Anda di halaman 1dari 16

KIMIA LINGKUNGAN

KARTU IDENTITAS KONTAMINAN/POLUTAN Hg

Dosen Pengampu Mata Kuliah : Dr. Amaria, M.Si.

Kelompok 1

Esty Ayu Fadhilatul Munawaroh PKA 2018/18030194006

Airiza Dian Luthfiana PKU 2018/18030194032

Fairuziyah Aizzatun Nisa PKU 2018/18030194082

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2021
KARTU IDENTITAS KONTAMINAN/POLUTAN

Nama Kontaminan/Polutan : Hg

Alamat/Jenis : Periode 6, Golongan II B

1. Karakter (Sifat-sifat Fisik)


Keterangan Umum Unsur:
 Nama unsur: Merkuri
 Lambang: Hg
 Nomor atom: 80
 Deret kimia: Logam transisi
 Berat atom: 200.59 g/mol
 Konfigurasi elektronik: [54Xe] 4f14 5d10 6s2
 Jumlah elektron tiap kulit: 2, 8, 18, 32, 18, 2
 Logam merkuri

Ciri-ciri Atom:
 Jari-jari atom: 151 pm. 1.44 Å
 Struktur kritsal: Rhombohedral
Ciri-ciri Fisik:
 Fase: Cair
 Logam cair keperakan
 Logam mulia
 Titik leleh: -39℃
 Titik didih: 357℃
 Densitas g/cm3: 13,534 g/cm3
 Kalor peleburan: 2,29 kJ/mol
 Kalor penguapan: 59,11 kJ/mol
 Kapasitas kalor: 27,983 J/mol.K
1. Karakter (Sifat-sifat Fisik)
 Kelimpahan/ppm: 0,08 ppm
 Bilangan oksidasi: 0, +1, +2
 Elektronegativitas: 1,9 (skala pauling)
 Energi ionisasi ke-1 = 1007 kJ/mol
Energi ionisasi ke-2 = 1810 kJ/mol
Energi ionisasi ke-3 = 3302 kJ/mol
 Logam yang paling mudah menguap jika dibandingkan dengan logam-logam yang
lain
 Dapat larut dalam cairan polar maupun polar
 Cairan berat dan tidak larut dalam asam hidroklorit
 Larut dalam asam sulfat dengan pendidihan
 Larut dalan asam nitrat, air, alkohol, dan eter
 Sifat kemagnetan: Diamagnetik
 Daya hantar listrik tinggi
 Mempunyai sifat mengikat protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada
tubuh organisme air melalui rantai makanan
Daftar Pustaka
Lee, J. D. 1991. Concise Inorganic Chemistry. Fourth edition. New York: Chapman and
Hall
Noelle E. Selin.2009.Global Biogeochemical Cycling of Mercury: A Review.Annu.
Rev. Environ. Resour. 34:43-63.

2. Sumber (Asal kontaminan/polutan)


Kehadiran logam berat Hg di lingkungan dapat terjadi melalui aktivitas gunung
berapi, pelapukan batuan, dan sebagai akibat dari aktivitas manusia. Namun, pencemaran
merkuri di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor
alami.
Karena meskipun kehadiran merkuri dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat
kecil. Mayoritas merkuri yang ada di lingkungan berasal dari kegiatan antropogenik,
seperti kegiatan: limbah pertambangan, limbah pabrik semen, limbah industri produksi
minyak dan gas, industri pembakaran batu bara, serta industri kosmetik. Dalam kegiatan
pertambangan, emas digunakan dalam dua tahap.
 Tahap pertama adalah digunakan pada saat proses pemisahan emas dari material
2. Sumber (Asal kontaminan/polutan)
lainnya. Pada saat ini material tanah yang telah terkontaminasi merkuri apabila
dibuang ke lingkungan dapat menimbulkan pencemaran merkuri.
 Pada tahap kedua, merkuri digunakan dalam proses pemurnian emas. Dalam proses
pemurnian emas dengan proses pemanasan, apabila wadah yang digunakan
merupakan wadah terbuka, maka uap merkuri dapat menguap ke atmosfer. Pada saat
hujan turun, kemungkinan air hujan terkontaminasi merkuri akan sulit dihindari.
Daftar Pustaka
Heriyanto, N. M., dan Endro Subiandono. 2011. Penyerapan Polutam Logam Berat (Hg,
Pb, dan Cu) oleh Jenis-jenis Mangrove. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi
Alam. Volume 8, Nomor 2: 177-188.
Noelle E. Selin.2009.Global Biogeochemical Cycling of Mercury: A Review.Annu.
Rev. Environ. Resour. 34:43-63.
Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

