Anda di halaman 1dari 16

PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN

RUMAH SAKIT TIARA KASIH SEJATI


JL.MENAMBIN NO.4 TIMBANG GALUNG
PEMATANGSIANTAR
SUMUT-INDONESIA
TAHUN 2017

BAB I
DEFENISI

Pengertian identifikasi adalah proses pengumpulan data dan pencatatan segala


keterangan tentang bukti-bukti dari seseorang sehingga kita dapat menetapkan dan
menyamakan keterangan tersebut dengan individu seseorang.
Identifikasi pasien adalah proses mencocokkan gelang identifikasi pasien pada
pergelangan tangan kiri/kanan yang tercantum nama lengkap, tanggal lahir dan nomor
Rekam Medis dengan identitas orang yang akan diberikan, dilakuka
tindakan/prosedur, diambil darah/sample, diberikan darah atau produk darah,
dilakukan pengobatan.
Gelang identifikasi pasien adalah suatu alat berupa gelang identifikasi yang
dipasangkan kepada pasien secara individual yang digunakan sebagai identitas pasien
selama dirawat di Rumah Sakit.
Identifikasi pasien mempunyai tujuan :
1. Mendeskripsikan prosedur untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan dalam
identifikasi pasien selama perawatan di rumah sakit.
2. Mengurangi kejadian/kesalahan yang berhubungan dengan salah identifikasi.
Kesalahan ini dapat berupa: salah pasien, kesalahan prosedur, kesalahan medikasi,
kesalahan transfusi, dan kesalahan pemeriksaan diagnostik.
3. Mengurangi kejadian cidera pada pasien.

BAB II
RUANG LINGKUP

1. Panduan ini diterapkan kepada semua pasien rawat inap dan pasien yang akan
menjalani suatu prosedur.
2. Pelaksana panduan ini adalah semua tenaga kesehatan (medis, perawat, farmasi, bidan,
dan tenaga kesehatan lainnya), staf di ruang rawat, staf administratif, dan staf
pendukung yang bekerja di rumah sakit.
Prinsip :
1. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani suatu prosedur, harus diidentifikasi
dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama masa perawatannya.
2. Kapanpun dimungkinkan, pasien rawat inap harus menggunakan gelang identifikasi
dengan minimal 2 data (nama pasien, tanggal lahir).
3. Tujuan utama tanda identifikasi ini adalah untuk mengidentifikasi pemakainya.
4. Gelang Identifikasi ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien ketika
pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain
untuk pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

