsi para sengketa. Semakin kompleks ben­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­tuk
para arbiter yang me­­­­nangani kasus pihak terhadap individu tersebut. dan tipe kontrak menentukan tingkat
konstruksi tersebut meng­­­gunakan Apabila pengguna jasa dan penyedia optimalisasi penggunaan de­­­­­­­­­­­­­­­­­­­wan
temuan-temuan dan reko­­­mendasi tidak mempercayai individu tersebut, seng­­­keta.
yang diberikan oleh dewan sengketa mereka tidak akan tunduk (secara
se­­­­­­belumya. kontraktual) terhadap rekomendasi Sebenarnya, dewan sengketa dapat
dan putusan dewan sengketa. menjadi suatu pilihan mekanisme
Apakah benar Dewan Sengketa yang efesien untuk menyelesaikan
mam­­­­­­­­­­­­pu mencegah terjadinya seng­ Maturity pengguna jasa dan pe­­­ seng­­­keta secepatnya, dengan ca­­­ta­­
keta konstruksi? Jawabannya bisa nyedia dalam dunia konstruksi juga ­tan apabila para pihak bersikap bona
iya, bisa juga tidak. Jadi, pertanyaan diperlukan, dalam artian bahwa fide satu dengan yang lainnya dan
se­­­lanjutnya, bagaimana cara peng­ pa­­­­ra pengguna Jasa dan penyedia juga bersedia untuk tunduk terhadap
operasian Dewan Sengketa agar ha­­­­ ha­­­rus berpengalaman. Paling tidak, keputusan-keputusan de­­­wan seng­­
silnya bisa maksimal? Karena peng­ peng­­­­­­guna jasa tidak asing dengan keta.
gunaan dewan sengketa cen­derung jenis pekerjaan yang dilakukan dan
mahal karena dikuatirkan mengalami penyedia penah melakukan pe­­­­ker­­­ Jika hal di atas tidak berhasil dipenu­­hi,
kerugian besar akibat terjadinya jaan sejenis sebelumnya. penggunaan dewan sengketa malah
seng­­­­­­­­­keta kontrak konstruksi. akan memakan waktu dan biaya yang
Selanjutnya adalah analis tipe pe­­­ tidak seharusnya dan kemungkinan
Beberapa hal yang harus diperhatikan kerjaan, segmentasi, keterlibatan yang terburuk adalah sengketa ter­­
baik pengguna jasa atau penyedia di in­s­­­­­­­­­­­­­­­titusi publik atau privat di da­­­­­lam sebut masuk ke ranah arbitrase
dalam penggunaan dewan seng­keta pen­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­danaan pekerjaan, jenis kontrak ataupun peradilan. Walaupun peng­­
bahwa Pengguna Jasa dan Pe­­nyedia dan juga masa pelaksanaan kontrak. gunaan dewan sengketa dalam aso­­
harus memilih individu dengan re­­­­ Ela­­­­­­­borasi komprehensif ter­­­hadap siasi sebagai tipe belanja yag cukup
putasi flying colors. Riset me­­­nun­­ fak­­­­­­­­­­­tor-faktor di atas dapat mem­­­ban­ mahal (sekitar 0.05% dan 0.3% dari
juk­­­­­­­kan, tingkat keberhasilan ter­­ha­­­ ­­tu Pengguna jasa sebelum me­­­mu­­­ harga pekerjaan) tapi belanja ini
dap dewan sengketa sangat erat
­ tuskan untuk menggunakan de­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­wan dapat dikategorikan sebagai “ex­­tre­­
mely cheap insurance”.*

23
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
AKREDITASI ASOSIASI PROFESI JASA KONSTRUKSI:
Cikal Bakal Pembinaan
Tenaga Kerja Konstruksi
Dalam Mendukung
Pemulihan Ekonomi Nasional
Oleh: Masayu Dian Rochmanti
JFT Pembina Jasa Konstruksi Muda

Pandemi COVID-19
yang telah berlangsung
lebih dari setahun tentu
menimbulkan dampak
yang tidak sedikit bagi
perekonomian Indonesia,
termasuk sektor konstruksi
yang memiliki kontribusi
besar terhadap ekonomi.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah agar digunakan oleh masyarakat dalam melakukan aktivitas
ekonomi dapat bertumbuh ke arah yang lebih positif. sehingga roda ekonomi dapat berputar. Dengan demikian
Dalam melakukan upaya tersebut pemerintah perlu dapat dilihat bahwa kualitas dan kuantitas SDM konstruksi
bekerjasama dan membangun sinergi dengan banyak memiliki efek domino terhadap perekonomian.
pi­­­hak untuk memulihkan perekonomian nasional.
Lalu seperti apa kaitan antara pelaksanaan Akreditasi
Pada sektor konstruksi, salah satu hal yang dapat dilakukan Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi dengan peningkatan
untuk menggerakkan roda perekonomian adalah dengan kualitas dan kuantitas SDM konstruksi? Seperti diketahui
melakukan peningkatan kualitas dan kuantias Sumber bahwa Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi didefinisikan
Daya Manusia di sektor konstruksi. Dengan dilakukannya sebagai Organisasi dan/atau himpunan individu pro­­
upaya ini diharapkan, SDM konstruksi dapat terserap fesional dalam suatu bidang keilmuan tertentu di bidang
dalam proyek konstruksi serta dapat menghasilkan Jasa Konstruksi, berbadan hukum, dan bertanggung
infrastruktur dengan proses konstruksi yang efektif dan jawab atas pembinaan dan pengembangan profesi ter­­
efisien. Infrastruktur yang terbangun diharapkan dapat sebut. Sedangkan akreditasi terhadap asosiasi profesi