3. Reaksi-reaksi yang Relevan (Karakter Kimia)


 Logam merupakan logam yang langka. Logam ini banyak ditemukan di alam dalam
bentuk HgS pada bijih Cinnabar yang berwarna merah terang. Hg dapat dihasilkan
dengan memanaskan bijihnya pada suhu 600℃. Uap Hg yang terbentuk kental, dan
SO2 yang dihasilkan digunakan untuk membuat H2SO4. Reaksinya sebagai berikut:
HgS + O2→ Hg + SO2
 Bijihnya dapat dipanaskan dengan potongan besi atau kapur. Reaksinya sebagai
berikut:
Hg + O2→ Hg + FeS
4HgS + CaO → 4Hg + CaSO4 + 3CaS
 Pada pemanasan kuat, HgO terdekomposisi dan menghasilkan O 2. Reaksinya sebagai
berikut:
Hg + O2→ HgO → Hg + O2
 Logam merkuri mudah bereaksi dengan asam nitrat. Asam nitrat yang dingin dan
kepekatannya sedang (8 M) dengan merkurium berlebih
6Hg + 8HNO3→ 3Hg22+ + 2NO + 6NO3- + 4H2O
 Dengan asam nitrat pekat panas yang berlebihan akan terbentuk ion merkurium (II).
Reaksinya sebagai berikut:
3Hg + 8HNO3→ 3Hg2+ + 2NO + 6NO3- + 4H2O
3. Reaksi-reaksi yang Relevan (Karakter Kimia)
 Apabila masuk ke dalam perairan, merkuri mudah berikatan dengan klor yang ada di
dalam air laut dan untuk membentuk ikatan HgCl dan menimbulkan pencemaran.
Reaksinya adalah sebagai berikut:
Hg+ + Cl-→ HgCl (bersifat kurang toksik)
Hg2+ + Cl-→ HgCl2 (bersifat lebih toksik)
 Di alam, merkuri juga bereaksi dengan oksigen membentuk HgO:
2Hg+ + O2→ 2HgO
 Apabila ion merkuri bereaksi dengan H2S, reaksinya sebagai berikut:
Hg22+ + H2S → Hg↓ + HgS↓ + 2H+(endapan hitam)
3Hg2+ + 2Cl- + 2H2S → Hg3S2Cl2↓ + 4H+(endapan putih)
 Apabila bereaksi dengan natrium hidroksida, reaksinya sebagai berikut:
Hg22+ + 2OH-→ Hg2O↓ + H2O (endapan hitam)
Hg2+ + 2OH-→ HgO↓ + H2O (endapan merah kecoklatan)
 Apabila bereaksi dengan kobalt (II) tiosiananat, reaksinya sebagai berikut:
Hg2+ + Co2+ + 4SCN-→ Co[Hg(SCN)4]↓
Daftar Pustaka
Lee, J. D. 1991. Concise Inorganic Chemistry. Fourth edition. New York: Chapman and
Hall
Noelle E. Selin.2009.Global Biogeochemical Cycling of Mercury: A Review.Annu. Rev.
Environ. Resour. 34:43-63.
Svehla, G. 1990. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro
Edisi Kelima Bagian I. Terjemahan oleh L. Setiono dan A. Hadyana Pudjaatmaka.
Jakarta: PT Kalman Media Pusaka.

