Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TOKSIKOLOGI

TOLAK UKUR TOKSISITAS

Dosen pengampu : apt. Ririn Lispita W., M.Si.Med.

Disusun oleh :

Nama : Rahmawati Sumaya


NIM : 19105011046
Kelas :A

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS WAHID HASYIM

SEMARANG

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “ Tolak Ukur Tosisitas’’ ini
tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu
Dosen apt. Ririn Lispita W., M.Si.Med. pada mata kuliah “Toksikologi’’ prodi Farmasi.
Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Tolak Ukur
Toksisitas” bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu apt. Ririn Lispita W.,M.Si.Med.
selaku dosen farmasi pengampu Toksikologi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan
makalah ini.

Semarang, 3 April 2021

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i

DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1

A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................... 2
C. Tujuan Makalah .............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 3

A. Pengertian Toksisitas Dan Faktor yang Mempengaruhinya ........................... 3


B. Klasifikasi Bahan Toksik ............................................................................... 4
C. Uji Toksisitas Akut Beserta Tolak Ukur Toksisitasnya ................................. 5

BAB III PENUTUP .................................................................................................... 7

A. Kesimpulan ..................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Toksikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kerja senyawa kimia yang
merugikan organisme hidup. Toksikologi merupakan cabang dari farmakologi yang
didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang interaksi antara senyawa kimia dengan
organisme hidup. Sesuai dengan definisi ini maka farmakologi tidak terbatas pada
penyelidikan senyawa aktif secara biologis seperti, racun, insektisida, pestisida, kosmetika
dan komponen makanan (misalnya vitamin, asam amino, zat warna, bahan pengikat dan
bahan pengawet), sejauh mereka digunakan dengan cara atau pada dosis yang tidak
fisiologis. Zat yang asing bagi sistem tubuh disebut dengan xenobiotika. Apabila zat yang
menyebabkan efek yang merugikan pada yang menggunakan maka zat tersebut
dinyatakan sebagai racun (Yulianto, 2017).
Toksikologi adalah ilmu yang menetapkan batas aman dari bahan kimia. Selain
itu toksikologi juga mempelajari jelas/kerusakan/ cedera pada organisme (hewan,
tumbuhan, manusia) yang diakibatkan oleh suatu materi substansi/energi, mempelajari
racun, tidak saja efeknya, tetapi juga mekanisme terjadinya efek tersebut pada organisme
dan mempelajari kerja kimia yang merugikan terhadap organisme. Banyak sekali peran
toksikologi dalam kehidupan sehari-hari tetapi bila dikaitkan dengan lingkungan dikenal
istilah toksikologi lingkungan dan ekotoksikologi. (Casarett and Doulls, 1995).
Dua kata toksikologi lingkungan dengan ekotoksikologi yang hampir sama
maknanya ini sering sekali menjadi perdebatan. Toksikologi lingkungan adalah ilmu yang
mempelajari racun kimia dan fisik yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan menimbulkan
pencemaran lingkungan (Cassaret, 2000) dan Ekotoksikologi adalah ilmu yang
mempelajari racun kimia dan fisik pada mahluk hidup, khususnya populasi dan
komunitas termasuk ekosistem, termasuk jalan masuknya agen dan interaksi dengan
lingkungan. Dengan demikian ekotoksikologi merupakan bagian dari toksikologi
lingkungan. (Butler, 1978).

1
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan toksikologi ?
2. Apakah efek dari toksikologi?
3. Sifat toksik kimia ditentukan oleh apa?
4. Apakah yang mempengaruhi tolak ukur toksisitas?

C. Tujuan Makalah
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah toksikologi
2. Untuk menambah wawasan pengetahuan bagi penulis dan pembaca

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Toksisitas dan Faktor yang Mempengaruhnya