BAB III
TATA LAKSANA
I. Tata laksana identifikasi
1. Tatalaksana Gelang Identifikasi Pasien
a. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat, darah,
atau produk darah, pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan
klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.
b. Pasien dengan indikasi rawat inap pemasangan gelang dilakukan di IGD. Pakaikan
gelang identifikasi di pergelangan tangan pasien yang dominan, jelaskan dan
pastikan gelang terpasang dengan baik dan nyaman untuk pasien. Perawat
mengucapkan salam ”selamat pagi/siang/sore/malam, bapak/ibu”, perawat
menyebutkan nama dan departemen atau unit kerja ”saya...(nama), dari unit
kerja...(sebutkan), perawat manyebutkan maksud dan tujuan pemasangan gelang
identifikasi. Lakukan verifikasi kepada pasien dan keluarga apakah sudah mengerti
tentang informasi yang telah diberikan. Informasikan kepada pasien dan keluarga
bahwa gelang identifikasi harus selalu dipakai hingga pasien diperbolehkan pulang,
”bapak/ibu, mohon agar gelang identitas ini jangan dilepas selama masih dalam
perawatan di rumah sakit ini”. Ucapkan terima kasih dan sampaikan ”terima kasih
atas pengertian dan kerjasamanya”.
c. Pada pasien dengan fistula arterio-vena (pasien hemodialisis), gelang identifikasi
tidak boleh dipasang di sisi lengan yang terdapat fistula.
d. Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan, pakaikan di pergelangan kaki.
Pada situasi di mana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki, gelang identifikasi
dapat dipakaikan di baju pasien di area yang jelas terlihat. Hal ini harus dicatat di
rekam medis pasien. Gelang identifikasi harus dipasang ulang jika baju pasien
diganti dan harus selalu menyertai pasien sepanjang waktu.
e. Pada kondisi tidak memungkinkan untuk dipasang gelang identitas, maka
identifikasi menggunakan foto untuk dilampirkan ke dalam berkas rekam medis.
Pada saat identifikasi, cocokkan foto pasien yang ada di berkas dengan pasien.
f. Gelang pengenal dan gelang alergi hanya boleh dilepas saat pasien keluar/ pulang
dari rumah sakit. Gelang risiko jatuh hanya boleh dilepas apabila pasien sudah
tidak berisiko jatuh. Gelang pengenal pasien (Gelang Pink/ Gelang Biru) sebaiknya
mencakup minimal tiga detail wajib yang dapat mengidentifikasi pasien, yaitu:
i. Nama pasien
ii. Tanggal lahir pasien (tanggal/bulan/tahun)
Bila pasien/keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir
maka pasien dianggap lahir tanggal 1 Januari dan tahun sesuai dengan
umur yang disebutkan
iii. Nomor rekam medis pasien
g. Gelang penanda risiko alergi berwarna merah sebaiknya mencakup jenis alergi obat
yang diderita pasien. Khusus untuk pasien anak dan bayi diberi stiker berwarna
merah
h. Gelang penanda risiko jatuh berwarna kuning dipasang untuk semua pasien dewasa
yang beresiko sedang dan tinggi. Bila pasien ditemukan berisiko jatuh di ruangan,
gelang identifikasi dipasang di ruangan oleh perawat ruangan yang sedang bertugas.
Gelang identifikasi diambil oleh perawat di IGD. Khusus untuk pasien anak-anak
dan bayi diberi stiker berwarna kuning.
i. Stiker penanda risiko Do Not Resuscitate (DNR) berwarna ungu dipasang untuk
pasien yang dalam keadaan kritis/dalam tahap terminal, bilamana nanti saat
jantungnya berhenti berdetak atau berhenti bernapas, tidak ada prosedur medis
untuk mengembalikan bernapas atau berfungsi kembali jantung.
j. Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang tertulis di KTP.
k. Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di gelang identifikasi. Ganti gelang
identifikasi jika terdapat kesalahan penulisan data.