4. Perubahan-perubahan Spesies (Karakter Kimia)


 Di alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuti (Hg), merkuri
monovalen (Hg+), dan bivalen Hg2+. Hg2+ lebih reaktif dibandingkan dengan Hg+.
 Unsur Hg apabila bereaksi dengan asam nitrat pekat dan dingin menghasilkan Hg +,
sedangkan apabila bereaksi dengan asam nitrat pekat dan panas membentuk Hg2+
 Merkuri dengan konsentrasi tinggi terkadang didapatkan di perairan dan pada
jaringan ikan yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut,
CH3Hg+ dan (CH3)2Hg, oleh bakteri anaerobik di dalam sedimen. Merkuri dari
senyawa-senyawa ini menjadi pekat di dalam lemak pada jaringan ikan (penguat
4. Perubahan-perubahan Spesies (Karakter Kimia)
biologis) yang kepekatannya dapat mencapai 103.
 Dalam konsentrasi rendah ion Hg+ sudah mampu menghambat kerja 50 enzim yang
menyebabkan metabolisme tubuh terganggu
 Bakteri yang mensintesis metana menghasilkan metil kobalamin sebagai senyawa
intermediet dalam sintesis. Produksi metil merkuri terjadi di dalam air dan sedimen-
sedimen saat pembusukan anaerobik berlangsung.
 Pembentukan dimetil merkuri berlangsung baik saat di perairan netral atau basa.
Senyawa ini mudah menguap dan terlepas di atmosfer.
Tiga bentuk merkuri
a. Merkuri elemental (Hg)
Merkuri elemental terdapat di dalam termometer, tensimeter air raksa, amalgam
gigi, alat elektrik, batu baterai, dan cat. Juga digunakan sebagai katalisator dalam
produksi soda kaustik dan desinfektan serta untuk produksi klorin dari sodium
klorida.
b. Merkuri anorganik: dalam bentuk Hg2+ (Mercuric) dan Hg+ (Mercurous)
Merkuri klorida (HgCl2) termasuk bentuk Hg anorganik yang sangat toksik,
kaustik, dan digunakan sebagai desinfektan. Mercurous chloride (Hg2Cl2) yang
digunakan untuk teething powder dan laksansia (calomel). Mercury fulminate
(Hg(CNO)2).
c. Merkuri organik
Metil merkuri dan etil merkuri yang keduanya termasuk bentuk alkil rantai
pendek yang dijumpai sebagai kontaminan logam di lingkungan. Misalnya memakan
ikan yang tercemar zat tersebut dapat menyebabkan gangguan neurologis dan
kongenital.
Merkuri dalam bentuk alkil dan aril rantai panjang dijumpai sebagai antiseptik
dan fungisida.
Daftar Pustaka
Svehla, G. 1990. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro
Edisi Kelima Bagian I. Terjemahan oleh L. Setiono dan A. Hadyana Pudjaatmaka.
Jakarta: PT Kalman Media Pusaka.
5. Perpindahan (Jejak di Sistem dan Lingkungan Air, Udara, atau Tanah dan
Manusia)
Merkuri tersebar di alam bahkan ada di organisme hidup untuk menjaga
keseimbangannya, merkuri beredar melalui siklus yang disebut siklus merkuri. Seperti
yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Gambar 1. Siklus Merkuri


