Anda di halaman 1dari 15

RENCANA AKSI PERUBAHAN

OSPEK
OPTIMALISASI SISTEMATIKA
PELAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA

ALFANSYAH
KASUBBAG KINERJA DAN RB

PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS (PKP)


ANGKATAN XI KELAS KABUPATEN PASER
BPSDM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
2021

BIODATA

i
Nama : Alfansyah, SP
NIP. : 198105042009011002
Pangkat/Gol : Penata Tk. I / IIId
Jabatan : Kasubbag Kinerja dan
RB
Instansi : Sekretariat Daerah
Unit Kerja : Bagian Organisasi
No. HP : 081343148465
Email : alfanzone1@gmail.com
Judul Akper : Optimalisasi Sistematika
Pelaporan Akuntabilitas
Kinerja (OSPEK)

LEMBAR PERSETUJUAN
AKSI PERUBAHAN

ii
Yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Rencana Aksi
Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XI Kelas Kabupaten Paser:

Nama : Alfansyah, SP
NIP : 198105042009011002
No. Absen : 05
Jabatan : Kasubbag Kinerja dan Reformasi Birokrasi
Unit Kerja : Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Paser
Judul : Optimalisasi Sistematika Pelaporan Akuntabilitas Kinerja (OSPEK)

Dinyatakan LAYAK untuk diajukan pada Seminar Rancangan Aksi Perubahan pada
hari Sabtu, 16 Oktober 2021 yang diselenggarakan via zoom oleh Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusi (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur.

Mentor Coach

M. Arief Meydiastono, S.Sos Zuhriah, S.Pt, M.Si


NIP. 196805191987031001 NIP. 197402052002122005

Mengetahui,
Penguji

Drs. Bere Ali, M.Si


NIP. 195912251989031008

DAFTAR ISI

iii
Halaman Judul ……………………………………………………………………………. I

Biodata Project Leader …………………………………………………………………… II

Lembar Persetujuan Rencana Aksi Perubahan ……………………………...…………… III

Daftar isi …………………………………………………………..……………………… IV

BAB I RENCANA AKSI PERUBAHAN …………………………………………….. 5

1.1 DESKRIPSI RENCANA AKSI PERUBAHAN …………………………… 5

1.2 LATAR BELAKANG AKSI PERUBAHAN ……………………………… 5

1.3 TUJUAN, OUTPUT DAN MANFAAT …………………………………… 8

a. Tujuan …………………………………………………………………….. 8

b. Output …………………………………………………………………….. 8

c. Manfaat …………………………………………………………………… 8

1.4 TAHAPAN AKSI PERUBAHAN …………………………………………. 9

a. Tahapan Jangka Pendek ………………………………………………….. 9

b. Tahapan Jangka Menengah ………………………………………………. 10

c. Tahapan Jangka Panjang …………………………………………………. 10

1.5 STRUKTUR TIM …………………………………………………………... 10

1.6 STAKEHOLDER …………………………………………………………… 11

1.7 STRATEGI KOMUNIKASI ………………………………………………… 13

iv
BAB. I

RENCANA AKSI PERUBAHAN

1.1 DESKRIPSI AKSI PERUBAHAN

“OSPEK” (Optimalisasi Sistematika Pelaporan Akuntabilitas Kinerja) merupakan


inovasi terhadap upaya pelaksanaan pelaporan akuntabilitas kinerja terutama pada perangkat
daerah untuk meningkatkan efektifitas penyusunan laporan yang tepat waktu. Dari data
laporan pada e-sakip reviu MENPANRB terutama pada kecamatan yang menjadi locus
reformer bahwa dari 10 kecamatan pada Kabupaten Paser yang menyampaikan laporan tepat
waktu hanya ada 2 kecamatan, sehingga ada 8 kecamatan yang mengalami keterlambatan.
Pentingnya ketepatan penyampaian laporan akuntabilitas merupakan salah satu faktor yang
dinilai pada saat evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja.

Pelaksanaan tugas dan fungsi reformer pada sub bagian kinerja dan reformasi
birokrasi pada bagian organisasi di sekretariat daerah adalah sebagai salah satu fasilitator
laporan kinerja daerah, sehingga Ospek ini dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober sampai
dengan tanggal 16 Desember 2021 di Kabupaten Paser khususnya pada 10 kecamatan yang
menjadi locus studi. Rencana aksi perubahan ini nantinya dengan menyiapkan petunjuk
teknis atau pedoman terkait penyusunan laporan akuntabilitas kinerja. Sehingga nantinya
diharapkan pelaporan akuntabilitas kinerja terutama kecamatan di kabupaten paser tepat
waktu dan membantu meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja kecamatan di Kabupaten
Paser.