l. Jika gelang identifikasi terlepas, segera berikan gelang identifikasi yang baru.
m. Gelang Identifikasi harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan di rumah
sakit.
n. Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien. Tujuan nya untuk
memastikan identitas bapak/ibu dengan benar dalam mendapatkan pelayanan dan
pengobatan selama di rumah sakit ini. Setelah bapak/ibu berada di ruang rawat
inap, petugas kami akan selalu melakukan konfirmasi identitas dengan meminta
bapak/ibumenyebutkan nama dan tanggal lahir bapak/ibu untuk dicocokan dengan
data pada gelang identifikasi. Prosedur konfirmasi tersebut akan selalu
dilaksanakan pada saat pemberian obat, pemberian transfusi darah, pengambilan
sampel untuk pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi dan bila akan
dilakukan tindakan kedokteran.
o. Periksa ulang detail data di gelang identifikasi sebelum dipakaikan ke pasien.
p. Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan terbuka, misalnya:
‘Siapa nama Anda?’ (jangan menggunakan pertanyaan tertutup seperti ‘Apakah
nama anda Ibu Susi?’)
q. Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada pasien tidak
sadar, bayi, disfasia, gangguan jiwa), verifikasi identitas pasien secara visual dengan
mencocokkan gelang pasien. Untuk pasien/keluarga pasien tidak dapat
menyebutkan tanggal lahir dengan benar, verifikasi menggunakan nama dan
nomor rekam medis, sesuaikan nomor rekam medis di berkas dan di gelang
sebelum tindakan.
r. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur menggunakan minimal
satu gelang identifikasi.
s. Pengecekan gelang identifikasi dilakukan tiap kali pergantian jaga perawat.
t. Sebelum pasien ditransfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan benar dan
pastikan gelang identifikasi terpasang dengan baik.
u. Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang identitas pasien dan
membandingkan data yang diperoleh dengan yang tercantum di gelang identifikasi.
v. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan gelang identifikasi:
1) Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab, seperti:
i. Menolak penggunaan gelang identifikasi
ii. Gelang identifikasi menyebabkan iritasi kulit
iii. Gelang identifikasi terlalu besar
iv. Pasien melepas gelang identifikasi
2) Pasien harus diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika gelang
identifikasi tidak dipakai. Alasan pasien harus dicatat pada rekam medis.
3) Jika pasien menolak menggunakan gelang identifikasi, petugas harus lebih
waspada dan mencari cara lain untuk mengidentifikasi pasien dengan benar
sebelum dilakukan prosedur kepada pasien.
2. Tindakan/ prosedur yang membutuhkan identifikasi
a. Berikut adalah beberapa prosedur yang membutuhkan identifikasi pasien:
i. Pemberian obat-obatan
ii. Prosedur pemeriksaan radiologi (Rontgen, MRI, dan sebagainya)
iii. Intervensi pembedahan dan prosedur invasive lainnya
iv. Transfusi darah
v. Pengambilan sampel (misalnya darah, tinja, urin, dan sebagainya)
vi. Transfer pasien
b. Para staf RS TIARA KASIH SEJATI harus mengkonfirmasi identifikasi pasien
dengan benar dengan menanyakan nama dan tanggal lahir pasien, kemudian
membandingkannya dengan yang tercantum di rekam medis dan gelang pengenal.
Jangan menyebutkan nama, tanggal lahir, dan alamat pasien dan meminta pasien
untuk mengkonfirmasi dengan jawaban ya/tidak.
c. Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai gelang pengenal.
Gelang pengenal harus dipakaikan ulang oleh perawat yang bertugas menangani
pasien secara personal sebelum pasien menjalani suatu prosedur.