24
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
jasa konstruksi sendiri merupakan terlebih dahulu dari Menteri Pe­­­­ nilaian, yang diantaranya adalah se­­­
kegiatan penilaian dan bentuk pe­­­­ kerjaan Umum dan Perumahan Rak­­ bagai berikut:
nga­­kuan formal sebagai bagian dari yat melalui LPJK. Dengan adanya • Jumlah dan sebaran anggota
sistem penjaminan mutu Asosiasi LSP pada sektor konstruksi ini ke asosiasi
untuk menentukan kela­­yakan Aso­­ depannya kegiatan peningkatan kua­­­ • Pemberdayaan kepada anggota
siasi tersebut. litas dan kuantitas tenaga kerja kons­­ asosiasi
truksi dalam bentuk uji sertifikasi • Pemilihan pengurus secara
Saat ini, sesuai dengan Pasal 42A akan dilaksanakan salah satunya oleh demokratis
Peraturan Pemerintah Nomor 14 LSP. • Sarana dan prasarana di tingkat
Tahun 2021 tentang Perubahan Atas pusat dan daerah
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Berkaitan dengan hal-hal tersebut • Pelaksanaan kewajiban sesuai
Tahun 2020 Tentang Peraturan Pe­­­­ di atas, maka timbul pertanyaan dengan ketentuan peraturan
lak­­­sanaan Undang-Undang Nomor 2 bagaimana akreditasi dilaksanakan perundang-undangan
Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi bagi asosiasi profesi jasa konstruksi?
diatur bahwa akreditasi terhadap Sampai saat ini telah terdapat se­­­­ Dengan dilakukannya akreditasi ter­­­­­­­­­­
aso­­­­­­­­­siasi badan usaha, asosiasi profesi, banyak 25 (dua puluh lima) asosiasi sebut dan semakin banyak aso­­­siasi
dan asosiasi terkait rantai pasok profesi jasa konstruksi yang telah profesi jasa konstruksi yang ter­­­ak­­
dilaksanakan oleh Menteri melalui terakreditasi oleh Menteri PUPR se­­­­ reditasi, harapannya adalah LSP yang
Lem­­­baga Pengembangan Jasa Kons­­ suai Keputusan Menteri PUPR No­­­­­­­mor akan terbentuk juga semakin banyak,
truksi. 1410/KPTS/M/2020 tentang Aso­­­­­­siasi sehingga proses uji sertifikasi dan
Badan Usaha Jasa Konstruksi, Asosiasi peningkatan kompetensi terhadap
Selain itu dalam Peraturan Peme­­­ Profesi Jasa Kostruksi, dan Asosiasi SDM sektor konstruksi dapat berjalan
rintah Nomor No.14 Tahun 2021 Terkait Rantai Pasok Jasa Konstruksi dengan optimal.
tersebut juga disebutkan bahwa Terakreditasi.
Asosiasi Profesi Terakreditasi memiliki Untuk itu, berdasarkan uraian-
hak untuk dapat membentuk Lem­­­ Menurut data yang ada pada Lem­­ uraian di atas dapat dilihat bahwa
baga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP baga Pengembangan Jasa Kons­­­­­­­­truksi, di masa yang akan datang, cikal
sendiri merupakan lembaga pe­­­lak­­­ diperkirakan masih ter­­­dapat 37 (tiga ba­­­kal tenaga kerja yang kompeten
sanaan kegiatan sertifikasi profesi puluh tujuh) Aso­­­
siasi Profesi Jasa adalah berawal dari asosiasi profesi
yang memperoleh lisensi dari Badan Konstruksi yang belum terakreditasi. yang terakreditasi. Dimana nantinya
Na­­­­sional Sertifikasi Profesi (BNSP). tenaga kerja kompeten inilah yang
Untuk sektor konstruksi, sebelum Akreditasi terhadap asosiasi profesi akan menjadi salah satu pendorong
mem­­­­­peroleh lisensi dari BNSP, LSP dilakukan dengan melakukan peni­­ pe­­­mulihan ekonomi nasioal.*
harus mendapatkan rekomendasi laian terhadap beberapa aspek pe­­­

25
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

Mengenal Sistem
Penyelenggaraan Konstruksi
(Project Delivery System)
Oleh: Fani Dhuha, ST, M.Sc,

Mīlle viae dūcunt hominēs


per saecula Rōmam, pepatah
latin yang artinya secara
harfiah adalah seribu
jalan membimbing orang
selamanya ke Roma.

Pepatah yang lebih popular dengan bahasa sederhana Setiap pilihan sistem penyelenggaraan konstruksi akan
“Banyak Jalan Menuju Roma”. Peribahasa yang memberikan perbedaan bagaimana hubungan kedua
menggambarkan bahwa ada banyak jalan atau cara tahapan harus diorganisasikan dalam penyelenggaraan
dalam mencapai sesuatu, entah itu cita-cita, angan, konstruksi.
harapan, dan sebagainya. Dunia konstruksi pun tak lepas
dari hal itu, pilihan untuk melaksanakan penyelenggaraan Bagaimana sistem penyelenggaraan konstruksi dalam
konstruksi itu tidak hanya satu. Hal ini yang dalam dunia regulasi saat ini? Dalam Peraturan Pemerintah Republik
konstruksi dikenal dengan Project Delivery System, atau Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Sistem Penyelenggaraan Konstruksi. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017
Tentang Jasa Konstruksi beserta perubahannya, hal
Apa itu Sistem Penyelenggaraan Konstruksi (Project ini diatur pada Pasal 80 ayat (2), bahwa sistem pe­­
Delivery System) nyelenggaraan konstruksi (delivery system) meliputi:
Tidak ada definisi yang satu tentang sistem 1. rancang-penawaran-bangun;
penyelenggaraan konstruksi. Secara umum dijelaskan 2. rancang-bangun;
sebagai sebuah proses yang komprehensif bagaimana 3. perekayasaan-pengadaan-pelaksanaan;
tahapan perancangan dan tahapan pembangunan 4. manajemen Konstruksi dengan risiko;
sebuah proyek akan dilaksanakan. Sebuah bangunan 5. manajemen Konstruksi sebagai agen Pengguna Jasa;
konstruksi akan terbangun melalui 2 tahapan besar, yaitu dan
proses perancangan dan proses pembangunan. Sistem 6. kemitraan/kerja sama.
penyelenggaraan konstruksi merupakan pilihan jalan
yang akan ditempuh dalam melaksanakan 2 tahapan tadi. Lazim dikenal dengan istilah metode konvensional/