1.2 LATAR BELAKANG AKSI PERUBAHAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemrintah (LAKIP) adalah media


akuntabilitas yang dapat dipakai atau digunakan oleh instansi pemerintah untuk
melaksanakan kewajiban menjawab pihak-pihak yang berkepentingan (Yusrianti dan Rika,
2015). Sebelum instansi pemerintah menyampaikan laporan dimana didalam laporan tersebut
memuat tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dalam kurun waktu I tahun, terlebih
dahulu ada sebuah rangkaian tahapan yang digunakan untuk menyusun LAKIP. Sistem
tersebut disebut Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dimana SAKIP
merupakan instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk
mempertanggungjawabkan atas keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan dari misi organisasi

5
yang terdiri dari berbagai komponen yang merupakan kesatuan dimulai dari proses
perencanaan strategik. perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja dan
evaluasi kinerja.

Susan Susanto (2013:162) akuntabilitas dapat dipahami sebagai kewajiban pihak


pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan,
dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada
pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta
pertanggungjawaban tersebut. Untuk mengetahui sampai sejauh mana instansi pemerintah
telah menerapkan sistem manajemen kinerja dan pengendalian mutunya dengan baik maka
sebaiknya dilakukan pelaksanaan LAKIP. Ini diperlukan dengan mengasumsikan bahwa jika
sistem AKIP berjalan dengan baik, maka akan dapat mewujudkan hasil yang baik. Instansi
pemerintah sudah sehanisnya selalu memperbaiki manajemen kinerjanya agar dapat
meningkatkan kinerja dan akuntabilitasnya, walaupun belum diketahui sejauh mana
keberhasilan instansi tersebut meraih output yang diharapkan. Karena peningkatan kinerja
tidak bisa dipisahkan dari evaluasi atas sistem yang berjalan.

Penyusunan LAKIP Kabupaten Paser merupakan media pertanggungjawaban


kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Paser, Tentu saja hal ini sebagai perwujudan penyelenggaraan
pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta menciptakan Good Governance dan Clean
Government. Melihat kondisi yang ada saat ini, masih banyak perangkat daerah yang
terlambat dalam melaporkan akuntabilitas kinerjanya, hal ini dapat terlihat pada aplikasi E-
Sakip Reviu yang merupakan aplikasi yang dibangun oleh Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

6
Selain itu pengungkapan informasi pada laporan kinerja belum memadai, sebagian
besar belum menggambarkan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi capaian kinerja saat
ini. Laporan hanya menyajikan sebatas informasi pelaksanaan kegiatan dan penyerapan
anggaran, belum menyajikan analisis atas efektifitas dan efisiensi penggunaan sumber daya
secara mendalam.

7
Berdasarkan permasalahan tersebut maka reformer memutuskan membuat rancangan
aksi perubahan ini dengan judul “Optimalisasi Sistem Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
(OSPEK).

1.3 TUJUAN, OUTPUT, DAN MANFAAT

Adapun yang menjadi tujuan, output, dan manfaat dalam aksi perubahan ini adalah
sebagai berikut:

a. Tujuan

Tujuan aksi perubahan ini dibagi menjadi tiga (3) yaitu :


1) Tujuan jangka pendek
Memberikan pemahaman sistematika pelaporan akuntabilitas kinerja pada
Kecamatan di Kabupaten Paser.
2) Tujuan jangka menengah
Meningkatkan efektifitas penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah se Kabupaten Paser.
3) Tujuan jangka panjang
Meningkatkan nilai evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

b. Output

Adapun output yang akan dicapai dalam jangka pendek adalah:


1) Tersedianya petunjuk teknis/pedoman sistematika pelaporan akuntabilitas kinerja.
2) Terlaksananya sosialisasi sistematika pelaporan akuntabilitas kinerja pada
Kecamatan di Kabupaten Paser.

c. Manfaat

Manfaat aksi perubahan ini dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :


1) Internal
 Tersedianya laporan kinerja yang tepat waktu
 Memudahkan penyusunan laporan kinerja Kabupaten Paser
2) Eksternal
 Memudahkan Perangkat Daerah dalam menyusun Laporan akuntabilitas kinerja