3. Tatalaksana Identifikasi Pasien Pada Pemberian Obat-Obatan


a. Perawat harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum melakukan
prosedur, dengan cara:

i. Pertemuan pertama seorang petugas dengan pasien:

 Secara verbal : Tanyakan nama dan tanggal lahir pasien

 Secara visual : Lihat ke gelang pasien untuk mencocokkan data


pasien.

Pertemuan berikutnya dapat lihat secara visual saja ke gelang pasien,


dua identitas dari tiga identitas.
ii. Jika terdapat ≥ 2 pasien di ruangan rawat inap dangan nama yang sama, periksa
ulang identitas dengan melihat alamat rumahnya.
b. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum
pemberian obat dilakukan.
4. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Menjalani Pemeriksaan Radiologi
a. Petugas Radiologi harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum
melakukan prosedur, dengan cara:
i. Meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.
ii. Periksa dan bandingkan data pada gelang pengenal dengan rekam medis, untuk
pasien rawat jalan, cukup cocokkan dengan data yang ada di form pengantar.
Jika data yang diperoleh sama, lakukan prosedur.
iii. Jika terdapat ≥ 2 pasien di unit radiologi dangan nama yang sama, periksa ulang
identitas dengan melihat alamat rumahnya.
b. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum
pajanan radiasi (exposure) dilakukan.
5. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Menjalani Tindakan Operasi
a. Petugas di Unit Kamar Operasi harus mengkonfirmasi identitas pasien.
b. Jika diperlukan untuk melepas gelang identifikasi selama dilakukan operasi,
tugaskanlah seorang perawat di kamar operasi untuk bertanggungjawab melepas
dan memasang kembali gelang identifikasi pasien.
c. Gelang identifikasi yang dilepas harus ditempelkan di depan rekam medis pasien.
6. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang akan Dilakukan Pengambilan dan
Pemberian Darah (Transfusi Darah)
a. Identifikasi, pengambilan, pengiriman, penerimaan, dan penyerahan komponen
darah (transfusi) merupakan tanggungjawab petugas yang mengambil darah.
b. Verifikasi oleh 2 (dua) orang petugas, menggunakan check list pemberian transfusi
darah.
c. Sebelum memulai transfusi darah atau produk darah :
- Cocokkan kantong darah atau produk darah dengan :
* Instruksi Dokter di Rekam Medik
* Form Permintaan Transfusi Darah
* Lembar Pengambilan Darah
- Cocokkan kantong darah atau produk darah dengan Identitas pasien
d. Jika memungkinkan, petugas RS harus meminta pasien untuk menyebutkan nama
lengkap dan tanggal lahirnya.
e. Dokumentasikan tanggal dan jam transfusi darah akan diberikan.
f. Jika petugas RS tidak yakin/ragu akan kebenaran identitas pasien, jangan lakukan
transfusi darah sampai diperoleh kepastian identitas pasien dengan benar.
7. Tatalaksana Identifikasi pada Bayi Baru Lahir atau Neonatus
a. Gunakan gelang identifikasi di pergelangan kaki kiri, jika tidak memungkinkan
pasang di pergelangan kaki kanan.
b. Untuk bayi baru lahir yang masih belum diberi nama, data di gelang pengenal
berisikan nama ibu, tanggal lahir bayi, dan nomor rekam medis bayi.
c. Gunakan gelang pengenal berwarna merah muda (pink) untuk bayi perempuan
dan biru untuk bayi laki-laki.
8. Tatalaksana Identifikasi Pasien Rawat Jalan
a. Tidak perlu menggunakan gelang pengenal
b. Sebelum melakukan suatu prosedur/terapi, tenaga medis/perawat harus
menanyakan identitas pasien berupa nama dan tanggal lahir. Data ini harus
dikonfirmasi dengan yang tercantum pada rekam medis.
c. Jika pasien adalah rujukan dari dokter umum/puskesmas/layanan kesehatan
lainnya, surat rujukan harus berisi identitas pasien berupa nama lengkap, tanggal
lahir, dan alamat. Jika data ini tidak ada, prosedur /terapi tidak dapat
dilaksanakan.
d. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri, verifikasi
data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien.
e. Jika pasien rawat jalan di anjurkan untuk rawat inap, maka perawat poli
membawa pasien ke IGD dan keluarga di anjurkan utnuk pendaftaran ulang.
9. Tatalaksana Identifikasi Nama Pasien yang Sama di Ruangan Rawat Inap
a. Jika terdapat pasien dengan nama yang sama, harus diinformasikan kepada
perawat yang bertugas setiap kali pergantian jaga.
b. Berikan label/penanda berupa ‘pasien dengan nama yang sama’ di lembar
pencatatan, lembar obat-obatan, dan lembar tindakan.

10. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Identitasnya Tidak Diketahui


a. Pasien akan dilabel menurut prosedur RS TIARA KASIH SEJATI sampai pasien
dapat diidentifikasi dengan benar. Contoh pelabelan yang diberikan berupa: Mr.
X/ Mrs. X, Pria/Wanita Tidak Dikenal.
b. Saat pasien sudah dapat diidentifikasi, berikan gelang pengenal baru dengan
identitas yang benar.
11. Tatalaksana Identifikasi Pasien Dengan Gangguan Jiwa
a. Kapanpun dimungkinkan, pasien gangguan jiwa harus menggunakan gelang
pengenal.
b. Akan tetapi terdapat hal-hal seperti kondisi pasien atau penanganan pasien yang
menyebabkan sulitnya mendapat identitas pasien dengan benar sehingga perlu
dipertimbangkan untuk menggunakan metode identifikasi lainnya seperti pasien
difoto saat pendaftaran.
c. Identifikasi pasien dilakukan oleh petugas dengan mencocokkan foto yang ada
dalam rekam medis untuk mengidentifikasi pasien, dan lakukan pencatatan di
rekam medis.
d. Jika terdapat ≥ 2 pasien dengan nama yang sama di ruang rawat, berikan
tanda/label notifikasi pada rekam medis, papan nama pasien, dan dokumen
lainnya
12. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Meninggal
a. Pasien yang meninggal di ruang rawat RS TIARA KASIH SEJATI harus
dilakukan konfirmasi terhadap identitasnya dengan gelang pengenal dan rekam
medis (sebagai bagian dari proses verifikasi kematian).
b. Gelang identitas digunting dan dibuang ditempat sampah infeksius dan diganti
dengan gelang pengenal khusus berwarna hitam yang dipasang dijari jempol
kaki kanan.
c. Gelang khusus dibuka dan dibuang ke sampah infeksius saat penyerahan jenazah
d. Membuat Surat Keterangan Meninggal Dunia dengan identitas sesuai dengan
Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun kartu pengenal resmi lainnya. Satu
salinan surat kematian diserahkan kepada keluarga, salinan kedua disimpan di
rekam medis pasien.

