Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR ELEKTRONIKA

DIODA ZENER

NAMA : HARVEINDHA PRATAMAPUTRA


NIM : 03071004010
GROUP :B
ANGGOTA : 1. MERI WARDANA
2. RICHARD SILITONGA
3. TRI RAMADHANTI
4. YULIANI UTAMI PUTRI

Nama Asisten : Bram


Tgl. Praktikum: 7 April 2008

LABORATORIUM DASAR ELEKTRONIKA DAN RANGKAIAN LISTRIK


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2008
1. Tujuan Percobaan :
Mempelajari karakteristik dioda zener.

2. Daftar Alat dan Komponen


2.1. Modul BEE 422AA
2.2. Power Supply
2.3. Multimeter

3. Dasar Teori
Sebagian dioda semikonduktor bila dihubungkan dengan suatu tegangan
balik yang cukup akan melakukan suatu arus balik. Hal ini tidak ditunjukkan
sebelumnya karena biasanya akan merusak dioda. Akan tetapi dioda Zener justru
adalah suatu dioda yang dirancang untuk bisa melakukan arus balik dengan aman dan
dengan drop tegangan hanya beberapa volt saja. Simbol dioda zener adalah seperti
pada gambar 2.1 dimana bentuk simbol tersebut menyerupai dioda biasa kecuali garis
melintang pada kepala panah yang digunakan untuk menyatakan sudut karakteristik
balik. Pada arah maju dioda zener berperilaku seperti dioda biasa.Dalam hal ini diode
zener dapat member batasa tegangan sesuai dengan karateristik yang dibatasi pada
diode zener.
Simbol Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga daerah deplesinya lebih
besar daripada dioda biasa. Akibatnya medan listrik yang dihasilkan juga lebih besar.

A K

Gambar 2.1

Phenomena tegangan breakdown dioda ini mengilhami pembuatan komponen


elektronika lainnya yang dinamakan zener. Sebenarnya tidak ada perbedaan struktur
dasar dari zener, melainkan mirip dengan dioda. Tetapi dengan memberi jumlah
doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown
dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown
pada tegangan ratusan volt, pada zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan
volt. Di datasheet ada zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 1.5 volt, 3.5 volt dan
sebagainya.
Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke satu
arah, namun Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke
arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan
rusak" (breakdown voltage) atau "tegangan Zener".
Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara
berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika
melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena
kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. Namun proses ini adalah reversibel
jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan
arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar
0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon. Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis
dioda yang dipakai.
Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa,
kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi,
disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki
doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi
material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang
dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan
arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai
contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt
jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener
biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk
menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil.
Tegangan rusaknya dapat dikontrol secara tepat dalam proses doping.
Toleransi dalam 0.05% bisa dicapai walaupun toleransi yang paling biasa adalah 5%
dan 10%. Efek ini ditemukan oleh seorang fisikawan Amerika, Clarence Melvin
Zener.
Mekanisme lainnya yang menghasilkan efek yang sama adalah efek
avalanche, seperti di dalam dioda avalanche. Kedua tipe dioda ini sebenarnya
dibentuk melalui proses yang sama dan kedua efek sebenarnya terjadi di kedua tipe
dioda ini. Dalam dioda silikon, sampai dengan 5.6 Volt, efek zener adalah efek utama
dan efek ini menunjukan koefisiensi temperatur yang negatif. Di atas 5.6 Volt, efek
avalanche menjadi efek utama dan juga menunjukan sifat koefisien temperatur
positif.
Dalam dioda zener 5.6 Volt, kedua efek tersebut muncul bersamaan dan kedua
koefisien temperatur membatalkan satu sama lainnya. Sehingga, dioda 5.6 Volt
menjadi pilihan utama di aplikasi temperatur yang sensitif.
Teknik-teknik manufaktur yang modern telah memungkinkan untuk membuat
dioda-dioda yang memiliki tegangan jauh lebih rendah dari 5.6 Volt dengan koefisien
temperatur yang sangat kecil. Namun dengan munculnya pemakai tegangan tinggi,
koefisien temperatur muncul dengan singkat pula. Sebuah dioda untuk 75 Volt
memiliki koefisien panas yang 10 kali lipatnya koefisien sebuah dioda 12 Volt.
Semua dioda di atas, tidak perduli berapapun tenganan rusaknya, biasanya
dijual dinamakan dioda Zener.
Pemakaian Dioda Zener biasanya digunakan secara luas dalam sirkuit
elektronik. Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan. Pada saat
disambungkan secara parallel dengan sebuah sumber tegangan yang berubah-ubah
yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda zener akan bertingkah seperti
sebuah kortsleting (hubungan singkat) saat tegangan mencapai tegangan rusak diode
tersebut. Hasilnya, tegangan akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah
diketahui sebelumnya.
Sebuah dioda zener juga digunakan seperti ini sebagai regulator tegangan
shunt (shunt berarti sambungan parallel, dan regulator tegangan sebagai sebuah kelas
sirkuit yang memberikan sumber tegangan tetap.
Dioda Zener digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik. Fungsi utamanya
adalah untuk menstabilkan tegangan. Sebuah dioda zener juga digunakan sebagai
regulator tegangan shunt, dan regulator tegangan sebagai sebuah kelas sirkuit yang
memberikan sumber tegangan tetap.
Dioda zener dibuat sedemikian rupa sehingga daerah deplesinya lebih besar
daripada dioda biasa. Akibatnya medan listrik yang dihasilkan juga lebih besar. Dioda
zener memiliki sifat yang mirip dengan dioda biasa. Pada kondisi bias maju,
karakteristik dioda zener sama dengan dioda biasa. Pada kondisi bias maju,
karakteristik dioda zener sama dengan dioda biasa. Jadi jika diberikan tegangan luar
yang besarnya melebihi tegangan kontak maka arus akan mengalir.

