Anda di halaman 1dari 3

c

Ê Ê 


c
Ê  
Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan manusia terhadap gula pada
setiap tahun cenderung meningkat. Hal ini disebabkan karena semakin
meningkatnya jumlah penduduk dan adanya perbaikan tingkat ekonomi
masyarakat. Alasan lain adanya peningkatan kebutuhan gula adalah karena
masyarakat pada umumnya lebih suka mengkonsumsi gula pasir daripada jenis
gula-gula lainnya. Untuk itu maka secara terus menerus perlu diusahakan
penyedian stok gula yang memadai sesuai dengan perkembangan kebutuhan gula
yang diperlukan oleh masyarakat.
Perkembangan tebu di Indonesia sejak awal hingga dewasa ini
mengalami pasang surut. Terbukti impor gula mencapai puncaknya tahun 1981,
yaitu 933.6 ribu ton senilai setengah milyar rupiah lebih. Kemudian tahun 1985
dan 1986 swasembada gula tercpai. Namun dalam tahun 1988 dan 1989 terjadi
impor gula untuk cadagan (buffer stock) yaitu 279 dan 400 ribu ton. (0ezer, 1993)
Gula merupakan salah satu bahan yang dibutuhkan oleh manusia, dan
berasal dari tanaman tebu. Tebu (À    
  ) sebagai salah satu
sumber daya dari sektor pertanian yang mempunyai peranan penting dalam
mendukung industri gula di Indonesia dengan sasaran pokok adalah swasembada
gula nasional. Hal ini dapat dipahami mengingat gula tebu merupakan salah satu
dari sembilan bahan pokok yang menempati kedudukan politik dan strategi dalam
kehidupan masyarakat. (Soeparjono, dkk. 1996)
Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan produksi gula dari
tanaman tebu, diantaranya melaui usaha perluasan areal tanam, perbaikan cara
budidaya maupun pengguanaa varietas unggul tanaman tebu. Hal ini disebabkan
produksi gula dari tanaman bit sulit dilakukan karena tanaman bit tidak bisa
tumbuh di Indonesia.
Gula merupakan salah satu komoditas yang penting bagi masyarakat
Indonesia. Begitu banyak orang membutuhkan gula, maka harga gula harus dapat
dicapai oleh semua orang dan masih memberi keuntungan bagi petani. Pada tahun

c
uc
c

1800-an hingga 1900-an, gula menjadi sumber daya devisa utama bagi Negara
kita, bahkan Indonesia pernah menjadi Negara pengekspor gula terbesar kedua
dunia. Konsumsi gula pasir di Indonesia pada tahun 1980 sebesar 10
kg/kapita/tahun, yang pada tahun 1990 naik menjadi 13 kg/kapita/tahun.
(Wariyanto, 2002)
Dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, maka jumlah
kebutuhan ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini akan
memunculkan kondisi dimana kebutuhan akan gula lebih besar dibandingkan
jumlah gula yang diproduksi di Negara kita. Saat ini di Negara kita mengalami
kekurangan stok gula untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga
membutuhkan impor gula dari Negara lain yang mengundang cukup banyak
polemik di masyarakat.
Mengingat peranan penting gula bagi masyarakat tersebut, maka
pemahaman dan pembelajaran yang mendalam mengenai proses pengolahan gula
tebu menjadi sangat penting. Dengan adanya pemahaman yang baik tentang
proses pengolahan gula tebu maka dapat diupayakan proses pengolahan lebih
seefisien dan sefektif mungin sehingga dapat meningkatkan hasil produksi dan
dapat mengatasi masalah kurangnya produksi dan dapat mengatasi masalah
kurangnya produksi gula dalam negeri yang ada selama ini.

c    
Produksi gula karbonatasi di PG Semboro merupakan proses pengolahan
yang masih baru dan pelaksanaannya masih dikatakan sangat minim. Pemahaman
mesin dan alat-alat yang digunakan dalam proses produksinya secara mendetail
sangat diperlukan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diadakan studi lebih lanjut
dalam hal pengenalan mesin dan alat-alat pengolahan gula karbonatasi secara
mendalam.




c
Ôc
c

cx    


c x 
1.c Dapat melihat dan memahami secara langsung proses pengolahan gula
karbonatasi.
2.c Dapat menemukan kesesuaian antara teori yang ada mengenai gula
karbonatasi dengan penerapan sebenarnya.
c   
1.c Memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman mengenai proses
pengolahan gula karbonatasi.
2.c Memperoleh wawasan mengenai pengaplikasian teknologi dan
pengetahuan tentang pengolahan gula karbonatasi.
3.c Manambah wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang
sesungguhnya.