Merkuri dapat menjadi polutan air yang disebabkan oleh limbah-limbah merkuri pada
kegiatan industri farmasi, kertas dan pengawet pulp, industri pertanian, dan klorin serta
industri produksi soda kaustik yang dilepaskan ke lingkungan perairan. Selain itu,
kandungan merkuri yang ada di atmosfir terbawa oleh hujan dan turun ke perairan di
bumi. Merkuri di atmosfir berasal dari kegiatan geologis seperti aktivitas gunung
berapi, anthropogenic seperti pembakaran batu bara dan dari tanah serta laut yang
memang mengandung merkuri. Merkuri di atmosfer ini berbentuk Hg(0), yaitu bentuk
dasar dari merkuri. Hg(0) ini memiliki sifat insoluble dalam air. Kemudian melalui reaksi
oksidasi fotokimia Hg(0) diubah menjadi inorganic merkuri disebut Hg(II) dan merkuri
yang berikatan dengan partikulat di udara disebut Hg(P). Kedua bentuk ini mudah larut
dalam air, sehingga ketika hujan turun keduanya ikut terbawa oleh hujan ke daerah
perairan dan daratan. Proses ini disebut wet deposition, sedangkan proses yang tanpa
melalui hujan disebut dry deposition. Selanjutnya, setelah masuk ke perairan, merkuri ada
yang menguap kembali ke atmosfir dan ada juga yang mengalami metilisasi. Merkuri
yang menguap kembali berbentuk Hg(0). Sedangkan Hg(II) dalam daerah perairan
mengalami metilisasi (MeHg) dengan bantuan bakteri pereduksi sulfat dan besi. Tidak
5. Perpindahan (Jejak di Sistem dan Lingkungan Air, Udara, atau Tanah dan
Manusia)
hanya merkuri dari hujan saja tetapi sedimen merkuri di dasar perairan juga dapat diubah
menjadi MeHg. MeHg ini lebih toksik dibandingkan dengan Hg(II). MeHg ini akan
terakumulasi dalam plankton atau mikroorganisme. Kemudian dimakan oleh predator
yang lebih tinggi lagi dalam rantai makanan hingga sampai ke manusia. MeHg ini
berbahaya bagi manusia dikarenakan dapat menyebabkan timbulnya kecacatan pada
manusia, seperti yang terjadi pada kasus minamata di jepang dan kasus teluk buyat di
Indonesia.
Di lain halnya ketika merkuri di atmosfer terbawa oleh hujan dan sampai permukaan
tanah merkuri tersebut mengendap membentuk sedimen atau berikatan dengan zat-zat
organik terutama yang mengandung sulfur. Merkuri ini dapat kembali ke udara
(dilepaskan dalam bentuk Hg(0)), ketika terjadi peningkatan suhu permukaan tanah atau
pembakaran zat-zat organik. Peningkatan suhu ini bisa terjadi salah satunya karena
adanya kebakaran hutan, dan saat ekosistem sedang kekeringan. Kemudian, merkuri di
tanah juga dapat meresap ke dalam daun melalui stomata daun dan masuk pada rantai
makanan hingga akhirnya dimakan oleh manusia dan hal ini berbahaya.
Daftar Pustaka
Noelle E. Selin.2009.Global Biogeochemical Cycling of Mercury: A Review.Annu.
Rev. Environ. Resour. 34:43-63.
Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