26
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
tradisional. Dalam sistem pe­­­­nye­­­ apa yang nantinya akan terbangun, dan metode pelaksanaan pekerjaan
lenggaraan konstruksi metode ini, sesuai dengan keinginan, kebutuhan, sudah dirancang sesuai dengan
pengguna jasa/pemilik pekerjaan dan tujuan dari bangunan tersebut. kondisi aktual dan kemampuan
akan berkontrak dengan 2 pihak yang Metode Design Build, dalam sistem kontraktor.
berbeda. Kontrak pertama adalah penyelenggaraan konstruksi metode
kontrak dengan konsultan perancang ini, pengguna jasa/pemilik pekerjaan Serupa dengan metode Design Build
untuk pekerjaan perancangan, dan hanya berkontrak dengan 1 pihak dimana pengguna jasa/pemilik pe­­­­
kontrak kedua adalah kontrak dengan untuk melaksanakan pekerjaan pe­­­ kerjaan hanya berkontrak dengan 1
kontraktor untuk melaksanakan pe­­­ ran­cangan dan pekerjaan pem­­­ba­­­ pihak untuk melaksanakan pekerjaan
kerjaan pembangunan. ngunan. Bila dalam metode kon­­­ perancangan dan pekerjaan pem­­
ven­­­­­­sional pengguna jasa/pemilik bangunan. Akan tetapi sistem pe­­­­
Pengguna jasa/pemilik pekerjaan pe­­­­­­­­­­­kerjaan telah memiliki hasil pe­­­ nyelenggaraan konstruksi dengan
akan lebih dulu menugaskan kon­­sul­­­ ran­­­cangan sebagai ketentuan yang metode “Perekayasaan-Pengadaan-
­tan perancang untuk me­­nyusun dan harus diikuti. Dalam hal me­­­ tode Pe­­laksanaan” menambahkan 1 pe­­­­
menyiapkan desain perancangan se­­­­ ini,pengguna jasa/pemilik pe­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­kerjaan kerjaan lagi yang menjadi tang­­­
suai dengan kebutuhan pengguna akan memberikan Ke­­­ten­­­­­­­­­­­­­­­­tuan Peng­­ gung jawab penyedia jasa, yaitu
jasa/pemilik pekerjaan. Ketika pe­­­ guna Jasa (user re­­­­quirement), sebagai pe­­­ngadaan barang/alat untuk ope­­­
kerjaan perancangan telah selesai, informasi ke­­­butuhan dan keinginan rasional bangunan tersebut. Di­­­­
barulah kemudian pengguna jasa/ pengguna jasa/pemilik pekerjaan kenal dengan istilah engineering
pemilik pekerjaan akan melak­­sa­­ mi­­­­­­salnya ke­­­­butuhan gedung olah procurement and construction (EPC)/
nakan proses pengadaan untuk men­­­­­­­­­­­ raga seluas 400 meter persegi. Ber­­­ turnkey (putar kunci). Merupakan
dapatkan kontraktor, yang akan me­­ dasarkan ke­­tentuan tersebut, kon­­ sistem penyelenggaraan konstruksi
laksanakan pembangunan sesuai traktor akan mengembangkan desain yang memungkinkan pengguna
dengan hasil perancangan yang telah yang le­­­­­­­­bih lengkap untuk kemudian ja­­­­­­­­­­­­sa/pemilik pekerjaan mendapatkan
di­siapkan. me­­­­lak­­­sa­­nakan proses pembangunan. bangunan yang bukan sekedar ter­­­
bangun, tetapi sudah dilengkapi
Keuntungan dari metode ini adalah Keuntungan dari metode ini adalah dengan fasilitas operasional ba­­­­ngu­­­
pengguna jasa/pemilik pekerjaan proses penyelenggaraan kons­­­truk­­­ ­nan sehingga siap untuk lang­­­sung
me­­­miliki pengaruh dan keterlibatan si dapat selesai lebih cepat dan
­­ di­­­manfaatkan begitu serah terima
yang cukup tinggi dalam menentu­­­­ lebih efisien, mengingat ta­­­­­hapan pekerjaan.
­kan pe­­­rancangannya. Dengan begitu perancangan dan tahapan pem­­ba­­
sejak awal proses pembangunan, ngunan dilaksanakan pada masa Umumnya, kontrak EPC/turnkey ini
peng­­­­­­guna jasa/pemilik pekerjaan pelaksanaan kontrak yang sama dan digunakan pada proyek mega-in­­­
su­­­­­­dah mengetahui bangunan seperti dimungkinkan berjalan secara pa­­­­ralel, frastruktur, atau proyek industri,

27
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
di mana orientasi pengguna jasa/
pemilik pekerjaan bukan pada es­­­
tetika desain tetapi lebih fokus pada
kriteria kinerja layanan dan ke­­pastian
biaya.

Sistem penyelenggaraan konstruksi


melalui metode Manajemen Kons­­­­­­­­­
truksi dengan Resiko meru­­ pakan
sis­­tem penyelenggaraan yang ter­­­
golong baru dalam du­­­nia kons­­­truksi.
Dikenal dengan istilah “Construction
Manager At Risk (CMAR)”. Dalam
metode ini, pe­­­­lak­­­sanaan tahapan
pe­ rancangan dan pembangunan
akan berjalan seperti halnya metode
kon­­­­­­vensional.

Perbedaannya adalah, pada metode “Manajer Konstruksi” ini yang akan pelaksanaan pekerjaan, atau apabila
konvensional pengguna jasa/pe­­­­ membantu pengguna jasa/pemilik pengguna jasa/pemilik pekerjaan ku­­­
mi­­­­lik pekerjaan akan berkontrak pe­­­kerjaan dalam melaksanakan koor­­ rang memiliki pengetahuan teknis
dengan konsultan perancang, ke­­­­ dinasi tersebut. terkait konstruksi yang memadai.
mu­­­­­­dian setelah perancangan selesai
maka dilanjutkan dengan ber­­­­­­kon­­­­­­­­­­­­­ Beberapa literatur mengelompok­­ Sistem penyelenggaraan Konstruksi
trak kepada kontraktor untuk me­­­ ­kan bahwa sistem penyelenggaraan dengan metode Kemitraan/Kerja
laksanakan tahapan pem­­bangu­­­­­­­­­nan. kons­­­truksi dengan metode Ma­­­­ Sa­­­­­­ma, atau dalam dunia konstruksi
Sedangkan para metode CMAR, na­­­­jemen Konstruksi sebagai agen in­­­­­­ter­­­nasional dikenal dengan istilah
pada tahapan perancangan peng­­­­­­­­­­­ Pengguna Jasa bukanlah sebuah “Integrated Project Delivery (IPD)”. IPD
guna jasa/pemilik pekerjaan akan sistem penyelenggaraan konstruksi, merupakan sistem penyelenggaraan
ber­­­kontrak dengan konsultan pe­­­­ran­­ tetapi lebih kepada sebuah layanan konstruksi yang juga tergolong
cang dan akan berkontrak dengan yang diberikan oleh konsultan Ma­­­­ baru, dimana pengguna jasa/pe­­­­
konsultan Manajemen Kons­­­­­truk­­­­ najemen Konstruksi kepada peng­­ milik pekerjaan sejak tahap awal
­­si yang bertindak sebagai “Ma­­­­najer guna jasa/pemilik pekerjaan untuk pe­­­nyelenggaraan konstruksi su­­­dah
Konstruksi”. melakukan penjaminan mutu pada berkontrak dalam 1 kontrak dengan
setiap tahapan penye­­­­lenggaraan konsultan perancang dan para kon­­­
“Manajer Konstruksi” ini akan memili­­­ kons­­­­­truksi. traktor pelaksana yang di­­­­per­­­lukan
­­ki 2 peran. Pada tahap perancangan, un­­tuk pekerjaan tersebut.
mereka akan berperan sebagai per­­­­­­­­­­ Metode ini sudah diterapkan pada
panjangan tangan pengguna jasa/ sistem pengadaan pekerjaan kons­­­ Metode ini memang sangat ber­­­
pemilik pekerjaan untuk ber­­­ko­­­or­­di­­­­­ truksi terintegrasi rancang bangun beda dengan metode lainnya, me­­­
nasi dengan konsultan perancang. sesuai Peraturan Menteri PUPR ne­­­­­­­­­­kankan pada aspek kolaborasi
Setelah perancangan se­le­­­­­­­­­­­­­­­­sai, “Ma­­­­­­ Nomor 01 Tahun 2020 beserta pe­­­ sejak tahapan perancangan sampai
najer Konstruksi” akan ber­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­pe­­­ran ru­­­bahannya. Dalam peraturan ter­­­­­ dengan selesainya pelaksanaan
se­­­­­­­­­­­­­layaknya kontraktor un­­­­­­­­­­­­­­­­­­tuk me­­­ sebut, harus sudah tersedia Kon­­­ pem­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­bangunan. Adanya kolaborasi
lak­­­­sanakan proses pem­­ba­­­­ngu­­­­­­­nan. sultan Manajemen Konstruksi atau se­­­­­­­­­­­­­jak awal dan sepanjang pelaksana­­
“Ma­­­­najer Konstruksi” tidak me­­­­lak­­­ Tim Teknis yang bertugas untuk ­­an pembangunan, maka setiap pi­­­­­­­hak
sanakan sendiri proses pem­­­­­ba­­­ngu­­­ melaksanakan penjaminan mutu dapat memberikan masukan dan
­nan tersebut, tetapi ber­­kon­­­trak de­­­ (quality assurance) pelaksanaan pe­­­­ mendengarkan kebutuhan satu sama
ngan sejumlah kon­­­traktor untuk kerjaan mulai dari tahapan per­­­ lain. Perancangan sudah di­­­­siapkan
me­­lak­­­sanakan pe­­­­kerjaan pem­­­­­­ba­­­ siapan pengadaan, persiapan dan se­­­­­demikian rupa sesuai dengan ke­­­­
ngunan. pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan butuhan pengguna jasa/pe­­­­­­­­­milik
konstruksi, sampai dengan serah pe­­­­­­­­­­­kerjaan dan sesuai dengan ma­­­­­­­
Dalam penerapannya, biasanya di­­­­ terima akhir pekerjaan. najemen kerja para kontraktor pe­­­­
gunakan untuk proyek konstruksi laksana. Dengan metode tersebut,
yang ruang lingkupnya sangat luas, Umumnya digunakan apabila peng­­­ ma­­­­ka diharapkan dapat menciptakan
yang membutuhkan koordinasi guna jasa/pemilik pekerjaan memiliki efi­­­­­­­­siensi waktu, efisiensi biaya, dan
dengan banyak disiplin ilmu. Adanya keterbatasan waktu untuk memantau ha­­­sil yang lebih value for money.
28
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

