Anda di halaman 1dari 21

c c

  


c    

3
! Diagram kotak penguat umpan balik 

Pada penguat umpan balik terdapat 2 kemungkinan

 |inyal masukan menjadi lebih besar


Xi = Xs + Xf

 |inyal masukan menjadi lebih kecil


Xi = Xs ± Xf

dimana Xs = sinyal sumber

Xi = sinyal masukan pada penguat

Xf = sinyal umpan balik

Xo = sinyal keluaran

 


c "# "#$   
Adalah umpan balik yang menyebabkan sinyal masukan menjadi lebih tinggi
sehingga sinyal keluaran juga semakin tinggi. Hal ini dikarenakan penguat ini
mempunyai faktor umpan balik bernilai positif.

Persamaan pada umpan balik negatif


Xi = Xs + Xf
Xo
Xo = A. Xi ĺ A º
Xi
Xf = ȕ . Xo
dimana A = peroleh (gain) penguat dasar / penguat tanpa umpan balik
ȕ = faktor umpan balik

Peroleh penguat umpan balik didefinisikan


Xo A
Af º º
Xs à
A
A
Af º
à
A

Dimana untuk penguat umpan balik negatif nilai ȕ > 0 sehingga,


|Af| > |A|



c% % $   
Adalah umpan balik yang menyebabkan sinyal input menjadi lebih rendah
sehingga sinyal output juga semakin rendah
Untuk umpan balik negatif, satu-satunya kerugian sistem ini adalah
menurunkan tegangan (A).
Persamaan pada umpan balik negatif
Xi = Xs ± Xf
Xo
Xo = A. Xi ĺ A º
Xi
Xf = ȕ . Xo
dimana A = peroleh (gain) penguat dasar / penguat tanpa umpan balik
ȕ = faktor umpan balik
Peroleh penguat umpan balik didefinisikan
Xo A
Af º º
Xs à
A
‘
‘f 
à
‘

Dimana untuk penguat umpan balik negatif nilai ȕ < 0 sehingga,


|Af| < |A|


& # c
Penguat umpan balik terdiri dari 4 jenis yaitu
à. Penguat umpan balik tegangan serie
2. Penguat umpan balik tegangan paralel
3. Penguat umpan balik arus seri
4. Penguat umpan balik arus parallel
Persamaan yang digunakan
Xo v0 tegangan pada beban
Avf º º º ĺ Penguat tegangan
Xs vs teangan sumber
o i arus pada beban
‘If    0  ĺ Penguat arus
s i s arus su ber

Xo i0 arus pada beban


GMf º º º ĺ Penguat transkonduktans
Xs vs tegangan sumber
o v
R f    0
tegangan pada beban
arus su ber
 ĺ Penguat trans resistans
s i s


c  
Penguat umpan balik arus seri merupakan jenis penguat dimana tegangan
keluarannya dijadikan masukan umpan balik dan antara umpan balik dengan masukan
disusun secara seri.

Penguat umpan balik tegangan seri memiliki rangkaian seperti berikut

3'
' Rangkaian penguat umpan balik tegangan seri
Untuk menganalisa rangkaian diatas, terlebih dahulu adalah menggantinya dengan
rangkaian untara hibrid sebagai berikut:
Dari analisa rangkaian untara hibrid diatas didapat:
A  
Av = (Bati tegangan tanpa umpan balik)
 A
A  

 (Bati tegangan dengan umpan balik)
 A A  


      (hambatan masukan dengan umpan balik)

 
   (hambatan keluaran dengan umpan balik)
 
 



c   
Penguat umpan balik tegangan paralel merupakan jenis penguat dimana
tegangan keluarannya dijadikan masukan umpan balik dan antara umpan balik
dengan masukan disusun secara paralel.

Penguat umpan balik tegangan seri memiliki rangkaian seperti berikut


Untuk menganalisa rangkaian diatas, terlebih dahulu adalah menggantinya dengan
rangkaian untara hibrid sebagai berikut:

Dari analisa rangkaian untara hibrid diatas didapat:


€A   
Av = (Bati tegangan tanpa umpan balik)
A
 

   (Bati tegangan dengan umpan balik)
  
€A   

(Trans resistans)



 (hambatan masukan dengan umpan balik)

 A
 
(hambatan keluaran dengan umpan balik)
A 


!
" #
$



! c # 
Penguat umpan balik arus seri merupakan jenis penguat dimana arus
keluarannya dijadikan masukan umpan balik dan antara umpan balik degan masukan
disusun secara seri.
Penguat umpan balik arus seri memiliki rangkaian seperti berikut