6. Efek Toksikologi
a. Ketika unsur logam berat hidragyrum (Hg) atau disebut air raksa, masuk kedalam
tubuh organisme hidup maka dapat dipastikan organisme tersebut akan langsung
keracunan. Keracunan merkuri disebut sebagai acrodynia atau penyakit pink.
b. Merkuri anorganik seperti HgCl dan HgCl2 dikenal sebagai toksikan ginjal terjadinya
proteinuria serta efek sistemik paling serius dan sering terjadi akibat Hg anorganik
adalah nefrotoksikan yang menyerang sel-sel tubulus proksimal dimana merkuri
berikatan dengan gugus sulfidril (SH) dari protein membran, sehingga mempengaruhi
integritas membran dan menyebabkan terjadi nekrosis tubuli ginjal yang disertai
oliguria, anuria, uremia dan kerusakan pada glomerular. Selain itu juga
menyebabkan hematochezia (lepasnya mukosa ke dalam tinja).
c. Merkuri organik seperti metil merkuri dan etil merkuri dikenal bersifat toksik
6. Efek Toksikologi
terhadap susunan syaraf pusat dengan manifestasi klinis awal intoksikasi merkuri
berupa gangguan tidur, perubahan mood (perasaan) yang dikenal sebagai “erethism”,
kesemutan mulai dari daerah sekitar mulut hingga jari dan tangan, pengurangan
pendengaran atau penglihatan dan pengurangan daya ingat. Pada intoksikasi berat
penderita menunjukkan gejala klinis tremor, gangguan koordinasi, gangguan
keseimbangan, jalan sempoyongan (ataxia) yang menyebabkan takut berjalan. Hal ini
diakibatkan terjadi kerusakan pada jaringan otak kecil (serebellum). Selain itu, metil
maupun etil merkuri bersifat toksik terhadap syaraf perifer. Kelainan syaraf perifer
dapat berupa parastesia, hilangnya rasa pada anggota gerak dan sekitar mulut serta
dapat pula terjadi menyempitnya lapangan pandang dan berkurangnya pendengaran.
d. Hg juga dapat menyebabkan kelainan psikiatri berupa insomnia, nervus, kepala
pusing, gampang lupa, tremor dan depresi.
e. Merkuri (Hg) dapat masuk ke dalam plasenta dan mempengaruhi pertumbuhan
perkembangan janin seperti terjadinya retardasi mental pada bayi atau kebodohan,
dan kekakuan (spastik).
f. Paparan uap merkuri logam dalam kadar tinggi dan dalam jangka waktu yang lebih
singkat dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan (kerusakan paru-paru)
yang bisa berkembang menjadi pneumonia interstisial disertai gangguan fungsi paru
berat, menggigil, batuk, diare, mual, muntah, ruam kulit, peningkatan denyut jantung
atau tekanan darah dan gangguan berupa kemunduran pada fungsi otak dikarenakan
terjadinya gangguan pada korteks. Dalam keadaan akut unsur merkuri yang terhirup
dapat mengakibatkan pneumonitis kimiawi dan edema paru nonkardiogenik serta
dapat terjadi gingivostomatitis akut, dan sekuelae neurologic.
g. Garam-garam merkuri yang masuk dalam tubuh, baik karena terhisap ataupun
tertelan, akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saluran pencernaan, hati dan
ginjal.
h. Kontak langsung dengan merkuri melalui kulit akan menimbulkan dermatitis lokal,
tetapi dapat pula meluas secara umum bila terserap oleh tubuh dalam jumlah yang
cukup banyak karena kontak yang berulang-ulang. Pada produk kosmetik yang
mengandung kadar merkuri cukup tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada
kulit yang pada akhirnya dapat menyebabkan bintik - bintik hitam pada kulit, alergi
hingga terjadinya kanker kulit.
i. Paparan merkuri dapat mengganggu sistem enzim, merusak selaput dinding
6. Efek Toksikologi
(membran) sel dan mekanisme sintetik apabila berikatan dengan kelompok sulfur di
dalam protein dan enzim. Misalnya, Hg dapat menghambat kerja enzim sulfidril.
j. Limbah merkuri di Perairan Minamata yang berasal dari perusahaan Nippon Nitrogen
Vertilaser yang merupakan cikal bakal Ciso Go LTD dengan produksi utama pupuk
Urea mengakibatkan warga menderita penyakit dengan ciri-ciri sulit tidur, kaki dan
tangan terasa dingin, kesemutan pada kaki dan tangan, lemas-lemas, penyempitan
sudut pandang, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya
kesadaran, bayi-bayi yang lahir cacat hingga menyebabkan kelumpuhan, kegilaan,
jatuh koma dan akhirnya kematian. Penyakit aneh ini kemudian dikenal dunia dengan
nama Penyakit Minamata.
Daftar Pustaka
Adhani, Rosihan. 2017. Logam Berat Sekitar Manusia. Banjarmasin: Lambung
Mangkurat University Press.
Adiwisastra. 1985. Keracunan, Sumber, Bahaya, serta Penang-gulangannya.
Bandung: Angkasa.
Alina M, Azrina A, Mohd Yunus AS, Mohd Zakiuddin S, Mohd Izuan Ef endi H,
Muhammad Rizal R. 2012. Heavymetals (Mercury, Arsenic, Cadmium,
Plumbum) in Selected Marine F Sh and Shellf Sh along The Straits of
Malacca. Int Food ResJ 19(1): 135–140.
Endrinaldi. 2010. Logam-Logam Berat Pencemar Lingkungan dan Efek terhadap
Manusia. Jurnal Kesehatan Masyarakat 4(1): 42-46.
Budiono, A. 2003. Pengaruh Pencemaran Merkuri Terhadap Biota Air. Bogor:
InstitutPertanian Bogor.
Martin, S & Griswold, W. 2009. Human Health Effects of Heavy Metals.
EnvironmentalScience and Technology Briefs for Citizens (15): 1–6.
Palar H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