Toksisitas merupakan istilah relatif yang biasa dipergunakan dalam
memperbandingkan satu zat kimia dengan lainnya. Adalah biasa untuk mengatakan
bahwa satu zat kimia lebih toksik daripada zat kimia lain. Perbandingan sangat kurang
informatif, kecuali jika pernyataan tersebut melibatkan informasi tentang mekanisme
biologi yang sedang dipermasalahkan dan juga dalam kondisi bagaimana zat kimia
tersebut berbahaya. Oleh sebab itu, pendekatan toksikologi seharusnya dari sudut telaah
tentang berbagai efek zat kimia atas berbagai sistem biologi, dengan penekanan pada
mekanisme efek berbahaya zat kimia itu dan berbagai kondisi di mana efek berbahaya itu
terjadi.
Faktor utama yang mempengaruhi toksisitas yang berhubungan dengan situasi
pemaparan (pemajanan) terhadap bahan kimia tertentu adalah jalur masuk ke dalam
tubuh, jangka waktu dan frekuensi pemaparan. Apabila zat kimia dikatakan berracun
(toksik), maka kebanyakan diartikan sebagai zat yang berpotensial memberikan efek
berbahaya terhadap mekanisme biologi tertentu pada suatu organisme. Sifat toksik dari
suatu senyawa ditentukan oleh: dosis, konsentrasi racun di reseptor “tempat kerja”, sifat
zat tersebut, kondisi bioorganisme atau sistem bioorganisme, paparan terhadap organisme
dan bentuk efek yang ditimbulkan. Sehingga apabila menggunakan istilah toksik atau
toksisitas, maka perlu untuk mengidentifikasi mekanisme biologi di mana efek berbahaya
itu timbul. Sedangkan toksisitas merupakan sifat relatif dari suatu zat kimia, dalam
kemampuannya menimbulkan efek berbahaya atau penyimpangan mekanisme biologi
pada suatu organisme.
Pada umumnya efek berbahaya / efek farmakologik timbul apabila terjadi
interaksi antara zat kimia (tokson atau zat aktif biologis) dengan reseptor. Terdapat dua
aspek yang harus diperhatikan dalam mempelajari interakasi antara zat kimia dengan
organisme hidup, yaitu kerja farmakon pada suatu organisme (aspek farmakodinamik /
toksodinamik) dan pengaruh organisme terhadap zat aktif (aspek farmakokinetik /
toksokinetik) aspek ini akan lebih detail dibahas pada sub bahasan kerja toksik.

3
Toksin Clostridium botulinum, adalah salah satu contoh tokson, dimana dalam
konsentrasi yang sangat rendah (10-9 mg/kg berat badan), sudah dapat mengakibatkan
efek kematian. Berbeda dengan metanol, baru bekerja toksik pada dosis yang melebihi 10
g. Pengobatan parasetamol yang direkomendasikan dalam satu periode 24 jam adalah 4 g
untuk orang dewasa dan 90 mg/kg untuk anak-anak. Namun pada penggunaan lebih dari
7 g pada orang dewasa dan 150 mg/kg pada anak-anak akan menimbulkan efek toksik.
Dengan demikian, resiko keracunan tidak hanya tergantung pada sifat zatnya
sendiri, tetapi juga pada kemungkinan untuk berkontak dengannya dan pada jumlah yang
masuk dan diabsorpsi. Dengan lain kata tergantung dengan cara kerja, frekuensi kerja dan
waktu kerja. Antara kerja (atau mekanisme kerja) sesuatu obat dan sesuatu tokson tidak
terdapat perbedaan yang prinsipil, ia hanya relatif. Semua kerja dari suatu obat yang tidak
mempunyai sangkut paut dengan indikasi obat yang sebenarnya, dapat dinyatakan
sebagai kerja toksik.

B. Klasifikasi Bahan Toksik


 Berdasarkan sumbernya, bahan toksik dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Toksin tanaman
b. Toksin hewan
c. Toksin lingkungan (air, tanah, udara)
 Berdasarkan senyawanya:
a. Logam berat
b. Senyawa organik
c. Racun gas
 Berdasarkan penggunaannya:
a. Obat-obatan
b. Pestisida
c. Pelarut organik
d. Logam berat