3
(Rangkaian penguat umpan balik arus seri

RE pada rangkaian di atas merupakan pengumpan balik karena dilewati /


terkait loop masukan dan loop keluaran.
Untuk memudahkan dalam menganalisa rangkaian diatas, maka
à. Rà dan R2 digunakan sebagai prasikap
2. Cb sebagai kapasitor blocking agar listrik DC dari Vcc tidak masuk ke
sumber atau beban.
3. Cbp digunakan sebagai kapasitor bypass.
Pada rangkaian penguat yang dirancang sempurna (perfect design), maka
rangkaian prasikap tak berpengaruh pada sinyal yang ditinjau sehingga
Rà ,R2 dan Cb dapat diabaikan.
|ehingga rangkaian diatas dapat disederhanakan sebagai berikut


3
)Rangkaian penguat umpan balik arus seri
Untuk menganalisis rangkaian umpan balik, maka rangkaian tersebut harus
diubah menjadi rangkaian dasar tanpa umpan balik arus seri berikut

3
* Rangkaian penguat dasar tanpa umpan balik
Untuk menentukan parameter-parameter transistor maka rangkaian tersebut
harus diganti dengan untai setara sebagai berikut:

 

3
+ Rangkaian untai setara penguat tanpa umpan balik arus serie

Persamaan pada masukan


Vs = Vi = (ëie + RE ) Ii + ëre VCE
= (ëie + RE )Ii + ëreVo
Persamaan pada keluaran
 Vo = IL. RL ' = - Io. Rc '
Io = ëoeVo + ëfeIi
Jika transistor Q tipikal maka ëoe dan ëre cukup kecil sehingga dapat diabaikan
Maka
Vf I 0 R?

   R?
I0 I0
 
ëfe ëie (à ëfe)
D º à
G M º à ? º  ?

ëie ? ëie ?

i0 ëfeI i ëfe
A º GM º º º
vi (ëie ? ) Ii ëie ?

GM ëfe
A f º GMf º º
D ëie (à ëfe) ?



( c #  
Penguat umpan balik arus paralel merupakan jenis penguat dimana arus
keluarannya dijadikan masukan umpan balik dan antara umpan balik dengan masukan
disusun secara paralel.

Penguat umpan balik tegangan seri memiliki rangkaian seperti berikut


Untuk menganalisa rangkaian diatas, terlebih dahulu adalah menggantinya dengan
rangkaian untara hibrid sebagai berikut:

Dari analisa rangkaian untara hibrid diatas didapat:



 %

 (Bati tegangan tanpa umpan balik)
%

 % &'


%
 (Bati tegangan dengan umpan balik)
(

!

 ) 



!  #"  
OpAmp adalah suatu penguat gandengan langsung dan bati-tinggi
dilengkapi dengan umpan balik untuk mengendalikan karakteristik
tanggapannya secara menyeluruh. OpAmp dalam rangkaian dapat
menggunakan beberapa IC misalnya LM3àà




  0

  

0

   
 

‰   

3
! Peta gerbang IC LM3àà


|uatu OpAmp ideal memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut

3
( Penguat operasional dasar

3
) Rangkaian ekivalen frekuensi rendah penguat operasional

 Impedansi masukan
Zi = Ri + jXi ; jika Xi <<< Ri ĺ Zi ~ R

Zi = ~ ĺ Ri = ~

 Impedansi keluaran
Zo = Ro + jXo

Ro >>> Xo ĺ Zi ~ Ro = 0

 Peroleh tegangan tanpa beban


Av = ~

 Lebar bidang frekuensi


BW = ~

 Öeseimbangan sempurna (perfect balance)


Và = V2

Vo = Av (Và ± V2) ĺ Vo = 0

 Öarakteristik tidak terpengaruh suhu




( ,- #"    

(
 $    
Jika terminal pembalik diberi sinyal masukan dan terminal tak
membalik diketanahkan (sinyal masukan dan keluaran berbeda fasa à 00)

3
)Rangkaian penguat pembalik (inverting amplifier)


(
, %"$    
Jika sinyal masukan pada terminal tak membalik dan terminal pembalik
diketanahkan

3
)Rangkaian penguat tak membalik (non inverting amplifier)


(
 #.      
Jika kedua terminal masukan diberi sinyal

3
)Rangkaian penguat selisih (difference amplifier)


)   -    #"  

)
. ##

3
* Rangkaian pengukuran gain dan impedansi

 Bati tegangan diferensial simpal terbuka
i º 2 t à

v0
Ad º A º
vi
Av = Ad rangkaian tanpa beban (konfigurasi à)
AV = Ad rangkaian berbeban
 Impedansi keluaran Ro
‘ 
R0   v  à‹‹ Rw
 ‘V
 Impedansi masukan Ri
0 '
iº2
0 t 0 '
Vo = tegangan keluaran rangkaian tanpa hambatan identik R (R = 0)
Vo¶ = tegangan keluaran rangkaian dengan hambatan identik R


)
."""  / ""