8
1.4 TAHAPAN AKSI PERUBAHAN

Adapun tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan aksi perubahan
adalah sebagai berikut :

c. Bulan
a. g. d. Hasil
T b. Uraian Kegiatan O i. Kegiat
h. Nop an
m. n. o. p. q. r. s. t.
v. aa. bb. cc. dd. ee.
  w. x. y. z.           ff. gg.  
hh.
1 kk. mm.nn. oo. pp. qq.
ii. Persiapan jj.   ll.           rr.  
tt. uu. Konsultasi mentor ddd.
Notulen,
surat
ss. vv. ww.xx. yy. zz. aaa.bbb.ccc. persetu
                  juan
fff. ggg. Rapat ppp.
b. pembentukan Tim Notulen,
Efektif daftar
hadir,
eee. hhh. kkk. mmm. nnn.ooo. dokum
    iii. jjj.   lll.       entasi
bbbb.
Job
qqq.rrr. sss.Pembagian tugas uuu.vvv.www. xxx.yyy.zzz.aaaa. Descri
  c. Tim Efektif ttt.               ption
cccc.dddd. eeee. Membuat ffff.gggg. iiii. kkkk.
llll. nnnn.
  d. SK Tim Efektif     hhhh.   jjjj.     mmmm. SK Tim
oooo. pppp. rrrr.ssss.tttt. uuuu.
vvvv.wwww.
xxxx. yyyy. zzzz.
    qqqq.                    
aaaaa.
2 ccccc.
ddddd.
eeeee.
fffff.ggggg.
hhhhh.iiiii.jjjjj. kkkkk.
bbbbb. Pelaksanaan                  
mmmmm.nnnnn. Koordinasi wwwww.
a. dan mencari Pernyataan
lllll. dukungan ooooo.
ppppp.
qqqqq.
rrrrr.sssss.
ttttt.uuuuu.vvvvv. dukun
  stakeholder                 gan
yyyyy.zzzzz. Menyiapkan iiiiii.
b. bahan dan literatur bahan dan
xxxxx. aaaaaa.
bbbbbb.
cccccc.
dddddd.
eeeeee.
ffffff.
gggggg.
hhhhhh. literatu
                  r
jjjjjj.kkkkkk.
llllll. Menyusun mmmmmm.
nnnnnn.
oooooo.
pppppp.
qqqqqq.
rrrrrr.
ssssss.
tttttt. uuuuuu.
  c. petunjuk                 Petunjuk
teknis/pedoman teknis/
pedom

9
an
wwwwww. ggggggg.
d. pre-test
xxxxxx. Menyusun dan
vvvvvv. pre-test dan post- yyyyyy.
zzzzzz.
aaaaaaa.
bbbbbbb.
ccccccc.
ddddddd.
eeeeeee.
fffffff. post
  test                 test
iiiiiii. sssssss.
e. Dokument
jjjjjjj. Sosialisasi asi,
hhhhhhh. petunjuk kkkkkkk.
lllllll.
mmmmmmm.
nnnnnnn.
ooooooo.
ppppppp.
qqqqqqq.
rrrrrrr. daftar
  teknis/pedoman                 hadir
ttttttt. wwwwwww.
xxxxxxx. zzzzzzz.bbbbbbbb.
cccccccc. eeeeeeee.
  uuuuuuu. vvvvvvv.     yyyyyyy.  aaaaaaaa.
    dddddddd.  
ffffffff.
3 gggggggg. Evaluasi dan hhhhhhhh.
iiiiiiii.
jjjjjjjj.
kkkkkkkk.
llllllll.
mmmmmmmm.
nnnnnnnn.
oooooooo.pppppppp.
Pelaporan                  
rrrrrrrr. bbbbbbbbb.
qqqqqqqq.
a. ssssssss. Testimoni tttttttt.
uuuuuuuu.
vvvvvvvv.
wwwwwwww.
xxxxxxxx.
yyyyyyyy.
zzzzzzzz.
aaaaaaaaa.
Dokument
  (evaluasi)                 asi
ddddddddd. nnnnnnnnn.
b. Laporan
eeeeeeeee. Menyusun aksi
ccccccccc. laporan aksi fffffffff.
ggggggggg.
hhhhhhhhh.
iiiiiiiii.
jjjjjjjjj.
kkkkkkkkk.
lllllllll.
mmmmmmmmm. peruba
  perubahan                 han
ppppppppp.
qqqqqqqqq.
rrrrrrrrr.
sssssssss.
ttttttttt.
uuuuuuuuu.
vvvvvvvvv.
wwwwwwwww.
xxxxxxxxx.
yyyyyyyyy.
zzzzzzzzz.
ooooooooo.
aaaaaaaaaa.
bbbbbbbbbb. cccccccccc.
dddddddddd.
eeeeeeeeee.
ffffffffff.
gggggggggg.
hhhhhhhhhh.
iiiiiiiiii.
jjjjjjjjjj.
kkkkkkkkkk.
llllllllll.
mmmmmmmmmm. Tahapan Jangka Menengah
Tahapan Jangka Menengah dilaksanakan dalam waktu 6 (enam) bulan ke depan setelah
aksi perubahan dilaksanakan adalah penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah.sesuai dengan pedoman sistematika pelaporan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah.