4
C. Uji Toksisitas Akut Beserta Tolak Ukur Toksisitasnya
Toksisitas merupakan suatu keadaan yang menandai adanya efek toksik atau
segala sesuatu yang berbahaya (racun) yang terdapat pada suatu bahan sebagai sediaan
dosis tunggal atau campuran (Hodgson, 2010). Suatu bahan atau obat yang bersifat toksik
dapat merusak organisme targetnya. Uji toksisitas terdiri dari dua macam yaitu uji
toksisitas umum dan uji toksisitas khusus. Uji toksisitas umum dirancang untuk
mengevaluasi keseluruhan efek umum suatu obat pada hewan uji melalui uji toksisitas
akut, subkronis dan kronis. Uji toksisitas khusus seperti uji teratogenik, uji mutagenik dan
uji karsinogenik (Lu, 2009)
Uji toksisitas akut adalah salah satu pengujian pra-klinik, dimana uji ini dirancang
untuk menentukan atau mengukur seberapa besar potensi efek toksik yang ditimbulkan
dari suatu senyawa obat yang terjadi dalam waktu yaitu 24 jam setelah pemberiannya
dalam dosis tunggal.
Tolak ukur dalam pengujian toksisitas akut yaitu kualitatif dengan melihat gelaja-
gejala klinis meliputi tingkah laku pada platform, aktivitas motorik, refleks pineal, reaksi
kornea, straub, ptosis, lakrimasi, midriase, katalepsi, sikap tubuh, menggelantung,
retablisemen, fleksi, haffner, kolik Ach, mortalitas, grooming, urinasi, defekasi, dan efek
lainnya yang ditimbulkan setelah perlakuan.Selain itu, pada hewan uji yang mengalami
efek toksik biasanya aktivitasnya menurun dari hewan normal, badannya lemas, muntah-
muntah, dan tidak ada nafsu makan. Kuantitatif dengan perhitungan LD50 dengan
menentukan jumlah hewan uji yang mati selama pengujian sampai akhir penelitian.
Tolok ukur utama ketoksikan racun memiliki hubungan yang erat (kekerabatan)
antara kondisi pemejanan, wujud, dan sifat efek toksik yang selanjutnya dapat digunakan
untuk menaksir batas aman. Tolok ukur dapat dibagi menjadi dua yaitu tolok ukur
kualitatif dan tolok ukur kuantitatif.
1) Tolok ukur kualitatif
Tolok ukur kualitatif meliputi mekanisme aksi toksik, jenis wujud efek toksik, sifat
efek toksik, dan gejala-gejala klinis yang nampak pada diri penderita atau subyek uji
(Donatus, 2001).
2) Tolok ukur kuantitatif Kekerabatan antara takaran atau lebih luasnya kondisi
pemejanan dan wujud efek toksik merupakan tolok ukur dasar atau utama dengan
cara bagaimana ketoksikan dapat dikuantifikasi. Jadi pada dasarnya kekerabatan
antara kondisi pemejanan dan wujud efek toksik, dapat dibagi menjadi kekerabatan
antara takaran dan efek (takaran-
5
efek) serta waktu dan efek (waktu-efek). Kekerabatan ini untuk mengetahui
kekerabatan antara kondisi pemejanan dan intensitas efek toksik. Selain itu
kekerabatan antara kondisi pemejanan dan wujud efek toksik, juga dapat dibagi
menjadi kekerabatan takaran dan respon (takaran-respon) dan waktu-respon yang
dapat untuk mengetahui frekuensi atau angka kejadian timbulnya efek toksik pada
sekelompok populasi subyek uji (Donatus, 2001).

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Toksikologi merupakan salah satu mata kuliah keahlian yang diberikan pada
mahasiswa yang mendalami bidang ilmu kefarmasian yaitu ilmu yang mempelajari
tentang efek toksik dari obat dan bahan kimia lainnya baik yang berasal dari bahan
alam maupun hasil sintesis.
2. Tolok ukur kualitatif meliputi mekanisme aksi toksik, jenis wujud efek toksik, sifat
efek toksik, dan gejala-gejala klinis yang nampak pada diri penderita atau subyek uji,
sedangkan tolak ukur kuantitatif meliputi wujud efek toksik tolok ukur dasar atau
utama dengan cara bagaimana ketoksikan dapat dikuantifikasi. Pada kondisi
pemejanan dan wujud efek toksik, dapat dibagi menjadi kekerabatan antara takaran
dan efek (takaran-efek) serta waktu dan efek (waktu-efek).

7
DAFTAR PUSTAKA

Donatus, I.A. , 2001, Toksikologi Dasar, Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi


Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Yulianto, Nurul A. 2017. Toksikologi Lingkungan. Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan.
Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber daya Manusia Kesehatan.
Butler, G.C.. (1978). Prinsiple of Ecotoxicologi, SCOPE 12, John Wiley and Sons, New
York.
Hodgson, E. 2010. A textbook of modern toxicology. 4th ed. Hoboken, New Jersey; John
Wiley & Sons, Inc. p. 215 – 224; 358-370.
Lu, F.C., 2009, Basic Toxicology: Fundamentals, Target Organs, and Risk Assesment
5th ed., Informa Healthcare USA, Inc., New York, 85, 108, 188-190.