II. Macam-macam Gelang Identifikasi


Gelang identifikasi pasien yang tersedia di RS TIARA KASIH SEJATI adalah
sebagai berikut :
1. Gelang berwarna merah muda/ pink untuk pasien berjenis kelamin perempuan.
2. Gelang berwarna biru untuk pasien berjenis kelamin laki-laki.
3. Gelang berwarna merah untuk pasien dengan alergi tertentu.
(Catatan : Semua pasien harus ditanyakan apakah mereka memiliki alergi tertentu.
Semua jenis alergi harus dicatat pada rekam medis pasien)
4. Gelang berwarna kuning untuk pasien dengan risiko jatuh. (Catatan : Semua pasien
harus dikaji apakah mereka berisiko jatuh dan dicatat pada rekam medisnya).
5. Stiker berwarna ungu untuk pasien Do Not Resuscitate (DNR)
Catatan : khusus untuk anak-anak dan neonaty gelang penanda resiko diganti dengan
menggunakan stiker.
- Merah : untuk alergi
- Kuning : untuk resiko jatuh
- Ungu : untuk Do Not Resusitasi

III. Melepas Gelang Identifikasi


1. Gelang identifikasi (Gelang Pink/ Gelang Biru), hanya dilepas saat pasien pulang
atau keluar dari rumah sakit.
2. Gelang untuk alergi (Gelang Merah), hanya dilepas saat pasien pulang atau keluar
dari rumah sakit.
3. Gelang untuk risiko jatuh (Gelang Kuning), hanya dilepas saat pasien sudah tidak
berisiko untuk jatuh dan saat pasien pulang.
4. Stiker untuk pasien DNR (Gelang Ungu), hanya dilepas saat keluarga pasien
membatalkan persetujuan untuk DNR.
5. Yang bertugas melepas gelang identifikasi adalah perawat yang bertanggung jawab
terhadap pasien selama masa perawatan di rumah sakit.
6. Gelang identifikasi dilepas setelah semua proses selesai dilakukan. Proses ini
meliputi: pemberian obat-obatan kepada pasien dan pemberian penjelasan mengenai
rencana perawatan selanjutnya kepada pasien dan keluarga.
7. Gelang identifikasi yang sudah tidak dipakai harus digunting menjadi potongan-
potongan kecil sebelum dibuang ke tempat sampah infeksius.
8. Terdapat kondisi-kondisi yang memerlukan pelepasan gelang identifikasi sementara
(saat masih dirawat di rumah sakit), misalnya lokasi pemasangan gelang identifikasi
mengganggu suatu prosedur. Segera setelah prosedur selesai dilakukan, gelang
identifikasi dipasang kembali.
IV. Pelaporan Insiden/Kejadian Kesalahan Identifikasi Pasien
1. Setiap petugas yang menemukan adanya kesalahan dalam identifikasi pasien
harus segera melapor kepada petugas yang berwenang di ruang rawat tersebut,
kemudian melengkapi laporan insiden.
2. Petugas harus berdiskusi dengan Kepala Unit mengenai pemilihan cara terbaik
dan siapa yang memberitahukan kepada pasien / keluarga mengenai kesalahan
identifikasi yang terjadi.
3. Contoh kesalahan yang dapat terjadi adalah:
a. Kesalahan penulisan alamat di rekam medis
b. Kesalahan informasi /data di gelang pengenal
c. Tidak adanya gelang pengenal di pasien
d. Misidentifikasi data /pencatatan di rekam medis
e. Mis identifikasi pemeriksaan radiologi (rontgen)
f. Mis identifikasi laporan investigasi
g. Mis identifikasi perjanjian (appointment)
h. Registrasi ganda saat masuk rumah sakit
i. Salah memberikan obat ke pasien
j. Pasien menjalani prosedur yang salah
k. Salah pelabelan identitas pada sampel darah
4. Kesalahan juga termasuk insiden yang terjadi akibat adanya mis identifikasi,
dengan atau tanpa menimbulkan bahaya, dan juga insiden yang hampir terjadi di
mana mis identifikasi terdeteksi sebelum dilakukan suatu prosedur.
5. Beberapa penyebab umum terjadinya mis-identifikasi adalah:
a. Kesalahan pada administrasi/tata usaha
i. Salah memberikan label
ii. Kesalahan mengisi formulir
iii. Kesalahan memasukkan nomor / angka pada rekam medis
iv. Penulisan alamat yang salah
v. Pencatatan yang tidak benar /tidak lengkap /tidak terbaca
b. Kegagalan verifikasi
i. Tidak adekuatnya /tidak adanya protokol verifikasi
ii. Tidak mematuhi protokol verifikasi
c. Kesulitan komunikasi
i. Hambatan akibat penyakit pasien, kondisi kejiwaan pasien, atau
keterbatasan bahasa
ii. Kegagalan untuk pembacaan kembali
iii. Kurangnya kultur / budaya organisasi
6. Jika terjadi insiden akibat kesalahan identifikasi pasien, lakukan hal berikut ini:
a. Pastikan keamanan dan keselamatan pasien
b. Pastikan bahwa tindakan pencegahan cedera telah dilakukan
c. Jika suatu prosedur telah dilakukan pada pasien yang salah atau dilakukan di
tempat yang salah, para klinisi harus memastikan bahwa langkah-langkah
yang penting telah diambil untuk melakukan prosedur yang tepat pada pasien
yang tepat.

