Anda di halaman 1dari 37

Pusdiklat PBJ LKPP

MATERI 3:
PELAKU PBJ Versi 4, 2021
Berdasarakan
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018,
Pelatihan PBJP Tingkat Dasar Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021,
dan Peraturan Turunannya.
Penyusun
VINA DA’WATUL AROPAH

Editor Paparan Bahan Tayang


IMAM NAWAWI

2
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Kompetensi Dasar
Peserta pelatihan mampu menjelaskan terkait Pelaku PBJ

Indikator Hasil Belajar


Peserta mampu menjelaskan:
1. Tugas dan Kewenangan Pengguna Anggaran (PA)
2. Tugas dan Kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
3. Tugas dan Persyaratan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
4. Tugas dan Persyaratan Pejabat Pengadaan
5. Tugas dan Persyaratan Pokja Pemilihan
6. Tugas dan kewenangan Agen Pengadaan
7. Tugas Penyelenggara Swakelola, dan
8. Persyaratan dan tanggung jawab Penyedia

3
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
4
PENGGUNA ANGGARAN (PA) (1/4)

Pejabat pemegang kewenangan penggunaan


PA/KPA anggaran Kementerian Negara/Lembaga/
Perangkat Daerah

Pasal 1 angka 7
PENGGUNA ANGGARAN (PA) (2/4)
Tugas dan Kewenangan PA:

1 Melakukan tindakan yang mengakibatkan


pengeluaran anggaran belanja 6 Menetapkan penunjukkan langsung untuk
tender/seleksi ulang gagal

2 Mengadakan perjanjian dengan pihak lain


dalam batas anggaran yang ditetapkan 7 Menetapkan pengenaan Sanksi Daftar Hitam

3 Menetapkan perencanaan pengadaan


8 Menetapkan PPK

4 Menetapkan dan mengumumkan RUP


9 Menetapkan Pejabat Pengadaan

5 Melaksanakan konsolidasi PBJ 10 Menetapkan Penyelenggara Swakelola


PENGGUNA ANGGARAN (PA) (3/4)
Tugas dan Kewenangan PA:

11 Menetapkan tim teknis yang dibentuk dari unsur K/L/PD untuk membantu, memberikan
masukan, dan melaksanakan tugas tertentu terhadap sebagian atau seluruh tahapan PBJ

12 Menetapkan tim juri/tim ahli untuk pelaksanaan melalui Sayembara/Kontes

13 Menyatakan Tender/Seleksi gagal dalam hal terjadi korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme
yang melibatkan Pokja Pemilihan/PPK

Menetapkan pemenang pemilihan atau calon Penyedia untuk metode pemilihan:


14 a. Tender/Penunjukan Langsung/E-Purchasing untuk paket Pengadaan
Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai Pagu Anggaran paling
sedikit di atas Rp. 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah); atau
b. Seleksi/Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai
Pagu Anggaran paling sedikit di atas Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
PENGGUNA ANGGARAN (PA) (4/4)
Tugas dan Kewenangan PA:

PA/KPA

Dalam pelaksanaan tugasnya, PA pada pengelolaan APBN


dapat melimpahkan kewenangan kepada KPA sesuai dengan
peraturan perundang undangan, sedangkan PA untuk
pengelolaan APBD dapat melimpahkan kewenangan angka 1
sampai angka 7 kepada KPA.
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
9
KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA) (1/2)

Pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk


melaksanakan sebagian kewenangan dan
APBN tanggung jawab Penggunaan Anggaran pada K/L
yang bersangkutan

Pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan


sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah APBD

Pasal 1 angka 8, 9
KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA) (2/2)
Tugas dan Kewenangan KPA:

1 Melaksanakan pendelegasian sesuai pelimpahan dari PA

2 Menjawab sanggah banding peserta tender pekerjaan konstruksi

Dapat menugaskan PPK untuk melaksanakan kewenangan yang terkait dengan:

3 a. Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja; dan/atau


b. Mengadakan perjanjian dengan pihak lain dalam batas anggaran belanja yang telah
ditetapkan.