nnnnnnnnnn. Tahapan Jangka Panjang

10
Tahapan Jangka Menengah dilaksanakan dalam waktu 6 (enam) bulan sampai beberapa
tahun ke depan setelah aksi perubahan dilaksanakan adalah evaluasi laporan kinerja
instansi pemerintah

1.5 STRUKTUR TIM


Untuk melaksanakan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan aksi perubahan, Reformer
membentuk tim efektif yang akan membantu pelaksanaan dan operasionalisasi rencana
kegiatan yang telah disusun. Tim efektif ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Sponsor
Murhariyanto, S.Sos
Asisten Administrasi Umum

Mentor
Arief Meydiastono, S.Sos
Kabag Organisasi

Project Leader Coach


Alfansyah, SP Zuhriah, S.Pt, M.Si
Kasubbag Kinerja dan RB

Tim Dokumentasi Tim Sekretariat


Nurlia Rizky R. Erwan Taruna, SE
Nur Asyiah, A.Md
Abdi Fauzani

Tugas dari masing-masing anggota tim yang terlibat dalam aksi perubahan adalah
sebagai berikut:
a. Sponsor
 Mendukung dan Menyetujui Aksi Perubahan;
 Memberikan arahan dan masukan terhadap penyempurnaan aksi perubahan;
 Penandatangan SK Tim Aksi Perubahan.
b. Mentor
 Memberikan arahan aksi perubahan;

11
 Membantu mendapatkan sumber daya dalam pelaksanaan aksi perubahan;
 Membantu menyelesaikan permasalahan diluar kewenangan reformer.
 Mendukung aksi perubahan yang diusulkan.
c. Coach
 Memberikan bimbingan terkait aksi perubahan yang akan dilakukan oleh reformer;
 Memantau serta memberikan arahan tentang pelaksanaan aksi perubahan.
d. Project Leader
 Melakukan eksekusi keseluruhan tahapan yang telah dirancang dalam rancangan
aksi perubahan dengan mendayagunakan seluruh sumber daya yang dimiliki;
 Mengambil inisiatif dalam komunikasi dengan mentor dan coach;
 Melaporkan progress implementasi aksi perubahan kepada mentor dan coach;
 Menggerakkan seluruh elemen stakeholders terkait (internal dan eksternal) dalam
mendukung keseluruhan tahapan implementasi perubahan;
 Menyusun laporan aksi perubahan ke dalam sebuah deskripsi utuh mulai dari proses
penyusunan rencana sampai dengan hasil/capaian dari implementasi aksi perubahan.
e. Tim Sekretariat
 Membantu pembuatan dan pengarsipan dokumen;
 Membantu merumuskan draft juknis/pedoman;
 Membantu menyiapkan rapat dan kegiatan sosialisasi juknis/pedoman
f. Tim Dokumentasi
 Mendokumentasikan kegiatan

1.6 STAKEHOLDER
Stakeholder merupakan individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat
baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan
terhadap aksi perubahan yang sedang dilakukan. Stakeholder yang akan terlibat dalam aksi
perubahan ini terdiri dari stakeholder internal Bagian Organisasi Setdakab. Paser dan
stakeholder eksternal. bagan berikut menjelaskan jenis stakeholder.

Latens Promotor
Bappedalitbang Asisten Administrasi Umum
Inspektorat Kepala Bagian Organisasi
Kasubbag Kelembagaan dan
Informasi Jabatan Tinggi Pengaruh
Aphatetics
Kasubbag Tata Laksana dan Defenders
Pelayanan Publik 10 Kecamatan di Kabupaten Paser
Rendah Pengaruh 12

Rendah Kepentingan Tinggi Kepentingan


Peran Stakeholder :
1. Asisten Administrasi Umum (Promotor)
Asisten Administrasi Umum adalah promotors yang berperan sebagai penasihat dan
pengambil kebijakan. Di dalam rencana aksi perubahan, kedudukan Asisten Administrasi
Umum akan sangat menentukan nasib aksi perubahan yang dilakukan, apakah akan
sepenuhnya mendukung atau justru menolak rencana aksi perubahan. Jika didapati
kenyataan bahwa aksi perubahan tidak didukung, Project Leader dan tim dapat
melakukan pendekatan persuasif, memberikan gambaran bahwa aksi perubahan yang
akan dilakukan memang berdampak positif dan membawa perubahan.