BAB IV
DOKUMENTASI
Dokumentasi pelaksanaan prosedur identifikasi pasien dengan benar dan tepat
salah satunya dapat ditemukan pada rekam medis pasien (penulisan identitas pasien).
Pelaksanaan prosedur identifikasi pasien secara benar dan tepat di gunakan sebagai
indikator sehingga dalam pelaksanaannya dapat dilakukan monitoring dan evaluasi.
Bukti dokumen pelaksanaan prosedur identifikasi dapat dilihat pada form
pemantauan/ monitoring harian yang terdapat di unit kerja.
Pengendalian Mutu
1. Prosedur identifikasi pasien dalam pelaksanaanya dilakukan pemantauan dan
evaluasi oleh kepala ruang dan hasil pemantauan akan dilaporkan setiap bulan kepada
tim keselamatan pasien rumah sakit dan selanjutnya diteruskan kepada unit penjamin
mutu
2. Pelaporan insiden / kejadian kesalahan identifikasi pasien kepada tim keselamatan
pasien rumah sakit :
a) Setiap petugas yang menemukan adanya kesalahan dalam identifikasi pasien
harus segera melapor kepada petugas yang berwenang diruang rawat tersebut
kemudian melengkapi laporan insiden
b) Petugas harus berdiskusi dengan kepala unit atau kabid mengenai pemilihan
cara terbaik dan siapa yang membertahukan kepada pasien/keluarga mengenai
kesalahan yang terjadi akibat kesalahan identifikasi.
c) Contoh kesalahan yang dapat terjadi adalah:
 Kesalahan penulisan nama pasien di rekam medis / gelang identitas
 Kesalahan penulisan alamat di rekam medis
 Kesalahan informasi / data di gelang identifikasi
 Tidak adanya gelang pengenal di pasien
 Mis identifikasi data/ pencatatan di rekam medis
 Mis identifikasi pemeriksaan radiologi (rontgen)
 Mis identifikasi laporan investigasi
 Mis identifikasi perjanjian
 Registrasi ganda saat masuk rumah sakit
 Salah memberikan obat ke pasien
 Pasien menjalani prosedur yang salah
 Salah pelabelan identitas pada sampel darah
d) Kesalahan juga termasuk termasuk insiden yang terjadi akibat mis identifikasi
dengan atau tanpa menimbulkan bahaya dan juga insiden yang hamper terjadi
dimana mis identifikasi terdeteksi sebelum dilakukan suatu prosedur.