7. Identifikasi (Kualitatif dan Prinsip)


a. Uji Amalgam
Pengujian amalgam merupakan uji merkuri dengan menggunakan batang
tembaga atau Cu yang sudah diamplas. Batang tembaga termasuk logam yang
dapat dilarutkan oleh merkuri atau Hg, larutan logam dalam raksa disebut
amalgam. Jika permukaan batang tembaga tersebut dilapisi bercak abu-abu
7. Identifikasi (Kualitatif dan Prinsip)
mengkilap, maka terbentuk endapan logam merkurium. Berikut adalah persamaan
reaksi yang terjadi:
Cu + Hg2+  Cu2+ + Hg
b. Penambahan Reagen KI
Penambahan larutan KI menunjukkan positif Hg+ jika terbentuk endapan
hijau yang merupakan merkurium (I) Iodida. Berikut adalah persamaan reaksi
yang terjadi:
2Hg+ + 2I–  Hg2I2
Penambahan larutan KI menunjukkan positif Hg2+ jika terbentuk endapan
merah orange yang merupakan merkurium (II) Iodida (HgI2). Berikut adalah
persamaan reaksi yang terjadi:
Hg2+ + 2I–  HgI2
c. Penambahan Reagen NaOH
Penambahan larutan NaOH menunjukkan positif Hg+ jika terbentuk
endapan hitam yang merupakan endapan merkurium (I) Oksida. Berikut adalah
persamaan reaksi yang terjadi:
2Hg+ + 2OH–  Hg2O + H2O
Penambahan larutan NaOH menunjukkan positif Hg2+ jika terbentuk
endapan kuning yang merupakan endapan merkurium (II) Oksida. Berikut adalah
persamaan reaksi yang terjadi:
Hg2+ + 2OH–  HgO + H2O
d. Penambahan Reagen HCl
Penambahan larutan HCl menunjukkan positif Hg+ jika terbentuk endapan
putih yang merupakan garam klorida. Berikut adalah persamaan reaksi yang
terjadi:
2Hg+ + 2Cl–  Hg2Cl2
e. Penambahan H2S
Penambahan larutan H2S menunjukkan positif Hg+ jika terbentuk endapan
hitam yang merupakan merkurium (II) sulfide. Berikut adalah persamaan reaksi
yang terjadi:
2Hg+ + H2S  Hg + HgS + 2H+
Penambahan hidrogen sulfide dengan adanya asam klorida encer, mula-
mula akan terbentuk endapan putih merkurium (II) klorosulfida yang terurai bilat
7. Identifikasi (Kualitatif dan Prinsip)
ditambahkan hidrogen sulfide lebih lanjut dan akhirnya terbentuk endapan hitam
merkuri (II) sulfide. Berikut adalah persamaan reaksi yang terjadi:
3Hg2+ + 2Cl- + 2H2S  Hg3S2Cl2 + 4H+ + 2Cl-
f. Penambahan Larutan NH3
Penambahan larutan NH3 menunjukkan positif Hg2+ jika terbentuk endapan
putih yang merupakan endapan amino merkuri klorida. Berikut adalah persamaan
reaksi yang terjadi:
HgCl2 + 2NH3  Hg(NH2)Cl + NH4Cl
g. Penambahan Larutan SnCl2
Penambahan larutan SnCl2 menunjukkan positif Hg2+ jika terbentuk
endapan hitam (Hg) dan endapan putih (Hg2Cl2). Berikut adalah persamaan reaksi
yang terjadi:
Sn2+ + Hg2+ → Hg (s) + Sn4+
2Cl- + 2Hg2+ + Sn2+ → Hg2Cl2 (s) + Sn4+
h. Penambahan Larutan NH4OH
Penambahan larutan NH4OH menunjukkan positif Hg2+ jika terbentuk
endapan putih yang merupakan Hg(OH)2. Berikut adalah persamaan reaksi yang
terjadi:
Hg2+ + 2NH4OH  Hg(OH)2 + 2NH4+

Daftar Pustaka
Svehla, G. 1990. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro Edisi Kelima Bagian I. Terjemahan oleh L. Setiono dan A.
HadyanaPudjaatmaka. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka.