LAYANAN LISENSI
LEMBAGA SERTIFIKASI BADAN USAHA (LSBU)
OLEH LEMBAGA PENGEMBANGAN
JASA KONSTRUKSI

Oleh : Z. Tolhas P Sidabutar


Jafung Pembina Jasa Konstruksi Madya
Masayu Dian R
Jafung Pembina Jasa Konstruksi Muda

Hingga saat ini infrastruktur masih menjadi prioritas kebijakan pembangunan nasional,
dimana kemajuan perekonomian negara tidak dapat lepas dari pembangunan
infrastruktur.

Percepatan satu pembangunan infrastruktur dapat Saat ini terdapat 72 Asosiasi Badan Usaha dimana
memberikan kemudahan akses, mobilitas penduduk, dari jumlah tersebut telah terdapat 12 Asosiasi Badan
dan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi. Dalam Usaha yang telah terakreditasi sebagaimana yang telah
upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor
Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang No. 11 1410 Tahun 2020 tentang Asosiasi Badan Usaha Jasa
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Konstruksi, Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi dan Asosiasi
No. 14 Tahun 2021 sebagai peraturan pelaksana dalam Terkait Rantai Pasok Jasa Konstruksi Terakreditasi.
bidang jasa konstruksi, dimana dalam pengaturan tersebut Salah satu hak yang dimiliki oleh Asosiasi Badan Usaha
terdapat masyarakat Jasa Konstruksi dapat ikut serta Terakreditasi tersebut adalah dapat membentuk LSBU.
dalam melaksanakan sebagian kewenangan Pemerintah Dimana LSBU yang terbentuk ini diberikan lisensi oleh
Pusat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan iklim LPJK untuk dapat melaksanakan layanan Sertifikasi Badan
usaha yang kondusif, penyelenggaraan jasa konstruksi Usaha.
yang transparan, dan persaingan usaha yang sehat.
Sesuai amanah yang diatur PP No. 5 Tahun 2021, pelayanan
Selain Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2021 izin untuk melakukan usaha melalui layanan 1 (satu) pintu
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor yakni OSS. Untuk itu lisensi yang diberikan kepada LSBU,
22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- menjadi titik utama untuk penerbitan Sertifikat Badan
Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, Usaha. Permohonan lisensi LSBU ini dilakukan melalui
telah terbit pula peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun aplikasi OSS, namun sementara aplikasi OSS belum
2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha beroperasi, permohonan lisensi dapat dilakukan melalui
Berbasis Risiko yang mengatur pelaksanaan lisensi bagi aplikasi pada laman lisensijakon.pu.go.id dimana hal ini
Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) dalam rangka dimungkinkan sesuai ketentuan yang terdapat dalam
pemenuhan perizinan berusaha di bidang jasa konstruksi. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

29
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
Rakyat Nomor 10/SE/M/2021 Tahun pe­­­­­­­­­­nanggung jawab atau ­ar persyaratan untuk Lembaga
d
2021 tentang Tata Cara Pengajuan se­­­­butan lain dalam akta sertifikasi produk, proses, dan jasa
Lisensi Lembaga Sertifikasi Badan pendirian; dan yang terdiri atas:
Usaha, Sertifikasi Kompetensi Kerja 5) surat pernyataan kebenaran a. NIB atas nama LSBU
Konstruksi, dan Sertifikasi Badan isi data dan informasi b. Logo LSBU;
Usaha. Adapun bagan alir proses dokumen atau berkas c. Akte pendirian;
layanan lisensi LSBU dapat dilihat yang diserahkan termasuk d. Akte perubahan;
pada gambar berikut. perubahannya yang ditan­­ e. Struktur organisasi :

Gambar 1.
Bagan Alir Proses Layanan Lisensi LSBU
(Sumber: Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/SE/M/2021 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengajuan Lisensi Lembaga Sertifikasi
Badan Usaha, Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi, dan Sertifikasi Badan Usaha)

Adapun dokumen Persyaratan Li­­ datangani oleh pe­­­­nanggung 1) Struktur LSBU


sensi LSBU terdiri dari: jawab atau sebutan lain 2) Struktur Pelaksana LSBU
a. Surat Permohonan pendaftaran dalam akta pendirian. f. Layout kantor
Lisensi LSBU ditandatangani Pe­­­ c. alat kelengkapan berupa daftar
nanggung Jawab atau sebutan prasarana dan sarana pendukung Terkait dengan layanan pemberian
lain dalam akta pendirian kegiatan lisensi terhadap LSBU tersebut, LPJK
b. Kelengkapan aspek legal dan d. rencana kegiatan yang men­­­ telah melaksanakan pencanangan
kelengkapan administrasi me­­­ cerminkan pelayanan yang di­­­ terhadap layanan lisensi LSBU ini
liputi: berikan kepada industri dan bersamaan dengan pencanganan
1) surat pengesahan badan sekaligus sebagai penghasilan layanan Akreditasi Asosiasi Jasa
hukum dari menteri yang untuk pendanaan organisasi Kons­­truksi, dan juga layanan pem­
me­­nyelenggarakan urusan e. skema sertifikasi, berian rekomendasi lisensi LSP pada
pemerintahan di bidang f. pedoman manajemen LSBU Hari Jumat, tanggal 28 Mei 2021.
hukum; g. perangkat asesmen termasuk Dengan pencanangan tersebut diha­­
2) surat penetapan kepe­­ngu­­ jumlah asesor badan usaha; rapkan dapat segera terbentuk LSBU
rusan; h. standar penilaian kemampuan terlisensi yang dapat berperan dalam
3) nomor pokok wajib pajak badan usaha, yang mencakup: menghasilkan Badan Usaha dengan
atas nama LSBU; kemampuan yang memadai dalam
4) surat pernyataan tidak dalam Selain persyaratan tersebut terdapat rangka penyelenggaraan ke­­­giatan
sengketa kepengurusan pula dokumen pendukung lainnya jasa konstruksi yang efektif dan
yang ditandatangani oleh untuk memenuhi ketentuan stan­ efisien.

