Anda di halaman 1dari 5

1.

CIS (Conventional Inertial System)

CIS ini merupakan sistem referensi koordinat kartesian tiga-dimensi yang geosentrik dan terikat langit, dan dinamakan juga sistem ECSF (Earth-Centered Space-Fixed).

sistem CIS umumnya digunakan untuk mendefinisikan posisi dan pergerakan satelit atau benda-benda langit lainnya, dan sistem koordinat ini tidak berotasi dengan bumi, tapi berevolusi bersama bumi mengelilingi matahari.

Untuk epndifisian kutub digunakan sumbu-Z atau disebut CEP (Conventional Ephemeris Pole) pada epok standar J2000.0 (1.5d Januari 2000)

Pole ) pada epok standar J2000.0 (1.5d Januari 2000) Sistem referensi koordinat CIS 2. CTS (Conventional

Sistem referensi koordinat CIS

2. CTS (Conventional Terrestrial System)

sistem referensi koordinat kartesian tiga-dimensi yang geosentrik dan terikat bumi, dan dinamakan juga sistem ECEF (Earth-Centered Earth-Fixed).

sistem CTS umumnya digunakan untuk pendeskripsian posisi dan pergerakan titik-titik di permukaan bumi, dan sistem koordinat ini berotasi dengan bumi, dan juga berevolusi bersama bumi mengelilingi matahari.

Kutub yang digunakan untuk pendefinisian sumbu-Z adalah CTP (Conventional Terrestrial Pole). Saat ini yang digunakan sebagai CTP adalah CIO (Conventional International Origin) yang merupakan posisi rata-rata sumbu rotasi Bumi dari tahun 1900 sampai 1905.

Sistem referensi koordinat CTS 3. Hubungan Antara CIS dan CTS Hubungan Tersebut dapat digambarkan dalam

Sistem referensi koordinat CTS

3. Hubungan Antara CIS dan CTS Hubungan Tersebut dapat digambarkan dalam gambar sebagai berikut

:

Tersebut dapat digambarkan dalam gambar sebagai berikut : 4. ICRS ( INTERNATIONAL CELESTIAL REFERENCE SYSTEMS) 

4. ICRS (INTERNATIONAL CELESTIAL REFERENCE SYSTEMS)

Merupakan dasar untuk pengukuran fundamental posisi dan gerakan benda langit. The PIKR mendefinisikan konstanta standar, data, dan algoritma untuk pengolahan dan interpretasi pengamatan astrometric tepat, efektif membangun

ruang-tetap sistem koordinat di langit.

Titik nol sistem koordinat adalah pusat massa dari sistem matahari dalam kerangka relativitas

Sumbu-X mengarah ketitik semi dari IERS

Sumbu-Z mengarah ke CEP dari IERS yang didefinisikan oleh model konvensi dari IAU

Sumbu-Y tegak lurus sumbu X dan Z, dan membentuk sistem koordinat tangan kanan

5. ITRS (Internasional Terrestrial Reference System)

Menjelaskan prosedur untuk menciptakan frame referensi yang cocok untuk digunakan dengan pengukuran pada atau dekat permukaan bumi. Hal ini dilakukan dalam banyak cara yang sama bahwa standar fisik bisa digambarkan sebagai satu set prosedur untuk menciptakan standar yang realisasi. The ITRS mendefinisikan geosentris sistem koordinat dengan menggunakan SI sistem pengukuran.

Merupakan geosentris, pusat massa yang ditetapkan untuk seluruh bumi, termasuk lautan dan atmosfer

Satuan panjang adalah meter (SI). Skala ini konsisten dengan waktu TCG koordinat untuk kerangka lokal geosentris, dalam perjanjian dengan SPI dan IUGG (1991) resolusi. Hal ini diperoleh dengan pemodelan relativistik yang sesuai.

Waktu evolusi orientasi dipastikan dengan menggunakan kondisi no-net-rotasi berkaitan dengan gerakan tektonik horisontal di atas bumi.

Awalnya diberikan oleh orientasi BiH di 1.984,0.

Sumbu Y tegak lurus dengan sumbu-sumbu X dan Z dan membentuk system

koordinat tangan kanan.

Sumbu Z mengarah ke kutub CTP yang dinamakan IRP (IERS Reference Pole).

6. ITRF(International Terrestrial Reference Frame)

Kerangka referensi koordinat global yang merupakan realisasi dari ITRS

ITRF direpresentasikan dengan koordinat dan kecepatan dari sejumlah titik yang tersebar di seluruh permukaan bumi, dengan menggunakan metode-metode pengamatan VLBI, LLR, GPS, SLR, dan DORIS.

jaring kerangka ITRF dipublikasikan setiap tahunnya oleh IERS, dan diberi nama ITRF-yy, dalam hal ini yy menunjukkan tahun terakhir dari data yang digunakan untuk menentukan kerangka tersebut, misalnya ITRF94 adalah kerangka

koordinat dan kecepatan yang dihitung pada tahun 1995 dengan menggunakan semua data IERS sampai akhir 1994.

7. ICRF (INTERNATIONAL CELESTIAL REFERENCE FRAME)

ICRF merupakan gabungan dari sub-kelompok Internasional Astronomical Union (IAU). berpusat di barycenter dari Tata Surya , ditetapkan oleh posisi diukur dari 212 sumber extragalactic.

Sumber extragalactic digunakan untuk mendefinisikan ICRF begitu jauh bahwa setiap gerak angular adalah dasarnya nol

ICRF sekarang digunakan sebagai kerangka acuan standar yang digunakan untuk

menentukan posisi planet-planet (termasuk Bumi ) dan obyek astronomi lainnya

8. IERS (INTERNATIONAL EARTH ROTATION SERVICE)

IERS merupakan badan yang bertanggung jawab dalam menjaga standar waktu global dan frame of reference, khususnya melalui kelompok Earth Orientation Parameter (EOP) dan International Celestial Reference System (ICRS) miliknya. Salah satu fungsi IERS adalah mengumumkan detik kabisat. Organisasi ini dulunya dikenal dengan nama International Earth Rotation Service hingga 2 April 2002, saat namanya diganti menjadi seperti yang saat ini. Singkatan IERS tetap dipertahankan.

The IERS menyediakan data pada orientasi Bumi, di International Celestial Reference System / Frame, di International Terrestrial Reference System / Frame, dan cairan geofisika. Ia memelihara juga Konvensi berisi model, konstanta dan

standar.

IERS memiliki tujuan dalam pelayanan bidang astronomi, geodesi dan geofisika dengan menyediakan sebagai berikut:

1. International Celestial Reference System (ICRS) dan realisasinya, International Celestial Reference Frame (ICRF).

2. Internasional Terrestrial Reference System (ITRS) dan realisasinya, International Terrestrial Reference Frame (ITRF).

3. Earth orientation parameter diminta untuk belajar variasi orientasi bumi dan

untuk mengubah antara ICRF dan ITRF.

5.

Standar, konstanta dan model (misalnya, konvensi) mendorong kepatuhan internasional.

Nama :Yoga Prahara Putra NRP :3509100051