Beberapa penyebab umum terjadinya mis identifikasi adalah


a. Kesalahan pada administrasi/tata usaha
- Kesalahan mengisi fomulir
- Kesalahan memasukkan nomor atau angkapada rekam medis
- Penulisan alamat yang salah
- Pencatatan yang tidak benar/tidak lengkap/tidak terbaca
b. Kegagalan verifikasi
- Tidak adekuanya/tidakadanya protocol verifikasi
- Tidak mematuhi protocol verifikasi
c. Kesulitan komunikasi
- Hambatan akibat penyakit pasien,kondisi kejiwaan pasien atau
keterbatasan bahasa.
- Kegagalan untuk pembacaan kembali
- Kurangnya kultur/budaya organisasi

Jika terjadi insiden akibat kesalahan identifikasi pasien lakukan hal berikut
ini:
a. Pastikan keamanan dan keselamatan pasien
b. Pastikan bahwa tindakan pencegahan cedera telah dilakukan
c. Jika suatu prosedurtelah dilakukan pada pasien yang salah atau dilakukan
di tempat yang salah, para klinisi harus memastikan bahwa langkah-
langkah yang penting telah diambil untuk melakukan prosedur yang tepat
pada pasien yang tepat
3. Revisi dan audit
a. Panduan iniakan dikaji ulangdalam kurun waktu 2 tahun
b. Rencana auditakan disusun dengan bantuan audit medic dan panitia
keselamatan pasien serta akan dilaksanakan dalam waktu 6 bulan setelah
implementasi kebijakan. Audit klinis ini meliputi:
- Jumlah persentase pasien yangmenggunakan gelang identifikasi.
- Akurasi dan reliabilitas informasi yang terdapat di gelang identifikasi
- Alas an mengapa pasien tidak menggunakan gelang identifikasi
- Efikasi cara identifikasi lainnya
- Insiden yang terjadi dan berhubungan dengan mis identifikasi
c. Setiappelaporan insiden yangberhubungan dengan identifikasi pasien akan
dipantau dan ditindak lanjuti saat dilakukan revisi kebijakan.
Audit Gelang Pengenal pada Pasien Rawat Inap
Tanggal: Ruang rawat:
Pilihan
Pertanyaan jawaban 1 2 3 4 5
Apakah pasien menggunakan gelang
identifikasi? Ya/tidak          
Warna gelang pengenal Biru ya/tidak          

Merah
muda ya/tidak          
Warna gelang alergi Merah Ya/tidak
Warna gelang risiko
jatuh Kuning Ya/tidak
Warna DNR Ungu Ya/tidak
Apakah gelang pengenal ini benar? Ya/tidak          
Posisi gelang pengenal
Pergelangan
tangan ya/tidak          
Lainnya sebutkan          
Kesesuaian gelang Baik ya/tidak          
pengenal
Cukup ya/tidak          
Buruk ya/tidak          
Tulisan berwarna hitam ya/tidak          
Dapat dibaca ya/tidak          
Nama depan ya/tidak          
Nama akhir   ya/tidak          
Tanggal lahir   ya/tidak          
Nomor rekam medis   ya/tidak          
Jenis Alergi ya/tidak
Tingkat Risiko Jatuh ya/tidak

Informasi tambahan pada gelang


pengenal yang tidak perlu sebutkan          

Ditetapkan di Pematangsiantar
Pada Tanggal 21 Januari 2017
Direktur RS Tiara Kasih Sejati

dr. Pasca Sari Nauli Tamba


DAFTAR PUSTAKA

Departement of Health, Government of Western Australia. (2010). Western


Australian patient identification policy.
World Health Organization Collaborating Centre for Patient Safety Solutions.
(2007). Patient identification. Dalam: Patient Safety Solutions. Volume 1.
Solution 2.
-------. (2009). Critical Management Solutions. Patient identification Policy.
http//www.kraskerhc.com. Diperoleh 25 Februari 2012.
Mid Western Regional Hospital. Mid Western Regional Orthopaedic Hospital, Mid
Western Regional Maternity Hospital. (2010). Patient identification policy
and procedure.
Tameside Hospital NHS Foundation Trust. (2010). Patient identification policy.
Royal United Hospital Bath. (2010). Policy for the positive identification of patients.
-------. (2009). Primary Care Provision. Patient identification policy. http//
www.bolton.nhs.uk. Diperoleh 25 Februari 2012.
Bath and North Somerset. (2009). Patient identification policy and procedure.
California Association for Medical Laboratory Technology Distance Learning
Program. (2010). Patient identification.
Royal Free Hampstead NHS Trust. (2008). Patient identification policy.

Anda mungkin juga menyukai