3
+ Rangkaian pengukuran common mode rejection ratio

Untuk menghitung besarnya CMRR rangkaian OpAmp digunakan


persamaan

Ad ' S
º º
Ac 0



* #"
Osilator adalah rangkaian yang menghasilkan bentuk gelombang periodik yang
spesifik, misalnya gelombang kotak, segitiga, gigi gergaji, atau sinusoida.Ada dua
kelas utama dari osilator yaitu relaxation dan sinusoidal. Relaxation Oscillator
membangkitkan gelombang segitiga, gigi gergaji dan bentuk gelombang
nonsinusoida lain. |inusoidal Oscillator terdiri dari penguat dan komponen luar yang
digunakan untuk membangkitkan osilasi (bentuk gelombang sinusoida). Berdasarkan
pembangkitannya, osilator dibedakan menjadi dua:

 |elf sustaining/free running oscillator


 ronself sustaining/triggered oscillator

Untuk "free running oscillator" terdapat empat kebutuhan agar osilator umpan balik
bekerja:

 Amplification (penguatan)
 Umpan balik positif
 Pembentuk frekuensi
 Power supply

|eluruh osilator umpan balik memerlukan beberapa devais atau mekanisme yang
menyediakan penguatan (gain) yang dikombinasikan dengan sebuah susunan umpan
balik. Gambar dibawah menunjukkan diagram rangkaian osilator secara umum.

Gambar 2.24 Diagram osilator umpan balik secara umum

|ebuah penguat (amplifier) yang mempunyai penguatan tegangan yang output


dan inputnya dihubungkan melalui rangkaian umpan balik. Ini mengembalikan
sebuah fraksi, dari tegangan output ke input penguat. Catatlah bahwa gain dari
penguat dan faktor umpan balik tergantung frekuensi. |ecara umum, baik penguat
maupun rangkaian umpan balik akan mengubah besar dan fasa dari sinyal. Misal
sebuah sinyal fluktuasi:

maka output dari penguat

yang akan menghasilkan sinyal input baru ("echoed")

yang kembali ke input penguat. Ini akan menjadi input baru dimana input baru ini
akan dikuatkan dan akan menghasilkan echo baru pada input dan seterusnya. |etelah
beberapa kali mengelilingi loop, amplitudo dari echo terbaru akan menjadi:

Dengan melihat persamaan diatas, maka jika:

Echo akan berangsur-angsur menghilang. ramun jika kita mengatur :

Ukuran echo cenderung bertambah dengan waktu, atau paling tidak akan tetap
konstan jika kita mengatur



+ #"0"#


3
+ Rangkaian osilator collpits
Persamaan pada osilator collpits

rekuensi resonansi
Xcp = XL ĺXcp = Xcà +Xc2
2
º Cw
C
2 = Ȧ2LC ĺ Ȧ = 2ʌ f

2
 2pf
w

2
f º
2p w

aktor umpan balik
à
Af º ĺ Af = ~
à
A
à + ȕA = 0
à

ºt
A


1  0"" "   c   #" 0  
"2 

 3
! Rangkaian penguat

Rangkaian di atas merupakan suatu penguat common emitor yang diberi


beban rangkaian kapasitor (C) dan induktor (L).
Untuk memudahkan dalam menganalisa rangkaian diatas, maka

à. Rà , R2 dan RE digunakan sebagai prasikap


2. Cb sebagai kapasitor blocking agar listrik DC dari Vcc tidak masuk ke
sumber atau beban.
3. Cbp digunakan sebagai kapasitor bypass.
Pada rangkaian penguat yang dirancang sempurna (perfect design), maka
rangkaian prasikap tak berpengaruh pada sinyal yang ditinjau sehingga Rà
,R2 , RE , Cb dan Cbp dapat diabaikan.

|ehingga rangkaian diatas dapat disederhanakan sebagai berikut

3
( Rangkaian penguat

Untuk menentukan parameter-parameter transistor maka rangkaian tersebut


harus diganti dengan untai setara sebagai berikut

  



  z  
   ! 

 

3
) Rangkaian untai setara penguat
Dimana

à à
ZL = Cw
Cà C 2

Disederhanakan menjadi
 



0 0
 

 "# 

 ! 

3
* Rangkaian untai setara penguat

Dimana

w 
RL¶ = ZL // Rc =
w 

Menurut referensi, nilai parameter h untuk penguat CE adalah sebagai berikut:

hie=àà00ȍ

hre=25.à0-5

hfe=50

hoe=25.à0-6 mho

Persamaan pada penguat common emitor

Persamaan pada masukan

 Vi =ëieIi + ëreVCEatau
Vi =ëieIi + ëreVo««««««««««. (3)

Persamaan (à) masuk (2)

t Vo
 - hoeVo ±hfeIi = 0
Rw Ž
à
Vo (hoe + ) = -hfeIi
RwŽ

- (ëoe + à/RL' ) Vo
Ii = «««««««..(4)
ëfe

Persamaan (4) masuk (3)

- (ëoe à/ Ž ) Vo
 Vi =ëie{ } ëreVo
ëfe
- ëie ( ëoe à/ Ž ) Vo
Vi = hreVo -
ëfe

Jadi besarnya penguatan (A)

o ëfe
A= =
i ëreëfe t ëie ( ëoe à / w Ž )