4 Dapat dibantu oleh Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

5 Pada Pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan anggaran belanja dari APBD, dapat
merangkap sebagai PPK
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
12
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (1/6)

Pejabat yang diberi kewenangan oleh


PA/KPA untuk mengambil keputusan
PPK dan/atau melakukan tindakan yang dapat
mengakibatkan pengeluaran anggaran
belanja negara/anggaran belanja daerah

Pasal 1 angka 10
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (2/6)
Persyaratan menjadi PPK

1 Memiliki integritas dan disiplin

2 Menandatangani Pakta Integritas

Memiliki Sertifikat Kompetensi sesuai dengan bidang tugas PPK atau jika belum memiliki
3 sertifikat kompetensi wajib memiliki Sertifikat Keahlian Tingkat Dasar atau Standar Kompetensi
level-1 sampai dengan 31 Desember 2023

Berpendidikan paling kurang Sarjana Strata Satu (S1) atau paling kurang golongan III/a atau
4 disetarakan dengan golongan III/a

Memiliki kemampuan manajerial level 3 sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-


5 undangan

Dapat ditambahkan dengan memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman yang sesuai
6 dengan tuntutan teknis pekerjaan
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (3/6)
Tugas PPK

1 Menyusun perencanaan pengadaan 9 Mengendalikan Kontrak

Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh


2 Melaksanakan Konsolidasi PBJ 10 dokumen pelaksanaan kegiatan
Menetapkan spesifikasi teknis/Kerangka Melaporkan pelaksanaan dan penyelesaian
3 Acuan Kerja (KAK)
11 kegiatan kepada PA/KPA
Menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan
4 Menetapkan rancangan kontrak 12 kepada PA/KPA dengan berita acara penyerahan

5 Menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) 13 Menilai kinerja Penyedia

Menetapkan besaran uang muka yang akan


6 14 Menetapkan tim pendukung
dibayarkan kepada Penyedia

7 Mengusulkan perubahan jadwal kegiatan 15 Menetapkan tim ahli atau tenaga ahli, dan

Melaksanakan E-purchasing untuk nilai paling sedikit Menetapkan Surat Penunjukan Penyedia
8 16
di atas Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) Barang/Jasa
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (4/6)
Tipologi PPK
Baru

PPK PPK PPK


TIPE C TIPE B TIPE A

Sederhana Kompleks
PROJECT MANAJEMENT

Tipe PPK disusun berdasarkan ruang lingkup tahapan pengelolaan kontrak yang dilihat
dari tingkat kompleksitas. Tipe PPK ditetapkan mulai dari tingkat kompleksitas
pengelolaan kontrak yang sederhana sampai dengan kompleks.

Peraturan LKPP No 7 Tahun 2021


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (5/6)
Tipologi PPK
Baru

PPK Tipe C PPK Tipe B PPK Tipe A


• Pengelolaan kontrak • Pengelolaan kontrak umum •Pengelolaan kontrak kompleks
sederhana • Tidak termasuk kategori •Risiko tinggi
• Bersifat operasional, rutin, pekerjaan kompleks atau •Teknologi tinggi
standar, berulang/repetisi sederhana •Peralatan desain khusus
•Penyedia jasa asing

Kompleks
Sederhana
PROJECT MANAGEMENT

Peraturan LKPP No 7 Tahun 2021


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) (6/6)
Ketentuan Lain PPK

Bisa diluar UKPBJ

PA/KPA dapat merangkap PPK

PPTK pada Pemda

PPK Mendapat kewenangan dari PA/KPA

Dalam penetapan penugasan, pegawai yang ditugaskan sebagai PPK tidak boleh dirangkap oleh:
1. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) atau Bendahara;
2. Pejabat Pengadaan atau Pokja Pemilihan untuk paket Pengadaan Barang/Jasa yang sama

Pasal 1 angka 10
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
19
PEJABAT PENGADAAN (PP) (1/3)

Pejabat Pengadaan adalah Pengelola PBJ yang


ditetapkan oleh PA/KPA untuk melaksanakan
PP Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung,
dan/atau E-purchasing