30
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

MEMAHAMI SKEMA SERTIFIKASI PROFESI


UJI KOMPETENSI TENAGA KERJA
KONSTRUKSI
Oleh : Yanuar Tri Kurniawan, S.T.,M.Eng
Pejabat Fungsional Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda
Dhian Darma Prayuda, S.T.,M.Eng
Staf Subdit Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi
Direktorat Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi

Pembangunan SDM merupakan salah satu pilar Visi Indonesia 2045 dan juga agenda
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk 5 tahun ke depan.

Terkait hal tersebut, pada Forum Webinar Roadmap dalam sambutannya menyatakan “kami menyoroti tiga
Jasa Konstruksi 2045 dan Kualitas SDM Jasa Konstruksi hal terpenting di dalam Pembangunan SDM pada Visi
yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung Indonesia 2045. Pertama, pemenuhan sumber daya
(ITB) beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum ma­nusia konstruksi, baik secara kuantitas dan kualitas.
dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono Kedua, pengembangan industri konstruksi yang berbasis

31
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI

Gambar 1.
Jenis-jenis skema sertifikasi profesi

SDM spesialis dan teknologi kons­ tiga kriteria kompetensi yaitu pe­­­ Skema sertifikasi profesi merupakan
truksi. Ketiga, penguatan kelem­­ ngetahuan (kognitif), keterampilan persyaratan sertifikasi spesifik yang
bagaan, melalui Lembaga Pengem­­ (psikomotorik) dan sikap (afektif) dikembangkan oleh Komite Skema
bangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan da­­­­lam bekerja. Sertifikasi yang dibentuk oleh ma­­­­
Lembaga Ser­tifikasi Profesi (LSP),” sing-masing Lembaga Sertifikasi
Tujuan sertifikasi adalah memastikan Pro­­­ fesi (LSP) dan akan digunakan
Secara regulasi, ketentuan tenaga dan memelihara kompetensi tenaga sebagai acuan dalam pelaksanaan
kerja konstruksi bersertifikat telah kerja konstruksi yang telah didapat ser­­­­­­­tifikasi oleh asesor dan asesi dalam
ditetapkan di dalam Undang-un­­­ melalui proses pembelajaran baik pelaksanaan sertifikasi kompetensi
dang No 2 Tahun 2017 tentang formal, non formal, pelatihan kerja, yang berkaitan dengan kategori
Jasa Konstruksi, dimana setiap te­­ ataupun pengalaman kerja sehingga profesi yang ditetapkan dengan
naga kerja yang bekerja dibidang kompeten dan mampu menjalankan meng­­­­­gunakan standar dan aturan
jasa konstruksi wajib memiliki ser­­ tugasnya dengan profesional. Ser­­­­­­­ khusus yang sama, serta prosedur
tifikat dan setiap penyedia jasa tifikasi ini juga bertujuan me­­­ning­­­­ yang sama. Dalam bahasa sehari-
wa­­­jib mempekerjakan tenaga ker­­­­ja katkan profesionalisme tenaga hari skema sertifikasi merupakan
kons­­­­truksi yang memiliki ser­­­­­­­­­ti­­­­­­­ ker­­­­­­­­ja konstruksi sesuai dengan stan­­­­­­­­­­ jenis-jenis produk sertifikasi profesi,
fikat kompetensi kerja. Hal ini me­­­­ dardisasi yang divalidasi oleh lem­­­ atau dalam konteks regulasi teknis
ne­­­kankan bahwa adanya ke­­­waji­­ baga sertifikasi, serta mening­­­katkan biasa disebut Juknis (petunjuk teknis)
ban menggunakan tenaga kerja
­ kua­­­litas sertifikasi profesi yang kre­­­ yang merupakan bagian penting
ber­­­­­­­­­­­­sertifikat yang harus tertuang dibel sesuai dengan kebutuhan dunia dari jaminan mutu suatu produk ser­­­
da­­­­lam kontrak kerja dan sanksi bagi usaha dan industri. tifikasi profesi.
pengguna atau penyedia jasa yang
tidak mempekerjakan tenaga kerja Membahas proses sertifikasi atau Skema sertifikasi profesi berpenga­­
kons­­­truksi bersertifikat. uji kompetensi, tentu tidak bisa kita ­ruh kuat terhadap mekanisme ser­­­
pisahkan dengan bahasan “Skema tifikasi dalam rangka integritas
Kemampuan kompetensi biasanya Sertifikasi Profesi”. Berdasarkan hasil produk profesi yang disertifikasi ter­­­
didukung oleh penerbitan “Sertifikat pengamatan lapangan, ada banyak hadap acuan sertifikasi. Maka dari
Kompetensi” sebagai bukti tertulis tenaga kerja konstruksi (calon asesi) itu, sebelum mengikuti sertifikasi,
bahwa kemampuan seseorang telah yang mengajukan permohonan ser­­­­­ pa­­­­­­ra pihak (asesor dan asesi) harus
diakui sesuai standar yang ditetapkan. tifikasi atau uji kompetensi, tidak sa­­­­ma-sama memahami skema ser­­­­
Seorang tenaga kerja konstruksi yang mengetahui dan/atau tidak men­­­ ti­­­­­­fikasi profesi yang dipilih untuk
memegang sertifikat kompetensi dapatkan penjelasan apapun terkait me­­­­laksanakan dan/atau mengikuti
ten­­­­­­tu akan memiliki kredibilitas se­­­­ skema sertifikasi profesi. Hal ini tentu uji kompetensi. Di dalam setiap do­­­­
bagai seorang “ahli” atau “terampil/ menimbulkan pertanyaan, apa itu kumen skema sertifikasi tentunya
mahir” yang dapat dilihat dari hasil skema sertifikasi? dan apa urgensinya harus memuat paket kompetensi
kerjanya dengan mengekspresikan memahami suatu skema sertifikasi? (pengetahuan, skill dan sikap kerja)

32
| Edisi 4 | 2021
BERITA
TERKINI
dan persyaratan spesifik (kriteria
sertifikasi, metoda penilaian ser­­­
tifikasi dan/atau survailen, dan kriteria
untuk pembekuan dan pencabutan
sertifikat) yang berkaitan dengan ke­­­
masan kualifikasi, kemasan okupasi
atau kemasan klaster kompetensi.

Sertifikasi kompetensi dengan ke­­­


masan kualifikasi, mengacu pada
standar kompetensi pada jenjang
kualifikasi tertentu berdasarkan Ke­­­
rangka Kualifikasi Nasional Indone­­
sia (KKNI). Sertifikasi kompetensi
­
dengan kemasan oku­­­pasi, mengacu
pada uraian jabatan (job description)
tertentu. Sedangkan sertifikasi kom­­­­­­­­­
petensi dengan kemasan klaster
kompetensi, mengacu pada stan­­
­dar kompetensi untuk klaster kom­­­­
Gambar 2.
petensi tertentu yang me­­­mung­­ Prosedur umum uji kompetensi
kin­­­­kan seseorang untuk bekerja
(employable), sesuai dengan kebu­­­
tuhan pasar kerja setempat.