8. Identifikasi (Kuantitatif, termasuk Prinsip Reaksi dan Kerja Instrumen/alat)


Berbagai metode analisis merkuri tersebut, antara lain adalah ICP-MS (Inductively
Coupled Plasma Mass Spectrometry), NAA (Neutron Activation Analysis), CV-AAS
(Cold Vapor Atomic Absorption Spectrometry), dan ASV (Anodic Stripping
Voltammetry). Metode analisis yang digunakan untuk mengukur kadar merkuri yang
paling sering digunakan dari masa ke masa yaitu menggunakan Spektrofotometer Serapan
Atom. Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) adalah suatu alat yang digunakan untuk
penentuan unsur-unsur logam dan metaloid yang berdasarkan pada penyerapan cahaya
8. Identifikasi (Kuantitatif, termasuk Prinsip Reaksi dan Kerja Instrumen/alat)
oleh atom. Metode CV-AAS ini hanya dapat digunakan khusus untuk atomisasi merkuri.
Metode CV-AAS ini mempunyai keunggulan dalam hal selektivitas dan sensitivitas yang
cukup baik untuk analisis merkuri total dalam sampel. Kelemahan metode CV-AAS
adalah tidak dapat mendeteksi berbagai jenis merkuri yang ada dalam sampel. Untuk
mengatasi hal ini, maka sampel sebelum dianalisis dengan metode CV-AAS terlebih
dahulu dilakukan pemisahan, dengan tujuan untuk memisahkan berbagai jenis spesies
merkuri yang ada.
Hg dalam sampel lingkungan paling baik ditentukan dengan menggunakan teknik
dingin flamless uap. Senyawa Hg direduksi oleh Sn2+ menjadi logam merkuri, yang
kemudian menguap dalam aliran udara dan melalui sel penyerapan ditempatkan di jalur
sinar lampu katoda berongga. Garis 253,7 nm selalu digunakan daripada garis paling
intens. Sel memiliki jendela kuarsa yang transparan terhadap radiasi dari 253,7 nm.
Kebanyakan produsen instrumen AAS menawarkan aksesoris untuk penentuan uap
dingin.

Daftar Pustaka
Kristianingrum, Susila. 2007. Modifikasi Metode Analisis Spesiasi Merkuri Dalam
Lingkungan Perairan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan
Penerapan MIPA. Yogyakarta: 25 Agustus 2007
Manahan, Stanley E. 1994. Environmental Chemistry, Sixth Edition. America: Lewis
Publisher.

9. Perundang-undangan yang Terkait dan Tuntutan yang Diberlakukan)


a. KEPMEN KLH No. 02/1988 yang menyatakan bahwa baku mutu
lingkungan untuk Merkuri (Hg) adalah sebesar 0.003 ppm.
b. PERMENKES 416/1990 Tentang Parameter Kualitas Air Minum/Air
Bersih Yang Terdiri Dari Parameter Kimiawi, Fisik, Radioaktif Dan Mikrobiologi.
c. Peraturan Pemerintah No 20 Tahun 1990 Tentang Pengendalian
Pencemaran Air Mulai Dari Bab I Sampai Dengan Bab X, Pasal 1 Sampai Dengan
Pasal 43 Berisi Tentang Ketentuan Umum, Inventarisasi Kualitas Air,
Penggolongan Air,Upaya Upaya Pengendalian, Perizinan, Pengawasan Dan
Pemantauan, Pembiayaan, Sanksi, Ketentuan Peralihan Dan Ketentuan Penutup.
d. Undang-undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 Tentang
9. Perundang-undangan yang Terkait dan Tuntutan yang Diberlakukan)
Kesehatan Pasal 22 Ayat 3 Yang Mengandung Makna Bahwa Air Minum Yang
Dikonsumsi Masyarakat, Harus Memenuhi Persyaratan Kualitas Maupun Kuantitas.
e. Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 1994 Tentang Pengelolaan Limbah
Berbahaya dan Beracun.
f. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang membatasi kewenangan organisasi
lingkungan hidup
g. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang
Pengelolaan Kualitas Dan Pengendalian Pencemaran Air.
h. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
i. Karena sifatnya yang sangat beracun, maka U.S. Food and Administration
(FDA) menentukan pembakuan atau Nilai Ambang Batas (NAB) kadar merkuri
yang ada dalam air sungai, yaitu sebesar 0,005 ppm
Daftar Pustaka
Anonim. 2009. Logam Berat. (Online), (http://www.scribd.com/doc/76640626/Logam-
Berat, diakses tanggal 01 September 2021)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 14 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2009. Jakarta Biro Peraturan
Perundang-undangan Bidang Perekonomian dan Industri