Pejabat Pengadaan bisa dijabat oleh Personil Lainnya yang


memiliki sertifikat kompetensi Pejabat Pengadaan atau
sertifikat Pengadaan Barang/Jasa tingkat dasar/level- 1.
Pasal 1 angka 13,
Pasal 12
PEJABAT PENGADAAN (PP) (2/3)
Persyaratan menjadi PP

1 Memiliki integritas dan disiplin

2 Menandatangani Pakta Integritas

3 Pengelola Pengadaan Barang/Jasa; atau

Aparatur Sipil Negara/TNI/Polri/personel lainnya yang memiliki Sertifikat Kompetensi okupasi


4 Pejabat Pengadaan
PEJABAT PENGADAAN (PP) (3/3)
Tugas PP

1 Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan Pengadaan Langsung

Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan Penunjukan Langsung Barang/Pekerjaan


2 Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah)

Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan Penunjukan Langsung untuk pengadaan Jasa


3 Konsultansi yang bernilai paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah); dan

Melaksanakan E-Purchasing yang bernilai paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus
4 juta rupiah)

Pejabat Pengadaan wajib dijabat oleh Pengelola PBJ.


Apabila belum terdapat Pengelola PBJ yang memenuhi Pejabat Pengadaan tidak boleh merangkap sebagai
persyaratan, maka Pejabat Pengadaan dapat di jabat Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar
Personil Lain yang memiliki sertifikat kompetensi dan/atau (PPSPM) atau Bendahara
sertifikat keahlian tingkat dasar/level- 1 di bidang PBJ
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
23
POKJA PEMILIHAN (1/4)

Kelompok Kerja Pemilihan yang selanjutnya


disebut Pokja Pemilihan adalah sumber daya
Pokja manusia yang ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ
Pemilihan untuk mengelola pemilihan Penyedia

Kelompok Kerja Pemilihan bisa dijabat oleh Personil Lainnya yang


memiliki sertifikat kompetensi Kelompok Kerja Pemilihan atau
sertifikat Pengadaan Barang/Jasa tingkat dasar/level- 1.
Pasal 1 angka 12
POKJA PEMILIHAN (2/4)
Persyaratan Pokja Pemilihan

1 Memiliki integritas dan disiplin

2 Menandatangani Pakta Integritas

Pokja
3 Pengelola Pengadaan Barang/Jasa; atau

Pemilihan Aparatur Sipil Negara/TNI/Polri/personel lainnya yang memiliki Sertifikat


4 Kompetensi okupasi Pokja Pemilihan

5 Dapat bekerja dalam tim


POKJA PEMILIHAN (3/4)
Tugas Pokja Pemilihan

1 Melaksanakan persiapan dan pelaksanaan pemilihan Penyedia kecuali


E-purchasing dan Pengadaan Langsung

Menetapkan pemenang pemilihan/Penyedia untuk metode pemilihan


Pokja a. Tender/Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Barang/Pekerjaan
Pemilihan 2 Konstruksi/Jasa Lainnya dengan nilai Pagu Anggaran paling banyak Rp.
100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah); dan
b. Seleksi/Penunjukan Langsung untuk paket Pengadaan Jasa Konsultansi
dengan nilai Pagu Anggaran paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh
miliar rupiah).
POKJA PEMILIHAN (4/4)
Tipe Pokja Pemilihan
Baru

1 Pokja Pemilihan Umum adalah Pokja Pemilihan yang melaksanakan


tugas Pengadaan Barang/Jasa dalam ruang lingkup pekerjaan dengan
proses yang tidak sederhana dan tidak kompleks

Pokja
Pemilihan 2 Pokja Pemilihan Khusus adalah Pokja Pemilihan yang melaksanakan
tugas Pengadaan Barang/Jasa dalam ruang lingkup pekerjaan dengan
proses yang memiliki persyaratan khusus dan/atau spesifik

Pembagian Pokja Pemilihan didasarkan pada tingkat


kompleksitas dalam pelaksanaan pekerjaan
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
28
AGEN PENGADAAN