Proses uji kompetensi sampai dengan langkah sebagai berikut: skema sertifikasi profesi bidang jasa
penerbitan sertifikat kompetensi, 1. Pemberian informasi secara kons­­­
truksi maka suatu proses uji
harus dilakukan secara transparan, lengkap dan jelas tentang kompetensi itu dilakukan bersifat
ob­­­yektif dan kredibel. Para pemohon berbagai kemasan dan isi terbuka, tanpa diskriminasi dan di­­­­
sertifikasi atau calon asesi tentu program sertifikasi yang dapat selenggarakan secara transparan
memiliki beberapa hak yang harus diakses oleh calon peserta; melalui penilaian (assessment) baik
dipenuhi antara lain memperoleh 2. Pengajuan permohonan/pen­­ teknis maupun non teknis dengan
penjelasan tentang gambaran pro­­­­­­­­­­­­­­­ daf­­­­­­­­­taran untuk mengikuti prog­­­ pengumpulan bukti yang relevan
ses sertifikasi sesuai dengan ske­­­­­ma ­ram sertifikasi tertentu, dengan untuk menentukan apakah seseorang
sertifikasi, mendapatkan hak ber­­ dilengkapi dokumen-do­­­ku­­­­men telah kompeten atau belum kom­­­
tanya berkaitan dengan kom­­­­­­pe­­ pendukung; peten pada skema sertifikasi pro­­­­
tensi, serta memperoleh pem­­­beri­­ 3. Pra assessment untuk mengetahui fesi tertentu dan juga dapat me­­­­
tahuan tentang kesempatan untuk kelayakan calon peserta sertifikasi ningkatkan mutu dari output
menyatakan, dengan alasan, per­­­­­­­­­ kompetensi; produk sertifikasi profesi (SDM Jasa
mintaan untuk disediakan kebu­­­ 4. Pelaksanaan uji kompetensi/ konstruksi). Disisi lain, suatu skema
tuhan khusus sepanjang integritas asses­­­­­ment bagi calon yang me­­­­ sertifikasi profesi bersifat dinamis
asesmen tidak dilanggar, serta menuhi kelayakan; sehingga bisa berubah format me­­­
mem­­­­­­­­­­­­­­­pertimbangkan aturan yang 5. Rekomendasi hasil uji kom­­­pe­­ nyesuaikan dengan standar kom­­
bersifat nasional. Agar hak-hak pe­­­­ tensi/assessment kompetensi; petensi yang baru. Maka dari itu
mohon tersebut dapat terpenuhi, 6. Keputusan kompeten atau belum skema sertifikasi profesi harus selalu
maka sebelum dilaksanakannya kompeten serta pemberitahuan diperbaharui terus menerus sesuai
uji kompetensi kepada calon pe­­­­ hasilnya kepada peserta. Kom­­­ format dan pedoman yang berlaku.
serta, terlebih dahulu mereka men­­­­­­ peten yang dinyatakan belum Dengan kondisi ini maka dibutuhkan
dapatkan pengarahan terkait proses kompeten dapat naik banding, sosialisasi yang lebih luas mengenai
persiapan sampai dengan pe­­­­lak­­­ bila hal itu dinilai tidak obyektif. apa, bagaimana dan siapa skema
sanaan serta pengumuman hasil 7. Pencatatan dan penerbitan ser­­­ sertifikasi profesi itu ditetapkan dan
dari uji kompetensi yang diikutinya. tifikat kompetensi bagi peserta dilaksanakan sehingga para pihak
Adapun tahapan uji kompetensi yang dinyatakan kompeten. akan lebih memahami hak dan
secara skematis seperti yang dapat kewajibannya serta skema sertifikasi
dilihat pada Gambar 2. Berdasarkan uraian pembahasan harus dapat signifikan memberikan
di atas, maka kita bisa sama-sama dampak yang positif sesuai tujuan
Proses sertifikasi meliputi langkah- me­­­­­­­mahami bahwa dengan adanya dari skema tersebut.

33
| Edisi 4 | 2021
LIPUTAN
KHUSUS

Balai Pelaksana Pemilihan Jasa


Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi
Mengikuti Pelatihan Sistem Manajemen
Anti Penyuapan
Oleh : Yosaphat Bisma Wikantyasa

Kementerian PUPR sebagai ujung tombak pembangunan infrastruktur merupakan


salah satu Kementerian dengan alokasi anggaran terbesar tiap tahunnya.

Pada 2021, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi mengembangkan perekonomian nasional dan daerah.
anggaran APBN pasca refocusing sebesar Rp.131,81 Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pe­­­
Triliun yang dialokasikan untuk belanja modal, barang ngadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) menyebutkan
dan pegawai. Dengan alokasi anggaran Rp. 107,6 Triliun bahwa pengadaan barang/jasa harus memberikan
atau sebesar 71,83 % dibelanjakan untuk belanja non- nilai manfaat yang sebesar-besarnya kontribusi dalam
operasional yang penggunaannya melalui proses kon­­ peningkatan penggunaan produk dalam negeri, pe­­­
traktual pengadaan barang/jasa. ningkatan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah,
serta pembangunan berkelanjutan.
Pemilihan penyedia yang handal dan akuntabel sangat
diperlukan untuk menjamin mutu pembangunan Dalam meningkatkan kualitas Pemilihan Pengadaan
infrastruktur peningkatan pelayanan publik dan juga Barang/Jasa Konstruksi, dilakukan restrukturisasi ke­­­lem­­­