10. Ide-ide Penanganan (Preventif dan Kuratif)


a. Preventif
Keracunan merkuri dapat dicegah atau diminimalkan dengan
menghilangkan atau mengurangi paparan merkuri dan senyawa merkuri. Untuk
itu, banyak pemerintah dan kelompok swasta telah melakukan upaya untuk
mengatur penggunaan merkuri secara ketat, atau mengeluarkan imbauan
tentang penggunaan merkuri.
1) Salah satu metode yang sangat murah dan efisein untuk mencegah
pencemaran logam merkuri adalah fitoremidiasi. Fitoremidiasi yaitu
tekhnologi pencegahan pencemaran polutan berbahaya seperti logam
berat, senyawa organik dan lain lain dalam tanah atau air dengan
menggunakan bantuan tanaman (hiperkomulator plant).
10. Ide-ide Penanganan (Preventif dan Kuratif)
2) Mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kegiatan
pertambangan atau menggantinya dengan bahan-bahan yang lebih ramah
lingkungan. Selain itu dapat dengan membangun instalasi pengolahan air
limbah pertambangan, sehingga limbah bisa diolah terlebih dahulu
menjadi limbah yang lebih ramah lingkungan, sebelum dibuang keluar
daerah pertambangan.
3) Mengolah sampah baik itu sampah organik maupun anorganik. Sampah
organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur
ulang
4) Pelaksanaan AMDAL terhadap suatu perusahaan yang menggunakan air
raksa harus dilakukan dengan benar dan adanya sanksi yang tegas apabila
AMDALnya membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
5) Setiap pabrik / kegiatan industri sebaiknya memiliki Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL), untuk mengolah limbah yang dihasilkannya sebelum
dibuang ke lingkungan sekitar. Dengan demikian diharapkan dapat
meminimalisasi limbah yang dihasilkan atau mengubahnya menjadi
limbah yang lebih ramah lingkungan.
6) Menggunakan teknologi pemrosesan batuan tambang yang tidak
menggunakan bahan merkuri, di antaranya dengan bahan sianida dan
dengan cara bioteknologi yang disebut proses pencucian dengan mikroba.
Alternatif remediasi secara biologis yang disebut fitoremediasi pun
ditempuh. Pada cara ini digunakan tumbuhan yang dapat menyerap metil
merkuri. Dibandingkan dengan yang lain, cara ini relatif murah dan
memungkinkan sumber pencemar didaur ulang. Sayangnya proses alami
ini relatif lambat dalam mereduksi polutan.
b. Kuratif
1) Mengatasi pencemaran merkuri dengan bakteri juga dimungkinkan karena
diketahui ada bakteri yang dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang
mengandung merkuri dalam jumlah tinggi. Bakteri itu adalah
Pseudomonas fluorescens, Staphylococcus aureus, dan Bacillus sp. Hal ini
menginspirasi ahli biologi molekuler untuk memadukan fungsi gen
beberapa bakteri hingga menghasilkan strain unggul untuk mengatasi
pencemaran merkuri secara cepat dan efektif
10. Ide-ide Penanganan (Preventif dan Kuratif)
2) Pada kondisi lingkungan yang telah telanjur terpolusi merkuri, upaya yang
dilakukan adalah penyehatan kembali lingkungan. Caranya dengan
memindahkan sedimen yang mengandung merkuri tinggi kemudian
diisolasi. Hal ini pernah dilakukan Jepang terhadap kawasan Minamata.
3) Reverse osmosis adalah proses pemisahan logam berat oleh membran
semipermeabel dengan menggunakan perbedaan tekanan luar dengan
tekanan osmotik dari limbah, kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal
sehingga sulit terjangkau oleh industri di Indonesia.
4) Teknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif permeabel
berdasarkan perbedaan potensial antara 2 elektroda yang menyebabkan
perpindahan kation dan anion, juga menimbulkan kerugian yakni
terbentuknya senyawa logam-hidroksi yang menutupi membran,
sedangkan melalui ultrafiltrasi yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi
melalui membran berpori, juga merugikan karena menimbulkan banyak
sludge (lumpur).
Daftar Pustaka
Putranto, Thomas Triadi. 2011. Pencemaran Logam Berat Merkuri (Hg) Pada Air Tanah.
Teknik . 32 (1)