UKPBJ atau Pelaku Usaha yang melaksanakan


sebagian atau seluruh pekerjaan PBJ yang diberi
kepercayaan oleh K/L/Perangkat Daerah sebagai
pihak pemberi pekerjaan

Tugas Agen Pengadaan

Mutatis mutandis dengan tugas


1 Dapat Melaksanakan PBJ 2
pokja pemilihan dan/atau PPK

Pasal 1 angka 16,


Pasal 14
Kewenangan Agen Pengadaan

1 Agen Pengadaan berwenang melaksanakan proses pemilihan Penyedia

2 Proses pemilihan Penyedia dapat secara sebagian atau keseluruhan tahapan

Agen Pengadaan berkewajiban menyelesaikan permasalahan akibat dari


3 pelaksanaan proses pemilihan Penyedia yang dilaksanakannya

Permasalahan yang dimaksud adalah permasalahan yang mungkin ditemukan


4 dikemudian hari oleh Aparat yang berwenang dan/atau Aparat berwajib
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
31
PENYELENGGARA SWAKELOLA
Tim yang menyelenggarakan kegiatan secara Swakelola

Tim Pelaksana
Tim Persiapan Melaksanakan, Tim Pengawas
menyusun sasaran, mencatat, mengevaluasi, Mengawasi persiapan
rencana kegiatan, jadwal & melaporkan secara dan pelaksanaan fisik
pelaksanaan, dan berkala kemajuan maupun administrasi
rencana biaya pelaksanaan kegiatan & swakelola.
penyerapan anggaran

Pasal 16
PENYELENGGARA SWAKELOLA

Personil
Tipe
No
Swakelola Tim Persiapan Tim Pengawas Tim Pelaksana

1 I Pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah ditetapkan oleh PA/KPA


Pegawai
Kementerian/Lembaga/Perangkat
Pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat
2 II Daerah yang ditetapkan oleh pimpinan
Daerah ditetapkan oleh PA/KPA
Kementerian/Lembaga/Perangkat
Daerah lain Pelaksana Swakelola
Pengurus/anggota Organisasi
Pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat Kemasyarakatan yang ditetapkan oleh
3 III
Daerah ditetapkan oleh PA/KPA pimpinan organisasi Kemasyarakatan
pelaksana Swakelola

Pengurus/anggota Kelompok Masyarakat pelaksana Swakelola yang ditetapkan oleh


4 IV
pimpinan Kelompok Masyarakat pelaksana Swakelola
01 PENGGUNA ANGGARAN (PA)
02 KUASA PENGGUA ANGGARAN (KPA)
03 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
04 PEJABAT PENGADAAN
05 POKJA PEMILIHAN
06 AGEN PENGADAAN
07 PENYELENGGARA SWAKELOLA
08 PENYEDIA
Materi 3: Pelaku PBJ
34
PENYEDIA

Pelaku usaha adalah setiap orang perorangan atau


badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum
maupun bukan badan hukum yang didirikan dan
berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam
wilayah hukum Negara RI, baik sendiri maupun
bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan
kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan


barang/jasa berdasarkan kontrak.

Pasal 1, angka 27 ,28


PENYEDIA

Persyaratan kualifikasi Penyedia dengan


memperhatikan jenis barang, jasa lainnya, jasa
konsultansi Nonkonstruksi, pekerjaan konstruksi, jasa
konsultansi konstruksi, nilai Pagu Anggaran, dan
ketentuan yang berkaitan dengan persyaratan Pelaku
Usaha pengadaan barang, jasa lainnya, jasa
konsultansi Nonkonstruksi, pekerjaan konstruksi, dan
jasa konsultansi konstruksi yang ditetapkan oleh
instansi yang berwenang.

Pasal 1, angka 27 ,28


Terima Kasih.
https://ppsdm.lkpp.go.id

Pusdiklat.pbj@lkpp.go.id

0811-9182-444

pusdiklatpbj_lkpp

©2021 Pusdiklat PBJ LKPP