34
| Edisi 4 | 2021
LIPUTAN
KHUSUS
bagaan pengadaaan barang/jasa bagaimana kita menerapkan budaya masih ada pasti korupsi akan terjadi.
di lingkungan Ke­­­­menterian PUPR kerja anti penyuapan sebagai bagian Saya ingin mengajak kita se­­­­­­mua
dengan dibentuknya Direktorat dari I-Prove PUPR dan komitmen untuk berhati-hati dan bekerja
Pengadaan Jasa Konstruksi sebagai anti KKN, sehingga kita bisa bekerja dengan niat yang baik.” ujar Menteri
Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa dengan aman dan selamat sesuai PUPR Basuki Hadimuljono pada sam­­
(UKPBJ) dan Balai Pelaksana Pe­­­ mi­ dengan target capaian yang sudah butan kegiatan Pencanangan Pem­­­­
lihan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang ditetapkan.” Ujar Plt. Dirjen Bina bangunan Zona Integritas Me­­­nuju
berada di 34 Provinsi di Indonesia. Konstruksi Trisasongko Widianto. WBK/WBBM dan SMAP di Ditjen Bina
Komitmen ini merupakan upaya Konstruksi, Selasa (25/5/2021).
untuk meningkatkan kualitas dan Kemudian pada Selasa 25 Mei 2021
pro­­­­­fesionalisme pengadaan ba­rang/ dilakukan pencanangan penerapan Pada tahun 2021 Kementerian PUPR
jasa. Sehingga Kementerian PUPR ISO 37001:2016 SMAP di BP2JK mengusulkan 45 unit kerja untuk
dapat memaksimalkan waktu, biaya, Pilot Project, bersamaan dengan mengikuti penilaian WBK/WBBM
dan kualitas pekerjaan kons­­­­truksi pencanangan Zona Integritas dan yang diselenggarakan oleh Ke­­­men­­
yang bertujuan untuk men­­ dukung Wilayah Bebas Korupsi di Direktorat terian PANRB, yang terdiri dari 12
kelancaran Pem­­bangun­­­an Infra­struk­­ Jenderal Bina Konstruksi yang akan unit kerja Ditjen Bina Marga, 11 unit
­tur. dipimpin langsung oleh Bapak Men­­ kerja BPSDM, 6 unit kerja Ditjen Cipta
teri PUPR sebagai bentuk ko­­­mitmen Karya, 3 unit kerja Ditjen Perumahan,
Selain melakukan restrukturisasi ke­­­ pimpinan PUPR (tone of the top). 4 unit kerja Ditjen Sumber Daya
lembagaan pengadaan barang/ Air dan 9 unit kerja Ditjen Bina
ja­­­sa Direktorat Jenderal Bina Kons­­ “Pilot project pencanangan Zona Konstruksi. Sebelumnya, pada tahun
truk­­­­­­­­­si juga menerapkan salah satu Integritas Menuju WBK dan WBBM 2020 Kementerian PUPR melalui
im­­­­­­­plementasi Kebijakan 9 Strategi, serta penanganan penerapan SMAP Balai Teknologi Air Minum Direktorat
pencegahan penyimpangan da­­­­­lam bertujuan untuk mencegah ter­­ja­­­­ Jenderal Cipta Karya mendapat
pengadaan barang dan jasa Kemen­­ di­­­­nya penyimpangan atau ko­­­rup­­ predikat WBK dari Kementerian Pen­­
terian PUPR melalui pene­­­rapan ISO si. Zona Integritas Menuju WBK/
­­ dayagunaan Aparatur Negara dan
37001:2016 di seluruh wilayah Balai WBBM dan SMAP adalah sistem yang Birokrasi Reformasi dalam acara Ap­­­
Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi dibentuk untuk pencegahan korupsi, resiasi dan Penganugerahan Zona
(BP2JK) Direktorat Jenderal Bina apapun sistemnya kalau niatnya Integritas Menuju WBK/WBMM.
Konstruksi. Untuk itu, 8 Balai Pelak­­­ (dri/tw)
sana Pemilihan Jasa Konstruksi
(BP2JK) yang menjadi pilot project pe­­­­
ne­­­­­­­­­­­­­­­rapan ISO SNI 37001:2016 SMAP
yaitu BP2JK DKI Jakarta, Jawa Te­­­­
ngah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali,
Sumatra Selatan, Sumatera Utara,
dan Sulawesi Selatan secara serentak
me­­­­­­­­ngikuti Pelatihan ISO 37001:2016
Sistem Manajemen Anti Penyuapan
(SMAP) baik offline dan online melalui
Zoom Meeting, Senin (24/05) di Ja­­­
karta.

“Kedepannya, seluruh BP2JK Direk­­


torat Jenderal Bina Konstruksi di
34 Provinsi harus menerapkan ISO
37001:2016 yang merupakan suatu
kebijakan dalam upaya pencegahan
terjadinya tindak korupsi dan KKN
di lingkungan Kementerian PUPR.”
Ungkap Plt. Direktur Jenderal Bina
Konstruksi Trisasongko Widianto.

“Tujuan akhir dari penerapan SMAP


ini bukan hanya mendapatkan Ser­­
tifikat ISO 37001:2016 SMAP, tetapi

35
| Edisi 4 | 2021
LIPUTAN
KHUSUS
KEMENTERIAN PUPR BERSAMA KPK
TERAPKAN SMAP DI BP2JK PAPUA BARAT
Oleh: Indri Eka Lestari

Dalam upaya pencegahan korupsi,


Kementerian PUPR melakukan
pembangunan karakter para pegawainya,
terutama dalam klausul pemusatan
layanan pengadaan dengan re-organisasi
ULP dan Pokja PBJ, serta Pembentukan
Unit Kepatuhan Internal (UKI) pada Unor
dan Balai.

Hal yang ini sejalan dengan Perpres RI Nomor 54 Tahun


2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi yang
menyebutkan bahwa tiga sektor prioritas pencegahan
korupsi meliputi: perijinan dan tata niaga, keuangan
negara, dan penegakan hukum.

Pembangunan karakter tersebut diwujudkan Kementerian


PUPR melalui Sistem Manajemen Anti Suap ISO 37001:2016 Pemberatasan Korupsi melakukan kunjungan ke wilayah
serta mencanangkan 8 Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Timur Indonesia yaitu Balai Pelaksana Pemilihan Jasa
Konstruksi (BP2JK) dan 1 Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Konstruksi Papua Barat pada Jumat (4/6), yang berdiskusi
DKI Jakarta Ditjen Bina Konstruksi sebagai pilot project tentang tantangan pekerjaan dalam pengadaan barang/
dalam menyongsong integritas para pegawai Kementerian jasa khususnya di wilayah Papua Barat.
PUPR.
“Adanya peraturan kekhususan yaitu bahwa BP2JK Wilayah
“Kedepan diharapkan agar seluruh Balai di Direktorat Papua Barat termasuk dalam Balai yang mengerjakan
Jenderal Bina Konstruksi dan juga UPT-UPT di lingkungan paket pekerjaan tender yang istimewa dengan kekhususan
Kementerian PUPR dapat ditetapkan sebagai Zona Integritas pemberdayaan pada Pelaku Usaha Papua atau Orang
di Kementerian PUPR, dimana saat ini baru 40 UPT yang telah Asli Papua (OAP) dalam tender terbatas. Hal ini telah
ditetapkan di tahun 2021. Untuk kemudahan penerapan terakomodasi dalam peraturan perundang – undangan,
Zona Integritas dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan mulai dari Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri PUPR.”
di lingkungan Kementerian PUPR ini, secara khusus Saya Ujar Kepala BP2JK Papua Barat Wijayanto.
mohon dukungan dan bimbingan atau pendampingan
dari Komisi Pemberantasan Korupsi.” Ungkap Menteri PUPR Wijayanto menerangkan bahwa dengan adanya peraturan
Basuki Hadimuljono saaat memberikan sambutan dalam kekhususan tersebut maka tidak semua Pelaku Usaha
kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Papua Barat dapat terakomodasi. Sehingga menimbulkan
Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi penolakan dan pertentangan dari pihak yang merasa
Bersih dan Melayani dan Pencanangan Penerapan Sistem tidak diberdayakan. Tantangan muncul mulai dari adanya
Manajemen Anti Penyuapan Ditjen Bina Konstruksi, pada sanggahan dari pihak penyedia jasa yang kalah, yang mana
Selasa (25/05) di Jakarta. dalam data BP2JK Wilayah Papua Barat hingga saat ini
telah masuk 50 sanggahan, 21 diantaranya ditujukan pada
Menindaklanjuti pencanangan tersebut, Tim Komisi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Sedangkan untuk