Gambar a. Karakteristik Dioda


Pada kondisi bias balik, dioda zener juga memiliki karakteristik yang sama
dengan dioda biasa asalkan tegangan yang diberikan tidak terlalu besar. Jika tegangan
menjadi terlalu besar dan melebihi tegangan zener, maka arus mengalir pada arah
yang berbeda. Karakteristik dioda zener dapat dilihat pada gambar a. Dioda zener
tidak dapat mempertahankan keadaan “matinya” jika tegangan terbalik yang
diberikan melebihi V zener.

Gambar b. Regulator Tegangan

Hal ini terjadi karena saat tegangan terbalik mencapai V zener, medan listrik
pada daerah deplesi menjadi sangat besar sehingga dapat mendorong elektron keluar
dari struktur atomnya yang mengakibatkan terbentuknya pasangan elektron-lubang
yang banyak. Dengan terbentuknya pasangan elektron-lubang maka mengalirlah arus
dalam keadaan yang terbalik. Mekanisme ini disebut dengan zener breakdown.
Adapun pada dioda biasa, arus mengalir karena elektron terlepas sebagai akibat
ditumbuk oleh elektron bebas lainnya. Mekanisme ini disebut dengan avalanche
breakdown.Tegangan terbalik ini tidak merusakkan dioda zener bila masih berada di
bawah nilai yang diizinkan, tegangan ini biasanya tetap meskipun diberi variasi beban
sehingga dioda ini sering digunakan sebagai regulator tegangan. Untuk mengatasi
perbedaan tegangan antara tegangan sumber dengan beban digunakanlah sebuah
tahanan seri (Rs). Sebuah rangkaian regulator tegangan sederhana dapat dilihat pada
gambar b. Maka biasanya dioda zener dijadikan sebagai alternatif pengganti ic
regulator tegangan untuk rangkaian sederhana.
4. Prosedur Percobaan
a. Prosedur Percobaan untuk karakteristik maju dioda Zener :
• Buatlah rangkaian seperti pada gambar 2.2 dengan menggunakan dioda zener
12V.
100 Ohm
+ -
A

+
Supply DC Zener Voltmeter
Variabel
V
V
12V
-

Gambar 2.2

• Atur Supply DC variabel pada range 4V dan untuk keluaran minimum,


kemudian hidupkan.
• Periksa dan catat tegangan pada dioda untuk arus 1 mA, 10 mA dan 30 mA.

b. Prosedur Percobaan untuk karakteristik balik dioda Zener :


• Kembalikan tegangan keposisi nol volt.
• Balik hubungan dioda zener seperti pada gambar 2.3 dan atur suplai DC pada
range 20 Volt
• Siapkan gambar grafik seperti pada gambar 2.4a

Reverse Zener +10V


Current (mA) Current

60

50

40 I

30 Resistor for
zener dioda
20

10 V
Reverse
V Voltage
0V
5 10 15
(a) (b) (c)

Gambar 2.4
• Naikkan dengan perlahan-lahan dan periksa / amati amperemeter. Untuk masing-
masing arus berikut : 1 mA, 2 mA, 5 mA, 10 mA, 20 mA dan 30 mA, catat
tegangan drop pada dioda yang bersesuaian dan cantumkan pada grafik.