2. Kepala Bagian Organisasi (Promotor)


Kepala Bagian Organisasi adalah atasan langsung dari Reformer sehingga peranannya
dalam aksi perubahan yang dilakukan adalah sebagai pendamping yang sangat
diharapkan dukungan, persetujuan, dan arahannya terhadap rencana aksi perubahan.
3. Bappedalitbang (Latent)
Bappedalitbang adalah stakeholder eksternal yang berperan sebagai mitra kunci, meski
tidak berkepentingan khusus/langsung terhadap aksi perubahan, Bappedalitbang
memiliki kekuatan besar untuk mendukung/menolak rencana aksi perubahan.
Bappedalitbang adalah instansi pengampu penyelenggaraan perencanaan,
4. Inspektorat (Latent)
Inspektorat adalah stakeholder eksternal yang berperan sebagai mitra kunci, meski tidak
berkepentingan khusus/langsung terhadap aksi perubahan, Inspektorat memiliki kekuatan
besar untuk mendukung/menolak rencana aksi perubahan. Inspektorat adalah instansi
pengampu penyelenggaraan pengawasan.
5. Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Informasi Jabatan (Latent)
Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Informasi Jabatan adalah stakeholder internal yang
berperan sebagai mitra kunci, meski tidak berkepentingan khusus/langsung terhadap aksi
perubahan, Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Informasi Jabatan memiliki kekuatan
besar untuk mendukung/menolak rencana aksi perubahan.
6. Kepala Sub Bagian Tata Laksana dan Pelayanan Publik (Latent)
Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Informasi Jabatan adalah stakeholder internal yang
berperan sebagai mitra kunci, meski tidak berkepentingan khusus/langsung terhadap aksi

13
perubahan, Kepala Sub Bagian Kelembagaan dan Informasi Jabatan memiliki kekuatan
besar untuk mendukung/menolak rencana aksi perubahan.
7. 10 Kecamatan di Kabupaten Paser (Defenders)
Kecamatan berperan sebagai mitra sekaligus sebagai pihak yang terdampak atas aksi
perubahan yang dilakukan. Kerja sama yang kooperatif dan pro aktif dari kecamatan
berperan besar terhadap keberhasilan aksi perubahan karena secara tidak langsung akan
dilibatkan dalam proses perubahan itu sendiri.

1.7 STRATEGI KOMUNIKASI


X
KELOMPOK STAKEHOLDERS   STRATEGI KOMUNIKASI

PROMOTORS    
Sekretaris Daerah   Membangun relasi yang intim, melakukan
Asisten Administrasi   kolaborasi dan koordinasi secara regular,
Kepala Bagian Organisasi   melaporkan tahapan rencana aksi secara
    regular, diskusi persuasif meminta dukungan
    dan persetujuan

LATENS    
Bappedalitbang   Melakukan konsultasi dan diskusi persuasif
Inspektorat   karena keduanya merupakan mitra kunci
Kasubbag Kelembagaan dalam aksi perubahan meskipun tidak
dan Informasi Jabatan   berkepentingan langsung terhadap aksi
Kasubbag Tata Laksana dan perubahan
Pelayanan Publik  
   

DEFENDER    
10 Kecamatan di   Berperan sebagai mitra sekaligus sebagai pihak
Kabupaten Paser   yang terdampak atas aksi perubahan yang
    dilakukan. Kerja sama yang kooperatif dan pro
    aktif dari kasubbag perencanaan program
    berperan besar terhadap keberhasilan aksi
    perubahan karena secara tidak langsung akan
    dilibatkan dalam proses perubahan itu sendiri.
   

APHATETTIC    

14
Daftar Pustaka

Hasni Yusrianti dan Rika Henda Safitri. 2015. Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (Sakip) Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (Skpd) Di Lingkungan
Pemerintah Kota Palembang. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol 13 No 4.

Susan Susanto.2013 Analisis Laporan Akuntabilitas Kinerja pada Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata provinsi Sulawesi Utara, Universitas Sam Ratulangi Manado, ISSN 2303-1174.

15

Anda mungkin juga menyukai