36
| Edisi 4 | 2021
LIPUTAN
KHUSUS
sanggah banding sampai dengan saat perumahan 371 paket pekerjaan second line, dan Inspektorat Jenderal
ini belum ada. dengan total anggaran Rp. 2,29 Triliun, sebagai third line harus betul-betul
dan paket Unit Organisasi lain 97 paket mengawasi tim Kelompok Kerja
Saat ini, BP2JK wilayah Papua Barat dengan total anggaran Rp. 0,43 Triliun. (Pokja) BPJ. Saya juga tekankan agar
telah menyelesaikan 169 paket Total keseluruhan paket TA 2021 yang seluruh unit kerja dalam bidang
pekerjaan dengan jumlah anggaran/ sudah dilakukan tender/seleksi s.d. 21 pengadaan barang/jasa Kementerian
pagu sebesar Rp. 1.696,96 Milyar Mei 2021 yaitu sebanyak 4.979 Paket PUPR bekerja lebih cepat dan tertib,
dengan rincian pekerjaan 148 paket dengan Pagu Rp. 91 Triliun, dan total serta tidak mencoba untuk melakukan
yang selesai tayang/ seleksi di SPSE keseluruhan paket terkontrak TA 2021 kecurangan terhadap uang negara.”
Kementerian PUPR. Sementara itu, s.d. 21 Mei 2021 adalah 3.789 paket Tegas Basuki Hadimuljono.
sudah terdapat 4.451 paket yang dengan Pagu Rp. 33,698 Triliun.
sudah selesai tender/seleksi dengan Kepercayaan terhadap sektor
total nilai pagu Rp. 47,75 Triliun, Menurut Menteri PUPR Basuki infrastruktur dalam membantu
dengan rincian bidang Sumber Hadimuljono, BP2JK harus mampu pemulihan ekonomi nasional harus
Daya Air (SDA) sebanyak 1.921 paket menjadi lokomotif pembangunan dapat dibuktikan dengan hasil
dengan total anggaran Rp 18,23 infrastruktur PUPR. “Kepala Balai pembangunan infrastruktur sesuai
Triliun, Bidang Bina Marga 1.399 Paket sebagai lapis pertama (first line dengan perencanaan awal. Sehingga
pekerjaan dengan total anggaran Rp. of defense) dalam pengawasan diharapkan dapat dimanfaatkan
20,28 Triliun, bidang Cipta karya 663 Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), oleh masyarakat Indonesia secepat
paket pekerjaan dengan total pagu Direktorat Kepatuhan Internal di mungkin agar segera membangkitkan
anggaraan Rp 6,52 Triliun, bidang masing-masing Unit Kerja sebagai perekonomian nasional.*

37
| Edisi 4 | 2021
SOFT
NEWS

DINAMIKA PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI


Oleh: Meylina Hasbullah

Sektor jasa konstruksi strategis dalam mendukung tercapainya pembangunan nasional.

Jasa konstruksi menjadi bagian penting dari terbentuk­­ konstruksi. Sejumlah tantangan tersebut membutuhkan
­ ya produk konstruksi, karena menjadi arena pertemuan
n upaya penataan dan penguatan kelembagaan yang
antara penyedia jasa dengan pengguna jasa. Pada wilayah menjamin kesejahteraan sektor konstruksi Indonesia.
tersebut bertemu sejumlah faktor penting yang saling
mempengaruhi seperti pelaku usaha, pekerjanya dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi bertransformasi dari
rantai pasok yang menentukan keberhasilan dari proses Badan Pembinaan Konstruksi sebagaimana tertuang
penyediaan layanan jasa konstruksi, yang pada akhirnya, pada Peraturan Presiden No. 15 Tahun 2015 mengenai
menggerakkan pertumbuhan sosial ekonomi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rak­­­
yat. Pada tahun 2019, terdapat perubahan struktur
Pengembangan jasa konstruksi dihadapkan pada dina­­ organisasi pada Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.
mi­­­­ka penguatan masyarakat sebagai bagian dari proses Perubahan tersebut terjadi dengan bergantinya Di­­­
pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. rektorat Investasi Infrastruktur menjadi Direktorat Pe­­­
Masyarakat terus bertransisi dalam berkembangnya ngadaan Jasa Konstruksi. Selain itu terdapat pula pe­­­
hu­­
bungan antara penyedia dengan pengguna jasa nambahan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi

38
| Edisi 4 | 2021
SOFT
NEWS
(BP2JK) yang tersebar di 34 provinsi mentara badan usaha spesialis kanisme pengaturan remu­nerasi
untuk menggantikan Unit Layanan belum berkembang, tenaga kerja ahli,
Pengadaan (ULP). Pada tahun 2020, 3. Masih sedikitnya tenaga kerja 10. Masih banyak Penyedia Jasa yang
terjadi perubahan kembali, dengan konstruksi bersertifikat, belum menggunakan teknologi
bergantinya Direktorat Ker­­ja­­­­­­sama 4. Masih perlunya pengaturan dan dan komponen dalam negeri.
dan Pemberdayaan men­­­­­jadi Di­­­­rek­­­ pengawasan terhadap tenaga
torat Keberlanjutan Kons­­­­truksi. Pe­­­ kerja asing, Pandemi COVID-19 merubah arah
rubahan struktur or­­ganisasi ter­­­sebut 5. Belum optimalnya penyelesaian perekonomian secara drastis di tahun
berdampak pada perubahan sa­­­­ sengketa yang diatur dalam 2020 dan masih terjadi hingga saat ini.
saran kegiatan program pembinaan kontrak konstruksi, Langkah kebijakan penanganan dan
konstruksi. 6. Masih terdapat angka kecelakaan pemulihan ekonomi oleh pemerin­­­
kerja sektor konstruksi, tah diarahkan pada perbaikan sisi
­
Sebagai perbandingan, beberapa 7. Masih terdapat kegagalan ba­­­ demand, seperti menjaga konsumsi
permasalahan jasa konstruksi yang ngunan karena belum me­­­ma­­­ da­­­­­­lam negeri, mendorong investasi,
terjadi saat ini adalah sebagai berikut: tuhi ketentuan konstruksi ber­­­­ke­­­ dan mendukung ekspor impor.
1. Fungsi pembinaan belum sepe­­­ lanjutan,
nuhnya menyentuh masyarakat 8. Belum tersedianya sistem in­­­ Perkembangan jasa konstruksi ti­­­­dak
jasa konstruksi, formasi Jasa Konstruksi yang ter­­­ bisa dilepaskan dari konteks pro­­­ses
2. Badan usaha jasa konstruksi integrasi, transformasi politik, budaya, eko­­
ma­­­­sih didominasi generalis, se­­­ 9. Masih belum terpenuhi me­­­­ nomi, dan birokrasi yang sedang
terjadi. (***)

39
| Edisi 4 | 2021
40
| Edisi 4 | 2021